cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Metanol Dan Fraksi Etil Asetat Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Meilinda Meilinda; Tutik Tutik; Mashuri Yusuf; Putri Amalia
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.6857

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dari ekstrak metanol dan fraksi etil asetat kulit bawang merah. Penelitian ini dilakukan ekstraksi kulit bawang merah dan pemisahan fraksi etil asetat serta penetapan kadar fenolik menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian diperoleh rendemen ekstrak kulit bawang merah sebesar 2,54%. Pengujian skrining fitokimia terhadap ekstrak metanol kulit bawang merah mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan fenolik total pada ekstrak kulit bawang merah dan fraksi etil asetat pada konsentrasi 50 ppm, yaitu 0,0181 mgGAE/g ekstrak dan 0,0110 mgGAE/g ekstrak. Setelah di fraksinasi kadar fenolik pada ekstrak 50 ppm berkurang 39,2265 %, Sedangkan hasil kadar fenolik pada ekstrak kulit bawang merah dan fraksi etil asetat konsentrsi 100 ppm, yaitu 0,0349 mgGAE/g ekstrak dan 0,0174 mgGAE/g ekstrak. Setelah di fraksinasi kadar fenolik pada ekstrak 100 ppm berkurang 50,1432 %. Hasil pengukuran kadar menunjukkan bahwa kadar dari fraksi etil asetat lebih rendah dibandingkan ektrak metanol. Hal tersebut disebabkan sifat dari golongan senyawa fenolik yang bersifat polar dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air.Kata kunci : Kulit bawang merah, fenolik, fraksi etil asetat, spektrofotometri UV-Vis
EVALUASI FISIK SEDIAAN SALEP EKSTRAK AKAR PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI Septi Susanti; Annisa Primadiamanti; Ade Maria Ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.6967

Abstract

Tanaman putri malu merupakan tanaman dengan family fabaceae yang memberikan efek farmakologi seperti antioksidan, antibakteri, antijamur, antiradang,  hepatoprotektif,  antinosiseptif, antikonvulsan, antidepresan, antidiare, aktivitas hipolipidemia, diuretik, antiparasit, antimalaria (vikram et al.,2012). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui sifat fisik sediaan ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) apakah dapat diaplikasikan sebagai sediaan salep dengan variasi konsentrasi 2%, 4% dan 6% serta untuk mengetahui sifat fisik yang paling baik dari konsentrasi 2%, 4%, dan 6% sediaan salep ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu penelitian dengan uji skrining fitokimia ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) melakukan pembuatan sediaan salep dan uji evaluasi sifat fisik salep dengan konsentrasi yang bervariasi. Hasil penelitian ini pada skrining fitokimia  ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) menunjukan bahwa senyawa yang terdapat pada ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tannin dan fenol dan hasil evaluasi sediaan yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar  dan hasil yang didapatkan yaitu akar ekstrak putri malu dapat diaplikasikan dalam sediaan salep pada konsentrasi 2%, 4%, 6% dan memenuhi persyaratan. Dari ketiga konsentrasi yang memiliki persyaratan paling baik pada konsentrasi 6%.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF PETAI SELONG (Leucaena leucocephala) USING DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhydrazl) Saddam Husein; Erika Indah Safitri; Yovita Endah Lestari
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.8783

Abstract

Petai selong or petai china (leucaena leucocephala) is populary consumed in southeast asia, such as indonesia, thailand, the philippines and malaysia. This paper aims to anlayze the antioxidant activity of  petai selong (leucaena leucocephala) using DPPH(1,1 diphenyl-2-picrylhydrazl). The antioxidant activity is shown from the phytochemical analysis, degradation of DPPH, and kinetics degradation.  Phytochemical analysis was carried out by dripping petai selong extract with various reagent.DPPH was conducted by mixing the DPPH and extract petai selong with 8 ppm, 12 ppm, 16 ppm, 20 ppm, and 24 ppm. The degradation analysis was conduted using spectrofotometer UV-Vis, and the kinetics degradation were calculated using Langmuir Hinshelwood (L-H). The results show that the petai selong has an antioxidant acitivty. It is stated that the highest degradation occurs at 24 ppm where it degrades about 10 ppm of DPPH, or approximatly about96.14 percent, and the lowest degradation occurs at 8 ppm where it degrades about 2 ppm of DPPH, or approximatly about 0.98 percent. The Langmuir Hinselwood calculations show that the kinetics degradations of DPPH increase with petai selong concentration. It is stated that the higher of petai selong concentrations, the higher of antioxidant effect. 
UJI EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Novitria Puspitasari; Gusti Ayu Rai Saputri; Diah Astika Winahyu
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.7370

Abstract

Bunga telang adalah tanaman yang dapat ditemui sebagai tanaman hias. Bunga telang diketahui bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Luka adalah suatu proses rusaknya struktur dan fungsi anatomi kulit.Bunga telang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut  etanol 96%, dan dilakukan uji skrining fitokimia. Sediaan krim dibuat dalam tiga konsentrasi 5%, 10% dan 15%, kemudian dilakukan uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar dan homogenitas. Setiap kelompok tikus diberi luka sayat sepanjang 2 cm dan dioleskan krim sesuai dengan kelompok tikus yang sudah dibagi menjadi 5 kelompok. Kemudian pengukuran luka dilakukan setiap harinya dari hari ke-1, sampai hari ke-12 dengan menggunakan jangka sorong.Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, saponin, fenolik, steroid, tanin, terpenoid. Hasil pengamatan krim ekstrak bunga telang konsentrasi 15% dan kontrol positif (povidone iodine) mengalami penyembuhan 100% pada hari ke-7, dan pada konsentrasi 5% dan 10% mengalami penyembuhan 100% pada hari ke-8 dan kontrol negatif (dasar krim) mengalami penyembuhan 100% pada hari ke-12. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya penyembuhan luka pada tikus putih. Hasil uji LSD menunjukkan perlakuan kontol negatif dan krim konsentrasi 5% dan 10% apabila dibandingkan dengan kontrol positif mempunyai perbedaan yang bermakna. Sementara sediaan krim 15% tidak ada perbedaan jika dibandingkan dengan kontrol positif sehingga bisa dinyatakan tidak ada perbedaan.
RATIONALITY EVALUATION OF USE ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS IN ONE OF HOSPITAL IN BENGKULU PERIOD 2021 Dewi Winni Fauziah; Elly Mulyani; Sari Yanti
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.8646

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Tuberkulosis termasuk penyakit infeksi pertama yang menyebabkan kematian. Kematian akibat TB dapat dicegah dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. Pada tahun 2016 diperkirakan sekitar 10,4 juta penderita TB di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat rasionalitas penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada pasien dengan diagnosis TB Paru. Penelitian ini adalah penelitian analisis observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data primer diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada pasien dan data sekunder berupa rekam medis pasien dengan diagnosis penyakit tuberkulosis paru yang berada di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan pengunaan OAT pada pasien TB Paru di RSUD M. Yunus sudah rasional (100%) untuk indikator tepat indikasi, tepat pasien, tepat pemilihan obat serta tepat cara pemberian, sedangkan untuk indikator tepat dosis rasionalitas yang diperoleh masih belum cukup (98,5%). Kata kunci: Rasionalitas , OAT , Tuberkulosis Paru, mycobacterium tuberculosis
EVALUASI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2020 Gusti Ayu Rai Saputri; Martianus Perangin Angin; Eka Setia Ningsih
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.5988

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di rumah sakit pertamina bintang amin pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan data diambil melalui rekam medis secara restrospektif lalu data dianalisa menggunakan literatur medscape. Sampel penelitian adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi  di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin pada tahun 2020 berdasarkan interaksi pola penggunaan obat dan jenis interaksi obat yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan total 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan obat antidiabetes yang diberikan pada pasien adalah Glimepiride (15,15%), Gliquidone (30,30%), Metformin (51,52%), Pioglitazone (3,03%), Amlodipine (65,71%), sedangkan antihipertensi yang digunakan adalah Captropil (17,14%), Lisinopril (14,30%), Candesartan (2,85%). Dari 30 pasien hanya 18 pasien (60%) yang terjadi interaksi obat dengan persentase terbesar adalah interaksi antara Metformin dan amlodipin( 72,2%).
PENGARUH VARIASI SURFAKTAN TERHADAP SIFAT FISIK SAMPO BERBASIS MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) DAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) Tantri Liris Nareswari; Okta Nurjannah; Lusi Meliyana Nur Indah Sari; Erga Syafitri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.8106

