cover
Contact Name
Abdul Rasyad
Contact Email
rasyad.iis@hamzanwadi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fajar.historia@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
Jalan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid No. 132 Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kode Pos 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan
  • http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/15057
  • Website
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25495585     DOI : -
Fajar Historia (e-ISSN 2549-5585)adalah jurnal di bidang Ilmu Sejarah dan Pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Hamzanwadi. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan analisis kritis. Bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, advokasi, dan pemutakhiran gagasan dari para ilmuwan sosial khususnya sejarah dan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Menyuguhkan kekayaan wawasan dan interpretasi atas berbagai peristiwa sejarah dan pendidikan terutama di Indonesia, maupun meluas di negara lain namun dapat memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi studi sejarah dan pendidikan di Indonesia, serta dapat menambah khazanah wawasan sejarah dan pendidikan dalam konteks lokal masyarakat Lombok. Fajar Historia terbit dua kali dalam setahun yaitu, bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Genealogi Aliran-Aliran Politik dalam Islam Anang, Arif Al; Husein, Ahmad
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v4i2.2592

Abstract

Tulisan ini akan mendiskuisikan tentang banyaknya aliran pemikiran yang diwarisi generasi umat Islam. Islam akan menjadi lemah disebabkan banyaknya aliran yang melahirkan perpecahan dan menjadi dampak negatif bagi Islam sendiri. Setelahnya wafatnya Nabi para sahabat merumuskan siapa yang akan mengantikan kekhalifahan (pemimpin) dalam Islam Sehingga memakamkan Nabi tertunda selama dua hari. Terpilihlah khalifah yang pertama Abu Bakar yang kedua Umar bin Khattab, ketiga Usman bin Affan dan yang keempat Ali bin Abi Thalib. Penelitian yang ada di hadapan pembaca ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemunculan Aliran-aliran politik dalam Islam disebabkan kebijakan Ali bin Abi Thalib yang menyetujui attahkim (arbitrase) antara pasukan Ali dan Muawiyah, sehingga sebahagian pasukan Ali kecewa karena kebijakan tersebut dan menjadi perpecahan ummat Islam.
Pengaruh Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Terhadap Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs. Mu'allimat NW Pancor Mulianingsih, RR. Sri Setyawati; Zidni, Zidni
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v1i1.578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Pemecahan masalah terhadap motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPS. Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Mu'allimat NW Pancor dengan menguunakan post-test control group design, yang hanya memperhitungkan skor post test.  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Pemecahan masalah dan variabel terikatnya adalah motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPS. Instrumen berupa kuisioner motivasi berprestasi dan  prestasi belajar IPS. Sampel Penelitian berjumlah 30 sebagai kelompok eksperimen dan 30 sebagai kelompok kontrol yang diambil secara acak. Data yang diperoleh dari kuisioner dan tes tersebut selanjutnya ditabulasi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok peserta didik yang mengikuti pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Pemecahan masalah (kelompok eksperimen) dan kelompok peserta didik  yang mengikuti pelajaran IPS tanpa menggunakan konvenional (kelompok kontrol). Setelah uji asumsi analisis ini terpenuhi barulah pengujian dilakukan dengan menggunakan Uji Manova. Hasil analisis pada penelitian menunjukkan bahwa: hasil belajar kelompok peserta didik yang mengikuti pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Pemecahan masalah (kelompok eksperimen) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok peserta didik  yang mengikuti pelajaran IPS yang menggunakan konvensional atau tanpa model pembelajalaran Pemecahan masalah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajarlan Pemecahan masalah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII MTs Mu'allimat NW Pancor.
Pelabuhan, Perdagangan dan Ekonomi: Makassar dalam Kurun Niaga di Asia Tenggara Siryayasa, I Nyoman; Yasin, M. Syahrul
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v3i2.2120

Abstract

Artikel ini memfokuskan pada kegiatan perdagangan dan pelayaran orang-orang Asia Tenggara di Makassar. Makassar adalah salah satu kota pelabuhan yang jadikan sebagai pusat perdagangan maritim di kawasan timur Indonesia yang telah berkembang menjadi zona perdagangan di abad ke-14. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan antar pulau sudah mulai sejak beberapa abad sebelumnya. Artikel ini membahas tentang kegiatan perdagangan dan pelayaran yang dilakukan oleh orang-orang Asia Tenggara dalam tatanan perubahan kondisi sosial-ekonomi dalam masyarakat pelaut orang-orang Asia Tenggara di Makasssar. Penelitian ini merupakan studi sejarah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mencari referensi melalui buku dan ditelaah pustaka lainnya. Data yang didapatkan kemudian di olah sedemikian rupa dengan menggunakan metode sejarah yaitu herustik, kritik, interprestasi dan historiografi.
Mattampung Massal di Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru Rahmi, Nur
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v2i2.1422

