cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEPATUHAN PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAMBILAN DARAH VENA Putri Amalia; Entuy Kurniawan; Ira Gustira Rahayu; Ganjar Noviar
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.986 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.751

Abstract

Kepatuhan petugas terhadap SOP di laboratorium merupakan kesalahan pra analitik yang memberikan kontribusi paling besar pada kesalahan di laboratoriun, yaitu 77,1%. Salah satu faktor penyebab kesalahan yaitu sistem managemen rumah sakit seperti individu, organisasi, dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penerapan standar operasional prosedur pengambilan darah vena. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 38 orang flebotomis yang bekerja di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Hasil analisis secara statistik Chi Square dengan taraf kepercayaan 95% (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan antara variabel beban kerja dengan kepatuhan penerapan standar operasional prosedur (p=0,008). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada pihak RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung untuk dapat menambah petugas flebotomi pada saat waktu puncak pasien saat diambil darah meningkat.
PERBANDINGAN KADAR BILIRUBIN TOTAL SERUM SEGERA DAN TUNDA TANPA DAN DENGAN PENGENCERAN Adnes Mareta Sugiarti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.029 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.752

Abstract

Pemeriksaan kadar bilirubin total biasanya menggunakan bahan sampel serum dan diperiksa segera setelah pengambilan darah. Tetapi ada kalanya volume serum pemeriksaan kadar bilirubin tidak mencukupi sehingga perlu dilakukan pengenceran dan biasanya menggunakan NaCl 0,9% atau aquabidest. Telah dilakukan penelitian dengan metode eksperimen laboratorium. Unit penelitian menggunakan pooled sera patologis yang diperiksa segera dan tunda tanpa dan dengan pengenceran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar bilirubin segera dan tunda tanpa dan dengan pengenceran. Hasil yang didapat dari penelitian di uji menggunakan uji GLM repeated measured, hasil yang tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai sig < 0,05 yaitu tunda tanpa pengenceran sampai 4 hari, pengenceran sampai 3x menggunakan NaCl 0,9% dan aquabidest dengan waktu tunda 1 hari. Sedangkan untuk yang lainnya terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai sig > 0,05.
PEMANFAATAN AIR REBUSAN UMBI KUNING DAN UNGU SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Rismaya Khaerunnisa; Iis Kurniati; Dewi Nurhayati; Asep Dermawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.806 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.753

Abstract

Penggunaan media dalam cabang ilmu biologi yaitu mikrobiologi sangat penting untuk isolasi dan pertumbuhan bakteri. Mahalnya media pertumbuhan bakteri mendorong para peneliti untuk membuat media pertumbuhan bakteri yang berasal dari alam dengan biaya yang lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan adanya pertumbuahn jumlah bakteri pada media alternatif umbi kuning dan umbi ungu. Desain dalam penelitian yang digunakan adalah Perbandingan Kelompok Statis (statis Group Comparation). Kelompok eksperimen dalam penelitian ini adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang ditanamkan pada media alternatif umbi kuning dan umbi ungu yang dibandingkan jumlah pertumbuhan bakteri terhadap kontrol yaitu media nutrient agar. Bakteri di isolasikan dengan metode pour plate dan di inkubasi pada suhu 37 ⁰C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan media umbi kuning merupakan media alternatif yang paling baik untuk pertumbuhan jumlah bakteri, hal ini ditunjukan pada pertumbuhan Escherichia coli didapat jumlah bakteri yang paling tinggi sebesar 284,83 x 105 sedangkan pertumbuhan Staphylococcus aureus didapat jumlah bakteri yang paling tinggi sebesar 56,5 x 105.
UJI ANGKA LEMPENG TOTAL TERHADAP DARAH ALSEVER BUATAN UNTUK PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI Tita Nurul Aulia Dewi; Dewi Nurhayati; Iis Kurniati; Asep Dermawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.253 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.755

Abstract

Jenis spesimen yang diperiksa ditentukan oleh gambaran klinis yang tampak. Jika gejala-gejala mengarah pada keterlibatan satu sistem organ, maka spesimen diambil dari sumber tersebut. Jika tidak ada tanda atau gejala yang terlokalisir, maka pertama-tama diambil sampel darah berulang untuk biakan. Di luar tubuh (in vitro) darah akan mengalami pembekuan karena kondisinya berbeda dengan kondisi didalam tubuh. Sehingga perlu dilakukan penambahan antikoagulan atau larutan pengawet darah dan di simpan pada suhu 2-8oC. Penambahan pengawet darah juga dilakukan untuk menghindari atau meminimalisir kontaminasi bakteri. Salah satu pengawet darah yang dapat digunakan yaitu larutan Alsever. Larutan Alsever pabrikan relatif mahal dan cukup sulit didapatkan. Namun terdiri dari bahan-bahan yang mudah didapatkan, sehingga dapat dibuat larutan Alsever buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri pada darah Alsever buatan, dan berapa lama waktu simpan darah Alsever buatan pada suhu ruang dan suhu refrigerator dapat meminimalisir kontaminasi bakteri. Telah dilakukan uji Angka Lempeng Total (ALT) pada darah dengan penambahan Alsever buatan, dengan desain penelitian quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pertumbuhan bakteri namun masih dalam kategori negatif. Larutan Alsever buatan dapat meminimalisir kontaminasi bakteri sampai jam ke-72 atau 3 hari baik pada suhu refrigerator maupun suhu ruang.
STABILITAS AKTIVITAS ALT SERUM, PLASMA HEPARIN Chitra Adzka Nabila Chindara; Nani Kurnaeni; Betty Nurhayati; Sonny Feisal Rinaldi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.182 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.758

Abstract

Most errors in clinical laboratory examinations, namely in the pre-analytic stage can occur when handling samples. One clinical laboratory examination is examination of ALT activity. Based on interviews, specimens are usually stored in the laboratory at 2-8oC before being destroyed with different times per laboratory. Specimens that can be used to examine ALT activity are serum, heparinised plasma, and EDTA plasma. This study aims to look at the stability of serum and plasma samples with 3 different types of samples against ALT parameters. The number of samples used was 2400 µL for each. The methods of this study were serum samples, heparinised plasma, and EDTA plasma that were directly examined and postponed for a total of 15 days stored at refrigerator temperature. Examination of ALT activity using the IFCC kinetic method. The data obtained were analyzed using the GLM Repeated Measure test, the results were not statistically different in serum samples between direct examined and delayed (p >0.050). In heparinised plasma and EDTA plasma samples there were statistical differences between direct examined and delayed (p <0.050) on day 7 and day 9 respectively, there were also clinical differences in heparinised plasma and EDTA plasma between direct examined and delayed respectively on day 9 (25.2%) and day 15 (22.3%). From these results it can be concluded that ALT in serum is stable for up to 15 days, in heparinised plasma is stable up to 7 days, and EDTA plasma is stable for up to 13 days at storage temperature 2-8oC.
UJI AKTIVITAS KERATINASE JAMUR Trichophyton mentagrophytes DENGAN PENAMBAHAN KERATIN SUBSTRAT BULU DOMBA GARUT (Ovis aries) Nida Hayatul Fauziah; Entuy Kurniawan; Yuliansyah Sundara Mulia; Jangkung Samidjo Onggowaluyo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.166 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.760

