cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
WATCH AND PRAY THAT YOU MAY NOT ENTER INTO TEMPTATION Mahulae, Kristinus C.
LOGOS Vol 2 No 2 (2003): Juni 2003
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.71 KB) | DOI: 10.54367/logos.v2i2.355

Abstract

Peristiwa kebangkitan Yesus dari mati sungguh menjadi peristiwa yang menggugah dan mengesankan bagi jemaat perdana. Peristiwa kebangkitan mendorong mereka untuk merenungkan kembali kehadiran dan kehidupan Yesus selama berkarya di Palestina. Kata dan tindakan Yesus mereka refleksikan dalam cahaya kebangkitan. Salah satu peristiwa yang mereka renungkan, yang berkaitan erat dengan situasi mereka, dan yang dapat memberikan jawapan atas pengalaman mereka ialah Doa Yesus di taman Getsemane (Mrk 14, 32-42). Peristiwa itu, yang dipaparkan Markus, samasekali bukanlah ciptaan dan karangan jemaat perdana. Inti dan nukleus kisah adalah peristiwa Yesus sebelum Kisah Sengsara-Nya. Inti dan nukleus itulah yang dikembangkan. Tidak benarlah pendapat yang mengatakan bahwa lukisan atas peristiwa itu adalah ciptaan jemaat perdana. Kisah, yang dipaparkan dalam Mrk 14, 32-42, merupakan bagian integral dari injil Markus. Injil Markus mengemukakan bahwa Yesus Anak Allah dengan setia melaksanakan tugas perutusan-Nya sampai akhir. Dia adalah tetap Anak Allah, walau harus mengalami penderitaan demi perwujudan Kerajaan Allah.
PARA MALAIKAT : Tinjauan Teologis – Kultural atas Peran Malaikat Sabato, Salvatore
LOGOS Vol 4 No 2 (2005): Juni 2005
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.27 KB) | DOI: 10.54367/logos.v4i2.399

Abstract

In the religious life of the Middle East and in the Christian Bible, the role of angels is very broad and important. The angels are prominent religious figures one cannot just neglect. To understand their presence, every religion, included monotheistic religions, expresses it in cults, literatures and arts in forms of painting, sculptures, music, etc. The Angels are considered as “ghosts” who abide in one layer (stratum) of skies located in the middle and become medium between “the invisible” (God) and “the visible” (Human Being). The significance and the main function of the angels are as ‘Mesenger’ to reveal or to interpret the wishes of those who delegate them and also to protect human being. Finally, the angels become raw material of “cultivation” by the human being itself, without loosing their functions and roles.
BORU NI RAJA HATOBAN "Tinjauan Filsafat Anthropologis atas Kaum Perempuan di dalam Budaya Batak Toba" Simamora, Serpulus T
LOGOS Vol 1 No 1 (2002): Januari 2002
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.341 KB) | DOI: 10.54367/logos.v1i1.211

Abstract

One of many definitions offered to explain human existence is that humanbeing is a paradoxal being. By paradoxical being one intends that the veryexistence of human being is perceived in its seemingly contradictoryexpression without being contradiction. Human being is materialspiritual,individual-social, etc. This paradoxical nature constitutes humanexistence. It affects essentially his/her personality, religion, act, culture,etc. Social status of women in Toba Batak culture is placed in suchparadoxical situation too. In one hand, they are invoked as “Boru niRaja” (the honored daughter), but on the other hand, they are treated as“hatoban” (slaves). This article seeks to show critically the place of TobaBatak women in Toba Batak culture. Our purpose, therefore, is to presentthe social status of Toba Batak women inherited culturally fromancestors. By critically we mean that we seek to present fairly the socialstatus of women in both its negative side and positive one.
PROBLEMATIKA JATUH CINTA : Sebuah Tinjuan Filosofis Gunawan, Leo Agung Srie
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.2 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i2.319

Abstract

Falling in love is the most phenomenal event in the history of human being.Discussion of falling in love is never finished talking about it. When lovers arefalling in love, they long for a perfect happiness in their heart. The onlypossibility to achieve this happiness is that the lovers live together as amanifestation of the unity of love. This union that is lived by them is expectedto take place in eternity. In the experience of falling in love, a couple of humanbeing, as if, live “across this world” in which they are tasting the divine life intotal happiness, perfect unity, and eternal life. Actually, the total happiness isexperienced as a partial happiness. This has the effect that the perfect unity isonly a dream because the unity is experienced in its imperfection. Furthermore,the eternity of love is only a romantic love in changing continuously. It is theexperience bringing falling in love with its serious problems. However, thosewho fall in love are really human beings who are still in their limitations.
CINTA DAN KEBENARAN ALLAH: CAHAYA UNTUK MENERANGI KEHIDUPAN MANUSIA Uraian Teologis atas Pandangan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Lumen Fidei, Bab II, “Jika Engkau Tidak Percaya, Maka Engkau Tidak Akan Mengerti” Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 15 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.883 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i1.332

Abstract

Dunia membutuhkan kebenaran agar bisa membangun kehidupan yang harmonis dan damai. Namun, kebenaran yang dipegang teguh oleh dunia adalah kebenaran yang subyektif, bukan kebenaran yang obyektif sebab kebenaran-kebenaran itu lahir dari pemikiran manusia. Dunia membutuhkan kebenaran yang obyektif, yaitu kebenaran yang bersumber dari Allah. Kebenaran Allah tidak sesat (tidak salah) sebab bersumber dari cinta-Nya. Cinta Allah adalah kebenaran dan kebenaran Allah adalah kebenaran cinta. Cinta Allah adalah kebenaran sebab dinyatakan dalam tindakan-Nya, yaitu setia memberikan isi cinta-Nya demi keselamatan manusia.
THE MYSTERY OF GOD IN EPH 1:3-14 (A Study of Paul’s Teaching on the Mystery) Stanislaus, Surip
LOGOS Vol 2 No 1 (2003): Januari 2003
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.283 KB) | DOI: 10.54367/logos.v2i1.349

Abstract

Bagi Paulus, misteri erat kaitannya dengan rahasia karya penyelamatan Allah yang telah memilih dan mengangkat manusia menjadi putera-puteri-Nya. Rahasia kehendak Allah itu telah dinyatakan oleh dan dalam Kristus Yesus dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Ef 1:3-14 melukiskan bahwa dalam Kristus, Allah telah memilih manusia sebelum dunia dijadikan; oleh Kristus, Allah telah mengangkat manusia menjadi anak-anak-Nya; sebab di dalam Kristus dan oleh darah-Nya, manusia beroleh penebusan, yakni pengampunan dosa. Semua itu terjadi sesuai dengan rencana yang dari semula telah ditetapkan Allah di dalam Kristus Yesus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam-Nya segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi. Di dalam Kristus Yesus itu pula kita yang percaya kepada-Nya dimeteraikan dengan Roh Kudus yang menjamin kita akan memperoleh penebusan dan menjadikan kita milik Allah.
USAHA MENGGAPAI KESALEHAN DALAM ISLAM Yuwono, Yohanes H.
LOGOS Vol 3 No 1 (2004): Januari 2004
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.397 KB) | DOI: 10.54367/logos.v3i1.394

Abstract

An effort to gain holiness is a spiritual activity. In Islam, this spiritual activity cannot be done out of exoteries deeds, that is why it looks real and visible, especially in our country where Muslims are majority; this activity is performed by most of our countrymen and countrywomen, so it attracts the mass media to report. The direct consequent is that the faithful of other religions, especially the Christians feel themselves as outsiders. As they watch their Muslim brothers and sisters doing their devotion, they (at least in their hearts) criticize, judge and make comparison with their religious pieties. To know the deep meaning of islamic pieties first of all we have to understand the spirituality of Islam so that we can avoid unfair and subjective comparison. This study is intended to widen our horizon of mind and as we learn from our Muslim brothers and sisters let us practice our piety intensively as they do.
SCIENCE AS PERSONAL ART Michael Polanyi on the Role of Scientist’s Personal Involvement in Scientific Knowledge Tinambunan, Laurentius
LOGOS Vol 8 No 1 (2011): Januari 2011
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.413 KB) | DOI: 10.54367/logos.v8i1.267

Abstract

Sebagai pengetahuan yang mengandalkan data yang dapat dibuktikan dan prosedur ilmiah yang baku, pengetahuan ilmiah dianggap sebagai pengetahuan yang paling dapat dipercaya dan meyakinkan. Keilmiahan disamakan dengan bebas dari segala faktor subjek, karena keterlibatan subjek dianggap menodai kemurnian pengetahuan. Ilmuwan dalam pengertian yang demikian disamakan dengan mesin pencari kebenaran yang tidak memiliki kebebasan dan kreativitas. Pandangan ini, menurut Mikael Polanyi, tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Proses yang ditempuh oleh seorang ilmuwan dalam mengusahakan suatu penemuan, misalnya, tidak terlepas dari faktorfaktor personal yang tidak seluruhnya bisa dijelaskan dan ditetapkan secara baku. Berangkat dari pengalaman Michael Polanyi sebagai ahli dalam bidang fisika dan kimia, refleksinya mengenai bagaimana sesungguhnya ilmuwan bekerja menjadi lebih otentik dan aktual.
HISTORIA ECCLESIASTICA THEODORETUS DARI CYRRUS Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 9 No 1 (2012): Januari 2012
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.322 KB) | DOI: 10.54367/logos.v9i1.324

Abstract

Tujuan penulisan sebuah karya historis, termasuk Sejarah Gereja, tak bisadilepaskan dari penulisnya. Harapan, kegelisahan dan perjuangan penulis menjadi unsur yang turut menentukan pemilihan dokumen dan alur sejarah yang ia kemukakan. Theodoretus, uskup Cyrrus, hidup dalam periode kala sejumlah guncangan tengah menimpa baik Gereja maupun Kekaisaran Romawi. Sebagai pembela setia iman ortodoks, Theodoretus berhadapan dengan sejumlah aliran heritik dan kekafiran yang mengancam kedamaian dalam Gereja. Untuk itu, Theodoretus sangat menekankan pentingnya koalisi antara pemimpin Gereja dengan kaisar penganut ajaran iman ortodoks. Kerja sama itulah yang melahirkan damai baik dalam Gereja maupun Kekaisaran. Serangan terhadap kekafirkan, khususnya aliran heretik, dan penekanan peranan para rahib menjadi unsur dominan dalam Sejarah Gereja yang ditulis oleh Theodoretus. Untuk mencapai maksudnya, Thedoretus tak sungkansungkan memodifikasi alur sejarah.
INTRODUKSI TEOLOGI (Bagian Pertama) Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 11 No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.758 KB) | DOI: 10.54367/logos.v11i1.344

Abstract

Teologi adalah ilmu tentang Allah. Sebagai sebuah displin ilmu, teologimemiliki sumber yang otentik, daya kritik, metode dan sistem yang padu. perangkatperangkat ini sangat dibutuhkan agar inti kebenaran iman kepada Wahyu Allah dalam diri Yesus Kristus bisa dijelaskan dan dipertanggungjawabkan dengan akal manusia.

Page 7 of 23 | Total Record : 230