cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Konsep City Marketing dalam Pengembangan Permukiman di Kawasan Pinggiran Kota Pekanbaru: The City Marketing Concept in Residential Development in the Suburban of Pekanbaru City asteriani, febby
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).10994

Abstract

[ID] Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian, dan minimnya ketersediaan lahan mengakibatkan pembangunan perumahan semakin bergeser ke arah pinggiran kota. Dalam mewujudkan pemerataan pembangunan permukiman diperlukan beberapa strategi untuk menarik masyarakat agar berminat membeli suatu hunian yang berada dipinggiran kota, dikarenakan masyarakat menyukai tinggal dipusat kota dengan berbagai fasilitas yang lengkap.  Luas Kecamatan Tampan dan Kecamatan Payung Sekaki merupakan dua kecamatan yang cukup luas di Pekanbaru ,yang banyak perumahan dibangun di daerah pinggiran kotanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep city marketing dalam pengembangan permukiman kawasan pinggiran kota di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan melakukan observasi lapangan dan kuisioner terhadap 156 responden. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep city marketing dalam  pengembangan permukiman kawasan pinggiran kota perlu memperhatikan variabel yang paling berpengaruh. Variabelnya adalah : Penduduk 83%, Daya Tarik 82%,Iinfrastruktur 73, Citra Kawasan 70%.  Strategi yang perlu dilakukan adalah membangun perumahan yang disesuaikan dengan perekonomian masyarakat, menyediakan fasilitas umum maupun fasilitas khusus disekitar kawasan perumahan, meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan permukiman,menyediakan aksesibilitas transportasi umum yang mudah terjangkau dan memberikan keringanan dalam pembayaran kepada masyarakai baik pembayaran secara cash/kredit. [EN] The increasing needs of the community for housing and the lack of availability of land has made housing development increasingly shifthing towards to the suburban area. In realizing equitable settlement development, several strategies are needed to attrack people to be interested in buying a residence on the suburban area, because people like to live in the city core with complete facilities. Tampan dan Payung Sekaki are two largest subdistrict in Pekanbaru city, which many housing estate have been built in their suburbs. The purpose in this study is to determine the concept of city marketing in the development of suburban settlement in Pekanbaru. This study used mix method by conducting field observations and quitionaires to community respondents. The result of this study indicate that the concept of city marketing in the development of suburban settlements needs to pay attention to the most influential 4 variables, the variables are : Population 83%, Attraction 82%, Infrastructure 73%, Regional Image 70%. The strategy that needs to be concern is to buold housing that is adapted to the community’s economy, provide public facilities and special facilities around residential areas, increase the convenience and safety of residential areas, provide accessable public transportation and provide easy payments to the public, both cash and credit.    
Kajian Daya Dukung Tanah Lempung Distabilisasi dengan Abu Marmer: Study of the Bearing Capacity of Stabilized Clay with Marble Ash Waruwu, Aazokhi; Celline, Felicia; Sinaga, Rionaldi; Gandawijaya, Darryl Gregory
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).12710

Abstract

[ID] Tanah dasar memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan dan kestabilan konstruksi yang dibangun di atasnya. Tanah dasar perlu dipastikan berada di dalam kondisi yang baik dan mampu memberikan dukungan terhadap beban yang bekerja. Salah satu jenis tanah bermasalah adalah tanah lempung lunak. Tanah ini memiliki daya dukung rendah, sehingga memerlukan perbaikan sebelum pembangunan konstruksi di atasnya. Salah satu metode perbaikan tanah adalah stabilisasi. Bahan stabilisasi yang dipertimbangkan pada penelitian adalah abu marmer dari limbah marmer. Karakterisitik tanah yang ditinjau di antaranya indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained. Indeks plastisitas tanah dapat diperoleh dengan melakukan uji Atterberg, kepadatan tanah dari uji kompaksi, dan kohesi undrained dari unconfined compression test.  Kadar abu marmer yang digunaka adalah sebesar 3%, 6%, 9%, dan 12% dari berat kering tanah dengan variasi pemeraman 1 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Daya dukung tanah dapat dianalisis berdasarkan kohesi undrained pada setiap kadar abu marmer yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan nilai indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained tanah untuk setiap penambahan abu marmer, namun peningkatan yang optimal didapatkan pada penambahan 6% abu marmer dengan masa pemeraman maksimum 7 hari. Daya dukung tanah didapatkan meningkat secara maksimum pada penambahan abu marmer sebanyak 6% dan pemeraman 7 hari. [EN] Subgrade soil has an important role in maintaining the safety and stability of construction built on it. One type of problematic soil is soft clay. This land has a low bearing capacity, so it requires improvement before building on it. The aim of this research is to obtain changes in the bearing capacity of soil stabilized by marble ash. This research was carried out on soft clay soil with the addition of marble ash at 3%, 6%, 9%, and 12% of the dry weight of the soil with curing variations of 1 day, 7 days, 14 days, and 28 days. The soil characteristics reviewed include plasticity index, density, and undrained cohesion. Soil bearing capacity can be analyzed based on undrained cohesion at each level of marble ash used. The results showed an improvement in the plasticity index value from 33.82% dencreased to 7.69%; density with a dry unit weight of 1.50 gr/cm3 increased to 1.55 gr/cm3; and soil undrained cohesion increased from 0.134 kg/cm2 to 1.58 kg/cm2 due to the addition of marble ash. Optimal improvements in soil characteristics and bearing capacity were obtained by adding 6% marble ash with a maximum curing period of 7 days.
Evaluasi Kelayakan Investasi Alat Berat Di Kalimantan Selatan: Feasibility Evaluation of Heavy Equipment Investment in South Kalimantan Lendra; Purwantoro, Almuntofa; Wibowo, Guswiem
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).12926

Abstract

[ID] Pembangunan di sektor konstruksi di Indonesia adalah salah satu alasan mengapa investasi peralatan alat berat mengalami peningkatan namun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07% pada tahun 2020 akibat covid-19. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2020 berimbas perusahaan penyewaan alat berat salah satunya CV. BSN yang meyewakan alat berat seperti Bulldozer, Compactor, Excavator dan Motor Grader. Untuk menilai kelayakan investasi yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini bergantung pada lamanya periode pengembalian investasi, jumlah yang diinvestasikan, tingkat pengembalian, potensi menghasilkan keuntungan, dan titik impas, dan sensitivitas. Evaluasi tersebut dimaksud bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yang telah di laksanakan. Berdasarkan periode pengembalian yaitu selama 2 Tahun 176 Hari, nilai Profitability Index sebesar 6,105. Internal Rate of Return diperoleh 12,45%. Break Even Point  terjadi pada 2,46 Tahun pada saat itu pendapatan sebesar 2,46 tahun atau 2 tahun 218 hari pada pendapatan sebesar Rp. 98.784.716.825. Berdasarkan hasil Analisis sensitivitas mendapatkan hasil bahwa pemasukan naik 50% dan biaya pengeluaran turun 50% menghasilkan NPV yaitu Rp. 556.410.190.620 dinyatakan layak, IP dengan nilai 13,774 dinyatakan layak, dan IRR dengan nilai 12,43% dinyatakan layak sedangkan pemasukan turun 50% dan biaya pengeluaran naik 50% menghasilkan yaitu -Rp. 109.326.820.101 dinyatakan tidak layak, dan PI dengan nilai -1,510 dinyatakan tidak layak, dan IRR dengan nilai 12,33% dinyatakan layak. [EN] Development in the construction sector in Indonesia is one of the reasons why investment in heavy equipment has increased, but Indonesia's economic growth has contracted by 2.07% in 2020 due to Covid-19. Economic growth in Indonesia in 2020 will impact heavy equipment rental companies, one of which is CV. BSN rents out heavy equipment such as Bulldozers, Compactors, Excavators and Motor Graders. To assess the feasibility of the investment that has been carried out in this study depends on the length of the investment return period, the amount invested, the rate of return, the potential to generate profits, and the break-even point, and sensitivity. The intended evaluation aims to determine the feasibility of the business that has been implemented. Based on the payback period, which is 2 years 176 days, the Profitability Index value is 6.105. Internal Rate of Return obtained 12.45%. The Break Even Point occurs at 2.46 years at that time the income is 2.46 years or 2 years 218 days at an income of Rp. 98,784,716,825. Based on the results of the sensitivity analysis, it was found that income increased by 50% and expenses fell by 50% resulting in an NPV of Rp. 556,410,190,620 was declared eligible, IP with a value of 13,774 was declared feasible, and an IRR with a value of 12.43% was declared feasible while income decreased by 50% and expenses increased by 50% resulting in -Rp. 109,326,820,101 was declared inappropriate, and a PI with a value of -1.510 was declared inappropriate, and an IRR with a value of 12.33% was declared feasible.
Optimalisasi Alokasi Tenaga Kerja Menggunakan Resource Leveling: Optimizing Labor Allocation Use Resource Leveling Purwantoro, Almuntofa; Wawey Lagi To’unni, Attie; Aditama K. A. Uda, Subrata
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).14478

