cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Pengetahuan Kader Keluarga Berencana tentang Kontrasepsi Jangka Panjang dalam Peningkatkan Minat Pasangan Usia Subur di Kabupaten Banyuwangi Indah Kurniawati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 8, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v8i2.495

Abstract

ABSTRAKPeran kader KB bagian dari masyarakat dimana sangat penting dapat memberikan motivasi kepada masyarakat terutama pada keluarga berencana dalam penggunaan kontrasepsi. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) merupakan bagian dari program keluarga berencana  sebagai upaya mengatur jarak kehamilan. Penggunaan MKJP yang masih rendah sekitar 37% diperlukan  Kader memiliki peranan dalam meningkatkan minat aseptor KB jangka Panjang dengan sasaran PUS di Desa Karangrejo Kecamatan Blimbingsari, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader KB tentang kontrasepsi  jangka Panjang untuk meningkatkan minat Pasangan Usia Subur (PUS). Metode penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel  yang diambil adalah semua kader KB di Desa Karangrejo kecamatan Blimbingsari tahun 2020 sebanyak 86 responden. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader KB tentang MKJP secara keseluruhan kategori baik 21%, cukup 34,8% dan kurang 44,2% . Gambaran pengetahuan kader menunjukkan kemampuan kader dalam memberikan informasi kepada PUS tentang kontrasepsi jangka panjang yang nantinya akan berdampak pada peningkatan minat PUS dalam penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Kesimpulannya dari hasil penelitian bahwa pengetahuan kader sangat penting dalam keaktifan kader dalam memberikan motivasi kepada PUS. Disarankan bagi setiap kader diberikan pelatihan dan penyuluhan tentang MKJP dalam meningkatkan pengetahuan kader KB untuk bisa lebih aktif dalam memberikan informasi dan motivasi kepada semua ibu PUS tentang kontrasepsi jangka Panjang dan bagi Bidan dapat melakukan pendampingan secara kontinyu kepada kader sebagai upaya dalam meningkatkan cakupan akseptor KB jangka Panjang seperti IUD,Implan dan MOW.Kata Kunci : kade; pengetahuan; kontrasepsi  ABSTRACTThe role of family planning cadres as part of the community is very important to be able to motivate the community, especially for family planning in using contraception. Long-Term Contraceptive Method is part of the family planning program as an effort to regulate pregnancy spacing. The use of Long-Term Contraceptive Method which is still low around 37% is needed cadres’ roles in increasing the interest of long-term family planning acceptors with the target couples of childbearing age in Karangrejo Village, Blimbingsari District. The method was quantitative descriptive research. The samples taken were all family planning cadres in Karangrejo Village, Blimbingsari 2020 as many as 86 respondents by using total sampling. The results showed that the knowledge of family planning cadres about Long-Term Contraceptive Method was in the good category of 21%, 34.8% sufficient and 44.2% less. The overview of cadres’ knowledge showed their ability to provide information to the couples of childbearing age about long-term contraception which will have an impact on increasing their interest in using long-term contraception. The conclusion showed that the cadres’ knowledge is very important in providing motivation to the couples of childbearing age. It is recommended for every cadre to be given training and counseling about Long-Term Contraceptive Method in increasing their knowledge to be more active in providing information and motivation to all women of reproductive age about long-term contraception and for midwives to provide continuous assistance to cadres as an effort to increase the coverage of long-term family planning acceptors such as  IUD, Implant and Female Operation Medical.Key Words : cadres; knowledge; contraception.
Pengembangan Game Kognitif Proaktif Sebagai Metode Edukasi Pernikahan Dini pada Remaja Masturoh Masturoh; Adrestia Rifki Naharani; Natiqotul Fatkhiyah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 8, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v8i2.472

