cover
Contact Name
Abdul Rasyad
Contact Email
rasyad.iis@hamzanwadi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fajar.historia@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
Jalan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid No. 132 Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kode Pos 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan
  • http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/15057
  • Website
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25495585     DOI : -
Fajar Historia (e-ISSN 2549-5585)adalah jurnal di bidang Ilmu Sejarah dan Pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Hamzanwadi. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan analisis kritis. Bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, advokasi, dan pemutakhiran gagasan dari para ilmuwan sosial khususnya sejarah dan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Menyuguhkan kekayaan wawasan dan interpretasi atas berbagai peristiwa sejarah dan pendidikan terutama di Indonesia, maupun meluas di negara lain namun dapat memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi studi sejarah dan pendidikan di Indonesia, serta dapat menambah khazanah wawasan sejarah dan pendidikan dalam konteks lokal masyarakat Lombok. Fajar Historia terbit dua kali dalam setahun yaitu, bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Pergulatan Tradisi, Agama, Negara: Analisis Sosio-Kultural Keturunan Tionghoa dan Perkembangan Gereja Tionghoa Indonesia (1950-1999) Cipta, Samudra Eka
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v3i2.2059

Abstract

Pada masa Hindia Belanda sudah ada beberapa komunitas Tionghoa-Kristiani yang ditandai dengan adanya Gereja Tionghoa. Masa Demokrasi Liberal perkembangan Umat Tionghoa-Kristiani mengalami perkembangan pesat. Perkembangan tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah terkait masalah identitas keagamaan bagi Masyarakat Keturunan. Pasca kejatuhan Demokrasi Terpimpin dengan lahirnya Orde Baru, perkembangan Umat Tionghoa-Kristiani meningkat tajam. Politik yang dilakukan Masa Orde Baru yakni ‘’politik asimilasi’’ dengan berusaha menghilangkan unsur kebudayaan pada masyarakat tertentu. Hal tersebut ditandai dengan kebijakan Pemerintah Orde Baru yang melarang adanya praktik Ajaran Konfusianisme bagi Masyarakat Keturunan Tionghoa karena dianggap sebagai bentuk propaganda Komunisme Tiongkok. Selama Mas Orde Baru Keturunan Tionghoa melakukan konversi keagamaan secara besar-besaran. Dampak lain yang ditimbulkan bagi Masyarakat Keturunan adalah perubahan nama dengan berunsurkan nama layaknya orang Indonesia pada umumnya. Penelitian ini melahirkan rumusan masalah yakni 1) bagaimana awal perkembangan  sosial Masyarakat Keturunan Tionghoa?, 2) bagaimana respon Masyarakat Tionghoa Indonesia terhadap kebijakan Pemerintah Masa Soekarno dan Soeharto?, 3) bagaimana upaya rekonsiliasi dalam upaya melestarikan kembali nilai-nilai budaya dan filosofis bagi masayarakat Keturunan Tionghoa?
Lembaga Adat Pasitabe di Kabupaten Luwu Timur (1992-2011) Kulyasin, Kulyasin
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v2i2.1421

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga Adat Pasitabe lahir sebagai akibat dari pergolakan yang terjadi di Sulawesi Selatan Pada dekade 50 hingga 60 yang membuat kondisi dan situasi sangat tidak aman bagi sebagian masyarakat Sulawesi Selatan khususnya di Tana Luwu yang sebagian besar masyarakatnya terdiri dari sub-sub etnis. Dengan alasan inilah kemudian sub etnis yang berada di Tana Luwu termaksud juga Suku Padoe, Karunsi’e danTambe’e eksodus ke tempat lain. Rangkaian pertemuan telah dilakukan untuk demi tercapainya tujuan membentuk kelompok kesatuan antara Suku Padoe, karunsi’e, dan Suku Tambe’eyaitu pada tahun 1962 di Taliwan, pertemuan kedua pada tahun 1984 di Pakatan dan pertemuan ketiga terjadi di Wawondula pada tahun sekaligus sebagai tahun terbentuknya Lembaga Adat Pasitabe secara resmi dengan jalan musyawarah mufakat. Masa perkembangan Lembaga Adat Pasitabe dimulai diri tahun 1992 dimana di tahun ini Pasitabe telah resmi mendeklarasikan diri sebagai sebuah Lembaga Adat kemudian pelestarian budaya yang dilakukan hingga saat ini memberikan hasil yang positif dengan cara memberi pendidikan kepada generasi muda serta selalu menjadikannya sebagai sebuah peradaban nenek moyang yang semestinya dijaga. Lembaga Adat Pasitabe memberi pengaruh pada beberapa aspek kehidupan baik sosial, budaya dan politik, dalam aspek sosial Pasitabe telah berhasil mengembalikan kepercayaan diri masyarakat adat.Budaya dan adat istiadat kembali lestari dan antusias dalam berpartisipasi politik pun sangat besar. Karena berdasarkan hasil temuan yang telah diperoleh disarankan agar pemerintah lebih memperhatikan lembaga adat dengan baik apa lagi terkait dengan tanah ulayat dan pelestarian budaya setempat.
Spirit Nilai Gotong Royong dalam Banjar dan Besiru Pada Masyarakat Sasak-Lombok Murdi, Lalu
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v2i1.1288

Abstract

Masyarakat Sasak-Lombok dengan segala keunikan budayanya memiliki nilai-nilai tersendiri baik yang berkembang dalam ranah internal maupun merupakan hasil akulturasi dari etnis lain. Beberapa nilai goyongroyong yang berkembang pada masyarakat Sasak seperti banjar dan besiru juga dikenal pada masyarakat Bali namun memiliki warna dan ciri khas sesuai dengan masyarakat Sasak-Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjar dan besiru baik pada masa lalu maupun saat ini di pedesaan masih memberikan kontribusi yang positif dalam menciptakan nilai-nilai kebersamaan yang khas. Tentu saja dalam perkembangannya saat ini sudah banyak terjadi perubahan, salah satunya disebabkan oleh pandangan masyarakat yang dipengaruhi baik oleh perkembangan ekonomi, pekerjaan, sistem sosial, dan lain sebagainya, namun hal ini penting untuk dimunculkan sebagai bagian dari khasanah budaya masyarakat yang baik untuk mendeskripsikan keunggulan mereka dalam menjalankan kerjasama baik pada masa lalunya maupun saat ini.
Pembangunan Singapura Sebagai Pusat Perdagangan di Asia Tenggara Pada Masa Gubernur Jenderal Raffles 1819-1820 Rakhman, Akhmad Syaekhu; Hidayat, Arief
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3173

Abstract

Singapore in the period before Raffles' arrival was an area that was still covered in forests, mangroves, and mud. Raffles that who had renewed the agreement in 1785 with the Sultan of Johor then bought and built Singapore into a very strategic and bustling international port and trading city center. This study aims to explain Singapore's growth after Raffles' presence, explain Raffles' efforts in building Singapore, and explain Raffles' successful policy in building Singapore as a trading center. The research method used is the historical method through the stages, namely; heuristics, criticism, verification, interpretation and historiography. The results of this study provide information about the impact of the arrival of governor-general Raffles in the economy in Singapore, which can also affect progress in Indonesia and Southeast Asia.Singapura pada masa sebelum kedatangan Raffles merupakan wilayah yang masih tertutup hutan, bakau, dan lumpur. Raffles yang telah memperbaharui persetujuan pada tahun 1785 dengan Sultan Johor kemudian membeli dan membangun Singapura menjadi pusat pelabuhan dan kota dagang internasional yang sangat strategis dan ramai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pertumbuhan Singapura setelah kehadiran Raffles, menjelaskan upaya Raffles dalam membangun Singapore, dan menjelaskan kebijakan Raffles yang sukses membangun Singapura selaku pusat perdagangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan yaitu; heuristik, kritik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini memberikan sebuah informasi tentang dampak kedatangan gubernur jenderal Raffles dalam bidang perekonomian di Singapura yang dapat berpengaruh juga pada kemajuan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Studi Sejarah dan Budaya Lombok (Tinjauan Buku) Rasyad, Abdul; Murdi, Lalu
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v1i1.583

Abstract

Tulisan ini merupakan resensi dari buku yang berjudul “Studi Sejarah dan Budaya Lombok. Secara umum buku ini mencoba menjelaska tentang budaya masyarakat Sasak-Lombok. Masyarakat Sasak dijelaskan dalam perspektif budayanya dan menunjukkan bahwa budaya pada masyarakat Sasak masih terjaga dengan baik. Perlu menjadi catatan dalam buku ini adalah kepustakaan yang menjadi acuan. Artinya, kepustakaan yang digunakan belum begitu menunjukkan kualitas yang sesungguhnya.
Analisis Materi Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XI Terbitan Kemenag Kurikulum 2013 Muna, Ani Roisatul
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v4i1.2188

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya beberapa temuan mengenai ketidaksesuaian analisis buku siswa pada kurikulum 2013. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis materi buku siswa. Sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan agar sesuai dengan analisis yang telah dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research).  Sumber data yang digunakan penelitian ini berupa buku, jurnal, dan situs internet yang terkait dengan topik yang dipilih. Teknik pengumpulan data dengan identifikasi wacana dari buku-buku, jurnal dan informasi lainnya yang terkait. Selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan dan menyusun suatu data, kemudian dilakukan analisis terhadap data tersebut. Dari hasil analisis buku siswa Sejarah Kebudayaan Islam, maka hasil yang diperoleh dari peneliti yaitu banyaknya keterampilan / maharah yang diberikan pada siswa tidak menjamin bagi peserta didik dalam memahami semua materi yang disajikan oleh guru, kemungkinan dengan memberikan hanya beberapa keterampilan saja, namun materi akan dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Dengan begitu, meskipun ada banyak maupun sedikitnya keterampilan yang disajikan pada KD tidak mempengaruhi keterampilan pada peserta didik.
Perkembangan Agama Islam di Desa Tanjung Sari Kecamatan Buay Madang Timur Pada Tahun 1938-1968 Anggraini, Riska; Hudaidah, Hudaidah; Sair, Alian
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v3i1.1374

