cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2026)" : 15 Documents clear
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI DARI EKSTRAK BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Napsari, Alfiyah Syafira; Riyanta, Aldi Budi; Purgiyanti, Purgiyanti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23660

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman sayuran yang terbatas bahan untuk penyedap rasa (bumbu) dan bahan campuran lainnya. Namun kandungan flavonoid bawang daun mempunyai banyak manfaat salah satunya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid tertinggi dan aktivitas antioksidan paling tinggi berdasarkan pada fraksi n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Metode ekstraksi dilakukan dengan sokhletasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Uji kualitatif flavonoid dan antioksidan dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, n-heksana, dan etanol 96% secara berurutan yaitu 391,341%, 261,783%, 156,923%. Sementara nilai IC50 fraksi etanol 96%, n-heksana, dan etil asetat secara berurutan yaitu 2,294 µg/mL, 4,069 µg/mL, 15, 389 µg/mL. Sehingga pada penelitian ini menunjukkan bahwa flavonoid yang paling tinggi berada pada fraksi etil asetatdan antioksidan yang paling tinggi pada fraksi etanol 96%.
EVALUASI TOKSISITAS SENYAWA FITOKIMIA TANAMAN: ANALISIS LITERATUR TERHADAP DAMPAK DOSIS DAN ORGAN PADA HEWAN UJI Putri, Apriliany Asriany; Ramadhani, Juwita; Fadillah, Aris
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.21505

Abstract

Tanaman obat mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang dikenal memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antikanker. Namun, penggunaan senyawa-senyawa ini dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan efek toksik terhadap organ vital seperti hati, ginjal, jantung, dan sistem darah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau sejumlah studi ilmiah terkini (2020–2025) yang mengevaluasi toksisitas akut dan subkronis dari senyawa fitokimia tanaman menggunakan berbagai media uji, termasuk tikus Wistar, tikus Sprague-Dawley, dan Artemia salina. Berdasarkan hasil review terhadap sepuluh artikel, ditemukan bahwa beberapa tanaman seperti Camelina sativa, Ridolfia segetum, dan Arbutus unedo menunjukkan toksisitas rendah dan aman pada dosis tertentu. Sebaliknya, ekstrak tanaman seperti Persea americana, Ziziphus spina-christi, dan Rhubarb menunjukkan efek toksik yang signifikan terhadap organ-organ penting, terutama pada dosis tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi toksikologi yang menyeluruh untuk memastikan keamanan penggunaan senyawa fitokimia sebelum diaplikasikan secara luas dalam bidang farmasi maupun pengobatan tradisional.
STUDI FARMAKOVIGILANS: POTENSI EFEK SAMPING PADA OBAT ANTIDIABETES ORAL PASIEN GERIATRI DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA DENGAN ALGORITMA NARANJO Luthfiananda, Berliana; Amrullah, Adhi Wardhana; Rahardjoputro, Rolando
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23811

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketujuh terbanyak di dunia dengan diabetes melitus. Salah satu populasi yang banyak mengalami diabetes melitus adalah pasien geriatri. Penggunaan obat jangka panjang khususnya pada pasien geriatri memicu munculnya permasalahan terkait obat salah satunya efek samping obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi efek samping yang disebabkan karena penggunaan obat antidiabetes oral. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan penelitian cohort retrospektif. Sampel dari penelitian ini adalah pasien geriatri rawat inap yang berjumlah 258 sampel yang masuk pada kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan pasien dengan ADR berjumlah 45 pasien sebesar 17,44% dari keseluruhan pasien. Berdasarkan Algoritma Naranjo kejadian efek samping penggunaan obat masuk dalam kategori Possible.
REVIEW JURNAL : AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Jannah, Syauqul; Nurhidayah, Muthia; Ningrum, Karina Primatyas; Apriyanti, Yusna Fadliyyah; Amalia, Desy; Baharyati, Delta
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23257

Abstract

Di Indonesia, tanaman yang umum adalah pepaya (Carica papaya L.), karena terdapat berbagai macam zat bioaktif dengan kemampuan antioksidan, terutama pada bagian buah dan daunnya. Baik daun maupun buah pepaya diketahui mengandung vitamin C, tokoferol, senyawa fenolik, serta β-karoten yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas. Dengan menetralkan radikal bebas dan zat kimia reaktif, antioksidan mencegah reaksi oksidasi dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai aktivitas antioksidan dari berbagai bagian tanaman pepaya. Setiap bagian tanaman yang diekstraksi menggunakan jenis pelarut berbeda menunjukkan variasi tingkat aktivitas antioksidan. Kajian ini dilakukan melalui metode studi pustaka dengan pendekatan tinjauan naratif, menggunakan sumber literatur dari basis data seperti PubMed, Google Scholar, MDPI, ScienceDirect, dan ResearchGate. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi tertentu untuk memperoleh jurnal yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa bagian pepaya yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi buah, kulit, dan daun, dengan aktivitas tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol daun pepaya dengan nilai IC50 8,71 µg/mL.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M.Perrry) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Sofa, Faizatul Fitria; Purwanjani, Wahuyu; Hapsari, Estuningtyas Ayu
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23004

Abstract

ABSTRAKStaphylococcus epidermidis adalah bakteri yang secara alami terdapat pada permukaan kulit, namun dapat menyebabkan infeksi pada kondisi tertentu, seperti jerawat. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan pengobatan alternatif dari bahan alami. Daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perrry) diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu air terhadap Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan adalah Daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perry) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan diuji parameter spesifik dan non-spesifik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perry) mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid, pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25% menghasilkan nilai rata-rata diameter zona hambat masing-masing 15,85 mm, 20,40 mm, dan 22,59 mm.

Page 2 of 2 | Total Record : 15