Abstract

AbstrakPernikahan dini menjadi suatu fenomena yang mempunyai dampak yang kompleks dan Indonesia menjadi ranking kedua di ASIA setelah Kamboja. Salah satu faktor penyebab penikahan dini adalah kurang nya pengetahuan masyarakat khususnya remaja tentang pernikahan dini. Sehingga perlu adanya metode edukasi yang tepat bagi remaja untuk meningkatkan pengetahuan pernikahan dini. Metode edukasi game kognitif proaktif merupakan salah satu cara pendekatan edukasi kesehatan reproduksi dan seksualitas pada remaja. Prinsip kognitif proaktif adalah dilakuakan dengan mengajak pemuda berpartisipasi menyebutkan hal postif dan negatif tentang pernikahan dini pada pemuda secara proaktif, sampai bisa menyimpulkan sendiri masalah tersebut itu baik atau tidak jika dilakukan oleh pemuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan game kognitif proaktif yang digunakan sebagai metode edukasi dampak pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan disain Pre experiment design dengan one grup pre test – post test, dengan uji statistic non parametrik Wilcoxon signed rank test serta jumlah subyek sebanyak 35. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengatahuan yang signifikan yaitu sebesar 34,17 setelah dilakukan game kognitif proaktif pada subyek. Hasil Analisa menunjukan game kognitifif proaktif efektif sebagai metode edukasi dampak pernikahan dini pada remaja dengan nilai p = 0,001 (<0,005).Kata Kunci : Game Kognitif Proaktif, pernikahan dini
Jus Remakuda (Sereh, Kurma, Air Kelapa Muda) terhadap Penurunan Intensitas Dismenore pada Remaja Zeny Fatmawati; Elis Fatmawati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 8, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v8i2.483

Abstract

ABSTRAKDismenorea merupakan rasa nyeri pada daerah perut bagian bawah sampai kepanggul, yang disebabkan oleh produksi zat kimia yang bernama prostaglandin yang dinyatakan dapat meningkatkan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Jus remakuda terhadap penurunan Intensitas dismenore pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen one group pre test post test design Populasi adalah semua siswi SMPN 1 Tembelang, Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel  60 remaja putri SMPN 1 Tembelang Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01-30 September 2021 di SMPN I Tembelang Kabupaten Jombang. lembar observasi skala nyeri Numeric Ratting Scale (NRS) dan Wong Baker Pain Rating Scale untuk mengukur intensitas dimenore, data di analisa menggunakan uji WilcoxonHasil : Setelah di berikan pemberian jus Remakuda selama 5 hari pada remaja putri yang sedang menstruasi dan mengalami dismenore di dapatkan  nilai Z :-7.103 dan p: 0.000  Jus Remakuda berpengaruh terhadap Penurunan Intensitas Dismenore pada remaja putri, Kata Kunci: jus remakuda; dismenore; remaja ABSTRACT Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen to the pelvis, which is caused by the production of a chemical called prostaglandin which is stated to increase pain. The research design was a pre-experimental one group pre-test post-test design. The population was all students of State Junior High School 1 of  Tembelang. The sampling technique used in this study was purposive sampling with a sample of 60 young women at State Junior High School 1 of  Tembelang. The study was conducted on 01-30 September 2021. at SMPN I Tembelang, Jombang Regency. This research instrument used an observation sheet for the Numeric Rating Scale (NRS) pain scale and the Wong Baker Pain Rating Scale to measure the intensity of dysmenorrhea, the data were analyzed using the Wilcoxon test. After being given Remakuda juice for 5 days, young women who are menstruating and experiencing dysmenorrhea get Z value: -7.103 and p: 0.000 Remakuda juice has an effect on reducing the intensity of dysmenorrhea in adolescent girls. Keyword : remakuda juice; dysmenorrhea; adolescents
Manfaat Pijat Oketani dan Teknik Menyusui terhadap Derajat Putting Susu Lecet Dewi Mayang Sari; Puryati Puryati; Susi Nurhayati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 8, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v8i2.501

Abstract

ABSTRAK Faktor penyebab utama kejadian puting susu lecet adalah teknik menyusui, perawatan payudara, monoliasis pada mulut bayi, putting susu terpapar zat iritan, serta lidah bayi yang pendek sehingga mengalami nipple crack.Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat pijat oketani dan teknik menyusui terhadap derajat putting susu lecet. Metode menggunakan desain quasi exsperimen dengan pendekatan Non equivalent control group design. Populasi adalah semua ibu menyusui dengan putting susu lecet dengan sampel 20 orang yang dianalisa  secara univariate dan bivariant dengan instrument lembar observasi derajat putting susu lecet. Hasil menunjukan ada pengaruh pijat oketani dan tehnik menyusui pada kelompok intervensi  dengan  p value 0,004,  kelompok kontrol dengan p value 0,000. Dan tidak ada perbedaan efektifitas pijat oketani dan teknik menyusui yang benar dengan kejadian putting susu lecet dengan  p value 0,830. Kata kunci : pijat oketani;  teknik menyusui; putting susu lecet; ibu menyusui  ABSTRACTThe main factors causing the occurrence of nipple blister are breastfeeding techniques, breast care, monoliasis in the baby's mouth, nipples are exposed to irritants, and the baby's tongue is short so that he experiences nipple crack. The purpose of this study was to determine the benefits of oketani massage and breastfeeding techniques on the degree of sore nipples. Method used a quasy-experimental design with a non-equivalent control group design approach. The population was all breastfeeding mothers with nipple blister with a sample of 20 people who were analyzed univariately and bivariantly with an instrument of observation sheet on the degree of nipple blister. The results showed that there was an effect of Oketani massage and breastfeeding technique on the intervention group with p value 0.004, control group with p value 0.000. And there is no difference in the effectiveness of oketani massage and correct breastfeeding technique with the incidence of sore nipples with a p value of 0.830.Keywords: oketani massage; breastfeeding technique; sore nipples; breastfeeding mothers
Studi Fenomenologi Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara Reni Sumanti; Rusfita Retna
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.589