Abstract

Trichophyton mentagrophytes menghasilkan enzim keratinase yang dapat diukur aktivitasnya secara Spektrofotometri. Telah dilakukan penggunaan bulu domba garut sebagai substrat. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Jumlah spora jamur yang digunakan dihitung terlebih dahulu menggunakan alat Hemositometer. Konsentrasi bulu domba yang digunakan 0,5%, 1%, dan 2%. Asam amino yang terukur dihitung dengan kurva standar tirosin/ml yang sudah diketahui konsentrasinya dan dihitung sebagai 1 unit enzim. Hasil analisis kurva kalibrasi standar yang diolah dengan Microsoft excel menunjukkan penambahan spora dengan jumlah 1075 х 103 spora/ml pada media kontrol menghasilkan aktivitas keratinase 3,803 U/ml. Penambahan spora dengan jumlah 1253 х 103 spora/ml dengan konsentrasi bulu domba garut 0,5% menghasilkan aktivitas keratinase 6,138 U/ml. Penambahan spora dengan jumlah 1293 х 103 spora/ml dengan konsentrasi bulu domba garut 1% menghasilkan aktivitas keratinase 6,878 U/ml dan penambahan spora dengan jumlah 1297 х 103 spora/ml dengan konsentrasi bulu domba garut 2% menghasilkan aktivitas keratinase 7,105 U/ml. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah spora dan konsentrasi bulu domba yang ditambahkan maka semakin tinggi aktivitasnya.
SUHU PENYIMPANAN DAN VARIASI KONSENTRASI EPINEFRIN BERKAITAN DENGAN NILAI AGREGASI TROMBOSIT METODE VELASKAR Fidya Istika Hasanah; Nina Marliana; Eem Hayati; Betty Nurhayati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.297 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.761

Abstract

Pemeriksaan agregasi trombosit antara lain digunakan untuk menguji fungsi trombosit. Pemeriksaan agregasi trombosit merupakan tes yang sangat sensitif dan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, konsentrasi sodium sitrat, jumlah trombosit, suhu penyimpanan, konsentrasi penambahan induktor, dan suhu reaksi. Pemeriksaan tes agregasi trombosit dilakukan dengan metode sediaan apus darah tepi yang ditemukan oleh Velaskar dan Chitre menggunakan induktor Epinefrin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan darah sitrat yang disimpan pada suhu 25oC dan suhu 2-8oC terhadap nilai agregasi trombosit yang diinduksi Epinefrin pada konsentrasi 0.10%, 0.08% dan 0.06% dengan metode Velaskar. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Desain penelitian yang dilakukan yaitu dibuat variasi konsentrasi Epinefrin dan variasi suhu penyimpanan pada suhu 25oC dan suhu 2-8 oC yang kemudian dilakukan pemeriksaan agregasi trombosit pada sediaan apus darah tepi dengan metode Velaskar. Data penelitian diolah menggunakan uji statistik General Linear Model – Repeated measure. Hasil menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik nilai agregasi trombosit pada darah sitrat yang disimpan pada suhu 25oC dan 2-8oC dengan penambahan induktor Epinefrin 0.10%, 0.08% dan 0.06% dan memperoleh nilai Sig. > 0.05. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai agregasi trombosit pada darah sitrat yang disimpan pada suhu 25oC dengan penambahan induktor Epinefrin 0.10% termasuk kategori normoagregasi. Nilai agregasi trombosit pada darah sitrat yang disimpan pada suhu 25oC dengan penambahan induktor Epinefrin 0.08% termasuk kategori hiperagregasi. Nilai agregasi trombosit pada darah sitrat yang disimpan pada suhu 25oC dengan penambahan induktor Epinefrin 0.06% termasuk kategori hipoagregasi. Nilai agregasi trombosit pada darah sitrat yang disimpan pada suhu 2-8oC dengan penambahan induktor Epinefrin 0.10%, 0.08% dan 0.06% termasuk kategori hiperagregasi.
PERBANDINGAN NILAI PENGUKURAN KUANTITATIF HASIL EKSTRAKSI DNA SALMONELLA TYPHI MENGGUNAKAN METODE BOILING, NAOH, KIT KOMERSIAL Fadla Ghina Dayanti; Ai Djuminar; Asep Dermawan; Acep Tantan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.043 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.762

