cover
Contact Name
Aswar Amiruddin
Contact Email
aswaramir89@gmail.com
Phone
+6287704518570
Journal Mail Official
bejts@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No 1, Tarakan 77115, Indonesia
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 25811134     EISSN : 26857553     DOI : https://doi.org/10.35334/be.v9i3
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Borneo Engineering : Structural Engineering, Transportation Engineering, Water Resources, Geotechnical Engineering and Construction Management
Articles 234 Documents
Metode Perkuatan Struktur Tangga Miftahul Iman; Noerman Adi Prasetya
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1873

Abstract

Kerusakan pada struktur pelat tangga seringkali diabaikan. Upaya perbaikan hanya sebatas menutupi permukaan pelat tangga yang rusak hanya dengan pasta semen. Penelitian ini membandingkan 2 buah metode perkuatan struktur pelat tangga berturut-turut yaitu penambahan tulangan dan perkuatan profil baja siku. Studi kasus dalam penelitian ini adalah struktur pelat tangga utama gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini mengguanakan metode analisis struktur kesetimbangan momen lentur dengan cara mengevaluasi kenaikan kapasitas momen nominal struktur pelat akibat perkuataan dari tulangan baja dan profil baja siku. Berdasarkan hasil studi evaluasi kinerja dan metode perkuatan struktur pelat tangga beton bertulang dengan metode perkuatan, maka dapat diambil kesimpulan: (a) Hasil pemeriksan mutu beton digunakan estimasi mutu beton minimal yaitu 17 MPa. (b) Berdasarkan hasil pengamatan visual struktur tangga yang terdapat pada tepi struktur disarankan untuk tidak digunakan karena tebal pelat tangga relatif tipis dan terlihatnya beberapa tulangan. Selain itu terdapat retak yang cukup besar dan memanjang pada pelat bordes. (c). Struktur tangga utama aktual berbeda dengan perencanaan, hal itu dapat dilihat pada panjang pelat tangga dan perletakan tumpuan. (d) Secara umum kedua metode perkuatan dapat meningkatkan kapasitas momen nominal tereduksi 40% sampai dengan 60%. (e)metode perkuatan dengan penambahan tulangan baja D10-150 dan penambahan selimut beton 20 mm relatif lebih tinggi daripada metode perkuatan menggunakan profil baja BJ37 L70x70x6 (10,98%).
Analisis Kelayakan Struktur Dermaga IV Pelabuhan Malundung Kota Tarakan Untuk Kapasitas Mobil Crane Bongkar Muat Edy Utomo
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i1.1655

Abstract

Pelabuhan Malundung, yang diperkirakan telah dibangun sekitar tahun 1970-an merupakan saalah satu Pelabuhan terbesar yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Terdapat salah satu Dermaga yang telah berusia kurang lebih 40 tahun, yang akan dipergunakan sebagai daerah bongkar muat Pipa Gas, sebelum Pipa tersebut didistribusikan ke beberapa titik pengeboran. Salah satu metode bongkar muat yang sering diajukan oleh pihak suplai material adalah dengan meletakkan Mobil Crane pada bagian atas Dermaga, dengan Kapasitas Crane sebesar 165 Ton. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mencoba memberikan solusi alternatif dalam pengambilan keputusan terkait metode yang digunakan untuk bongkar muat pipa tersebut. Namun, perlu didahului oleh kajian analisis investigasi kekuatan terhadap Struktur Dermaga tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah Metode Pengamatan Langsung dari Konstruksi Dermaga dan Pemodelan Struktur dengan menggunakan FEA. Model akan dibuat menjadi 2 bentuk kondisi posisi Crane dan Trailer yang kemudian akan dianalisis hasil gaya-gaya yang terjadi dari setiap kondisi pendekatannya. Berdasarkan metode tersebut, penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa, Crane dengan kapasitas 165 Ton dan Trailer tersebut tidak dapat dipergunakan bersamaan di atas Dermaga, serta melakukan kegiatan bongkar muat Pipa. Hal ini disebabkan oleh, terjadinya kegagalan sistem balok di bawah lantai Dermaga, walaupun kondisi Deformasi dan Tegangan Kompresi masih dalam batas aman. Sedangkan dari pengamatan visual menunjukkan beberapa kerusakan fatal dari sistem Balok, Pile Cap dan Pelat Lantai Dermaga berupa retakan besar yang memberikan dampak korosi tinggi pada elemen tulangan baja. Oleh sebab itu, Dermaga IV perlu untuk diberikan Revitalisasi Konstruksi untuk dapat melayani kegiatan bongkar muat dengan maksimal.
Analisis Daerah Rawan Kecelakaan (Black Site) Dan Titik Rawan Kecelakaan (Black Spot) Provinsi Lampung Yogi Oktopianto; Siti Shofiah; Faishal Andhi Rokhman; Kanthi Pangestu Wijayanthi; Eka Krisdayanti
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i1.1777