Abstract

[ID] Pekerjaan bersifat unik dalam kaitannya dengan aset material dan perangkat keras yang dapat diakumulasikan atau disimpan dan dimanfaatkan bila diperlukan. Dewan yang tidak bisa dibilang ideal merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi, khususnya kebimbangan yang diakibatkan oleh tidak konsistennya administrasi pembagian kerja. Untuk mengatasi permasalahan fluktuasi kerja yang tidak terlalu ideal, maka penjatahan kerja harus diseimbangkan. Asset night out merupakan salah satu metodologi yang dapat dimanfaatkan dan dijalankan. Penerapan ini diperlukan dalam upaya pembangunan untuk membatasi varians yang terjadi pada dewan ketenagakerjaan dengan memindahkan atau menunda pekerjaan non-dasar dalam float yang dapat diakses. Pemeriksaan ini melakukan investigasi dengan bantuan aplikasi Microsoft Project untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Pengujian yang diterapkan adalah melalui auto timetable dan manual timetable, dengan korelasi menggunakan teknik Burgers. Akibat dari investigasi ini adalah ketika dilakukan pemeriksaan penyesuaian dengan teknik aset night out dengan menggunakan auto plan, diketahui bahwa jangka waktu pengerjaannya adalah 92 minggu, tergantung pada penundaan dari jadwal yang telah ditentukan, tepatnya 53 minggu dan 40 pekerja. Hal ini dikarenakan sistem pemesanan paket otomatis terjadi karena paket yang diprogram telah diatur oleh sistem. Sementara itu, dengan menggunakan sistem penjadwalan manual (tambahan tenaga kerja), masa kerja ditetapkan 39 minggu, namun terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 4 orang mandor dan 5 orang petugas operator peralatan berat dengan jumlah 49 orang spesialis. Hasil korelasi menggunakan teknik Burgers menunjukkan bahwa rencana otomatis aset malam adalah hasil terbaik dengan jangka waktu yang semakin panjang. Kata Kunci: Fluktuasi, Resource Leveling, Microsoft Project, Auto Schedule   [EN] Work in relation to materials and materials that can be accumulated or stored and utilized when required. Unfinished work is one of the problems that often occurs, especially anxiety caused by inconsistent administration of the division of labor. To overcome the problem of work fluctuations that are not too ideal, work rationing must be balanced. This application is necessary in development efforts to limit fluctuations that occur in n employment by moving or postponing non-basic work in accessible floats. This check is assisted by the Microsoft Project application to obtain more optimal results. Resource Leveling project period of 39 weeks and 40 workers. The test applied is through an auto schedule with the help of the Microsoft Project application. The result of this activity is that when an adjustment check was carried out using the auto schedule, it was found that the work period was 92 weeks, adrift of the delay from the plan schedule, which was 53 weeks and 40 workers. This is because the auto schedule scheduling system, occurs because the automatic schedule has been arranged by the system. Keywords: Fluctuation, Resource Leveling, Microsoft Project, Auto Schedule
Perbandingan Efektivitas Antara Sambungan Lewatan Dan Sambungan Mekanis Tipe Coupler Pada Balok Beton Bertulang: Comparison of Effectivity Between Lap Splice and Mechanical Splice (Threaded Coupler Type) in RC Beams Wahyu Nugraha , Rizky; Jafar
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).14615