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit yang sering terjadi di negara berkembang, secara global S.typhi merupakan penyebab utamanya. Di Indonesia, kasus tersangka tifoid cenderung meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata kesakitan 500/100.000 penduduk dengan kematian antara 0,6 – 5 %. Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi demam tifoid yaitu pemeriksaan berbasis bakteriologis, uji serologi, serta pemeriksaan berbasis biologi molekuler. Ekstraksi DNA merupakan tahapan yang penting dalam teknik molekuler untuk mendapatkan isolat DNA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi eksperimental dengan mengekstraksi DNA S.typhi menggunakan beberapa metode dan variasi perlakuan. Produk hasil ekstraksi diukur konsentrasi dan kemurniannya menggunakan Spektrofotometer NanoDrop. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi diperoleh dari produk hasil ekstraksi dengan menggunakan metode kit komersial, konsentrasi yang diperoleh adalah 2,15 ng/ μL dan kemurniannya mencapai 1,83. Pada metode boiling, konsentrasi dan kemurnian tertinggi didapatkan dari ekstraksi dengan pemanasan 100oC selama 25 menit, dengan konsentrasi 1,9 ng/μL dan kemurnian mencapai 1,73. Sedangkan pada metode ekstraksi dengan menggunakan NaOH, kemurnian tertinggi didapatkan dari ekstraksi dengan menggunakan NaOH 25 µM, dengan konsentrasi 1,7 ng/ μL dan kemurnian mencapai 1,72.
LAMA PENYIMPANAN SERUM, PLASMA EDTA, PLASMA SITRAT TERHADAP TITER WIDAL PADA TERSANGKA DEMAM TIFOID Erisa Rizkiawati; Nina Marliana; Rohayati Rohayati; Iis Kurniati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.797 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.763

Abstract

Demam tifoid merupakan jenis terbanyak dari salmonelosis. Jenis lain dari demam enterik adalah demam paratifoid yang disebabkan oleh S. paratyphi A, S. paratyphi B dan S. paratyphi C. Demam tifoid memperlihatkan gejala lebih berat dibandingkan demam enterik yang lain. Pemeriksaan widal pada umumnya menggunakan serum, karena tidak tercampur dengan zat lain yang dapat menjadi pengaruh. Namun pada beberapa klinik dan rumah sakit biasa menggunakan sampel plasma, karena biasanya pemeriksaan widal dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan hematologi rutin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan serum, plasma EDTA, dan plasma sitrat terhadap hasil titer pemeriksaan widal pada tersangka demam tifoid. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semu. Sampel yang digunakan sebanyak 5 orang tersangka demam tifoid. Dilakukan pemeriksaan widal dengan sampel serum, plasma EDTA, dan plasma sitrat dengan variasi lama penyimpanan 0, 1, dan 2 hari. Pemeriksaan widal dilakukan dengan menggunakan metode slide. Dari hasil penelitian didapatkan hasil titer minimum 80 dan maksimum 320 pada serum dan plasma EDTA, sedangkan untuk sampel plasma sitrat didapat hasil minimum 80 dan maksimum 160. Dengan uji statistik diperoleh p. value (sig) 0,008 < sig 0,05, dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh jenis sampel terhadap pemeriksaan widal.
FREKUENSI PENYEMPROTAN, DOSIS PENGGUNAAN PESTISIDA DAN PERILAKU PETANI PENYEMPROT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN Al-Aina'ul Mardiyah; Ganthina Sugihartina; Mamat Rahmat; Mohamad Firman Solihat
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.324 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.764

Abstract

Penggunaan pestisida yang berlebihan akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Menurut badan pusat statistik (2006), tahun 1984 Indonesia menguasai 20% dari pengguna pasar pestisida dunia, sedangkan menurut hasil observasi sebelum penelitian di Desa Cisoka sebanyak 44,4 % petani menggunakan dosis melebihi anjuran dan 12,1% menggunakan dosis sebanyak dua kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi penyemprotan dan dosis penggunaan pestisida terhadap kadar hemoglobin petani penyemprot. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengisian kuisioner serta pemeriksaan kadar hemoglobin. Hasil pengumpulan data di analisis menggunakan statistik univariat, bivariat dengan uji chi square. Dari 30 orang petani penyemprot pengguna pestisida organofosfat, sebanyak 20% kadar hemoglobin <13,5 g/dL dan 80% mempunyai kadar hemoglobin normal. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara frekuensi penyemprotan (p value = 0,576), dosis pestisida (p value = 0,657) terhadap kadar hemoglobin. Faktor lain yang berhubungan terhadap kadar hemoglobin yaitu lama kerja (p value = 0,003). Disarankan melakukan penelitian lanjutan terhadap petani yang sama secara periodik.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue