cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Pengaruh Konsumsi Daun Katuk dengan Jantung PisangTerhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Bunga Tiara Carolin; Dewi Kurniati; Siti Bayi Natur Rohmah; Shinta Novelia
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.584

Abstract

Pemberian ASI merupakan proses alami dan merupakan makanan terbaik bagi bayi, mampu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh bayi selama 6 bulan pertama. Cakupan ASI di Kabupaten Pandeglang, yaitu sebesar 19,88%, menyusui bayi di Indonesia sudah menjadi budaya namun praktik pemberian ASI masih jauh dari harapan. Faktor yang menjadi penyebab rendahnya angka pemberian ASI eksklusif adalah ASI yang sukar keluar di minggu pertama setelah melahirkan dan persepsi ibu bahwa produksi ASInya tidak mencukupi. Jantung pisang merupakan bagian dari tanaman pisang yang dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan pengaruh konsumsi daun katuk dibandingkan dengan jantung pisang terhadap produksi asi pada ibu menyusui di Wilayah Puskesmas Cikedal Kabupaten Pandeglang Banten. Penelitian quasi experiment ini menggunakan two gorup pre-test- post-test design. Sampel berjumlah 30 respond-en yang terdiri dari masing-masing kelompok 15 responden. Data dianalisis menggunakan Paired T-test dan Indipendent T-test. Hasil analisis univariat rata-rata tumis daun katuk dengan jantung pisang pretest 64,00 dan postest 86,40 dengan selisih 22,40 dan rata-rata tumis daun katuk pretest 63,80 dan postest 80,33 dengan selisih 16,53. Hasil analisis bivariate tumis daun katuk dengan jantung pisang dan tumis daun katuk dengan tingkat signifikan 0,003. Kesimpulannya tumis daun katuk dengan jantung pisang yang dicampur lebih berpengaruh dalam melancarkan produksi ASI. Sarannya diharapkan Ibu menyusui dapat menerapkan pengobatan ketidaklancaran produksi ASI secara nonfarmakologi dengan memanfaatkan tanaman di sekitar lingkungannya yaitu daun katuk dan jantung pisang. Kata kunci: Daun Katuk; Ibu Menyusui; Jantung Pisang; Produksi ASI ABSTRACTBreastfeeding is a natural process and is the best food for babies, able to meet the nutrients needed by the baby's body for the first 6 months. Breastfeeding coverage in Pandeglang Regency, which was 19.88%, breastfeeding babies in Indonesia has become a culture but the practice of breastfeeding is still far from expectations. Factors that cause the low rate of exclusive breastfeeding are breast milk that is difficult to come out in the first week after giving birth and the mother's perception that her milk production is not sufficient. Banana blossom  and sweet leafs are part of the banana pant that is used to increase breast milk production. The objective to analyze the difference in the effect of consumption of sweet leafs compared to banana buds on breast milk production in breastfeeding women in the Cikedal Health Center area, Pandeglang Regency, Banten. This quasi-experimental study used a two-group pre-test-post-test design. The sample in this study was 30 respondents consisting of 15 respondents each from the experimental group. Data were analyzed using Paired T-test and Independent T-test. The results of the univariate analysis of the average sweet leafs with banana buds pretest was 64.00 and posttest was 86.40 with a difference of 22.40 and the average of sweet leafs pretest was 63.80 and posttest was 80.33 with a difference of 16.53 . While the results of the bivariate analysis of stir-fried sweet leafs with banana blossom and stir-fried sweet leafs with a significant level of 0.003.  The Conclusions is sweet leafs with mixed banana buds are more influential in launching breast milk production. The Suggestions is Breastfeeding mothers are expected to be able to apply non- pharmacological treatment of non- pharmacological milk production by utilizing plants around their environment, namely sweet leafs and banana buds. Keywords: sweet leaf; breast-feeding; banana blossom; mother's milk production
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan IRT dalam HIV Test Wahyu Dewi Hapsari; Wahyu Riniasih
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.496

Abstract

Analysis of Factors that Influence The Readiness of Housewives in HIV Test ABSTRAKPemutusan generasi HIV/AIDS dapat dilakukan melalui pendekatan pemberantasan kasus HIV pada IRT. Kecamatan Toroh memiliki kasus kumulatif HIV/AIDS terbanyak ketiga sekabupaten Grobogan dari tahun 2002 – 2019 yaitu 141 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi kesediaan Ibu Rumah Tangga dalam melakukan test HIV di Kabupaten Grobogan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional, di ukur atau dikumpulkan dalam waktu bersamaan atau sekaligus. Pengambilan sampel berjumlah 100 dengan teknik non probabbility sampling dengan jenis purposive sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Karakteristik dari 100 responden di wilayah kerja Puskesmas Toroh I sebagian besar 36% berumur dewasa awal (26 - 35 th) dan 36% dewasa akhir (36 - 45 th), sebagian besar 45% berpendidikan Sekolah Menengah Pertama, sebagian besar 46% berpengetahuan baik, sebagian besar 97% bersikap positif (mendukung perlunya HIV test), sebagian besar 66% bersedia untuk melakukan HIV test. Hasil analisa menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara pengetahuan dengan kesediaan IRT dalam melakukan HIV test (p = 0,258), sedangkan sikap berpengaruh terhadap kesediaan IRT dalam melakukan HIV Test (p = 0,014). Analisa multivariat tidak ada pengaruh secara bersama antara pengetahuan dan sikap terhadap kesediaan IRT dalam melakukan HIV test di wilayah Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan. Pengetahuan, tidak berpengaruh terhadap kesediaan IRT dalam melakukan HIV test Kabupaten Grobogan, sedangkan sikap berpengaruh. Kata Kunci: HIV; ibu rumah tangga;kesediaan;pengetahuan.  ABSTRACTTermination of the generation of HIV/AIDS can be done through an approach to eradicating HIV cases in house wives. Toroh District has the third highest cumulative case of HIV/AIDS in Grobogan district from 2002 – 2019 which was 141 cases. This study was aimed to look at the factors that influence the willingness of housewives to do an HIV test in Grobogan Regency. The design of this research was quantitative using cross sectional method, measured or collected at the same time or all at once. Sampling amounted to 100 with a non-probability sampling technique with purposive sampling type. Data collection techniques used a questionnaire. Characteristics of 100 respondents in the working area of Toroh I Health Center, mostly 36% are early adults (26-35 years old) and 36% are late adults (36-45 years old), most of them 45% have junior high school education, most of them (46%) have good knowledge, 97% people supported the need for HIV testing, most 66% are willing to take HIV tests. The results of the analysis showed that there was no effect between knowledge and willingness of IRT to do HIV test (p = 0.258), while attitude had an effect on the willingness of house wives to do HIV test (p = 0.014). Multivariate analysis did not have a joint influence between knowledge and attitude on the willingness of house wives to carry out an HIV test in the Toroh I Public Health Center, Grobogan Regency. Knowledge has no effect on the willingness of IRT to do HIV test in Grobogan Regency, while attitude has an effect. Keywords: HIV; housewife; willingness; knowledge.
Analisis Peran Bidan Pada Praktik Mandiri Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Depok Devia Athfah; Jenny Anna Siauta; Rukmaini Rukmaini
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.634

