cover
Contact Name
Abdul Rasyad
Contact Email
rasyad.iis@hamzanwadi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fajar.historia@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
Jalan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid No. 132 Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kode Pos 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan
  • http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/15057
  • Website
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25495585     DOI : -
Fajar Historia (e-ISSN 2549-5585)adalah jurnal di bidang Ilmu Sejarah dan Pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Hamzanwadi. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan analisis kritis. Bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, advokasi, dan pemutakhiran gagasan dari para ilmuwan sosial khususnya sejarah dan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Menyuguhkan kekayaan wawasan dan interpretasi atas berbagai peristiwa sejarah dan pendidikan terutama di Indonesia, maupun meluas di negara lain namun dapat memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi studi sejarah dan pendidikan di Indonesia, serta dapat menambah khazanah wawasan sejarah dan pendidikan dalam konteks lokal masyarakat Lombok. Fajar Historia terbit dua kali dalam setahun yaitu, bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Sejarah Pemikiran Kebangsaan Jakob Oetama Pada Surat Kabar Kompas 1970-2001 Nusaibah, Annida Allim; Abrar, Abrar; Martini, Sri
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3597

Abstract

Nationality is needed by every Indonesian as one of the efforts to continue maintaining the unity and integrity of the nation. One of the national press figures who seriously think about the issue of nationality is Jakob Oetama. One of the ways Jakob Oetama channeled national ideology was through the press media named the Kompas. The purpose of this study was to find out how Jakob Oetama ideology about nationality in Kompas newspaper. The period is from 1970 to 2001. The research method uses historical research methods consisting of four stages; heuristics, verification, interpretation and historiography. The results showed that Jakob Oetama's national ideology in the first Kompas daily newspaper was Bhinneka Tunggal Ika and national ideology, national integration and disintegration, religious issues, knowing the homeland, and the principle of transcendental humanism.Pemahaman kebangsaan sangat diperlukan oleh setiap rakyat Indonesia sebagai salah satu upaya untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu tokoh pers nasional yang serius memikirkan persoalan tentang kebangsaan adalah Jakob Oetama. Cara Jakob Oetama menyalurkan pemikiran kebangsaan salah satunya yaitu lewat media pers yang diberi nama surat kabar Kompas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemikiran Jakob Oetama tentang kebangsaan pada surat kabar Kompas periode tahun 1970 sampai dengan tahun 2001. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemikiran kebangsaan Jakob Oetama pada surat kabar harian Kompas adalah Bhinneka Tunggal Ika dan ideologi kebangsaan, integrasi dan disintegrasi nasional, persoalan agama, mengenal tanah air, dan prinsip humanisme transendental.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization Terhadap Keterampilan Sosial di Sekolah Menengah Atas Palembang Rohani, Rohani; Yusuf, Syafruddin; Syarifuddin, Syarifuddin
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.3768

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the team-assisted individualization model on the social skills of students in the historical subjects in Senior High School Palembang. The type of method used in this study is quasi-experimental. Class XI IPA 3 as an experimental class using random sampling. Data collection techniques used in this study are using questionnaire and observation, data analysis techniques used data homogeneity test, data linearity test, and simple regression test with significant level Fhitung ˃ Ftabel with real level (α = 0,05). The result of Fhitung obtained is 5,40 while to find Ftabel that is db = 1 as the numerator and db = 34 as the denominator and consulted to table F is obtained 4,13. Statistical calculations have obtained the results Fhitung ˃ Ftabel (5,40 ˃ 4,13) that means there was the influence of team assisted individualization model on the social skills of students in the historical subjects in Senior High School Palembang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran team assisted individualization terhadap keterampilan sosial peserta didik pada mata pelajaran sejarah Sekolah Menengah Atas Palembang. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen. Kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan angket dan observasi. Teknik uji prasyarat analisis data yang digunakan adalah uji homogenitas data, uji linearitas data, dan uji regresi sederhana dengan taraf signifikan Fhitung ˃ Ftabel dan taraf α = 0,05. Hasil Fhitung didapat 5,40 sementara untuk mencari Ftabel yakni db = 1 sebagai pembilang dan db = 34 sebagai penyebut dan di konsultasikan ke tabel F didapat 4,13. Perhitungan statistik diperoleh hasil Fhitung˃ Ftabel (5,40 ˃ 4,13) yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran team assisted individualization terhadap keterampilan sosial peserta didik pada mata pelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas Palembang.
Refleksi Guru Terhadap Problem Keragaman Media Daring dalam Pembelajaran Sejarah Kurniawati, Yeni; Darmawan, Wawan; Santosa, Ayi Budi; Labibatussolihah, Labibatussolihah
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.4484

