Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles
541 Documents
SENAM YOGA MENURUNKAN DISMENORE PADA REMAJA
Dian Nur Hadianti;
Ferina Ferina
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.774 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1910
Dismenore merupakan masalah saat menstruasi yang dihadapi sebagian besar wanita. Faktor yang dapat mempengaruhi dismenore salah satunya adalah yoga. Yoga merupakan kegiatan melakukan aktivitas fisik, mempelajari mental, dan teknik pernapasan untuk menghilangkan stress, meringankan kecemasan dan mengurangi nyeri haid. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan senam Yoga dalam mempengaruhi dismenore pada remaja. Desain penelitian ini bersifat analitik, menggunakan desain quasy experiment pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive sampling sebanyak 30 responden kelompok kontrol dan 30 responden kelompok intervensi. Kriteria inklusi dari sample yaitu remaja putri yang mengalami dismenore skor WaLIDD > 5, mengalami dismenore dirasakan tiap siklus setidaknya dalam 6 bulan terakhir, siklus haid 21-35 hari, usia remaja 12-16 tahun, mengalami dismenore primer, Indeks Masa Tubuh 18-25 kg/m2 dan bersedia menjadi responden. Kriteria ekslusi yaitu memiliki penyakit lain yang menyebabkan dismenore dan memilki siklus yang tidak teratur. Pengambilan sampel dilakukan di SMPN 40 Kota Bandung dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bandung pada Bulan Agustus sampai dengan November 2019. Hasil uji statistik menggunakan uji independent samples t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat dismenore pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan latihan yoga selama 8 kali pertemuan dengan durasi 60 menit setiap pertemuan, artinya ada pengaruh pada senam yoga terhadap dismenore pada remaja dengan p-value<0,05. Diharapkan bagi remaja untuk melaksanakan senam yoga untuk mengurangi dismenore.
PERAN MODEL KOMUNIKASI ORANG TUA DAN REMAJA (MOSI-RAJA) TERHADAP SIKAP TENTANG PERILAKU SEKSUAL BERISIKO
Neneng Widaningsih;
Lola Noviani Fadilah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (676.353 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1911
Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja perlu mendapatkan pembinaan dan pendidikan sebagai asset pembangunan bangsa yang akan dibentuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Tantangan besar bagi remaja di era modern ini adalah berkembangnya media sosial, gadget yang memberikan pengaruh besar terhadap pergaulan remaja termasuk perilaku beresiko beresiko. Perilaku berisiko pada remaja didapatkan dari pergaulan tidak sehat dan informasi yang tidak akurat. Keterbukaan komunikasi orang tua dan remaja akan menjadi pondasi yang kuat besar bagi sikap terhadap perilaku seksual beresiko. MOSI-RAJA adalah Model Komunikasi Orang Tua dan Remaja merupakan sebuah model yag disusun berdasarkan penelitian kualitatif tentang perilaku seksual beresiko pda remaja. Penyusunan MOSI-RAJA disusun berdasarkan informasi dari pakar psikologi remaja, pakar bahasa dan pemangku program remaja di Dinas Kesehatan yang perlu di uji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MOSI-RAJA terhadap sikap orang tua tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan metode pretest-posttes control group design. Responden adalah orang tua remaja yang memenuhi kriteria inklusi yang dibagi dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masisng-masing 21 orang. Analisis data dengan uji t tidak berpasangan, uji t berpasangan, Mann Whitney U dan Wilcoxon. Usia responden pada kelompok perlakuan dan kontrol sebagian besar pada kelompok usia 40-49 tahun. Pendidikan pada kelompok perlakuan 61,9% SMA dan pada kelompok kontrol 42,9% perguruan tinggi, hampir semua responden pada kedua kelompok tidak bekerja (90,5%). Terdapat perbedaan sikap (p<0,05) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Mosi Raja berpengaruh terhadap peningkatan sikap orang tua terhadap perilaku seksual berisiko.
EFFLEURAGE MASSAGE MENGGUNAKAN ESENSIAL OIL CYMBOPOGON Sp DAN TEH SEREH, COMPLEMENTER UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA IBU POST PARTUM
Ida Widiawati;
Sri Mulyati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (393.88 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1915
Prevalensi morbiditas postpartum yang dilaporkan meliputi : perdarahan 71,92%, demam 12,18%, hipertensi 10,64%, after pain 6,1% dan lainnya 0,71%. Nyeri setelah melahirkan disebabkan oleh kontraksi dan relaksasi uterus yang berurutan yang terjadi secara terus menerus. Effleurage massage merupakan metode pengurangan nyeri non farmakologi dikarenakan sentuhan dan nyeri dirangsang bersamaan, sensasi sentuhan berjalan keotak dan menutup pintu gerbang dalam otak, sehingga pembatasan jumlah nyeri dirasakan dalam otak. Flavonoid, tannin dan saponin mempunyai efek menghambat enzim siklooksigenase yang dapat menekan produksi prostaglandin (PGE2) sehingga memberikan efek analgesik dan anti implamasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas effleurage massage menggunakan aromaterapi serai dan minuman teh serai (cymbopogon sp) terhadap nyeri pada ibu postpartum. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment with control group, uji T berpasangan, Uji T tidak berpasangan dan uji Man Whitney. Terdapat penurunan skore nyeri, setelah diberikan intervensi yaitu penurunan skore sebanyak 3 lebih tinggi dibanding dengan kelompok control yaitu 2. Hasil penelitian didapat ada hubungan effleurage massage dengan esensial oil serai dan minuman teh serai cymbopogon sp terhadap nyeri (after pain) pada ibu post partum. Ada potensi besar untuk penelitian kolaboratif lebih lanjut oleh bidan untuk mengeksplorasi aplikasi klinis dengan Teknik pengambilan sampel secara random dan skala besar
SNACK BAR KETAN HITAM DAN JUS JAMBU BIJI MENINGKATKAN KADAR HB REMAJA PUTRI
Juju Sriwenda;
Yulidar Yanti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.578 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1916
Anemia pada remaja putri di negara berkembang sekitar 53,7%, di Indonesia 18,4% remaja mengalami anemia, sementara di Jawa Barat sebesar 26,4%. Salah satu cara untuk menanggulangi anemia remaja dengan melakukan fortifikasi makanan berupa snack dan cookies. Terdapat beberapa zat mikro yang digunakan bersama-sama dengan zat besi untuk meningkatkan penyerapan zat gizi diantaranya vitamin A, vitamin C, vitamin B12, dan Vitamin B6. Salah satu buah yang kaya vitamin C adalah jambu biji, setara dengan 6 kali kandungan vitamin C pada jeruk, Zat besi umumnya berasal dari protein hewani, tetapi ada juga biji-bijian yang mengandng zat besi yaitu ketam hitam, dalam 100 gr ketan hitam mengandung 4% kebutuhan zat besi harian. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan efektifitas snack bar tape ketan dan jus jambu terhadap peningkatan kadar haemoglobin remaja putri. Desain penelitian ini bersifat analitik, menggunakan desain quasy experiment dengan pendekatan pre and posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan porposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 60 remaja. Hasil penelitian terdapat peningkatan kadar Hb yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian snack bar tape ketan hitam dengan nilai p<0,001, begitu pula dengan pembeian juice jambu biji. Tidak ada perbedaan bermakna pada peningkatan kadar Hb antara pemberian snack bar tape ketan hitam dan jus jambu biji dengan nilai p=0,322. Snack bar tape ketan hitam dan jus jambu biji dapat digunakan sebagai salah satu alternatifuntuk meningkatkan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia.
PERAN AKTIVITAS FISIK PADA DEPRESI POSTPARTUM: LITERATUR REVIEW
Santi Sofiyanti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.687 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1917
Depresi postpartum dapat terjadi pada sekitar 10-15% wanita dan mempengaruhi interaksi antara ibu dan bayi serta mempengaruhi hubungan ibu dengan suami dan keluarganya. Prevalensi PPD di Asia berkisar antara 3,5% hingga 63,3% dan prevalensi terjadinya depresi postpartum di Indonesia sekitar 15-22%. Terapi untuk depresi postpartum dapat dikatakan sama dengan kasus depresi berat, dan dapat memberikan respon baik dengan pemberian antidepresan yang sama, namun beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam memberikan terapi antidepresan pada PPD yaitu perubahan metabolik pada periode postpartum, efek pada produksi ASI serta efek pengobatan terhadap kemampuan ibu dalam merawat bayi. Oleh karena, terapi non farmakologis untuk PPD lebih diutamakan. Berdasarkan hasil studi orang yang aktif secara fisik memiliki kondisi psikologis yang lebih baik. Kondisi ini dapat terjadi juga pada ibu hamil. Literatur review ini membahas mengenai dampak dari aktivitas fisik terhadap depresi postpartum.
