cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
VALIDASI METODE GOD-PAP PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DENGAN PEMAKAIAN SETENGAH VOLUME REAGEN DAN SAMPEL Ika Nurhayati; Ani Riyani; Nani Kurnaeni; Wiwin Wiryanti; Sonny Feisal Rinaldi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.444 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.792

Abstract

Pemakaian setengah volume reagen dan sampel pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP diketahui tidak memiliki perbedaan terhadap nilai simpangan baku dan koefisien korelasi dibandingkan dengan metode standarnya. Metode GOD-PAP setengah volume reagen dan sampel ini lebih efisien dalam segi ekonomi namun belum tervalidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja metode GOD-PAP setengah volume reagen dan sampel terhadap pemeriksaan glukosa darah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan melakukan pengumpulan dan analisis data dari hasil pengujian terhadap delapan parameter validasi yaitu presisi, akurasi, linearitas, reportable range, LoD, LoQ, recovery, dan interferen. Sampel yang digunakan berupa serum kontrol komersial normal (Level 1) dan patologis (Level 2). Data yang diperoleh diolah dengan uji statistik deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai presisi berupa CV Level 1= 1,66%, Level 2= 1,37% (CV<0,33 TEa); akurasi berupa TE Level 1= 3,84%, Level 2= 3,76% (TE<TEa); linearitas dengan nilai r=0,997 (r>0,990); reportable range dengan rentang nilai ≥ rentang nilai normal parameter; LoD = 7,51 mg/dL; LoQ = 20,54 mg/dL (lebih kecil dari batas nilai normal terendah); %Recovery = 99% (berada dalam rentang 95-105%); dan uji interferen menunjukkan hemoglobin mulai mengganggu pemeriksaan dengan %selisih>TEa pada konsentrasi 600 mg/dL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semua parameter uji validasi memenuhi kriteria penerimaan sehingga metode GOD-PAP dengan pemakaian setengah volume reagen dan sampel diterima kinerjanya sebagai prosedur tervalidasi pada pemeriksaan glukosa darah.
UJI STABILITAS PRC PARAMETER ERITROSIT DALAM LARUTAN ALSEVER BUATAN DENGAN PENAMBAHAN FORMALIN Zahrani Fadila Azmi; Betty Nurhayati; Eem Hayati; Eri Triakumara Maulana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.26 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.793

Abstract

Penggunaan EDTA sebagai antikoagulan dapat diganti menggunakan larutan Alsever untuk masa simpan whole blood yang lebih lama dan diperlukan pula zat yang berfungsi memelihara membran sel di antaranya adalah formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas PRC parameter eritrosit dalam larutan Alsever buatan dengan penambahan formalin. Desain penelitian ini merupakan quasi eksperimen, dengan membandingkan metode penyimpanan darah dalam larutan Alsever buatan yang ditambahkan formalin terhadap metode penyimpanan darah menggunakan larutan Alsever buatan untuk melihat stabilitas kadar hemoglobin, nilai hematokrit, jumlah dan indeks eritrosit dalam variasi waktu 0, 7, 14, 21, dan 28 hari, dari sampel PRC sebanyak 1 bahan pemeriksaan dari orang sehat. Pengamatan dilakukan menggunakan alat Hemanalyzer, kemudian hasilnya diuji secara statistik menggunakan uji General Linear Model-Repeated Measures dengan menghasilkan kesimpulan bahwa kadar hemoglobin dan nilai MCV pada PRC dalam larutan Alsever buatan tanpa formalin dan dengan penambahan formalin 0,5% stabil hingga hari ke-28. Nilai hematokrit dan MCHC pada PRC dalam larutan Alsever buatan tanpa formalin dan dengan penambahan formalin 0,5% stabil hingga hari ke-28, sedangkan dalam Alsever buatan dengan penambahan formalin 1% stabil hingga hari ke-7. Jumlah eritrosit pada PRC dalam larutan Alsever buatan tanpa formalin dan dengan penambahan formalin 0,5% stabil hingga hari ke-28, sedangkan dalam Alsever buatan dengan penambahan formalin 1% tidak stabil dari hari ke-7. Nilai MCH pada PRC dalam larutan Alsever buatan tanpa formalin dan dengan penambahan formalin 0,5% stabil hingga hari ke-21, sedangkan dalam Alsever buatan dengan penambahan formalin 1% tidak stabil dari hari ke-7.
PEMANFAATAN JAMUR ENTOMOPATOGEN DARI LARVA NYAMUK MATI SEBAGAI PENGENDALIAN HAYATI LARVA AEDES AEGYPTI Lia Mar'atiningsih; Yuliansyah Sundara Mulia; Sulaeman Sulaeman; Jangkung Samidjo Onggowaluyo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.912 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.794

Abstract

Demam Berdarah (DBD) semakin meningkat setiap tahunnya, untuk mencegah vektor ini, masyarakat selalu menggunakan insektisida yang berdampak semakin resistennya nyamuk dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jamur yang ada pada larva nyamuk mati dan mengetahui konsentrasi minimal jamur terhadap kematian larva Aedes aegypti sebanyak 50% (Lc50). Penelitian ini diharapkan sebagai pengendalian hayati yang berasal dari jamur entomopatogen. Hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis dari 3 jamur yang diisolasi, diperoleh Aspergillus niger, Aspergillus fumigatus dan Rhizopus sp. Sampel penelitian yaitu larva Aedes aegypti instar III berjumlah 240 ekor yang dibagi ke dalam tiga pengulangan dan tiga perlakuan termasuk kontrol. Konsentrasi yang digunakan adalah 105, 106, dan 107 spora/ml. Hasil penelitian menunjukan rata-rata kematian larva dari konsentrasi rendah ke tinggi adalah 10 ekor, 13 ekor, dan 16 ekor dengan persentase 48%, 65%, dan 80%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jamur Aspergillus niger dapat digunakan sebagai pengendalian hayati larva Aedes aegypti. Konsentrasi jamur Aspergillus niger yang dapat mematikan 50% larva uji adalah 2,2 x 105 spora/mm3 dengan nilai upper bound dan lower bound nya adalah 6,7x 105 spora/mm3 dan 1,6x 104 spora/mm3.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL QC PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA, KOLESTEROL TOTAL, DAN ASAM URAT Fida Fauziyyah Amani; Sonny Feisal Rinaldi; Surya Ridwanna; Entuy Kurniawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.344 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.795

Abstract

Hasil pemeriksaan laboratorium diestimasi memiliki pengaruh sekitar 70% dalam pengambilan keputusan klinis. Salah satu tahap dalam pemeriksaan laboratorium adalah tahap analitik, jenis kesalahan pada tahap analitik pemeriksaan laboratorium terbagi menjadi kesalahan acak yang dihitung sebagai koefisien variasi (CV%) dan kesalahan sistematik yang dihitung sebagai bias (d%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil QC pada pemeriksaan glukosa, kolesterol total, dan asam urat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross sectional terhadap hasil quality control pemeriksaan glukosa, kolesterol total dan asam urat. Jenis kesalahan yang terjadi adalah kesalahan sistematik dan kesalahan acak. Selain parameter glukosa pada bulan Maret, nilai bias (d%) semua parameter pada bulan Januari sampai April melewati batas bias yang diizinkan berdasarkan variasi biologis. Koefisien variasi (CV%) semua parameter pada bulan Januari sampai April di luar batas yang diperbolehkan berdasarkan variasi biologis. Berdasarkan hasil investigasi sumber kesalahan menggunakan root cause analysis kesalahan sistematik yang terjadi diantaranya fotometer yang belum dikalibrasi dan melarutkan bahan kontrol tidak dengan pipet yang sesuai. Sedangkan sumber kesalahan acak adalah kondisi lingkungan yang tidak stabil, variasi teknik pemipetan, dan variasi perlakuan bahan kontrol setelah keluar dari freezer.
PEMANFAATAN TEPUNG SAYURAN SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Wulan Dari; Iis Kurniati; Asep Dermawan; Dewi Nurhayati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.759 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.796

Abstract

Wortel, tomat, kubis, dan labu dapat digunakan untuk pembuatan media alternatif pertumbuhan bakteri karena mengandung air, karbohidrat, dan vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang tumbuh serta menentukan variasi formula terbaik yang dapat digunakan untuk pertumbuhan bakteri tersebut. Penelitian kuasi eksperimen dengan dua taraf perlakuan yaitu dengan memberikan variasi formula tepung sayuran yang berbeda dan lama waktu inkubasi 18 jam, 24 jam, dan 48 jam. Penelitian ini menggunakan desain Static Group Comparisson. Hasil pengamatan dibandingkan dengan kontrol yaitu Nutrient Agar tanpa penambahan variasi formula tepung wortel, tomat, kubis, dan labu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Anova, hasilnya terdapat perbedaan jumlah koloni antar variasi formula (p < 0,005). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variasi formula B merupakan komposisi baik yang dapat digunakan sebagai media alternatif dan jumlah koloni Staphylococcus aureus yang tumbuh adalah pada formula A 2 x 105, formula B 36 x 105, formula C 1 x 105, formula D 1 x 105, formula E 2 x 105. Sedangkan jumlah koloni Escherichia coli yang tumbuh adalah formula A 28 x 105, formula B 53 x 105, formula C 18 x 105, formula D 12 x 105, formula E 14 x 105.
COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS (CEA) BAHAN KONTROL KOMERSIAL DAN POOL SERUM PASIEN Farah Dina Salma; Ira Gustira Rahayu; Sonny Feisal Rinaldi; Nani Kurnaeni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.243 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.797

Abstract

Kebutuhan terhadap pemeriksaan laboratorium yang bertambah dapat menjadi penyebab peningkatan biaya pemeriksaan. Namun peningkatan biaya ini tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pemeriksaan itu sendiri. diperlukan suatu sistem manejerial yang efektif dalam mengelola aspek keuangan dan kualitas pemeriksaan, termasuk didalamnya adalah pemilihan jenis bahan kontrol. Pemilihan jenis bahan kontrol dapat menunjang peningkatan kualitas laboratorium karena terlibat langsung dalam penyelenggaraan kendali mutu internal suatu laboratorium. ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan kontrol komersial menjadi permasalahan bagi laboratorium di negara berkembang. Karena itu pool serum dapat menjadi alternatif pilihan dalam penyelenggaraan kendali mutu internal. Cost-Effectiveness Analysis (CEA) adalah alat yang tepat dalam membandingkan dua intervensi kesehatan atau lebih dalam aspek ekonomi dan kemanfaatannya. Karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui jenis bahan kontrol manakah yang memiliki aspek ekonomi dan kemanfaatan paling tinggi pada pemeriksaan glukosa darah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan melakukan pengumpulan dan analisis data total biaya dan tingkat efektivitas dari masing – masing jenis bahan kontrol. Data yang terkumpul diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan total biaya untuk penggunaan bahan kontrol komersial adalah Rp728,020.00 dan Rp752,442.50 untuk penggunaan pool serum. Tingkat efektivitas yang didapatkan adalah 93.39% untuk bahan kontrol komersial dan 96.33% untuk pool serum. Hasil akhir average cost-effectiveness ratio (ACER) penggunaan bahan kontrol komersial adalah Rp7,795.67 dan Rp7,811.11 untuk pool serum. Penggunaan bahan kontrol komersial memiliki nilai ACER lebih rendah dibandingkan penggunaan pool serum. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan kontrol komersial sebagai bahan kontrol lebih cost-effective dibandingkan dengan penggunaan pool serum sebagai bahan kontrol.
SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG FERMENTASI DAN TEPUNG TEMPE TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR PROTEIN BISKUIT SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU ANAK BADUTA Susi Rahmayeni; Irma Eva Yani; Arlen Defitri Nazar
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.123 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.799

Abstract

Masa baduta adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, sehingga di perlukan asupan zat gizi yang baik melalui pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Biskuit salah satu MP-ASI yang terbuat dari tepung terigu yang mempunyai efek negatif yaitu mengandung gluten dan menurunkan devisa negara sehingga perlu alternatif pengganti. Jagung dapat menggantikan tepung terigu dalam produk biskuit, namun untuk meningkatkan kandungan zat gizi dari jagung hingga sesuai dengan persyaratan MP-ASI biskuit Permenkes, maka jagung difermentasi selanjutnya dijadikan tepung dan dicampurkan dengan tepung tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung jagung fermentasi dan tepung tempe terhadap mutu organoleptik dan kadar protein biskuit sebagai MP-ASI anak baduta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) satu kontrol, tiga perlakuan dan dua kali ulangan. Penelitian ini dilakukan Januari 2018 – Mei 2019. Uji mutu organoleptik dilakukan di Laboratorium ITP Poltekkes Kemenkes Padang, uji kadar protein di Baristand dan uji daya terima di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Data dianalisis dengan menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dan jika ada perlakuan yang berbeda nyata dilanjutkan uji DNMRT taraf 5%. Perlakuan terbaik uji mutu organoleptik adalah perlakuan C dengan perbandingan substitusi tepung jagung fermentasi dan tepung tempe 2:1. Uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan nyata terhadap warna, aroma dan rasa biskuit.Terjadi peningkatan kadar protein biskuit perlakuan C 4 gram (58,4%). Uji daya terima biskuit pada anak baduta didapatkan 90% memberikan ekspresi suka. Adanya pengaruh substitusi tepung jagung fermentasi dan tepung tempe terhadap mutu organoleptik dan kadar protein biskuit sebagai MP-ASI anak baduta. Biskuit ini dapat diberikan untuk anak gizi baik dan anak stunting serta untuk memperbaiki aroma biskuit dengan penambahan pasta aroma.
Gambaran Model Pemberdayaan Penyandang Prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Cimahi Utara Kota Cimahi Tahun 2011 Hotma Rumahorbo; Atin Karjatin; Mamat Rahmat
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5441.845 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v6i3.800

Abstract

ABSTRAK : Prediabetes merupakan prakondisi Diabetes dengan risiko absolut DMT2 sebesar 2-10kali. Diabetes merupakan faktor risiko penyakit Jantung dan Stroke yang merupakan penyebab utamakematian di Indonesia. Diabetes dapat dicegah dengan memperbaiki pola makan dan pola latihan fisikpenyandang Prediabetes. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran model pemberdayaanpenyandang Prediabetes yang dapat memperbaiki pola makan dan pola latihan fisik di Wilayah kerjaPuskesmas Cimahi Utara, Kota Cimahi Tahun 2011.Jenis dan disain penelitian adalah studi kualitatifdengan disain fenomenologi. Responden berjumlah 18 orang, terdiri dari penyandang prediabetes,kader, perawat, kepala puskesmas dan kasie p2p. Pengumpulan data dilakukan dengan carawawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus dan pengolahan dan analisis datamenggunakan pendekatan Collazii. Hasil penelitian menunjukkan belum dijumpai modelpemberdayaan yang sedang atau yang akan digunakan dalam meningkatkan pola makan dan polalatihan fisik penyandang prediabetes. Kegiatan pengendalian penyakit prediabetes baru pada tahapdeteksi faktor risiko dengan skrining glukosa darah pada penduduk yang berusia diatas 18 tahun.Direkomendasikan agar dikembangkan model pemberdayaan pasien prediabetes yang sesuai dengansituasi dan kondisi sumber daya yang ada di masyarakat serta melibatkan masyarakat secaramaksimal.
EFEKTIFITAS AROMATERAPI JAHE TERHADAP KELUHAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST SEKSIO SESAREA DI RS AL ISLAM BANDUNG Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Yati Nurhayati; Inggrid Dirgahayu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.073 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.801

Abstract

Mual dan muntah sering dialami oleh pasien post seksio sesarea, hal ini dapat diakibatkan oleh efek obat anastesi. Mual dan muntah bila tidak ditangani dapat berakibat pasien mengalami aspirasi dan kematian sehingga membutuhkan penanganan yang tepat. Tindakan keperawatan untuk mengurangi mual dan muntah salah satunya dengan pemberian aromaterapi jahe. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi jahe terhadap keluhan mual muntah pada pasien post seksio sesarea. Design penelitian pre-eksperimen dengan one group pretest – posttest. ehnik sampling menggunakan consecutive sampling dan didapatkan 27 pasien post seksio sesarea di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Hasil penelitian didapatkan sebelum pemberian aromaterapi jahe keluhan mual muntah pada responden berada pada kategori mual muntah sedang 17 responden (63%) dan sesudah diberikan aromaterapi jahe sebagian besar kategori mual muntah sedang 19 responden (70,4%). Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Match Pair Test didapatkan nilai p-value adalah 0,000 (α<0.05), yang berarti pemberian aromaterapi jahe dalam 5-10 menit dapat menurunkan keluhan mual dan muntah.ahe memiliki kandungan minyak atsiri yang berefek memblokir reflek muntah, dan gingerol yang dapat melancarkan darah dan menekan rasa mual muntah. Maka aromaterapi jahe dapat dijadikan sebagai alternatif pendamping terapi untuk mengurangi mual muntah.
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK rukman rukman; Nani Avianti; sri Ramdaniati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.871 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.816

Abstract

Kertertarikan lawan jenis pada usia remaja sering terjadi pada saat ini khususnya pasa saat pranikah dengan cara berciuman, kencan, bahkan bersenggama. Perilaku seksual pada remaja ini sangat beresiko terhadap kehamilan, penularan penyakit menular sekssual, HIV – AIDS serta narkotika. Presentase kumulatif penderita AIDS pada remaja usia 15 hingga 19 tahun mencapai 2,7%, keadaan ini dapat menurunkan kualitas hidup remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi remaja melakukan perilaku seksual pra menikah, faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan eksternal. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap perilaku seksual remaja di lembaga pembinaan khusus anak. Faktor internal meliputi pengetahuan tentang sex, pemahaman agama, harga diri dan faktor kontrol diri, sedangkan faktor eksternal meliputi faktor keluarga, teman sebaya dan paparan media porno Desain penelitian deskriptif korelasi dengan sampel 70 orang menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah: perilaku seksual, pemahaman agama, pengetahuan tentang sex, kontrol diri, harga diri, sumber informasi, perilaku teman sebaya dan pola asuh keluarga. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariate (Chi Square), dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh faktor internal terhadap perilaku seksual remaja secara signifikan (p=0.000), dan faktor yang paling dominan pengaruhnya adalah paparan media dengan OR: 349.113 (p= 0.023). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue