cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
yosnofendri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yosnofendri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
ISSN : 2502843X     EISSN : 24069671     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal yang berhubungan dengan Teknik Mesin khususnya bidang ilmu : 1. Konversi Energi 2. Proses Manufaktur 3. Perencangan 4. Material Engineering
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
Analisis Proses pengubahan tebal pada kaca Ln 3 mm ke Ln 2 mm di PT. Asahimas Flat Glass Tbk. Erlangga, Guruh; Suhendra, Bobie; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7077

Abstract

Proses pengubahan tebal kaca yangdilakukan di PT. Asahimas Flat Glass Tbk,dilakukan dengan melakukan beberapadetail tahapan. Yaitu dengan mengaturribbon glass speed, mengatur speed a-roll,dan juga sudut a-roll. Oleh karena ituberikut beberapa detail step yangdilakukan untuk mengubah tebal pada kacaLN 3mm ke LN 2mm.Lakukan beberapa variable adjust, inidilakukan untuk menghindari mengecilnyanip length sesaat setelah a-roll speed turun.Point penting yang harus diperhatikan:- Turunkan a-roll speed dari upstream kedownstream, turunnya a-roll speeddengan bukaan sudut secara bersamaan- Buka a-roll sudut dari upstream kedownstream bertahap hingga targettercapai, 1 derajat sudut a-rollsebanding dengan gross ± 0.75- Nip on a-roll tambahan dari upstreamke downstream, posisi barrel sedikitberada di dalam a-roll pattern upstreamnya- Naikan lehr speed secara bertahaphingga target yang diinginkan, besarnyakenaikan lehr speed tergantungcepatnya pelebaran gross. Berikutformula lehr speedL/Speed = PULL/ (Tebal x Lebar x 2.49x 25.4 x 24)
Pengaruh Variasi Bahan Bakar dengan Perubahan Sudut Waktu Pembakaran (Ignation Timing) terhadap performa Mesin Sepeda Motor Vario 125 cc Fahrezi, Muhamnad Widdy; Setiawan, Reza; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7002

Abstract

Hasil pengujian performa mesin denganmenggunakan dynotest diperlihatkan padagambar berikutGambar 4. 1 Grafik Performa menggunakan ECU SandarDari grafik performa mesin pada gambardiatas menunjukan bahwa pengujianmenggunakan variasi bahan bakarmenggunakan ECU standar bawaan motoradalah sebagai berikut :● Waktu pengapian standarmenggunakan ECU bawaan motordengan bahan bakar pertalitemendapatkan daya tertinggi sebesar8,9 HP dan torsi tertinggi sebesar24,79Nm● Waktu pengapian standarmenggunakan ECU bawaan motordengan bahan bakar pertamaxmendapatkan daya tertinggi sebesar9,3 HP dan torsi tertinggi sebesar27,86NmGambar 4. 2 Grafik Performa menggunakan ECU Juken5Dari grafik performa mesin pada gambardiatas menunjukan bahwa pengujianmenggunakan variasi bahan bakarmenggunakan ECU Juken 5 dengan variasiignition timing sebesar 13° adalah sebagaiberikut :● Waktu pengapian 13°menggunakan ECU Juken 5dengan bahan bakar pertalitemendapatkan daya tertinggi sebesar11,2 HP dan torsi tertinggi sebesar30,82Nm● Waktu pengapian 13°menggunakan ECU Juken 5dengan bahan bakar pertamaxmendapatkan daya tertinggi sebesar11,3 HP dan torsi tertinggi sebesar30,95Nm
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTAR SPINDLE DAN KECEPATAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA S45C PADA PROSES BUBUT CNC Heriyanto, Rivanda Adi; Hanifi, Rizal; ., Aripin
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7108

