cover
Contact Name
Afsitin Joan Tatra
Contact Email
afsitinjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jitpi-faterna@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung C lantai II Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Jl. Majapahit 62 Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat, Indonesia (83125)
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JITPI : Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science and Technology)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 24606669     EISSN : 2656464     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) adalah Jurnal Ilmiah Peternakan yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Memuat naskah ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi peternakan yang meliputi genetika ternak, nutrisi ternak, fisiologi ternak, produksi ternak, sosial ekonomi peternakan, kebijakan pembangunan peternakan, kesehatan ternak, teknologi pengolahan hasil ternak, dan bioteknologi peternakan. Diterbitkan secara berkala 2 kali setahun (Juni dan Desember).
Articles 119 Documents
Performance Production of Pre-Weaning Simbal in East Lombok Regency Syalsa Bella Fitriana; Mohammad Ashari; Rina Andriati
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i1.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans produksi sapi Simbal prasapih. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan pengukuran langsung terhadap ternak sampel. Variabel penelitian meliputi Bobot lahir, Bobot sapih, Pertambahan bobot badan harian (PBBH), Panjang badan, Tinggi gumba dan Lingkar dada. Sampel yang digunakan adalah sapi Simbal prasapih sebanyak 30 ekor terdiri dari 15 ekor jantan dan 15 ekor betina. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif yaitu dihitung rata-rata dan standar deviasinya (x̄ ±Sd). Untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin data kemudian dianalisis dengan T-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan bobot sapih menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) antara jantan dengan betina. Ukuran tubuh ternak meliputi panjang badan dan tinggi gumba Simbal jantan lebih tinggi daripada betina (P<0,05), sementara pada lingkar dada Simbal jantan dan betina tidak berbeda nyata (P>0,05).
Tingkat Pengetahuan Peternak Kambing Terhadap Pakan Komplit di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara Muhammad Amin Rais; Hamdi Mayulu; Surya Nur Rahmatullah
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi peternak kambing terhadap pemanfaatan pakan komplit di Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Materi penelitian melibatkan peternak kambing sebagai responden yang berada di kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei sampai Bulan Juni 2022. Sampel responden ditentukan dengan menggunakan metode total sampling sebanyak 37 orang dari 2 Desa yaitu Desa Sidomulyo dan Desa Kutai Lama. Data pengetahuan peternak dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Match Paris Test dan Uji z, selanjutnya EP (Efektifitas Penyuluh) dan EPP (Efektifitas Perubahan Pengetahuan) digunakan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan yang diberikan pada saat penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan peternak kambing mengenai pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan komplit mengalami peningkatan. Peningkatan pengetahuan peternak mengenai aspek pakan komplit mengalami peningkatan sesudah penyuluhan sebesar 30,75 yaitu: skor sebelum penyuluhan 3,16, sedangkan setelah penyuluhan skor menjadi 33,91. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan peternak meliputi usia, pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah kepemilikan ternak. Tingkat Efektifitas Penyuluh (EP) dan tingkat Efektifitas Perubahan Pengetahuan (EPP) dari hasil perhitungan adalah EP sebesar 282% dan EPP sebesar 347%). Hal ini mengindikasikan bahwa EP dan EPP dalam penelitian ini masuk dalam kelompok kategori efektif
Kecernaan Nutrisi Secara In vivo dan In Vitro Pada Kambing Peranakan Etawah (PE) Yang Diberikan Ransum Komplit Berbasis Limbah Agroindustri Yang Difermentasi Dengan Fermentor Yang Berbeda Rita Purna Sari; Syamsul Hidayat Dilaga; A Rai Somaning Asih⸶; I Ketut Gde Wiryawan
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.100

