cover
Contact Name
Maya Puspita Dewi
Contact Email
maya.pd@stiami.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muniraaa.ms@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani
ISSN : 2355309X     EISSN : 26228696     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Reformasi Administrasi adalah Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani untuk mempublikasikan Disiplin Administrasi meliputi peminatan Ilmu Administrasi Publik atau Negara dan Administrasi Perpajakan dalam skala lokal, nasional, dan regional. Kegiatannya adalah untuk mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat untuk mencari solusi. Pelaksanaan kegiatan penelitian diatur ke dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap tahun, publikasi dilakukan dalam dua periode Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Koordinasi Antar Instansi dalam Meningkatkan Waktu Tanggap Operasi Pencarian dan Pertolongan Saat Bencana pada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Iwan Rosyadi
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi awal koordinasi antar instansi dalam berbagi informasi, khususnya mengenai data bencana, distribusi bantuan, dan kondisi di lapangan, kadang tidak optimal. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam distribusi bantuan dan respons yang tidak tepat sasaran, serta informasi yang tidak selalu akurat. Selain itu, setiap instansi sering kali memiliki SOP yang berbeda, dan ini memperlambat proses pengambilan keputusan ketika bencana terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengevaluasi bagaimana Koordinasi Antar Instansi dalam Meningkatkan Waktu Tanggap Operasi Pencarian dan Pertolongan Saat Bencana Pada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi dengan jumlah informan sebanyak 6 (Enam) orang. Hasil penelitian menunjukkan Koordinasi di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam meningkatkan waktu tanggap saat bencana masih perlu ditingkatkan. Pelaksanaan koordinasi antar instansi di Basarnas melibatkan penyusunan SOP bersama, penggunaan sistem komunikasi canggih, dan pemantauan real-time. Langkah ini memastikan peran setiap tim jelas dan koordinasi berjalan lancar, mempercepat waktu tanggap saat bencana dan meningkatkan efisiensi operasi Pencarian dan Pertolongan di lapangan. Kendala utama yang ditemukan dalam koordinasi adalah perbedaan prosedur antar instansi, masalah komunikasi akibat gangguan akses, dan keterbatasan sumber daya. Kendala ini sering memperlambat respons awal dan mempengaruhi efisiensi distribusi bantuan serta pengorganisasian tim SAR di lapangan, yang berdampak pada waktu tanggap. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam koordinasi antar instansi untuk meningkatkan waktu tanggap saat bencana yaitu penguatan infrastruktur komunikasi, dan peningkatan keterampilan melalui latihan gabungan. Selain itu, pemantauan real-time dan peningkatan jumlah personel juga memastikan distribusi sumber daya tepat sasaran dan respons lebih cepat saat bencana terjadi.
Analisis Kinerja Petugas Penanganan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jeffry Listiyadi; Bambang Irawan
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by a phenomenon in The Regional Disaster Management Agency of The Special Capital Region of Jakarta Province that the level of knowledge of officers regarding disasters is still minimal. This research was conducted with the aim of analyzing and evaluating the performance of disaster management officers at The Regional Disaster Management Agency of The Special Capital Region of Jakarta Province in terms of work quality, quantity, timeliness, effectiveness, independence, and work commitment. The research method used is a descriptive qualitative. The results of this study indicate that the performance in terms of work quality, quantity, effectiveness, independence and work commitment has been carried out in accordance with the procedures and performance targets that have been set. However, the aspect of timeliness still needs to be improved. In addition, researcher identified several factors that hinder the performance and the efforts that have been made.
Pengaruh Flexible Working Arrangement, Motivasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan Shohibul Umam; Indira Santi Kertabudi
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of analyzing and evaluating the influence of flexible working arrangements (FWA), motivation, and work environment on job satisfaction and its impact on employee performance at the Directorate General of Treasury. The research method used is quantitative, using questionnaires as a tool for data collection. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4.0. The sample for this research consisted of 192 respondents. The results of the research indicate that FWA significantly influences job satisfaction with a t-statistic of 4.386 > 1.96. Motivation significantly influences job satisfaction with a t-statistic of 4.071 > 1.96. The work environment significantly influences job satisfaction with a t-statistic of 4.549> 1.96. FWA significantly influences employee performance with a t-statistic of 4.056 > 1.96. Motivation significantly influences employee performance with a t-statistic of 2.673 > 1.96. The work environment significantly influences employee performance with a t-statistic of 3.670 > 1.96. Job satisfaction significantly influences employee performance with a t-statistic of 3.900 > 1.96. Indirectly, FWA significantly influences employee performance through job satisfaction with a t-statistic of 2.913 > 1.96. Motivation significantly influences employee performance through job satisfaction with a t-statistic of 2.740 > 1.96. The work environment significantly influences employee performance through job satisfaction with a t-statistic of 2.958 > 1.96.
Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai di SMA Negeri 51 Jakarta Retta Imelda Sirait; Dwi Agustina
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan dilapangan diketahui bahwa masih terdapat pagawai yang belum mampu memenuhi target pekerjaan yang sudah ditentukan oleh organisasi, hasil pekerjaan yang diselesaikan oleh pegawai masih ada yang belum sesuai dengan standar kerja yang telah ditetapkan, pegawai mengakui bahwa mereka dalam menyelesaikan tugas masih menunda-nunda dan masih terdapat pegawai yang tidak hadir tanpa alasan maupun pegawai yang masih keluar kantor pada jam kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi besarnya pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompetensi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai SMA Negeri 51 Jakarta. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Pegawai Guru SMA Negeri 51 Jakarta sejumlah 47 orang pegawai. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program statistik SPSS ver. 25.0, terbukti variabel kepemimpinan (X1), lingkungan kerja (X2) dan kompetensi (X3) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hasil uji yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 62,095, sedangkan besarnya Ftabel dengan derajat bebas (df) 3 dan 43 pada  (0,05) sebesar 2,82. Dengan demikian nilai Fhitung (62,095) > F tabel (2,82). Ini berarti H0 ditolak dan konsekuensinya H1 diterima, maka kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompetensi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai SMA Negeri 51 Jakarta dan persentase pengaruh variabel kepemimpinan, lingkungan kerja dan kompetensi secara simultan terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 85,0% dan sisanya sebesar 15,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
Pengaruh Integritas, Disiplin Kerja dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Timur Kusharyani Esti Andadari; Hasan Rachmany
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja pegawai merupakan bagian yang terpenting dalam perkembangan dan kelangsungan hidup organisasi. Suatu organisasi akan tetap bertahan dan terus berkembang apabila yang menjadi tujuan organisasi tersebut tercapai. Maka daripada itu, suatu organisasi tentunya tidak akan tercapai tujuannya jika kinerja pegawainya sangat buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi besarnya pengaruh integritas, disiplin kerja dan kompetensi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Timur. Populasi dalam penelitian ini pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Timur yang berjumlah 119 orang, dengan menggunakan rumus slovin margin of error sebesar 10% maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 55 orang pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Timur dengan teknik pengambilan random sampling. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program statistik SPSS ver. 25.0, terbukti variabel integritas (X1), disiplin kerja (X2) dan kompetensi (X3) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y). Hasil uji yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 3,308, sedangkan besarnya Ftabel dengan derajat bebas (df) 3 dan 51 pada (0,05) sebesar 2,78. Dengan demikian nilai Fhitung (3,308) > F tabel (2,78). Ini berarti H0 ditolak dan konsekuensinya H1 diterima, maka integritas, disiplin kerja dan kompetensi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Timur dan persentase pengaruh variabel integritas, disiplin kerja dan kompetensi terhadap kinerja adalah sebesar 76,9% dan sisanya sebesar 23,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
Pengaruh Beban Kerja, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum di Kelurahan Cempaka Putih Dwi Astuti Handayani; Saifullah
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The management of public infrastructure and facilities (PPSU) in Cempaka Putih Timur Urban Village plays a crucial role in maintaining cleanliness, order, and the upkeep of public facilities. However, various challenges affecting PPSU officers’ performance persist, including high workload, low work motivation, and an unsupportive work environment. This research aims to analyze and evaluate the influence of workload, work motivation, and work environment on the performance of PPSU officers in Cempaka Putih Timur Urban Village. This research employs a quantitative approach through a survey involving all 75 PPSU members in Cempaka Putih Timur Urban Village. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The findings indicate that workload, work motivation, and work environment each have a positive and significant influence on performance. Simultaneously, these three independent variables contribute positively and significantly to PPSU performance, as reflected in the calculated F-value of 61.135, which exceeds the F-table value of 2.734, with a significance level of 0.000, lower than the α probability of 0.05. Additionally, the coefficient of determination (R²) is 0.709, indicating that workload, work motivation, and work environment collectively explain 70.9% of the variance in performance, while the remaining 29.1% is influenced by other factors. This research suggests the need for better workload management, enhanced work motivation programs, and an optimized work environment to improve PPSU performance.
Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Disiplin Kerja Terhadap Loyalitas Pegawai Di Suku Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Timur Bumy Hidayat; Mohammad Mulyadi
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employee loyalty is highly demanded in an institution, as higher employee loyalty leads to better performance, whereas low loyalty results in poor performance within the institution. This study aims to analyze and evaluate the extent to which Work Motivation, Work Environment, and Work Discipline influence Employee Loyalty at the Population and Civil Registration Sub-Department of East Jakarta. This research employs a quantitative approach with a population consisting of all 58 employees at the sub-department. The sampling technique used is a census sampling method, where 100% of the population is taken as the sample. Data collection was conducted through questionnaire distribution and analyzed using statistical analysis techniques. The findings reveal that Motivation influences Employee Loyalty by 59.7%, Work Environment by 32.1%, and Work Discipline by 69%. The combined influence of Work Motivation, Work Environment, and Work Discipline on Employee Loyalty is 77%. Based on these findings, it is recommended that the East Jakarta Population and Civil Registration Sub-Department enhance work motivation through a performance-based incentive system, strengthen employee relationships through teamwork initiatives and open communication, improve work discipline through policy socialization and supervision, and uphold the code of ethics through consistent enforcement and professional ethics training to reinforce employee loyalty.