Abstract

AbstrakDalam proses bubut CNC, tingkat kekasaran permukaan adalah hal yang sangat penting. Hal dikarenakan semakin rendah tingkat kekasaran permukaan yang diperoleh, maka kualitas produk yang dihasilkan akan semakin tinggi. Pada proses bubut CNC terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan benda kerja yaitu kecepatan putar spindle dan kecepatan pemakanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu pengaruh kecepatan putar spindle yaitu 1500 rpm, 1700 rpm, 1900 rpm dan feeding 0,1 mm/rev, 0,2 mm/rev, 0,3 mm/rev terhadap hasil kekasaran permukaan Baja S45C. Dari hasil penelitian ini diketahui rata-rata kekasaran permukaan terendah terdapat pada kecepatan putar spindle 1900 rpm dengan feeding 0,1 mm/rev menghasilkan nilai kekasaran permukaan Ra 1.359 μm. Dan rata-rata kekasaran permukaan tertinggi terdapat pada kecepatan putar spindle 1500 rpm dengan feeding 0,3 mm/rev menghasilkan nilai kekasaran permukaan Ra 4.663 μm. Dapat disimpulkan bahwa kecepatan putar spindle dan kecepatan pemakanan sangat berperngaruh terhadap hasil kekasaran permukaan. Semakin cepat putaran spindle dan semakin rendah feeding akan menghasikan kekasaran permukaan yang rendah.Kata kunci: Kecepatan Putar Spindle, Kecepatan Pemakanan, Baja S45C, Kekasaran Permukaan.AbstractIn the CNC lathe process, the level of surface roughness is very important. This is because the lower the level of surface roughness obtained, the higher the quality of the product produced. In the CNC lathe process there are several factors that can affect the level of workpiece surface roughness, namely the spindle rotation speed and feed speed. The purpose of this study was to find out the effect of the spindle rotational speed of 1500 rpm, 1700 rpm, 1900 rpm and feeding 0.1 mm/rev, 0.2 mm/rev, 0.3 mm/rev on the surface roughness results of S45C Steel. From the results of this study it was found that the lowest average surface roughness was found at the spindle rotational speed of 1900 rpm with a feeding of 0.1 mm/rev resulting in a surface roughness value of Ra 1,359 μm. And the highest average surface roughness is found at the spindle rotational speed of 1500 rpm with feeding 0.3 mm/rev resulting in a surface roughness value of Ra 4,663 μm. It can be concluded that the spindle rotation speed and feed speed greatly affect the results of surface roughness. The faster the spindle rotation and the lower the feeding, the lower the surface roughness will be.Keywords: Spindle Speed, Infeed Speed, S45C Steel, Surface Roughness
Analisis Cacat Kake pada Produk Cylinder Blok hasil Die Casting di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Farandy, Muhammad Raihan; ., Marno; Suhendra, Bobie
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7051

Abstract

Berdasarkan pengolahan data dan analisisyang telah dilakukan di PT. Toyota MotorManufacturing Indonesia, dapat diambilkesimpulan sebagai berikut:1. Jenis-jenis defect yang terjadi padaproses die casting pada PT. TMMINadalah diantaranya sebagai berikut, kajiri,ibutsu, yumawari, yujiwa, crack, pinpatah, kake dan lain-lain.2. Penulis menyimpulkan bahwadefect yang terjadi pada produkdisebabkan salah satunya adalah karenaadanya aluminium yang masih menempelpada area cavity yang berada di area die,hal ini dapat menyebabkan terjadinyadefect kake. Cara mengatasi cacat kake adalahdengan melakukan pembersihan secararutin pada area cavity dan die sesuaidengan SOP yang berlaku. Cara mencegah cacat kake adalahdengan melakukan preventive action padamesin Die Casting, supaya mesin tersebutdalam kondisi maksimal dan tidakmenimbulkan cacat kake ataupun cacatproduk lainnya.
Proses Pembuatan Roda Gigi Miring pada Mesin Kertas Alfiansyah, Kevin; Setiawan, Reza; Suhendra, Bobie
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6984

