Jurnal Smart Keperawatan
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017"
:
10 Documents
clear
Pengaruh Toilet Training Terhadap Tingkat Kognitif Orang Tua Dan Frekuensi Enuresis Pada Anak Usia Prasekolah di Pemalang
Hikmatul Janah;
livana ph;
hermanto hermanto
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.249 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.11
ABSTRAK Pendahuluan: Anak usia prasekolah merupakan anak yang berusia 3 sampai 6 tahun. Pada masa ini anak seharusnya sudah mampu mengendalikan fungsi kandung kemihnya sehingga tidak mengalami enuresis. Salah satu penatalaksanaan enuresis adalah menggunakan metode toilet training. Pengetahuan tentang toilet training sangat penting bagi orang tua untuk memperoleh keberhasilan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh toilet training terhadap tingkat kognitif orang tua dan frekuensi enuresis pada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan Pretest-posttest design. Tehnik sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 42 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, power point dan leaflet. Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji paired sample t-test tentang toilet training terhadap tingkat kognitif orang tua di dapatkan nilai p value sebesar 0,000 (p <0,05) menunjukan ada pengaruh toilet training terhadap tingkat kognitif orang tua dan toilet training terhadap frekuensi enuresis di dapatkan hasil nilai p value 0,160 (p >0,05) menunjukan tidak ada pengaruh toilet training terhadap frekuensi enuresis pada anak usia prasekolah di Pemalang. Diskusi: Hasil penelitian ini di rekomendasikan kepada orang tua tentang cara mengajarkan toilet training dengan benar sejak anak berusia toodler sehingga kejadian enuresis pada anak usia prasekolah dapat berkurang. Kata Kunci: Frekuensi enuresis, tingkat kognitif orang tua, toilet training
Persepsi Perawat Tentang Jenjang Karir di RSUD Tugurejo Semarang
Mona saparwati;
Mutinik Mutinik
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.224 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.131
Pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan dan penerapan rencana karir yang dapat digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan keahliannya. Departemen kesehatan Republik Indonesia bersama PPNI telah mengeluarkan pedoman jenjang karir perawat. RSUD Tugurejo menerapkan sistem jenjang karir mulai tahun 2014. Perawat mempersepsikan bahwa jenjang karir adalah level dari pekerjaan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran persepsi perawat tentang jenjang karir di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 79 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data mengunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi perawat tentang jenjang karir di RSUD Tugurejo Semarang baik dengan hasil 75% baik. Hasil penelitian dari tingkatan jenjang karir perawat sebagian besar baik sebanyak 48 responden (60,8%), manfaat jenjang karir perawat sebagian besar baik sebanyak 55 responden (69,6%), standar kompetensi jenjang karir perawat sebagian besar baik sebanyak 40 responden (50,6%), mekanisme kenaikan jenjang perawat sebagian besar kurang baik sebanyak 46 responden (41,8%). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka saran kepada rumah sakit untuk memberikan dorongan kepada perawat untuk semangat dalam mengikuti mekanisme kenaikan jenjang karir.