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Fungsi dari di laksanakannya mattampung di Desa Harapan selain meneruskan kebiasaan orang tua terdahulu, mattampung juga berfungsi sebagai penanda untuk generasi-generasi berikutnya dalam menegenali anak saudara atau keluarga yang telah lebih dahulu meninggal. (2) mattampung massal dilaksanakan satu kali dalam satu tahun setiap bulan oktober.setelah adanya keputusan dari dewan adat yang didapatkan melalui proses musyawarah.mattampung massal dilaksanakan dengan mempersiapkan ayam kampong daun sirih dan buah pinang,ayam sebanyak tiga ekor akan di bacakan doa kemuadia di berikan kepada ketua adat dan dibawa ke makam orang yang telah meninggal sebagai makanan orang yang telah meninggal karena masyarakat mempercayai ketika orang yang telah meninggal belum ditampung maka masih bisa makan layaknya orang yang masih hidup. (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan mattampung dalam segi social adalah nilai gotong royong,nilai kearifan atau kebersamaan dan nilai silaturahmi. Sedangkan dalam segi ekonomi masyarakat sangat terbantu dengan adanya mattampung massal.
Sejarah Banjar Tradisional Menjadi Lembaga Sosial Masyarakat Moderen Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba 2006-2015 Hadi, Muhammad Shulhan; Sawaluddin, Muhammad
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v2i1.1290

Abstract

Banjar di Lombok merupakan tempat berkembangnya semangat dan gagasan kolektif orang-orang sasak, semangat gotong royong sangat nampak kental berjalan dalam kearifan lokal etnis sasak tersebut. Ikatan erat dan kokoh jiwa sosial dan rasa untuk saling tolong menolong dan saling membutuhkan lahir dengan alami dan berkembang secara sponta. Banjar terbentuk hambpir bersamaan dengan terbentuknya suatu gubuk di desa-desa di Lombok, ketika UU No. 5/1974 dan UU No. 5/1979 tentang pemerintahan desa diberlakukan, hampir seluruh kreatifitas kearifan lokal yang mewarnai kebhinekaan dimatikan dan terlibas oleh uniformitas/keseragaman konsep desa ala Jakarta, maka banjar di Lombok seolah-olah hilang dan tidak berfungsi lagi, kini di era keterbukaan ini banjar sebagai akar tradisional etnis sasak di Lombok yang sarat dengan spirit kebersamaan/kolektif itu muncul dan berkembang kembali, kemunculan banjar di Lombok tidak seperti dululagi. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, penelitian ini tidak menggunakan populasi tapi menggunakan narasumber/responden, dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah : Obsrvasi, Wawancara, Dokumentasi. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa Revitalisasi Banjar Tradisional Menjadi Lembaga Sosial Masyarakat Moderen Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba merupakan upaya kreatif dan sistimatis serta berkelanjutan untuk memperkuat modal sosial masyarakat yang ada di dalam banjar, agar energi sosial yang besar dan spontan yang ada di banjar bisa terkelola untuk hal-hal yang produktif. Revitalisasi banjar tradisional ini merupakan jawaban terhadap persoalan sosial kultural masyarakat yang selama ini dihadapi yaitukemiskinan.
Pemanfaatan Bangunan Cagar Budaya di Area Duizen Vierkanten Paal Kota Pontianak sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Firmansyah, Haris
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3554

Abstract

One of the historical relics is a cultural heritage building. Cultural heritage buildings located around student are necessary and important to be introduced to them so that they will be interested in studying history. In the city of Pontianak itself, there are cultural heritage buildings that student need to study as a source of historical learning, namely the cultural heritage buildings located in the Duizen Vierkanten Paal area as a Dutch historical heritage. This study aims to identify the sites of cultural heritage buildings in the Duizen Vierkanten Paal area of Pontianak City and how to use them in learning history at SMA Negeri 3 Kota Pontianak City. This research uses descriptive research with a qualitative approach. Data was collected through literature study, observation, and interviews. The interactive analysis technique of the three components of the analysis used is data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. The results of this study are 1) Duizen Vierkanten Paal is the center of the Colonial government (Eropesche Bestuur) for Westersche Afdeeling van Borneo. There are several cultural heritage buildings left by the Dutch colonial government, including: The Old Bank Indonesia Building (De Javasche Bank Office Pontianak Branch), the Old Post Office (post telegraph office), the Kwarda Pramuka Building West Kalimantan and the Pontianak 14 State Elementary School (Holland Inlandsche School).  2) For the use of cultural heritage buildings located in the Duizen Vierkanten Paal area, teachers can implement it in the form of outdoor learning-based history learning.Salah satu peninggalan sejarah adalah bangunan cagar budaya. Bangunan cagar budaya yang terdapat di sekitar siswa perlu dan penting untuk dikenalkan kepada mereka sehingga meraka akan tertarik untuk mempelajari sejarah. Di Kota Pontianak sendiri terdapat bangunan cagar budaya yang perlu dipelajari oleh siswa sebagai sumber pembelajaran sejarah yakni bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal sebagai peninggalan sejarah Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi situs bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal Kota Pontianak dan bagaimana pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah pada SMA Negeri 3 Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Teknik analisis interaktif dari tiga komponen analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1) Duizen Vierkanten Paal merupakan wilayah yang pusat pemerintahan Kolonial (Eropesche Bestuur) untuk Westersche Afdeeling van Borneo. Terdapat beberapa bangunan cagar budaya peninggalan pemerintahan Koolonial Belanda yakni antara lain: Gedung Bank Indonesia Lama (Kantor De Javasche Bank Cabang Pontianak), Kantor Post Lama (post telegraf kantoor), Gedung Kwarda Pramuka Kalimantan Barat dan Sekolah Dasar Negeri 14 Pontianak (Holland Inlandsche School). 2) Untuk pemanfaatan bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal ini guru bisa melaksanakannya dalam bentuk pembelajaran sejarah berbasis Outdoor Learning.
Nilai-Nilai Budaya Yang Terdapat Pada Benda-Benda Peninggalan Purbakala dan Upaya Pelestariannya Susanti, LR Retno
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v1i2.585