Abstract

[ID] Di dalam SNI 2052:2017, dijelaskan bahwa panjang dari tulangan beton ditetapkan dengan panjang maksimal 12 m. Ukuran standar panjang maksimal baja tulangan ini ditetapkan dengan tujuan kemudahan transportasi dan penyimpanannya. Dengan adanya ketetapan batas panjang baja tulangan, membuat kebutuhan akan panjang baja tulangan yang tepat di proyek-proyek konstruksi terkadang tidak tercukupi. Dalam mengatasi masalah ini, diperlukan sambungan tulangan dengan jenis penyambungan yang efektif serta dengan panjang penyambungan yang bisa menyalurkan beban atau tegangan yang dialami oleh satu tulangan ke tulangan yang lain. Berdasarkan permasalahan yang ada, penulis tertarik untuk meneliti perbandingan di antara dua jenis sambungan yang tersedia saat ini, yaitu jenis sambungan lewatan dan jenis sambungan mekanis. Dalam penelitian ini, perhitungan nilai panjang total penyaluran sambungan tulangan lewatan menggunakan SNI 2847:2019 sebagai acuannya. Sementara itu, desain sambungan mekanis yang dipakai merupakan jenis threaded coupler. Penelitian ini membandingkan performa kedua sambungan tersebut dalam aspek momen nominal pengujian kuat lentur dan lendutan maksimumnya. Penelitian ini menghasilkan nilai momen nominal kuat lentur sambungan lewatan dan sambungan mekanis coupler berturut-turut sebesar 33,546 kNm dan 24,246 kNm, nilai lendutan maksimum sambungan lewatan dan sambungan mekanis coupler berturut-turut sebesar 69,37 mm dan 8,689 mm. Berdasarkan hasil penelitian, ditarik kesimpulan bahwa performa sambungan lewatan lebih baik dibandingkan dengan sambungan coupler, baik dalam aspek nominal pengujian kuat lenturnya dan lendutan maksimumnya. [EN] In SNI 2052:2017, it is explained that the length of concrete reinforcement is set at a maximum length of 12 m. The standard size of the maximum length of reinforcing bar is determined with the aim of ease of transportation and storage. With the determination of the length limit of reinforcing bar, the need for the proper length of reinforcing bar in construction projects is sometimes not fulfilled. In overcoming this problem, it is necessary to splice the rebars with an effective mechanism to successfully transmit the load or stress from one rebar to another. Based on the existing problems, the author is interested in examining the comparison between the two types of splice currently available, namely the lap splice and mechanical splice coupler type. In this study, the estimation of the the total lapped length followed SNI 2847:2019 as a reference. This study compares the performance of the two splicing method in terms of the nominal moment aspects of their flexural strength testing, their maximum deflection, and the costs that need to be incurred in their use. This research showed the nominal bending moment values of lap splice and mechanical splice were 33,546 kNm and 24,246 kNm, respectively; the maximum deflection measured were 69,37 mm and 8,689 mm respectively. Based on the results of the study, it can be concluded that the performance of the lap splice is better than the mechanical splice coupler type, both in the nominal aspect of the flexural strength test and the maximum deflection. The reason is the section area of rebar was deducted subjected to the splicing process.
Pemetaan Daerah Rawan Ancaman Banjir di Area Kabupaten Kampar Dengan Menggunakan GEE (Google Earth Engine): Analysis of Flood Inundation Areas In Kabupaten Kampar Using GEE (Google Earth Engine) Pratama, Deni; Sutikno, Sigit; Yusa, Muhamad
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).15487