REBUSAN SIRIH MERAH MENGURANGI FLUOR ALBUS PADA REMAJA PUTRI
Desi Hidayanti;
Riana Pascawati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.53 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1919
Pada masa remaja terjadi suatu tahap perkembangan kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi, yang dinamakan masa pubertas. Salah satu masalah pada masa pubertas yang dialami remaja putri adalah keputihan. Keputihan sangat berisiko terjadi pada remaja sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Masalah keputihan tidak bisa diremehkan, jika fluor albusnya sudah dalam kondisi patologis, maka dapat berakibat sangat fatal bila terlambat ditangani, misalnya dapat menimbulkan kemandulan, radang panggul serta kanker leher rahim. Salah satu penanganan yang dilakukan adalah dengan menggunakan daun sirih yang mengandung antiseptik dan antibiotik alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap kejadian fluor albus pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment dengan teknik one group pre and post test design. Populasi penelitian adalah semua remaja puteri di Pondok Pesantren Al Ittifaq. Sampel adalah remaja puteri dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Data yang didapatkan adalah data primer hasil laboratorium dan penilaian kuesioner tentang gambaran fluor albus. Analisa data yang digunakan adalah uji t dependent karena data berdistribusi data normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan jumlah bakteri setelah menggunakan daun sirih merah sebesar 0,87 koloni/m2 dan adanya pengaruh daun sirih merah terhadap keputihan pada remaja putri, berdasarkan hasil uji statistik dengan nilai p<0,05 (0.02). Dengan demikian larutan daun sirih merah, sebagai herbal alami dapat digunakan sebagai terapi keputihan pada remaja putri. Herbal ini dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat, selama bahan bakunya tersedia di lingkungan sekitarnya.
EFEKTIVITAS BUKLET EDUKASI TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Sri Wisnu Wardani;
Rika Resmana;
Sri Mulyati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.533 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i2.879
The awareness of cervical cancer early detection behavior is still low because women not understand about benefits of cervical cancer detection tests. It needs to increase public awareness and be effective if supported by adequate media such as booklet. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the educational booklet on cervical cancer early detection behavior. This study used a quasi-experimental design. The research data was taken of 60 women of childbearing age (WUS) in the work area of Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung City (30 WUS in the intervention group, 30 WUS in the control group). Data analysis using T test and Chi-Square test. The results showed that the educational booklet was effective in increasing the respondent's knowledge about cervical cancer early detection (p-value <0.005), 67.9% had a low level of knowledge, while the respondents with the knowledge level well, the majority (65.6%) underwent early detection of cervical cancer. There is a relationship between knowledge level and cervical cancer early detection behavior (p-value <0.005, OR 4.03). From the group of respondents who read the booklet, 63.3% did early detection of cervical cancer, and vice versa, most of the respondents who did not read the booklet did not do early detection of cervical cancer. (63.3%). There is a relationship between educational booklets and cervical cancer early detection behavior (p-value = 0.039, OR 2.98)
Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Deteksi Dini Gangguan Jiwa di Kelurahan Pajajaran Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung Tahun 2019
Susi Susanti;
Nani Avianti;
Muryati Muryati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.513 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i2.1792
This study is to reveal the impact of the candidate training of mental illness early detection to participants’ cognitive and behaviour towards mental illness detection. It is expected that participants able to recognize the symtomp of mental illness and detect in early stage to tackle it. The candidate could identify as part of mental health service then report this to the nearest Puskesmas. This would solve some problems of mental health in community in detecting the indication that occurs and influence the community in 10 hamlets which have 24 integrated healthcare centre covered 25.753 population. This big sub-district that lays near education area and having immigrant from other areas has potential to raise the psychosocial problems as mental illness.The research population is 80 of participants or candidates by proportional sampling and use quasi-experimental dengan one group pretest and posttest design. The statistic test used is Wilcoxon Signed Ranks Test to test the candidates’ cognitive and pairs sample t for candidates’ behavior. The result showed that candidates’ cognitive increased significantly after they discussed in small groups with the module of early detection (Pvalue = 0,000<0,05). The behavior has increased significantly as well with the same method (Pvalue = 0,008<0,05).
