cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LOTION DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN VARIASI EMULSIFYING AGENT ALAMI DAN SINTESIS Asih, Putri; Ulfa, Ade Maria; Winahyu, Diah Astika
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11354

Abstract

Antioksidan bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami dapat berasal dari tumbuhan dan hewan. Salah satu tanaman sebagai sumber antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak bunga telang dapat diformulasikan dalam sediaan bentuk lotion yang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, mengetahui variasi emulsifying agent alami dan sintesis ekstrak bunga telang dalam sediaan lotion memiliki aktivitas antioksidan dan mengetahui nilai IC50 yang paling baik dari variasi emulsifying agent alami dan sintesis sediaan lotion ekstrak bunga telang. Ekstraksi bunga telang menggunakan teknik maserasi dengan pelarut air kemudian di freeze dry. Ekstrak diuji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan lotion dengan variasi emulsifying agent alami dan sintesis. Lotion dilakukan uji evaluasi fisik. Hasil rendemen ekstrak didapat sebesar 20,45%. Hasil fitokimia pada ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan tanin. Hasil uji evaluasi fisik sediaan lotion formula I yaitu homogen, pH 6,71, daya sebar 6,4 cm dan daya lekat 4,41 detik. Formula II yaitu homogen, pH 6,91, daya sebar 5,8 cm dan daya lekat 4,50 detik. Hasil uji evaluasi fisik menunjukkan sediaan lotion memenuhi syarat. Sediaan lotion formula I dan formula II memiliki aktivitas antioksidan dilihat dari nilai IC50 , Sediaan lotion ekstrak bunga telang dengan emulsifying agent alami formula II memiliki nilai IC50 yang paling baik sebesar 31,85 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat pada seri konsentrasi 10- 50 ppm. Formula yang lebih baik yaitu formula II dapat dilihat dari hasil uji evalusi fisik, hasil uji hedonik, dan uji antioksidan.
EFEK ASAM ALFA-LIPOAT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NLC EKSTRAK TEH HIJAU DENGAN METODE DPPH Afra, Fairuz Yaumil; Soeratri, Widji; Purwanto, Djoko Agus
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15920

Abstract

Ekstrak teh hijau senyawa yang berperan sebagai antiaging namun memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam lipid sehingga dibuat sistem pembawa Nanoparticle Lipid Carrier (NLC). NLC ekstrak teh hijau mengalami fotodegradasi sehingga dilakukan penambahan ko-antioksidan yaitu asam alfa-lipoat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek asam alfa-lipoat terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan F1 (tanpa asam alfa-lipoat) , F2 (1%) dan F3 (1,5%). Penelitian dilakukan dengan mengukur nilai penghambatan menggunakan metode DPPH dengan melakukan penyinaran UV sebelum dan sesudah 21 jam. Dari uji analisis statistik didapatkan hasil tidak ada perbedaan bermakna sebelum dan sesudah penyinaran UV selama 21 jam. Nilai persen penghambatan DPPH pada F2 dan F3 lebih tinggi dibandingkan F1. Penambahan asam alfa-lipoat memberikan aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan tidak menggunakan asam alfa-lipoat
EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM SWAMEDIKASI PENANGANAN DEMAM PADA ANAK DI KELURAHAN RANGKAPAN JAYA Daniswara, Monna Aisya; Humaedi, Aji; Lukitasari, Nurraya
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15256

Abstract

PENDAHULUAN : Demam merupakan masalah kesehatan terutama di Indonesia. Swamedikasi demam pada anak sangat bergantung pada peran orang tua, terutama ibu. Kesalahpahaman dalam mengobati demam memicu fever phobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berupa penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang demam pada anak dan cara pengobatannya.METODE : Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Designs yaitu dengan menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 90 responden. Tingkat pengetahuan diperoleh melalui pengisian angket pada saat pre-test dan post-test. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah dengan penyebaran leaflet. Analisis data angket menggunakan uji Wilcoxon.HASIL DAN PEMBAHASAN : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum penyuluhan sebesar 67,2% (Cukup) dan setelah dilakukan penyuluhan sebesar 97,6% (Baik). Hasil uji menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan tentang swamedikasi demam pada anak sebelum dan sesudah penyuluhan dengan (p=0,000). KESIMPULAN : Disimpulkan bahwa penyuluhan tentang swamedikasi demam pada anak berdampak besar terhadap peningkatan pengetahuan Ibu sebesar 30,4%.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN LOTION VARIASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN KARAGENAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Wachyuni, Mhella Nia; Ulfa, Ade Maria; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11915

Abstract

Infeksi kulit adalah penyakit yang secara umum dapat terjadi pada semua kalangan dan usia. Infeksi kulit yang terjadi pada manusia dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan lotion variasi virgin coconut oil (VCO) dan karagena ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak bunga telang dibuat dalam bentuk sediaan lotion dalam 6 formulasi, kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cara sumuran. Parameter uji aktivitas antibakteri meliputi adanya daerah jernih atau diameter zona hambat desekitar lubang sumuran. Konsentrasi ekstrak bunga telang yang digunakan adalah 10% dengan perbandingan VCO dan Karagenan 1:5 , 5:1 dan 3:3. Lotion ekstrak bunga telang memiliki aktivitas antibakteri, yaitu pada F1, F2 dan F3 memiliki zona hambat bertutut-turut yaitu 4,26mm, 7,10mm, dan 5,16mm yang termasuk kategori lemah dan sedang. Sediaan lotion ekstrak bunga telang secara keseluruhan telah memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik menurut SNI 16-3499-1996. Analisis data menggunakan One Way Anova menunjukkan hasil adanya perbedaan bermakna antar setiap formulasi p>0,05. Hasil dari keseluruhan uji menunjukkan bahwa F2 merupakan formulasi yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus serta menunjukkan hasil paling baik pada uji evaluasi fisik sediaan.
Studi Penggunaan Antihipertensi Golongan Angiotensin Reseptor Blocker (ARB) pada Pasien Chronic Kidney Disease (Penelitian dilakukan di RS Universitas Muhammadiyah Malang) Nurfausiah, Nurfausiah; Hasmono, Didik; Kusumaningtyas, Atika Putri; Syifa', Nailis
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15903

Abstract

Hypertension and chronic kidney disease (CKD) are interrelated pathophysiological conditions, where sustained hypertension can lead the deterioration of renal function, and progressive deterioration of renal function can conversely result in poorer blood pressure (BP) control. Antihypertensives are given to CKD patients with the goal of lowering their blood pressure to < 140 mmHg and preventing harm to other organs. Angiotensin Receptor Blockers (ARB) are one of the first line of therapy used to reduce blood pressure in CKD patients. The research purpose was to determine the pattern of ARB regarding the type, dosage form, combination, and route of the group given to CKD patients at UMM’s General Hospital. Research was conducted in observational research with a descriptive nature and retrospective data collection on the health medical record of CKD with period January – Desember 2022. Results of the research showed that patients who met the inclusion criteria amounted to 25 patients using ARB antihypertensive therapy, the highest number of gender 52% male and 48% female, at the age of 46-55 years. The most common single use was Candesartan (1x16mg)po (5%) 2 patients, the most common combination II was Candesartan (1x16mg)po + Furosemide (3x40mg) iv 7 patients (18%), the most common combination III was Candesartan (1x16mg)po + Amlodipine (1x10mg)v + Furosemide (3x40mg)iv, the most common combination IV was Candesartan (1x16mg)po + Amlodipine (1x10mg)po + Clonidine (3x0.15mg)po + Furosemide (3x40mg)iv. There was a switch pattern as many as 13 samples (52%). Most patients met the blood pressure target at ≤ 140 mmHg.
SISTEM PENYIMPANAN VAKSIN DI 8 PUSKESMAS KOTA BENGKULU Fauziah, Dewi Winni; Fithriani, Yenni; Rikomah, Setya Enti; Mulyani, Elly; Haque, Aina Fatkhil; Fadhillah, Muhammaad
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15912

Abstract

Suatu produk biologi dengan berisikan antigen (mikroorganisme) yang diinaktivasi atau dilemahkan yang bila diberikan kepada orang yang sehat untuk menimbulkan antibodi spesifik terhadap mikroorganisme tersebut, sehingga bila kemudian terpapar, akan kebal dan tidak terserang penyakit disebut dengan vaksin. Kualitas vaksin yang tinggi sangat bergantung pada proses distribusi dan penyimpanan vaksin dari pusat hinggga ke tingkat sarana pelayanan kesehatan, sehingga nantinya vaksin tersebut dapat memberikan manfaat kekebalan yang optimal kepada pengguna. Puskesmas memegang peranan penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan program layanan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk memperoleh gambaran sistem penyimpanan vaksin di 8 Puskesmas yang berada di wilayah Kota Bengkulu. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ialah non probability sampling berupa accidental sampling. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dengan rancangan berupa pengamatan hasil observasi langsung di 8 Puskesmas tersebut.Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui terdapat 3 Puskesmas (37,5%) dengan kategori kesesuaian penyimpanan vaksin sangat baik, serta 5 Puskesmas (62,5%) dengan kategori kesesuaian penyimpanan baik. Secara umum 8 Puskesmas tersebut berada dalam kategori Baik (77,93%). Ketidaksesuai paling banyak terdapat pada indikator standar yaitu tidak tersedianya alat pemantau paparan beku pada vaksin yang sentisif beku.   
UJI TOKSISITAS BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) TERHADAP LARVA UDANG EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DAN REFLUKS Fitriyanti, Desi; Tutik, Tutik; Ulfa, Ade Maria
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8386

