cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB) PADA PEREMPUAN BALI YANG BERSTATUS PEREMPUAN BALU DALAM MASA GRIEVING (SUATU STUDI FENOMENOLOGI DESKRIPTIF) Ni Putu Dhita Maharani Moniex; Ni Made Ari Wilani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.24867

Abstract

ABSTRAK Grieving atau berduka merupakan keadaan yang menyebabkan perempuan mengemban status sebagai single mother atau perempuan balu. Perempuan balu merupakan istilah di Bali yang ditujukan kepada perempuan yang menjadi single mother karena kematian pasangan. Menjadi perempuan balu tidak jarang memicu konflik dalam kehidupan karena dalam masa grieving perempuan balu harus mengemban peran ayah di samping tiga perannya yaitu peran domestik, peran produktif, dan peran sosial, serta harus menjalankan awig-awig perempuan balu yang terdapat dalam lingkungan masyarakat. Penambahan peran serta adanya awig-awig membuat kehidupannya semakin tertekan. Keadaan yang tertekan dapat menyebabkan tidak seimbangnya kehidupan individu yang dapat memengaruhi Subjective Well-Being (SWB) individu. SWB merupakan evaluasi kehidupan individu berdasarkan komponen kognitif dan komponen afeksi terhadap kehidupannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif dan unit analisis individual. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan catatan lapangan. Responden dari penelitian ini adalah lima orang perempuan balu dalam masa grieving, memiliki anak laki-laki, bekerja, serta tinggal bersama keluarga suami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SWB dari kelima responden menurun setelah kematian suami. Hal ini dilihat dari persepsi perempuan balu pasca kematian suami, permasalahan yang muncul pasca kematian suami serta guncangan emosional pasca kematian suami. 
Stres pada Narapidana Perempuan Pelaku Pembunuhan Berencana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Semarang Nona Apungchris F Oiladang; S.A Kristianingsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36293

Abstract

Stres adalah pengalaman emosional negative yang disertai dengan perubahan fisiologis, kognitif, dan perilaku yang bertujuan untuk mengubah atau menyesuaikan diri terhadap situasi yang menyebabkan stres. Penelitiam ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sumber stres pada seorang narapidana perempuan pelaku pembunuhan berencana. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang dengan kriteria subjek yaitu: perempuan, narapidana pelaku pembunuhan berencana. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi saat ini kedua subjek tidak menunjukan gejala stres yang disebabkan oleh lamanya masa hukuman, perasaan bersalah, kasus, dan lingkungan dalam lapas. Hubungan kedua subjek dengan sesama WBP dan petugas baik, kedua subjek tidak pernah menunjukan sikap yang kurang baik. Kedu asubjek mengikuti peraturan yang ada dengan baik. Kedua subjek menunjukan gejala stres emosional, kognitif dan fisiologis. Perbedaan kedua subjek terletak pada subjek kedua yaitu gejala fisiologis karena ada penyakit kronis yang diderita oleh subjek kedua. Bentuk koping yang dilakukan kedua subjek yaitu berdoa, mengisi waktu kosong dengan mengikuti kegiatan di Lapas dan mengikuti program pengembangan diri
Perbedaan Kecurangan Akademis Siswa SMA ditinjau dari Jenis Kelamin dan Jurusan Sekolah Rizka Ariyanti Razak
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.22843

Abstract

Academic cheating is one of the phenomena that occur in the world of education. Many factors can affect academic cheating including internal, external, and demographics. This study aims to determine differences in academic cheating in terms of demographic factor (gender and schools majors) in high school. Subjects of this study (N = 86) were second-grade students from one of the public high school in Surabaya. Data collection techniques using non-probability sampling. The research method uses comparative quantitative, namely the Mann-Whitney U Test on gender variables and the Kruskall-Wallis test on school majors variables.The results of the Mann-Whitney U Test analysis showed that the significant value was 0.238 and the Kruskal-Wallis test results showed a significant value of 0.229.These results have a significance value greater than 0.05 (p> 0.05) which means there is no difference in academic cheating in terms of gender and school majors. Gender differences and school majors do not guarantee students not to commit academic cheating because the students has the same pressure to get high grades on subjects. This is also supported by the environment that implements the performance goal orientation.
GAMBARAN SENSATION SEEKING PADA ATLET PARALAYANG DI KOTA SALATIGA Ragil Setiawan; Ratriana Y.E Kusumiati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran sensation seeking atlet paralayang di kota Salatiga. Partisipan yang diteliti adalah 2 atlet paralayang dengan kategori telah mendapatkan Izin Terbang (SIM) resmi dari organisasi induk terbang layang dan berusia di atas 15 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mendapatkan data. Hasil penelitian yang telah dilakukan, perilaku sensation seeking kedua partisipan dapat digambarkan berdasarkan dimensi pencarian getaran jiwa dan petualangan (thrill and advantures seeking), pencarian pengalaman (experience seeking), kerentanan terhadap rasa bosan (boredom susceptibility), faktor usia, jenis kelamin, perilaku berisiko (Risk behavior) serta interaksi sosial yang dimiliki kedua partisipan
Peran Kecenderungan Kecanduan Gawai dan Self-Regulated Learning terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMAN X di Kabupaten Badung Putu Ayu Ratih Pradnyanawati; Desira Swandi Indah Ni Luh
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36766

Abstract

Siswa selama mengikuti proses belajar di sekolah mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan tugas akademik dengan tepat waktu, namun masih sering dijumpai siswa lyang melakukan prokrastinasi akademik yang berdampak pada penurunan prestasi akademik. Prokrastinasi akademik yaitu kecenderungan keterlambatan untuk mengawali maupun mengakhiri tugas yang berkaitan dengan bidang akademik. Beberapa hal dapat berperan terhadap prokrastinasi akademik siswa antara lain kecenderungan kecanduan gawai dan self-regulated learning. Tujuan penelitian yaitu mengetahui peran kecenderungan kecanduan gawai dan self-regulated learning terhadap prokrastinasi akademikl siswa SMAN X di Kabupaten Badung yang diambill dengan teknik simple random sampling. Penelitian inii menggunakan metode lkuantitatif. Subjek penelitian sebanyak 273 siswa SMAN X di Kabupaten Badung. Alat ukur pada penelitian menggunakan Skala Prokrastinasi Akademik, Skalai Kecenderungan Kecanduan Gawai, dan Skala Self-Regulated Learning. Tekniki analisisl data memakai regresi berganda. Uji regresi berganda membuktikan bahwa nilaii koefisieni regresi sebesari 0,185 dan nilaii signifikansii sebesari 0,009 (p<0,05). Nilai koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecenderungan kecanduan gawai sebesar 0,134 dan pada variabel self-regulated learning sebesar -0,125. Hasil dari analisis data menyatakan kecenderungan kecanduan gawai dan self-regulated learning secara bersama-samai berperanl terhadap prokrastinasi akademik siswa SMAN X di Kabupaten Badung.
Pengaruh Gratitude dan Dukungan Sosial terhadap Psychological Well-Being Wanita Dewasa Awal Bekerja yang Belum Menikah Fitrika Ayu Riszki; Raras Sutatminingsih; Rodiatul Hasanah Siregar
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36014

Abstract

Menikah adalah salah satu tugas perkembangan masa dewasa awal, namun kenyataannya saat ini banyak wanita dewasa awal belum menikah. Terdapat beberapa hal yang menjadi alasan mengapa banyak wanita yang belum menikah, salah satunya karena telah bekerja. Keadaan wanita yang bekerja tersebut membawa akibat lain bagi tugas perkembangan mereka, salah satunya adalah menikah. Kondisi tersebut terkadang memberikan dampak bagi diri mereka. Status wanita yang belum menikah tersebut terkadang akan mempengaruhi well-being mereka. Terdapat penelitian yang menyatakan wanita yang belum menikah memiliki psychological well-being yang baik, namun ada juga yang mengatakan wanita yang belum menikah memiliki psychological well-being yang kurang baik. Hal tersebut dapat terjadi karena karena kurangnya rasa syukur (gratitude) serta tidak mendapat dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gratitude dan dukungan dosial terhadap psychological well-being wanita dewasa awal bekerja yang belum menikah. Teknik pengambilan sample menggunakan snowball sampling dengan kriteria penelitian yaitu wanita bekerja yang belum menikah dan berusia 25 – 40 tahun yang berjumlah 157 orang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Psychological Well-Being, Skala Gratitude dan skala Dukungan Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gratitude dan dukungan sosial memberikan pengaruh positif secara bersama-sama terhadap psychological well-being wanita dewasa awal bekerja yang belum menikah yang artinya semakin tinggi gratitude dan dukungan sosial yang dimiliki maka semakin tinggi pula psychological well-being wanita dewasa awal bekerja yang belum menikah, dengan nilai Sig. .000.9
REVIEW ARTICLE: PENGARUH KECANDUAN BERMAIN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Fatma Indriani; Diva Nada Rizki Nuzlan; Hilma Shofia; Jihan Putri Ralya
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36481

Abstract

Remaja yang mengalami kecanduan bermain media sosial akan lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain media sosial dibanding dengan membangun interaksi dengan keluarga, teman bahkan kerabat lainnya. Hal tersebut mengarah pada mengecilnya lingkaran sosial dengan kuantitas yang menurun dan membuat tingkat stress menjadi lebih tinggi. Perilaku pengunaan media sosial yang berlebihan dikalangan remaja tanpa pemahaman yang cukup dapat menyebabkan tindak body shaming dan hate speech yang dapat berujung  hingga menyebabkan kelainan mental pada penggunanya. Penelitian ini menggunkan metode literature review. Tolok ukur jurnal yang dipilih yaitu jurnal dengan terbitan antara tahun 2020-2022 terdiri dari jurnal nasional dan beberapa website resmi. Pengambilan data dilakukan sekitar bulan April-Juni 2022. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan yang ada didapatkan bahwa terdapat huubungan antara kecandan bermain medsos (media sosial) terhadap kesehatan mental pada remaja. Hal tersebut berkaitan dengan frekuensi atau durasi penggunaannya, seperti kurang tidur, produktivitas kerja berkurang, lebih sedikit waktu yang dihabiskan dengan orang lain, dan perasaan yang muncul saat tidak menggunakan internet, seperti perasaan depresi, suasana hati yang murung, kebodohan, dan kekosongan. Kesimpulan yang diperoleh adalah terbukti adanya  hubungan diantara hal tersebut. Oleh sebab itu, disarankan kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan sang anak ketika menggunakan HP dan bermain media sosial agar tidak mempengaruhi kondisi mental bagi remaja.
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR KELOMPOK BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Asih Menanti; Abdul Murad; Rafael Lisinus Ginting
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36280

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya data empirik tentang Organizational Citizenship Behavior (OCB) di dalam kelompok belajar mahasiswa Prodi BK FIP UNIMED, untuk tindakan preventif dan kuratif OCB. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat OCB, OCB-I, dan OCB-O di dalam kelompok belajar pada mahasiswa Prodi BK FIP UNIMED. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 192 orang mahasiswa Prodi BK FIP UNIMED, diambil secara total dari populasi yang terdiri dari 97 orang mahasiswa semester IV Tahun Angkatan 2019 dan 95 orang mahasiswa semester VI Tahun Angkatan 2018. Penelitian dan penyususunan laporan dilakukan pada bulan Juni sampai November 2021. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert, dan analisis data menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat OCB di dalam belajar pada mahasiswa Prodi BK FIP UNIMED secara menyeluruh termasuk cukup dengan pencapaian rata-rata 3,40. Tingkat OCB-I di dalam kelompok belajar termasuk cukup dengan pencapaian rata-rata 3,41, dan tingkat OCB-O termasuk cukup dengan pencapaian rata-rata 3,39. Apabila dilihat berdasarkan dimensi-dimensi OCB diketahui bahwa dimensi yang termasuk tinggi adalah pada dimensi conscientiousness dengan pencapaian rata-rata 4,06,  dimensi courtesy dengan pencapaian rata-rata 4,32, dan dimensi cheerleading dengan pencapaian rata-rata 4,13. Dimensi yang termasuk cukup memadai adalah dimensi altruism dengan pencapaian 3,30, sportsmanship dengan pencapaian rata-rata 3,93. Dimensi yang termasuk rendah adalah dimensi civic virtue dengan pencapaian rata-rata 1,64 dan dimensi peacemaking dengan pencapaian rata-rata 2,43
Kajian Fenomenologi Tentang Makna Bullying Dan Pencapaian Posttraumatic Growth Pada Mahasiswa Penyintas Bullying Di Bali Cokorde Istri Ayu Laksmi Dewi; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36767

Abstract

Bullying diketahui sebagai fenomena yang biasa terjadi di lingkungan sekolah. Terdapat berbagai bentuk bullying seperti bullying secara langsung, bullying relasional, dan cyberbullying. Bullying dapat menimbulkan dampak negatif baik pada fisik, psikologis, relasional, dan akademik. Dampak negatif tersebut bahkan dapat bertahan dalam jangka panjang sampai individu memasuki perguruan tinggi, dan menimbulkan masalah pada penyesuaian diri dengan kehidupan kampus, proses akademik, serta meninggalkan perkuliahan. Namun pada beberapa kasus, perjuangan menghadapi bullying dapat menimbulkan pertumbuhan positif pada individu, yang disebut dengan posttraumatic growth. Tujuan penelitian yaitu mengetahui dan menggali lebih dalam tentang makna pengalaman bullying dan bagaimana proses pencapaian posttraumatic growth pada mahasiswa penyintas bullying. Informan penelitian terdiri dari tiga mahasiswa yang merupakan dari Bali, dengan usia 18-21 tahun dan pernah mengalami bullying semasa sekolah. Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan desain descriptive phenomenological analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna bullying bagi mahasiswa penyintas bullying memiliki dua sisi berbeda, yaitu bullying sebagai hal yang negatif dan bullying sebagai hal yang membawa hikmah positif. Proses yang dilalui untuk mencapai posttraumatic growth yaitu mengalami guncangan psikologis, pemaknaan bullying, transformasi diri, dan kemunculan posttraumatic growth. Posttraumatic growth yang muncul pada mahasiswa penyintas bullying di Bali juga erat kaitannya dengan budaya Bali.
Pengaruh Konsep Diri Terhadap Motivasi Belajar Siswa Al-Islam Taman Sidoarjo Tantri Ida Nursanti; L. Rini Sugiarti
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36015

Abstract

Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Siswa yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan motivasi belajar siswa dan seberapa besar sumbangan efektif konsep diri terhadap motivasi belajar siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa siswi SMP Al-Islam Taman Sidoarjo sebanyak 35 siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan angka koefisien korelasi sebesar rxy = 0,397 dengan nilai signifikansi 0,018 (p< 0,05). Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dengan motivasi belajar siswa SMP Al-Islam Taman Sidoarjo