cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Analisis Neraca Air Subdas Sungai Asin terhadap Ketersediaan dan Kebutuhan Air Tahun 2032 Desa Babadan Kabupaten Ponorogo Akbar, Muhamad Ikhsanul; Saves, Faradlillah
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4819

Abstract

Abstrak – Subdas Sungai asin mempunyai manfaat dalam mengalirkan air sungai sebagai air kebutuhan masyarakat Desa Babadan pada sektor air baku yaknik Kebutuhan air domestik dan non domestik. Maka telah dilakukan studi mengenai analisis neraca air dalam melihat keseimbangan air antara ketersediaan dan kebutuhan air pada Subdas Sungai Asin. Maka peneliti telah melakukan analisis ketersediaan air yang telah dihitung menggunakan metode F.J Mock dengan memasukkan data curah hujan, evapotranspirasi potensial dan parameter DAS dalam mencari Q80% nilai debit andalan. Dari hasil analisis yang dilakukan, maka telah ditemukan nilai debit andalan pada Bulan Januari Tahun 2022  sebesar 6,848 m3/dtk dan hasil perhitungan kebutuhan air baku sebesar0,10299 m3/dtk, maka telah bisa disimpulkan bahwa nilai neraca air Subdas Sungai Asin pada Bulan Januari 2022 berada pada titik surplus. Perhitungan ini berlanjut dengan analisa pada kebutuhan nilai neraca air untuk 10 tahun mendatang, karena diaharapkan peneliti memberikan informasi yang bermanfaat terhadap potensi perhitungan neraca air subdas Sungai Asin. Berikut adalah penjabaran hasil neraca air Tahun 2032, Januari Q80 = 6,8477 m3/dtk Qkebutuhan air = 0,10301 m3/detik (surplus), Pebruari Q80 = 9,4329 m3/dtk Qkebutuhan air = 0,10301m3/dtk (surplus), Maret Q80= 9,255m3/dtk Qkebutuhan air=0,10301m3/dtk (surplus), April Q80= 10,627m3/dtk Qkebutuhain air= 0,10301m3/dtk (surplus), Bulan Mei sampai Desember dengan nilai Qkebutuhan air= 0,10301m3/dtk dengan ketersediaan air Q80= 8,1339m3/dtk, Juni Q80= 1,2859m3/dtk, Juli Q80= 5,2956m3/dtk, Agustus Q80= 4,443m3/dtk, Septermber Q80= 3,964m3/dtk, Oktober Q80= 3,385m3/dtk, Nopember Q80= 4,8106m3/dtk, Desember Q80= 6,5002m3/dtk maka hasil dari neraca airnya berada pada level tercukupi atau surplus.
Kinerja U–Turn pada Segmen Jalan RTA Milono Kota Palangka Raya Sembiring, Daniel; Riani, Desi; Salonten, Salonten
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2024): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i2.4777

Abstract

Jalan RTA. Milono Kota Palangka Raya memiliki fasilitas u–turn, dan pada saat melakukan gerakan u–turn mengakibatkan perubahan kecepatan dan menimbulkan adanya kemacetan jalan dikarenakan volume lalu lintas yang relatif tinggi pada jam–jam sibuk, metode penelitian yang digunakan adalah Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997 dan Pedoman Perencanaan Putar Balik Tahun 2005. Hasil dari pengamatan u–turn nilai derajat kejenuhan arah Bundaran Kecil yaitu 0,61 dengan Tingkat Pelayanan (C) dan derajat kejenuhan arah Bundaran Burung yaitu 0,75 dengan tingkat pelayanan (D) dan kecepatan kendaraan pada saat sebelum u–turn yaitu 25,99 km/jam ke arah Bundaran Kecil dan kecepatan 23,34 km/jam ke arah Bundaran Burung dan pada saat di segmen u–turn kecepatan 18,59 km/jam ke arah Bundran Kecil dan kecepatan 21,10 km/jam ke arah Bundaran Burung, dan waktu yang dibutuhkan saat melakukan u–turn paling lambat yaitu 17,80 detik dan 21 meter panjang antrian yang ditimbulkan.Road of RTA Milono Palangka Raya city has u-turn facilities, and when doing u-turn movements cause speed changes and cause road congestion due to relatively high traffic volume during peak hours, the research methods used are the Indonesian Road Capacity Manual Method (MKJI) in 1997 and the 2005 U-turn Planning Guidelines. The results of the observation of the u-turn value of the degree of saturation in the direction of the Small Roundabout are 0.61 with the Service Level (C) and the degree of saturation in the direction of the Bird Roundabout is 0.75 with the level of service (D) and the speed of the vehicle at the time before the you-turn is 25.99 km / h towards the Small Roundabout and the speed of 23.34 km / h in the direction of the Bird Roundabout and when in the segment you - turn speed is 18.59 km / h towards Bundran Kecil and the speed is 21.10 km / h to the direction of the Bird Roundabout, and the time needed when doing a u-turn is the slowest which is 17.80 seconds and 21 meters long queue generated.
Analisis Angka Keamanan Lereng Metode Fellenius dan Program Plaxis V.8.2 (Studi Kasus: Bozem Kalidami Surabaya) Utomo, Indra Wahyu; Fatmawati, Laily Endah
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4850

Abstract

Abstrak— Dalam bidang rekayasa geoteknik, salah satu penyebab tanah longsor yang paling umum adalah peningkatan suatu tegangan geser pada tanah atau penurunan kekuatan geser massa tanah sehingga tidak dapat menahan beban yang diterapkan. Analisis pada lereng Bozem Kalidami Surabaya dilakukan untuk mengetahui angka keamanan lereng eksisting dengan lerdasarkan data yang diperoleh dari tes boring. Analisis angka keamanan dilakukan dengan dua cara yaitu perhitungan manual menggunakan metode Fellinius dan program Plaxis v.8.2 yang bertujuan membandingkan hasil keduanya. Dianalisis menggunakan menggunakan perhitungan manual metode fellenius didapatkan nilai angka keamanan sebesar 0,208. Sedangkan untuk hasil program Plaxis v.8.2 didapatkan nilai angka keamanan sebesar 0,833. Karena hasil perhitungan yang diperoleh dari kedua metode 1,5, maka dapat disimpulkan bahwa lereng Bozem Kalidami Surabaya tidak stabil.Abstract — In geotechnical engineering, one of the most common causes of landslides is an increase in the shear stress of the soil or a decrease in the shear strength of the soil mass so that it cannot withstand the applied load. Analysis on the slope of Bozem Kalidami Surabaya is done to determine the safety number of existing slopes based on data obtained from boring tests. The analysis of safety factor was carried out in two ways, namely manual calculations using the Fellinius method and the Plaxis v.8.2 programme which aims to compare the results of both. Analysed using manual calculation of the fellenius method, the safety factor value is 0.208. As for the results of the Plaxis v.8.2 programme, the safety factor value is 0.833. Because the calculation results obtained from both methods 1.5, it can be concluded that the slope of Bozem Kalidami Surabaya is unstable.
Analisis Kerusakan Jalan Raya Babat – Lamongan – Gresik dengan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (Studi Kasus: Jalan Raya Babat – Lamongan – Gresik STA 55+000 – STA 57+000) Prasetyo, Yudi Dwi; Pitasari, Rahi Intan; Hartika, Nurani; Solossa, Junisong
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2024): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i2.4885

Abstract

Kota Lamongan merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan tinggi di Jawa Timur. Gelombang tinggi merusak beberapa infrastruktur karena melebihi kapasitasnya. Selain itu, pengaruh cuaca, infrastruktur yang belum memadai, dan berkembangnya distrik dari berbagai lokasi juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi kekuatan permukaan jalan secara signifikan. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, jumlah kendaraan bertambah, dan jumlah konsesi bertambah, permukaan jalan tidak mampu lagi menopang beban kendaraan. Selain itu, air sering menggenang di jalan karena kurangnya saluran drainase. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kerusakan yang terjadi di sepanjang jalan raya Babat-Lamongan-Gresik.Dalam menganalisis kerusakan jalan digunakan metode Pavement Condition Index (PCI) yang mengukur kerusakan jalan sepanjang 2 km dan menentukan 20 STA. Data yang diperoleh diolah dan dihitung dengan menggunakan metode indeks kondisi perkerasan. Setelah jumlah kerusakan perkerasan ditentukan, langkah terakhir adalah menentukan metode perbaikan yang direkomendasikan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.Berdasarkan hasil Perhitungan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index), mendapatkan nilai terendah adalah 11 yang terdapat pada sisi kiri segmen 4 STA 55+300 – 55+400, STA 56+400 – 56+500 dan STA 56+500 – 56+600 bagian sisi kanan dengan kondisi jalan sangat buruk. Dan nilai PCI tertinggi bagian sisi kiri adalah 70 yang terdapat pada segmen 13 atau STA 56+200 – 56+300. Dan pada sisi kanan adalah 85 yang terdapat pada segmen 55+000 – 55+100 dengan kondisi perkerasan jalan sangangat baik, dan mendapatkan nilai rata-rata PCI sebesar 32,8 sisi kiri 40,4 sisi kanan yang artinya kondisi perkerasan jalan termasuk kategori buruk/poor. Secara keseluruhan kondisi pada jalan Raya Babat – Lamongan – Gersik ini adalah Sedang (fair) dan memiliki nilai PCI sebesar 36,6.Kata kunci : Pavement Condition Index, Analisis Kerusakan Jalan Raya
Analisis Biaya dan Waktu Menggunakan Crashing Method pada Proyek Peningkatan Jalan Banyakan – Tiron Kediri Mahendra, Muhammad Yusuf; Oetomo, Wateno
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2023): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i2.4671

