cover
Contact Name
Afsitin Joan Tatra
Contact Email
afsitinjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jitpi-faterna@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung C lantai II Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Jl. Majapahit 62 Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat, Indonesia (83125)
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JITPI : Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science and Technology)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 24606669     EISSN : 2656464     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) adalah Jurnal Ilmiah Peternakan yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Memuat naskah ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi peternakan yang meliputi genetika ternak, nutrisi ternak, fisiologi ternak, produksi ternak, sosial ekonomi peternakan, kebijakan pembangunan peternakan, kesehatan ternak, teknologi pengolahan hasil ternak, dan bioteknologi peternakan. Diterbitkan secara berkala 2 kali setahun (Juni dan Desember).
Articles 119 Documents
Botanical Composition, Feed Consumption and Feed Conversion of Male Bali Cattle in The Tunas Karya Group, Teruwai Village, Central Lombok Regency Sukarne Sukarne; Mastur Mastur; Harjono Harjono; Yusuf Akhyar Sutaryono; Tahyah Hidjaz
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i2.155

Abstract

Pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha budidaya peternakan sapi. Ketercukupan kebutuhan pakan bukan hanya diukur dari jumlah pakan yang diberikan, namun perlu juga diperhatikan keberagaman jenis pakan dan kemampuan ternak mengubah bahan pakan yang diberikan untuk meningkatkan bobot badan. Penelitian yang berjudul Komposisi Botani, Konsumsi dan Konversi Pakan Sapi Bali Jantan Di Kelompok Tunas Karya Desa Teruwai Kabupaten Lombok Tengah telah dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2021. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan 3 ekor sapi bali jantan yang ditempatkan pada kandang individu yang telah dilengkapi dengan tempat pakan dan air minum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi komposisi botani, konsumsi dan konversi pakan yang diberikan serta pertambahan berat badan ternak selama penelitian. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pakan yang diberikan pada ternak sapi Bali Jantan yang dipelihara di Kelompok Tunas Karya Desa Teruwai Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari 100% hijauan rumput Raja dan 5 kg pakan konsentrat komersial. Konsumsi bahan kering (KBK) 6,78 kg atau 2,36 % dari BB/ekor/hari, sedangkan Konsumsi Bahan Organik (KBO) 5,90 kg/ekor/hari. Pertambahan bobot badan harian (PBBH) tercatat sebesar 0,526 kg/ekor/hari, dengan konversi pakan sebesar (12,1). Kata Kunci : Komposisi Botani, Konsumsi, Konversi, Pakan, Sapi Bali.
The Effect of Egg Yolk Level in Skim Milk Diluent to The Motility and Fertility of Pelung Rooster Spermatozoa Sri Lestari; Dadang Mulyadi Saleh; Sigit Mugiyono
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan level kuning telur pada pengencer susu skim terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam Pelung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan (P0= susu skim + 0% kuning telur, P1= susu skim + 5% kuning telur, P2= susu skim + 10% kuning telur, P3= susu skim + 15% kuning telur) pada suhu ruang dan masing-masing perlakuan diulang lima kali. Hasil analisis variansi menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas spermatozoa dan hasil uji ortogonal polinomial menunjukkan pengaruh yang sangat nyata secara linier (P<0,01). Persentase motilitas yang dihasilkan perlakuan P0, P1, P2, dan P3 berada diatas 70% sehingga masih sangat layak digunakan untuk IB. Hasil terbaik ditunjukkan oleh perlakuan P3 (susu skim + 15% kuning telur) terhadap motilitas spermatozoa yang membentuk garis linier dengan persamaan Y = 0,61x + 76,74 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,70. Hasil analisis variansi menunjukkan adanya pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap fertilitas spermatozoa dan membentuk garis kuadrater dengan persamaan persamaan Y = 0,35x2 – 0,64x + 6,1 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,62. Fertilitas yang dihasilkan lebih baik pada perlakuan pengencer tanpa pemberian kuning telur. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan level kuning telur pada pengencer susu skim meningkatkan motilitas, namun tidak meningkatkan fertilitas spermatozoa ayam Pelung. Kata kunci: Ayam Pelung, Susu Skim, Kuning Telur, Motilitas, Fertilitas.
Hatchability and hatching time of Arab Chicken eggs With Different Heat Sources Ni Ketut Dewi Haryani; Budi Indarsih
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i2.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tetas dan lama menetas telur ayam Arab pada mesin tetas dengan sumber panas berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan Unram. Tiga ratus butir telur tetas ditempatkan di dua mesin tetas dengan sumber pemanas listrik (PL) dan pemanas lampu minyak (PLM). Setiap perlakuan mendapat ulangan tiga kali (150 butir setiap perlakuan). Data dianalisis menggunakan uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber panas berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas, DHE, lama menetas dan bobot tetas akan tetapi berpengaruh (P<0.05) terhadap daya tetas. Fertilitas telur ayam Arab dengan PL 85,2% dan mesin tetas PLM 90,7%. Daya hidup embrio (DHE) dengan PL 85,6% dan PLM 90,5%, daya tetas dengan PL adalah 70,9% dan PLM 83,8%, dan bobot tetas PL 29,6 g, sedangkan mesin tetas PLM 28,9 g, dan lama menetas telur dengan mesin tetas PL 21,3 hari dan PLM 21,7 hari. Perbedaan jenis sumber panas inkubator tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas telur, viabilitas embrio, waktu tetas dan bobot tetas tetapi berpengaruh (p=0,043) terhadap daya tetas. Kesimpulannya, daya tetas sumber panas lampu minyak tanah lebih baik dibandingkan inkubator pemanas listrik. Kata Kunci : Kematian Embrio, Daya Tetas, Pemanas Listrik, Lampu Minyak Tanah
Productivity and Feed of Laying Hens by Efficient Use of Concentrates: Ayam ras Petelur Dwi Kusuma Purnamasari; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Sumiati Sumiati; Gempa Maulana Aji Alfian
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i2.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula konsentrat yang tepat dan efisien untuk menghasilkan produktivitas ayam petelur yang maksimal. Metode penelitian adalah action research di lokasi peternakan ayam petelur dengan membandingkan formula pakan yang diterapkan peternak dengan formula pakan yang disusun sesuai kebutuhan. Penelitian menggunakan ayam ras petelur usia 21 minggu jenis Lohman Brown sebanyak 75 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola satu arah dengan tiga jenis formulasi pakan yang berbeda yaitu P1 (jagung 33,3%+dedak padi 16,7%+konsentrat layer 50%), P2 (jagung 36%+dedak padi 26%+konsentrat layer 38%) dan P3 (jagung 42%+dedak padi 24,5%+konsentrat layer 33,5%). Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, produksi telur per hari (HDP), bobot telur, FCR dan biaya pakan. Analisis data menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan Uji Lanjut Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengurangi level konsentrat pada pakan sebanyak 16% dari yang biasa diterapkan oleh peternak, menghasilkan produksi telur, bobot telur, dan FCR yang berbeda tidak nyata (p>0,05), namun biaya pakan yang dikeluarkan lebih rendah berkisar Rp. 68,02-84,12 per ekor per hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan mengefisienkan penggunaan konsentrat dan pakan disusun sesuai kebutuhan menghasilkan produktivitas yang sama namun lebih efisien dibandingkan formula pakan peternak. Kata Kunci : Konsumsi Pakan, Produksi Telur, Bobot Telur, FCR, Biaya Pakan.
Correlation of Hatching Weight with Body Weight at Two Months of Age from Crossbreeding of Layer Chicken with Kampung Chicken Based on Four Comb Types Lestari Lestari; Muhammad Muhsinin; Erdi Khaidir; Rahma Jan
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i2.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi bobot tetas dengan bobot badan umur dua bulan (bobot akhir) hasil persilangan ayam ras petelur dengan ayam kampung berdasarkan empat tipe jengger. Penelitian dilakukan di Dusun Dalem Lauq, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Materi yang digunakan adalah 50 ekor F1 hasil persilangan induk ayam ras petelur Isa Brown dengan pejantan ayam kampung jengger tunggal (RT) 13 ekor, jengger mawar (RM) 11 ekor, jengger walnut (RW) 13 ekor dan jengger pea (RP) 13 ekor. Variabel yang diamati yaitu bobot tetas (BT), bobot akhir (BA), pertambahan bobot badan (PBB) dan korelasi BT dengan BA. Hasil analisis variansi BT, BA dan PBB di antara perlakuan tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05). Korelasi positif BT dengan BA pada RM (0,47) dan RT (0,06). Hasil analisis regresi BT berpengaruh positif terhadap BA pada F1 dari RM dan RT. Kata kunci: Korelasi, Persilangan, Ayam Ras Petelur, Ayam Kampung, Tipe Jengger
Evaluasi Inseminasi Buatan Menggunakan Pejantan Unggul Pada Sapi Limousin dan Bali di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Lukman HY; Enny Yuliani; Lalu Wirapripadi; Rodiah Rodiah; Mardiansyah Mardiansyah
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i1.176

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan Inseminasi Buatan yang di inseminasi dengan sperma beku sapi Bali dan sapi Limousin di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, berdasarkan perhitungan parameter nilai Non Return Rate (NRR), Service Per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode survey pada 90 orang peternak sapi Bali yang terdaftar sebagai akseptor IB. Data yang dikumpulkan ditabulasi dan dianalisis menggunakan standar statistik sederhana yaitu persentase, rata-rata dan standar deviasi. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai Non return rate (NRR) sapi Bali adalah 50,9% dan sapi Limousin sebesar 88,5%. Nilai Service per conception (S/C) sapi Bali adalah 1,56. Nilai Conception rate (CR) sapi Bali adalah 50,9% sedangkan sapi Limousin 88,5%. Hasil pengujian menunjukan kecenderungan yang berbeda antara semen pejantan sapi Limousin dan sapi Bali dimana sapi Limousin menunjukan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan sapi Bali. Tingkat pengetahuan peternak tentang pada reproduksi dan teknologi inseminasi buatan berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan inseminasi buatan.
Karakteristik Beberapa Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Itik Pekin Di Kelompok Peternak Itik Monggelemong Dasan Cermen Kota Mataram Mohammad Hasil Tamzil; Budi Indarsih; Ni Ketut Dewi Haryani; I Nyoman Sukartha Jaya; Syamsuhaidi Syamsuhaidi
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i1.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kualitatif dan kuantitatif itik Peking umur 30 minggu yang dipelihara oleh kelompok peternak itik Monggelemong Mataram, Indonesia. Penentuan peternak didasarkan atas tersedianya itik umur fase bertelur dengan menggunakan purposive sampling, dan penentuan itik sampel ditentukan secara acak. Data yang dikumpulkan adalah berat badan dan ukuran berbagai bagian tubuh seperti lingkar kepala, panjang leher, panjang sayap, panjang punggung, lingkar dada, lebar dada, panjang paha atas, panjang paha bawah, panjang metatarsus, lingkar metatarsus, panjang paruh, dan lingkar paruh. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data ukuran tubuh dianalisis menggunakan Regresi Berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa itik Pekin yang dipelihara oleh kelompok peternak itik Monggelemong memiliki bulu berwarna putih, paruh dan shank berwarna jingga. Bobot dan ukuran tubuh itik relatif lebih kecil dibandingkan penelitian sebelumnya. Ukuran lebar dada, panjang punggung, lingkar kepala, dan panjang sayap berkorelasi dengan berat badan, dengan determinasi (R2) tertinggi pada ukuran lebar dada (86%). Ukuran lebar dada direkomendasikan untuk menyeleksi morfometri dan ukuran tubuh itik Pekin.
Nutritional Value of Coconut Pulp (Cocos nuciferaL.) Fermented Using Aspergillus niger At Different Times as a Poultry Feed Judo Laksono; Teguh Karyono; Hayu Haniati
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i1.183

