cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
yosnofendri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yosnofendri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
ISSN : 2502843X     EISSN : 24069671     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal yang berhubungan dengan Teknik Mesin khususnya bidang ilmu : 1. Konversi Energi 2. Proses Manufaktur 3. Perencangan 4. Material Engineering
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
PEMILIHAN MATERIAL TANGKI UNTUK BAHAN BAKAR MARINE FUEL OIL(MFO) Rachman, Abdul; Kasiono, Roy; Nurdin, Muhammad; Suparman, Suparman
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i2.8243

Abstract

Bejana bertekanan dalam hal ini adalah tangki MFO, didesain untuk menahan gas atau liquid pada tekanan yang jauh berbeda dengan tekanan normal. Berbagai bentuk tangki yang selama ini digunakan sebagai bejana bertekanan antara lain spheres, cylinders dan cones. Namun, karena sulitnya manufaktur membentuk lingkaran atau sphere, maka desain dengan bentuk silinder lebih banyak digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi lapangan dan software untuk mengetahui kekuatan material bahan tangki MFO yang aman, Dari hasil perhitungan bahwa tegangan-tegangan yang terjadi yaitu tegangan longitudinal dan tegangan keliling, yang terbesar terjadi pada tegangan keliling dengan menggunakan las tumpang yaitu sebesar 4,832 MPa untuk material AISI 304 L, dan tegangan termal akibat beda suhu besarnya adalah 4,486 MPa pada suhu 100oC, tetapi masih lebih kecil dari tegangan yang izin bahan. Semakin besar suhu yang terjadi semakin besar tegangan termal yang terjadi tetapi masih lebih kecil dari tegangan izin bahan. Dan semakin tebal dinding tangki (5 mm menjadi 6 mm), maka semakin kecil tegangan yang terjadi (8,528 MPa menjadi 7,106 MPa, tetapi masih kecil dari tegangan izin bahan (56,819 MPa).
ANALISIS PERHITUNGAN HEAT LOSS ALIRAN PIPA 471 FN03 PADA KELUARAN PREHEATER MENUJU COAL MILL PT SEMEN GRESIK PABRIK REMBANG Akbari, Nuzulul Ardan; Hasannah, Cintiya Septa
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7143

Abstract

AbstrakPT Semen Gresik Pabrik Rembang merupakan salah satu perusahaan manufaktur semen terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Perusahaan ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 3.000.000 ton/tahun. Proses utama yang terjadi dalam pembuatan semen yaitu pembakaran yang terjadi di preheater dan kiln pada temperatur tinggi hingga mencapai 1450oC sehingga menghasilkan udara panas yang akan digunakan sebagai media pengeringan salah satunya pada alat coal mill. Akan tetapi terdapat sebuah permasalah, yaitu suhu udara panas yang masuk menuju coal mill mengalami penurunan selama distribusi pada aliran pipa 471 FN03 yang berasal dari keluaran preheater. Hal ini diyakini akan memperngaruhi proses pengeringan batu bara yang membuat jalannya proses tersebut menjadi lebih lambat. Diperlukan analisis perhitungan heat loss pada aliran pipa 471 FN03 untuk mengetahui kerugian yang terjadi akibat hilangnya energi. Hasil perhitungan yang dilakukan menjelaskan perpindahan panas yang terjadi sebesar 30,88 kW dengan total hambatan panas sebesar 0,011 k/W. Isolasi pipa yang digunakan mempunyai nilai jari-jari kritis 6,52 m atau lebih besar dari jari-jari lapisan isolasi 1,12 m menandakan pemilihan isolasi pipa cukup baik dalam menangani hambatan panas tapi tidak dengan perpindahan panas.Kata kunci: heat loss, perpindahan panas, analisis perhitungan, hambatan panasAbstractPT Semen Gresik Rembang Factory is one of Indonesia's largest cement manufacturing companies, located in Rembang Regency, Central Java. The company has an installed capacity of 3,000,000 tons/year. The main process that occurs in the manufacture of cement is combustion which occurs in a preheater and kiln at high temperatures up to 1450OC to produce hot air which will be used as a drying medium, one of which is in the tool coal mill. However, there is a problem, namely the temperature of the hot air that the inlet coal mill experienced a decrease during distribution in the 471 FN03 pipe flow originating from the preheater output. This is believed to affect the coal drying process which makes the process slower. Calculation analysis is required for heat loss on the flow of pipe 471 FN03 to find out the losses that occur due to energy loss. The results of the calculations carried out explain that the heat transfer that occurs is 30.88 kW with a total heat resistance of 0.011 k/W. The pipe insulation used has a critical radius value of 6.52 m or greater than the radius of the insulation layer of 1.12 m indicating that the selection of pipe insulation is good enough to handle heat resistance but not heat transfer.Keywords: heat loss, heat transfer, calculation analysis, heat resistance
ANALISIS EFEKTIVITAS INFRASTRUKTUR BANGUNAN SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) DI INDONESIA MENUJU PROGRAM NZE (Net Zero Emission) TAHUN 2060 Cornelis, Arnoldus Jean; Romadoni, Amma Muliya
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i2.8248