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Permasalahan stunting umumnya dihubungkan dengan asupan gizi sebelumnya yang tidak baik. Dampak jangka panjangnya, anak akan mengalami penurunan kesehatan reproduksi, kapasitas kerja dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah, postur tubuh yang pendek saat dewasa serta mengalami penurunan produktivitas dan kapasitas kerja. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif  untuk mengetahui dan mengkaji faktor yang mempengaruhi stunting. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 7 responden, 5 ibu balita stunting sebagai informan utama, 1 orang kader dan 1 orang bidan sebagai triangulasi data. Analisis data kualitatif dideskripsikan dan dirangkum dari kata-kata dari hasil observasi atau pengamatan. Langkah-langkah analisis data kualitatif adalah mengolah dan mempersiapkan data untuk dianalisis membaca keseluruhan data, menganalisis lebih detail, membuat kategori, membuat deskripsi dan tema-tema yang diperoleh kemudian disajikan dalam narasi/laporan kualitatif. Pola pemberian makan pada balita menjadi faktor paling kuat yang mempengaruhi kejadian stunting di Desa Kincang, Rakit, Banjarnegara. Pengetahuan tentang stunting ikut mempengaruhi kejadian stunting. Sebagian besar responden memberikan makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Masyarakat tidak  merasa anaknya mengalami masalah pertumbuhan karena anak terlihat sehat dan aktif, belum paham bahwa anak mengalami stunting dan belum mengetahui risiko stunting di kemudian hari. Kata kunci : pola asuh; gizi balita; stunting ABSTRACTStunting is a chronic nutritional problem caused by multi-factorial and intergenerational nature. The problem of stunting is generally associated with poor previous nutritional intake. The long-term impact is that children will experience a decline in reproductive health, work capacity and performance that is less than optimal during school, short stature as an adult and experience a decrease in productivity and work capacity. This research is a phenomenological study with a qualitative descriptive approach to identify and examine the factors that influence stunting. The number of samples used in this study amounted to 7 respondents, 5 mothers of stunting toddlers as the main informants, 1 cadre and 1 midwife as data triangulation. Qualitative data analysis is described and summarized from the words of the observations or observations. The steps of qualitative data analysis are processing and preparing data for analysis, reading the entire data, analyzing it in more detail, creating categories, making descriptions and themes obtained and then presenting them in a qualitative narrative/report. The feeding pattern of toddlers is the strongest factor influencing the incidence of stunting in Kincang Village, Rakit, Banjarnegara. Knowledge about stunting also affects the incidence of stunting. Most respondents provide food that is not in accordance with the nutritional needs of children. People do not feel that their children have growth problems because they look healthy and active, do not understand that children are stunted and do not know the risk of stunting in the future.  Keywords: parenting pattern; toddler nutrition; stunting
Pengaruh Asupan Lemak Terhadap Gizi Lebih pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 Sara Herlina; Wiwi Sartika; Siti Qomariah; Sellia Juwita
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.554