Abstract

ABSTRAKStunting sebagai permasalahan sebab berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadi kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sebagai akibatnya perkembangan motorik terhambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting pada upaya menurunkan prevalensi stunting merupakan Bidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui variabel yang dapat mempengaruhi bidan dalam mencegah stunting di wilayah kecamatan Cimanggis Depok. Penelitian ini memakai pendekatan cross sectional dan desain survey analitik. Sampel yang digunakan bidan yang bekerja dipraktik bidan mandiri bidan wilayah kecamatan Cimanggis Depok berjumlah 124 orang. Pengambilan sampel memakai teknik purposive sampling, dengan menyebarkan kuesioner (G-Form). Penganalisis data bivariat memakai uji chi square. Sebanyak 124 orang bidan didapatkan 58,9% memiliki peran yang baik dalam upaya pencegahan stunting. Analisis bivariat diperoleh seluruh variabel pendidikan (p=0,026), motivasi (p=0,039), pengetahuan (p=0,000), pelatihan/seminar (p=0,001), fasilitas (p=0,010) dan panduan SOP (p=0,009) < 0,005 berhubungan signifikan dengan peran bidan untuk mencegah stunting. Bidan yang memiliki motivasi tinggi, berpengetahuan baik, di dukung dengan fasilitas kesehatan lengkap, serta ketersediaan SOP lengkap dapat menjalankan perannya dengan baik dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci      : stunting; peran bidan; bidan praktik mandiri ABSTRACTStunting is a problem because it is associated with an increased risk of morbidity and mortality, suboptimal brain development as a result of which motor development is hampered and mental growth is stunted. One of the health workers who plays an important role in efforts to reduce the prevalence of stunting is the midwife. The research was conducted to find out the variables that could influence midwives in preventing stunting in the Cimanggis sub-district, Depok. This study used a cross sectional approach and an analytic survey design. The sample used by midwives who worked as independent midwives in the Cimanggis sub-district, Depok, was 124 people. Sampling using purposive sampling technique, by distributing questionnaires (G-Form). The bivariate data analyzer used the chi square test. A total of 124 midwives found that 58.9% had a good role in efforts to prevent stunting. Bivariate analysis obtained all variables of education (p=0.026), motivation (p=0.039), knowledge (p=0.000), training/seminar (p=0.001), facilities (p=0.010) and SOP guidelines (p=0.009) < 0.005 is significantly related to the midwife's role in preventing stunting. Midwives who are highly motivated, knowledgeable, supported by complete health facilities, and the availability of complete SOPs can carry out their role well in efforts to prevent stunting. Keywords: Keywords: stunting; midwife role; independent practice midwife
Anemia Menjadi Salah Satu Faktor Kejadian Persalinan Lama Sri Martini; Wahyu Dewi Hapsari
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.688

Abstract

ABSTRAK Anemia pada kehamilan merupakan anemia kekurangan zat besi. Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20 % sampai dengan 89 % dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Hb 9-10 gr% disebut anemia ringan. Hb 7-8 gr% disebut dengan anemia sedang. Hb <7 gr% disebut anemia berat. Komplikasi anemia pada persalinan salah satunya adalah inersia uteri yang menyebabkan persalinan lama.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan persalinan lama di Puskesmas Geyer 1. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sejumlah 39 responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Desain penelitian menggunakan Uji Kai Kuadrat (Chi Square Test). Dari 39 ibu yang mempunyai kadar Hb 9-10 gr% sebanyak 10 (25,6%), ibu yang mempunyai kadar Hb 7-8 gr% sebanyak 26 (66,7%) dan ibu yang mempunyai kadar Hb <7 gr% sebanyak 3 (7,7%). Ibu yang mengalami persalinan > 24 jam sebanyak 25 (64,1%) dan ibu yang mengalami persalinan < 24 jam sebanyak 14 (35,9%). Terdapat hubungan antara ibu anemia (kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III rendah) dengan terjadinya persalinan lama di Puskesmas Geyer 1 dengan nilai probabilitas (p) pada signifikansi 5% yaitu 0,022 dan nilai X2hitung 7.644 . Nilai p < 0,05 dan X2hitung > X2tabel. Kata Kunci: Kadar Hb; Persalinan Lama; anemia  ABSTRACT Anemia in pregnancy is iron deficiency anemia. According to WHO the incidence of anemia in pregnancy ranges from 20% to 89% by setting Hb 11 g% as the basis. Hb 9-10 gr% is called mild anemia. Hb 7-8 gr% is called moderate anemia. Hb <7 gr% is called severe anemia. One of the complications of anemia in labor is uterine inertia which causes prolonged labor. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between hemoglobin levels in third trimester pregnant women and prolonged labor at the Geyer 1 Health Center. This research was conducted using an analytical survey method with a retrospective approach. The population in this study were all mothers giving birth with a total of 39 respondents with the sampling method using total sampling technique. The research design used the Chi Square Test. Of the 39 mothers who had Hb levels of 9-10 gr%, 10 (25.6%), mothers who had Hb levels of 7-8 gr% were 26 (66.7%) and mothers who had Hb levels <7 gr%, 3 (7.7%). There were 25 mothers who had labor > 24 hours (64.1%) and mothers who had labor <24 hours were 14 (35.9%). There is a relationship between anemic women (low hemoglobin levels in third trimester pregnant women) and the occurrence of prolonged labor at the Geyer 1 Health Center with a probability value (p) at 5% significance, namely 0.022 and an X2count value of 7,644. p value <0.05 and X2count > X2table. Keywords: Hb rate; Long Labor; anemia.
Analisa Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan KB pada Ibu PKK saat Pandemi Covid-19 Ellatyas Rahmawati Tejo Putri; Candra Dewinataningtyas; Mia Ashari Kurnia Sari; Atik Farokah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.673

