cover
Contact Name
Dwi Novi Wulansari
Contact Email
nop_phi13@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
nop_phi13@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
ISSN : 23031409     EISSN : 25028456     DOI : -
Jurnal ini adalah Jurnal online yang berisi karya ilmiah bagi para peneliti Teknik Sipil, sebagai bagian dari publikasi karya ilmiah penelitian.Jurnal ini terbit setiap enam bulan dengan kontent dari berbagai keminatan teknik sipil, antara lain: struktur, keairan, transportasi, geoteknik dan manajemen konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
THE EFFECT OF GLASS POWDER WASTE AS A SUBSTITUTE MATERIAL FOR BINDER ON THE VALUE OF COMPRESSIVE STRENGTH AT 28 DAYS AND FLOWABILITY IN SELF COMPACTING CONCRETE (SCC). Wahyudin, Ade; Abdiantoro, Adji Putra
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v9i1.7454

Abstract

By using glass powder instead of cement, glass waste will become a new alternative for the construction industry and a solution to the problem of excess waste. Since glass is resistant to weather and chemical substances that resemble cement or can bond, glass waste can be used as a concrete filler. In this study, a quantitative method was used, with 12 samples having variations of 0%, 5%, 10%, and 15%. The variables measured were the compressive strength of concrete at 28 days of age and smoothness, while the controlled variable was the use of glass powder as a substitute for binder. In this study, variations of glass powder replacement of 0%, 5%, 10%, and 15% of the binder weight were used. The results showed that 0% (617mm)c, 5% (620mm), 10% (628mm) and 15% (644mm) had an influence on the slump flow of fresh concrete. The results of testing the compressive strength of 28-day-old concrete obtained consecutive results of 41.86 Mpa, 48.55 Mpa, 38.84 Mpa, and 35.64 Mpa. The results show that 5% replacement has a higher compressive strength. In addition, the use of glass powder as a substitute increases the flow velocity of SCC concrete proportionally with the percentage of replacement. However, other factors should be considered.
EFISIENSI PENGGUNAAN TOWER CRANE PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT Cahya, Rohmad Dwi
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2024): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v9i2.7671

Abstract

Alat angkut atau alat angkat adalah suatu perangkat atau kendaraan yang digunakan untuk memindahkan suatu barang dari suatu titik ke titik lain yang diinginkan. Umumnya pada pekerjaan pembangunan gedung bertingkat menggunakan Tower Crane. Tower Crane merupakan jenis crane yang terutama digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material berat ke tempat yang elevasi yang lebih tinggi atau yang sulit dijangkau demikian juga sebaliknya.. Masalah yang biasa dihadapi dalam pengoperasian tower crane adalah biaya pengoperasian yang cukup mahal baik biaya sewa maupun biaya operasional. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis efisisiensi pengoperasian tower crane untuk pekerjaan kontruksi. Dengan memperkirakan durasi tersebut, maka diharapkan dapat memperkirakan waktu pengoperasian tower crane secara keseluruhan. Untuk penelitian ini akan fokus pada kontruksi struktur, dikarenakan keterbatasan waktu pengamatan dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung dilapang, untuk mendapatkan data spesifikasi tower crane, data gambar denah kolom, dan waktu siklus untuk mendapatkan besaran waktu yang dibutuhkan untuk mengikat dan melepas, serta informasi-informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil pembahasan, didapatkan efisiensi durasi waktu saat penggunaan tower crane. Namun waktu tersebut tidak diperhitungkan jika terdapat beberapa kendala pada saat mengoperasikan tower crane  di lokasi, seperti: Cuaca buruk, bencana alam, kerusakan, atau hal lain yang mungkin terjadi selama pekerjaan di lokasi.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA PROYEK PERUMAHAN MAHARDIKA RESIDENCE Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Putra, Fisika Prasetyo; Sukarjo, Dicky Hermawan
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v8i2.7248