Abstract

[ID] Kabupaten Kampar merupakan salah satu wilayah yang sering mengalami banjir, yang diakibatkan meluapnya sungai Kampar. Sepanjang tahun 2011 – 2017 tercatat paling sedikit telah terjadi bencana banjir 1 (satu) kali dalam setahun. Untuk meminimalisir dampak kejadian banjir, maka perlu dilakukan mempelajari karakteristik curah hujan secara temporal maupun spasial. Hal ini penting sebagai informasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak curah hujan ekstrim pada waktu dan lokasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi spatio-temporal yang ekstrim dari curah hujan di Kabupaten Kampar yang sering menyebabkan banjir. Namun untuk mengidentifikasi ciri – ciri hujan, penelitian ini menggunakan CHIRPS (Climate Hazards InfraRed Precipitation dengan Station) data satelit karena data observasi data curah hujan di Station Klimatologi Riau tidak tersedia 2012. Hasil identifikasi menunjukan bahwa korelasi ( R ) nilai antara data observasi curah hujan dan data satelit CHIRPS adalah 0.526.  Nilai ini adalah diartikan “sedang” untuk dijadikan alternatif data kajian. GEE (Google Earth Engine) sebagai platform berbasis cloud digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik temporal diketahui curah hujan ekstrim terjadi di bulan Januari, Juni, Agustus dan November. Hasil identifikasi spasial menunjukan bahwa wilayah tersebut mempunyai rata – rata curah hujan maksimum tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu 40.01 mm/hari. Ini dapat dipastikan dengan melihat dokumentasi kejadian banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. [EN] Kampar Regency is one of the areas that frequently experiences flooding, which is caused by the overflowing of the Kampar River. Throughout 2011 - 2017, it was recorded that at least 1 (one) flood disaster occurred a year. To minimize the impact of flood events, it is necessary to study the characteristics of rainfall both temporally and spatially. This is important as information for the public to anticipate the impact of extreme rainfall at certain times and locations. This research aims to identify spatio-temporal extremes of rainfall in Kampar Regency which often cause flooding. However, to identify the characteristics of rainfall, this research uses CHIRPS (Climate Hazards InfraRed Precipitation with Station) satellite data because rainfall observation data at the Riau Climatology Station is not available in 2012. The identification results show that the correlation (R) value between rainfall observation data and CHIRPS satellite data is 0.526. This value is interpreted as "medium" to be used as an alternative study data. GEE (Google Earth Engine) as a cloud-based platform is used to identify the known temporal characteristics of extreme rainfall occurring in January, June, August and November. The spatial identification results show that this area has the highest average maximum rainfall in the Koto Kampar Hulu District area of ​​40.01 mm/day. This can be confirmed by looking at the documentation of flood events that often occur in the area.
Analisis Quantity Take Off Dengan Metode Building Information Modeling Pada Pekerjaan Struktur Gedung Poltekkes Palangka Raya : Quantity Take Off Analysis Using the Building Information Modeling in the Palangka Raya Health Polytechnic Building Structural Work Zakaria Rugas; Waluyo, Rudi; Almuntofa Purwantoro
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).16561

Abstract

[ID] Perkembangan dunia konstruksi yang semakin maju menuntut semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi untuk mencari solusi yang tepat dalam menyelesaikan proyek konstruksi secara efektif dan efisien. Salah satu aspek penting dalam sebuah proyek konstruksi adalah perhitungan volume, karena kesalahan dalam perhitungan ini dapat menyebabkan kerugian yang besar. Sebelum adanya metode building information modeling (BIM), metode konvensional yang umum digunakan adalah dengan menggunakan gambar CAD dan perangkat lunak Microsoft Excel untuk melakukan perhitungan volume. Namun, metode konvensional ini memakan waktu yang cukup lama karena dilakukan secara manual. Metode BIM memiliki kelebihan dalam menghemat biaya, waktu, dan tenaga karena memungkinkan perencana untuk mengelola data secara presisi dan detail dalam permodelan 3D bangunan serta menghitung quantity take off. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model struktur 3D dan menghitung quantity take off pada volume pekerjaan dan material bangunan Gedung Poltekkes Kota Palangka Raya dengan menggunakan metode BIM. Penelitian dilaksanakan pada gedung tersebut dengan menggunakan data sekunder yang didapat dari konsultan perencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan dan pemodelan bangunan menggunakan BIM dengan menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit dapat mempermudah perancangan karena model tersebut memuat informasi dan detail tentang bangunan tersebut. Metode BIM juga mampu menghitung quantity take off hingga detail volume material. Perhitungan quantity take off dengan menggunakan metode BIM menunjukkan selisih rata-rata sebesar 11,38% dibandingkan dengan metode konvensional, membuktikan bahwa perhitungan dengan metode BIM mampu meminimalisir kesalahan perhitungan. [EN] The advancing world of construction demands all parties involved in construction projects to seek effective and efficient solutions. Volume calculation is crucial in construction projects, as errors in volume calculation can lead to significant losses. Before the advent of Building Information Modeling (BIM), the conventional method used CAD drawings and Microsoft Excel software for volume calculations, which were time-consuming due to manual processes. BIM offers advantages in cost, time, and labor savings by enabling precise data management and detailed 3D building modeling, including quantity take-off. This research aims to create a 3D structural model and calculate quantity take-off for the work volume and building materials of the Poltekkes Kota Palangka Raya Building using the BIM method. The study was conducted at the Poltekkes Kota Palangka Raya building using secondary data obtained from planning consultants. The findings indicate that designing and modeling buildings using BIM with Autodesk Revit software facilitates design processes due to the detailed information included in the model. BIM methods can accurately calculate quantity take-off, including detailed volume material calculations. Quantity take-off calculations using the BIM method showed an average difference of 11.38% compared to conventional methods, demonstrating that BIM can minimize calculation errors.
Optimalisasi Kinerja Pengolahan Sampah di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan: Analysis of Waste Processing Performance System Improvements Performance in Indralaya District, Ogan Ilir Regency, South Sumatera Dianita, Tri; Fitriani, Heni; Wardhani, Puteri Kusuma
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).16693