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kecernaan ransum komplit berbasis limbah agroindustri (jerami padi dan kulit buah kakao) yang difermentasidengan jenis fermentor berbeda (BOS, EM-4, dan SOC) pada kambing PE. Penelitian ini menggunakan 12 ekor kambing Peranakan Etawah (PE) betina dengan rataan bobot badan 25,0 ± 3,84 kg dikelompokkan menjadi 4 kelompok berat badan (ringan, sedang, agak berat, dan berat), dialokasikan secara acak ke dalam tiga perlakuan pakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Formula ransum yang digunakan adalah: 25% jerami padi + 30% kulit buah kakao + 32% dedak padi + 10% tepung ikan + 2% urea + 1% mineral yang difermentasi dengan BOS (Booster Organik Suplemen) sebagai perlakuan P1; difermentasi dengan EM-4 (Effective Microorganisme-4) sebagai perlakuan P2 dan difermentasi dengan SOC (Suplemen Organik Cair) sebagai perlakuan P3 untuk mengetahui kecernaan nutrien secara in-vivo kemudian dibandingkan dengan kecernaan nutrien secara in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fermentor BOS dalam ransum lengkap berbasis limbah agro-industri memberikan respon yang terbaik (P<0,05) terhadap konsumsi pakan (bahan kering, protein kasar, serat kasar, Serat Deterjen Netral, Serat Deterjen Asam, Lemak Kasar, Ekstrak Bebas Non Nitrogen , abu). Secara in-vivo nilai koefisien kecernaan nutrien yang tertinggi terjadi pada pakan lengkap yang difermentasi dengan BOS. Sedangkan secara in-vitro nilai kecernaannya lebih rendah dan tidak konsisten pada setiap perlakuan. Penggunaan fermentor BOS dalam proses fermentasi pada ransum lengkap berbasis jerami padi dan kulit buah kakao memberikan respon yang terbaik pada konsumsi dan kecernaan nutrisinya.    
Persepsi Peternak Tentang Lamtoro Taramba Sebagai Pakan Sapi Penggemukan di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) Hermansyah; Dahlanuddin; Anwar Fachry; Syamsul Hidayat Dilaga
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi peternak tentang lamtoro Taramba sebagai pakan sapi penggemukan di kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini dilakukan karena tanaman lamtoro dipandang sebagai tumbuhan yang tidak memberikan manfaat apa-apa bagi ternak. Penelitian ini menggunakan metode survei. Responden diwawancarai berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yakni di kabupaten Sumbawa, tempat di mana lamtoro Taramba diperkenalkan sebagai pakan sapi penggemukan oleh Applied Research and Innovation System in Agriculture Project (ARISA). Responden penelitian berjumlah 60 peternak, terdiri dari masing-masing 20 peternak mewakili wilayah barat, tengah dan bagian timur Sumbawa. Data yang terkumpulkan kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan peternak di kabupaten Sumbawa memiliki persepsi positif tentang pemanfaatan lamtoro sebagai pakan sapi penggemukan. Peternak sapi potong yang menggunakan lamtoro cv. Taramba memperoleh pendapatan rata-rata Rp 534.000 per ekor per bulan, lebih besar dibandingkan peternak yang menggunakan rumput, limbah pertanian dan lainnya yang berpendapatan rata-rata Rp. 273.000 per ekor per bulan. Persepsi peternak tentang manfaat lamtoro Taramba sebagai pakan sapi penggemukan di kabupaten Sumbawa, cenderung membaik pasca tanaman tersebut diintrodusir di kabupaten Sumbawa sejak tahun 2014.
Karakteristik Fisik, Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik dan Protein Kasar Silase Campuran Jerami Jagung dan Daun Turi (Sesbania grandiflora) Dengan Aditif Stimulan Molases Sukarne; Harjono; Yusuf Akhyar Sutaryono
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik, kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar silase campuran jerami jagung dan daun turi (Sesbania grandiflora) dengan aditif stimulan molases. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Padang Penggembalaan dan Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali yaitu kontrol : T0 =  100%  jerami  jagung + daun turi 0% + aditif stimulan molases 3% ; perlakuan I (T1) =  85%  jerami jagung + daun turi 15% + aditif stimulan molases 3% ; perlakuan II (T2) =  70%  jerami jagung + daun turi 30% + aditif stimulan molases 3% ;  perlakuan III (T3) =  55%  jerami jagung + daun turi 45% + aditif stimulan molases 3% ; perlakuan IV (T4) =  40%  jerami jagung + daun turi 60% + aditif stimulan molases 3%. Variabel yang diukur adalah karakteristik fisik, kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar silase. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa penambahan level legume daun turi sampai dengan 60% dalam silase campuran dengan jerami jagung masih memberikan hasil/kualitas silase yang baik. Karakteristik fisik silase yang dihasilkan adalah memiliki aroma asam manis, warna coklat kehijauan, tekstur sedikit basah, pH dengan kisaran 3,80-4,27, kandungan bahan kering berkisar antara 20,89- 23,77%, bahan organik 89,00%- 89,88% dan protein kasar 13,30%-22,60%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan legume daun turi (Sesbania grandiflora) sebagai silase campuran dengan jerami jagung dapat digunakan sampai dengan 60 persen
Kandungan Nutrisi Setiap Fase Siklus Black Soldier Fly (BSF) yang Dibudidaya Menggunakan Sampah Organik Dwi Kusuma Purnamasari; Erwan; Syamsuhaidi; Sumiati; I Ketut Gde Wiryawan; Vebera Maslami; Kurniyati
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.182

