cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Edutama
  • Jurnal Pendidikan Edutama
  • Website
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 23392258     EISSN : 2548821X     DOI : -
Core Subject : Education,
Edutama Journal of Education (Jurnal Pendidikan Edutama) is double -blind peer reviewed open access journal that provides publication of articles in all education field. it aims to promote excellence through the dissemination of high-quality research finding in provide a platform scientists and academicians all over the world to promote, share and discuss various and issues developments in different areas of educational research.
Arjuna Subject : -
Articles 419 Documents
Program Petugas Kedisiplinan Kelas Inovasi Penanaman Karakter Disiplin di Sekolah Dasar Rifka Anisa; Mohammad Adam Jerusalem
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 6, No 2 (2019): July 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.374 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v6i2.319

Abstract

Abstract: This article aims to explore the innovation program of class discipline officers to instill the value of discipline character in elementary school students. This article describes in a straightforward and in-depth manner about a program innovation created by the teacher with a student center approach and in accordance with the characteristics of elementary school students. The research design used in this article is qualitative research with a type of case study research involving 6 students, 1 teacher, and 1 principal for in-depth and comprehensive interviews. The results showed that there were three steps in carrying out the disciplinary officer program namely planning, implementing and evaluating. Class discipline officers are innovations in character education programs where students act as officers to maintain discipline and class discipline. This program-centered approach makes students gain real experience so that it is easy for students to understand. Therefore, this class discipline disciplinary program is suitable for application in elementary schools. Contributions in this study are expected to be able to: 1) Provide input in increasing attention in instilling the values of student discipline. 2) Increase awareness for schools to integrate discipline values in formulating school activities policies and programs. Abstrak: Artikel ini bertujuan mengeksplorasi inovasi program petugas kedisiplinan kelas untuk menanamkan nilai karakter disiplin pada siswa sekolah dasar. Artikel ini mendeskripsikan secara lugas dan mendalam mengenai suatu inovasi program yang diciptakan guru dengan pendekatan student center dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan dalam artikel ini yakni penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang melibatkan 6 siswa, 1 guru, dan 1 kepala sekolah untuk wawancara secara mendalam dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga langkah dalam melaksanakan program petugas kedisiplinan kelas yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Petugas kedisiplinan kelas merupakan inovasi program pendidikan karakter dimana siswa yang berperan sebagai petugas guna menjaga kedisiplinan dan ketertibab kelas. Pendekatan yang berpusat pada program ini membuat siswa mendapatkan pengalaman secara nyata sehingga mudah dipahami siswa. Oleh karena itu, program petugas kedisiplinan kelas ini cocok untuk diterapkan di sekolah dasar. Kontribusi dalam penelitian ini yakni diharapkan mampu: 1) Memberikan masukan dalam meningkatkan perhatian dalam menanamkan nilai kedisiplinan siswa. 2)Meningkatkan kesadaran bagi sekolah untuk mengintegrasikan nilai kedisiplinan dalam merumuskan kebijakan dan program kegiatan sekolah.  
Impresi Permainan Bolaku-Temanku terhadap Pembentukan Karakter Kerjasama Siswa Sekolah Dasar Andreas J. F Lumba; Jusuf Blegur
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.089 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.548

Abstract

Abstract: Playing activities and games in learning have helped students develop themselves holistically. They look highly expressive to cultivate their thoughts, behavior, and feelings during the play. The purpose of this research was to examine the impression of the game My ball-My friend toward the cooperation character of students. This research used One Group Pre-test Post-test Design involving 35 elementary school students with one-semester treatment. The data was collected using a questionnaire and was analyzed descriptively and t-test to categorize as well as to test the impression of the game My ball-My friend. The results prove that My ball-My friend game can impress students’ character cooperation through warming-up and cooling down activities at the same time with games, students are also taught that to be able to cooperate optimally, they must accept the various disparities of group members. Thus, My ball-My friend game activity can be a reference for teachers in developing students’ character  cooperation in learning activities. Keyword:, My ball-My friend, physical education, warming-up-cooling down Abstrak: Aktivitas bermain dan permainan dalam pembelajaran telah membantu siswa mengembangkan diri secara holistik. Mereka terlihat begitu ekspresif untuk menggerakan pikiran, perilaku, dan perasaannya selama bermain. Tujuan penelitian ini ialah untuk menguji impresi permainan Bolaku-Temanku terhadap karakter kerjasama siswa. Penelitiannya menggunakan One Group Pre-test-Post-test Design yang melibatkan 35 siswa sekolah dasar dengan perlakuan selama satu semester. Data kerjasama siswa dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dan t-test guna melakukan kategorisasi serta menguji impresi dari permainan Bolaku-Temanku. Hasil membuktikkan bahwa permainan Bolaku-Temanku dapat mengimpresi karakter kerjasama siswa melalui aktivitas warming-up dan cooling down sekaligus dengan permainan, siswa juga diajarkan bahwa untuk dapat bekerjasama secara maksimal, maka mereka harus saling menerima berbagai disparitas dari anggota kelompok. Dengan demikian, aktivitas permainan Bolaku-Temanku dapat menjadi satu referensi bagi guru dalam mengembangkan karakter kerjasama siswa dalam kegiatan pembelajaran.  Kata kunci: Bolaku-Temanku, pendidikan jasmani, warming-up-cooling down
Implementasi Pembelajaran Discovery Learning yang Terintegrasi Pendidikan Karakter dalam Pelajaran Biologi Anis Sekarwati
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.64 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.819

Abstract

Abstract: The Background of this Classroom Action Research is the low motivation and student learning outcomes. This Classroom Action Research aims to find out the increased motivation and learning outcomes of students through Discovery Learning learning that integrates character education in learning biology on the subject of Living Classification. The design of this study is Classroom Action Research, consisting of 2 cycles, namely cycle I and cycle II. Each cycle consists of 3 meetings. This research approach is qualitative. The data analysis method is descriptive for both qualitative and quantitative data. The results showed that: 1) student learning motivation increased from cycle I by 75.40% to 81.59% in cycle II. 2) student learning outcomes increased from cycle I by 77.14% of students who completed learning increased to 88.57% in cycle II. Based on the data above that learning Discovery Learning model that is integrated with character education can increase student motivation and learning outcomes. The increase in the percentage of learning outcomes from cycle I to cycle II was 11.43% and the increase in learning motivation from cycle I to cycle II was 6.19%. Keyword: Motivation, Discovery learning, character education. Abstrak: Latar belakang Penelitian Tindakan Kelas ini adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran Discovery Learning yang terintegrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran biologi pokok bahasan Klasifikasi Makhluk Hidup. Desain Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, terdiri atas 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Pendekatan Penelitian ini adalah kualitatif. Metode analisis datanya adalah deskriptif baik untuk data kualitatif maupun data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) motivasi belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 75,40% menjadi 81,59% pada siklus II. 2) hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 77,14% siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 88,57% pada siklus II. Berdasarkan data-data diatas bahwa pembelajaran model Discovery Learning yang terintegrasi pendidikan karakter dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kenaikan prosentase hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 11,43% dan kenaikan motivasi belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 6,19%. Kata kunci: Motivasi, Discovery Learning, Pendidikan karakter
Keakurasian Penyetaraan Vertikal dengan Metode Ekuipresentil pada Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Riyan Arthur
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 6, No 2 (2019): July 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v6i2.156

Abstract

Abstract This research is aimed to known the differences in the accuracy of vertical equivalence with the representative method based on the proportion of items (Anchor Item) expressed by the value of Root Mean Square Error (RMSE) on High Order Thinking Skills (HOTS) of Vocational students on Building Engineering. This research used the experimental method. The experiments were not carried out in the learning process but were carried out after obtaining the answer patterns and scores of the test participants through the implementation of a High Order Thinking Skills test. The sampling technique was carried out with the Stratified Random Sampling with data analysis techniques using the T-test. The results of the study stated that there were differences in the accuracy of vertical equivalence of the equilibrium method in High Order Thinking Skills (HOTS) between students of class X with Class XI SMK Building Engineering for the anchor proportion 10%, 15 and 20%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keakurasian penyetaraan vertikal dengan metode ekuipresentil berdasarkan proporsi butir pengait (Anchor Item) yang dinyatakan oleh nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMK Teknik Bangunan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Eksperimen tidak dilakukan pada proses pembelajaran, tetapi dilakukan setelah memperoleh pola jawaban dan skor peserta tes melalui pelaksanaan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknik Pengambilan sampel dilakukan dengan Stratified Random Sampling dengan Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan keakurasian penyetaraan vertikal metode ekuipersentil pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) antara siswa kelas X dengan kelas XI SMK Teknik Bangunan untuk proporsi jumlah butir pengait 10%, 15 dan 20%.  
Graph Theory as A Tool for Growing Mathematical Creativity Puput Suriyah; Stevanus Budi Waluya; Rochmad Rochmad; Wardono Wardono
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.187 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.744

Abstract

Abstrac: The purpose of this research to describe about graph theory is subject can serve as a tool for growing mathematical creativity. Systematic Literature Review (SLR) is used as a method of analyzing a wide range of articles and literature were obtained through searching of data sources. The results of the analysis of various sources elaborated reviews about the open ended questions of graph theory that are used as a disclosure in growing the mathematical creativity of students based on Bahar & Maker's theory modifications are open ended questions that have characteristics such as fluency and flexibility and have been done in detail/elaboration. Fluency on theory graph can be known when students do task/exercises such as isomorphic graph. Flexibility on theory graph can be known when students do task/exercises, example about spanning trees. In this paper also we showed how can use graph theory to teach standards of NCTM (National Council of Teachers on Mathematics of America) that related with mathematical creativity. Keyword: graph theory, mathematical creativity, fluency, flexibility  Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan graf teori merupakan salah satu alat untuk menumbuhkan kreativitas matematika. Systematic Literature Review (SLR) digunakan sebagai metode dalam menganalisis sebagai berbagai artikel dan literatur yang diperoleh melalui pencarian sumber data. Hasil analisis dari berbagai sumber tersebut dijabarkan ke dalam ulasan tentang pertanyaaan terbuka dari teori graf yang digunakan untuk mengungkap tumbuhnya kreativitas matematika peserta didik berdasarkan teori modifikasi Bahar & Maker dimana pertanyaan terbuka yang memiliki karakteristk seperti fluency/kelancaran dan flexibility/keluwesan yang dikerjakan secara elaborasi. Dimensi fluency/kelancaran pada teori graf dapat diketahui ketika peserta didik mengerjakan soal misal tentang isomorfik. Dimensi flexibility/keluwesan pada teori graf dapat diketahui ketika peserta didik mengerjakan soal misal tentang spanning trees/pohon berentang. Dalam artikel ini ditunjukkan juga bagaimana graf teori menggunakan standar dari NCTM yang terkait dengan kreaitvitas matematika. Kata kunci: teori graf, kreativitas matematika, fluency, flexibility
Hubungan Karakter Mandiri Siswa dalam Belajar dengan Hasil Belajar Siswa Fadillah Rahmayani
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 6, No 2 (2019): July 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.89 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v6i2.510

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to identify the relationship between independent learning characters and student learning outcomes. The population of this research was students of class XI MIPA Muaro Jambi 1 High School. The sample of this research was determined by total sampling technique which was 66 students. This research is a quantitative descriptive research that is with the technique of collecting data by questionnaires and tests. Questionnaires are used to collect independent students learning data and tests are used to determine learning outcomes. The data analysis technique used is Pearson Correlation to see how the relationship between students' independent character and learning outcomes. Data analysis was performed by SPSS Statistics 25 Software. From the results of the analysis data obtained, the Pearson correlation was 0.891 so the correlation was in the high category. Therefore, it can be concluded that the Character of Mandiri Learning has a relationship with student learning outcomes. Keyword: Independent Character, Learning Outcomes Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara karakter mandiri belajar dengan hasil belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Muaro Jambi. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik total sampling yaitu sebanyak 66 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yakni dengan teknik pengumpulan data secara penyebaran angket dan tes. Angket digunakan untuk mengumpulkan data mandiri belajar siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Pearson untuk melihat bagaimana hubungan atau keterkaitan antara karakter mandiri siswa dengan perolehan hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan Software SPSS Statistic 25. Dari hasil analisis data yang diperoleh yakni pearson correlation-nya sebesar adalah 0,891 sehingga korelasinya termasuk kategori tinggi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Karakter Mandiri Belajar memiliki hubungan dengan Hasil Belajar siswa.  Kata kunci: Karakter Mandiri, Hasil Belajar
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model Penemuan Terbimbing (Discovery Learning) pada Materi Trigonometri Endang Sri Wigati
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 6, No 2 (2019): July 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v6i2.539

Abstract

In teacher centered learning process, students only listen and receive what the teacher teaches, so that students become pasive because students are not invited to be directly involved in learning, this is contrary to the 2013 curriculum, that is centered on students. One of alternative to change that learning is discovery learning model. The purpose of this research is to produce a good learning tools and the effectiveness of appropriate mathematics learning with a discovery learning. This research uses the Thiagarajan development model, which consists of four stages of development, that is defining, designing, developing and distributing. The tools to be developed in this research include planning study, student’s paper, and learning achievement test. The research subject are students of class X  MIPA 3 of SMAN 1 Bojonegoro. The results of this research is: (1) learning tools with discovery learning are good, because the resulting learning tools is a valid based on expert validation, practical and effective. Learning tools produced are planning study, student’s paper, and learning achievement test. (2) Based on the criteria for achieving the effectiveness of mathematics learning with discovery learning, it can be concluded that mathematics learning with discovery learning  is effective for the trigonometry material.Keyword: Discovery Learning, TrigonometryAbstrakDalam proses pembelajarannya terpusat pada guru, Peserta didik hanya mendengarkan dan menerima yang guru ajarkan, sehingga Peserta didik menjadi pasif karena Peserta didik tidak diajak terlibat langsung dalam pembelajaran, hal ini bertentangan dengan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran berpusat pada peserta didik. Salah satu alternatif untuk mengubah pembelajaran tersebut yakni dengan model pembelajaran penemuan terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu perangkat pembelajaran yang baik dan efektivitas pembelajaran matematika yang tepat dengan model penemuan terbimbing. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Thiagarajan, yang terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Perangkat yang akan dikembangkan dalam penelitian ini antara lain RPP, LAS, dan PHB. Subjek Penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 3 SMAN 1 Bojonegoro. Hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) perangkat pembelajaran dengan penemuan terbimbing yang baik, karena perangkat pembelajaran yang dihasilkan adalah perangkat pembelajaran yang valid berdasarkan validasi ahli, praktis dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan adalah RPP, LAS dan PHB. (2) Berdasarkan kriteria pencapaian efektivitas pembelajaran matematika dengan model penemuan terbimbing, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan model penemuan terbimbing efektif untuk materi rumus-rumus trigonometri 
Diskursus Literasi Abad 21 di Indonesia Dipa Nugraha; Dian Octavianah
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.761 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.789

Abstract

Abstract: This study is to describe discourse on literacy in Indonesia. This study used an extensive survey of related literature on literacy which was accessed on Google Cendekia in December 2019 using “literasi abad 21” as its keyword. The analysis is descriptive qualitative. This study concludes that: First, discourse on literacy in Indonesia started with the government’s National Literacy Movement in 2015. The discourse on literacy in Indonesia is based on New Vision for Education: Unlocking the Potential of Technology a framework for 21st century education from World Economic Forum and Boston Consulting Group, PISA 2015 Assessment and Analytical Framework from OECD, and 21st Century Skills Map from The Partnership for 21st Century Learning. Second, there are nineteen literacies discussed and developed within the discourse. However, environmental literacy and ecological literacy are absent, or at least lacking compared to the other nineteen literacies in the conversation. Considering environmental literacy and ecological literacy are both important for the future of Indonesia, it is suggested that Indonesian scholars in education should start talking more about these literacies in the conversation on literacy and their importance in Indonesian education. Keywords: literacy, 21st century literacy, Indonesian literacy. Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan diskursus mengenai literasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan survei daring dengan menggunakan Google Cendekia dengan kata kunci “literasi abad 21” yang dilakukan di bulan Desember 2019. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini ada dua. Pertama, diskursus mengenai literasi di Indonesia dimulai dengan Gerakan Literasi Nasional di tahun 2015. Diskursus mengenai literasi di Indonesia didasarkan atas tiga rujukan kerangka kerja pendidikan yaitu New Vision for Education: Unlocking the Potential of Technology dari World Economic Forum and Boston Consulting Group, PISA 2015 Assessment and Analytical Framework dari OECD, dan 21st Century Skills Map dari The Partnership for 21st Century Learning. Kedua, terdapat sembilan belas literasi yang dibicarakan dan berkembang di dalam diskursus mengenai literasi di Indonesia. Meskipun demikian, literasi lingkungan dan ekologi tidak muncul atau kurang dibicarakan. Menimbang bahwa literasi lingkungan dan ekologi penting bagi masa depan Indonesia, penelitian ini memberikan saran perlunya pembelajaran literasi ini tidak hanya mulai kencang dibicarakan tetapi juga urgensi implementasinya di dunia pendidikan di Indonesia  Kata kunci: literasi, literasi abad 21, literasi Indonesia  
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EKONOMI BERKARAKTER PANCASILA MELALUI MODEL ECONOMICS COOPERATIVE LEARNING Nailariza Umami; Maria Aghata Sri Widyanti Hastuti
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.524

Abstract

Abstract: This research was conducted with the aim to develop a model of economic learning with national character with a design-based research (DBR) approach. This research used the Design Based Research approach in developing Economic Learning with Nationality Characteristics Through the Economic Cooperative Learning Model. The data analysis technique used is quantitative with descriptive and qualitative statistical techniques. Based on the results of research and development shows the results of responses of students at the time of trial at Blitar Muhammadiyah High School and in Rejotangan 1 Public High School at 91% and 95.3%. This means that the Cooperative Learning Economics model can make students understand about economic concepts that are in accordance with the ideology of the Indonesian Nation, especially able to instill national character values including love of Indonesian products, upholding togetherness, respecting other people's opinions, saving, wise and deliberative to reach agreement. Keyword: Nationality Characteristics, Economics Cooperative Learning Model Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model pembelajaran ekonomi berkarakter kebangsaan dengan pendekatan design based research (DBR). Penelitian ini menggunakan pendekatan model Design Based Research dalam pengembangan Pembelajaran Ekonomi Berkarakter Kebangsaaan Melalui Model Economic Cooperative Learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik statistika deskriptif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan hasil tanggapan peserta didik pada saat uji coba di SMA Muhammadiyah Blitar dan di SMA Negeri 1 Rejotangan sebesar 91% dan 95,3%. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Economics Cooperative Learning dapat memahamkan peserta didik tentang konsep ekonomi yang sesuai dengan idiologi Bangsa Indonesia terutama dapat menanamkan nilai-nilai karakter kebangsaan diantaranya, cinta produk Indonesia, menjunjung tinggi kebersamaan, menghargai pendapat orang lain, hemat, bijak dan musyawarah untuk mufakat. Kata kunci: Berkarakter Kebangsaan, Model Economics Cooperative Learning
Peningkatan Kemampuan Berbicara Menggunakan Metode Kooperatif Tipe NHT pada Mahasiswa Tingkat I-A PBSI Tahun Akademik 2018/2019 Agus Darmuki; Nur Alfin Hidayati
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 6, No 2 (2019): July 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v6i2.453

Abstract

The purpose of this research is to improve: (1) the quality of the learning process by using the cooperative type NHT method on PBSI study program level I-A IKIP PGRI Bojonegoro and (2) speaking skills by applying the cooperative type NHT method on PBSI I-A IKIP PGRI Bojonegoro study program students. This research is a classroom action research. The subjects of this study were I-A level students with 32 students consisting of 24 female students and 8 male students and speaking skills lecturers. The object of this research is learning to speak. Data collection techniques used were observation, in-depth interviews, and document analysis. The data validity technique uses data source triangulation techniques and method triangulation. The data analysis technique used is a comparative description analysis technique and interactive analysis. This research was conducted in two cycles which included four stages, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The results showed an increase in learning speaking skills, marked by an increase in the number of students who reached the completeness limit, namely in the first cycle there were 5 students (16%) and the second cycle 28 students (87.5%). The average value of students has increased, namely 64.1 in the first cycle and 75.3 in the second cycle. This proves that the application of the NHT type cooperative method can increase student activeness, process and learning outcomes of student speaking skills.

Page 10 of 42 | Total Record : 419