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknis dan operasional Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah JABODETABEK dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Melalui observasi lapangan dan studi teknis terhadap beberapa titik SPKLU yang dioperasikan oleh berbagai operator, ditemukan bahwa sistem pengisian cepat (fast charging) mampu mengurangi waktu tunggu pengisian namun menghasilkan panas berlebih yang berdampak pada umur baterai dan menuntut sistem pendinginan yang lebih kompleks. Efisiensi pengisian energi berkisar antara 87–95%, dengan sistem medium charging menunjukkan efisiensi lebih tinggi dibandingkan fast charging. Hambatan teknis utama meliputi ketidaksesuaian standar konektor, ketergantungan pada jaringan PLN, keterbatasan lokasi pengisian, serta seringnya gangguan sistem. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem ganti baterai (battery swapping), integrasi dengan smart grid dan energi terbarukan, serta penetapan standar nasional untuk sistem pengisian dan pengelolaan limbah baterai. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem kendaraan listrik yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia.
PERAN STRATEGIS SHIELDED METAL ARC WELDING DALAM PROSES MANUFAKTUR MODERN: TINJAUAN LITERATUR TERKINI Salman, Nidya Jullanar; Saidah, Andi
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i2.8244

Abstract

Shielded Metal Arc Welding (SMAW) adalah metode pengelasan yang paling sering digunakan dalam industri manufaktur. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur terkini mengenai peran strategis SMAW dalam proses manufaktur modern menggunakan aplikasi VOSviewer untuk mengungkapkan tren yang muncul dalam kinerja artikel dan jurnal. Hasil analisis menunjukkan bahwa bidang-bidang yang paling mengandalkan SMAW adalah pembangkit listrik, offshore, marine engineering, struktural dan konstruksi. Kajian ini tidak hanya membahas keunggulan SMAW, tetapi juga menelaah tantangan dalam pengelasan material teknik modern seperti logam ringan, berlapis, dan tak sejenis. Untuk mengatasinya, telah diterapkan berbagai inovasi seperti elektroda dengan fluks khusus, pemanasan awal (preheating), serta teknik inspeksi non-destruktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun ada keterbatasan, SMAW tetap relevan dan berperan penting dalam menjaga efisiensi dan mutu proses manufaktur saat ini. 
Desain Dan Analisis Kekuatan Chasssis Pada Rancang Bangun Prototipe Mobil Listrik BLDC 1000 Watt Dengan Konsep Shuttle Golf Menggunakan Software Autodesk Inventor Professional 2018 Suharno, Suharno; Amir, Amir
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v10i1.8531