Abstract

In the world of construction, time, quality, and cost are three important components in a construction project planning. Therefore, in a construction project, project control is needed. The wide scope of project work is a driving factor that project work can experience a time delay problem. Project delays can be anticipated by accelerating (crashing) which in its implementation must still pay attention to cost factors. Crashing is a deliberate, systematic and analytical process by testing all activities in a project centered on activities that are on the critical path. Accelerating the time of each activity definitely causes the project completion time to be faster. But the acceleration of the time of these activities will also affect the project in terms of cost. This research was conducted on the Banyakan - Tiron Kediri Road Improvement Project, where the achievement of field progress in week 11, the project experienced a delay of 16.90% with a progress value of 14.72% of the planned progress of 31.62%. This research was conducted with alternatives to increase working hours (overtime) and increase the number of workers. The acceleration results of the two alternatives are compared and the most optimal acceleration alternative is sought. The results of the analysis of the acceleration with the crashing method with alternative additional working hours obtained the total duration of the project to 112 days, from the total duration of the normal condition project for 135 days. Then there was a change in the total cost of the project which previously amounted to Rp. 7,446,453,000.00 to Rp. 7,407,272,294.12. Meanwhile, in the alternative of increasing the number of workers, the total duration of the project is 94 days, from the total duration of the normal condition project for 135 days. Then there was a change in the total cost of the project which previously amounted to Rp. 7,446,453,000.00 to Rp. 7,333,584,952.22. Of the two alternatives, the most efficient alternative to accelerate work completion is to increase the number of workers.
Studi Kapasitas Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda Aiyub, Aiyub
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2023): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i2.4951

Abstract

Forecasting the number of passengers is very important to know in order to improve services in the security, comfort and passenger safety sectors. This research aims to determine the estimated number of passengers at Sultan Iskandar Muda International Airport and the need for passenger terminal facilities at Sultan Iskandar Muda International Airport in the next 10 years. The data used in this research is secondary data originating from PT Angkasa Pura II Sultan Iskandar Muda International Airport in the form of data on the number of passengers from 2010-2021, airport and passenger terminal plans, and passenger data at busy times. The calculation method for forecasting the number of passengers used is a simple linear regression analysis method. The research results show that the annual number of passengers will increase in 2031 by 640,530 people (an increase of 86.07% from 2019) for domestic arrivals, 260,556 people (an increase of 60.51% from 2019) for international arrivals, 692,256 people (an increase 96.98% from 2019) for domestic departures, 273099 people (an increase of 64.10% from 2019) for international departures, 64405 people (an increase of 58.62% from 2019) for domestic transit, and 169791 (an increase of 307% from 2019) people for international transit. The passenger terminal capacity requirements in 2031 for the baggage claim area, arrival hall, departure hall, waiting room, check-in area, check-in counter, seating and toilets are still below the existing capacity of the passenger terminal. The existing capacity of passenger terminal facilities based on SKEP.77/VI/2005 for Sultan Iskandar Muda International Airport is in the 'Medium' and 'Large' categories. Based on the existing capacity and area, the passenger terminal can still accommodate passenger movements for the next 10 years, namely until 2031.Keywords: capacity; number of passengers; passenger terminal; forecastin; simple linear regression.
Evaluasi Kinerja Proyek Konstruksi Ditinjau dari Aspek Biaya dan Waktu Menggunakan Metode Earned Value Analysis, Studi Kasus: Pembangunan Gedung Perkantoran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Rasa, Barem Talang; Handayani, Krisna Dwi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2023): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i2.4619

Abstract

The growth of Indonesia's population has an impact on increasing infrastructure needs to support economic activity. Construction projects have to be done in order to meet those needs. It is certain that in its implementation there are many potential deviations. Project planning, control, and evaluation have to be done as an effort to improve project performance. Earned Value Analysis (EVA) method is a tool that has an ability to evaluate project performance in terms of cost and schedule aspects. The BBWS Bengawan Solo Office Building Construction Project was a government project intended to improved the quality of public services. The implementation of the EVA method on the project was done with the aim of evaluating cost and time performance. EVA carried out up to the 20th reporting period, obtained a CV value of IDR 2,238,617,582.39 and an SV value of IDR 5,939,213,594.86, while the CPI value was 1,251 and the SPI value was 2,437. The project's performance in the cost and schedule aspects was considered good, so it was estimated that the project could be completed 90 days faster with a profit of IDR 4,493,629,178.46.
Analisis Waste Material Besi Tulangan Pekerjaan Pondasi Mengunakan Metode Bar Bending Schedule pada Proyek Perumahan Grand Salt Village Sarirogo - Sidoarjo Dani, Bintang Arma; Tjendani, Hanie Teki
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4888