Abstract

This article aims to explain the problem of the variety of online media used by teachers during online history learning. This problem arises because there is no standard provision for online media that must be used by teachers. So that teachers can freely take advantage of various free and paid online media or even develop media independently. The research method used is a survey using a questionnaire distributed by random sampling technique for one month to 41 respondents spread over nine provinces in Indonesia. The results of the descriptive statistical analysis show that teachers mix and match the use of online media in accordance with the learning objectives. Another finding is that it is understood that each media has its own advantages and disadvantages. A relatively similar impression in sorting and selecting various online media is described in this article. The most popular online media for planning are Google Classroom and WhatsApp Group. As for the implementation of learning, namely Zoom Meeting and Google Meeting. Online media for learning evaluation using Quizizz.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan persoalan ragam media daring yang digunakan oleh guru selama pembelajaran sejarah daring. Persoalan ini muncul karena tidak adanya ketentuan baku akan media daring yang wajib digunakan oleh guru. Sehingga guru dapat leluasa memanfaatkan berbagai media daring yang gratis maupun berbayar atau bahkan menggembangkan media secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dengan menggunakan angket yang disebarkan dengan teknik random sampling selama satu bulan kepada 41 responden yang tersebar di sembilan provinsi di Indonesia. Hasil dari analisis statistis deskriptif menunjukkan bahwa guru memadupadankan penggunaan media daring yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Temuan lainnya yaitu telah dipahami bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing. Kesan yang relatif sama dalam memilah dan memilih berbagai media daring diuraikan dalam artikel ini. Media daring yang paling diminati untuk perencanaan yaitu Google Classroom dan WhatsApp Group. Sedangkan untuk pelaksanaan pembelajaran yaitu Zoom Meeting dan Google Meeting. Media daring untuk evaluasi pembelajaran menggunakan  Quizizz.
Kajian Historis Kepercayaan Danyang Telaga Rambut Monte Pada Masyarakat Desa Krisik Blitar Hafida, Mellina Nur; Azizah, Rika Safitri Nur; Suhadak, Ahmad; Maisaroh, Anisa Amalia; Sapaike, Aida Alta; Sulistyo, Wahyu Djoko
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.3939

