cover
Contact Name
Afsitin Joan Tatra
Contact Email
afsitinjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jitpi-faterna@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung C lantai II Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Jl. Majapahit 62 Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat, Indonesia (83125)
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JITPI : Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science and Technology)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 24606669     EISSN : 2656464     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) adalah Jurnal Ilmiah Peternakan yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Memuat naskah ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi peternakan yang meliputi genetika ternak, nutrisi ternak, fisiologi ternak, produksi ternak, sosial ekonomi peternakan, kebijakan pembangunan peternakan, kesehatan ternak, teknologi pengolahan hasil ternak, dan bioteknologi peternakan. Diterbitkan secara berkala 2 kali setahun (Juni dan Desember).
Articles 119 Documents
Analysis of Estrous Status in Beef Cows Through Ferning Tests, Vaginal Swabs, and Vulvar Morphology Appearance Tampubolon, Andre Rymma; Suprayogi, Agik; Ulum, Mokhamad Fakhrul
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status birahi induk sapi potong melalui uji ferning, evaluasi profil sel epitel vagina, dan tampilan fisik vulva pada sapi potong. Penelitian ini menggunakan 11 ekor sapi potong yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pertama 3 ekor untuk uji prosedur standar dan kelompok kedua 8 ekor untuk penilaian lapangan. Parameter yang digunakan dalam uji ferning adalah munculnya kristal mirip pakis dari air liur; metode usap vagina memberikan perbedaan sel yang ada dalam satu siklus estrus, dan tampilan fisik pada vulva berupa pembengkakan, kemerahan, dan lendir pada area vulva. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sapi potong yang berahi menunjukkan bentuk kristal berupa pola seperti pakis pada uji ferning, pembengkakan dan kemerahan pada vulva, serta sel superfisial mendominasi pada profil sitologi vagina. Metode yang digunakan bersifat saling melengkapi dalam menilai status berahi pada sapi.
Kinetics of Agricultural Waste Gas Production as an Alternative Feed for Ruminants Tatra, Afsitin Joan; Husnaeni, Husnaeni
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.201