Abstract

Sampo merupakan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk keramas sehingga membuat rambut menjadi bersih dan mudah untuk diatur. Sediaan sampo terdiri dari berbagai komponen, dengan surfaktan merupakan kunci dari pembersihan rambut karena memiliki struktur molekul yang terdiri dari bagian hidrofilik dan lipofilik dengan kemampuan menurunkan tegangan permukaan antara air dan kotoran sehingga tersuspensi dalam fase air. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh variasi sodium lauril sulfat (SLS) terhadap karakteristik sifat fisik sampo cair (organoleptik, pH, viskositas, dan bobot jenis). Sampo dibuat dengan metode emulsifikasi menggunakan minyak serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) sebagai zat aktif. Pada awal formulasi, HPMC dikembangkan terlebih dahulu kemudian dicampurkan dengan fase air lain (berupa SLS, aloe vera, cocomide DEA, propil paraben, metil paraben, mentol, akuades). Fase air dan fase minyak (minyak serai wangi) dipanaskan pada suhu masing-masing 60-70˚C kemudian dicampurkan dicampurkan dengan magnetic stirrer pada kecepatan 800 rpm selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan SLS berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap peningkatan pH, viskositas, dan bobot jenis dari sampo. Korelasi Pearson pada konsentrasi SLS terhadap pH yaitu R=0,926; terhadap viskositas yaitu R=0,973; sedangkan terhadap bobot jenis yaitu R=0,918. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SLS berpengaruh besar pada peningkatan pH, viskositas, dan bobot jenis sediaan sampo berbasis minyak serai wangi dan ekstrak lidah buaya.
Analisis Efektivitas Biaya antara Pantoprazole dengan Omeprazole pada Pasien Gastritis di Rumah Sakit Mutiara Bunda Dewi Sartika; Annisa Primadiamanti; Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.8093

Abstract

Di Indonesia penyakit gastritis menurut WHO adalah (40.8%) serta angka kejadian kasus gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalansi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk dalam penelitian. Berdasarkan dari profil kesehatan Indonesia tahun 2011, gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit dalam jumlah terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit. Tujuan untuk mengetahui penggunaan terapi yang paling cost-effective. Penelitian menggunakan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medik pasien periode Juli – Desember 2021 sebanyak 34 pasien BPJS. Metode pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu. Metode analisis biaya yang digunakan adalah CEA (Cost-effectiveness Analysis) dengan dilihat dari biaya medik langsung yang meliputi biaya pengobatan dan biaya perawatan. Data diolah dan dianalisis menggunakan Microsoft excel dan didapatkan hasil dilihat dari nilai efektivitas pantoprazole jauh jauh lebih tinggi daripada omeprazole. Serta pantoprazole memiliki nilai ACER lebih rendah yaitu Rp.9.831,77 daripada omeprazole yaitu Rp.27.019,97.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Dispepsia di Puskesmas Penawar Jaya Meta Dwi Ariska; Anisa Primadiamanti; Martianus Perangin Angin
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8095

Abstract

Dispepsia merupakan penyakit yang tidak menular yang paling umum ditemukan. Pola peresepan obat mempengaruhi kerasionalitasan obat di suatu tempat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien dispepsia di Puskesmas Penawar Jaya periode Juli-Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu retrospektif yang bersifat non- eksperimental. Data diambil dari rekam medik pasien selama Juli-Desember 2021 dan sampel diperoleh sebanyak 114 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan obat dispepsia berdasarkan tepat obat sebesar 100%, tepat dosis 100%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, dan tepat cara pemberian 100%. Penggunaan obat dispepsia di Puskesmas Penawar Jaya sudah rasional.
Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Basis Hidrokarbon Terhadap Luka Bakar Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Nurul Huda; Ade Maria Ulfa; Martianus Perangin Angin
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.7673

Abstract

ABSTRAKLuka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang dapat disebabkan oleh kontak dengan sumber panas seperti air, api, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar juga akan mengakibatkan tidak hanya kerusakan pada kulit, tetapi juga pada seluruh system tubuh. Salah satu tanaman yang berpotensi untuk penyembuhan luka bakar adalah bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan salep yang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, mengetahui apakah salep ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan basis hidrokarbon dapat menyembuhkan luka bakar dengan metode eksperimental pada tikus. Ekstraksi menggunakan teknik ultrasonic dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil randemen yang didapatkan sebesar 38,75%. Analisis fitokimia pada bunga telang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan polifenol. Ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan salep dan memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik dalam konsentrasi 10%. Sediaan salep ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan basis hidrokarbon memiliki aktivitas untuk penyembuhan luka bakar pada tikus, dilihat dari nilai (p≥0,05) yang mengalami kesembuhan pada hari ke delapan.Kata kunci : Bunga Telang, Sediaan Salep, Luka Bakar, Tikus Putih

Page 10 of 20 | Total Record : 200