cover
Contact Name
Yudi Prasetyo
Contact Email
prastyudi19@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
prastyudi19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Genta
Published by STKIP PGRI Sidoarjo
ISSN : 23379707     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini berisikan tentang hasil penelitian dan kajian pustaka tentang pendidikan sejarah dan ilmu sejarah.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 UNTUK MENINGKATKAN NASIONALISME DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA DI SMA SENOPATI SEDATI wartoyo, FX
GENTA Vol 4, No 1 (2016): Genta Vol. 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembagan kurikulum 2013 mengacu pada standar nasional pendidikan, tujuannya adalah untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Sedangkan peran kurikulum 2013 di SMA Senopati Sedati ini, sangat berpengaruh terhadap pengembangan sikap nasionalisme peserta didik dan juga dewan guru karena kurikulum 2013 ini secara tidak langsung membiasakan hal-hal sederhana untuk terus dilakukan agar dapat membentuk karakter siswa. Kurikulum 2013 merupakan lanjutan dari kurikulum KTSP 2006, di kurikulum 2013 ini lebih menekankan pada pendidikan karakter, seperti pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Semua itu menjadi dasar dari KI (kompetensi inti) dan KD (kompetensi dasar) yang menjadi tujuan dari pembelajaran menggunakan kurikulum 2013. Nasionalisme merupakan paham atau ajaran untuk mencintai negaranya sendiri, di SMA Senopati Sedati sudah terbiasa melakukan hal sederhana seperti menyanyikan lagu Indonesia raya, karena itu merupakan sikap mencintai bangsa, untuk menjiwai nasionalisme itu sangat dibutuhkan, peningkatan rasa nasionalisme itu didukung dengan pendidikan di sekolah pemerintah ikut bertanggung jawab mengemban amanat untuk memberikan kesadaran berbangsa dan bernegara. Sehingga penerapan kurikulum 2013 diharapkan dapat membangun karakter siswa menjadi pribadi nasionalis.Kata Kunci: Kurikulum 2013, Nasionalisme
Perkembangan organisasi IPNU(Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Di Kabupaten Gresik pada tahun 2013-2016 Abdullah, A. Fatikhul Amin
GENTA Vol 5, No 1 (2017): Genta Vol. 5 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Sejarah Perkembangan Organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Di Kabupaten Gresik Pada Tahun 2013-2016. Permasalahan yang diungkap dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah IPNU-IPPNU di Kabupaten Gresik pada tahun 2013-2016. (2) Bagaimana Peran Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) di Kabupaten Gresik. (3) Bagaimana perkembangan pelajar pada Organisasi IPNU dan IPPNU pada tahun 2013 -2016 di Kabupaten Gresik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk merekonstruksi sejarah IPNU-IPPNU di Kabupaten Gresik pada tahun 2013-2016. (2) Untuk mengidentifikasi Peran Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) di Kabupaten Gresik. (3) Untuk perkembangan pelajar pada Organisasi IPNU dan IPPNU pada tahun 2013 -2016 di Kabupaten Gresik. Untuk Mengkaji permasalahan tersebut yang dipakai dalam penelitiaan ini adalah metode sejarah, yaitu meliputi empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Lingkup wilayah dalam penelitian ini adalah Ketua beserta anggota IPNU-IPPNU peride 2013-2016, sedangkan lingkup temporal penulis mengambil tahun 2013-2016 karena pada tahun tersebut merupakan tahun kepengurusan dua periode PC IPNU-IPPNU (2013-2015) dan Periode PC IPNU-IPPNU (2015-2016).Hasil penelitian ini, berisi tentang: sejarah perkembangan Organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) pada tahun 2013-2015 mengalami krisis kader karena terjadinya kefakuman di kepemimpinan 2013-2015. Pada awal kepemimpinan yang baru yakni periode 2015-2016 mengalami perkembangan kader yang pesat, PAC yang fakum dan belum terbentuk sudah terbentuk pada periode 2015-2016.Kata Kunci :Sejarah IPNU – IPPNU
Pengaruh Metode Question Student Have Terhadap Hasil Sejarah fajriyah, izzatul