Abstract

[ID] Sampah merupakan sisa kegiatan manusia yang harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan bagi kehidupan manusia atau lingkungan. Pengelolaan sampah yang tidak berbasisi 3R, minimnya armada angkutan, serta banyak terdapat tempat pembuangan sampah ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja serta mengoptimalisasi kinerja pengelolaan sampah di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Jumlah penduduk di Kecamatan Indralaya mencapai 20.913 jiwa pada tahun 2022. Pengukuran pengelolaan sampah meliputi aspek operasional, kelembagaan, pembiayaan, regulasi, dan partisipasi masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kinerja pengelolaan sampah kepada total 100 responden di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Kuesioner terdiri dari 5 kategori variabel dan 18 item subvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan sampah dipengaruhi oleh peralatan pengangkutan dan pengolahan sampah. Keterbatasan ini sangat berpengaruh sehingga perlunya memperbanyak jumlah armada serta waktu ritasi pengangkutan dilaksakanan tidak pada jam padat kendaraan seperti pagi hari dan di sore hari. Kinerja pengelolaan sampah di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, diperlukan strategi pengumpulan sampah berbasis 3R (Reuse Reduce Recycle) agar sampah yang ada bisa dioptimalkan dengan baik, untuk menciptakan kondisi yang strategis dan efisien. [EN] Waste is the remaining part of human activities that must be managed properly to avoid problems for human life or the environment. Waste management is not based on 3R, there is a lack of transportation fleet, and there are many illegal waste dumps. This research aims to analyze the factors that influence performance and optimize waste management performance in Indralaya District, Ogan Ilir Regency. The population in the Indralaya Sub-district reached 20,913 people in 2022. Waste management measurement includes operational, institutional, financing, regulatory, and community participation aspects. Data were collected by distributing waste management performance questionnaires to a total of 100 respondents in the Ogan Ilir District. The questionnaire consisted of 5 categories of variables and 18 sub-variable items. The results of the study showed that waste management performance was influenced by waste transportation and processing equipment. This limitation is very influential so that it is necessary to increase the number of fleets and carry out transportation routine times not during busy vehicle hours such as in the morning and in the afternoon. The performance of waste management in Indralaya District, Ogan Ilir Regency, requires a 3R (Reuse Reduce Recycle) based waste collection strategy so that existing waste can be optimized properly, to create strategic and efficient conditions.
Kajian Pemborosan Waktu (Waste Time) Dan Implementasi Value Stream Mapping Pekerjaan Sloof dan Kolom : Study of Waste Time and Implementation of Value Stream Mapping on Sloof and Column Harpriani Dewi, Diana; Sapitri
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).16743

