Articles
240 Documents
Pemikiran Pembaharuan K.H. Abdul Wahab Chasbullah terhadap Lahirnya Nahdlatul Ulama (NU)
Masfiah, Umi
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.272 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.133
Kajian tentang pemikiran pembaharuan K.H. Abdul Wahab Chasbullah terhadap lahirnya NU ini menggunakan metode pendekatan sejarah. Hasil pembahasan menyatakan bahwa K.H. Abdul Wahab Chasbullah seorang Kyai yang mumpuni. Ia pernah menuntut ilmu di Pesantren Tambakberas, Jombang, Langitan Tuban, Mojosari Nganjuk, Cepaka, Bangkalan, Tebu Ireng hingga ke tanah suci Makkah awal abad ke-20. Awal abad ke-20, ide-ide pembaharuan kaum modernis sedang berlangsung di Makkah. Ide-ide pembaharuan ini menumbuhkan gagasan pembaharuan dalam diri Abdul Wahab. Sepulangnya dari Makkah, ia mendirikan lembaga kajian Taswirul Afkar bersama K.H. Mas Mansur, lembaga pendidikan Nahdhatul Wathan bersama K.H. Ahmad Dahlan, dan koperasi Nahdlatut Tujjar bersama K.H. Hasyim Asy’ari. Berdirinya ketiga lembaga tersebut telah merefleksikan pemikiran pembaharuan K.H. Abd Wahab Chasbullah terhadap lahirnya Nahdlatul Ulama (NU).
The First Edition of Manuscript Syair Qasidah Burdah
Bodi, Idham
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1592.413 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.135
Qashidah Burdah is written by Sharafuddin Muhammad Abu Abdillah bin Zaid Al-Bushiri (610-694 H/1213-1294 M). This work is very popular in the literary treasures of Islam. It contained the poems of praise to the Prophet Muhammad, namelya moral, spiritual values, and fighting spirit. Al Bushiri Berber descent who was born in Dallas, is from Morocco and raised in Egypt. Since he was child, Al Bushiri had learned the science and Arabic literature. His surplus is to write poems that skill exceeds the poets of his time. Until now Burdahis still often read in the various regions in Indonesia, especially on the anniversary of the Prophet's Birthday. This work has also been translated into many languages.One of them is Indonesian, and also several regional languages in Indonesia.
Problematika Pemanfaatan Buku PAI Sekolah Dasar Negeri 5 Dan Sekolah Dasar Negeri 58 Di Kota Parepare
Sakka, La
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.834 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.136
Penelitian ini bertujuan untuk tujuan untuk mengetahui ketersediaan buku pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah dasar, mekanisme pemanfaatan buku-buku PAI di sekolah dasar, dan problem yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan buku PAI di sekolah dasar. Sasaran penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 5 Parepare dan Sekolah Dasar Negeri 58 Parepare. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data obsevasi dan wawancara dan data dianalisis secara deskriftif. Pemanfaatan buku paket PAI di SD Negeri 5 dan SD Negeri 58 Parepare dilakukan oleh guru dan siswa. Mekanisme pengadaan buku oleh kepala sekolah melalui distributor atau penerbit yang telah ditentukan. Jumlah buku PAI yang dipesan disesuaikan dengan jumlah murid yang ada (rasio 1:1) dan juga untuk koleksi perpustakaan. Biaya pengadaan buku PAI ini dianggarkan lewat dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Buku PAI pada SD 5 Negeri Parepare berbasis kurikulum 2006 dan kurikulum 2013, sedangkan buku PAI pada SD Negeri 58 Parepare hanya menggunakan kurikulum 2006.