Abstract

ABSTRAKPertengahan tahun 2020 tercatat jumlah penduduk Indonesia sebesar 271,7 juta jiwa dengan tiap angka kelahiran 18 per 1000 populasi dan angka TFR 2,3. Hasil data yang diperoleh dari SDKI 2017 penggunaan KB mencakup lebih dari  60% dengan mayoritas akseptor KB PIL dimana tingkat  efektifitasnya mencapai 46%. Metode yang dilakukan BKKBN dalam mengendalikan ledakan penduduk di masa pandemik dunia Covid-19 ialah dengan penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan kepatuhan kunjungan KB ditinjau dari pengetahuan,sikap dan perilaku di Dusun Tanggung Desa Bubakan Kabupaten Pacitan tahun 2021.Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah Ibu kelompok PKK dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan dengan menggunakan kuesioner online yang dibagikan melalui whatsapp group. Hasil olah data untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku kunjungan KB menggunakan metode Uji Fisher Exact Test dengan hasil p value 0,032 ( kurang dari 0,05) yaitu ha diterima yang berarti ada pengaruh antara pengetahuan dengan kepatuhan dan untuk mengetahui hubungan sikap dengan kepatuhan kunjungan KB dengan metode Uji Fisher Exact Test didapatkan hasil p value 0,023 (kurang dari 0,05) yang berarti bahwa ha diterima yaitu ada hubungan antara sikap dengan perilaku kepatuhan. Kata Kunci : pengetahuan; sikap; kepatuhan; keluarga berencana; covid-19
Analysis Of Determinants Related To Public Health Visits For Post-Partum Mother During The Covid-19 Pandemic Dewi Mayangsari; Gunarmi Gunarmi; Fery Agusman Mutoho Mendrofa
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.693

Abstract

ABSTRACTPostpartum visits are highly recommended for postpartum mothers to determine their health condition. The postpartum visit target that has not been achieved is influenced by several factors, both predisposing, enabling, and reinforcing factors. The problem of postpartum visits if not treated immediately will have an impact on the occurrence of postpartum complications. The purpose of the study was to determine the factors related to the behavior of postpartum visits during the COVID-19 pandemic at Dukuhwaru Health Center. Methods: this type of research is quantitative with cross-sectional and descriptive correlational design. The population were all post partum mothers normally at the Dismenorea Health Center, in June - July 2022 with total 35 people. Samples were 32 postpartum mothers normally at Dukuhwaru Public Health Center which were taken using a purposive sampling technique. Results: most of the respondents made postpartum visits during the COVID-19 pandemic as many as 23 (71.9%).test results in Fisher exact obtained p-value of age (0.013), education (0.003), parity (0.022), knowledge (0.003), attitude (0.006) and belief/culture (0.035), distance to health facilities (0.006), and family support (0.000) or (p<0.05). Conclusion: There is a relationship between predisposing, enabling, and reinforcing factors with postpartum visit behavior during the COVID-19 pandemic at Dukuhwaru Health Center. Suggestion: It is hoped that postpartum mothers can improve postpartum visit behavior by the time to get early treatment if there are health problems during the postpartum period.  Keywords: COVID-19 pandemic; Post-partum mother; health centre visit.  ABSTRAKKunjungan nifas sangat dianjurkan bagi ibu nifas untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Target kunjungan nifas yang belum tercapai dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor predisposisi, faktor pemungkin, maupun faktor penguat. Masalah kunjungan nifas jika tidak segera ditangani akan berdampak pada terjadinya komplikasi nifas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kunjungan nifas pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Dukuhwaru. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dan deskriptif korelasional. Populasi adalah semua ibu nifas normal di Puskesmas Dukuhwaru pada bulan Juni - Juli 2022 dengan jumlah 35 orang. Sampel adalah 32 ibu nifas normal di Puskesmas Dukuhwaruyang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Sebagian besar responden melakukan kunjungan nifas pada masa pandemi COVID-19 sebanyak 23 (71,9%). Hasil uji Fisher Exact diperoleh p-value usia (0,013), pendidikan (0,003), paritas (0,022), pengetahuan (0,003), sikap (0,006) dan kepercayaan/budaya (0,035), jarak ke fasilitas kesehatan (0,006), dan dukungan keluarga (0,000) atau (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat dengan perilaku kunjungan nifas pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Dukuhwaru. Saran : Diharapkan ibu nifas dapat meningkatkan perilaku kunjungan nifas pada saat mendapatkan penanganan dini jika terdapat gangguan kesehatan pada masa nifas. Kata Kunci: Pandemi COVID-19; ibu post-partum; kunjungan Puskesmas.
Pengaruh Stimulasi Terhadap Perkembangan Sosial Kemandirian Anak Balita Nurun Nikmah; Vivin Wiji Astutik; Novi Anggraeni
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.674