Abstract

Proses Pembuatan roda gigi miring ini, melewati beberapan proses permesinan diantaranya yaitu mesin bubut, mesin hobbing, dan hardening. Perhitungan ukuran utama roda gigi miring ukuran-ukuran utama dalam gambar teknik atau perhitungan pada pembuatan roda gigi miring meliputi diameter pitch, diameter luar, dan lain-lain.Setelah dilakukan pembuatan dengan ukuran diameter awal 56,8 mm x 51,1 mm pada roda gigi maka di dapat ukuran hasil akhir diameter roda gigi dengan jumlah gigi 21 dan kedalaman pemotongan gigi 11,8 mm.
PERENCANAAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA KAPAL PENYELAMAT Sumardiyanto, Didit; Susilowati, Sri Endah
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i1.7696

Abstract

Pada setiap kapal selalu dilengkapi dengan alat proteksi untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama untuk kapal besar. Tujuannya adalah untuk mengatasi jika terjadi kebakaran kecil di ruang kapal sebelum menjadi kebakaran besar. Akan tetapi kalau api sudah terlampau besar, maka system pemadam kebakaran internal di kapal tidak mampu lagi mengatasinya. Untuk itu diperlukan pemadam kebakaran dari luar kapal. Untuk itu diperlukan adanya kapal pemadam kebakaran untuk memadamkan api pada kapal yang terbakar.Untuk menghasilkan sebuah kapal pemadam, maka diperlukan beberapa data atau batasan kinerja sistem pemadam kebakaran sehingga dapat dihasilkan spesifikasi dari kemampuan kapal pemadam dalam menyemprotkan air ke kapal yang terbakar. Dari hasil perencanaan diperoleh bahwa untuk mendapatkan jangkauan penyemprotan sejauh 150m dengan kapasitas semburan sebesar 120m3/h, pompa harus memiliki minimal Total head 101.05m. Daya yang dibutuhkan untuk penggerak pompa adalah sebesar 474.5kW 
RELEVANSI PENGGUNAAN BILANGAN FROUDE TERHADAP BILANGAN REYNOLDS DALAM SIMULASI LAMBUNG KAPAL Irwanto, Rachmad; Salman, Nidya Jullanar
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i2.8255

Abstract

Tulisan ini menjelaskan peran krusial bilangan Froude dalam simulasi lambung kapal, khususnya dalam memprediksi hambatan akibat pembentukan gelombang, yang mendominasi pada kapal displacement dalam kecepatan operasional. Dengan menggunakan kerangka teoretis serta simulasi iteratif menggunakan Matlab yang mencakup panjang kapal dari 50 m hingga 150 m dan bilangan Froude dari 0.1 hingga 0.4, telah ditunjukkan bahwa penskalaan berbasis bilangan Froude memastikan prediksi hambatan gelombang yang akurat dalam uji model. Sebaliknya, penskalaan berbasis bilangan Reynolds, yang menuntut kesetaraan bilangan Reynolds, menghasilkan kecepatan model yang tidak realistis serta pola gelombang yang terdistorsi, sehingga memunculkan estimasi hambatan yang keliru. Hasil simulasi dalam tulisan ini didukung oleh literatur terbaru, yang menegaskan peran esensial bilangan Froude dalam arsitektur kapal modern. Studi ini bertujuan untuk memberikan kejelasan mengenai penerapan angka tak berdimensi dalam desain kapal, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi prediksi performa kapal bagi para arsitek kapal dan mahasiswa yang mempelajari bidang ini.
PERANCANGAN ALAT PENGEREMAN CAKRAM PADA KENDARAAN BERMOTOR Sinaga, Muktar; Suparta, Iputu
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i2.8246

