cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
UJI STABILITAS FORMULASI SPRAY NANOEMULSI VARIASI POLIETILEN GLIKOL 400 EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI TABIR SURYA Desbrianto, David; Ulfa, Ade Maria; Lestari, Yovita Endah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11439

Abstract

Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga dapat digunakan untuk melindungi kulit manusia dari efek negatif sinar UV. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini mengetahui stabilitas fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan pengujian cycling test agar dapat diketahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, menentukan nilai SPF spray nanoemulsi untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, dan mengetahui stabilitas spray nanoemulsi berdasarkan nilai SPF sebelum dan sesudah uji stabilitas. Ektraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di freeze dry, rendemen yang didapat yaitu 29,33%. Variasi PEG 400 yang digunakan 15%(F1), 20%(F2), dan 25%(F3). Berdasarkan hasil evaluasi stabilitas fisik, didapatkan hasil pada formula 1 stabil secara fisik dan statistik (pH, daya sebar, waktu kering, dan viskositas) dalam penyimpanan dengan nilai p>0,05. Nilai SPF yang diperoleh sebelum stabilitas yaitu 15,57; 18,91; 22,84 dan sesudah stabilitas 14,78; 17,69; 22,70. Hasil uji stabilitas nilai SPF didapatkan formula 3 paling stabil dengan nilai p>0,05.
GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT TAHAP PERENCANAAN DI INSTALASI FARMASI RS X TANGERANG TAHUN 2021 Surbakti, Fitriani; Widianingsih, Widianingsih; Sabila, Ahda; B, Rizky Farmasita; Nugroho, Dedi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14583

Abstract

Rumah Sakit adalah salah satu sarana yang bertugas untuk meningkatkan upaya kesehatan. Pengelolaan obat yang efisien sangat menentukan keberhasilan dalam pelayanan kesehatan dan berpengaruh terhadap peran Rumah Sakit secara keseluruhan. Ditemukan adanya obat yang kosong dipelayanan farmasi dan seringnya permintaan pemesanan obat secara cito/segera kebagian pembelian/purchasing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam gambaran perencanaan yang dibuat di Rumah Sakit X Tangerang. Metode pengumpulan data yaitu dengan Wawancara mendalam (indepth interview) kepada narasumber dibantu dengan pedoman wawancara yang dijadikan patokan dalam alur dan direkam dengan menggunakan tape recorder. Data yang terkait adalah sumber daya manusia, prosedur, dan metode perencanaan obat. Dokumen pada penelitian ini adalah data yang diperoleh dari laporan di Rumah Sakit X Tangerang dan data yang terkait dengan perencanaan obat. Hasil penelitian adalah belum ada apoteker yang bertanggung jawab dalam membuat perencanaan di Rumah Sakit X Tangerang. Di Rumah Sakit X perencanaan kebutuhan obat dilakukan oleh penanggung jawab gudang yaitu seorang tenaga teknis kefarmasian lulusan sarjana farmasi. Selain membuat perencanaan bagian gudang juga melayani penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian obat.
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAUN CEREMAI BELANDA (Eugenia uniflora L) YANG TUMBUH DI KOTA BENGKULU Mulyani, Elly; Noviyanti, Yuska; Fauziah, Dewi Winni; Haque, Aina Fatkhil
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15913

Abstract

Ceremai Belanda (Eugenia uniflora L) adalah tanaman  yang cukup melimpah Di Kota Bengkulu karena mudah dirawat dan dibudidayakan, serta memiliki manfaat yang baik untuk pengobatan  penyakit, terutama bagian daunnya. Ada beberapa kandungan metabolit sekunder dari ekstrak daun Ceremai Belanda (Eugenia uniflora L) adalah flavonoid, tannin, alkaloid, saponin, Terpenoid.Skrining senyawa metabolit sekunder ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 7 hari, dan dilakukan uji reaksi warna dan dilanjutkan dengan uji penegasan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan menggunakan beberapa eluen. Kemudian diamati dibawah  lampu UV 254 dan 366 nm.Hasil Penelitian menunukan ektrak etanol 70% daun Ceremai Belanda (Eugenia uniflora L) mengandung senyawa Flavonoid, Tanin, Saponin dan Alkaloid. Hasil ini didukung dengan uji penegasan  metode KLT. Dengan mendapatkan nilai Rf  Flavonoid Sebesar 0,86 Saponin Rf Sebesar 0,92 dan Tannin Rf Sebesar 0,93 Alkaloid 0,89.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENYAKIT DIARE DENGAN TINDAKAN UNTUK MELAKUKAN SWAMEDIKASI DI APOTEK SARAS SRHAT SLAWI Khusna, Nala Milatul; Sari, Meliyana Perwita; Pratiwi, Rosaria Ika
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14536

Abstract

 Diare adalah buang air besar dengan tinja encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (normalnya). Swamedikasi ialah pengobatan yang dilakukan sendiri oleh individu yang menderita penyakit ringan tanpa harus membeli obat dengan resep dokter. Pengetahuan merupakan hasil pengamatan manusia, atau hasil pemahaman seseorang terhadap objek indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan penyakit diare dengan tindakan untuk melakukan swamedikasi di Apotek Saras Sehat Slawi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan acicidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang bertempat di Apotek Saras Sehat Slawi. Data penelitian diperoleh dari kuisioner yang telah diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% konsumen yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup. Tindakan Swamediasi Diare menunjukkan bahwa 61% responden mempunyai tindakan cukup. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan swamedikasi diare dengan nilai pearson correlation 0,127 (tidak ada korelasi). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang swamedikasi diare di Apotek Saras Sehat Slawi tergolong cukup. Kata kunci : Pengetahuan, Tindakan, Swamedikasi Diare, Apotek Saras Sehat
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS Ikakusumawati, Novita Dhewi; Permatasari, Selvi Anna; Farida, Yeni
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.13491

Abstract

ABSTRAKPasien lanjut usia banyak yang mengalami masalah kesehatan, terutama dengan penyakit kronis  dapat mempengaruhi kualitas hidup. Karakteristik sosiodemografi mampu memberikan informasi lansia dalam mengatasi penyakit kronis yang dideritanya. Adanya penyakit kronis juga berhubungan dengan kualitas hidup pasien. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan karakteristik lansia dengan penyakit kronis terhadap kualitas hidup.  Penelitian ini merupakan non-eksperimental dengan desain cross sectional.  Pengambilan data secara wawancara dilengkapi dengan rekam medis dan resep periode April-Mei 2023. Kualitas hidup diukur dengan WHOQoL-OLD versi bahasa Indonesia. Analisis multivariabel menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menderita hipertensi (88,19%), non-polifarmasi (80,3%), tidak bekerja atau pensiun (72,4%), dan memiliki status pendidikan rendah (75,6%) dan rata-rata QoL total sebesar 58,89. Analisis uji multivariabel hubungan memberikan hasil yang signifikan antara jenis kelamin dan usia terhadap facet sensory abilities (SAB), jenis kelamin dan status pendidikan terhadap facet autonomy (AUT), jumlah penyakit kronis dan usia terhadap facet social participation (SOP), jenis kelamin dan usia terhadap facet death and dying (DAD), status pernikahan dan status pekerjaan  terhadap facet intimacy (IN)T. Karakteristik lansia secara simultan tidak berhubungan signifikan dengan kualitas hidup total namun beberapa karakteristik secara simultan berhubungan signifikan dengan facet WHOQOL-OLD. ABSTRACTMany elderly patients had health problems, especially chronic disease that can affected the quality of life. The characteristic sociodemographic provide information about elderly people to help patients who suffered from chronic disease. The presence of chronic disease was also related to patients quality of life. This research conducted to relations between the characteristic of elderly patients and quality of life. This research was non-experimental with cross-sectional design. Data was measured by interview and completed by medical record and prescription, start form April to May 2023. The quality of life was measured using WHOQoL-OLD Indonesian version. Data analysis was using binary logistic regression. The result showed that the majority of respondents suffered from hypertension (88,19%), from the characteristics non polypharmacy (80,3%), not working or retired (72,4%), dan low education level (75,6%) and average score quality of life was 58,89. Multivariable analysis of relationship had the result of significant between gender and age on the sensory ability (SAB) facet, gender and education status on the autonomy (AUT) facet, number of chronic diseases and age on the social participation (SOP) facet, gender and age on the death and dying (DAD) facet, and martial status and employment status on the intimacy (INT) facet. The characteristic of elderly was not significant simultaneously related to quality of life, but several characteristics were significant simultaneously with the WHOQoL-OLD facet. 
PENENTUAN NILAI SPF DARI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Seto, Deni Gagat; Tutik, Tutik; Amalia, Putri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.11529

Abstract

Kulit yang terpapar sinar ultraviolet (UV) dalam waktu cukup lama dapat menimbulkan efek negatif seperti fotokarsinogenesis, upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV diantaranya adalah tabir surya yang melindungi serta menjaga  kulit agar tetep sehat, salah satu bahan alam yang berpotensi untuk menjadi tabir surya adalah ekstrak kulit bawang merah, indikator yang menjelaskan keefektifan suatu zat yang bersifat UV protector adalah SPF (Sun Protection Factor), semakin tinggi nilai SPF suatu zat aktif maka semakin efektif untuk melindungi kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang lebih efektif dalam formula krim tabir surya ekstrak etanol 96% kulit bawang merah dengan konsentrasi yang berbeda menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian, krim memenuhi semua persyaratan setelah dilakukan berbagai uji kualitas sediaan dan pengukuran nilai SPF dengan factor koreksi (CF) 7,8 yang didapatkan dari sediaan komersial. Memperlihatkan, krim ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan kode formulasi K(-), FI, FII, dan FIII konsentrasi 0%, 0,02%, 0,08%, dan 0,14%, dihasilkan nilai SPF berturut-turut 0,6; 2,7; 9,8; dan 18,9. Hal ini menunjukkan penambahan ekstrak kulit bawang merah pada FIII sudah termasuk kategori ultra berdasarkan ketentuan FDA yaitu tidak kurang dari >15.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN LOSIO MINYAK ATSIRI BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Maulana, Difa Aryan; Hidayaturahmah, Rizky; Ulfa, Ade Maria
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.9648

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang di sebabkan oleh virus dengue yang dapat kapan saja bisa menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ke manusia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Dibutuhkan produk repellan yang aman yang berasal dari tanaman yang aman salah satunya yaitu batang serai wangi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan losio dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi ekstrak batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dalam sediaan losio yang memiliki efektivitas sebagai daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ekstraksi menggunakan metode destiasi uap air dengan pelarut aquades. Hasil rendemen yang didapat dari metode destilasi yaitu 0,035. Sediaan losio ekstrak daun serai wangi (Cymbopogen nardus L.) dengan konsentrasi 0,5% memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik yang baik meliputi uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan losio formula III dengan konsentrasi 1,5% merupakan sediaan yang paling baik karena memiliki efektivitas terhadap nyamuk aedes aegypti pada 30 detik dan tidak efektif pada jam ke 6 dengan syarat diatas 80% kemudian data diuji menggunakan repeated measures ANOVA yang diperoleh nilai signifikan yaitu <0,05.
UJI AKTIVITAS ANTI INFLAMASI TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Cantika, Maria Tri; Tutik, Tutik; Nofita, Nofita
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.9776

Abstract

ABSTRAKKulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung banyak senyawa kimia, seperti flavonoid. Flavonoid yang terkandung dalam kulit bawang merah adalah kuersetin. Kuersetin adalah golongan senyawa yang memiliki aktivitas anti inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak metanol kulit bawang merah memiliki aktivitas anti inflamasi terhadap mencit putih jantan (Mus musculus).Penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut metanol. Ekstrak yang di peroleh diukur kadarnya menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan dengan memberikan karagenin sebagai mediator radang pada telapak kaki mencit, lalu pemberian secara oral suspensi ekstrak metanol kulit bawang merah dengan dosis I (175mg/kgBB), dosis II (200mg/kgBB), dan dosis III (250 mg/kgBB), Na-CMC (kontrol negatif) dan Kalium diklofenak (kontrol positif). Hasil % rendemen ekstraksi kulit bawang merah dengan metode refluks diperoleh sebesar 15,7%. Hasil penetapan kadar flavonoid yang diperoleh sebesar 21,57%. Hasil uji aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol kulit bawang merah diperoleh dosis 175 mg/kgBB sudah memberikan aktivitas antiinflamasi. Hasil uji Post Hoc LSD dengan nilai < 0,05 yang berarti ekstrak metanol kulit bawang merah mampu memberikan aktivitas anti inflamasi terhadap mencit dengan dosis optimal 250 mg/kgBB.
FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF DARI SERBUK SARI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Yanuarto, Tri; Wara, Tanza Dinda Vovies
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15934

Abstract

Kosmetik yang secara topical dipergunakan untuk memperbaiki penampilan, menjaga komponen cairan kulit, membersihkan kulit, dan anti penuaan dini. Salah satu kosmetik sebagai perawatan kulit adalah masker gel peel off. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan sediaan masker gel peel off dengan penambahan serbuk sari bunga telang yang mempunyai kandungan antioksidan.Formulasi masker gel peel off dibuat tiga formula masing-masing dengan menggunakan serbuk sari bunga telang dengan konsentrasi berbeda-beda (F1:2%); (F2: 4%); dan (F3: 6%). Penelitian ini dilakukan pengujian untuk melihat mutu fisik sediaan yaitu berupa pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering dan pengujian hedonik.Hasil penelitian yang telah dilakukan dari masker gel peel off dari ketiga formula memperlihatkan sediaan homogen, mempunyai warna biru muda, biru, biru keunguan; serta memenuhi parameter pengujian pH, daya lekat, dan uji waktu mengering. Sedangkan pengujian viskositas dan daya sebar tidak memenuhi standar.
Mini Review: Hubungan Mikrobiom Usus Dengan Kesehatan Manusia Fitria, Murni; Saputra, Anggi; Variyana, Yeni
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14348

Abstract

Mikrobioma usus manusia, sebuah ekosistem kompleks yang terdiri dari jutaan mikroorganisme, telah menjadi fokus penelitian yang signifikan dalam konteks kesehatan manusia. Studi-studi terbaru menunjukkan bahwa komposisi mikrobioma usus dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk dalam konteks kondisi neuropsikiatrik seperti autisme dan depresi, serta penyakit kardiovaskular. Hubungan antara mikrobioma usus dengan autisme, misalnya, menunjukkan adanya perbedaan dalam kelimpahan bakteri tertentu pada anak-anak dengan autisme dibandingkan dengan yang sehat. Selain itu, gangguan keseimbangan mikroorganisme dalam usus atau disbiosis telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Metode analisis berupa Next Generation Sequencing (NGS), telah memungkinkan peneliti untuk memahami komposisi mikrobioma usus dan interaksinya dengan kesehatan manusia. Semenatar itu, penggunaan probiotik dan prebiotik berpotensi menangani masalah Kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan mikrobioma usus. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih dalam hubungan antara mikrobioma usus dan kesehatan manusia, serta potensi terapi probiotik dan prebiotik dalam mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan ketidakseimbangan mikrobioma usus.