Abstract

The Effect of Fat Intake towards Adolescent with Nutritional Excess in Pandemics ABSTRAKIndonesia merupakan salah.satu negara berkembang yang menunjukkan kecenderungan peningkatan gizi lebih pada remaja. Prevalensi remaja dengan kategori gemuk pada tahun 2013 sebesar 5,7% dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebanyak 10,8%. Salah satu yang mempengaruhi gizi lebih adalah asupan lemak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asupan lemak terhadap gizi lebih pada remaja di masa pandemi covid-19. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan  desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Pekanbaru pada tahun 2020 dengan jumlah sampel 335 orang. Teknik pengambilan sampel dengan metode simple random  sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi klinis dan wawancara. Instrumen yang digunakan kuesioner. Gizi lebih diukur dengan menggunakan pengukuran antropometri. Data asupan lemak di peroleh melalui food recall 2 × 24 jam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian mayoritas responden mengkonsumsi lemak lebih 147 responden (43,9%), memiliki genetik gizi lebih sebanyak 214 responden (63,9%), mayoritas aktifitas fisik ringan sebanyak 208 responden ( 62,1%) . Hasil uji chi- square diperoleh nilai p = 0,003 (p<0,05). Ada pengaruh antara asupan lemak terhadap gizi lebih pada remaja di masa pandemi covid-19. Kata Kunci: asupan lemak; gizi lebih; remaja ABSTRACTIndonesia is one of the developing countries that shows a tendency to increase over nutrition in adolescents. The prevalence of adolescents in the obese category in 2013 was 5.7% and increased in 2018 by 10.8%. One that affects over nutrition is fat intake. The purpose of this study was to determine the effect of fat intake on overnutrition in adolescents during the COVID-19 pandemic. This type of research was quantitative with a cross sectional research design. This research was conducted in Pekanbaru in 2020 with a sample of 335 people. The sampling technique used simple random sampling method. Data collection was done by clinical observation and interviews. The instrument used is a questionnaire. More nutrition is measured by using anthropometric measurements. Data on fat intake was obtained through food recall 2 × 24 hours. Data analysis was carried out descriptively and bivariately using the chi-square test. The results of the study the majority of respondents consumed more fat 147 respondents (43.9%), had genetic excess nutrition as many as 214 respondents (63.9%), the majority of light physical activity were 208 respondents (62.1%). The results of the chi-square test obtained p value = 0.003 (p <0.05). There is an influence between fat intake on overnutrition in adolescents during the COVID-19 pandemic. Keywords: fat intake, nutritional excess; adolescents 
Penggunaan Leaflet Dalam Pemberian Pendidikan Kesehatan Terhadap Motivasi Ibu Hamil Dalam Mencegah Stunting yenny aulya; Jenny Anna Siauta; Nia Chrisanta Leskona
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.591

Abstract

The Use of Leaflets in Providing Health Education towards The Motivation of Pregnant Mothers In Preventing StuntingABSTRAK Stunting merupakan salah satu kondisi pertumbuhan terlambat yang terjadi pada anak balita akibat kekurangan gizi seimbang dan kurangnya PHBS selama periode 1.000 HPK, sehingga memiliki indeks tinggi badan menurut umur dengan z-score kurang dari -2 SD. Data prevalensi balita stunting di Indonesia menurut WHO tahun 2020 berada pada posisi ke 115 dari 151 negara di dunia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengatahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap motivasi ibu hamil dalam mencegah stunting di Puskesmas kecamatan Sawangan Depok. Penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan desaign penelitin one group pretest-posttest desaign. Sampel yaitu ibu hamil terimester I dan II berjumlah 52 orang. Instrumen penelitian menggunakan leaflet dan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Wilxocon. Hasil: diperoleh rata-rata motivasi sebelum diberikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet adalah 59.02, motivasi setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet adalah 78.12. Analisis bivariat diperoleh p-value = 0.000 (p < 0.005). Simpulan dan sara: Ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap motivasi ibu hamil dalam mencegah stunting. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menggunakan media leaflet sebagai media sederhana dalam memberikan pendidikan kesehatan. Kata Kunci: stunting; pendidikan kesehatan; media leaflet, motivasi; ibu hamilABSTRACT Stunting is one of the conditions of delayed growth that occurs in children under five due to lack of balanced nutrition and lack of Clean and Healthy Living Behavior during the 1,000 days of birth period, so that they have a height index for age with a z-score of less than -2 SD. Data on the prevalence of stunting under five in Indonesia according to WHO in 2020 is in the 115th position out of 151 countries in the world. This study was intended to determine the effect of health education using leaflets on the motivation of pregnant women in preventing stunting at the Sawangan District Health Center, Depok. This study used a quasi-experimental research design with one group pretest-posttest design. The samples were 52 pregnant women in the first and second trimesters. The research instrument used leaflets and questionnaires. Bivariate analysis using Wilxocon test. Results: the average motivation before being given health education using leaflets was 59.02, motivation after being given health education using leaflets was 78.12. Bivariate analysis obtained p-value = 0.000 (p < 0.005). Conclusions and suggestions: There is an effect of health education using leaflets on the motivation of pregnant women in preventing stunting. It is expected that health workers, especially midwives, can use leaflet media as a simple medium in providing health education.Keywords: stunting; health education; leaflet media, motivation; pregnant mother
Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Menopause Agi Yulia Ria Dini; Meli Deviana; Wiwin Nurhayati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.580