Abstract

Chassis merupakan salah satu bagian penting pada mobil yang harus mempunyai kontruksi kuat untuk menahan atau memikul beban kendaraan. Semua beban dalam kendaraan baik itu penumpang, mesin, sistem kemudi, dan segala peralatan kenyamanan semuanya diletakan di atas rangka. Merancang sebuah chassis juga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui kekuatan pada desain chassis. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan desain chassis, mengetahuibhasil analisis kekuatan, dan mengetahui keamanan ladder frame chassis dalam menopang beban pada kendaraan Prototype Mobil Listrik BLDC 1000 Watt dengan Konsep Shuttle Golf menggunakan software Autodesk Inventor Professional 2018. Metode yang digunakan adalah simulasi menggunakan software Autodesk Inventor Professional 2018. Mendesain chassis dimulai dari studi literatur, melakukan permodelan rangka dan penyesuaian dimensi. Desain chassis dianalisis dengan memberikan pembebanan statis yang dilakukan dengan langkah penentuan jenis material, constraints, contacts, beban, mesh, dan melakukan run untuk mengetahui hasil stress analysis, kemudian dilakukan validasi apakah chassis dinyatakan aman. Pada penelitian yang dilakukan menggunakan software Autodesk Inventor Professional 2018 menunjukkan bahwa desain chassis yang dibuat berjenis ladder frame yang dinilai kuat serta dapat digunakan untuk kendaraan umum di area kampus. Chassis menggunakan material baja ISO 10799. Nilai von Mises stress pada material baja steel mild ISO 10799 adalah sebesar 29,48 MPa pada default mesh. Nilai displacement pada material baja steel mild ISO 10799 adalah sebesar 0,03224 mm pada default mesh. Nilai safety factor pada material baja steel mild ISO Chassis 10799 adalah sebesar 7,02 pada default mesh. Desain chassis yang dibuat aman dengan pertimbangan bahwa material baja baja ISO 10799 mudah dicari di pasaran serta memiliki bobot yang ringan tetapi kuat. dinyatakan aman karena erorr dari hitungan safety factor antara software dan perhitungan manual tidak berselisih lebih dari 5%.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN GAMAL SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA KARBON PADA LINGKUNGAN AIR LAUT BUATAN Wardhana, Hendy Roesma; Shaleh, Mansyur Abdul; Setyani, Atik; Mafruhah, Annida Justisia; Sari, Meirinda Anggrita
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v10i1.8426

Abstract

Kegagalan akibat korosi di air laut telah menjadi penyebab kerugian besar pada kegiatan kelautan. Potensi korosi air laut dapat dicegah melalui berbagai cara yaitu coating maupun proteksi katodik. Pada beberapa kasus, metode coating lebih dipilih karena berbagai keunggulan, namun pemakaian zat anorganik coating dipercaya dapat merusak ekosistem laut. Organik inhibitor coating seperti ekstrak daun gamal menjadi kandidat yang cukup tepat untuk menggantikan anorganik coating, karena kandungan gugus kimia yang mendukung sifat corrosion barrier. Studi lebih lanjut dilakukan dengan melapisi ekstrak daun gamal pada baja ST-37 dengan variasi sejumlah 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Proses korosi berlangung pada air laut buatan dengan perendaman selama 14 hari. Pengaruh konsentrasi ekstrak daun gamal menunjukan hasil positif yang siginifikan dan layak untuk dikembangkan.
Analisis Komparatif Open Feedwater Heater dan Closed Feedwater Heater dalam Upaya Optimasi Siklus Rankine Febrianto, Mukti Andika; Fathurahman, Maman
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v10i1.8163

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik menuntut efisiensi termal yang lebih baik pada pembangkit listrik agar pasokan energi tetap stabil dan berkelanjutan. Salah satu cara meningkatkan efisiensi siklus Rankine adalah dengan memanfaatkan feedwater heater, yang menggunakan panas sisa untuk memanaskan air umpan sebelum masuk ke boiler. Artikel ini membahas perbedaan antara Open Feedwater Heater (OFWH) dan Closed Feedwater Heater (CFWH) serta dampaknya terhadap kinerja siklus Rankine. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan feedwater heater dapat meningkatkan efisiensi termal hingga 2%, meskipun ada penurunan daya bersih akibat ekstraksi uap dari turbin. Studi ini merekomendasikan kombinasi OFWH dan CFWH untuk memaksimalkan efisiensi dan mengurangi konsumsi energi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengintegrasikan teknologi ini dengan pembangkit berbasis energi terbarukan serta mengembangkan sistem pemantauan yang lebih canggih guna meningkatkan keandalan operasional.
Analisis Pengaruh Suhu Pendingin Terhadap Daya Serap Panas Dan Kinerja Mesin Diesel Saidah, Andi; Kasiono, Roy; Nurdin, Muhammad; Suparman, Suparman; Arwanto, Arwanto
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v10i1.8529