Abstract

Kulit bawang merah telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena kemampuannya menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker dan aterosklerosis. Kulit Bawang merah mengandung senyawa-senyawa yang dipercaya berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan seperti kuersetin yang bertindak sebagai agen untuk mencegah sel kanker. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji toksisitas ekstrak metanol kulit bawang merah terhadap larva udang laut Artemia Salina Leach dengan metode ekstraksi sokletasi dan refluks. Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan dalam skrining untuk menentukan sifat toksik suatu ekstrak secara in vivo. Hasil uji toksisitas ekstrak metanol terhadap Artemia Salina Leach dinyatakan dengan nilai LC50 164.441 µg/mL dan 310.373 µg/mL. Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dikategorikan kedalam toksik sedang terhadap Artemia Salina Leach.Kata Kunci : Kulit Bawang Merah, Sokletasi, Refluks, Toksisitas, BSLT
ANALISIS BIAYA BERDASARKAN PERSEPSI RUMAH SAKIT PADA PENDERITA PARKINSON DI RSUD Dr. M. ASHARI PEMALANG Khairunnisa, Fatina Adila; Fatkhiya, Musa Fitri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.13293

Abstract

Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif progresif kronik yang disebabkan oleh hilangnya neuron dopaminergik. Parkinson tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat dikontrol dengan obat sehingga menjadi tantangan kepada pasien dan keluarga untuk mengeluarkan biaya pengobatan rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya berdasarkan persepsi rumah sakit pada pasien parkinsol.  Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan pengambiland ata secara retrospektif. Teknik pengambilan data menggunakan Teknik purposive sampling dengan menggunakan data biaya akuntansi pada rawat jalan pada penderita parkinson periode Januari-Juni 2023 di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Hasil dianalisis menggunakan Microsoft Excel untuk melihat besarnya atau rata-rata biaya berdasarkan persepsi rumah sakit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar adalah kategoroi biaya pengobatan sebesar Rp. 7.623.587 (76%) dengan rata-rata Rp. 136.135. Rata-rata biaya pada pasien BPJS PBI sebesar Rp 187.775 dan non PBI sebesar Rp. 176.479,43. Kesimpulan diperoleh kategori biaya terbesar berdasarkan persepsi rumah sakit adalah biaya pengobatan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI REFLUKS Putri, Diana; Tutik, Tutik; Nofita, Nofita; Husein, Saddam
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.8935

Abstract

Diare adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh agen patogen yang dapat menginfeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta menentukan konsentrasi ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap bakteri Escherichia coli dengan menggunakan metode ekstraksi refluks. Kulit bawang merah diekstrak dengan menggunakan metode refluks, ekstrak yang telah diperoleh di uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan  konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yang digunakan adalah 25%, 50%, 75%, dan 100%. Dari hasil ekstraksi diperoleh rendemen sebesar 10,6% dan untuk hasil uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli diperoleh konsentrasi 75% dengan rata-rata zona hambat 2,467 mm dan konsentrasi 100% dengan rata-rata zona hambat 2,767 mm  dimana dapat dikategorikan dalam kategori sedang.  Analisis data menggunakan one way ANOVA hasil menunjukan adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P>0,05.
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN KELENGKENG (Dimocarpus longan Lour) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE PENGERINGAN Ardiany, Meliska Lintang; Sa'ad, Muhammad
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14601

Abstract

Salah satu parameter yang mempengaruhi kestabilan senyawa kimia dalam simplisia adalah pemilihan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis hubungan antara kadar flavonoid terhadap pengaruh cara pengeringan simplisia daun kelengkeng (Dimocarpus longan Lour). Pengujian dalam penelitian ini digunakan metode pengeringan sinar matahari, oven dan kering angin. Penentuan kadar flavonoid dianalisis dengan reagen AlCl3 dan pembanding kuersetin secara spektofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menujukkan bahwa kadar flavonoid pengeringan sinar matahari sebesar 6,234±0,1283 mgQE/gram, pengeringan oven sebesar 13,47±0,2520 mgQE/gram dan pengeringan kering angin sebesar 16,43±0,2303 mgQE/gram (p<0,05). Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan kadar flavonoid ekstrak etanol daun kelengkeng berdasarkan metode pengeringan yang berbeda, dan metode pengeringan kering angin yang memberikan hasil kadar flavonoid tertinggi.