Abstract

Penelitian ini mengulas permintaan hunian tapak yang meningkat di Kabupaten Tangerang pada kuartal pertama 2023, dengan fokus pada proyek Mahardika Residence. Pendekatan analitis yang mencakup analisis biaya, permintaan, studi literatur, dan penelitian lapangan digunakan untuk merumuskan harga yang tepat dan kelayakan investasi proyek tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa temuan penting. Penetapan harga untuk unit tipe 30/60 sesuai regulasi, sedangkan harga unit tipe 45/90 dan tipe ruko ditentukan melalui analisis biaya dan permintaan. Evaluasi kelayakan investasi, dengan indikator seperti Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Profitability Index (PI), dan internal Rate of Return (IRR), memberikan gambaran mengenai aspek finansial proyek. Analisis sensitivitas juga dilakukan untuk mengukur seberapa besar batas kelayakan finansial terhadap biaya investasi awal, perubahan biaya pendapatan, perubahan biaya pengeluaran dan suku bunga. Kesimpulan utama adalah bahwa penetapan harga berdasarkan analisis biaya dan permintaan penting untuk menjaga stabilitas harga properti. Hasil analisis investasi menegaskan kelayakan proyek ini, dengan indikator keuangan yang mendukung keputusan investasi.
Manajemen Risiko Usaha Jasa Konsultansi Konstruksi Simanjuntak, Manlian Ronald Adventus; Christiano, Devon Theo; Widodo, Jessica; Rikie, Daniel
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v9i1.7507

Abstract

Industri konstruksi menjadi pilar penting dalam pembangunan bangsa, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di balik kemajuan ini, terdapat risiko yang perlu dihadapi oleh para penyedia jasa konstruksi, seperti para konsultan konstruksi. Keberadaan risiko tersebut dapat menjadi hambatan, tetapi sebenarnya juga dapat dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan ketahanan dan kualitas badan usaha. Dengan memahami dan mengelola risiko secara efektif, konsultan konstruksi dapat menyusun strategi mitigasi yang tepat dan efektif untuk mengantisipasi serta meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan agar dapat mengetahui dan mengidentifikasi setiap risiko yang mungkin dapat terjadi dalam usaha konsultan konstruksi. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 12 sumber potensi risiko yang perlu diidentifikasi oleh penyedia jasa konsultansi konstruksi. Diantaranya adalah risiko pada bidang perencanaan, lingkungan, ekonomi, keuangan, politik, pemasaran, alami, teknik, manusia, proyek, kriminal, dan keselamatan.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI CANGGIH DALAM MENGURANGI RISIKO PELAKSANAAN KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG TINGGI Tobing, Santo Lumban
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2024): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v9i2.7692

Abstract

This research aims to explore and evaluate the implementation of advanced technologies in reducing the risks associated with high-rise building construction. The main objective of this study is to analyze the effectiveness of various technologies such as Building Information Modeling (BIM), sensors and Internet of Things (IoT), robotics, and Virtual Reality (VR) in the context of safety, health, and operational efficiency. The research methodology includes a comprehensive literature review of relevant scholarly articles and analysis of case studies from construction projects that have implemented these advanced technologies. Case studies are used to evaluate the positive impact of advanced technologies in reducing accident incidents, enhancing project coordination, and optimizing resource utilization. The findings of this research indicate that the use of BIM significantly improves interdisciplinary coordination and reduces design errors. The implementation of sensors and IoT successfully monitors real-time environmental conditions, while robotics aids in reducing risks for workers in hazardous work environments. Additionally, VR has proven effective in training workers through simulated hazardous work scenarios
PERENCANAAN PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH (Studi Kasus : Gedung Sunter Agung Commercial) Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Putra, Fisika Prasetyo; Akmal, Muhammad Fuad
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v8i2.7247