Abstract

Peninggalan purbakala bangsa Indonesia telah diketahui berkembang sejak masa Prasejarah sampai masa kini, dan merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang sangat tinggi nilainya, baik sebagai sumber sejarah maupun sebagai sumber inspirasi bagi kehidupan bangsa masa kini dan yang akan datang. Oleh karena itu pemahaman mengenai nilai-nilai budaya peninggalan purbakala sangat penting untuk dapat mengetahui sejarah kehidupan nenek moyang kita.
Persepsi Guru Sejarah Terhadap Eksistensi Museum Negeri NTB Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran Nurhajjah, Nurhajjah; Badarudin, Badarudin; Rahmawati, B Fitri
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v4i1.2254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru sejarah tentang eksistensi museum Negeri Nusa Tenggara Barat sebagai sumber dan media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriftif. Penelitian ini berfokus pada persepsi guru sejarah tentang keberadaan museum Negeri Nusa Tenggara Barat dalam pembelajaran sejarah di Madrasah Aliyah Kecamatan Aikmel. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triangulasi sumber dan metode peneliti gunakan untuk menguji keabsahan data. Analisis data dapat dilakukan dengan cara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Hasil dari penelitian ini adalah Eksistensi Museum Negeri NTB dapat memberikan manfaat sebagai sumber dan media dalam pembelajaran sejarah. Terdapat beragam manfaat yang diperoleh dalam pembelajaran sejarah ketika memanfaatkan museum sebagai sumber dan media pembelajaran yaitu: 1) siswa memiliki pengalaman yang konkrit dalam belajar sejarah, karena museum memiliki koleksi mengenai bukti-bukti dari peristiwa sejarah yang dipelajari. Hal ini dapat memberikan hasil belajar yang lebih bermakna; 2) guru memiliki referensi tambahan dalam membelajarkan sejarah, sehingga dapat melengkapi kekurangan sumber pembelajaran; 3) guru dapat menerapkan metode karya wisata sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi; 4) siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar sejarah; 5) menghilangkan rasa bosan dalam belajar sejarah.
RETRACTED NOTICE: Dinamika Konflik antara Persatuan Guru Republik Indonesia dan Partai Komunis Indonesia Prasetiyo, Angga; Farida, Farida; SBK, Aulia Novemy Dhita
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v3i1.1684

Abstract

Artikel yang ditulis oleh saudara Angga Prasetiyo, Farida Farida, Aulia Novemy Dhita SBK dengan judul "Dinamika Konflik antara Persatuan Guru Republik Indonesia dan Partai Komunis Indonesia" dihapus dari Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan pada Volume 3 Nomor 1 2019 dengan alamat https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1684 karena Editor menemukan artikel dengan judul yang sama telah terbit di ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah pada Volume 16 Nomor 1 2020 dengan tautan url https://journal.uny.ac.id/index.php/istoria/article/view/28355. Artikel dipublish dalam rentang waktu berbeda dengan isi artikel yang sama. Oleh karena itu, setelah melewati pertimbangan Tim Editor demi menjaga kualitas dan integritas akademik artikel dimaksud kami cabut. Demikian untuk diketahui dan dimaklumi. Terima kasih 
Pola Interaksi Masyarakat Bangsawan dengan Non Bangsawan di Desa Sakra Kabupaten Lombok Timur Srianti, Srianti
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v2i2.1438

Abstract

This study aims to determine the patterns of interaction, customs, language and behavior of nobles and non-nobles in Sakra village. The research method used in this study is the phenomenology method. Data collection by observation, interviews, and documentation. The data collected in this study is data about the patterns of interaction of the Sakra Village community. The results of this study indicate that in Sakra Village there are two distinct groups of social identities known as aristocrats (perwangse) and non-aristocrats (jajarkarang). As for this group of perwangse, there are those who are native nobles and immigrant nobles. These two different social groups have different identities both in language, customs, marriage system, social status and others. The perwangse group has a higher social status than jajar coral, and of course its identity is also different. But over time because several factors such as education, economics, and social status of the high nobility experienced a shift and a kind of cultural erosion. So it can be concluded that the nobility in Sakra Village was once the most influential social group, but because of several declining status factors or in short there has been a cultural shift and kinship system in the Sakra Village community.

Page 9 of 21 | Total Record : 204