Abstract

[ID] Pemborosan (waste) masih menjadi perhatian dalam industri konstruksi di Indonesia karena masih sering ditemui adanya waste dalam proses pelaksnaan/pembangunan  proyek . Waste yang terjadi pada proyek akan mengganggu produktivitas dan harus dihilangkan atau dikurangi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi apa saja jenis dan penyebab non-solid waste /waste time dan implementasi Value Stream Mapping (VSM) untuk meminimalisir non-solid waste /waste time pada pekerjaan sloof dan kolom basement. Pendekatan yang digunakan yaitu lean construction dengan metode identifikasi jenis waste dan sumbernya serta membuat VSM untuk melihat aliran prosesnya. Pada peneltian ini waste yang dipakai ialah non physical waste/ non-solid waste, waste yang fisiknya tidak nampak dilapangan atau waste time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis non value adding activity yang sering terjadi adalah waiting (W5) yaitu menunggu pekerja, sedangkan penyebab non value adding activity yang sering terjadi adalah manajerial (B3) yaitu kurangnya kontrol oleh kontraktor terhadap pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan sumber daya (D6) yaitu kurangnya personil pihak kontraktor di lapangan. Berdasarkan hasil VSM, didapatkan hasil VAA teridentifikasi sebesar 64,90%, NVAAN teridentifikasi sebesar 3,38% dan NVAAU teridentifikasi sebesar 31,72%. [EN] Waste time is generally caused by waste of materials and resources that result in the project process is not optimal. Waste that occurs in projects will interfere with productivity and must be eliminated or reduced. The purpose of this study is to identify what are the types and causes of non-solid waste / waste time and the implementation of Value Stream Mapping (VSM) to minimize non-solid waste / waste time in sloof work and basement columns. The approach used is lean construction with methods of identifying the type of waste and its source and making VSM to see the process flow. In this study, the waste used is non-physical waste / non-solid waste, waste whose physical is not visible in the field or waste time. The results showed that the type of non-value adding activity that often occurs is waiting (W5), which is waiting for workers, while the cause of non-value adding activity that often occurs is managerial (B3), namely lack of control by contractors over the implementation of work in the field and resources (D6), namely lack of field personnel from contractors). Based on the VSM results, VAA results were identified at 64.90%, NVAAN identified at 3.38% and NVAAU identified at 31.72%.
Analisis Ketersediaan Air dan Kualitas Air Daerah Tangkapan Hujan Danau Sarantangan Kota Singkawang: Analysis of Water Availability and Quality in Habang River Catchment Area, Lake Sarantangan Intake, Singkawang City Nurhayati, Nurhayati; Irfansyah, Muhammad; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 02 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(02).14570

Abstract

[ID] Danau Sarantangan terletak di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan. Danau yang memiliki jarak 20 km dari Kota Singkawang ini memiliki luas 235 Ha dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber air baku bagi Kota Singkawang, khususnya Kelurahan Sagatani. Air baku agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, jika memenuhi syarat dari kuantitas air dan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan air dan kualitas air di intake Danau Sarantangan dan sekitarnya. Data primer, meliputi dimensi penampang dan kecepatan aliran di intake sumber air ke Danau Sarantangan, kedalaman Danau Sarantangan, dimensi penampang dan kecepatan aliran di saluran keluar Danau Sarantangan, sampel air di intake sumber air ke Danau Sarantangan, sampel air di Danau Sarantangan dan sampel air di saluran keluar Danau Sarantangan. Data sekunder adalah data curah hujan harian dan data iklim (suhu, kelembaban, kecepatan angin dan lama penyinaran matahari). Debit bulanan ditentukan menggunakan Metode Mock, debit andalan ditentukan menggunakan Metode Hazen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Sarantangan memiliki ketersediaan air sebesar 0,003 m3/detik atau sebesar 259.200 liter/hari dan kualitas air pada Danau Sarantangan memenuhi syarat untuk dapat dikonsumsi dengan melakukan metode peningkatan kualitas air. [EN] Sarantangan Lake is located in Sagatani Village, South Singkawang District. The lake which has a distance of 20 km from Singkawang City has an area of 235 Ha and has the potential to be developed as a source of raw water for Singkawang City, especially Sagatani Village. Raw water is to be used as a source of clean water if it meets the water quantity and quality requirements. This study aimed to determine the availability of water and water quality in the intake of Lake Sarantangan and its surroundings. Primary data, including cross-sectional dimensions and flow velocity in the intake of water sources to Lake Sarantangan, depth of Lake Sarantangan, cross-sectional dimensions and flow velocity in the outlet of Lake Sarantangan, water samples in the intake of water sources to Lake Sarantangan, water samples in Lake Sarantangan and water samples in the outlet of Lake Sarantangan. Secondary data are daily rainfall data and climate data (temperature, humidity, wind speed, and duration of solar irradiation). The monthly debit is determined using the Mock Method, and the mainstay debit is determined using the Hazen Method. The results showed that Lake Sarantangan has a water availability of 0.003 m3/second or 259,200 liters/day and the water quality in Lake Sarantangan is eligible for consumption by improving water quality methods.