Abstract

ABSTRAKAnak usia di bawah lima tahun (Balita) membutuhkan perhatian penuh dari orang tua atau keluarga, mereka membutuhkan stimulasi untuk bisa mengoptimalkan perkembangan kognitif, bahasa, sosial ataupun kemandirian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi sosial kemandirian dengan perkembangan sosial kemandirian anak usia 48-60 bulan di PAUD Eforbia. Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini yaitu anak usia 48-60 bulan, dengan jumlah populasi sebanyak 26, teknik sampilng menggunakan simple random sampling didapatkan sebanyak 24 Anak. Peneliti ini menggunakan uji Lamda yaitu digunakan untuk menghitung pengaruh variabel stimulasi kemandirian dan sosial anak dengan perkembangan kemandirian dan sosial anak di PAUD Eforbia. Dari hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden (54,2%) melakukan stimulasi secara baik pada anak balitanya dan lebih dari separuh responden (58,2%) memiliki kemandirian dan sosial yang sesuai dengan standar kemampuan perkemangan anak sesuai usianya. Hasil uji Lambda menunjukkan bahwa ada Pengaruh Variabel Stimulasi dan Perkembangan Kemandirian Dan Sosial Anak dengan nilai ρ=0,006. Stimulasi kemandirian dan sosial dapat diberikan melalui interaksi yang dilakukan setiap hari. Setiap interaksi yang dilakukan akan menambah pengetahuan, perkembangan sosial dan kemandirian pada anak balita. Kata Kunci: kemandirian; perkembangan anak; sosial; stimulasi.  ABSTRACTChildren under five years old need full attention from their parents or family, they need stimulation to optimize cognitive, language, social or independent development. This research was conducted with the aim of knowing the effect of Social Independence Stimulation with Social Independence Development of Children aged 48-60 months in Eforbia Preschool Education. In this study, the researcher applied a cross sectional approach. The subjects of this study were children aged 48-60 months, with a total population of 26; the sampling technique using simple random sampling obtained 24 children. This researcher uses the Lambda test, which is used to calculate the effect of the variables on children's independence and social stimulation with the development of children's social and independence in Eforbia Preschool Education. The results of the study found that, more than half of the respondents (54.2%) did well in stimulating their children under five and more than half of the respondents (58.2%) had independence and social skills in accordance with the standards of children's development abilities according to their age. The results of the Lambda test show that there is an Influence of Stimulation Variables and Children's Independence and Social Development with a value of = 0.006. Stimulation of independence and social can be provided through daily interactions. Every interaction that is carried out will increases knowledge, social development and independence in toddlers. Keywords: independence; child development; social; stimulation.
Baby Massage and Baby Gym to Increase Infants Growth Rose Nurhudariani; Gunarmi Gunarmi; Fery Agusman Mutoho Mendrofa
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.696