Implementasi Pembinaan Ri’ayah Masjid Raya Bandung
Mustafa, Muhammad Sadli
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.099 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.137
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang kondisi fisik dan perkembangan Masjid Raya Bandung dan pembinaan ri’ayah masjid tersebut. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi menggunakan pendekatan kualitatif yang dianalisis dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan fisik Masjid Raya Bandung yang megah dan luas bercorak Timur Tengah dengan sedikit perpaduan budaya khas Sunda dan Jepara dengan sejumlah fasilitas yang masih terpelihara. Meski secara historis Masjid ini sudah berumur lebih dari dua abad, namun fisik masjid seluruhnya merupakan bangunan baru, tidak dapat ditemukan lagi bangunan kuno disebabkan dari masa ke masa telah mengalami renovasi berulangkali dengan berbagai sebab baik karena kebutuhan jama’ah, terkena musibah maupun peningkatan kualitas bangunan. Kata Kunci: Pembinaan Ri’ayah, Masjid Raya Bandung
Naskah Lontarak Musukna Arung Palakka dengan Raja Gowa
Arafah, Sitti
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.275 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.138
Perang antara kerajaan Gowa dan kerajaan Bone di bawah pimpinan Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin di abad ke-18. Sejarah panjang perang antara keduanya sebagai akibat dari hegemoni politik dalam rangka memperatahankan kekuasaan politik. Dalam mempertahankan kerajaan Bone dari serangan Kerajaan Gowa maka muncullah Arung Palakka sebagai penyelamat kerajaan dari hegemoni politik kerajaan Gowa. Arung Palakka adalah sosok pemimpin yang senantiasa berjuang untuk mempertahankan negerinya, pada perang ini, kerajaan Bone selalu berada pada pihak yang kalah, hingga akhirnya Arung Palakka berhijrah ke negeri Buton bersama para pembesar kerajaan Soppeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode filologi dengan menggunakan pendekatan sejarah sebagai kajian. Metode filologi mengarahkan pada edisi naskah tunggal dengan sistem diplomasi.
Ziarah dalam Tradisi Sufi Minangkabau: Teks dan Konteks Naskah Otobiografi Syekh Arsyad Batuhampar
Faisol, Yufni
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.992 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.139
Artikel ini menyajikan penelitian terhadap Naskah Otobiografi Syekh Muhammad Arsyad Batuhampar yang berjudul Min Makkah ila Mishra. Kesimpulan penelitian terhadap naskah tersebut ialah bahwa ritus ziarah dikalangan sufi bukan hanya sekedar mengunjungi makam auliya’, lebih dari itu sebagai perjalanan ilmiah. Naskah Min Makkah ila Mishra ditulis oleh Syekh Arsyad pada akhir abad 19. Syekh Arsyad ialah salah satu tokoh Tarekat Naqsyabandiyah terkemuka di Pedalaman Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Filologi dan Sejarah Intelektual. Filologi sebagai alat pembedah naskah, sedangkan Sejarah Intelektual untuk kontekstualisasi naskah.
Pemerintahan Islam Masa Daulat Bani Umayyah (Pembentukan, Kemajuan dan Kemunduran)
Nur, Muhammad
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.684 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.141
Tulisan ini adalah studi literature terhadap sejarah pemerintahan Islam masa lalu. Bani Umayyah merupakan penguasa Islam yang telah merubah sistem pemerintahan yang demokratis menjadi monarchi (sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan). Kerajaan Bani Umayyah diperoleh melalui kekerasan, diplomasi dan tipu daya, tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak sebagaimana dilakukan oleh pemimpin sebelumnya, yaitu khalafaur rasyidin. Meskipun mereka tetap menggunakan istilah Khalifah, namun mereka memberikan interpretasi baru untuk mengagungkan jabatannya. Mereka menyebutnya “Khalifah Allah” dalam pengertian “penguasa” yang diangkat oleh Allah. Kekuasaan Bani Umayyah berlangsung selama 90 tahun (680-750 M). Pada masa Daulah Bani Umayyah banyak kemajuan yang telah dicapai. Ekspansi yang terhenti pada masa Khalifah Usman dan Ali dilanjutkan oleh Dinasti ini. Sehingga kekuasaan Islam betul-betul sangat luas.