GENTA Vol 4, No 2 (2017): Genta Vol. 4 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode Question Student Have dan siswa yang belajar menggunakan metode ceramah. Desain penelitian menggunakan true experimental design. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian "Control Group Pre-test Post-test Design". Kelompok eksperimen menerapkan metode Question Student Have dan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Sampel penelitian secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode Question Student Have dan basil belajar siswa menggunakan metode ceramah. Hasil analisis pada tiga aspek belajar siswa melalui uji t diperoleh nilai signifikansi masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol berdasarkan Hasil analisis peningkatan basil belajar kelas eksperimen juga dilihat dari kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran dinyatakan sangat baik.Berdasarkan basil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Question Student Have berpengaruh pada hasil belajar siswa di SMAN 1 Wonoayu.Kata Kunci : Metode Pembelajaran Question Student Have, Hasil. Belajar Siswa
SITUS KEPURBAKALAAN MOJOPAHIT GUNUNG ARJUNA DALAM SEJARAH INDONESIA MASA HINDU-BUDHA ABAD KE-15 prasetyo, yudi
GENTA Vol 6, No 1 (2018): Genta Vol. 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situs Purbakala gunung arjuna memiliki banyak candi dan punden berundak termasul arca-arca dilingkungan situs purbakala gunung arjuna yang dilandasi dengan sistem spiritual jawa kuno yang masih berperan aktif dalam bidang kegunaan situs maupun merawat lingkungan situs purbakala tersebut. Dari banyaknya situs punden berundak yang berada di gunung arjuna juga mempunyai kesamaan situs purbakala digunung penanggungan. Dengan berdasar pada data-data dan informasi yang bersifat valid, penelitian ini menemukan hasil. Hasil penelitian ini menjelaskan identifikasi candi dan punden berundak pada gunung arjuna dan dari banyaknya situs purbakala yang sudah ditemukan masih terjaga dengan kedaan masyarakat spiritual giri arjuna yang memanfaatkannya sebagai kegiatan spiritual dan menjaga lingkungan situs dari pencurian arca candi dan dari kerjasama dengan petugas PBCB Jawa timur telah memberikan data dan informasi sebagian dari penemuan-penemuan yang belum tersentuh manusia dalam pengamatan purbakala.Kata kunci : keadaan, kepercayaan, identifikasi, situs purbakala dan gunung arjuna.
Peranan Objek Wisata Candi Pari Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Candi Pari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo Tahun 2001 - 2010 wartoyo, FX
GENTA Vol 6, No 1 (2018): Genta Vol. 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan objek wisata yang berbasis sejarah di sadari atau tidakmembawa dampak dan pengaruh yang besar terhadapberbagai sendi kehidupan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Objek wisata Candi Pari berperan dalam meningkatkan tarafperekonomi masyarakat Desa Candi Pari sejak diresmikannya hingga sekarang. Pada awalnya Desa Candi Pari merupakan Desa yang miskin, sebagian masyarakatnya masih hidup dibawah garis kemiskinan. Sejak diresmikannya Candi Pari sebagai objek wisata perekonomian masyarakat meningkat cukup drastis. dimana sebelum di bukaknya Objek wisata Candi Pari masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petani, buruh tani dan pengangguran. Setelah di buka menjadi objek wisata Candi Pari masyarakatnya beralih profesi sebagai pedagang dan jasa, sehingga pendapatan perkapita meningkatKata Kunci: Candi Pari, Objek wisata, Perekonomian.
Perkembangan Tari Sanda Di Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur 1998-2007 Abdullah, A. Fatikhul Amin
GENTA Vol 3, No 1 (2015): Genta Vol. 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Sanda merupakan salah satu tari tradisional dari Desa Hilihintir yang cukup terkenal di kabupaten Manggarai.Sanda artinya tarian budaya dengan gerak jalan berbaris sambil menyanyi antara pria dan wanita dengan memakai pakian adat yang berlaku, hanya dilakukan dirumah adat, dan waktu pelaksanaan pada malam hari dalam suasana suka cita.Untuk mengkaji makna simbolik dan fungsi permainan Sanda bagi masyarakat Desa Hilihintir ini  digunakan pendekatan folklor. Tarian Sanda mengandung makna simbolis, melambangkan sebagai lambang persatuan.Oleh karena itu, usahakan yang ikut tampil dalam acara sanda harus mewakili dari setiap keluarga ranting dalam kampong (panga).keramaian, kemegahan, dan sportivitas. Perlengkapan  tarian Sanda Lipa Songke, Songkok, Sapu, Selendang, Dan Kebaya,  yang