Abstract

Danyang Rambut Monte is believed to be a subtle spirit, having an important role in eliminating negativity in society. The existence of Danyang in Telaga Rambut Monte is associated with the folklore that developed in the community of Krisik Village, Blitar Regency. Folklore and those passed down from generation to generation are associated with calamity. The purpose of this study was to examine the history of Danyang in Telaga Rambut Monte in terms of the folklore that developed in the community. This research uses the historical method which is based on four main stages, namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the history of Danyang was formed from oral tradition. Incarnated into a system of controlling social norms to form a ritual system. Meanings values Danyang ritual performed as a form of rescue (salvation) and order (cosmos) to the ecology in Telaga Hair Monte. Historically, this research is able to reveal phenomena or events based on real events regarding the folklore that developed at Telaga Rambut Monte.Danyang Rambut Monte dipercaya sebagai roh halus, memiliki peran penting dalam menghilangkan hal negatif dalam masyarakat. Keberadaan danyang di Telaga Rambut Monte dikaitkan dengan folklor yang berkembang dalam masyarakat Desa Krisik, Kabupaten Blitar. Folklor danyang diwariskan secara turun temurun berkaitan dengan malapetaka. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sejarah Danyang di Telaga Rambut Monte ditinjau dari folklor yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang didasarkan pada empat pokok tahapan yaitu, heruristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan sejarah Danyang yang terbentuk dari tradisi lisan. Menjelma menjadi sistem pengendali norma-norma sosial hingga membentuk sistem ritual. Pemaknaan nilai-nilai ritual Danyang dilakukan sebagai bentuk penyelamatan (salvation) dan keteraturan (kosmos) terhadap ekologi yang ada di Telaga Rambut Monte. Secara historis penelitian ini mampu mengungkap fenomena atau peristiwa berdasarkan kejadian nyata mengenai folklor yang berkembang di Telaga Rambut Monte.
Pembelajaran Sejarah Terintegrasi PPK, Literasi, Keterampilan Abad XXI (4c), dan HOTS Rahmawati, B. Fitri; Hadi, Muhammad Shulhan; Zidni, Zidni
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.4534

Abstract

The change in the learning paradigm that integrates Strengthening Character Education (PPK), Literacy, 4c, and HOTS is a real challenge for history learning. Therefore, it is necessary to know how the teacher's perception of it is. The aim is to explore in-depth what teachers think about it. The research method that will be used is a qualitative method with a phenomenological approach. The technique of determining the informants used the purposive sampling technique (samples aimed). The data collection technique used is in-depth interviews. The informants of this study were history teachers at SMA Negeri Lombok Timur, totaling 20 people. The data analysis technique used is the technique stated by Moustakas, namely the textural and structural description technique. The results of this study indicate that all teachers positively welcome the implementation of this integrated learning even though many obstacles are still being faced. According to them, this model is ideal so that the implementation is still in the stage of trying to achieve it. For history teachers, this integrated learning is a way to change the image of history learning which has seemed boring, only contains memorization and stories. With the emphasis on character, literacy, 4c, and HOTS both in planning, implementation, and assessment, the old-style learning process can be improved. Strengthening education has long been implemented even before the implementation of this integrated learning. As for literacy, there are still many obstacles faced because students' interest in literacy is still low. 4c and HOTS skills are still in the process of being achieved and efforts are being made by teachers.Perubahan paradigma pembelajaran yang mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, 4c dan HOTS menjadi tantangan nyata bagi pembelajaran sejarah. Oleh karena itu perlu mengetahui bagaimana persepsi guru tentang itu. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam apa yang dipikirkan guru terkait hal tersebut. Adapun metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (indept interview). Informan penelitian ini adalah guru sejarah di SMA Negeri Lombok Timur yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik yang dinyatakan Moustakas yakni teknik deskripsi tekstural dan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua guru menyambut positif pemberlakuan pembelajaran terintegrasi ini meskipun banyak kendala yang masih dihadapi. Menurut mereka model ini sangat ideal sehingga dalam implementasi masih dalam tahap upaya untuk mencapainya. Bagi guru sejarah, pembelajaran terintegrasi ini menjadi cara untuk mengubah citra pembelajaran sejarah yang selama ini terkesan membosankan, hanya berisi hapalan dan cerita-cerita. Dengan adanya penekanan-penekanan terhadap karakter, literasi, 4c dan HOTS ini baik dalam perencanaan, implementasi maupun penilaian, maka proses pembelajaran gaya lama dapat diperbaiki. Penguatan pendidikan karakter sudah lama diterapkan bahkan sebelum diberlakukannya pembelajaran terintegrasi ini. Sedangkan untuk literasi, masih banyak kendala yang dihadapi karena minat litersi siswa masih rendah. Keterampilan 4c dan HOTS masih dalam proses pencapaian dan upaya-upaya yang terus dilakukan oleh guru.
Polisi Wanita Indonesia dan Dinamika Sosial Tahun 1948-1961 Kristiani, Sinta; Syukur, Abdul; Husmiati, Ratu
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.3997