PENGARUH LATIHAN PILATES TERHADAP KELELAHAN IBU PADA MASA NIFAS
Riana Pascawati;
Yulidar Yanti;
Dewi Purwaningsih
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.032 KB)
Fatigue is a common symptom experienced during the postpartum period with up to 67% of women reporting severe fatigue at 12 months after delivery. Side affects of postpartum fatigue can affect the lactation process, decreased sexual intercourse between partners, stress and mood disorders and an increased of postpartum depression. In general, an effective strategy to reduce the effects of fatigue during the puerperium is pilates exercises during postpartum. Pilates exercises are effective because they are easy and can be done at home. The general objective in this study was to analyze the effect of pilates exercise on maternal fatigue during the postpartum period. This study used a one group pre-post test design. The population of this study were all post-partum mothers in the work area of Garuda Primary Health Center, Bandung City. The number of samples according to the inclusion criteria was 20 respondents. Sampling in this study was conducted using consecutive sampling technique. Data analysis using dependent t-test. The results show that all respondents were in the healthy reproductive age range between 20-27 years. EPDS scores ranged from 2-9 and BMI was in the normal category. There was a decrease in the fatigue score after 4 weeks of pilates exercise with an average decrease in the FAS score of 10.5. There is an effect of pilates exercise on fatigue during postpartum with a p value = 0.001. Based on the results of this study, it is hoped that midwives can routinely provide pilates exercise care to mothers and it was an effective step in the efforts of maternal and infant health.
KONSUMSI BIJI BUAH PALA DAPAT MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA YANG AKAN MELAKSANAKAN UJIAN PRAKTEK LABORATORIUM
Nieniek Ritianingsih Ruchijat;
Farial Nurhayati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (587.383 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i2.1850
Penyelenggaraan ujian praktikum memberikan dampak pada keadaan psikologi mahasiswa berupa perasaaan cemas akan ketidaklulusan. Mahasiwa mengalami stress baik selama periode sebelum ujian maupun ketika berlangsungnya ujian. Stessor utamanya adalah tekanan akademis dan ujian itu sendiri. Hal tersebut dapat menyebabkan kecemasan pada mahasiswa dan disebut sebagai kecemasan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi biji buah pala terhadap tingkat kecemasan mahasiswa yang akan melaksanakan ujian praktek laboratorium. Penelitian in Penyelenggaraan ujian praktikum memberikan dampak pada keadaan psikologi mahasiswa berupa perasaaan cemas akan ketidaklulusan. Mahasiwa mengalami stress baik selama periode sebelum ujian maupun ketika berlangsungnya ujian. Stessor utamanya adalah tekanan akademis dan ujian itu sendiri. Hal tersebut dapat menyebabkan kecemasan pada mahasiswa dan disebut sebagai kecemasan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi biji buah pala terhadap tingkat kecemasan mahasiswa yang akan melaksanakan ujian praktek laboratorium. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metoda kuasi eksperimental dengan pendekatan post test one group design. Responden penelitian ini berjumlah 30 orang. Hipotesis penelitian ini adalah konsumsi biji pala dapat menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa yang akan melaksanakan ujian praktikum laboratorium. Hasil penelitan ini terdapat perbedaan yang signifikan antara skor kecemasan sebelum dan setelah intervensi konsumsi bubuk biji buah pala (p value 0,0001). Saran biji buah pala dengan dosis tertentu dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan komplementer dalam mengatasi kecemasan mahasiswa yang akan menjalani ujian. i merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metoda kuasi eksperimental dengan pendekatan post test one group design. Responden penelitian ini berjumlah 30 orang. Hipotesis penelitian ini adalah konsumsi biji pala dapat menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa yang akan melaksanakan ujian praktikum laboratorium. Hasil penelitan ini terdapat perbedaan yang signifikan antara skor kecemasan sebelum dan setelah intervensi konsumsi bubuk biji buah pala (p value 0,0001). Saran biji buah pala dengan dosis tertentu dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan komplementer dalam mengatasi kecemasan mahasiswa yang akan menjalani ujian.