Abstract

ABSTRACTInfancy is a golden period as well as a critical period of growth and development. The number of babies born in 2021 in Indonesia is 4,438,141 people and in the area of Central Java Province 508,062 live births, Semarang City the number of babies born is 22,030 babies. The cause of malnutrition is not only due to lack of consumption of nutrients, but also due to infection or disease. Baby massage can increase growth in babies if done correctly and regularly. The baby gym movement increases muscles and joints so that motor skills increase and will improve body function skills. The purpose of this study was to determine the effectiveness of baby massage and baby gym on the growth of babies aged 3-5 months in South Semarang District, Semarang City. Quasi-experimental research, Pretest-Postest control group design. The research sample was 32 infants, each group 16 babies. The research sampling technique uses purposive sampling. There is no significant difference in growth before and after treatment between the baby massage and baby gym groups, p-value ≥ 0.05, but baby massage is more effective for increasing baby growth compared to baby gym. Baby massage is more effective for increasing baby growth. growth. Baby's parents in increasing baby's growth by doing baby massage more often.Keywords: baby massage; baby gym; growth ABSTRAKMasa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis pertumbuhan dan perkembangan. Jumlah bayi lahir tahun 2021 di Indonesia 4.438.141 jiwa dan wilayah Provinsi Jawa Tengah 508.062 bayi lahir hidup, Kota Semarang jumlah bayi lahir 22.030 bayi. Penyebab gizi buruk bukan hanya disebabkan kurangnya konsumsi gizi, namun juga disebabkan karena infeksi atau penyakit. Baby massage dapat meningkatkan pertumbuhan pada bayi jika dilakukan dengan benar dan secara rutin. Gerakan baby gym meningkatkan otot dan persendian sehingga motorik meningkat dan akan meningkatkan keterampilan fungsi tubuh, Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui efektifitas baby massage dan baby gym terhadap pertumbuhan bayi umur 3-5 bulan di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Penelitian quasi experiment, Pretest-Postest control group design. Sampel penelitian sebanyak 32 bayi, masing-masing kelompok. 16 bayi. Tehnik Sampling penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian: tidak terdapat perbedaan yang signifikan pertumbuhan sebelum dan sesudah perlakuan antara kelompok baby massage dan baby gym, p-value ≥ 0,05, tetapi baby massage lebih efektif untuk meningkatkan pertumbuhan bayi dibandingkan dengan baby gym  Simpulan: Baby massage lebih efektif untuk meningkatkan pertumbuhan. Orang tua bayi dalam meningkatkan pertumbuhan bayi dengan lebih sering melakukan baby massage.Kata kunci : baby massage; baby gym; pertumbuhan
Aromaterapi Citrus Lemon dan Citrus Sinensis Terhadap Mual Muntah Ibu Hamil Wina Indah Hariyani; Sawitri Sawitri; Arista Adityasari Putri
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.611

Abstract

ABSTRAKSalah satu ketidaknyamanan yang sering dialami sebagian besar ibu hamil trimester pertama adalah mual muntah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, sekitar 42.2% ibu hamil trimester pertama di wilayah kerja UPT Puskesmas Kaliori mengalami mual muntah. Meskipun dianggap sebagai bagian yang normal tetapi gejala mual muntah dapat mengurangi kualitas hidup ibu hamil. Pengobatan mual muntah bersifat komplementer lebih banyak diminati salah satunya adalah aromaterapi dibandingkan dengan pengobatan farmakologi mengingat adanya efek teratogenik di awal kehamilan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adakah perbedaan efektifitas aromaterapi Citrus Lemon dan Citrus Sinensis terhadap mual muntah ibu hamil trimester pertama. Metode penelitian kuantitatif Quasy Experimental menggunakan pre – post test with control group design dengan tehnik purposive sampling pada 36 responden  ibu hamil trimester pertama. Hasil penelitian berdasarkan analisa data dengan uji Wilcoxon dan MannWhitney didapatkan ada efektifitas aromaterapi Citrus Lemon ( p value = 0.000) dan ada efektifitas aromaterapi Citrus Sinensis  ( p value = 0.005) terhadap mual muntah ibu hamil trimester pertama. Namun ada perbedaan efektifitas aromaterapi Citrus Lemon dengan Citrus Sinensis terhadap penurunan mual muntah ibu hamil trimester pertama dengan p value = 0.002 ( < 0.05), nilai mean rank Citrus Lemon  13.28. Simpulan bahwa aromaterapi Citrus Lemon lebih efektif terhadap penurunan mual muntah ibu hamil trimester pertama.daripada aromaterapi Citrus Sinensis. Kata kunci     : aromaterapi; Citrus Lemon; Citrus Sinensis; mual muntah kehamilan.   ABSTRACTOne of the discomforts that most pregnant women experience in the first trimester is nausea and vomiting. Based on the results of preliminary study, around 42,2% of first trimester pregnant women in work area’s Kaliori Health Centre experienced nausea and vomiting. Even thought is considered a normal part, the symptoms of nausea and vomiting can reduce the quality of life of pregnant women. Complementary nausea and vomiting treatment is more in demand, one of which is aromatherapy compared to pharmacological treatment considering the teratogenicity effect in early pregnancy. This study is intended to determine whether there is a difference in the effectiveness of Citrus Lemon and Citrus Sinensis aromatherapy against nausea and vomiting in first trimester pregnant women. This study was Quasy Experiment using pre-post test with control group design with purposive sampling technique on 36 respondents of first trimester pregnant women. The results of the study based on data analysis using the Wilcoxon and Mann Whitney tests found that there was effectiveness of Citrus Lemon aromatherapy (p value = 0.000) and there was effectiveness of Citrus Sinensis aromatherapy (p value = 0.005) against nausea and vomiting in first trimester pregnant women. However, there is difference in the effectiveness of Citrus Lemon and Citrus Sinensis aromatherapy in reducing nausea and vomiting in first trimester pregnant women with a p value = 0.002 (<0.05), the mean rank value of Citrus Lemon is 13.28. The conclusion is that Citrus Lemon aromatherapy is more effective in reducing nausea and vomiting in first trimester pregnant women than Citrus Sinensis aromatherapy. Keywords : aromatherapy; lemon citrus; Sinensis citrus; nausea and vomiting of pregnancy.
The Acupressure Combination Points BL32 and L14 With Points BL32 And SP6 on Labor Pain in Active Phase Saadah Mujahidah; Megawati Megawati; Shindi Hapsari
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i2.699