Abstract

Traffic accidents are the main indicator of road safety levels. There were 2,225 traffic accidents throughout 2019 in Lampung Province with 724 deaths, 1240 seriously injured, and 2015 minor injuries. The research was conducted to the identification of the black site and black spot in Lampung Province. The method used in this research is the EAN, Z-score, Frequency of accidents method calculates accident-prone areas to get the value of the accident location (Black Site) and the Cumulative Summary method to identify the black spot. The results showed from 93 roads, there is 1 road which is the highest black link of each road status. The accident-prone area (black site) is Jalan Lintas Tengah Sumatra and accident-prone points (black spot) at KM 18-26 are influenced by land use, road geometric, and traffic signs.
Analisa Faktor Produktivitas Fabrikasi Konstruksi Baja Pada Tenaga Kerja Siti Choiriyah; Fahmi Firdaus Alrizal; M Irsyad Aly Daffa
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1973

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi di tentukan oleh tenaga kerja, karena berdampak pada kemajuan dan produktifitas pekerjaan di lapangan. Peningkatkan produktivitas dengan fabrikasi lebih baik daripada sistem konstruksi konvensional. Penentuan produktifitas dalam pekerjaan fabrikasi baja perencanaan jadwal sebuah proyek sehingga perlu dianalisa produktivitas pekerjanya. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa produktivitas tenaga kerja dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan fabrikasi. Metode pengukuran produktivitas dilakukan dengan metode work study. Metode work study adalah metode pengukuran produktivitas pekerja dengan observasi langsung dilapangan. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan marking pelat: 563,25 kg/orang/hari, WF: 886,47 kg/orang/hari. Sedangkan pekerjaan pemotongan pelat: 891,85 kg/orang/hari, WF  259,53 kg/orang/hari. Untuk nilai produktivitas pada pekerjaan perakitan 282,43 kg/orang/hari. Dari hasil analisis produktivitas menunjukkan bahwa jumlah pekerja, relaxation allowances, material yang digunakan, dan penggunaan alat dalam pekerjaan adalah faktor faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan fabrikasi baja.
Pemodelan Penurunan Pondasi Struktur Bangunan di Tanah Lunak Kota Banjarmasin Menggunakan Ansys Darmansyah Tjitradi; Eliatun Eliatun; Oktafianus Steven Tjitradi
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1964

Abstract

The soil in Banjarmasin City is of soft clay type having a very low bearing capacity. Hence, it is normal for buildings in this area to have gelam wooden piles as part of the foundation. Foundations based on gelam wooden piles rely on friction which results in the building experiencing differential settlement, tilt, and cracks on the structural elements. This foundation settlement will be modeled using ANSYS software involving fifteen building structural models with brick walls under loads according to SNI 1727:2013 and due to settlement at the support. The modeling aims at understanding the effects of using tie beams on the pattern of structural damage in buildings that experience differential settlement on soft soil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tie beam pada pondasi pada tanah lunak berpengaruh terhadap pola kerusakan. Pada tanah keras, ini tidak membawa efek seperti itu tetapi sebaliknya, itu meningkatkan tingkat ketidaktentuan statis struktur. Dalam kasus portal bentang tunggal, pola retakan menyerupai huruf "V" terbalik jika penurunan terjadi pada tumpuan samping. Di portal bentang ganda, di sisi lain, pola retakan dinding bata menyerupai huruf "V" jika penurunan terjadi pada penyangga samping, dan "V" terbalik jika terjadi di antara penyangga.
Perilaku Kuat Tekan Beton Normal Terhadap Penambahan Serat Botol Plastik Jenis PET Noviyanthy Handayani; Amelia Faradila; Imam Juari; Dian Larasati
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i1.1594

Abstract

PET (Polyethylene Terephthalate) plastic bottle waste is a material that takes a long time to decompose and will accumulate in the world for a long time. Therefore we need the utilization of the plastic waste. One way to reuse PET plastic bottle waste is to use it as an additive to the concrete mixture. The purpose of this study is to determine how much increase in the compressive strength of concrete to the addition of shredded PET plastic waste at 28 days of concrete. The variations in the addition of 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, and 1% to the volume of concrete cylinders with 3 samples of concrete variations each. The results showed that the concrete with the addition of PET fibers by 0.2% experienced an increase in the compressive strength value of 1.31% from the compressive strength of normal concrete which was originally 22.251 MPa to 22.650 MPa. While the variation in the percentage of PET 0.4%, 0.6%, 0.8% and 1% decreased the compressive strength of the concrete. In PET fiber concrete 0.6% and 1.0%, although there is a decrease in the average compressive strength of the concrete, the value obtained exceeds the compressive strength value of the concrete plan, which is 20 MPa.
Potensi Banjir Bandang Pada Wilayah Sigi Sulawesi Tengah Indonesia Riki Chandra Wijaya
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1838

Abstract

Banjir bandang merupakan salah satu bencana yang berbahaya bagi suatu wilayah. Kuantitas air permukaan yang besar dengan kecepatan yang tinggi akan memberikan momentum yang besar pada seluruh objek yang dilewatinya. Hal ini tentu akan memberikan dampak yang besar terhadap kerusakan yang akan dihasilkannya. Pada wilayah Sigi Sulawesi Tengah berdasarkan informasi kejadian bencana merupakan daerah yang sering dilanda banjir bandang. Untuk itu, kajian potensi banjir bandang ini dilakukan dalam penelitian ini. Berdasarkan data kejadian banjir pada tahun 2017 maka analisis ini dilakukan menggunakan data curah hujan harian pada tahun 2017 di daerah Sigi Sulteng. Berdasarkan hasil analisis diketahui potensi banjir yang terjadi memiliki kedalaman hingga 70 cm lebih dengan kecepatan aliran mencapai 0,085 m/detik. Daerah yang terdampak banjir berdasarkan hasil analisis ini sangatlah besar hampir semua wilayah terdampak banjir. Kondisi topografi yang mendatar menyebabkan area genangan air akan lebih mudah menyebar. Kemiringan yang tajam pada wilayah hulu menyebabkan banjir berpotensi datang secara tiba-tiba. Untuk itu, potensi banjir dari hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penelitian selanjutnya dalam mengatasi permasalahan ini.
Analisis Biaya Konstruksi Balok Beton Gradasi dengan Penggunaan Tulangan Maksimum M. Mirza Abdillah Pratama
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1961

Abstract

Desain tulangan maksimum merupakan konsep desain yang harus dihindari karena risiko terhadap kegagalan getas. Namun demikian, perencana struktur kerap kali mendapati batasan desain untuk merancang elemen dengan dimensi minimalis sehingga penggunaan rasio tulangan maksimum menjadi tidak terhindarkan. Hal tersebut masih diperkenankan dengan tetap memperhatikan nilai regangan tulangan tarik agar melampaui titik lelehnya ketika mengalami kegagalan. Pada penelitian ini, penulis bermaksud untuk menganalisis lebih lanjut terkait analisis biaya terhadap kinerja yang dihasilkan dari balok beton gradasi dengan penggunaan tulangan maksimum. Balok didesain dengan ukuran 1720 x 130 x 260 mm dan 1400 x 130 x 195 mm, dan diuji lentur dengan metode four point bending. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Dengan rasio dimensi 2/3, penambahan biaya konstruksi sebesar 3.69% akan meningkatkan kinerja balok sebesar 3.57% apabila pembesiannya didesain terhadap mutu beton terendahnya; 2) Penerapan gradasi mutu dapat menurunkan biaya pekerjaan hingga 25.32% dengan kompensasi kinerja sebesar 33.91% pada balok dengan rasio dimensi 1/2 yang pembesiannya didesain terhadap mutu beton tertingginya; 3) Balok gradasi dapat mengoptimasi biaya pekerjaan tanpa mengkompensasi kinerja struktur secara signifikan khususnya pada penggunaan tulangan maksimum.
Finite Element Analysis of One-Way Hollow Plate Capacity with Bamboo Apus and Bamboo Petung Dani Nugroho Saputro; Arnie Widyaningrum; Agus Maryoto; Thomas Calvin Putro Sasongko
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i1.1823

Abstract

Design capacity is one of the main parameters in the analysis of concrete slab behavior. In general, bent tests for concrete slab will be tested experimentally in the laboratory. However, it requires a lot of energy, cost, and a long time. For that we need a simulation approach with numerical methods that is the finite element method using ABAQUS program. The test object is a composite structure in the form of a one-way hollow plate with bamboo Apus and Petung as structural reinforcement, the test object is modeled in a 3D solid model with a concentrated load. Furthermore, material will be inputted their properties based on the result of experimental tests. Numerical analysis using ABAQUS shows similar collapse behavior with experimental analysis, yet the result of concrete slab capacity to the ultimate and the deflection indicates a difference in the value of the experimental tests. Tests with numerical and experimental methods, both concrete slab specimens with bamboo apus and petung produce a similar crack pattern, namely flexural shear crack. The maximum stress hollow concrete slab bamboo apus +17.71 Mpa and bamboo petung +23.2 Mpa
Analisis Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan Kabupaten Karanganyar Yogi Oktopianto; Tri Prasetyo; Yusuf Maulana Arief
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.2018

Abstract

Indeks fatalitas kejadian kecelakaan di Kabupaten Karanganyar paling rendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 3% dan terus mengalami kenaikan hingga sebesar 5% pada tahun 2020. Hal ini tentunya harus menjadi catatan penting, serta perlu adanya upaya untuk mengubah peningkatan fatalitas tiap tahunnya menjadi menurun. Penelitian dilakukan untuk menganalisis penanganan daerah rawan kecelakaan Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode EAN dan Frekuensi untuk menganalisis penentuan daerah rawan kecelakaan. Metode Cumulative Summary untuk menganalisis titik rawan kecelakaan, and analisis lalu lintas dalam skala mikro pada lokasi atau daerah rawan kecelakaan. Rekomendasi yang di usulkan penanganan daerah rawan kecelakaan Kabupaten Karanganyar antara lain Pengadaan rambu batas kecepatan, rambu peringatan persimpangan, rambu petunjuk putar balik, rambu peringatan DRK, rambu hati-hati, pengadaan APILL dengan satu warna (kuning), perbaikan marka dan sosialisasi terhadap masyarakat.

Page 10 of 24 | Total Record : 234