cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Dampak Keberadaan Bandara Tempuling Terhadap Lahan, Sarana, dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Tempuling : The Effects of Tempuling Airport on Local Communities' Land Conditions, Facilities, Socio-Economic in Tempuling District Puji Astuti; Nabawi, Muhammad
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 01 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(01).20939

Abstract

Pembangunan Bandara Tempuling merupakan upaya pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memeratakan pembangunan. Rumusan masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah adanya aktivitas perubahan penggunaan lahan, ketersediaan sarana sosial ekonomi yang belum memenuhi standar SNI, dan keberadaan bandara yang memunculkan kerawanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kondisi perubahan sosial ekonomi dan lahan masyarakat, mengidentifikasi kondisi ketersediaan dan perubahan sarana sosial ekonomi masyarakat, dan menganalisa dampak keberadaan Bandara Tempuling terhadap sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisa perubahan penggunaan lahan dari tahun 2008 hingga tahun 2017, menganalisa ketersediaan dan perubahan sarana sosial ekonomi dari tahun 2003 hingga 2017, menggunakan skala likert untuk menganalisa perubahan sosial ekonomi terhadap masyarakat Kecamatan Tempuling. Berdasarkan hasil studi diperoleh bahwa penggunaan lahan sesudah adanya Bandara Tempuling tahun 2008 hingga tahun 2017 mengalami penurunan luasan sebesar 100 ha untuk kebun, lahan hutan negara sebesar 31.416 ha, lahan tambak, empang dan kolam sebesar 1.800 ha, lahan sementara sebesar 1.404 ha. Lahan yang mengalami penambahan luasan yaitu lahan sawah sebesar 201 ha, lahan perkebunan 33.286 ha, dan lahan permukiman 1.233 ha. Perubahan sarana sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah adanya Bandara tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan sosial ekonomi terhadap masyarakat dari keberadaan Bandara Tempuling adalah tingkat kepadatan, penduduk pendatang, kriminalitas, kebisingan, pendapatan, lapangan pekerjaan, kemudahan untuk membuka usaha, harga tanah, kepemilikan rumah permanen mengalami peningkatan sedangkan tingkat kenyamanan dan kesehatan mengalami penurunan.
Analisa Perancangan Dermaga Bongkar Muat Batu Bara Desa Prambatan Sumatera Selatan: Design Analysis of the Coal Loading and Unloading Dock Prambatan Village South Sumatra Muhammad Faisyal, Riki; Adriati , Yolly
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 01 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(01).21004

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir hingga saat penelitian ini dilakukan, dermaga bongkar muat batu bara di Desa Prambatan mengalami intensitas lalu lintas kapal yang tinggi. Kondisi tersebut mengakibatkan proses manuver kapal menjadi tidak efisien, risiko kandas jadi meningkat, fasilitas fender tidak cukup, dan keterbatasan fasilitas bollard yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan lebar dan kedalaman alur pelayaran, merencanakan tipe fender, merencanakan tipe Bollard di dermaga bongkar muat batu bara Desa Prambatan. Metode analisa pada penelitian ini adalah metode analisa deskriptif  kuantitatif. Perencanaan lebar alur pelayaran berdasarkan pendekatan empiris, kedalaman alur pelayaran ditentukan melalui perhitungan hidraulik yang mempertimbangkan karakteristik kapal dan kondisi perairan, pemilihan  sistem  fender  berdasarkan  perhitungan penyerapan energi fender, pemilihan tipe Bollard berdasarkan perhitungan total beban akibat bongkar muat kapal. Pengolahan data dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer didapat dengan cara observasi lapangan, sedangkan data sekunder yaitu data kapal, angin, dan arus yang akan digunakan untuk perencanaan alur pelayaran, kedalaman alur pelayaran, tipe fender, dan tipe Bollard. Hasil perhitungan lebar alur pelayaran = 185,288 m dan kedalaman alur pelayaran = 12 m. Nilai energi desain fender = 0,086 t.m, sehingga dapat ditentukan tipe fender dengan energi desain fender yang mendekati atau sedikit lebih besar adalah fender karet, KVF 200 H. Total beban pada Bollard = 21 t. Berdasarkan nilai total beban pada Bollard dapat ditentukan tipe Bollard yang mendekati atau sedikit lebih besar adalah Tee Bollard,  CVS 15/25.
Review of Fly Ash-Based Zero-Cement Concrete Performance Fuqaha, Sameh; Zaki , Ahmad; Nugroho, Guntur
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 02 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(02).21840