melambangkan kekuatan, ketenangan keren dahanhati, dan tidak emosional, sedangkan bentuknya yang relatif bundar melambangkan adanya satu titik pusat yang mengatur semuanya, itulah Tuhan yang Maha Esa. Tarian Sanda juga memiliki banyak fungsi bagi kelangsungan hidup masyarakat.Manggarai, sebagai komoditas pariwisata, sebagai sarana komunikasi dengan Tuhan dan para leluhur, serta media pendidikan.Sanda memang sarat makna simbolis dan memiliki beragam fungsi bagi kelangsungan hidup masyarakat Desa Hilihintir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah kesenian seni tari Sanda di Desa Hilihintir, Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai dan perkembangan dari tahun 1998-2007 serta perubahan-prubahan pada perlengkapan dan busana pada pementasan tari Sanda.Metode penelitian ini menggunakan penelitian etnografi-kualitatif, suatu metode yang menggunakan observasi langsung mengenai kegiatan manusia dalam konteks sosial-budaya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara(1) observasi, (2) wawancara, (3)dokumentasi, (4) oral histori, (5) tradisi lisan, (6) serta interpretasi data.             Perubahan yang terjadi pada seni Tari Sanda meliputi perubahan pada makna tarian dan komposisi yang meliputi: jumlah pemain, alat music dan pola busana yang berkembang di Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggaarai. Pergeseran makna dikarenakan adanya anggapan masyarakat tentang makna Seni Tari Sanda tersebut dan anggapan bahwa Seni Tari Sanda seni  suara dan gerak kanagan tua. Semua anggapan tersebut, melihat merosotnya peminat terhadap Seni Tari Sanda tetap lestari dan berkembang karena telah membawa harum nama Manggarai dan mendapat prestasi baik ditingkat Provinsi dengan melakukan kreasi terhadap waktu dan tempat pementasan seni tari sanda. Kata Kunci: Tari, Kebudayaan, Sanda.
Peranan Museum Mpu Tantular Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas X Perbankan SMK PGRI 3 Sidoarjo Tahun Ajaran 2016/2017 widodo, priyanto
GENTA Vol 5, No 1 (2017): Genta Vol. 5 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, melalui pendidikan kita dapat mencapai sesuatu dengan baik, dan dengan pendidikan pula arah kemajuan suatu bangsa dapat diprediksi. Proses pendidikan tidak hanya dapat dilakukan di ruangan kelas saja, akan tetapi juga dapat dilakukan di luar ruangan. Pelajaran sejarah yang membosankan dapat dikurangi dengan cara mengajak siswa observasi, salah-satunya ke museum Mpu Tantular yang memiliki benda-benda koleksi yang sesuai dengan materi pelajaran sejarah. Melalui pembelajaran di luar kelas guru mengajarkan bahwa sumber belajar tidak berkutat di dalam kelas saja, akan tetapi dapat dimaksimalkan melalui belajar dari lingkungan sekitar. Museum Mpu Tantular dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah karena relevansi koleksi yang dimiliki. Koleksinya mulai dari jaman prasejarah, Hindu-Buddha, masuknya Islam, kolonial dan kemerdekaan, koleksi tersebut dapat dijadikan sumber belajar siswa kelas X SMK karena materi pada bab I berisikan peradaban awal di kepulauan Indonesia. Jadi, siswa dapat diajak observasi ke zona prasejarah yang ada di museum dengan beragam koleksi mulai dari batuan tua, fosil manusia prasejarah, fosil hewan purba, fosil tanaman purba, perhiasan dan manik-manik, peralatan berburu hingga peralatan untuk upacara. Melalui kegiatan observasi ini siswa dapat meyerap ilmu dan pengetahuan yang ada pada museum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan gambaran mengenai keadaan siswa selama proses kegiatan observasi ke museum Mpu Tantular. Selama kegiatan observasi siswa sangat menikmati dan kagum dengan koleksi museum terlebih pada koleksi masterpiece. Selama ini mereka mengenal museum hanya sebatas tempat penyimpanan benda antik yang tidak berkaitan dengan pelajaran.  Berdasarkan dari hasil temuan dalam penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa benda-benda koleksi museum Mpu Tantular memiliki relevansi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah pada siswa kelas X SMK semester 1, serta museum juga dapat dijadikan sebagai sarana wisata edukasi dalam meningkatan ilmu dan pengetahuan para siswa melalui kegiatan observasi atau widya wisata.Kata Kunci : museum, sumber pembelajaran sejarah, dan keaktifan belajar.
Analisis Cara Belajar Sejarah Siswa Berprestasi Di SMK PGRI 1 Sidoarjo Kelas XI TKR fitriany, aulia
GENTA Vol 5, No 2 (2018): Genta Vol. 5 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cara belajar sejarah siswa berprestasi dan strategi belajar siswa berprestasi dalam meningkatkan hasil belajar sejarah kelas XI TKR 2 SMK PGRI I Sidoarjo tahun ajaran 2017/2018. Sasaran penelitian ini adalah  4 siswa kelas XI TKR 2. Metode penelitian adalah metode kualitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitiannya adalah cara belajar sejarah siswa berprerstasi adalah membuat jadwal waktu belajar setiap malam hari jika besok ada jadwal pelajaran sejarah selama 1 jam, membaca buku dan membuat catatan pelajaran sejarah mengenai hal-hal yang penting ditulis dengan menarik agar dapat memudahkan ketika dipelajari kembali. Mengikuti pelajaran dikelas dengan memperhatikan, mendengarkan, mencatat penjelasan dan bertanya materi yang belum jelas kepada guru.Siswa mengulangi pelajaran sejarah dengan membaca buku ringkasan dan menghafal pelajaran sejarah hanya pada materi tertentu tujuannya untuk mengingat materi dalam pikiran.Kata Kunci:Cara Belajar dan Prestasi Belajar
SEJARAH PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIKSARI KENONGO KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 1997-2005 prasetyo, yudi
GENTA Vol 5, No 1 (2017): Genta Vol. 5 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

   Industri batik merupakan salah satu industri yang banyak tumbuh dan berkembang di Indonesia. Salah satu pusat industri batik adalah di desa Kenongo Kecamatan Tulangan kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini akan menjawab rumusan masalah bagaimanakah sejarah perkembangan, danperanansertafaktor yang berpengaruhterhadapperkembangan industri batik Sari Kenongo tahun 1997-2005. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah mulai dari heuristik, kritik, intepretasi dan historiografi. HasildaripenelitianbahwaIndustri batik Sari kenongo berdiri pada tahun 1997, industri batik sari kenongo mengalami kemajuan yang pesat terbukti dengan didirikannya gerai batik pada tahun 2005. Dampak dalam kehidupan ekonomi yaitupekerjaan  dari sektor pertanian berubah menjadi sektor industri dan perdagangan, terbukanya kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat sekitar dan mengurangi angka pengangguran di kecamatan Tulangan. Kata Kunci : Sejarah Perkembangan, Industri Batik
PERKEMBANGAN UPACARA NONGKO GEJUR PADA SUKU MUNDE DESAGUNUNG KECAMATAN KOTA KOMBA KABUPATEN MANGGARAITIMURTAHUN 1994-2004 wartoyo, FX
GENTA Vol 4, No 2 (2017): Genta Vol. 4 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Upacara Nongko Gejur Dalam Kehidupan Masyarakat Suku Munde di Desa Gunung Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur, Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui. Bagaimana susunan pelaksanaan Upacara Nongko pada suku munde desa gunung tahun 1994-2004. Bagaimana  perkembangan pelaksanaan Upacara Nongko Gejur pada suku munde desa gunung tahun 1994-2004. Dan nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Nongko Gejur. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yakni data yang diperoleh dari informan melalui proses wawancara dan sumber data sekunder yakni data yang diperoleh dari hasil observasi. Penentuan informan dilakukan dengan cara snowball sampling, sehingga yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah tua adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat biasa, dengan kriteria penentuan informan yakni berusia 50 tahun ke atas, Memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang upacara, sehat jasmani dan rohani, serta dapat dipercaya karena memberikan data yang obyektif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan Upacara Nongko Gejur terdiri dari beberapa tahapan upacara, antara lain: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan penutup atau akhir upacara. Pada tahap persiapan, dilaksanakan musyawarah untuk menentukan pemimpin upacara  serta hewan yang akan dikurbankan dalam upacara. Selanjutnya pada tahap pelaksanaan upacara,  Beberapa rangkaian acara dilaksanakan mulai dari ndereh, tabar wini, dan panen serta cara pengolahannya. Pada tahap akhir atau sebagai penutup dari Upacara Nongko Gejur, Dilaksanakan beberapa acara seperti acara mut numpung dan pelong latung serta diakhiri dengan acara peresmian untuk makan beras pertama. Upacara Nongko Gejur yang biasa dilaksanakan mengandung nilai-nilai yang sangat penting seperti nilai pendidikan, nilai kekeluargaan, nilai gotong royong, nilai spiritual, nilai normatif, dan nilai demokrasi.Kata Kunci:Kebudayaan, Dan Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Upacara Nongko Gejur Pada Suku Munde Desa GunungTahun 1994-2004