Abstract

Pakan di Indonesia masih menjadi kendala utama dalam peternakan baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga penggunaan hijauan pakan ternak selain rumput budidaya dan rumput lapang menjadi alternatif dalam mencukupi kebutuhan ternak. Salah satu hijauan pakan ternak yang bisa menjadi alternatif adalah limbah pertanian, tetapi kualitas limbah pertanian berbeda-beda disetiap daerah sehingga membutuhkan analisis baik kimia maupun biologis untuk mengetahui kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kecernaan limbah pertanian yang dapat dijadikan alternatif pakan pada ternak ruminansia menggunakan teknik produksi gas. Limbah pertanian yang digunakan berjumlah 6 buah yang berasal dari peternakan sapi perah Lembang. Hasil penelitian terdapat 6 jenis limbah pertanian yang terdiri dari jerami padi, kulit kacang tanah, daun pisang, daun labu, daun ubi dan sawi putih. Dilihat dari hasil kinetika produksi gas kulit kacang tanah mempunyai potensi dijadikan sebagai bahan pakan tunggal maupun sebagai bahan pakan tambahan untuk sumber hijauan karena nilai (a+b) yang tinggi dan konstanta c yang rendah yang dapat diartikan bahwa kulit kacang merupakan jenis bahan pakan yang lambat difermentasi tetapi menghasilkan gas yang maksimal. Selain kinetika gas nilai kecernaan bahan organik (KBO), energi metabolisme (EM) dan asam lemak rantai pendek limbah pertanian kulit kacang tanah cukup tinggi dibandingkan dengan limbah pertanian lainya, sehingga kulit kacang tanah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan untuk ternak ruminansia.
Production of Joper Chickens with Commercial Feed and Free Choice feeding Indarsih, Budi; Mohammad Hasil Tamzil; Ni Ketut Dewi Haryani; I Nyoman Sukartha Jaya; Asnawi; I Nyoman Widhiana
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi ayam Joper yang diberi pakan komersial dan bebas memilih dari pakan komersial, jagung dan dedak dari umur 3 sampai 7 minggu.  Sebanyak 120 ekor anak ayam Joper berumur 1 hari dipelihara selama tiga minggu pada suhu lingkungan sekitar 24±1°C. Mulai dari hari ke 21, anak ayam dibagi menjadi empat sistem pemberian pakan yang berbeda berdasarkan rancangan acak lengkap. Perlakuan R1, ayam diberi pakan  komersial -511; R2: ransum komersial -BR1; R3:  pilihan  pakan 511,  jagung dan dedak dan R4: pilihan BR1, jagung dan dedak. Setiap perlakuan   mendapat 3 kali ulangan.  Performan produksi yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan bobot badan akhir Hasil penelitian menunjukkan bahwa performan produksi dipengaruhi oleh sistem pemberian pakan (p<0,05).  Sistem pemberian pakan bebas memilih menghasilkan konversi pakan lebih baik  dengan nilai 2,87 dan 2,85  pada R3 dan R4  dibanding  pemberian pakan komplit dengan  bobot badan akhir  yang hampir sama dengan pakan dua pakan komersial komplit (p>0,05).
The Addition of Rice Bran in Commercial Feed of Jowo Super (Joper) Chicken Tamzil, Mohammad Hasil; Budi Indarsih; Lalu Mohammad Sidik
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bekatul dalam pakan komersial pada pertumbuhan ayam Joper. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah menggunakan 200 ekor DOC (day old Chick) ayam Joper un-sex. Anak-anak ayam tersebut dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, dan masing-masing kelompok perlakuan diulang 5 kali, sehingga masing-masing ulangan menggunakan 5 ekor anak ayam. Setiap kelompok ayam dari masing-masing ulangan dipelihara selama 2 bulan dalam petak kandang beralaskan litter berukuran 120 x 45 cm dengan pakan dan air minum ad libitum. Perlakuan pertama adalah kelompok ayam yang diberi pakan komersial broiler merk SB 11 produksi PT. Charoen Pokphand. Perlakuan kedua, ketiga, dan keempat masing-masing diberi pakan komersial yang ditambahkan bekatul masing-masing 15%, 30%, dan 45%. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, dan perubahan harga pakan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis varian, dan uji Lanjut Duncan New Multiple Range test pada taraf nyata 0.05. Didapatkan bahwa penambahan 30% bekatul dalam pakan komersial untuk ayam Joper menghasilkan pertumbuhan yang sama dengan penggunaan 100% pakan komersial.
Application of Layer Feed Supplement (LFS) to Increase Egg Production and Quality of Laying Hens on Small Farming in Santong Village North Lombok Asnawi; Dwi Kusuma Purnamasari; I Ketut Gde Wiryawan
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan kualitas telur ayam ras petelur yang dipelihara oleh peternak dengan pemberian suplemen pakan layer (SPL) yang diformulasikan sendiri. Penelitian ini menggunakan 10 orang peternak sebagai ulangan, setiap peternak menerapkan dua perlakuan yaitu sebahagian ayam digunakan untuk penerapan SPL (T1) dan sebagian lain diberikan pakan suplemen sesuai dengan kebiasaan peternak (T2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur, bobot telur, konsumsi pakan dan konversi pakan ayam ras yang diberikan suplemen pakan buatan sendiri berbeda tidak nyata (p>0.05) dibandingkan dengan yang diberikan suplemen pakan yang biasa digunakan oleh peternak (T2). Demikian juga dengan kualitas telur, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar dua kelompok perlakuan. Akan tetapi warna kuning telur dan kadar kolesterol ayam ras yang diberikan pakan mengandung 1.2% suplemen pakan buatan sendiri lebih baik (p<0.05) dibandingkan suplemen pakan yang biasa digunakan peternak (T2. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan suplemen pakan buatan sendiri (SPL) sebesar 1.2% dalam pakan dapat diterapkan pada peternakan ayam petelur.
Effects of Adding Vitamin C in Commercial Feed to Reduce Heat Stress in Joper (Java Super) Chickens Kept in Open Cage Beny, Radius; Mohammad Hasil Tamzil; Made Sriasih
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai efek penambahan vitamin C dalam pakan komersial sehingga mampu mereduksi stres panas pada ayam Joper. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2023 di Laboratorium Terapan (Teaching Farm) Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Sebanyak 100 ekor ayam Joper dikelompokkan dalam 4 kelompok yaitu P0 (kelompok kontrol); P1-P3 (kelompok dengan pemberian vitamin C masing-masing dengan dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB). Rancangan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Darah sampel diambil kemudian diperiksa di Laboratorium Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat. Variabel yang diamati adalah gambaran hematologi darah yang meliputi jumlah eritrosit, hemoglobin, nilai hematokrit, leukosit dan diferensiasi leukosit, serta rasio heterofil/limfosit (H/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh (P>0,05) dari pemberian vitamin C terhadap gambaran eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit. Pemberian vitamin C terhadap total leukosit berpengaruh nyata (P<0,05) Hasil pemeriksaan profil hematologi eritrosit, leukosit, hemoglobin dan hematokrit menunjukkan kondisi normal. Suhu lingkungan yang berkisar antara 26,4°C-31,9°C berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan rasio H/L. Penambahan vitamin C sebesar 100 mg/kg pakan, 200 mg/kg pakan, 300 mg/kg pakan mampu mengurangi tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh stres panas.
Quality of Salted Duck Eggs with the Addition of a Combination of Garlic Extract (Allium sativum L.) and Curly Red Chili (Capsicum annum L.) Through Injection Method Azzahra, Karimah; Qurniawan, Anas; Ananda, Suci; Hidayat, Muhammad Nur; Rusny
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap telur itik asin dengan kombinasi bawang putih (Allium Sativum L.) dan Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) dengan Metode injeksi. Pengujian dilakukan dengan cara uji organoleptik yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama ekstrak bawang putih dan cabai merah keriting dengan konsentrasi yang berbeda (20%,40%,60% dan 80%) dan faktor kedua lama penyimpanan setelah di injeksi (3 jam, 4 jam, 5 jam dan 6 jam) dengan rancangan acak lengkap pola faktorial 3×3 dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji mutu hedonik berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna Yolk, warna Albumin, rasa dan aroma, sedangkan uji hedonik tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap warna Yolk, warna Albumin, rasa, tekstur dan aroma.
Live Maggot for Pekin Ducks During Growing Period Indarsih, Budi; Mohammad Hasil Tamzil; Ni Ketut Dewi Haryani; I Nyoman Sukartha Jaya; Asnawi; I Komang Yuda Wiradnyana
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan itik Peking yang diberi berbagai maggot hidup. Anak itik Peking betina (n=90) dipelihara dalam kandang terpisah dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan M-0, kelompok itik tanpa maggot, M-10 diberi maggot 10% dan M-20 diberi maggot 20%.  Pada masa starter (0-3 minggu), itik diberi pakan komersial dan umur diatas 3 minggu diberi pakan dari bahan lokal (roti afkir, ganggang hijau, dedak kasar, ikan lokal giling dan maggot).  Penelitian berakhir umur 7 minggu. Variabel yang diamati yaitu konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan biaya pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan dengan maggot 20% memberikan performa pertumbuhan dan konversi pakan (P>0.05) terbaik selama penelitian 7 minggu. Maggot mampu sebagai pengganti sebagian sumber protein dari ikan lokal maupun pakan komersial dengan biaya rendah.
Exterior and Interior Quality of Peking Duck Eggs Reared by the Monggelemong Duck Farmer Group Dasan Cermen Sandubaya Mataram Tamzil, Mohammad Hasil; Bulkaini; Budi Indarsih; Ami Rahmawati
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.211