Biografi KH. Hasyim Arsyad
M, Abd Kadir
PUSAKA Vol 3 No 2 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.971 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i2.142
Ulama sebagai tokoh sentral dalam komunitas Islam memegang peranan penting dalam menyerukan dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam di tengah masyarakat. Penelitian ini mengungkapan biografi salah seorang ulama di Sulawesi Utara. Dengan metode kualitatif, temuan penelitian menunjukkan bahwa K.H. Hasyim Arsyad adalah seorang ulama yang disegani dalam masyarakat, karena keluasan ilmunya, dan keikhlasannya dalam melakukan kegiatan keagamaan. Keluasan ilmu agamanya diperoleh secara langsung dari seorang ulama kharismatik dan pendiri Perguruan Alkhaerat di Palu, yaitu Sayyid Idrus Aljufri yang dikenal dengan Guru Tua. Keikhlasan dan pesan gurunya itu dijadikan dasar dalam menempa dirinya sebagai ulama. Selama hidupnya, ia mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan, baik di lembaga pendidikan pemerintah maupun di lembaga pendidikan Alkhaerat dan lembaga swasta lainnya. Sementara kegiatannya di bidang dakwah ditekuninya sampai akhir hayatnya.
Sultan La Elangi (1578-1615 M) (Arkeologi Makam Sang Perintis Martabat Tujuh di Kesultanan Buton)
Rismawidiawati, Rismawidiawati
PUSAKA Vol 3 No 2 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.647 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i2.143
Makam-makam kuno sebagai bukti sejarah di Indonesia banyak yang sudah direnovasi dan menyisakan informasi yang sedikit tentang tokoh yang terkait dengannya, hal ini menyulitkan kajian arkeologi secara mandiri sebagaimana terjadi pada makam Sultan La Elangi yang sudah direnovasi. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif eksploratif, yaitu penelitian kualitatif yang dilakukan dengan memberikan gambaran tentang data arkeologi makam dan peran Sultan La Elangi. Penelitian menunjukkan bahwa; Bentuk awal makam Sultan La Elangi cukup sederhana dan tidak menunjukkan kesan mewah sebagaimana layaknya seorang raja. Morfologi makam Sultan hanya terdiri dari nisan tanpa jirat permanen. Bentuk nisan menyerupai menhir tanpa ukiran yang terbuat dari endapan tetesan air gua batu, yang disebut stalaktit atau stalakmit. Hal ini dimaksudkan untuk melanggengkan suasana sejuk pada makam. Sementara peran Sultan La Elangi yaitu pada masa pemerintahannya banyak sistem yang dibuat dan ditata guna kelancaran roda pemerintahan. Diantaranya, undang-undang dasar kesultanan yang sarat dengan konsep Martabat tujuh.
Terapi Spiritual untuk Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta Selatan
Naif, Naif
PUSAKA Vol 3 No 2 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.535 KB)
|
DOI: 10.31969/pusaka.v3i2.144
Bimbingan dan konseling di rumah sakit merupakan layanan kemanusiaan dalam membantu individu (pasien) dalam berbagai masalah psikologis atau kehidupan efektif sehari-hari terganggu (KEST) melalui berbagai teknik dan pendekatan agar terciptanya suasana sehat wal afiyat. Salah satu kegiatan dalam bimbingan dan konseling adalah terapi. Dikarenakan terapi merupakan bahagian kegiatan dalam proses konseling pada tahap pembinaan dan terapi merupakan wilayah atau setting layanan konseling yang populer disebut dengan wilayah terapeutik. Pada sisi lain terapeutik merupakan salah satu fungsi dari layanan konseling dalam konseling sekolah disebut dengan fungsi pengentasan. Pengentasan di rumah sakit menggunakan istilah terapeutik atau fungsi kuratif dan rehabilitatif. Aplikasi Konseling dan terapi di rumah sakit dilaksanakan dalam berbagai bentuk seperti proses penyadaran, penenangan, penguatan, pengontrolan, pencerahan dan pemberdayaan. Kata Kunci: Konseling, Kebutuhan Spiritual, Pasien