Abstract

ABSTRAKWanita memasuki masa menopause dengan usia yang berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor seperti: menarche, psikis, jumlah anak, usia melahirkan, pemakaian kontrasepsi, merokok dan sosial ekonomi. Kejadian menopause ini sangat berpengaruh pada kesehatan wanita. Gangguan kesehatan yang merupakan risiko dari kejadian menopause dini diantaranta osteoporosis dan masalah jantung. Sebaliknya, keterlambatan wanita dalam mengalami menopause dapat dicurigai adanya tumor ovarium sebagai organ penghasil esterogen. Tujuan peneliti adalah mengetahui hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian menopause di Desa Cisaat  Kec. Waled, Kab. Cirebon. Studi yang digunakan adalah deskriptif korelasi dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan sampel berjumlah 30 orang. Hasil penelitian Berdasarkan uji statistik pearson chi square nilai signifikansi P Value = 0,000 maka didapatkan Pvalue < α menggambarkan adanya hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian menopause, hal ini dapat disebabkan  karena ibu yang memiliki riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal, kandungan hormon estrogen dan progesteron yang ada pada kontrasepsi hormonal berdampak pada perubahan hormonal pada ovarium, karena tubuh terus menerus diberikan maka merangsang hipofisis tidak memproduksi kedua hormon tersebut sehingga hormon estrogen dan progesteron tidak diproduksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan perlu adanya upaya dari bidan desa dalam memilih metode yang digunakan dalam memberikan pendidikan kesehatan sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Kata kunci: kontrasepsi suntik; menopause; KB ABSTRACTWomen enter menopause at different ages depending on factors such as: menarche, psychology, number of children, age at birth, use of contraception, smoking and socioeconomic status. The incidence of menopause is very influential on women's health. Health problems that are a risk for early menopause include osteoporosis and heart problems, On the contrary, a woman's delay in experiencing menopause can be suspected of having an ovarian tumor as an estrogen-producing organ. The aim of the researcher was to determine the relationship between the use of 3-month contraceptive injection and the incidence of menopause in Cisaat Village, Waled, Cirebon Regency. The study used descriptive correlation and the sampling technique used purposive sampling with inclusion and exclusion criteria and obtained a sample of 30 people. The results of the study Based on the Pearson chi square statistical test, the significance value of P Value = 0.000, it was obtained that P value <α illustrates the relationship between the use of 3-month injectable contraceptives and the incidence of menopause, this can be caused by mothers who have a history of using hormonal contraception, the content of the hormones estrogen and progesterone in hormonal contraception has an impact on hormonal changes in the ovaries, because If the body is continuously given it stimulates the pituitary not to produce these two hormones so that the hormones estrogen and progesterone are not produced. Based on the results of the research conducted, it is necessary to make efforts from the village midwife in choosing the method used in providing health education so that the expected goals can be achieved. Keywords: contraceptive injection; menopause; family planning 
Karakteristik Bayi dengan Makrosomia di Kota Semarang Hindun Nur Alfianti; Listyaning Eko Martanti; Destaliya Damayanti; Putri Nilam Sari; Arti Maldinawati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.581

Abstract

ABSTRAK Makrosomia merupakan embrio atau bayi yang memiliki berat badan lahir di atas 4000 gram. Kelahiran bayi makrosomia menjadi salah satu penyulit selama persalinan. Penelitian ini memiliki tujuan mengklasifikasi apa saja karakteristik yang dapat mempengaruhi kelahiran bayi makrosomia. Bentuk penelitian ini adalah studi deskriptif yang menggunakan data sekunder berupa data rekam medis kelahiran bayi makrosomia di RSUP Dr. Kariadi, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro dan RS Bhakti Wira Tamtama. Pengolahan data menerapkan teknik analisis data kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa berat badan bayi 4000 – 4500 gram (87%), jenis kelamin laki-laki (61,1%), dengan bilirubin direk pada nilai >0,4 mg/dL (12,9%) dan bilirubin indirek ≤12 mg/dL dan >12 mg/dL (sama banyaknya 50%), gula darah sewaktu bayi dengan nilai 40-50 mg/dL (76%), usia kehamilan 38 – 40 minggu (66,7%), usia ibu 20 – 35 tahun (44,4%), multipara (64,8%). Riwayat keluarga (genetik) melahirkan bayi makrosomia tidak ditemukan atau 0 kasus dan ditemukan 1 kasus riwayat ibu melahirkan bayi makrosomia dan riwayat DM pada ibu (1,8%). Kata kunci: Makrosomia, Neonatus, Bilirubin, Diabetes Mellitus  ABSTRACTMacrosomia is an embryo or baby that has a birth weight above 4000 grams. The birth of a macrosomic baby is one of the complications during labor.. This study aims to classify what characteristics can affect the birth of a macrosomic baby. The form of this research is a descriptive study that uses secondary data in the form of medical records for the birth of a macrosomic baby at RSUP Dr. Kariadi, K.R.M.T Wongsonegoro Hospital and Bhakti Wira Tamtama Hospital. Data processing applies descriptive quantitative data analysis techniques. This study showed that the baby's weight was 4000 – 4500 grams (87%), male gender (61.1%), with direct bilirubin values >0.4 mg/dL (12.9%) and indirect bilirubin 12 mg/dL and >12 mg/dL (as much as 50%), blood sugar as a baby with a value of 40-50 mg/dL (76%), gestational age 38-40 weeks (66.7%), maternal age 20 – 35 years (44.4%), multipara (64.8%). There was no family history (genetic) of giving birth to a macrosomic baby or 0 cases and 1 case of a mother giving birth to a macrosomic baby and a history of DM in the mother (1.8%). Keywords: macrosomia; neonate; bilirubin; diabetes mellitus
Perancangan Media Animasi 2 Dimensi untuk Promosi Kesehatan Layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) Ester Ratnaningsih; Lenna Maydianasari; Dyan Avando Meliala
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.525

Abstract

ABSTRAKMinimnya informasi layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) bagi  ibu hamil, menyebabkan kasus HIV/AIDS cenderung meningkat setiap tahun. Media promosi kesehatan layanan  PITC bagi ibu hamil diperlukan dengan tujuan untuk mempermudah penyampaian informasi dan pemahaman ibu hamil. Janis media yang lebih mudah dipahami berbentuk audiovisual yaitu animasi. Media animasi 2 dimensi perlu dirancang sebagai media promosi kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang layanan PITC. Merancang media animasi 2 dimensi untuk promosi kesehatan layanan PITC. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengembangan multimedia terdiri dari tahap pra produksi, produksi dan  pasca produksi. Tahap pra produksi meliputi pembuatan ide, naskah, storyboard, dan disain karakter. Tahap produksi meliputi pembuatan Key Animasi, In Between, Background, Dubbing, dan Music. Tahap pasca produksi meliputi kegiatan compositing, editing, dan rendering. Hasil penelitian didapatkan fakta bahwa kelayakan media berdasarkan penilaian dari ahli materi dengan persentase yaitu 77,5% dengan kategori  layak, ahli media dengan persentase yaitu 96,4% dengan kategori sangat layak dan uji kelayakan pengguna dengan persentase yaitu 86,3 % dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa animasi 2  dimensi promosi kesehatan layanan PITC  dapat dijadikan sebagai media  promosi bagi masyarakat luas. Kata Kunci: animasi; 2 dimensi; promosi; Provider Initiated Testing and Counseling  ABSTRACTThe lack of information about Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) services for pregnant women leads to an increase in HIV/AIDS cases every year. Health promotion media regarding PITC services for pregnant women is required with the aim of facilitating the delivery of information and increasing the understanding of pregnant women. Audiovisual media is found to be better in information delivery, for example in the form of animation. 2-dimensional animation media needs to be designed as a health promotion media in order to increase the knowledge of pregnant women about PITC services. This study was to design 2-dimensional animation media for health promotion of PITC services.  The approach implemented in this research was quantitative with descriptive type. Multimedia development methods consisted of pre-production, production and post-production stages. The pre-production stage involved the creation of ideas, scripts, storyboards, and character designs. The production stage involved the making of Key Animation, In Between, Background, Dubbing, and Music. The post-production stage involved compositing, editing, and rendering activities. It was obtained the fact that the feasibility of the media based on the assessment of material experts was 77,5 % which was involved in feasible category. Furthermore, based on media experts it was 96,4% which was involved in very feasible category. Based on the users, the feasibility was 86,3% which was involved in very feasible category. Based on the results of the study, it can be concluded that the 2-dimensional animation for health promotion of PITC services could be used as a promotional media in a wider community. Keywords: animation; 2 dimensions; promotion; PITC