Abstract

Kualitas telur itik antara lain dipengaruhi oleh sistem budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas eksternal dan internal telur itik Peking yang dihasilkan di Kelompok Peternak itik Monggelemong dasan Cermen Sandubaya kota Mataram. Telur itik diperoleh dari anggota kelompok peternak yang tergabung pada Kelompok Peternak itik Monggelemong. Pengambilan telur dilakukan secara bergiliran setiap hari pada setiap anggota kelompok peternak dengan mengambil secara random 10% dari total produksi telur, sehingga terkumpul 170 butir telur. Telur-telur sampel yang diambil setiap hari selanjutnya diukur kualitas eksternal dan internalnya di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mutu internal telur itik Peking yang dihasilkan Kelompok Peternakan Itik Monggelemong termasuk dalam kategori mutu sangat baik (grade AA), namun mutu eksternalnya rendah.
Characterization of Protein-Based Edible film: A Study on Thickness, Gelation Time, and Microstructure with the Addition of Polyethylene Glycol Fahrullah; Febryanti, Farah; Anita, Cis; Basriani; Fitri; Noersidiq, Azhary; Maslami, vebera
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.213

Abstract

Edible film berbasis protein memiliki potensi untuk menjadi alternatif yang ramah lingkungan untuk plastik konvensional dalam kemasan makanan. Edible film ini dapat memperpanjang umur simpan produk makanan melalui cara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi edible film berbasis protein dengan penambahan polietilen glikol sebagai pemlastis, dengan fokus pada tiga aspek utama: yaitu ketebalan, waktu gelasi dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari penggunaan berbagai konsentrasi polietilen glikol, yang ditetapkan sebagai P1 (35%), P2 (40%), dan P3 (45%). Tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) yang diamati antara perlakuan dalam hal nilai ketebalan dan waktu gelasi. Edible film berbasis protein menunjukkan nilai ketebalan yang berkisar antara 0,075 hingga 0,124 mm, yang menunjukkan kepatuhan terhadap Standar Industri Jepang (JIS). Waktu gelasi yang diperlukan untuk film berkisar antara 13,67 hingga 16,33 menit. Struktur mikro dari edible film whey-gelatin dengan konsentrasi polietilen glikol yang tinggi menunjukkan ketidakteraturan pada permukaan film, yang ditandai dengan adanya area berpori dan retakan kecil. Ketidakteraturan ini mengakibatkan melemahnya ikatan antar molekul protein, yang menyebabkan struktur mikro yang lebih longgar dan kurang padat selama proses pengeringan, yang pada gilirannya menyebabkan pembentukan pori-pori dan retakan. Perlakuan yang optimal, seperti yang ditentukan oleh penelitian ini, adalah penggunaan polietilen glikol pada konsentrasi 35% dengan nilai ketebalan 0,075 mm, waktu gelasi 13,67 menit, dan menghasilkan struktur mikro yang lebih seragam dan halus.

Page 11 of 12 | Total Record : 119