Pengaruh Penerapan Standar Operasional Prosedur, Fasilitas Dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Di Suku Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Timur Selvianti Yusnitasari; Panji Hendrarso; Joko S Dwi Harjo
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research identified issues of delays in service delivery caused by convoluted procedures, long waiting times, and prolonged document processing. The purpose of this study is to analyze and evaluate the extent of the influence of the implementation of SOPs, facilities, and employee competence on service quality at the Population and Civil Registration Sub-Department of East Jakarta Administrative City. This research uses a quantitative approach with the population consisting of the entire community in the Population and Civil Registration Sub-Department of East Jakarta Administrative City. Based on Cochran's formula, the required sample size was rounded to 100 respondents. Data was collected through the distribution of questionnaires and analyzed using SPSS software with statistical analysis techniques. Based on the research findings, the implementation of SOPs influences service quality, facilities influence service quality, and employee competence influences service quality. The combined effect of SOP implementation, facilities, and competence on the service quality at the Population and Civil Registration Sub-Department of East Jakarta Administrative City. Based on the research findings, it is recommended that Sudin Dukcapil East Jakarta improve accountability training, update work facilities, develop employee training programs, conduct soft skills training, and provide rewards to employees to improve service quality and interactions with the public.
Analisis Efektivitas E-Office guna Mewujudkan Efisiensi Kinerja Pegawai (Studi Kasus pada Pengelolaan Surat Perintah Tugas, Surat Masuk, Surat Keluar) di Kantor Balai Kesehatan Kerja Pelayaran Ade Suryani; Sri Sundari
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current digital era, the implementation of technology has become one of the strategic steps that can be taken to improve government administration, by utilizing information technology to enhance performance effectiveness and efficiency. The purpose of this research is to assess the effectiveness of the use of E-Office at the Maritime Health Center Office (BKKP), with a focus on the management of assignment letters, incoming letters, and outgoing letters. This research uses a qualitative method with a case study approach, where data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was performed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the implementation of E-Office at BKKP has had a positive impact by accelerating administrative processes, reducing manual tasks, and improving transparency and data accuracy. Based on Peter Drucker’s theories of efficiency and effectiveness, the research found that E-Office has helped improve efficiency by accelerating document processing and reducing resource usage, but its effectiveness in supporting the achievement of organizational goals is still not optimal. Therefore, there is a need for strategies to strengthen the system, enhance employee training, and simplify bureaucratic procedures, therefore E-Office can be more effective in improving employee performance and supporting the digital transformation at BKKP.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Integritas, dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara terhadap Efektivitas Sistem Pengaduan Masyarakat Menggunakan Metode KPK Whistleblower Doharni Vinnike Nainggolan; Yulianto
Reformasi Administrasi Vol. 13 No. 1: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, integritas, dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap efektivitas sistem pengaduan masyarakat menggunakan metode KPK Whistleblower. Sistem pengaduan yang efektif merupakan indikator penting dalam tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap responden yang terlibat dalam proses pengaduan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengukur kontribusi masing-masing variabel. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kualitas pelayanan (X1) memberikan pengaruh sebesar 70,9% terhadap efektivitas sistem pengaduan, menunjukkan bahwa responsivitas, kemudahan akses, dan kejelasan prosedur pelayanan sangat menentukan keberhasilan pengaduan. Integritas (X2) berkontribusi sebesar 61,9%, menegaskan bahwa kejujuran dan konsistensi ASN dalam menangani pengaduan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat. Sementara itu, kompetensi (X3) memberikan dampak sebesar 60,0%, mengindikasikan bahwa kemampuan teknis dan pemahaman prosedur Whistleblower KPK turut meningkatkan efektivitas sistem. Secara simultan, ketiga variabel (X1, X2, X3) menjelaskan 76,0% varians efektivitas pengaduan, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model.Temuan ini memperkuat teori bahwa kinerja birokrasi yang baik melalui pelayanan berkualitas, integritas tinggi, dan kompetensi memadai dapat meningkatkan akuntabilitas pengaduan. Implikasi praktisnya, pemerintah perlu memperkuat pelatihan ASN, menerapkan sistem reward and punishment, dan meningkatkan pengawasan internal untuk memaksimalkan efektivitas sistem Whistleblower. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemangku kebijakan untuk mengoptimalkan tiga aspek tersebut guna mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif.