cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
PENGARUH KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI SMK TELKOM 2 MEDAN TAHUN AJARAN 2020/2021. Ingrid Tobing
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v17i2.32323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kecanduan game online dengan komunikasi interpersonal di SMK Telkom 2 Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 siswa kelas XI. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner yaitu angket kecanduan game online dan angket komunikasi interpersonal. Pengujian asumsi sebagai persyaratan analisis data yaitu uji normalitas dan uji linearitas sebagai asumsi dasar. Dalam uji normalitas diketahui hasil yang didapat signifikansi sebesar 0,726 lebih besar dari 0,05 atau 5% yang artinya dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dalam uji linearitas didapatkan nilai signifikansi dari linearitas sebesar 0,066 yaitu lebih besar dari 0,05 atau 5%, dan diperoleh nilai Fhitung adalah 1,82 lebih kecil dari Ftabel1,92, artinya dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel Kecanduan Game Online (X) dengan variabel Komunikasi Interpersonal (Y). Selanjutnya dilakukan uji dengan analisis regresi sederhana, koefisien determinan dan uji t. Hasil penelitian menjelaskan dalam regresi linier sederhana dapat dilihat nilai koefisien konstata sebesar 87,227 dan koefisien variabel bebasnya sebesar -0,343. Sehingga diperoleh persamaan regresi Y = 87,227 + (-0,343)X. Dalam uji t, didapatkan bahwa thitung>ttabe lyaitu -4,064 > -2,00575 yang artinya variabel Kecanduan Game Online (X) berpengaruh secara negatif terhadap variabel Komunikasi Interpersonal, maka hipotesis adanya pengaruh Kecanduan Game Online Terhadap Komunikasi Interpersonal di SMK Telkom 2 Medan Tahun Ajaran 2020/2021 diterima. Pada uji koefisien determinasi didapatkan pengaruh kecanduan game online terhadap komunikasi interpersonal siswa SMK Telkom 2 Medan sebesar 23,8%. Yang artinya adanya Pengaruh Kecanduan Game Online Terhadap Komunikasi Interpersonal di SMK Telkom 2 Medan Tahun Ajaran 2020/2021.
GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA MASYARAKAT INDIA PUNJABI DI KOTA MEDAN Harpriti Kaur
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.21177