Abstract

Sistem pengereman atau braking system Dirancang untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan, perangkat ini sangat penting sebagai fitur keselamatan yang memastikan kendaraan beroperasi dengan aman. Sistem rem ini memerlukan master silinder untuk mentransfer tekanan selama proses pengereman. Dalam tahap perancangan, pemilihan desain konsep sangat penting dengan mempertimbangkan jumlah komponennya seminimal mungkin tanpa mengorbankan fungsi utamanya. Komponen utama dari perangkat ini meliputi motor listrik, kaliper, piringan cakram, master rem, dan bearing.. Dalam penyelesaian pembuatan alat uji sistem rem yaitu dengan menentukan gaya pengereman,setelah itu dilakukan perhitungan untuk menentukandaya motor yang akan di beli sebagai penggerak roda. Berdasarkan hasil perhitungan pada gaya pengereman sebesar 50 N dengan tekanan oli 2,45 N/mm2 diperoleh gaya pengereman sebesar 2564,3 N. 
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH ECENG GONDOK BASAH DENGAN KAPASITAS 50 KG/JAM SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK Listiyanto, Alif Bagus; ., Oleh; Santoso, Deri Teguh
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7111

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan atas latar belakang masalah limbah di kali malang yang terganggu kelestariannya dengan berkembangnya pertumbuhan massal gulma air. Terutama limbah dari jenis eceng gondok (Eichornia crassipes). Dampak dari pertumbuhan gulma air ini adalah meningkatkan evapotranspirasi, sedangkan gulma yang mati dapat menimbulkan terjadinya pulau-pulau terapung, namun keberadaan sarana diatas tidak terawat sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat suatu mesin pencacah yang nantinya dapat mengolah eceng gondok untuk menghasilkan potongan eceng gondok dengan ukuran yang diinginkan. Pencacah ini digerakkan oleh motor penggerak listrik dengan yang mana memiliki sistem kerja sebagai berikut, motor penggerak memutar poros utama, kemudian pisau pencacah dimana terdapat 2 pisau pencacah ikut bergerak dengan poros. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah mesin pencacah eceng gondok yang mampu mencacah eceng gondok menjadi kecil dengan kapasitas 50 Kg/ Jam.Kata kunci: Mesin Pencacah, eceng gondok, pupuk organicAbstractThis research was conducted against the background of the problem of waste in Malang River whose sustainability has been disturbed by the mass growth of water weeds. Especially the water hyacinth waste. The impact of the growth of these water weeds is to increase evapotranspiration, while dead weeds can cause floating islands, but the existence of the above facilities is not properly maintained. The purpose of this research is to make a chopping machine that can process water hyacinth to produce pieces of water hyacinth with desired size. This counter is driven by an electric motor which has the following working system, the drive motor rotates the main shaft, then the chopper blade which has 2 chopper blades moves with the shaft. The result of this reseaech is a water hyacinth chopping machine that is capable of chopping water hyacinth into small pieces with a capacity of 50 Kg/ hour.Keywords: Chopping Machine, water hyacinth, organic fertilizer.Available online at JKTM Website :http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/jktm/indexJURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol. 8 No. 1Jurnal ArtikelArtkel Info - : Received : ; Revised : ; Accepted:1. PENDAHULUANEichhornia crassipes ((Mart.) Solm.) atau yang
DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PEMARUT KELAPA SKALA BESAR KAPASITAS 30 KG/JAM Saidah, Andi; Zamali, Fikri
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i2.8247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengevaluasi mesin untuk memarut kelapa elektrik menggunakan arus bolak-balik (AC). Pisau parut dengan diameter 60 mm dan kecepatan 700 rpm dipasang pada mesin ini. Tegangan geser (σ) sebesar 52 kg/mm dikaitkan dengan baja karbon S35C yang digunakan sebagai bahan poros. Diperlukan waktu 39 detik untuk memarut kelapa dengan massa rata-rata 0,40 kg dan ketebalan 14 mm, menurut data pengujian. Kapasitas seperti ini menunjukkan bahwa mesin parutan kelapa yang dikembangkan dapat menangani beban kerja operasi skala industri dengan mudah. Penelitian ini juga mencakup sejumlah saran tentang bagaimana mesin parutan kelapa dapat ditingkatkan agar lebih tahan lama dan bekerja lebih baik. Ketahanan aus pada bilah dapat ditingkatkan dengan meningkatkan materialnya menjadi material yang lebih keras, seperti baja tahan karat.