Abstract

The urgent need to reduce the environmental impact of construction materials has led to increasing interest in sustainable alternatives to Ordinary Portland Cement (OPC). Among emerging solutions, Zero-Cement Concrete (ZCC) utilizing fly ash (FA) as a primary binder offers a viable pathway for lowering CO₂ emissions and reusing industrial by-products. This review investigates the key components, mixing mechanisms, curing conditions, and mechanical performance of FA-based ZCC. FA, particularly Class F and Class C, in combination with alkaline activators such as sodium hydroxide (NaOH) and sodium silicate (Na₂SiO₃), plays a crucial role in the geopolymerization process that forms the cementitious matrix. The compressive strength, modulus of elasticity, and flexural strength of ZCC are influenced by multiple factors, including activator molarity, SS/SH ratio, binder-aggregate proportions, and curing regime. Experimental studies indicate that with optimized mixing and curing parameters, FA–ZCC can achieve mechanical performance comparable to or exceeding OPC concrete. However, the absence of standardized mix design procedures and field-curing strategies remains a challenge. This study highlights the need for further research on durability, life-cycle assessment, and in-situ applications to fully realize the potential of ZCC as a mainstream, eco-efficient construction material.
Analisis Penerapan Konsep Green Building Berbasis Excellence In Design For Greater Efficiencies (EDGE) Pada Bangunan Gedung Rusunawa: Implementation of The Green Building Concept Based on Excellence in Design for GreaterEfficiencies (EDGE) in Gedung Rusunawa Pekanbaru Padlan Saputra, Septian; Sapitri
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 02 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(02).23745

Abstract

[IN] Bangunan Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau merupakan sebuah tempat tinggal bagi mahasiswa, hampir 10 jamwaktu mereka dihabiskan di dalam bangunan tersebut. Dengan demikian maka di butuhkan optimalisasi penerapan bangunan hijau untukmeningkatkan efisiensi pada bangunan tersebut dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik, sehat dan nyaman. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis penerapan konsep Green building pada bangunan Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riauberdasarkan EDGE. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisa software EDGEterhadap penerapan konsep green building pada Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau memperoleh hasil penilaian sebagaiberikut : efisiensi energi 63,80%, efisiensi air 30,09% dan aspek material 70,00%. Berdasarkan hasil tersebut telah memenuhi standarminimum efisiensi software EDGE (20%), penerapan konsep green building Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau telahmemenuhi berdasarkan hasil penilaian software EDGE di setiap aspek terhadap Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau. [EN] The building of Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau is a residence for students, almost 10 hours of their time is spent in the building. Thus, it is necessary to optimize the application of green buildings to increase the efficiency of the building and produce a better,healthy and comfortable place to live. This study aims to analyze the application of the Green building concept in the building of Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau based on the EDGE approach. The method used in this study is a quantitative approach. Based on the results of the EDGE software analysis on the application of the green building concept in the building of Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau obtained the following assessment results were obtained: energy efficiency 63.80%, water efficiency 30.09% and material aspect 70.00%. Based on these results, it has met the minimum standard of EDGE software efficiency (20%), the application of the green building concept of the University of Muhammadiyah Riau Rusunawa Building has met based on the minimum standard of EDGE software assessment in every aspect of the building of Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Riau.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pekerjaan Pembesian Dan Bekisting Serta Faktor -Faktor yang Mempengaruhinya: Analysis of Labor Productivity of Rebar and Formwork Activity, and Its Affecting Factors Pocut Faradina , Meutia; Sapitri; Elizar; Sri Hartati Dewi
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 02 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(02).25190