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan perkembangan agama Islam di Desa Tanjung Sari yang diawali dengan adanya kolonialisasi Belanda yang mentransmigrankan orang-orang dari Jawa ke Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 15 Maret 2019 hingga 20 April 2019 di Desa Tanjung Sari menggunakan metodelogi penelitian sejarah dengan proses pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini mendapatkan hasil tentang dinamika internal hubungan umat Islam di daerah transmigran yang menunjukkan dua pola perkembangan hubungan, yaitu Hubungan antara agama dengan tradisi lokal dan hubungan antara agama dengan pemikiran keagamaan. Sehingga hubungan antara agama dan budaya dapat digunakan sebagai strategi dalam upaya mengembangkan agama internal di Desa Tanjung Sari dan terdapat naskah tauhid yang dijadikan pedoman untuk pengajaran agama Islam sehingga pola fikir keagamaan masyarakat di Desa Tajung Sari mengalami perkembangan.
Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Aikmel Kabupaten Lombok Timur) Mastati, Mastati
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v2i1.1289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pelaksanaan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran sejarah pada Sekolah Menengah Atas di SMAN 2 Aikmel Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dan penerapan kurikulum 2013 di SMAN 2 Aikmel berjalan dengan baik meskipun terdapat berbagai hal yang dalam prosesnya perlu mendapatkan peningkatan yang berarti. Penerapan kurikulum 2013 di SMAN 2 Aikmel telah memberikan arah baru dalam pengembangan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut.
Konsepsi dan Strategi Muhammad SAW dalam Mendirikan Negara Madinah Al-Munawwarah Vachruddin, Vrisko Putra
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3355

Abstract

Under increasingly bold and severe pressure by the Quraysh infidels in the city of Makkah, the revelation of God came down that ordered the Prophet and the Muslims of Mecca to emigrate to the city of Yastrib (Medina). The migration of Prophet Muhammad SAW to the city of Yastrib brought a great influence on the unity of all communities in the city of Yastrib with the establishment of a pluralist state. The Prophet's role as a religious leader and political leader chosen based on consensus deliberations could was able to create a social community in the heterogeneous society so that social solidarity emerged assuming on the basis of one city. This article aims to explain the conception and strategy of Muhammad in uniting the people of Medina so that the pluralist state stands. This research uses historical methods by going through stages, namely; heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The prophet's basic conception and strategy in establishing are state of Medina is by: establishing mosques, brotherhood of the Muhajirin and Ansar, cooperation between the components of the population of Medina (Muslim and Non-Muslim), laying political, economic, and social foundations for new communities and renaming the city.Dibawah tekanan yang semakin berani dan berat oleh kaum kafir Quraisy di kota Makkah, maka turunlah wahyu Tuhan yang memerintahkan Nabi dan orang-orang Islam Mekkah untuk hijrah ke kota Yastrib (Madinah). Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota Yastrib membawa pengaruh besar terhadap bersatunya seluruh komunitas yang berada di kota Yastrib dengan berdirinya Negara yang berkonteks pluralis. Peran Nabi sebagai pemimpin agama dan pemimpin politik yang dipilih berdasarkan musyawarah mufakat mampu menciptakan komunitas sosial dalam masyarakat heterogen tersebut sehingga muncul sikap solidaritas sosial atas dasar satu kota. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang konsepsi dan strategi Muhammad dalam menyatukan masyarakat Madinah sehingga berdirilah Negara yang berkonteks pluralis. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan melalui tahapan yaitu; heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Konsepsi dan strategi dasar Nabi dalam mendirikan negara Madinah ialah dengan cara mendirikan masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, kerjasama antar komponen penduduk Madinah (Muslim dan Non muslim), meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi, dan sosial untuk masyarakat baru serta pergantian nama kota.
Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar Sejarahantara Siswa yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Fish Bowl dengan Siswa yang Belajarkan dengan Model Pembelajaran Buzz Group Pada Kelas XI IPS SMA NW Pancor Triyanto, Muchamad; Badarudin, Badarudin
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v1i2.589

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran fish bowl dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran buzz group. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengambilan data menggunakan cluster random sampling dengan mengambil dua kelas. Kelas pertama diterapkan model pembelajaran fish bowl dan kelas kedua mengggunakan model pembelajaran buzz group. Instrument yang digunakan adalah lembar angket dan tes. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan tes sedangkan teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran fish bowl dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran buzz group. Hasil analisis pengujian perbedaan motivasi belajar menghasilkan t hitung sebesar 10,105 yang lebih besar dari t tabel 2,0021. Sedangkan hasil pengujian terhadap perbedaan prestasi belajar menghasilkan t hitung sebesar 6,264 yang lebih besar dari t tabel 2,0021.

Page 8 of 20 | Total Record : 199