Abstract

Mesin diesel merupakan sebuah mesin konversi energi yang mengubah energi thermal hasil reaksi kimia antara bahan bakar dan udara menjadi energi mekanik, berupa Torsi pada poros engkol (crankshaft), kemudian daya yang dihasilkan oleh mesin diesel ditentukan oleh jumlah bahan bakar yang dapat terbakar dengan sempurna di dalam ruang bakar, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pendingin terhadap daya serap kalor mesin pendingin dan kinerja yang dihasilkan oleh mesin diesel.dan dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang penting diantaranya adalah dengan peningkatan putaran mesin umumnya dapat meningkatkan daya mesin, selama tekanan efektif tetap stabil. Namun, jika kecepatan terlalu tinggi tanpa pembakaran yang sempurna, tekanan efektif bisa turun dan efisiensi berkurang, semakin tinggi putaran mesin, semakin banyak panas yang harus diserap oleh sistem pendingin air tawar. Sehingga sistem harus dirancang untuk menjaga suhu tetap stabil meskipun pada beban dan putaran tinggi, dan semakin tinggi putaran mesin, semakin besar panas yang dialirkan ke sistem pendingin, sehingga sistem pendingin air laut harus mampu mengimbangi panas tersebut agar suhu air tawar tetap terjaga dan mesin tidak mengalami overheating
Rancang Bangun Coilgun Induksi Satu Tingkat Dengan Optimasi Dimensi Permata, Ariyo Nurachman Satiya
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v10i1.8253

Abstract

Senjata api merupakan alat penting untuk mendukung berbagai operasi militer. Namun, suara keras dan residu kotor yang dihasilkan senjata api tradisional dapat menghambat efektivitas personel militer. Senjata modern alternatif, coilgun, salah satu solusi terhadap kelemahan ini. Senjata inovatif ini menggunakan energi listrik dan elektromagnet untuk mendorong proyektil tanpa mengeluarkan suara. Keunggulannya dalam hal pengurangan suara, efektivitas biaya, dan kebersihan menjadikannya ideal untuk operasi tempur perkotaan. Penelitian ini menggunakan simulasi Ansys Maxwell dan eksperimen. Penelitian menunjukkan medan magnet kumparan ditemukan berpusat pada titik tengah induktor kumparan, dengan efektivitas 5-20%.. Selain itu, kapasitas kapasitor berpengaruh langsung terhadap gaya kinetik yang dihasilkan oleh coilgun. Panjang induktor yang lebih pendek dengan belitan yang lebih banyak juga menghasilkan energi kinetik yang jauh lebih besar untuk coilgun. Hal ini menjanjikan kemajuan menarik dalam pengembangan teknologi militer inovatif.
Perancangan dan Simulasi Distribusi Temperatur dan Kecepatan Udara pada Mesin Pemanggang Ayam Ridwan, Ridwan; Al - Farid, Ahlan Husaini; Irawan, Rudi
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v10i1.8530

Abstract

Pemanggang ayam (rotisserie) merupakan alat yang digunakan untuk memasak atau memanggang ayam secara merata dengan sistem pemanasan berputar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis distribusi temperatur dan udara dalam ruang pemanggang dengan berbasis simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan perangkat lunak SolidWorks/flow simulation. Perancangan alat pemanggang dilakukan dengan mempertimbangkan aspek distribusi temperatur, distribusi kecepatan udara, dan ketahanan material untuk memastikan hasil pemanggangan yang optimal. Ruang pemanggang yang dirancang memiliki dimensi 950 mm × 493 mm × 996 mm dengan ketebalan plat 2 mm dan menggunakan material Stainless Steel AISI 304 yang memiliki ketahanan terhadap panas dan korosi yang baik. Sumber panas utama berasal dari gas burner infrared yang dirancang untuk menghasilkan distribusi temperatur dan kecepatan udara panas yang merata di dalam ruang pemanggang. Simulasi CFD dilakukan dengan tiga variasi kecepatan aliran udara, yaitu 0.5 m/det, 1 m/det, dan 1.5 m/det, untuk menganalisis distribusi temperatur dan distribusi aliran udara di dalam ruang pemanggang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi kecepatan aliran udara berpengaruh signifikan terhadap distribusi temperatur dalam ruang pemanggang. Pada kecepatan aliran udara 1.5 m/det, distribusi temperatur lebih merata dibandingkan dengan variasi lainnya, dengan suhu maksimum yang mendekati suhu optimal pemanggangan sebesar 175°C. Selain itu, kecepatan udara yang lebih tinggi membantu mempercepat proses pemanggangan dan tetap mempertahankan kestabilan suhu dalam ruang pemanggang