cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
PENENTUAN KADAR TOTAL ANTOSIANIN SERBUK EKSTRAK AIR BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN METODE pH DIFERENSIAL Yanuarto, Tri; Herlina, Herlina; Novia, Devi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18671

Abstract

Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 Nisrina, Salwa; Noval, Noval; Audina, Mia; Budi, Setia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18345

Abstract

Sediaan Spray gel memungkinkan zat aktif untuk dihantarkan ke luka tanpa adanya kontak langsung dengan tangan yang dapat mengurangi risiko kontaminasi.  Nanopartikel merupakan partikel berukuran 10-1000 nm yang dapat meningkatkan bioavailabilitas yang rendah. Dalam pembuatan nano spray gel perlu adanya gelling agent. Nano spray gel dibuat dengan menggunakan esktrak daun bandotan sebagai zat aktif dan dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol 940. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi formulasi nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 terhadap hasil evaluasi sediaan nano spray gel. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia. Hasil ukuran partikel nanoemulsi ekstrak daun bandotan didapatkan sebesar 135,13 nm. Hasil evaluasi sediaan nano spray gel formulasi I dan II memenuhi semua persyaratan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Namun, formulasi III tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar dan pola penyemprotan. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan formulasi yang paling baik adalah formulasi II (karbopol 0,2%). Variasi konsentrasi karbopol 940 memiliki pengaruh terhadap evaluasi fisikokimia sediaan nano spray gel ekstrak daun bandotan.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN SONGGA (Strychnos ligustrina R.Br) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH YANG DIINDUKSI ALOKSAN PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Qhairola, Madury; Saputri, Gusti Ayu Rai; Perangin-Angin, Martinus
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17545

Abstract

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Songga (Strychnos ligustrina R.Br) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Yang Diinduksi Aloksan Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus)Penyakit diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh sekresi insulin dan sensitivitas reseptor insulin. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun songga (Strychnos ligustrina R.Br) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus). Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode maserasi dan sediaan suspensi dibuat menggunakan Na CMC 0,5% sebagai pensuspensi dan dilarutkan dengan aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan 5 hari perlakuan pada tikus yang diinduksi aloksan sebanyak 1ml/gBB dengan cara peroral. Hewan uji coba dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari kelompok (K-), (K+), dosis ekstrak daun songga 50 mg, dosis ekstrak daun songga 100 mg, dan dosis ekstrak daun songga 150 mg. Hasil penelitian ekstrak daun songga (Strychnos ligustrina R.Br) memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus). Dan dosis yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dosis 150 mg/kgBB tetapi secara statistik tidak ada perbedaan antar kelompok
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Rahma, Indah Eliza; Elsyana, Vida; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.13832

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida hayati yaitu senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas ekstrak kulit bawang merah sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti instar III, dan menentukan nilai LC50 setelah 24 jam pengamatan. Ekstraksi kulit bawang merah dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96%. Uji efektivitas larvasida ekstrak kulit bawang merah sebagai larvasida Aedes aegypti dilakukan pada konsentrasi ekstrak sebesar 1%, 3% dan 5%. Rendemen ekstrak etanol kulit bawang merah menggunakan metode refluks diperoleh sebesar 8,05%. Ekstrak kulit bawang merah memiliki efektivitas sebagai larvasida dengan konsentrasi dengan mortalitas tertinggi pada konsentrasi 5% yaitu 100%. Hasil LC50 didapatkan nilai 0,455% dan dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit bawang merah bersifat sangat beracun sebagai larvasida.
ANALISIS KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Jannah, Syauqul; Indrawati, Fifi; Lestari, Gina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18584

Abstract

Kulit buah papaya California (Carica Papaya L.) memiliki metabolit sekunder, termasuk alkaloid, tanin, steroid atau triterpenoid, saponin, dan flavonoid. Metabolit sekunder ini bertindak sebagai antioksidan, antiinflamasi, antialergi, dan antihipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menetapkan kadar senyawa flavonoid dalam Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya California (Carica Papaya L.) menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Senyawa flavonoid juga diuji dengan pereaksi serbuk logam Mg dan HCl Pekat. Selain itu, dilakukan pemeriksaan penegasan kromatografi lapis tipis. Selanjutnya, menggunakan kuarsetin sebagai bahan baku pembanding, panjang gelombang maksimum diukur dan penetapan kadar flavonoid ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya ditunjukkan dalam µg/ml, atau kesetaraan kuarsetin.Perubahan warna dari cokelat tua ke jingga menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah papaya California (Carica Papaya L.) mengandung flavonoid. Hasil uji kromatografi lapis tipis menunjukkan nilai Rf rata-rata 0,35%; kadar flavonoid ditemukan dengan spektrofotometri UV-vis pada 5,888%; dan nilai standar kandungan flavonoid rata-rata tidak lebih dari 15%. Semakin tinggi kadar flavonoid, semakin besar manfaat antioksidan yang ditawarkan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Acne Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L) Dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol Dan Tween 80 Habibah, Nor; Noval, Noval; Melviani, Melviani; Audina, Mia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18358

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang disebabkan bakteri penyebab jerawat, seperti P.acne. Daun gelinggang (Cassia alata L) memiliki potensi sebagai antibakteri yang dapat diformulasikan menjadi krim, yaitu sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. Nanopartikel memiliki ukuran partikel yaitu 10-1000 nm. Pembuatan sediaan krim memerlukan emulgator dan agen pengental yaitu setil alkohol dan tween 80 yang dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi yang paling optimal serta mengetahui adanya pengaruh variasi setil alkohol dan tween 80 terhadap evaluasi fisik sediaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain quasy experimental dengan rancangan penelitian onegroup posttest-only design. Hasil yang didapatkan yaitu ukuran partikel ekstrak daun gelinggang 312,43 nm. Hasil evaluasi sediaan acne krim nanopartikel ekstrak daun gelinggang dengan variasi setil alkohol dan tween 80 memenuhi syarat uji evaluasi fisik sediaan krim. Berdasarkan penelitian, formulasi yang paling optimal yaitu formulasi III. Variasi setil alkohol dan tween 80 memiliki pengaruh terhadap uji organoleptis, viskositas, daya sebar dan daya lekat.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPETENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT MUTIARA BUNDA TULANG BAWANG Hariani, Kadek; Angin, Martianus Perangin; Lestari, Yovita Endah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17207

Abstract

Hipertensi mengacu pada suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 80 mmHg. Siklus pengobatan hipertensi cukup panjang sehingga harus didiagnosis secara dini dan di obati dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang, berdasarkan kategori tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian jenis observasional deskriptif dengan menggunakan data retrospektif. Data diambil dari rekam medik pasien hipertensi periode Januari-Maret 2024 dan sampel diperoleh 173 pasien terbanyak yaitu perempuan 118 (68,20%) dan pasin usia 56-65 sebanyak 75 (43,35%). Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan CCB yaitu amlodipin sebesar 106 (34,75%). Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi berdasarkan tepat diagnosa (100%), tepat pasien (100%), tepat indikasi penyakit (100%), tepat dosis (100%). Penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang sudah rasional. Kata kunci : Hipertensi, pasien rawat jalan, evaluasi penggunaan obat.
PENGELOLAAN PENGADAAN LOGISTIK FARMASI PADA EMPAT APOTEK JARINGAN DI WILAYAH DENPASAR DAN BADUNG : KAJIAN ETIK DAN REGULASI Widhiartini, Ida Ayu Alit; Sakaningrum, Ni Putu Mirah; Dewi, Putu Diva Candra; Medinna, Balqish Fathoum
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.16020

Abstract

Apotek jaringan merupakan retail farmasi yang dikelola sebagai suatu kewirausahaan dengan aturan perundangan dan etik yang ketat. Orientasi kewirausahaan di tengah tingginya persaingan retail farmasi menuntut efisiensi dalam berbagai hal termasuk dalam pengadaan logistik kefarmasian obat. Efisiensi pengadaan obat berisiko pada pengabaian etik dan aturan pengelolaan obat di fasilitas pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengelolaan pengadaan logistik kefarmasian pada apotek jaringan dan merangkum berbagai kendala dan solusi yang dilakukan ditinjau dari sudut pandang etik dan peraturan mengenai pengadaan logistik kefarmasian di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan selama bulan Juni 2024 melalui wawancara terstruktur menggunakan aplikasi telepon whatsapp terhadap informan tenaga kefarmasian praktek yang bertanggungjawab terhadap proses pengadaan obat pada empat apotek cabang dari tiga (3) apotek jaringan milik swasta dan satu (1) BUMN dan yang ada di wilayah Denpasar dan Badung. Data karakteristik informan dideskripsikan dan data proses pengadaan dikelompokkan menurut: praktek pengadaan, sistem/metode, ketersediaan dokumen mutu (standar operasional prosedur/SOP), informasi kendala dan solusi pengadaan, dan dilakukan kajian etik dan aturan terhadap implementasi pengadaan menggunakan Permenkes No 73 Tahun 2016, Permenkes No 9 Tahun 2017, dan PerBPOM No 24 Tahun 2021. Hasil penelitian menyatakan bahwa praktek pengadaan logistik pada semua apotek jaringan diatur dengan dokumen mutu standar operasional prosedur (SOP) namun hal bertentangan dinyatakan satu (1) apotek yang menyatakan pengadaan dilakukan tanpa menggunakan dokumen surat pesanan yang merupakan aturan pengadaan. Tiga (3) apotek menerapkan metode pengadaan obat mandiri ke distributor, satu (1) menyatakan pengadaan mandiri ke distributor dan pengajuan melalui cabang lain, dan satu (1) apotek menerapkan pengadaan melalui manajemen pusat dengan frekuensi waktu yang bervariasi dari harian, tiga hari per minggu, per minggu, dan per bulan. Semua apotek jaringan menerapkan sistem pengadaan pareto dan ABC dan metode konsumtif, epidemiologi, maupun kombinasinya. Kendala pada apotek jaringan swasta mandiri antara lain kekosongan stok pada distributor sedangkan apotek BUMN terkendala panjangnya alokasi waktu pengadaan akibat waktu tunggu persetujuan manajemen pusat. Solusi yang dilakukan dengan penelusuran distributor lain yang menyediakan obat serupa. Kajian ini menemukan adanya pengabaian etik dan peraturan perundangan terkait pengadaan yang dilakukan tanpa dokumen mutu SOP, SP, dan dilakukan tidak melalui distributor/PBF secara langsung. Permasalahan pengadaan di apotek jaringan memerlukan pertimbangan etik dan kepatuhan tenaga kefarmasian sehingga pengadaan obat bisa berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga adil terhadap penyelenggaraan retail apotek lain.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RS X DI TANGERANG Siagian, Cristiani; Yusuf, Eddy; Nopratilova, Nopratilova; Farmasita B, Rizky; Sabila, Ahda; Widianingsih, Widianingsih
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.16916

Abstract

-
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C KULIT PISANG AMBON, PISANG RAJA DAN PISANG KEPOK DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN Subroto, Inggrid Virzinia; Nofita, Nofita; Husein, Saddam
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17742

Abstract

Kulit buah pisang mempunyai kandungan gizi cukup lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C, dan air. Salah satu kandungan gizi pada kulit buah pisang yang cukup penting untuk tubuh adalah vitamin C. Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan yaitu periode penyimpanan 0, 3, 6, 9 hari terhadap kadar vitamin C pada filtrat kulit pisang ambon, kepok dan raja. Kandungan vitamin C diuji menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur kadar vitamin C. Uji kualitatif filtrat kulit pisang dilakukan dengan menambahkan NaOH 10% dan FeSO4 5%. Hasil menunjukan ketiga filtrat kulit pisang menghasilkan uji positif dengan hasil uji berwarna kuning. Uji kuantitaif atau penentuan kadar vitamin C pada filtrat kulit pisang dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Panjang gelombang maksimal yang digunakan sebesar 267 nm. Persamaan kurva kalibrasi untuk penentuan kadar vitamin C pada filtrat kulit pisang diperoleh persamaan regresi linear y = 0,0699 x – 0,0232 dengan koefisien korelasi R2 = 0,9903 Analisis data dilakukan menggunakan program spss 16 dengan metode kruskal wallace. Hasil pengujian menunjukan nilai sig sebesar 0,737 (sig ≥ 0,05) artinya tidak ada perbedaan kadar vitamin C pada penyimpanan 0, 3, 6, dan 9 hari. Kata Kunci: Kulit Buah Pisang, Vitamin C, Lama Penyimpanan, Spektrofotometri UV-Vis