cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG MULI (Musa acuminata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus METODE MAKRODILUSI imellia putri deradjat; Ai Djuminar; Yeni Wahyuni; Ira Gustira Rahayu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.443 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.770

Abstract

Penyakit karena infeksi dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, dari hewan ke manusia dan disebabkan juga oleh mikrooganisme seperti, bakteri, jamur, virus dan parasit. Salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Upaya pengendalian terhadap bakteri Staphylococcus aureus telah banyak dilakukan dengan adanya antibiotik. Namun penyalahgunaannya dapat menyebabkan resistensi dalam penggunaan jangka waktu lama. Untuk mengatasinya maka perlu mengembangkan antibakteri dari obat tradisional terutama bahan alamiah yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti obat antibakteri. Salah satunya adalah kulit pisang muli (Musa acuminata L.) sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum ekstrak kulit pisang muli sebagai antibakteri dan waktu kontak yang efektif terhadap Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah analitik laboratorik yang dilaksanakan pada bulan Maret 2019 hingga Mei 2019. Simplisia kulit pisang muli dilakukan dengan maserasi dengan etanol 96% kemudian dilakukan tahap freeze drying dibuat konsentrasi 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1%. Sampel uji dilakukan metode makrodilusi yaitu pegukuran absorban menggunakan spektrofotometer UV-Vis panjang gelombang 620 nm dengan lama waktu kontak 0 jam, 5 jam, 15 jam, 30 jam dan 40 jam. Data absorban dianalisis dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dari rerata hasil absorban diperoleh konsentrasi minimum dan waktu kontak efek ekstrak kulit pisang muli. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak kulit pisang muli (Musa acuminata L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah 0,4% dengan waktu kontak optimum 30 jam.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans METODE MAKRODILUSI Ratih Sukma Pujawati; Mamat Rahmat; Ai Djuminar; Ira Gustira Rahayu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.401 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.771

Abstract

Kandidiasis merupakan suatu penyakit jamur yang disebabkan oleh Candida sp. dan dapat menyerang mulut, vagina, kuku, kulit, bronki, atau paru-paru. Untuk mengatasi kandidiasis, dapat digunakan antijamur yang berasal dari bahan alam, diantaranya adalah serai dapur. Serai dapur memiliki kandungan kimia yang terdiri dari saponin, tannin, flavonoid, terpenoid, dan alkaloid yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) terhadap pertumbuhan C.albicans dengan menggunakan metode makrodilusi. Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap ini menggunakan serai dapur yang dibagi ke dalam variasi konsentrasi ekstrak 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0.8%, 1% dan variasi waktu kontak 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam lalu diukur kekeruhannya pada spektrofotometer. Data hasil absorban kemudian dibuat kurva dan dilakukan analisa pengukuran absorban terhadap konsentrasi dan waktu kontak. Dari hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dalam menghambat pertumbuhan C.albicans adalah pada konsentrasi ekstrak 0,4% dan waktu kontak yang efektif dalam menghambat pertumbuhan C.albicans adalah pada waktu kontak 36 jam.
HASIL PEWARNAAN BASIL TAHAN ASAM DENGAN PENAMBAHAN CARBOL FUCHSIN DAN PEMANASAN SPUTUM SEBELUM DAN SESUDAH PEMBUATAN SEDIAAN Yoga Romi Anggara; Asep Dermawan; Iis Kurniati; Dewi Nurhayati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.374 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.777

Abstract

Pemeriksaan mikroskopik BTA digunakan untuk mendiagnosis awal atau pemantauan pengobatan TB Paru. Pada prinsipnya, pemeriksaan ini menggunakan Carbol Fuchsin untuk mewarnai Mycobacterium tuberculosis (M.tbc). Terdapat kekurangan pada cara ini, yaitu penambahan Carbol Fuchsin dan pemanasan sputum dilakukan setelah pembuatan sediaan, dimana M. tbc masih dalam keadaan hidup. Akibatnya, terdapat risiko penularan pada pekerja laboratorium yang mengerjakannya. Untuk menghindari hal tersebut, dapat dilakukan penambahan Carbol Fuchsin dan pemanasan sputum sebelum pembuatan sediaan, maka pada saat pembuatan sediaan, M. tbc telah mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Carbol Fuchsin dan pemanasan sputum sebelum dan sesudah pembuatan sediaan dengan variasi konsentrasi Carbol Fuchsin 0,3%; 0,5% dan 1% serta suhu pemanasan 60oC dan 80oC. Jenis penelitian yang digunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Static Group Comparison. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sputum penderita TB positif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medik Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung pada bulan Mei 2019. Data yang didapatkan merupakan data primer dari hasil gambaran mikroskopik pewarnaan BTA yang ditampilkan dalam bentuk tabel. Kemudian data dianalisis dengan melihat hasil gambaran mikroskopik pewarnaan BTA pada konsentrasi 0,3%; 0,5%, dan 1% dan suhu pemanasan 60oC dan 80oC,. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi optimum Carbol Fuchsin untuk mewarnai M. tbc sebelum pembuatan sediaan adalah 1% dengan suhu pemanasan 80oC.
VARIASI WAKTU PENCAIRAN FRESH FROZEN PLASMA PADA SUHU 37oC DAN 45oC TERHADAP NILAI PT DAN APTT Sendy Fadilla Oktora; Nina Marliana; Eem Hayati; Betty Nurhayati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.555 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.778

Abstract

Waterbath merupakan metode pencairan yang saat ini paling banyak digunakan, yakni kantong FFP dimasukan kedalam kantong plastik bersegel dan dicairkan selama 30 menit dalam waterbath suhu 37oC. Untuk mempercepat waktu pencairan, FFP dapat dicairkan pada suhu yang lebih tinggi seperti 45oC karena tidak berdampak signifikan pada faktor pembekuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai PT dan aPTT pada FFP yang dicairkan pada suhu 45oC selama 10 menit, 15 menit dan 20 menit dibandingkan dengan FFP yang dicairkan pada suhu 37oC selama 30 menit sebagai standar dan untuk mengetahui waktu optimum pencairan FFP yang dicairkan pada suhu 45oC. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Unit analisis adalah FFP normal golongan darah O. Hasil pengukuran PT dan aPTT di rata-ratakan dan dilakukan uji statistik Kruskall Wallis dan didapatkan p value PT sebesar 0,063 > 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan p value aPTT sebesar 0,001 > 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Uji statistik Mann Whitney dilakukan untuk mencari waktu pencairan optimum pada suhu 45oC dan didapatkan mean rank terendah PT pada pencairan FFP selama 15 menit dan mean rank terendah aPTT pada pencairan FPP selama 15 menit.
STABILITAS PRC DALAM LARUTAN ALSEVER BUATAN TERHADAP MORFOLOGI ERITROSIT DAN FRAGILITAS OSMOTIK Zhahrina Fauziyah; Eem Hayati; Betty Nurhayati; Nina Marliana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.242 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.779

Abstract

Penyimpanan sel darah merah (eritrosit) dalam media pengawet berkaitan dengan penurunan ATP pada eritrosit hingga 80-90%, menyebabkan perubahan morfologi dan meningkatkan fragilitas osmotik. Larutan Alsever memiliki fungsi sebagai pengawet darah yang mengandung larutan garam isotonik untuk mempertahankan keseimbangan sel. Tetapi, larutan Alsever sulit didapatkan karena harganya cukup mahal, sehingga sebagai alternatif dapat membuat larutan Alsever sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas PRC dalam larutan Alsever buatan terhadap morfologi eritrosit dan fragilitas osmotik. Jenis penelitian ini adalah desain quasi eksperimen yang membandingkan antara metode penyimpanan PRC menggunakan larutan Alsever buatan sendiri dengan metode penyimpanan PRC menggunakan larutan Alsever komersial selama 15, 20, 25, 30 hari terhadap stabilitas morfologi eritrosit dan fragilitas osmotik. Indikator yang dilihat dari perubahan morfologi yaitu terbentuknya echinocytes dan crenated cell. Setelah diuji secara statistik dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh antara lama penyimpanan PRC dalam Alsever Buatan terhadap morfologi eritrosit dan fragilitas osmotik. Pada pemeriksaan morfologi eritrosit dan fragilitas osmotik PRC dalam Alsever Buatan stabil hingga hari ke-15 dan mulai terdapat perbedaan signifikan pada penyimpanan hari ke-20, sedangkan PRC dalam Alsever Komersial stabil hingga hari ke-20 dan mulai terdapat perbedaan signifikan pada penyimpanan hari ke-25.
PENGGUNAAN TEPUNG BIJI KLUWIH (Artocarpus communis) SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT MEDIA ALTERNATIF UNTUK MENUMBUHKAN Trichophyton rubrum Annisa Farhana Ahmad; Sulaeman Sulaeman; Yuliansyah Sundara Mulia; Samidjo Jangkung O.W
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.383 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.780

Abstract

Dermatofitosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita, golongan jamur ini dapat mencerna keratin kulit karena memiliki daya tarik kepada keratin (keratinofilik). Untuk mendiagnosis jamur tersebut, dilakukan penanaman pada media SDA. Sumber karbohidrat SDA bisa diganti dengan bahan lain yang lebih murah seperti tepung biji kluwih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tepung biji kluwih (Artocarpus communis) sebagai sumber karbohidrat alternatif untuk menumbuhkan jamur Trichophyton rubrum penyebab dermatofitosis. Penelitian ini bersifat quasi exsperiment, menggunakan 3 replikasi dan 4 perlakuan yaitu konsentrasi tepung biji kluwih 3 level konsentrasi yaitu 10% ,20% dan 30%, untuk kontrol digunakan SDA (kluwih 0%). Inokulasi jamur Trichophyton rubrum secara single dot pada media SDA dan media alternatif tepung biji kluwih yang diamati setiap 24 jam selama 14 hari. Pengamatan dilakukan secara makroskopis (mengukur diameter) dan mikroskopis (hifa, mikrokonidia dan makrokonidia) Hasil data pertumbuhan Trichophyton rubrum kemudian dianalisis secara non parametrik menggunakan Kruskal Wallis. Kesimpulan pada penelitian ini pertumbuhan Trichophyton rubrum pada media alternatif tepung biji kluwih lebih optimal dibandingkan dengan kontrol. Diameter koloni Trichophyton rubrum tumbuh optimal pada konsentrasi 30%.
PERBANDINGAN STABILITAS KADAR GLUKOSA DARAH PADA POOLED SERA YANG DITAMBAH ETILEN GLIKOL DENGAN NATRIUM AZIDA Suci Fauziah; Ani Riyani; Sonny Feisal Rinaldi; Nani Kurnaeni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.859 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.788

Abstract

Pengendalian mutu internal laboratorium, dapat digunakan bahan kontrol untuk memantau ketepatan dan mengawasi kualitas hasil pemeriksaan. Bahan kontrol dapat dibuat sendiri menggunakan sisa serum pasien yang dikumpulkan atau disebut pooled sera. Untuk menjaga kestabilan pooled sera, dibutuhkan pengawet. WHO menyarankan untuk menggunakan pengawet etilen glikol, selain itu natrium azida sering dijadikan pengawet dalam serum. Adapun parameter analit yang dipakai dalam penelitian ini adalah glukosa darah sehingga tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengetahui perbandingan kadar glukosa darah pada pooled sera dengan konsentrasi etilen glikol 7,5% dan natrium azida 1%. Hasil penelitian secara statistik maupun secara klinis diperoleh bahwa pooled sera dengan konsentrasi etilen glikol 7,5% masih stabil hingga 30 hari dan pooled sera yang ditambah natrium azida 1% dapat stabil hingga 8 hari. Secara klinis, pada pooled sera yang ditambah natrium azida stabil hingga 25 hari. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa terdapat perbedaan stabilitas antara kedua pengawet pada pemeriksaan glukosa darah.
IDENTIFIKASI DAN DAYA HAMBAT SAYAP LALAT RUMAH (Musca domestica) TERHADAP Escherichia coli Angga Rizki Ahmadi; Asep Dermawan; Iis Kurniati; Dewi Nurhayati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.218 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.789

Abstract

Lalat rumah merupakan hewan yang dapat membawa berbagai bakteri tertentu contohnya Escherichia coli (E.coli). Rosullallahu alaihi wasalam yang bersabda “Apabila seekor lalat hinggap di tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya ia mencelupkan ke dalam minuman tersebut, kemudian, membuangnya, karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetehui apakah lalat rumah (Musca domestica) Actinomycetes pada salah satu sayap lalat rumah. Metode penelitian ini menggunakan kuasi experimen dengan desain penelitian eksperimen. Untuk mengidentifikasi E. coli dari lalat rumah (Musca domestica), tubuh lalat ditanam pada media Trytone Soy Broth (TSB), kemudian TSB yang keruh menadakan pertumbuhan bakteri, lalu dari TSB isolasi ke media Mac Conkey Agar dan untuk memastikan itu E. coli yaitu dengan menggunakan pewarnaan gram dan uji biokimia dari hasil isolasi pada media Mac Conkey Agar. Kemudian data yang diperoleh dianalisa dengan cara visual yaitu dengan melihat kekeruhan pada media TSB. Hasil penelitian menunjukan bahwa sayap kanan lalat rumah (Musca domestica) memiliki Actinomycetes yang mampu menghambat pertumbuhan E. coli, tetapi pada sayap kiri lalat rumah (Musca domestica) tidak bisa menghambat pertumbuhan E. coli. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dari sayap kanan lalat rumah (Musca domestica) mampu menjadi penawar untuk E. coli yang dibawa oleh lalat rumah (Musca domestica).
PERANAN SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN FRESH FROZEN PLASMA (FFP) CAIR TERHADAP NILAI PROTHROMBIN TIME (PT) Fauziah Fajriyani; Eem Hayati; Nina Marliana; Betty Nurhayati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.286 KB)

Abstract

Penyimpanan FFP cair dapat menyebabkan penurunan faktor koagulasi. Salah satu pemeriksaan faktor koagulasi yang digunakan untuk menguji pembekuan darah melalui jalur ekstrinsik dan jalur bersama yaitu Prothrombin Time (PT) yang terdiri dari faktor VII, X, V, prothrombin dan fibrinogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh suhu dan lama penyimpanan FFP cair terhadap nilai PT. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian time series yaitu membuat variasi suhu penyimpanan di refrigerator (2-8ºC) dan suhu ruang (20-25ºC) dan variasi lama penyimpanan 18 jam, 24 jam, dan 30 jam pada Fresh Frozen Plasma (FFP) cair yang kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap nilai Prothrombin Time (PT) dengan 24 jam sebagai kontrol, dengan sampel FPP normal golongan darah O sebanyak 30 sampel. Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan PT dianalisis menggunakan uji statistik Friedman dan Wilcoxon didapatkan nilai signifikan (p>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan nilai Prothrombin Time (PT) tidak berkaitan dengan suhu dan lama penyimpanan Fresh Frozen Plasma (FFP) cair.
OPTIMASI SUHU ANNEALING DAN KONSENTRASI PRIMER UNTUK DETEKSI Brugia malayi MENGGUNAKAN REAL-TIME PCR Yesicha Putri Siswanto; Fusvita Merdekawati; Ernawati Ernawati; Acep Tantan Hardiana; Entuy Kurniawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.684 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.791

Abstract

Filariasis disebabkan oleh infeksi cacing filarial dan ditularkan melalui nyamuk. Di Indonesia, 70% Filariasis disebabkan oleh Brugia malayi. Dari berbagai metode diagnosis yang ada, Real-time PCR banyak digunakan karena lebih sensitif dan spesifik. Perlu dilakukan optimasi sebelum melakukan pengujian, diantaranya optimasi suhu annealing dan konsentrasi primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu annealing dan konsentrasi primer yang optimal untuk deteksi B. malayi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menentukan reaski optimal berdasarkan nilai Cycle threshold yang diamati melalui kurva amplifikasi. Optimasi suhu annealing dilakukan dengan variasi suhu 53oC, 54oC, 55oC, 56oC, 57oC. Sedangkan primer SLX-F dan SLX-R, yang digunakan dalam penelitian ini, dibuat variasi konsentrasi 10µM; 7,5µM; 5µM Real-time PCR ESCO Swift Spectrum 48. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, konsentrasi primer 10µM pada suhu 55oC menghasilkan nilai Ct optimal (14,4) dibandingkan dengan semua variasi reaksi yang diujikan

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue