Articles
240 Documents
Pengelolaan Perpustakaan Madrasah Aliyah di Kabupaten Sinjai
Mustafa, Muhammad Sadli
PUSAKA Vol 4 No 1 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.742 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i1.157
Penelitian ini mendeskripsikan kondisi ril perpustakaan Madrasah Aliyah di Kabupaten Sinjai dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran penelitian dipilih secara purposif di tiga Madrasah Aliyah yang masing-masing mewakili tingkatan akreditasi. Madrasah tersebut adalah MAN 1 Sinjai terakreditasi B, MA Darussalam Patalassangterakreditasi C, dan MA al-Azhar Mannanti yang belum terakreditasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan di tiga Madrasah Aliyah tersebut masih sederhana dan terbatas dengan kata lain pengelolaannya belum sepenuhnya memenuhi Standar Nasional Perpustakaan, baik dari segi sarana, koleksi, ketenagaan atau sumber daya manusia, maupun pengelolaannya. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan pengelola tentang penyelenggaraan perpustakaan yang baik sesuai standar nasional perpustakaan. Regulasi dan petunjuk teknis terkait penyelenggaraan perpustakaan madrasah sesuai standar juga belum tersosialisasi dengan baik hingga ke daerah termasuk ke madrasah yang diteliti. Karena para pengelola perpustakaan di tiga Madrasah Aliyah tersebut masih memiliki semangat yang cukup tinggi dalam mengelola perpustakaan sehingga dengan keterbatasan yang ada, perpustakaan tetap dapat berfungsi dengan baik meski dengan cara yang sederhana.
MASJID AGUNG PARIS DI JANTUNG KIBLAT MODE DUNIA
Rais, Muhammad
PUSAKA Vol 4 No 2 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.837 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i2.159
Makalah menyajikan tentang aktivitas adminstrasi dan sosial (activité administrative et sociale), ekonomi, budaya dan politik kebudayaan masjid agung Paris. Data primer dan sekunder diperoleh melalui diskusi kelompok sasaran (FGD) dengan beberapa orang pengelola, imam masjid, dan jamaah yang kebetulan berada dalam lingkungan masjid, serta para pengunjung Kota Paris. Data-data wawancara dan FGD dikonfirmasi di lapangan melalui pengamatan langsung dengan mengelilingi semua bagian dan sisi masjid. Beberapa literatur dan dokumen yang tersedia dalam perpustakaan masjid tak luput direkam sebagai bahan pendukung (data sekunder). Setelah diartikulasikan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif, maka fungsi dan peran peran masjid di hampir semua lini kehidupn umat Islam di Kota Paris, dan Negara Prancis secara umum terdeskripsi dengan apiknya, baik dari sisi historis keberadaan masjid sebagai bagian dari balas jasa pemerintah dan warga Prancis atas pengorbanan ratusan ribu umat Islam yang gugur di medan perang mempertahakan wilayah kedaulatan Prancis, maupun fungi dan peran laiknya masjid yang lain. Peran dan fungsi tersebut telah mengalami difersivikasi secara kontekstual seiring dengan bertambahnya tuntutan masyarakat Islam, hingga fungsi rekonsiliatif antara umat Islam dan non muslim di tengah fluktuatifnya hubungan warga negara yang berbeda anutan agama ini, termasuk membangun relasi dengan lembaga-lembaga representasi diplomatik dan konsulat negara asing yang ada di Prancis. Kata Kunci: Masjid Paris, Islam di Prancis, kiblat mode, arsitektur Islam
TRADISI TERSISA DARI MEMBACA NASKAH KUNO DI POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT
Subair, Muhammad
PUSAKA Vol 4 No 2 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.924 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i2.160
Penelitian ini adalah bersifat kualitatif dengan mengungkap tradisi masyarakat yang terkait dengan naskah kuno, yaitu didahului dengan melakukan pembacaan naskah kuno yang telah diiventarisasi, dengan pendekatan analisis filologi terbatas, pembacaan tersebut dibatasi pada bagian awal dan bagian akhir naskah untuk memberikan gambaran tentang isi naskah yang terdapat pada masyarakat polewali Mandar Sulbar. Pembacaan nasah kuno yang dilakukan dibatasi pada bagian awal dan akhir naskah yang berhasil dilakukan terhadap 35 buah naskah. Adapun tradisi yang berkembang di masyarakat sampai saat ini yang berkaitan dengan naskah kuno adalah barazanji dan sorogan. Keterbatasan akses pembacaan naskah perlu ditindak lanjuti dengan kegiatan pengembangan dan kerjasama kepada pihak yang dapat melakukan kajian filologis. Hal ini mengingat peneliti filologi masih sangat sedikit dilakukan terhadap naskah kuno khususnya yang ada dalam lingkup Sulawesi.
PLURALISME AGAMA DAN BUDAYA DALAM MASYARAKAT KOTA SORONG
Hasrianti, Andi
PUSAKA Vol 4 No 2 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (403.908 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i2.161
Kotas Sorong adalah kota yang dibangun atas perbedaan agama dan kebudayaan yang beraneka ragam, sehingga dalam aktivitas sehari-hari masyarakat memperlihatkan pembauran. Artikel ini bermaksud untuk mendiskripsikan fluralisme agama dan budaya di Kota Sorong. Dengan menggunakan analisis deskriptif penelitian untuk membuktikan bahwa praktek fluralisme masyarakat Kota Sorong tercermin pada kehidupan keagamaan dan kebudayaan. Realitas pemahaman masyarakat Kota Sorong terhadap fluralisme yang dibingkai dalam budaya lokal telah dipahami dengan baik. Hal ini terlihat dengan adanya sikap dan perilaku masyarakat Kota Sorong dalam menerima dan memahami perbedaan agama dan budaya. Harmonisasi dalam kehidupan beragama berjalan seiring dengan harmonisasi dalam bidang kebudayaan, sehingga dapat menjadi perekat sosial. Agama dan budaya adalah dua elemen penting yang membedakan sekaligus menjadi kekuatan perekat bagi masyarakat Kota Sorong.
TRADISI PUASA HARI SENIN DAN KAMIS (STUDI TENTANG ‘ILAL HADIS)
AbuNawas, Muhammad Zuhri
PUSAKA Vol 4 No 2 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (757.745 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i2.163
Makalah ini bertujuan menjelaskan tentang kualitas hadis puasa Senin dan Kamis setelah diverifikasi dalam ilmu ‘ilal hadis. Metode yang digunakan adalah penelitian sanad dan matan hadis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sanad yang diteliti dapat digolongkan sebagai shahih mendekati hasan. Dalam hal penelitian matan disimpulkan bahwa hadis ini tergolong shahih al-matn dan dapat dijadikan sebagai hujjah karena tidak bertentangan dengan ayat-ayat al-Qur'an atau hadis mutawatir serta tidak bertentangan dengan akal sehat. Dan hadis ini mengandung semacam ‘illat karena Khalid ibn Ma’dan adalah periwayat yang banyak melakukan irsal dalam hadis dan adanya indikasi keterputusan sanad pada riwayat al-Nasai.
PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN MADRASAH ALIYAH DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH
Mansi, La
PUSAKA Vol 4 No 2 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.599 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i2.164
Penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Kementerian Agama dan segenap jajarannya dalam meningkatkan pengelolaan perpustakaan dan kualitas pendidikan agama. Penelitian diharapkan bermanfaat pada perpustakaan dalam pengembangan sistem pengelolaan dan para pemerhati perpustakaan memberikan motivasi dalam upaya meningkatkan aktivitas, kualitas pendidikan, pengajaran melalui penyediaan perpustakaan. Perpustakaan merupakan bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan bersama pendidikan lainnya yang turut menentukan proses keberhasilan pendidikan, pengajaran melalui perpustakaan, siswa dapat belajar sendiri secara berkesinambungan. Perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memusatkan perhatian pada proses tata kelola perpustakaan. Metode ini digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai keadaan perpustakaan di madrasah Aliyah. Penelitian kualitatif, penelitinya merupakan instrumen penelitian menggunakan teknik wawancara, analisis data.
PATTONGKO’ SIRI’ (MENIKAHI WANITA YANG HAMIL KARENA ZINA) DALAM HUKUM ISLAM
Sanusi, Nur Taufiq
PUSAKA Vol 4 No 2 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (611.547 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i2.165
Penelitian ini dilakukan dalam rangka melihat Bagaimana hukum Islam menjawab problematika pernikahan pattongko siri, khususnya dalam menjawab persoalan “boleh-tidaknya menikahi wanita yang hamil di luar nikah” dan bagaimana hukum Islam mampu meluruskan kembali prilaku hubungan sex kepada jalur yang dibenarkan. Penelitian ini diawali dengan melakukan kajian pustaka tentang hukum-hukum yang telah dikemukakan dalam berbagai luteratur fiqih, selanjutya menghubungkannya dengan fenomena yang terjadi di masyarakat untuk kemudian dilakukan analisis, dalam rangka mengambil istinbath hukumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun para Ulama berbeda pendapat tentang sah atau tidaknya pernikahan yang sedang hamil akibat zina dengan seorang laki-laki yang tidak menzinahinya. Namun menurut kajian penulis, boleh menikah dengan wanita penzina (baik hamil ataupun tidak), dengan ketentuan telah bertobat, baik oleh laki-laki yang menghamilinya (dan ini lebih diutamakan) maupun oleh laki-laki lain yang tidak menghamilinya, karena wanita yang telah bertobat sudah menjadi wanita baik-baik kembali..
ETIKA DAN MORALITAS ALA GEORGE WILHELM FRIEDRICH HEGEL (Kaitannya dengan Filsafat Moral Versi Islam)
Muslim, Abu
PUSAKA Vol 4 No 2 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.026 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v4i2.166
Tulisan ini merupakan hasil kajian kepustakaan terhadap pemikiran seorang filosof bernama George Wilhelm Friedrich Hegel yang difokuskan pada bagaimana memahami konsep filsafat Moral beliau, serta bagaimana Islam memaknai moralitas itu. Dengan terlebih dahulu mengemukakan biografi singkatnya, tulisan ini selanjutnya dijewantahkan dalam pertanyaan penelitian yakni bagaimana konsep dialektika George Wilhelm Friedrich Hegel, Bagaimana George Wilhelm Friedrich Hegel menjawab pergolakan pemikiran tentang konsep Moral, serta Bagaimana pula Konsep Moral dalam Pandangan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moralitas dalam pandangan Hegel adalah sintesa antara hukum yang bersifat empirik dengan nilai-nilai moral yang bersifat batin atau ideal. Hal tersebut sejalan dengan konsep Islam tentang persatuan dan kesatuan, dimana Islam memberikan ketetapan dan kestabilan dalam standar moral. Selanjutnya, masih dalam pandangan Hegel, negara, keluarga dan masyarakat dianggap sebagai idea moral yang telah terealisir, tempat idealitas atau nilai-nilai dan realitas atau hukum-hukum bertemu, yang mana dalam konsep Islam dikenal dengan hukum keluarga yang mengikat sebagai bagian dari pengejewantahan akidah keberislaman dalam konteks akhwalus shaskiyah.
Pembinaan Kesiswaan Berbasis Sastra Religi Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu
Muslim, Abu
PUSAKA Vol 5 No 1 (2017): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.879 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v5i1.167
Penelitian yang bersifat deskriptif ini dilakukan dalam rangka penelusuran potensi sastra religi siswa MAN 1 Palu. Lokus ini dipilih karena MAN 1 Palu sebagai salah satu madrasah aliyah unggulan di Kota Palu, terlihat sangat prospektif dalam potensi sastra religinya pembinaan kesastraan juga telah berjalan sejak lama. Keterlibatan para siswa dalam segenap organisasi intra madrasah, turut membuat pengembangan sastra ikut berjalan serta. Salah satu program kerja rutin yang diagendakan adalah pembuatan majalah dinding dalam setiap momentum memperingati hari-hari besar nasional atau hari-hari besar keagamaan Islam yang bisa menjadi salah satu wadah dalam mewujudkan ekspresi literasi siswa madrasah yang di dalamnya menghendaki penulisan dan atau pengutipan petuah-petuah bijak, puisi, cerita pendek, dan lain-lain yang tentu sangat potensial menunjang berkembangnya jiwa-jiwa berkesenian dan bersastra. Hal itu menunjukkan kontekstualiasasi dan perluasan makna sastra religi yang tidak hanya berbasis Qurani, tetapi juga menghendaki eksplorasi mendalam tentang asimilasi aktif antara sastra dalam gendre lokalitas diintegrasikan dengan sastra Islami. Hal ini menunjukkan betapa dinamisnya perkembangan sastra yang ternyata juga sudah menyasar dan tercerap oleh para siswa madrasah, yang diharapkan sebagai pioner pengembangan sastra religi ke depan. Kata kunci: Sastra Religi, Literasi Siswa, Pembinaan Kesiswaan
Perubahan Relasi Antarumat Beragama Di Manado (Kasus Pendirian Rumah Ibadat Pasca PBM 2006)
Syuhudi, Muhammad Irfan
PUSAKA Vol 5 No 1 (2017): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.854 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v5i1.168
Relasi antarumat beragama di Kota Manado sejauh ini tergolong baik. Beberapa hasil penelitian telah membuktikan hal tersebut. Namun, sejak terbit dan kemudian pemerintah memberlakukan Peraturan Bersama Menteri (PBM) nomor 9 dan 8 tahun 2006 terkait pendirian rumah ibadat, relasi sosial di antara masing-masing pemeluk agama mulai terlihat kurang harmonis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menyajikan data-data secara deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelusuran internet. Hasil penelitian menunjukkan, kehadiran PBM nomor 9 dan 8 tahun 2006 secara tidak langsung mengubah relasi sosial antarumat beragama di Manado. Sebelum regulasi tersebut diberlakukan, penganut agama tidak kesulitan untuk membangun rumah ibadatnya di lokasi manapun. Bahkan, antara pemeluk agama satu dengan yang lain terlihat saling tolong menolong. Namun, sejak PBM nomor 2006 terbit, pemeluk agama mulai merasakan kesulitan mendirikan rumah ibadat, terutama dari kelompok agama minoritas.