Abstract

Baja tulangan adalah komponen struktur yang memiliki waste material paling tinggi. Pada saat pembangunan struktur bawah rumah sarirogo banyak menggunakan baja tulangan akan tetapi kebutuhan baja tulangan dihitung pada kondisi eksiting. Bar Bending Schedule digunakan dalam melakukan menghitung kebutuhan baja tulangan berdasarkan shop drawing. Kebutuhan baja tulangan metode BBS adalah adalah Ǿ 6 sebesar 0,098 ton, Ǿ 8 sebesar 0,123 ton, besi  Ǿ 12 sebesar 1,183 ton. Perhitungan total waste (%) baja tulangan adalah adalah Ǿ 6 sebesar 8% dengan berat 0,008 ton, Ǿ 8 sebesar 13% dengan berat 0,019 ton, besi  Ǿ 12 sebesar 7% dengan berat 0,096 ton. Perbandingan waste (%) baja tulangan antar item pekerjaan adalah footplat sebesar 8% dengan total berat 0,021 ton, sloof sebesar 19% dengan total berat 0,0506 ton, Strous sebesar 18% dengan total berat 0,0509 ton. Oleh karena itu, perhitungan tulangan baja dengan menggunakan metode Bar Bending Schedule dapat meminimalisir waste material.Kata kunci: Tulangan Baja, Waste Material, Bar Bending Schedule
Implementasi Carbon Tax pada Sektor Konstruksi Berdasarkan Persepsi Kontraktor di Kota Palangka Raya Saputri, Ni Wayan Erlinda Wulana; Uda, Subrata Aditama K.A; Lendra, Lendra
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 3 (2024): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i3.5544

Abstract

Pada bidang konstruksi, emisi karbon dihasilkan dari tiga tahap utama yang terdiri dari pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan pembongkaran konstruksi sehingga  perilaku kontraktor selama proses konstruksi sangat penting dalam mengurangi emisi karbon. Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan carbon tax demi mengurangi emisi GRK. Tujuan penelitian ini menganalisis persepsi kontraktor terhadap kebijakan carbon tax di kota Palangka Raya sehingga permasalahan efek gas rumah kaca khusunya dibidang konstruksi dapat teratasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan wawancara. Responden dalam penelitian ini sebanyak 58 kontraktor di Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 60,3% responden belum mengetahui tentang kebijakan ini, sebanyak 56,9% responden belum siap mengimplementasikan kebijakan ini dan sebanyak 53,4% responden tidak bersedia membayar carbon tax. Sementara itu sebanyak 65,5% responden berpendapat bahwa kebijakan ini dapat diterapkan di Kota Palangka Raya dan sebanyak 60,3% responden mendukung kebijakan ini diterapkan.
Analisis Faktor dan Probabilitas Keterlambatan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Puspitaningrum, Hilda; Beatrix, Michella
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4770

Abstract

Dalam era industri modern saat ini, efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan proyek menjadi faktor kunci keberhasilan. Meski demikian, tantangan seperti penundaan sering kali muncul akibat kompleksitas dan dinamika proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek Penataan Kawasan Dieng menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, eksternal, dan manajemen adalah penyebab utama keterlambatan dengan probabilitas keseluruhan sebesar 0,515.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, eksternal, dan manajemen adalah penyebab utama penundaan dengan probabilitas total sebesar 0,515. Akibat penundaan ini, penyelesaian proyek mengalami keterlambatan antara 1 hingga 7 hari, yang berdampak pada denda atau pinalti antara Rp 807.998.934,60 hingga Rp 5.655.992.542,21. Oleh karena itu, penggunaan metode tertentu dalam manajemen proyek dapat membantu mencapai efisiensi dan efektivitas, serta meminimalkan risiko keterlambatan.In this modern industrial era, efficiency and effectiveness in project management have become key factors for success. However, challenges such as delays often arise due to the complexity and dynamics of the project. This research aims to analyze the factors causing delays in the Dieng Area Arrangement project using the Fault Tree Analysis (FTA) method. The research results show that internal, external, and management factors are the main causes of delays with an overall probability of 0.515. As a result of these delays, project completion is delayed between 1 to 7 days, which results in fines or penalties ranging from Rp 807,998,934.60 to Rp 5,655,992,542.21. Therefore, the use of certain methods in project management can help achieve efficiency and effectiveness, as well as minimize the risk of delays.