Abstract

Penyediaan air bersih merupakan hal penting dalam memenuhi kebutuhan air bagi penduduk perkotaan. Namun, dengan pertumbuhan perkotaan yang pesat, pasokan air bersih menjadi semakin terbatas. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber air alternatif seperti pemanenan air hujan menjadi solusi yang menarik untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini berfokus pada perencanaan pemanenan air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih untuk Gedung Sunter Agung Commercial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan efektivitas sistem pemanenan air hujan, serta menganalisis manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih gedung secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan untuk menilai kondisi fisik dan potensi gedung untuk pemanenan air hujan. Selain itu, data cuaca dan pola curah hujan juga diambil dalam analisis ini. Selanjutnya, perhitungan kapasitas tangki penyimpanan air hujan akan dilakukan berdasarkan luas atap gedung dan pola curah hujan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Sunter Agung Commercial memiliki potensi yang cukup besar untuk memanen air hujan. Dengan menerapkan sistem pemanenan air hujan yang tepat, gedung ini dapat mengumpulkan dan menyimpan air hujan dalam jumlah yang signifikan selama musim hujan. Selanjutnya, air yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti sanitasi, irigasi, dan sistem pemadam kebakaran di gedung.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PROYEK APARTEMEN GATEWAY PARK JATI CEMPAKA DENGAN METODE NILAI HASIL dan, hamdan; Simanihuruk, Bertinus; Dewita, Hikma
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v9i1.6140

Abstract

Perencanaan  pengendalian  waktu  dan  biaya  merupakan  bagian dari  struktur  manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Pengendalian proyek diperlukan agar pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dalam batas waktu, biaya dan mutu yang ditetapkan pada  rencana awal. Analisis dilakukan pada proyek Apartemen Gateway Park Jati Cempaka, Bekasi.Dengan analisis konsep Nilai Hasil dapat diketahui hubungan antara apa yang sesungguhnya telah dicapai secara fisik terhadap jumlah anggaran yang telah dikeluarkan. Ada tiga indikator dasar yang menjadi acuan dalam menganalisis kinerja dari proyek berdasarkan konsep Nilai Hasil,yaitu  BCWS, BCWP, dan ACWP. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biaya dan waktu pekerjaan pada Proyek Apartemen Gateway Park Jati Cempaka ini adalah:Mengetahui penyimpangan terhadap waktu pada Proyek Apartemen Gateway Park Jati Cempaka.Mengetahui penyimpangan terhadap biaya pada Proyek Apartemen Gateway Park Jati Cempaka.Mengetahui pengendalian biaya  pada Proyek Apartemen Gateway Park Jati Cempaka.Mengetahui indeks kinerja biaya dan waktu pada Proyek Apartemen Gateway Park Jati Cempaka Dari hasil perhituangan Schedule Varians (SV) pada minggu pertama sampai Minggu ke 24 (dua puluh empat) menunjukan angka negatif,yang artinya pelaksanaan proyek lebih lambat dibandingkan Schedule yang direncanakan.Dari hasil perhitungan Cost Varians (CV) pada Minggu ke 2 dan Minggu ke 3 menunjukan angka negatif yang artinya proyek menelan anggaran lebih besar dari rencana awal sementara pada Minggu ke 4 dan Minggu ke  5 menunjukan angka positif yang artinya penggunaan biaya proyek lebih kecil dari anggaran dan pada Minggu ke 6 sampai dengan Minggu ke 24 proyek kembali menelan anggaran biaya lebih besar dari rencana awal proyek. Hasil perhitungan Schedule Performance Index (SPI) pada minggu pertama sampai dengan Minggu ke 24 sebesar 0,95 yang menunjukan proyek mengalami keterlambatan.Hasil perhitungan Cost Performance Index (CPI) pada minggu pertama sampai dengan Minggu ke 24 sebesar 1,00 menunjukan bahwa pelaksanaan proyek dilapangan sesuai dengan rencana anggaran biaya.
ANALISIS DEBIT BANJIR RENCANA DAERAH ALIRAN SUNGAI X MENGGUNAKAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIK NAKAYASU Jalu, Arga Dwi; Siagian, Gian Asnawi; Harianja, Ricky
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2025): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v10i1.8212