Pengalaman Seksualitas Pasien Dengan Hemodialisa di RSUD Batang
Dwi Kustriyanti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (100.008 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.132
Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan yang meningkat setiap tahun. Berbagai metode pengobatan dapat meningkatkan harapan hisup pasien, namun juga memunculkan masalah baru yang mempengaruhi kualitas hidupnya. Pasien dengan ginjal kronik menjalani pengobatan hemodialisa secara rutin yang dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia, osteodistrofi ginjal, gagal jantung dan disfungsi seksual atau impotensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman seksualitas pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Batang. Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada lima pasien laki-laki di ruang Hemodialisa. Pengambilan partisipan dilakukan hingga mengalami saturasi data dengan in-depth interview yang direkam menggunakan audio recorder. Pengambilan data menggunakan bahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan dilakukan analisis data. Hasil penelitian memiliki 4 tema yaitu perubahan pola hubungan seksual sebelum dan sesudah menjalani hemodialisa, perubahan kepuasan seksual sebelum dan sesudah menjalani hemodialisa, masalah seksual yang dialami setelah hemodialisa dan mekanisme koping dalam menghadapi masalah seksual. Kata Kunci: seksualitas; hemodilisa; ginjal kronik
Status Menopause Terhadap Angka Massa Tulang di Puskesmas Kedungmundu
eni kusyati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (81.816 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.128
Pada masamenopause kehilangan hormoneesterogen disebabkan karenatubuh tidak lagi memproduksi yang berfungsi untuk pembentukan tulang dan mempertahankan masa tulang. Pengeroposan yang terjadi dalam jangka panjang akan menyebabkan timbulnya Osteoporosis pada wanita menopause. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar respon den mempunyai tingkat resiko tinggi osteoporosis usia 50-60 tahun sebanyak 16 (25,8%) dari 62 responden.Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan status menopause terhadap angka massa tulang di Puskesmas Kedungmundu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparasi dengan pendekatan cross section. Pengambilan data menggunakan Alat Ukur Massa Tulang (BIA).Jumlah responden sebanyak 62 orang dengan teknik Probabiliti sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan angka massa tulang pada responden menopause di Puskesmas Kedungmundu rata-rata sebesar 2,21kg. Angka massa tulang pada responden premenopause di Puskesmas Kedungmundu rata-rata sebesar 2,09 kg. Perbedaan rata-rata massa tulang pada ibu dengan status Menopause dengan status PreMenopause adalah 0,12 kg. Beda Minimal Angka Massa Tulang pada ibu status Menopause dengan ibu status Pre Menopause tidak ada. Beda Maksimal Angka Massa Tulang pada ibu status Menopause dengan ibu status Pre Menopause adalah 0,3 kg. Ada perbedaan Angka Masa Tulang pada ibu menopause dan pre menpause Di Puskesmas Kedungmundu. Kata Kunci: Massa Tulang; Menopause; Pre Menopause
Pengaruh Rendam Air Garam Terhadap Proses Penyembuhan Ulkus Diabetikum
moh projo angkasa;
Ta'adi Ta'adi;
Mardi Hartono
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (67.042 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.99
Latar Belakang : Prevalensi terjadinya ulkus diabetikum di Indonesia sebesar 15% dan sering kali berakhir dengan kecacatan dan kematian (Waspadji, 2006). Penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh metode perawatan luka. Banyak tehnik perawatan luka.Salah satunya dengan menggunakan air garam.Garam merupakan benda padatan berwarna putih berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium klorida (NaCl) lebih dari 80 % serta senyawa lainnya seperti Magnesium klorida, Magnesium Sulfat, kalsium klorida dan lain-lain. Garam mempunyai sifat yang mudah menyerap air.Ketika garam dicampur dengan air, terutama air hangat, terbentuklah partikel-partikel dengan muatan listrik yang berbeda: ion natrium yang bermuatan positif dan ion klor yang bermuatan negatif. Ketika larutan garam ini diberikan pada bagian yang luka, ion-ion ini akan mengatur tekanan sel-sel di sekitar luka. Tekanan diatur sedemikian rupa sehingga cairan tidak akan keluar dari dalam sel. Dengan kata lain, luka akan menjadi cepat kering.Di samping mengeringkan luka, air garam juga dapat membunuh bakteri yang menyerang luka (terutama bakteri staphylococcus dan streptococcusTujuan dan desain penelitian: tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh rendam air garam terhadap proses penyembuhan luka ulkus diabetikum. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan randomized control group only design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien dengan ulkus diabetikum di RS Prima Medika Pemalang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah dari populasi. Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah quota sampling. Pada penelitian ini sampel berdasarkan kuota yang telah di tetapkan peneliti yaitu sejumlah 40 responden, 20 responden dilakukan tindakan rendam air garam, dan 20 responden tidak dilakukan rendam air garam sebagai kontrol.Analisa : analisa menggunakan univariat dan bivariate. Analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan uji beda mean independent menggunnakan uji non parametric Mann-Whitney U karena distribusi data tidak normal.Hasil : menunjukkan bahwa rata-rata nilai proses penyembuhan luka pada kelompok intervensi (direndam air garam) adalah 3.70, sedangkan rata-rata nilai proses penyembuhan luka pada kelompok kontrol (tidak direndam air garam) adalah 3.35. Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh perawatan luka rendam air garam terhadap proses penyembuhan luka ulkus diabetikum (p value = 0.029) Kata kunci : Rendam air garam, proses penyumbuhan ulkus diabetikum
Musik Gamelan Meningkatkan Kualitas Tidur Lansia di Desa Kagok - Tegal
Arif Rakhman;
Anisa Oktiawati;
Khodijah Khodijah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.312 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.86
Populasi lansia di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun dimana dapat menimbulkan permasalahan terkait aspek medis salah satunya yaitu permasalahan gangguan tidur pada lansia. Terapi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah penurunan kualitas tidur adalah terapi musik. Musik dipilih dengan mempertimbangkan ras, kelas sosialdan latar belakang pendidikan. Maka dari itu musik gamelan sangat tepat untuk diperdengarkan bagi lansia.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi music gamelan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Kagok Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimentaldan rancangan penelitian menggunakan One GroupPre-Post Test Design dimana dalam rancangan ini terdapat pengukuran kualitas tidur sebelum dan setelah diberikan terapi music gamelan. Besar sampel ditentukan berdasarkan rumus analitis kategorik berpasangan pada tingkat kemaknaan 5% dan ditambahdengan estimasi drop outyaitu 16 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesionerPittsburg Sleep Quality Index (PSQI)untuk menilai kualitas tidur lansia. Uji statistik penelitian ini menggunakan Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan kualitas tidur lansia sebelum dan setelah diberikan terapi musik gamelan dengan p value 0,002 (p value< 0,05). Terapi musik gamelan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur lansia di Desa Kagok Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Kata Kunci: Pengaruh, Terapi Music Gamelan, Kualitas Tidur, Lansia.
Pengaruh Kehamilan Remaja Terhadap Bayi Berat Badan Lahir Rendah
devi permata sari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.473 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.87
Proses kehamilan dan kelahiran pada masa remaja turut berkontribusi dalam meningkatkan angka kematian perinatal di Indonesia. Kehamilan remaja beresiko besar menimbulkan konsekuensi negative , baik berupa konsekuensi medis (fisik),psikologis maupun social ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehamilan remaja terhadap bayi berat badan lahir rendah.Penelitian ini merupakan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan perolehan jumlah sample 92 kelompok kasus dan 92 kelompok control..Uji statistic bivariate menggunakan chi square. Hasil penelitian sebanyak 16.1% kehamilan yang terjadi pada remaja usia ≤ 19 melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan sebanyak 56.9% kehamilan terjadi pada responden bukan remaja atau usia 20-35 tahun dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Nilai chi square hitung adalah sebesar 17.108 dengan p value sebesar 0.000 (p<0.05). kesimpulan : kehamilan remaja meningkatkan resiko bayi dengan bayi berat badan lahir rendah 0.146 kali dibandingkan dengan usia produktif. Kata Kunci: bayi berat badan lahir rendah, kehamilan remaja
Peran Perawat Sebagai Petugas Surveilans Kesehatan Dengan Perilaku Sehat Ibu Hamil Di Kota Semarang
Al Jihad, Much Nurkharistna
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.001 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.129
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 AKI menunjukkan angka 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup(Kemenkes, 2016).Kota Semarang jumlah kematian ibu pada tahun 2015 sebanyak 35 kasus dimana penyebab kematian ibu adalah PEB/eklampsia (34%), perdarahan (28%), penyakit (26%), lain-lain (12%). Petugas surveilans kesehatan yang telah diterjunkan pemerintah untuk menurunkan AKI termasuk didalamnya adalah perawat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi korelasi dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang yang berada di 5 kecamatan yang memiliki jumlah kematian ibu tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2015 sejumlah 636 orang, besar sampel sejumlah 30 orang.Hasil penelitian ibu hamil yang masuk pada trimester 2 (57,1%) dan masuk pada trimester 3 (42,9%), didapatkan hasil bahwa 71,4 % ibu hamil memiliki perilaku yang sehat, 28,6 % memiliki perilaku tidak sehat.Perawat mampu melaksanakan sebagian perannya dengan baik sebesar 43,3% dan sebanyak 56,7% kurang berperan dalam pendampingan ibu hamil.Perlu adanya perhatian khusus terhadap ibu hamil untuk mencegah terjadinya kematian, program pendampingan ibu hamil oleh petugas surveilans adalah program yang perlu dipertahankan terutama adanya perawat yang menjadi bagian dalam tim gasurkes. Kata Kunci: peran perawat; perilaku sehat; ibu hamil
Efektifitas Latihan Progressive Muscle Relaxation Menurunkan Respon Stress Psiko-Fisiologis Pada Mahasiswa Systematic Review
Ary Astuty
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.604 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.45
Latar Belakang: Perubahan pola aktivitas dan perubahan lingkungan belajar menjadi pemicu stress pada mahasiswa yang melibatkan reaksi psiko-fisiologis. Salah satu intervensi keperawatan yang sering digunakan di klinik untuk mereduksi dampak stress adalah Progresive Muscle Relaxation/PMR, sehingga perlu dilakukan sistematic review untuk mengetahui apakah latihan PMR lebih efektif daripada terapi relaksasi lainnya dalam mereduksi dampak stress psiko-fisiologis. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan latihan PMR daripada terapi relaksasi lainnya dalam mereduksi dampak stress psiko-fisiologis. Metode: Systematic review dilaksanakan dengan menelusuri artikel pada database psychology and behavior sciences collection, googlescholar, gen.lib.rus.ec serta sciencedirect.com dengan kata kunci yang dipilih. Penelusuran dibatasi terbitan 2004-2017 yang dapat diakses fulltext dalam format pdf dengan desain RCT dan Case Control yang dilakukan pada mahasiswa. Perlakuan berupa PMR dibandingkan dengan terapi relaksasi lainnya dalam menurunkan tingkat stress, tingkat kecemasan dan kadar cortisol. Artikel yang sesuai kemudian dianalisis menggunakan critical appraisal tool yang sesuai untuk hasil penelitian RCT maupun Case Control untuk menilai kualitas penelitian. Data-data diekstraksi dari artikel lalu dikelompokkan untuk dibahas dan disimpulkan. Hasil: Tiga dari 5 buah artikel memiliki kualitas tinggi dan yang lainnya sedang. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa latihan PMR lebih efektif menurunkan tingkat stress, tingkat kecemasan dan kadar cortisol pada mahasiswa daripada terapi relaksasi lainnya: pernapasan diafragma, latihan autogenik, small talk grup dan yoga stretching (hatha). Latihan PMR yang paling efektif dilaksanakan selama 30 menit dalam 1 hari dan apabila diterapkan 1 hari dalam seminggu selama 4 minggu akan meningkatkan tingkat relaksasi dan meningkatkan pelepasan energi. Pengulangan sampai 5 minggu dapat meningkatkan indeks kebahagiaan dan ketenangan mental.Kesimpulan: latihan PMR lebih efektif daripada terapi relaksasi lainnya dalam mereduksi dampak stress psiko-fisiologis.. Keywords : progressive muscle relaxation, stress, kecemasan, cortisol, mahasiswa
Pengalaman Penderita Hipertensi MengkonsumsiTeh Roselladi UresosPucang Gading Semarang
YUNANI YUNANI;
Arista Adityasari Putri;
M Jamaluddin
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.615 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i2.140
Hipertensi merupakan tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolinya diatas 90 mmHg. Hipertensi pada populasi lansia didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolic 90 mmHg. . Salah satu pengobatan non farmakologis yang telah dilakukan lansia adalah dengan mengkonsumsi teh rosella. Banyak studi yang memperlihatkan efektifitas rosella pada berbagai organ. Hal ini dikarenakan efek anti radikal yang dimiliki oleh kandungan rosella didalamnya mampu mengurangi radikal bebas yang terbentuk dalam aliran darah. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman penderita hipertensi mengkonsumsiteh rosella sebagai terapi. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini adalah lansia penderita hipertensidi URESOS Pucang Gading Semarang. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar partisipan merasakan keluhan hipertensi seperti : pusing, kaku pada leher, sulit tidur dan badan sempoyongan. Pengalaman mengkonsumsi teh rosella didapatkan sebagian besar partisipan mengalami penurunan/berkurangngya keluhan hipertensi.Kata Kunci: Pengalaman; Rosella; Hipertensi