Abstract

ABSTRACTLabor pain that is not resolved will cause hyperventilation so that the need for oxygen increases, blood pressure increases, and reduced intestinal motility and vesikaurinaria. This situation stimulates an increase in catecholamines which disrupts uterine contractions resulting in uterine inertia. Labor pain due to psychic responses and physical reflexes. Acupressure is used to treat pain. Acupressure can affect the intensity of pain. This study was to determine the effect of giving Acupressure Combination of Points BL32-L14 with BL32-Sp6 on Active Phase I Labor Pain in PMB Sukatmi Setrokalangan Kudus.  This type of research was a Quasy experiment with a two-group pre-post test design. The sampling technique used was accidental sampling with a sample size of 24 respondents divided into two groups (12 interventions and 12 controls). The normality test used the Shapiro-Wilk test, data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests.  Acupressure BL32 and L14 for pain (p 0.03), Acupressure BL32 and Sp6 got p 0.002. Comparison of BL 32-Li4 acupressure with Bl32-Sp6 got p 0.590.  There is an effect of Acupressure BL32 and L14 on labor pain, and there is an effect of Acupressure BL32 and Sp6 on labor pain. There was no difference between BL 32-Li4 and Bl32-Sp6 on labor pain.  Keywords : acupressure; active phase; bl32-li4; bl32-sp6; labor pain ABSTRAKNyeri persalinan yang tidak teratasi akan menyebabkan hiperventilasi sehingga kebutuhan oksigen meningkat, tekanan darah meningkat, dan motilitas usus berkurang dan vesikaurinaria. Keadaan ini merangsang peningkatan katekolamin yang mengganggu kontraksi uterus sehingga terjadi inersia uterus. Nyeri persalinan karena respon psikis dan refleks fisik. Akupresur digunakan untuk mengobati rasa sakit. Akupresur dapat mempengaruhi intensitas nyeri. Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh pemberian Akupresur Kombinasi Titik BL32-L14 dengan BL32-Sp6 terhadap Nyeri Persalinan Aktif Fase I di PMB Sukatmi Setrokalangan Kudus. Jenis penelitian ini adalah Quasy eksperimen dengan desain two-group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 24 responden yang terbagi menjadi dua kelompok (12 intervensi dan 12 kontrol). Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk, analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Akupresur BL32 dan L14 untuk nyeri (p 0,03), Akupresur BL32 dan Sp6 didapatkan p 0,002. Perbandingan akupresur BL 32-Li4 dengan Bl32-Sp6 didapat p 0,590. Ada pengaruh Akupresur BL32 dan L14 terhadap nyeri persalinan, dan ada pengaruh Akupresur BL32 dan Sp6 terhadap nyeri persalinan. Tidak ada perbedaan antara BL 32-Li4 dan Bl32-Sp6 pada nyeri persalinan. Kata kunci : akupresur; fase aktif; bl32-li4; bl32-sp6; nyeri persalinan