Abstract

[ID] Proyek konstruksi pada pekerjaan pembesian kolom dan plat lantai merupakan elemen penting untuk menjaga kekuatan dan stabilitas bangunan. Sumber daya, khususnya tenaga kerja, material, mesin, uang, dan metode, sangat menentukan keberhasilan proyek. Studi ini betujuan menghitung nilai produktivitas pekerja dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja tersebut. Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai produktivitas yaitu dengan menggunakan pendekatan productivity rating dan Labor Utilization Rate (LUR). Untuk mendapatkan factor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada responden (tenaga kerja proyek) dan analisis data dilakukan dengan bantuan alat statistic SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rata-rata pada pembesian kolom, pembesian plat lantai, dan bekisting masing-masing 77,89%, 75,61%, dan 70,86%, menandakan pekerjaan produktif karena nilai di atas 50%. Analisis statistik menunjukkan sembilan variabel tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap produktivitas pekerja (sig 0,828 > 0,05), dan secara parsial variabel tidak memiliki pengaruh signifikan (sig < 0,05). Faktor yang paling dominan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah kesehatan pekerja dengan nilai t = 1,569 dan sig 0,148. Temuan ini menegaskan pentingnya aspek kesehatan dalam mendukung produktivitas tenaga kerja dan kesuksesan proyek konstruksi. [EN] Construction projects of rebars' columns and floor are important elements to maintain the strength and stability of the building. Resources, especially labour, materials, machinery, money, and methods, greatly determine the success of a project. This study aims to calculate the value of worker productivity and analyse the factors that affect the productivity of the workforce. The method used to obtain productivity values is by using the productivity rating and Labor Utilization Rate (LUR) approaches. To obtain factors that affect labor productivity, a questionnaire was distributed to respondents (project labor) and data analysis was carried out with the help of SPSS version 25 statistical tool. The results showed that the average productivity of column and floor rebar, as well as formwork, was 77.89%, 75.61%, and 70.86% respectively. It indicates productive work because the value was above 50%. Statistical analysis showed that nine variables had no simultaneous significant effect on worker productivity (sig 0.828 > 0.05), and partially had no significant effect (sig < 0.05). The most dominant factor affecting labor productivity was worker health with a value of t = 1.569 and sig 0.148. These findings confirm the importance of health aspects in supporting workforce productivity and the success of construction projects.
Faktor Pemilihan Lokasi Perumahan di Pekanbaru Astuti, Puji; V. Primananda, Andre; Febby Asteriani
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 02 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(02).25224

Abstract

sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap fasilitas perumahan, sosial, dan prasarana kota. Terbatasnya ketersediaan lahan kota menyebabkan harga lahan terus meningkat, memaksa lokasi hunian bergeser ke pinggiran kota. Setiap warga berhak memiliki rumah yang layak dalam lingkungan sehat, aman, dan teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan masyarakat dalam memilih lokasi perumahan di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, didukung analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan ArcGIS 10, dan analisis statistik dengan SPSS PASW 18. Hasil analisis faktor menunjukkan enam faktor utama yang memengaruhi pemilihan lokasi perumahan: (1) tersedianya jaringan listrik, (2) kedekatan tempat olahraga, (3) topografi dan hidrologi, (4) kualitas pelayanan, (5) kedekatan tempat kerja, dan (6) dilalui transportasi umum. Faktor utama adalah tersedianya jaringan listrik dengan nilai eigenvalue tertinggi, yang meliputi variabel-variabel pendukung seperti tersedianya air bersih, kenyamanan, jaringan telekomunikasi, keamanan, kebersihan, spesifikasi perumahan, kualitas dan lebar jalan, sistem drainase, sistem persampahan, keindahan, desain perumahan, kedekatan terhadap jalan utama, harga perumahan, dan kedekatan fasilitas perdagangan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mengenai prioritas masyarakat dalam memilih lokasi hunian dan dapat menjadi acuan perencanaan perumahan yang lebih strategis di Kota Pekanbaru.
Evaluasi Kinerja Breakwater Terhadap Gelombang di Pantai Tanjung Medang Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti: Evaluation of Breakwater Performance Against Waves At Tanjung Medang Beach, Rangsang District, Meranti Islands Regency Azima, Fauzan; Harmiyati; Agus, Firdaus; Zaenal Muttaqin, Muchammad
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 01 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(01).25225

Abstract

[IN] Pantai Tanjung Medang di Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami abrasi dan kerusakan akibat gelombang besar, mengancam pemukiman dan pelabuhan. Untuk mengatasinya, dibangun pemecah ombak (breakwater). Namun, seiring waktu dan kenaikan muka air laut, kinerja breakwater dinilai tidak lagi maksimal, terutama saat pasang besar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja breakwater eksisting dengan menganalisis karakteristik gelombang. Metode yang digunakan adalah hindcasting gelombang berdasarkan data angin 10 tahun dari BMKG Tanjung Balai Karimun untuk mendapatkan tinggi, periode, dan transformasi gelombang. Analisis dilanjutkan dengan penentuan elevasi muka air laut menggunakan metode Admiralty, serta analisis run-up dan overtopping gelombang. Hasil analisis menunjukkan bahwa gelombang dominan berasal dari arah timur laut dengan ketinggian di atas 1 m, menjadikannya gelombang destruktif. Pada kondisi muka air tertinggi (HHWL), breakwater setinggi 3 m mengalami overtopping dari berbagai arah (nilai run-up tertinggi 2,25 m dari utara), sehingga tidak sepenuhnya aman meskipun masih efektif memecah gelombang. Sementara itu, breakwater setinggi 1,6 m sudah tidak efektif dalam mereduksi energi gelombang yang datang. [EN] Tanjung Medang Beach in Meranti Islands Regency has experienced abrasion and damage from large waves, threatening settlements and the local port. A breakwater was built to mitigate this issue. However, over time, due to changing natural conditions and rising sea levels, its performance is considered suboptimal, especially during high tides. This study evaluates the existing breakwater's performance by analyzing wave characteristics. The method involves wave hindcasting based on 10 years of wind data from BMKG Tanjung Balai Karimun to determine wave height, period, and transformation. The analysis is supplemented by determining the sea level elevation using the Admiralty method, followed by a run-up and overtopping analysis. The results indicate that the dominant waves come from the northeast with heights exceeding 1 m, classifying them as destructive waves. At the highest water level (HHWL), the 3 m high breakwater experiences overtopping from various directions (with the highest run-up value of 2.25 m from the north), rendering it not entirely safe, although it remains effective at breaking incoming waves. Meanwhile, the 1.6 m high breakwater is no longer effective in reducing wave energy.
Evaluasi Neraca Air Pada Irigasi Kuok II: Water Balance Evaluation In Kuok II Irrigation Aferta, M Ferdi; Agus, Firdaus; Adriati, Yolly; Harmiyati
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 01 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(01).25231

Abstract

[IN] Daerah irigasi kuok II memiliki luas sawah sekitar 200 hektar, sumber air irigasinya di supplay dari sungai irigasi kuok II. Permasalahan ketersediaan air didaerah irigasi ini berdasarkan pra penelitian dilapangan terindikasi kekurangan ketersediaan air, dimana lahan yang dapat diairi hanya 50% pada saat musim kemarau hal ini disebabkan menyusut nya debit air disungai irigasi Kuok II..Perhitungan neraca air ini digunakan untuk mengevaluasi ketersediaan air serta menentukan kondisi suatu daerah mengalami defisit atau surplus. Analisa dilakukan dari data sekunder yaitu analisa hidrologi hujan rata-rata daerah. Setelah itu dilakukan perhitungan analisa evapotranspirasi menggunakan pendekatan penman, dan Metode Thornwhaite & Mather. Daerah Irigasi (D,I) Kuok II terdiri dari 215,71 hektar sawah potensial, dengan perkiraan kebutuhan air sebanyak 244,59 l/hari, Kebutuhan air irigasi di hitung selama masa persiapan lahan dimana Nilai IR tertingggi terjadi pada bulan Maret periode II yaitu, 470,71 l/det/ha, kebutuhan air irigasi paling sedekit terjadi pada bulan Januari periode 1 yaitu, 12,65l /det/ha, Sedangkan ketersediaaan debit air pada irigasi Kuok II berdasarkan perhitungan Run Off, mampu memenuhi kebutuhan dengan total ketersediaan sebesar 851,94 l/dt, Besarnya perbedaan antara kebutuhan air di sawah dengan ketersediaan air disumber irigasi 381,23 l/dt. Dari hasil analisa perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air irigasi didapatkan hasil bahwa ketersediaan air pada Daerah Irigasi Kuok II mampu mencukupi kebutuhan air untuk persawahan. Hal ini didasarkan pada besar nya nilai Run Off pada periode 2010-2020, perkiraan kebutuhan air 244,59 l/hari dan ketersediaan debit air pada irigasi Kuok II berdasarkan perhitungan RUN Off sebesar 851,94 l/hari. [EN] The Kuok II Irrigation Area, covering approximately 200 hectares of rice fields, depends on water from the Kuok II irrigation river. Preliminary field observations indicated limited water availability, particularly during the dry season, when only about half of the land could be irrigated due to reduced river discharge. To assess this condition, a water balance analysis was conducted using secondary hydrological data, including rainfall analysis, evapotranspiration estimation with the Penman approach, and the Thornthwaite & Mather method. These methods are widely used in irrigation studies to determine crop water demand and evaluate the balance between supply and requirement. The Kuok II Irrigation Area (D.I) has a potential of 215.71 hectares of rice fields with an estimated daily water requirement of 244.59 liters. The analysis shows that irrigation needs vary throughout the year at 470.71 l/sec/ha during land preparation, while the lowest occurs in January (Period I) at only 12.65 l/sec/ha. Runoff analysis based on data from 2010–2020 indicated that the available water discharge in the Kuok II irrigation river reaches 851.94 l/sec, which exceeds the irrigation demand by 381.23 l/sec. These results suggest that despite seasonal fluctuations, the overall availability of irrigation water is sufficient to meet the needs in the Kuok II area. In conclusion, the integration of rainfall data, evapotranspiration estimation, and water balance calculations demonstrates that water resources in the Kuok II Irrigation Area are adequate to support sustainable rice cultivation, while emphasizing the need for continuous monitoring to maintain efficient and effective water management.
Evaluasi Kekuatan Struktur Kolom Dengan Pendekatan Probabilitas Gaussian Pada Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Bengkalis: Evaluation of The Strength of Column Structure Using a Gaussian Probability Approach on Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Bengkalis Sukmawati , Mega; Kurniawan, Mahadi; Anggreana, Vella; Sapitri
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 01 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(01).25233

Abstract

[IN] Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1 Politeknik Negeri Bengkalis direncanakan 3 lantai dengan bentuk asimetris dan berfungsi sebagai gedung administrasi dan laboratorium, dengan kondisi wilayah Bengkalis yang berpotensi gempa sangat kecil. Berdasarkan hal tersebut, pada GKT 1 dilakukan evaluasi pada struktur kolom dengan asumsi bahwa di daerah Bengkalis terjadi peningkatan percepatan tanah puncak atau (Peak Ground Acceleration, PGA) menurut SNI 1726-2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah keandalan struktur kolom yang direncanakan stabil dari pengaruh nilai tekuk dalam menahan beban aksial maksimum yang bekerja, akibat peningkatan percepatan tanah puncak atau (Peak Ground Acceleration, PGA). Metode yang digunakan adalah metode probabilitas distribusi normal (Gaussian), yang dapat menentukan keandalan struktur kolom dalam menahan beban kerja maksimum akibat peningkatan percepatan tanah puncak atau (Peak Ground Acceleration, PGA) yang dilakukan pada GKT 1. Dengan struktur kolom yang ditinjau yaitu C27, yang merupakan kolom kritis dengan beban aksial paling maksimum (Pmaks) yang diterima. Hasil evaluasi pada kolom kritis C27, beban aksial maksimum 109,044 ton menghasilkan nilai tekuk sebesar 95,0488 mˉ² dengan keandalan 99,8% berdasarkan kondisi eksisting dilapangan, sedangkan untuk beban aksial maksimum 155,040 ton setelah diasumsikan terjadinya percepatan tanah puncak (Peak Ground Acceleration, PGA) berdasarkan SNI 1726-2019 menghasilkan nilai tekuk 97,5715 mˉ² dengan keandalan sebesar 91,9 %. [EN] Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1 Politeknik Negeri Bengkalis is designed as a three-story building with an asymmetrical shape, functioning as an administrative and laboratory facility. Considering that Bengkalis is located in an area with very low earthquake potential, an evaluation was conducted on the column structure by assuming an increase in Peak Ground Acceleration (PGA) based on SNI 1726-2019. This study aims to determine whether the reliability of the designed column structure remains stable in resisting maximum axial loads when subjected to increased soil acceleration. The method applied in this research is the normal distribution probability (Gaussian) method, which is used to assess the reliability of the column structure in withstanding maximum loads resulting from the assumed increase in PGA. The structural analysis focuses on column C27, identified as the critical column due to receiving the highest axial load (Pmax). The evaluation results show that for column C27, the maximum axial load of 109.044 tons produces a bending value of 95.0488 mˉ² with a reliability of 99.8% under existing field conditions. However, when the maximum axial load increases to 155.040 tons—based on the assumed peak ground acceleration according to SNI 1726-2019—the bending value rises to 97.5715 mˉ², and the reliability decreases to 91.9%. These findings indicate that an increase in PGA significantly affects the reliability of the column structure, although it remains within the safe category.
Pengaruh Penambahan Admixture Adhesive Manufacturer 78 Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Metode Self Healing Concrete: The Effect of Additional Admixture Adhesive Manufacture 78 On The Concrete Compressive Strength Using the Self-Healing Concrete Method Hasyim, Nanda; Syarif, Firman; Kurniawan, Mahadi; Anggrena, Vella
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 01 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(01).25239