Abstract

Debit banjir rencana merupakan debit maksimum yang digunakan sebagai dasar dalam perencanaan infrastruktur air seperti bendungan, jembatan, dan saluran drainase. Penelitian ini menganalisis debit banjir rencana pada suatu daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia dengan luas 1111,69 km² untuk mendukung perencanaan bendung pada pembangkit listrik run-off river. Perhitungan debit banjir dilakukan berdasarkan data curah hujan dari stasiun penakar menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Analisis hidrologi diawali dengan perhitungan hujan rata-rata menggunakan metode Poligon Thiessen, distribusi frekuensi dianalisis dengan metode Log Pearson III yang diuji dengan metode chi-square, serta analisis probabilitas dan periode ulang hujan dilakukan menggunakan metode Mononobe. Nilai koefisien pengaliran ditentukan berdasarkan data penggunaan lahan untuk memperoleh curah hujan efektif. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa debit banjir rencana untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, dan 200 tahun berturut-turut adalah 935,138 m³/s, 1112,585 m³/s, 1201,498 m³/s, 1291,535 m³/s, 1346,449 m³/s, 1393,253 m³/s, dan 1433,899 m³/s. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan bendung dan pengelolaan sumber daya air di DAS tersebut.
BIM DIMENSI 6 (KEBERLANJUTAN) DALAM PENGADAAN PROYEK KONSTRUKSI Cornelis, Arnoldus Jean; Irwanto, Rachmad
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2025): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v10i1.8157

Abstract

Penerapan metode Building Information Modeling (BIM) dalam proyek konstruksi, khususnya di Indonesia, masih tergolong minim dalam mengintegrasikan perencanaan dan pelaksanaan suatu aktivitas proyek konstruksi. Bahkan, jika konsep BIM diterapkan, sebagian besar hanya bersifat formalitas dalam pemenuhan kelengkapan dokumen, tanpa diikuti dengan implementasi nyata dalam menciptakan environment kolaboratif antar disiplin kerja. Dalam penelitian ini, akan dianalisis permasalahan terkait bagaimana proses penerapan BIM dalam Dimensi Ke-6 pada siklus rantai pasok (Supply Chain Cycle) dalam pengadaan barang dan jasa.Penulisan ini merujuk pada manajemen basis pengetahuan dengan fokus pada manajemen waktu, yang mengacu pada berbagai referensi seperti PMBOK, jurnal ilmiah, BIM KEMENPUPR, serta hasil penelitian relevan lainnya melalui tinjauan pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) guna menjawab permasalahan yang telah dikemukakan.Hasil penelitian ini mencakup kesimpulan utama yang akan dijabarkan dalam tiga poin utama. Dalam teknik analisis yang mengidentifikasi kegagalan sistem, kegagalan didefinisikan sebagai keterlambatan dalam proses kerja. Pendekatan Top-Down Analysis digunakan sebagai kerangka kerja awal untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan keterlambatan kerja ke dalam Top Events, yang selanjutnya divisualisasikan dalam diagram FTA, dimulai dari Top Events hingga ke Basic Events yang paling mendasar.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA Jamal, Jamal; Ian, Muhammad Rezki
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2025): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v10i1.8071

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi merupakan masalah umum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi dan menganalisis dampaknya terhadap biaya, waktu dan reputasi proyek. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada 7 proyek konstruksi di Indonesia dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi adalah perubahan desain oleh pemilik sebesar 68%, keterlambatan pengiriman material sebesar 62%, dan manajemen proyek yang lemah sebesar 54%. Dampak keterlambatan proyek dari ketiga faktor penyebab tersebut antara lain kenaikan biaya, pemborosan waktu, penurunan kualitas pekerjaan dan penurunan reputasi perusahaan.

Page 11 of 13 | Total Record : 123