Abstract

This research aims to examine the process formation and development of the women police in the midst of the social dynamics that occurred in 1948-1961. Women police officers cannot be separated from the series of events that occurred in Indonesia post-independence. The method used in this research is the historical method which consists of five stages, namely topic selection, source collection, verification, interpretation, and writing. The existence of women police officers was motivated by the need for women to examine refugees, witnesses, or victims of crime after the Dutch Military Aggression I. The Sumatran police service conducted a selection of women police officers starting on September 1, 1948. Changes in security conditions also influenced the development of women's police education which was discontinued as a result of Dutch Military Aggression II. After women police struggled to deliver the opening of women police officers together with Bhayangkari, the reception of women police officers was reopened in 1961 and regulates in law No. 13/1961 of women police. In addition, the task of women police officers is expanded beyond just dealing with women and children’s issues.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan serta perkembangan Polisi Wanita Indonesia di tengah dinamika sosial yang terjadi tahun 1948-1961. Pembentukan Polisi Wanita tidak lepas dari rangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia pasca kemerdekaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahap yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan. Adanya Polisi Wanita dilatarbelakangi oleh kebutuhan wanita untuk memeriksa para pengungsi, saksi atau korban kejahatan pasca Agresi Militer Belanda I. Jawatan Kepolisian cabang Sumatera melakukan seleksi penerimaan Polisi Wanita dimulai pada 1 September 1948. Perubahan kondisi keamanan turut serta berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan Polisi Wanita yang sempat dihentikan akibat Agresi Militer Belanda II. Setelah Polisi Wanita berjuang menyampaikan pembukaan Polisi Wanita bersama Bhayangkari, penerimaan Polisi Wanita dibuka kembali pada tahun 1961 dan diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 1961 tentang Polisi Wanita. Selain itu, tugas Polisi Wanita diperluas tidak hanya berhubungan dengan permasalahan wanita dan anak.
Karakteristik Butir Soal Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 1 Pangkalpinang Faridah, Anis
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.4609

Abstract

This research is a study of quantitative descriptive. The purpose of this research is to describe the characteristics of final semester exam items for grade XI in the History subject at SMA Negeri 1 Pangkalpinang using the classical test theory approach. The research of the subject was 138 students of class XI in Social Sciences Major. The result of the research shows that final exam questions in the history subject class XI of SMA Negeri 1 Pangkalpinang are proper to use. This shows that from the validity of the items which there are 39 items of questions (97.5%) which are proven empirically valid with a 0.818 reliability coefficient. Other than that, there are 27 items of questions (67,5%) that can fulfill the criteria for the difficulty level, distinguishing power, and distractor function so it can be used directly to measure the student's ability without correction. While 12 items of questions (30%) need to be fixed and 1 item of question (2,5%) is declared to be invalid so it can't be used to measure the student's ability in History Subject.Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pengembangan soal penilaian akhir semester mata pelajaran sejarah yang tidak melalui tahapan analisis butir soal sehingga kualitas butir soal tidak diketahui. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik butir soal penilaian akhir semester mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Negeri 1 Pangkalpinang menggunakan pendekatan teori tes klasik. Subjek penelitian berjumlah 138 peserta didik kelas XI jurusan IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal PAS mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Negeri 1 Pangkalpinang telah layak digunakan. Hal ini dibuktikan dari validitas butir soal yang mana terdapat 39 butir soal (97,5%) terbukti valid secara empirik dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,818. Selain itu terdapat 27 butir soal (67,5%) yang memenuhi kriteria tingkat kesukaran, daya beda, dan keberfungsian distraktor sehingga dapat digunakan langsung untuk mengukur kemampuan peserta didik tanpa perbaikan. Sedangkan sebanyak 12 butir soal (30%) perlu dilakukan perbaikan dan 1 butir soal (2,5%) dinyatakan gugur sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik pada mata pelajaran sejarah.
Struktur Pemerintahan Palembang Syu Pada Masa Pendudukan Jepang Tahun 1942-1945 Azizah, Imamatul; Syafitri, Riska; Supriyanto, Supriyanto; Syarifuddin, Syarifuddin
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.4069