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan nutrisi setiap fase siklus Black Soldier Fly (BSF) yang dibudidaya menggunakan sampah organik. Media sampah organik yang digunakan terdiri dari sampah buah, sampah sayur, dan kotoran ayam+ampas tahu (KA+AT). Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemeliharaan maggot dan analisis kandungan nutrisi maggot setiap fase siklus hidup BSF. Tahap pemeliharaan terbagi dalam 3 perlakuan, yaitu (P1) media sampah buah sebanyak 5 kg, (P2) media sampah sayur sebanyak 5 kg, dan (P3) media KA+AT, masing-masing 2,5 kg. Pemeliharaan diawali dengan proses penetasan telur hingga pemeliharaan lalat (45 hari). Tahap analisis, sampel masing-masing perlakuan dan fase hidup diambil seberat 10 g untuk dilakukan analisis kualitas nutrisi menggunakan metode analisis proksimat.   Variabel yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, dan serat kasar. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada fase telur tidak dibedakan berdasarkan media, sedangkan pada fase larva, prepupa, pupa, dan lalat berdasarkan media yang digunakan.  Fase telur memiliki kandungan nutrisi yang tinggi terutama protein 42,64% dan terjadi peningkatan protein pada fase larva pada media sampah (48,77%) dan KA+AT (52,08%), fase prepupa tertinggi pada media KA+AT (44,58%). Kandungan protein hampir merata pada ketiga media di fase pupa yaitu berkisar 40,68-47,45% dan capaian protein yang tertinggi adalah pada fase lalat yaitu media KA+AT (61,60%).   Perbedaan media pakan yang digunakan pada pembesaran maggot memberikan pengaruh pada kandungan nutrisi fase selanjutnya dan akan berpengaruh terhadap kualitas bibit yang dihasilkan.  Media terbaik adalah kotoran ayam ditambah ampas tahu.
Keberadaan Bakteri E. coli dan Salmonella spp. Berdasarkan Bagian-bagian Usus Broiler di Pasar Payakumbuh Sujatmiko; Prima Silvia Noor; Ramond Siregar; Yurni Sari Amir; Ulva Mohtar Lutfi; Delli Lefiana; Engki Zelpina; Suliha
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.190

Abstract

Kolibasilosis dan Salmonellosis adalah penyakit bakteri utama yang berdampak pada industri ayam dengan potensi zoonosis karena dapat menular ke manusia. Kolibasilosis disebabkan oleh Escherichia coli sedangkan Salmonellosis disebabkan oleh Salmonella spp. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keberadaan bakteri E. coli dan Salmonella spp. di dalam saluran cerna ayam sebagai referensi untuk pengendalian penyakit dan pencegahan kontaminasi mikroba pada daging atau karkas ayam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah massa di dalam lumen usus ayam broiler yang dibeli di pasar tradisional Payakumbuh. Ayam yang digunakan berjumlah 25 ekor yang diambil secara acak dari lima pedagang berbeda, dengan berat badan berkisar 1,5 - 1,8 kg dan tanpa tampilan klinis sakit. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah keberadaan bakteri E. coli dan Salmonella berdasarkan bagian usus, yang dinyatakan dalam persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan bakteri E. coli tertinggi ditemukan pada bagian ileum dan kolon dengan persentase 90%, sedangkan keberadaan bakteri Salmonella tertinggi ditemukan pada bagian sekum dengan persentase 36%.
Deteksi Parasit Darah pada Sapi Bali di Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak di Pulau Sumbawa Kholik Kholik; Deta Ramdani Qadriyah; Supriadi; Candra Dwi Atma; Katty Hendriana Priscilia Riwu; Septyana Eka Rahmawati
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.192

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeteksi infeksi parasit darah pada sapi Bali di Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Serading di pulau Sumbawa. Metode penelitian ini menggunakan studi cross sectional survey dengan desain penelitian epidemiologi deskriptif yang berbasis perhitungan. Survei parasit darah pada sapi Bali dilakukan pada pada bulan Maret tahun 2023. Penelitian ini menggunakan 17 sampel darah sapi Bali yang diambil secara acak dengan metode simple random sampling. Sampel darah diambil dari vena Auricularis sapi Bali untuk dibuat apusan darah dan diwarnai dengan pewarnaan Giemsa untuk diamati menggunakan mikroskop  dengan perbesaran 1000x. Hasil penelitian menunjukan bahwa 17,64 % sapi Bali di Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Serading terinfeksi parasit darah. Parasit darah yang terdeteksi menginfeksi sapi Bali tersebut adalah Anaplasma sp dengan prevalensi 11,76 % dan Trypanosoma sp 5,88%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sapi Bali di Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Serading telah terdeteksi terinfeksi parasit jenis Anaplasma sp dan Trypanosoma sp dengan prevalensi yang rendah.
Pengaruh Lama Penyimpanan dan Metode Pasteurisasi Terhadap Karateristik Fisikokimia Susu Kambing PE di Desa Mujur Ine Karni; Husnita Komalasari; Kartika Pravitri; Muhammad Naufali; Randa Soraya Agustina; Indah Nalurita
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.194

Abstract

Susu kambing merupakan produk pangan yang memiliki banyak manfaat bagi proses metabolisme tubuh karena mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan metode pasteurisasi terhadap karateristik fisikokimia susu kambing peranakan etawa (PE) di desa Mujur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pasteurisasi dan lama penyimpanan. Data di analisa menggunakan SPSS dengan uji lanjut Duncan multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyimpanan menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pH dan warna susu. Faktor pasteurisasi menghasilkan pengaruh yang signifikan pada parameter viskositas, warna dan TPT. Sedangkan interaksi antara faktor penyimapan dan pasteurisasi memberikan pengaruh yang nyata pada parameter warna dan TPT. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan pasteurisasi HTST dengan penyimpanan 0 hari, karena beberapa karakteristiknya sesuai dengan SNI seperti viskositas (1,57 mPa.s) dan keadaan sampel berdasarkan warna (putih susu), aroma (aroma khas susu kuat), dan kenampakan (homogen). Selain itu memiliki nilai L* sebesar 83,49, nilai a* sebesar -3,58, nilai b* sebesar 3,82 dan nilai hue sebesar -46,95.
The Effect of Azolla microphylla Substitution in Feed on Carcass Weight and Percentage of Male Magelang Ducks Ahmad, Misbah Aqwam Ahmad; Lilis Hartati; Mikael Sihite; Danes Suhendra; Tri Puji Rahayu
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.195

Abstract

Produktivitas itik belum optimal akibat biaya pakan sumber protein yang mahal. Azolla microphylla dianggap sebagai gulma dan belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji mengkaji alternatif bahan pakan yang dapat digunakan untuk substitusi protein dalam ransum itik. Materi penelitian yang digunakan adalah 40 ekor itik magelang umur lima hari yang dikelompokkan dalam 4 perlakuan, meliputi: (P0) kontrol tanpa substitusi Azolla microphylla, (P1) substitusi 10% Azolla microphylla, (P2) substitusi 15% Azolla microphylla, dan (P3) substitusi 20% Azolla microphylla. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial. Variabel yang diamati meliputi bobot karkas dan persentase karkas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf nyata 95% dan perbedaan nyata dianalisis dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Substitusi Azolla microphylla pada pakan berpengaruh pada bobot karkas dengan rata-rata yang diperoleh 729,9±90,9a sampai 912,9±14,6b gram/ekor, tetapi tidak berpengaruh terhadap persentase karkas dengan rata-rata 55,48±5,09 sampai 61,16±2,14. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan Azolla microphylla dengan proporsi hingga 20% masih dalam batas aman dan menghasilkan persentase karkas yang normal.

Page 10 of 12 | Total Record : 119