cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
PENETAPAN KADAR FLAVONOID, ALKALOID DAN FENOLIK EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DAN REFLUKS dwi mega utami; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8356

Abstract

ABSTRAK Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan glikosida. Kandungan senyawa aktif kulit bawang merah dapat digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid, alkaloid dan fenolik ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Kulit bawang merah diekstraksi menggunakan metode refluks dan sokletasi dengan pelarut metanol. Ekstrak yang diperoleh di ukur kadar flavonoid, alkaloid dan fenolik menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil ekstraksi kulit bawang merah diperoleh % rendemen sebesar sebesar 14,7% untuk refluks dan 12,2% untuk sokletasi. Hasil penetapan kadar flavonoid, alkaloid dan fenolik pada ekstrak dengan metode refluks diperoleh 11,024, 14,691 dan 2,265. Sedangkan pada metode sokletasi diperoleh 6,306, 16,020 dan 2,450.Kadar flavonoid ekstraksi refluks lebih tinggi dibandingkan sokletasi sedangkan kadar alkaloid dan fenolik ekstraksi sokletasi lebih tinggi dibandingkan refluks. Kata Kunci : ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.), kadar flavonoid, kadar alkaloid, kadar fenolik, refluks dan sokletasi.
SKRINING FITOKIMIA DAN PROFIL KLT METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (Coleus scutellarioides benth) Nurwani Purnama Aji; Yuska Noviyanty; Riza Fahlevi
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.10689

Abstract

Indonesia merupakan Negara tropis yang memiliki beraneka ragam tumbuhan obat  yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Masyarakat tidak menyadari bahwa tumbuhan perkarangan rumah dapat dimanfaatkan yang mempunyai kandungan obat atau dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu tanaman yang dikenal masyarakat Indonesia adalah daun miana (Coleus scutellarioides benth). Tujuan penelitian ini adalah melakukan skrining fitokimia ekstrak etanol dau miana dan pengujian dengan kromatografi lapis tipis (KLT)Ekstrak daun miana diperoleh dengan cara maserasi dengan menggunakan etanol 96 % kemudian dilakukan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT).Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun miana (Coleus scutellarioides benth) mengandung senyawa alkaloid, steroid, tannin, saponin, dan flavonoid. Berdasarkan hasil uji penegasan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) didapat hasil positif meliputi flavonoid, tannin, saponin dan alkaloid dengan masing masing nilai rf pada sampel, flavonoid : 0,86, tannin : 0,63, saponin: 0,68, dan alkaloid : 0,89
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak N-Heksana Kulit Durian (Durio zibethinus  L.) Menggunakan DPPH Andika Chaniago; Diah Astika Winahyu; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8064

Abstract

Kulit durian masih belum banyak dimanfaatkan, masih berupa limbah. Limbah kulit durian selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak n-heksana dari kulit durian mengandung senyawa antioksidan dan untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak n-heksana dari kulit durian. Ekstraksi kulit durian dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksana. Hasil maserasi dikeringkan menggunakan evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental yang didapatkan dilakukan dengan uji skrining fitokimia. Evaporasi dilakukan dengan menguapkan sebagian dari pelarut, sehingga didapatkan larutan zat  dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mencegah terjadinya proses oksidasi. Antioksidan dapat diukur dengan menggunakan  DPPH dengan panjang gelombang maksimum 515nm. Hasil rendemen yang diperoleh dari metode maserasi sebesar 4,8%. Pada uji analisis skrining fitokimia diperoleh senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid. Metode penelitian ini menggunakan pelarut n-heksana menggunakan metode spektrofotometri dengan pereaksi DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak  n-heksana kulit durian memiliki memiliki nilai lC50  antara 101-150 ppm yaitu sebesar 110,5 ppm aktivitas antioksidan dengan kategori sedang.
ANALISIS MINYAK ATSIRI PADA KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum Burmanii) DENGAN METODE GASS CHROMATOGRAPHY-MASS SPECTROMETRY (GC-MS) Novita Mulyanti; Rizky Hidayaturahmah; Selvi Marcellia; Dwi Susanti
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.9665

Abstract

Kayu manis merupakan tumbuhan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, serat, abu dan air. Pada kulit kayu manis yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat adalah minyak dari kayu manis karena diyakini memiliki sifat antioksidan. Karena banyaknya manfaat dari minyak kayu manis maka dilakukan penelitian untuk mengetahui berapa jenis kandungan minyak atsiri yang terdapat dalam kulit kayu manis. Metode penelitian ini mengekstraksi kulit batang kayu manis dengan metode destilasi uap menggunakan pelarut akuades dengan waktu selama 5 jam dan menghasilkan ekstrak berupa minyak. Hasil ekstraksi dihitung persentase rendemennya lalu diujikan kandungan jumlah dan jenis minyak atsirinya dengan metode GC-MS. Hasil ekstraksi diperoleh % rendemen yaitu sebesar 0,4834%. Hasil uji kandungan minyak atsiri dengan GC-MS di dapatkan 25 peak atau puncak yang menandakan bahwa terdapat 25 jenis minyak atsiri yang terkandung di dalam kulit batang kayu manis. Dengan puncak tertinggi di dapatkan di puncak ke 9 dengan waktu retensi sebesar 21.750 dan kadar sebesar 73.18%.
Analisis Efektivitas Biaya antara Salbutamol dengan Aminofilin pada Pasien Asma di Rumah Sakit Mutiara Bunda Periode Juli-Desember 2021 Lidia Dwi Oktarianti; Annisa Primadiamanti; Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8107

Abstract

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan didunia yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas biaya terapi pasien asma yang menggunakan salbutamol dan aminofilin di Rumah Sakit Mutiara Bunda periode Juli-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan mengambil data melalui rekam medik pasien (n=33) periode Juli-Desember 2021. Metode analisis biaya yang digunakan adalah CEA (Cost-effectiveness Analysis) dengan melihat dari biaya medik langsung pasien meliputi biaya pengobatan dan biaya perawatan. CER (Cost-effectiveness Ratio) digunakan untuk menganalisis antiasma yang paling cost-effective. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah terbanyak pasien asma terjadi pada perempuan (73%) dan pasien usia 26-35 (49%). Berdasarkan analisis efektivitas biaya, dengan analisis CER terapi antiasma dengan salbutamol merupakan terapi yang paling cost-effective dengan jumlah sebesar Rp 5.024. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan antiasma yang dijadikan pilihan atau standar dalam pengobatan asma adalah salbutamol.
PENGARUH JENIS PELARUT PADA METODE MASERASI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK DAUN KAYU PUTIH (Eucalyptus pellita) Dedek Aji Pamungkas; Nofita Nofita; Ade Maria Ulfa; Mala Kurniati
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.8349

Abstract

Obat tradisional di Indonesia semakin mendapat banyak perhatian seiring semakin mahalnya harga obat. Salah satu tanaman yang dipercaya sebagai obat tradisional adalah kayu putih (Eucalyptus pellita), dikarenakan daun kayu putih mengandung metabolit sekunder. Tujuan penilitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak dari daun kayu putih (Eucalyptus pellita) dengan pelarut polar, semi polar dan non polar mengandung senyawa metabolit sekunder. Hasil penilitian menunjukkan bahwa daun Eucalyptus positif mengandung flavonoid, tanin dan total fenolik. Adanya reaksi yang terjadi pada tabung reaksi adanya endapan berwarna merah bata dapat dikatakan ekstrak daun Eucalyptus pellita positif adanya kandungan tanin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi digesti dan maserasi yang telah dilakukan diperoleh E1:20% E2:18,6% E3:16%. Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LCMS) adalah metode kimia analitik yang menggabungkan pemisahan kromatografi cair dengan analisis spektroskopi massa. Metode ini dapat mengidentifikasi perbedaan dari ekstrak. Hasil dari pengukuran absorbansi pembanding asam galat diperoleh kurva linear seperti pada gambar R2 yaitu 0,9609 menunjukkan linearitas yang baik, maka persamaan regresi linear (y=0,0116x+0036) didapatkan kadar total fenol pada daun Eucalyptus pellita yaitu 0,083 mg GAE/g maka dapat dikatakan bahwa Eucalyptus pellita positif mengandung total fenolik. Kata kunci: Daun Kayu Putih (Eucalyptus pellita), Flavonoid, Tanin, Total Fenolik, LC/MS.
Hubungan Kadar Tanin Dengan Aktivitas Antioksidan Pada Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Yang Tumbuh Di Dataran Rendah Dan Dataran Tinggi Linda Safitri; Nofita Nofita; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8238