Abstract

This study discusses the government structure of Palembang during the Japanese occupation in 1942-1945, especially regarding the Syu government. The research method used is historical or historical research methods. The purpose of this research is to increase knowledge and dig deeper into the history of Palembang City and also to highlight the historical traces of the Palembang regional political system during the reign of Japan. This research is related to the Syu government system or called Residency. The results of this study are that before the Japanese came and colonized the archipelago, the Palembang area had rules made by the Dutch and customary law then Japan arrived in Sumatra and issued a new law called Seirei (Osamu Seirei), this rule book discusses military government, which levels consist of Syuugun (residence), Bansyuu (sub-residence), Gun (district), and Son (sub-district), the unique thing is that even though it seems to have changed, in fact, the constitutional structure is the same as the previous system but only changes in terms.Penelitian ini membahas tentang struktur pemerintahan Palembang pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945 khususnya mengenai pemerintahan Syu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah atau historis. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah ilmu pengetahuan serta menggali lebih dalam mengenai sejarah di Kota Palembang juga mengangkat jejak historis dari sistem politik daerah Palembang saat berkuasanya Jepang. Penelitian ini terkait sistem pemerintahan Syu atau disebut Keresidenan. Hasil dari penelitian ini adalah sebelum Jepang datang dan menjajah wilayah nusantara, daerah Palembang telah terdapat aturan yang dibuat Belanda serta hukum adat kemudian Jepang tiba di Sumatera dan mengeluarkan sebuah Undang-undang baru bernama Seirei (Osamu Seirei), kitab aturan ini membahas tentang pemerintahan militer, yang mana tingkatannya terdiri atas Syuugun (Karesidenan), Bansyuu (sub karesidenan), Gun (distrik), dan Son (subdistrik), uniknya walaupun terkesan berubah tetapi sebenarnya susunan ketatanegaraan ini sama dengan sistem sebelumnya namun hanya mengalami pergantian istilah.
Pemanfaatan Situs Purbakala Pugung Raharjo Sebagai Sumber Belajar Sejarah untuk Mahasiswa Ekwandari, Yustina Sri; Triaristina, Aprilia; Susanto, Henry
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.3690