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui nilai nutrisi ampas kelapa (Cocos nucifera l.) dengan berbeda waktu fermentasi menggunakan Aspergillus niger sebagai bahan pakan unggas. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Musi Rawas, dari bulan Januari hingga April 2019 dan analisis proksimat di Laboratorium Nutrisi Fakultas Peternakan, Universitas Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan waktu fermentasi (fermentasi 1, 2,3,4,5 dan 6 hari dengan kode L1, L2, L3, L4, L5 dan L6. Variabel yang diamati adalah bahan kering (BK), protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan lemak kasar (LK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi 6 hari menurunkan BK dan meningkatkan PK pada ampas terfermentasi menjadi 90,71% dan 7,41%. Pada perlakuan L5 menurunkan kandungan SK dan LK menjadi 8,75% dan 11,21%. Waktu fermentasi terbaik dari ampas kelapa dengan Aspergillus niger adalah pada hari ke-6.
The Effect of Adding a Combination of Black Cumin Flour and Noni Leaf Flour on The Interior Quality of Quail Eggs Windawati Alwi; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i1.185

Abstract

Telur puyuh adalah salah satu makanan sumber protein yang berasal dari burung puyuh dan banyak menjadi pilihan untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia selain telur ayam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan jintan hitam dan daun mengkudu dalam meningkatkan kualitas interior telur puyuh. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah puyuh strain Autumn umur 66 hari sebanyak 96 ekor, masing-masing 6 ekor untuk setiap unit percobaan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu P0 (Pakan Basal), P1 (Pakan Basal + 1% Tepung Jintan Hitam + 3% Tepung Daun Mengkudu), P2 (Pakan Basal + 2 % Tepung Jintan Hitam + 2% Tepung Daun Mengkudu), P3 (Pakan Basal + 3 % Tepung Jintan Hitam + 1% Tepung Daun Mengkudu). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur dan haugh unit tapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap indeks kuning telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas interior telur terbaik adalah pemberian pakan dengan penambahan tepung jintan hitam (Nigella sativa) 1% dan tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L) 3 %.
Mineral Content of Forage Feed Given to Bali Cattle in Lombok Island Muhamad Amin; Ryan Aryadin Putra; Agustien Suhardiani; Rina Andriati; Oscar Yanuarianto; Syamsul Hidayat Dilaga; Nur Muhamad
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i1.161

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungan mineral hijauan pakan yang umum diberikan kepada sapi Bali di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara. Penelitian dilaksanakan selama tujuh bulan, mulai dari bulan Mei sampai bulan Desember 2013. Analisis kandungan mineral dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas MIPA Universitas Mataram. Analisis kandungan mineral Ca, K, Mg, Na dan Zn ditentukan dengan AAS, sedangkan mineral P ditentukan dengan Spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kandungan mineral hijauan pakan di Kabupaten Lombok Timur, adalah: Ca 0,46%; P 0,13%; K 2,75%; Mg 0,29%; Na 0,28% dan Zn 38,14 ppm. Lombok Tengah: Ca 1,57%; P 0,20%; K 2,90; Mg 0,318%; Na 0,26% dan Zn 37,71 ppm. Lombok Barat: Ca 1,23 %; P 0,20%; K 3,16%; Mg 0,33%; Na 0,11% dan Zn 55,29 ppm. Lombok Utara: Ca 1,03 %; P 0,17%; K 2,48%; Mg 0,26%; Na 0,14% dan Zn 30,62 ppm. Secara keseluruhan kandungan mineral hijauan pakan yang diberikan kepada Sapi Bali di Pulau Lombok ada pada kisaran batas nilai normal untuk mineral Ca, P, K dan Zn; mineral Na berada di bawah kisaran batas nilai normal; dan mineral Mg ada di atas batas kisaran nilai normal.

Page 9 of 12 | Total Record : 119