Abstract

Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder dengan berat molekul lebih dari 400, yang terdapat senyawa fenolik yang sulit dipisahkan dan sulit mengkristal, yang mengendapkan protein dari larutannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar tanin yang dapat mempengaruhi nilai IC50 (aktivitas antioksidan) pada kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) yang tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96 %. Ekstrak 1 kulit buah kakao diperoleh nilai rendemen % sebesar 12,79 dan pada ekstrak 2 kulit buah kakao diperoleh nilai rendemen % sebesar 12,92. Hasil kadar tanin yang diperoleh dari esktrak 1 kulit buah kakao yang tumbuh di dataran rendah yaitu sebesar 0,1142 % dan pada ekstrak 2 kulit buah kakao yang tumbuh di dataran tinggi sebesar 0,1801 %. Senyawa tanin memiliki aktivitas antioksidan, maka semakin banyak kandungan tanin yang diperoleh, semakin besar juga aktivitas antioksidannya. Untuk hasil antioksidan didapatkan nilai IC50, pada ekstrak 1 sebesar 37,042, dan pada ekstrak 2 sebesar 32,543 sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat. Hasil statistik pengaruh kadar tanin terhadap nilai IC50 (aktivitas antioksidan) terdapat perbedaan dengan sig (<0,05) yang dinyatakan adanya perbedaan signifikan, hal ini dapat disebabkan pada senyawa tanin yang memiliki peran penting pada aktivitas antioksidan.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Gastritis Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Erisandy, Fika; Angin, Martianus Perangin; Primadiamanti, Annisa; Sunowo, Joko
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.11137

Abstract

ERISANDI, F., 2022, EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT GASTRITIS PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG, SKRIPSI, PROGRAM STUDI FARMASI, FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS MALAHAYATI, BANDAR LAMPUNG. Gastritis salah satu penyakit yang mengganggu aktivitas seharihari, baik bagi remaja maupun orang dewasa dan menimbulkan bahaya seperti rusaknya fungsi lambung sehingga sampai pada tahap kanker lambung sampai menyebabkan kematian. Gastritis dapat terjadi secara tiba-tiba atau secara bertahap.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan obat gastritis pada pasien di instalasi rawat inap di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif menggunakan metode Retrospektif yang bersifat noneksperimental, data diperoleh dari rekam medik pasien gastritis yang menggunakan obat gastritis rawat inap di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 36 pasien yang menggunakan obat gastritis di rawat inap yang diperoleh pasien terbanyak yaiu perempuan sebanyak 22 pasien (61%) dan pasien usia 14-45 sebesar (56%), Tepat obat 100, Tepat dosis (100%), tepat cara pemberian (100%), tepat pasien (100%), Rasionalitas (100%), penyakit penyerta(3%), Golongan obat (97,2%). Penggunaan obat gastritis pada pasien rawat inap diinstalasi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin sudah rasionalitas.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA TEJAKULA Nugraha, Iwan Saka; Dewi, Ni Wayan Rika Kumara; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15735

Abstract

Latar Belakang: Stunting (tinggi/panjang berdasarkan usia dengan z-score kurang dari -2 SD) dan defisiensi mikronutrien adalah dua contoh masalah gizi. Hal tersebut menjadikan status gizi balita sebagai indikator kesehatan yang penting karena balita merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Daun kelor mengandung arginin dan histidin, yang sangat penting bagi anak-anak yang tidak dapat menghasilkan cukup protein untuk pertumbuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap peningkatan status gizi balita. Metode: Jenis desain penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental, analitis dengan desain kuasi-eksperimental. Desain yang digunakan adalah desain one-group pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 1 sampai 5 tahun yang mengalami kekurangan gizi berjumlah sepuluh anak dengan total sampling. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa semua balita mengalami peningkatan berat dan tinggi badan setelah diberi 10 gram ekstrak daun kelor selama 14 hari. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test, diperoleh nilai sig. = 0,002, yang berarti lebih kecil dari α 0,005, yang berarti pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap status gizi balita.
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Rizky, M. Ali; Primadiamanti, Annisa; Hidayaturahmah, Rizky
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8838

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengueyang banyak menyerang anak-anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien anak DBD di Rumah Sakit Pertamina Bintang Bandar Lampung periode Januari-Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu retrospektif yang bersifat non-eksperimental. Data diambil dari rekam medik pasien selama bulan Januari-Desember 2021 dan sampel diperoleh 62 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 62 pasien DBD yang diperoleh pasien terbanyak yaitu laki-laki sebanyak 32 (52%) pasien dan pasien usia 7-12 tahun yaitu (55%), terapi yang digunakan adalah pemberian cairan Ringer Laktat sebanyak 54 (87,09%) resep dan terapi Analgetik-Antipiretik adalah Parasetamol sebanyak 62 (100%) resep. Rasionalitas penggunaan obat DBD berdasarkan tepat diagnosis (100%), tepat obat (81,18%), tepat cara pemberian (100%), tepat dosis (82,86%), tepat indikasi (81,18%), tepat interval waktu pemberian (100%), tepat pasien (100%). Penggunaan obat DBD di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung sebagian besar sudah rasional.