Abstract

Every couple who forms a marriage bond and becomes a family certainly has dreams of going through everything in a good condition. In undergoing marriage, marital satisfaction is a target that must be achieved by every family. Marriage satisfaction includes many aspects ranging from communication to the similarity of roles between husband and wife in carrying out the household ark. Indian Punjabi people are indigenous people of India who have lived in Medan for generations. Indian Punjabi traditions and culture have become an inseparable part of every family in the city. This includes marriages that can be started from an arranged marriage, for example. Seeing the community marriage in Medan, the idea emerged to investigate the description of marriage satisfaction experienced by Indian Punjabi people. With a qualitative method, this study focuses on a deeper exploration of the description of Indian Punjabi marriage in Medan. With the interview technique, researchers dig up information related to marriage satisfaction experienced by two family pairs, each of which has a length of marriage of 11 and 25 years. From the interviews conducted, the aspects of marriage according to Oslon and Fowers (1989) are used as a reference to get a complete picture of marriage. The results of the study show that, although the respondents' marriages began with an arranged marriage between the two extended families, they were able to fulfill all aspects of marriage and undergo marriage according to existing standards. This certainly gives marriage satisfaction as expected at the beginning, even though there are many problems faced, they can be solved.Setiap pasangan yang membentuk ikatan pernikahan dan menjadi keluarga tentu memiliki impian untuk menjalani semuanya dengan suatu keadaan yang baik. Di dalam menjalani pernikahan, kepuasan pernikahan menjadi target yang harus dicapai oleh setiap keluarga. Kepuasan pernikahan meliputi banyak aspek mulai dari komunikasi sampai kesamaan peran antara suami dan istri dalam menjalani bahtera rumah tangga. Masyrakat India Punjabi adalah masyarakat asli India yang sudah turun temurun tinggal di kota Medan. Tradisi dan budaya India Punjabi sudah menjadi bagian yang tidak bisa terlepas dari setiap keluarga yang ada di kota tersebut. Hal ini termasuk pernikahan yang bisa diawali dari sebuah perjodohan misalnya. Melihat pernikahan masyarakat yang ada di kota Medan ini, muncul ide untuk meneliti terkait gambaran kepuasan pernikahan yang dialami oleh orang India Punjabi. Dengan metode kualitatif, penelitian ini berfokus pada penelusuran lebih dalam terkait gambaran pernikahan masyarakat India Punjabi di kota Medan. Dengan teknik wawancara, peneliti menggali informasi terkait kepuasan pernikahan yang dialami oleh dua pasang keluarga yang mana masing-masing memiliki lama pernikahan 11 dan 25 tahun. Dari wawancara yang dilakukan, aspek-aspek pernikahan menurut Oslon dan Fowers (1989) dipakai sebagai acuan untuk mendapatkan gambaran utuh terarkait pernikahan. Hasil penelitian menjukkan bahwa, walaupun pernikahan dari responden diawali dengan perjodohan dari kedua keluarga besar namun mereka mampu memenuhi aspek-aspek dalam pernikahan dan menjalani pernikahan sesuai standar yang ada. Hal ini tentu memberikan kepuasan pernikahan seperti yang diharapkan di awal walaupun ada banyak masalah yang dihadapi namun bisa diselesaikan.Kata kunci: India Punjabi, Kepuasan Pernikahan, Aspek Pernikahan
PENGARUH KONSELING INDIVIDUAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING TERHADAP PERILAKU ASERTIF DALAM BERPACARAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TANAH JAWA T.A 2020/2021 Juit Yanti Simanjuntak
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v17i2.32334

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian layanan konseling individual dengan menggunakan teknik assertive training terhadap perilaku asertif siswa dalam berpacaran dan untuk meningkatkan assertivitas siswa dalam berpacaran. Penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment menggunakan desain penelitian pre-test and post-test group design. Dalam pelaksanaan kegiatan ini peneliti akan terlebih dahulu menentukan subjek penelitian melalui pemberian pre-test kepada siswa sebanyak 30 siswa lalu menentukan subjek penelitian dengan teknik screening (penyaringan), maka diperoleh subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang memiliki perilaku asertif dengan tingkat yang cukup rendah dalam berpacaran. Kemudian peneliti memberikan layanan kepada subjek penelitian yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil data uji wilcoxon diperoleh nilai terkecil yaitu Jhitung = 9, dengan α = 0,05 dan n = 4 sehingga nilai Jtabel = 0. Dari data tersebut terlihat bahwa Jhitung >Jtabel dimana  9 > 0. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling individual teknik assertive training terhadap perilaku asertif dalam berpacaran siswa SMA Negeri 1 Tanah Jawa T.A 2020/2021 atau hipotesis diterima.
PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL GURU BK DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN Melati Eldrina
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v17i2.32335

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk membuat gambaran terhadap kompetensi sosial guru Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah: Bagaimana gambaran persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru BK dan implikasinya terhadap penyelenggaraan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan? Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kuantitatif. Jenis penulisan ini adalah deskriptif analisis. Sampel dalam penelitian ini adalah 122 orang kelas VIII dan 115 orang kelas IX di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru BK berada pada kategori sedang (41%), yang artinya guru BK cukup mampu memenuhi kompetensi sosial guru BK sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK RELAKSASI TERHADAP BURNOUT BELAJAR SISWA SMP AMANAH KWALA BEGUMIT TAHUN AJARAN 2020/2021 Ayu Lestari
PSIKOLOGI KONSELING Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v17i2.32336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif konseling kelompok menggunakan teknik relaksasi terhadap burnout belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain one grup pre-test and post-test. Teknik untuk menentukan subjek penelitian adalah teknik skrinning. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Amanah Kwala Begumit kelas VIII yang berjumlah 8 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala likert. Penelitian ini menggunakan analisis data uji wilcoxon . Berdasarkan hasil analisis data pre-test diperoleh skor rata-rata 93,88 dan data post-test diperoleh skor rata-rata 51,25. Hal ini membuktikan adanya penurunan nilai rata-rata dari burnout belajar pada siswa setelah pemberian layanan konseling kelompok menggunakan teknik relaksasi yang berarti ada pengaruh positif layanan konseling kelompok menggunakan teknik relaksasi terhadap burnout belajar siswa. Berdasarkan hasil data uji wilcoxon diperoleh nilai terkecil yaitu Jhitung = 10, dengan α = 0,05 dan n = 8 sehingga diperoleh nilai Jtabel = 4. Dari data tersebut terlihat bahwa Jhitung >Jtabel dimana  10 > 4 sehingga Ha diterima
PERBEDAAN KECERDASAN EMOSI PADA MUSISI SEKULER DAN MUSISI GEREJA DI KOTA SALATIGA Stevan Marcellino Purnama
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.34199

Abstract

Emotional intelligence is an ability needed in the daily life to confront various situation and condition, especially for both secular and christian musicians which have demand and pressure in living their life phases. Some researches find that most people who deals with the music direclty, either playing or listening to it, have good emotional intelligence. Yet, it does not certify that all secular and christian musicians have good emotional and vice versa. This research is done to know the emotional intelligence differences between secular musicians and christian musicians in Salatiga. The emotional intelligence is measured using emotional intelligence scale according to Goleman (2003) which is developed by Perwitasari (2015). The sample is collected using purposive sampling technique. The subject of the research consists of 36 secular musicians and 37 christian musicians in Salatiga. The data analysis is done by hypothesis test using Independent Sample T-Test which is processed with the help of SPSS 25.0 version. According to the hypothesis test using Independent Sample T-Test shows that the significance value is p = 0,200 (p > 0.05) which means there is not any emotional intelligence differences between secular musicians and christian musicians in Salatiga.
Pelatihan Modal Psikologis untuk Meningkatkan Keterikatan Kerja pada Superintendent & Team Leader PT. XXX Christy Margareth
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36541

Abstract

Keberhasilan proses produksi akan ditentukan oleh kemampuan seorang pemimpin seksi/regu dalam menjalankan tugasnya. Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi keterikatan kerja dari pemimpin adalah Sumberdaya pribadi (personal resources) yang merupakan bentuk evaluasi diri positif yang dihubungkan dengan resiliensi dan merujuk kepada perasaan individu terhadap kemampuannya untuk mengontrol dan memberikan dampak terhadap situasi disekitarnya. Salah satu konsep yang dapat digunakan untuk menggambarkan aspek sumberdaya pribadi adalah modal psikologis (Psychological Capital/ PsyCap). Hasil observasi dan wawancara di PT. XXX menunjukkan bahwa peneliti mengindikasikan bahwa para pemimpin seksi/ regu cenderung kurang memiliki modal psikologis dalam melaksanakan perannya sebagai pemimpin. Berdasarkan hasil analisa kebutuhan yang telah dilakukan, maka peneliti akan mengadakan pelatihan tentang modal psikologis untuk meningkatkan keterikatan kerja pada pemimpin seksi/regu, dengan mengacu kepada 4 aspek/dimensi modal psikologis menurut Luthan, Youssef-Morgan, dan Avolio (2014). Berdasarkan hasil pelatitan didapatkan hasil bahwa skor pengetahuan karyawan meningkat namun kemampuan penerapan dan sikap belum mencerminkan aspek modal psikologi yang dilatihkan. Maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan kepada peserta belum efektif untuk meningkatkan keterikatan kerja melalui modal psikologis.
PENINGKATAN HUBUNGAN SOSIAL ANTAR TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DI SMP NEGERI 26 SURABAYA Aisijah Hartati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36236

Abstract

SMP Negeri 26 Surabaya students look some students can establish social relationships well and there are students who are not able to establish good social relationships, so it is necessary to have group dynamics that are deliberately developed because group dynamics are interpersonal relationships characterized by a spirit of cooperation between group members. , share knowledge, experience and achieve group goals, so that through group dynamics the ability to communicate and socialize with peers can be improved. With this type of experimental research on class VIII students of SMP Negeri 26 Surabaya, with a study group of 10 classes, each class has 38 students, so the population of class VIII is 380 students. The samples taken in this study were 38 students. The results showed that the level of social relations between students' peers before receiving group guidance services (treatment) was in the high or good category; as well as the level of social relations between students' peers after receiving group guidance services classified in the very high or very good category.
PENGARUH DUKUNGAN ASPIRASI KARIR SEBAGAI GURU DARI KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH KEPENDIDIKAN jihan gusvarina nuraini; Uswatun Hasanah; Nurlaila Abdullah Mashabi; Mirdat Silitonga
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.19443

Abstract

Salah satu keberhasilan yang diharapkan dimiliki dari seorang mahasiswa adalah kesiapan terhadap persiapan karir. Yaitu untuk dapat memasuki dunia kerja yang sesuai dengan keahlian dan minatnya. Beragamnya pilihan dalam dunia pekerjaan membuat mahasiswa mengalami kebingungan dalam memilih dan memutuskan jenjang karir yang akan digelutinya. Dalam proses pemilihan karir, keluarga terutama orangtua memiliki peran penting dalam menyalurkan aspirasi karir terhadap anak dengan memberikan dukungan dan informasi pengalam atau pengetahuan yang dimiliki orangtua. Penelitian ini dibuat untuk memperoleh pengetahuan tentang pengaruh dukungan aspirasi karir dari orangtua sebagai guru terhadap motivasi belajar mata kuliah kependidikan. Penelitian dilaksanakan di Prodi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Metode pendekatan yang digunakan adalah kuisioner dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan proportionate random sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 148 responden. Hasil uji regresi dengan taraf signifikan 0,05 Fhitung (88,65) > Ftabel (3,91), nilai signifikan 0,05 dengan thitung (9,42) > ttabel (1,655). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variable dukungan aspirasi karir dari keluarga terhadap variabel motivasi belajar mata kuliah kependidikan mahasiswa Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinan diperoleh hasil 37,78%  yang dapat disimpulkan bahwa variable dukungan aspirasi karir dari keluarga memberikan sumbangan efektif terhadap motivasi belajar mata kuliah kependidikan dan 62,22% dipengaruhi oleh faktor lain. 
EFEKTIVITAS INTERVENSI KECERDASAN EMOSI UNTUK MENCEGAH PERILAKU AGRESI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NURUL ISLAM KUBU RAYA Nur Kur'ani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v20i1.36279

Abstract

Perilaku agresi yang terjadi di sekolah merupakan salah satu masalah yang sangat mendesak untuk diselesaikan. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya perilaku agresi pada siswa di sekolah diperlukan kecerdasan emosi yang baik agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi kecerdasan emosi untuk mencegah perilaku agresi pada siswa kelas VIII di SMP Nurul Islam Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Mixed-Method. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII  di SMP Nurul Islam. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 34 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen yang merupakan kelompok siswa yang diberi perlakuan dan kelas kontrol yang merupakan kelompok siswa yang tidak diberi perlakuan. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan  intervensi kecerdasan emosi tergolong efektif untuk mencegah perilaku agresi pada siswa kelas VIII di SMP Nurul Islam Kubu Raya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kecerdasan emosi siswa sesudah mengikuti intervensi kecerdasan emosi.