Abstract

[IN] Penelitian ini menggunakan metode Self Healing Concrete yang dimana beton diharapkan mampu memperbaiki dirinya sendiri dari kerusakan retakan dengan memanfaatkan bakteri yang didapat dari ekstrak limbah sayuran. Untuk mengetahui peningkatan kekuatan beton setelah dicampur dengan bahan tambah limbah tomat dan Mastersure1007 additive dengan metode self healing concrete dengan variasi limbah sayuran 3%, dan 0,8% Mastersure 1007 dan Mengetahui pengaruh penambahan ekstrak limbah sayuran dan Mastersure 1007 pada beton dengan metode self healing concrete terhadap kuat tekan beton Penelitian ini bersifat eksperimen (reserch) yang dilakukan dilaboratorium dengan mengacu pada ISO 140440 dengan benda uji berbentuk silinder sebanyak 27 sampel. Dan akan dilakukan uji tekan. Hasil dari penelitian ini, kuat tekan beton tanpa diretakkan variasi 1% adhesive manufacturer 78 dan 3%, 5%, 7%, 9% limbah sayuran secara berturut-turut adalah 44,59 Mpa, 42,28 Mpa, 42,71 Mpa, 49,85 Mpa, 41,25 Mpa, sedangkan kuat tekan beton diretakkan variasi 3%, 5%, 7%, 9% secara berturut-turut adalah 36,85 Mpa, 38,02 Mpa, 42,16 Mpa, 44,68 Mpa. Nilai slump pada beton campuran 1% adhesive manufacturer 78 memiliki nilai 43 mm, pada beton variasi 3%, 5%, 7%, 9% secara berturut-turut adalah 44,33 mm, 45,66 mm, 48,33 mm, 53,66 mm, sedangkan beton diretakkan memiliki nilai slump variasi 3%, 5%, 7%, 9% secara berturut-turut adalah 48,66 mm, 47 mm, 44,33 mm, 42,66 mm. Pemulihan retakan pada beton yang dilihat secara visual dengan perawatan selama 28 hari, dapat menutup retakan yang berukuran sehelai rambut pada beton. [EN] This study uses the Self Healing Concrete method where the concrete is expected to be able to repair itself from crack damage by utilizing bacteria obtained from vegetable waste extracts. To determine the increase in the strength of concrete after being mixed with tomato waste and adhesive manufacturer 78 (AM78) additive with a self-healing concrete method with variations of vegetable waste 3%, 5%, 7%, 9% and 1% adhesive manufacturer 78 and to know the effect of adding vegetable waste extract and Adhesive Manufacturer (AM78) on concrete with self-healing concrete method for the recovery of cracks that occur in concrete. This research is experimental (reserch) conducted in the laboratory with reference to SNI 03-2834-2000 with a cube-shaped test object of 27 samples. The treatment period is 28 days and a pressure test will be carried out. Crack recovery in concrete can only be seen visually by taking pictures. The results of this study, the compressive strength of the uncracked concrete was 1% adhesive manufacturer 78 and 3%, 5%, 7%, 9% vegetable waste respectively 44.59 Mpa, 42.28 Mpa, 42.71 Mpa, 49.85 Mpa, 41.25 Mpa, while the compressive strength of cracked concrete with variations of 3%, 5%, 7%, 9% respectively were 36.85 Mpa, 38.02 Mpa, 42.16 Mpa, 44.68 MPa. The slump value in the 1% adhesive manufacturer 78 mixed concrete has a value of 43 mm, the variation of 3%, 5%, 7%, 9% concrete is 44.33 mm, 45.66 mm, 48.33 mm, 53 respectively. .66 mm, while the cracked concrete has slump values of variations of 3%, 5%, 7%, 9% respectively are 48.66 mm, 47 mm, 44.33 mm, 42.66 mm. The visual restoration of cracks in concrete with 28 days of treatment can close hair-sized cracks in concrete.