Abstract

This study aims to examine the Pugung Raharjo Archaeological site as a source of learning history. The location of the Pugung Raharjo Archaeological site is located in the village of Batanghari, Sekampung, East Lampung Regency, Lampung Province. This research is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through literature study, observation, interviews, and documentation. The data validity technique uses source triangulation, for data analysis using interactive model analysis. The Pugung Raharjo Archaeological Site is a site protected by the Cultural Conservation Preservation Agency. As a source of learning the history of the ancient site Pugung Raharjo has historical values in the Praaksara/nirleka era with its relics, namely; Punden terraces, earth forts, stone with holes, stone axes, stone corpse complex, megalithic pools, beads, and household utensils. Classical era or Hindu-Buddhist relics, namely; Bodhisattva statues, Polynesian type statues, Humpback Inscriptions, and Ceramics. During the Islamic period, his relics were; Dalung Inscription, and Tombstone. The Pugung Raharjo Archaeological Site can be used as a source of history learning, one example is by learning history through the arrival and spread of early people in Sumatra, especially Lampung because this is the forerunner to the formation of a province of Lampung or often called the earth of Lampung. The process of utilizing the Pugung Raharjo site as a source of learning local history can be done by means, students can directly visit the object by doing/field trips. Thus the Pugung Raharjo archaeological site is very important for students, where students can participate in caring for and preserving historical relics in the vicinity.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji situs Purbakala Pugung Raharjo sebagai sumber belajar sejarah. Lokasi situs Purbakala Pugung Raharjo terletak di desa Batanghari, Sekampung Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber, untuk analisis data menggunakan analisis model interaktif. Situs Purbakala Pugung Raharjo merupakan situs yang dilindungi oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya. Sebagai sumber pembelajaran sejarah situs purbakala Pugung Raharjo memiliki nilai-nilai sejarah pada zaman Praaksara/nirleka dengan benda-benda peninggalannya yaitu; Punden berundak, Benteng tanah, Batu berlubang, Kapak Batu, Komplek Batu Mayat, kolam megalitik, manik-manik dan peralatan rumah tangga. Zaman klasik atau Hindu-Budha benda peninggalannya yaitu; arca Bodhisatwa, arca tipe Polinesia, Prasasti Bungkuk, dan Keramik. Pada Masa Islam benda peninggalannya yaitu; Prasasti Dalung, dan Batu Nisan. Situs Purbakala Pugung Raharjo dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah, salah satu contohnya adalah dengan pembelajaran sejarah melalui kedatangan dan penyebaran masyarakat awal di Sumatera khususnya Lampung, karena ini merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah provinsi Lampung atau sering dikatakan juga bumi Lampung. Proses pemanfaatan situs Pugung Raharjo sebagai sumber belajar Sejarah Lokal dapat dilakukan dengan cara, mahasiswa dapat langsung mengunjungi obyeknya yang dilakukan dengan melakukan karya wisata/fieldtrip. Dengan demikian situs purbakala Pugung Raharjo sangat penting bagi para mahasiswa, dimana para mahasiswa dapat turut serta dalam merawat dan melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di sekitarnya.
Eksistensi Pura Agung Jagatnatha dan Implementasi Nilai Kebinekaan di Kota Pekanbaru Gazaly, Akbar Irfan; Ibrahim, Bedriati; Suroyo, Suroyo
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.4102

Abstract

Pekanbaru is the capital city of Riau Province which is dominated by the Malay community, where Islam is the majority religion. The existence of the temple as a place of worship for Hindus has had its own impact on the social and religious life of the people of Pekanbaru City. This study uses qualitative research methods to observe the object of research as a whole by presenting comprehensive data descriptively. Methods of data collection are done through the process of observation and interviews. The data analysis technique was carried out through the stages of data reduction, data presentation (data display), and drawing conclusions (verification). The process of data validity using triangulation techniques. The results show that behind the construction of Pura Agung Jagatnatha there is a long history which is the most important part of the religious life of the Hindu community in Pekanbaru City. There is a development and existence of Pura Agung Jagatnatha as a house of worship that emphasizes diversity, where after the construction of Pura Agung Jagatnatha brought its own impact on the socio-religious life of the people of Pekanbaru City.Pekanbaru merupakan Ibu Kota Provinsi Riau yang didominasi oleh masyarakat Melayu, dimana Islam sebagai agama mayoritas. Keberadaan Pura sebagai rumah ibadah umat Hindu ternyata membawa dampak tersendiri bagi kehidupan sosial keagaaman masyarakat Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengamati objek penelitian secara menyeluruh dengan penyajian data yang komprehensif secara deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data (display data), dan menarik kesimpulan (verifikasi). Proses keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibalik pembangunan Pura Agung Jagatnatha terdapat sejarah panjang yang menjadi bagian terpenting bagi kehidupan keagamaan masyarakat Hindu di Kota Pekanbaru. Terdapat perkembangan dan eksistensi Pura Agung Jagatnatha sebagai salah satu rumah ibadah yang mengedepankan kebinekaan, dimana setelah dibangunnya Pura Agung Jagatnatha membawa dampak tersendiri bagi kehidupan sosial keagamaan masyarakat Kota Pekanbaru.

Page 10 of 20 | Total Record : 199