cover
Contact Name
EKSPOSE
Contact Email
jurnalekspose@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekspose@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan
ISSN : 14122715     EISSN : 26154412     DOI : -
EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, a scientific journal for disseminating results of conceptual research or studies on law and education, is published two times (June and December) a year. The EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Perbuatan catcalling dalam perspektif hukum positif Tauratiya Tauratiya
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.690

Abstract

Catcalling as one of the actions that violates morality and categorized as criminal act oftenly unnoticed, because this action is done spontaneously. Many societies in Indonesia don't realize that they are victim or even perpetrator of catcalling act. This is because of the lack of understanding in society about the catcalling act itself. This act unwittingly has reduced a person's right, like the right to have a peaceful life, the right to feel safe while doing activities, the right to feel at ease in building life and living and happy physically and mentally in society living, so that this act needs to be vanished. However, the perpetrator of this catcalling act is hard to be caught to the realm of law until now as long as they didn't do physical violence to the victim, but in this case there needs to be an emphasis to stop this catcalling act and to entangle as well as to make the perpretators aware of this act, and also by giving the understanding about catcalling law to the public, especially the victims could bring this case to attain the justice for each victim. Catcalling act in Indonesia categorized as criminal act and contradictive to law and morality. Law enforcement regarding the catcalling act in Indonesia so far haven't got any legal certainty, even the handling and resolving of this catcalling problem could not be done decisively. Catcalling victims are still having trouble getting their justice. So far the protection of catcalling victims regulated in Law No. 39 of 1999 on Human Rights, and Law No. 31 of 2014 on Changes to Law No. 13 of 2006 on Victim and Witness Protection as the legal basis. While for perpetrator of catcalling act could be charged with Article 281 Item (2) and Article 315 on Criminal Code and Article 34 juncto Article 8, Article 35 juncto Article 9 Law No. 34 of 2008 on Pornography.Catcalling sebagai salah satu perbuatan atau tindakan yang bertentangan dengan kesusilaan dan dikategorikan sebagai suatu tindak pidana seringkali tidak terperhatikan, hal ini dikarenakan tindakan atau perbuatan tersebut dilakukan secara spontan. Banyak kalangan masyarakat di Indonesia yang tidak menyadari bahwa dirinya adalah korban atau bahkan pelaku perbuatan catcalling. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap masyarakat tentang catcalling itu sendiri. Perbuatan catcalling tanpa sadar telah mengurangi hak-hak asasi seseorang, seperti hak untuk merasakan kehidupan yang damai, hak untuk merasa aman dalam beraktifitas, hak untuk merasa tentram membangun hidup dan kehidupan serta bahagia lahir dan batin dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga keberadaan catcalling ini penting untuk dihilangkan. Akan tetapi, Pelaku perbuatan catcalling sampai saat ini masih sulit untuk dijerat keranah hukum selama tidak melakukan kekerasan fisik terhadap korban, tetapi dalam hal ini perlu adanya penekanan untuk menghentikan perbuatan catcalling dan menjerat sekaligus menyadarkan pelaku catcalling, serta dengan memberikan pemahaman tentang aturan hukum catcalling kepada publik, terutama korban dapat membawa kasus ini guna merandapatkan keadilan bagi hak asasi masing-masing korban. Catcalling di Indonesia dikategorikan kedalam salah satu perbuatan pidana atau suatu tindak pidana dan bertentangan dengan hukum dan kesusilaan. Penegakan hukum terhadap perbuatan catcalling di Indonesia sejauh ini belum memiliki kejelasan dan kepastian hukum, bahkan penanganan dan penyelesaian terhadap perkara catcalling ini tidak bisa diselesaikan secara tegas. Korban catcalling masih sulit untuk mendapatkan keadilan bagi dirinya. Sejauh ini perlindungan terhadap korban perbuatan catcalling diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban sebagai dasar hukumnya. Sedangkan, Sedangkan bagi pelaku perbuatan catcalling dapat dikenakan Pasal 281 butir (2) dan Pasal 315 pada KUHP dan Pasal 34 j.o Pasal 8, dan Pasal 35 j.o Pasal 9 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.
Kontestasi pendidikan keislaman dan pendidikan umum: persepsi masyarakat tentang sumber kekuatan mobilitas sosial di kabupaten bone Nursyirwan Nursyirwan
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.834

Abstract

This study examines community perceptions about the ability of Islamic educational institutions and graduate competencies in driving social change vertically in Bone Regency, South Sulawesi. Islamic education is considered powerless in encouraging progress and giving graduates a future. This descriptive qualitative study found a different fact where the misperception about the ability of Islamic education was widespread. Observations and interviews show that religious education institutions have been actively involved in providing policy perspectives in the regions and Islamic education graduates have proven to play an active role not only in the religious field but also in various fields of community and government life. The ability of graduates of Islamic educational institutions even outperformed graduates of non-religious educational institutions because religious graduates have competence in the religious and general fields as well. The results of this study suggest the need for popularization of Islamic educational institutions in the community and intensification of communication with the community so that the existence and progress of Islamic education institutions can be represented according to their position and role in society.Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat tentang kemampuan lembaga pendidikan keislaman dan kompetensi lulusan dalam mendorong perubahan sosial secara vertikal di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pendidikan keislaman dianggap tidak berdaya dalam mendorong kemajuan dan memberi masa depan pada lulusan. Penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif ini menemukan fakta yang berbeda di mana mispersepsi tentang kemampuan pendidikan keislaman terjadi secara meluas. Hasil pengamatan dan wawancara memperlihatkan bahwa lembaga pendidikan keagamaan telah terlibat secara aktif dalam memberikan perspektif kebijakan di daerah dan lulusan pendidikan keislaman terbukti berperan aktif tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat dan pemerintahan. Kemampuan lulusan lembaga pendidikan keislaman bahkan mengungguli lulusan lembaga pendidikan non-keagamaan karena lulusan keagamaan memiliki kompetensi dalam bidang keagamaan dan umum sekaligus. Hasil penelitian ini menyarankan perlunya popularisasi lembaga pendidikan keislaman di dalam masyarakat dan intensifikasi komunikasi dengan masyarakat agar keberadaan dan kiprah lembaga pendidikan keislaman dapat direpresentasikan sesuai dengan posisi dan peran dalam masyarakat.
Pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa Rahmiati Darwis; Muhammad Rizal Hardiansyah
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.752

Abstract

The purpose of this study was to analyze the enhancement of the middle school student problem solving skill through implementation of Project Based Learning (PjBL) model in integrated science learning Connected type. This research used quasi-experiment method with the static group pretest-posttest design. The subject of the research was the students of first grade in Ambon with total number of participants were 42 by using simple random sampling. Data was collected through problem solving skill test and questionnaire response of students about implementation of PjBL model. The technique of analyzing data used normality and homogenous test, N-gain test and t-test were tested by IBM SPSS Statistics 22. The result of this study showed that enhancement student’s problem solving skill showed by N-gain problem solving skill in experiment class is 0,73 (high) and N-gain problem solving skill in control class is 0,63 (moderate). Results of t-test value of problem solving skill  got Sig.(t-tailed) 0.000 α, show that PjBL model can help the students to enhance problem solving skill better than the used of traditional model. Students give positive response to the PjBL model in integrated science learning type Connected.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa SMP/MTs melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran IPA Terpadu tipe Connected. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain the static group pretest- posttest. Sejumlah siswa kelas VII (N = 42) di Kota Ambon terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan pemecahan masalah dan angket tanggapan siswa. Teknik pengolahan data melalui uji normalitas dan homogenitas, perhitungan N-gain, dan uji-t dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan pemecahan masalah ditunjukkan oleh N-gain kelas eksperimen 0,73 (tinggi) sedangkan N-gain kelas kontrol 0,63 (sedang). hasil uji t pada data nilai N-gain keterampilan pemecahan masalah, diperoleh nilai signifikansi Sig. (t-tailed) 0.000 yang menunjukkan hasil yang lebih kecil dari 0,050 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, pada taraf kepercayaan 95% (α = 5%) diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran PjBL lebih baik dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan model PjBL.
Manifestasi hidden curriculum dalam pendidikan agama islam Sabriadi HR
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.769

Abstract

The discussion in this paper is motivated by the ideality of the objectives of Islamic education which have been formulated formally in the curriculum sometimes are not in accordance with the reality that occurs in the learning process.  This is the caused by various factors that affect learning outcomes outside the curriculum formulation that has been planned.  The accumulation of various factors is called hidden curriculum. It exists as a side product of the of Islamic education that is not planned nor programmed in the formal curriculum.  Hidden curriculum of Islamic education is formulated through the the clear and strict regulation or policies that support the achievement of objectives, and are carried out routinely or continuously.  It is supported by structuring management of school organizations and harmonization of interactions between school members, as well as policies that support effective learning.Pembahasan dalam tulisan ini dilatar belakangi oleh idealitas tujuan pendidikan agama Islam yang telah dirumuskan dalam kurikulum secara formal terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Hal ini Adanya berbagai faktor yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran di luar rumusan kurikulum yang telah direncanakan. Akumulasi dari berbagai faktor tersebut disebut hidden curriculum. Lahiir sebagai hasil sampingan praktek pendidikan agama Islam yang tidak direncanakan dan tidak deprogram dalam kurikulum secara formal. Hidden curriculum pendidikan agama Islam diformulasi melalui rumusan rules atau aturan yang jelas dan tegas, regulations atau kebijakan yang menunjang tercapainya tujuan, dan dijalankan secara routines atau kontinyu. Ditunjang dengan penataan manajemen organisasi sekolah dan harmonisasi intraksi antar warga sekolah, serta kebijakan yang menopang terlaksananya pembelajaran secara efektif.
Kewenangan kejaksaan terhadap tindak pidana korupsi atas kerugian keuangan negara Syamsul Bachri
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.878

Abstract

The authority of the prosecutor's office against criminal acts of corruption over state financial losses, is to carry out investigations, investigations and prosecutions, to carry out court decisions.This research is a field research (field research) with key instruments are independent research, data collection using interviews, observation, documentation and literature, aswhereas the approach used is the approachformal juridical, the source of data obtained consists of primary data and secondary data. The results of this study indicate that the legislation provides authority to the prosecutor's office to conduct an investigation of criminal acts of corruption over state financial losses in Indonesia is good, but the prosecutor's own office with its authority to eradicate corruption offenses against state financial losses is not optimal to create red effect Against perpetrators of criminal acts of corruption, acts of corruption can not be separated from formal juridical. The research implications are based on observations and interviews with prosecutor’s community leaders, and several other sources to optimize the adverse effects of criminal acts of corruption on the current state financial losses that are very dangerous to the interests of the nation and state. The problem of corruption is essentially acting against the law so that which cannot be tolerated and the solution must be law enforcement.Kewenangan kejaksaan terhadap tindak pidana korupsi atas kerugian keuangan negara, adalah untuk melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, hingga melaksanakan putusan pengadilan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan instrumen kunci adalah penelitian mandiri, pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan kepustakaan, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis formal, sumber data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peraturan perundag-udangan memberikan kewenagan terhadap lembaga kejaksaan untuk melakukan penyelidikan terhadap tindak pidana korupsi atas kerugian keuangan negara di Indonesia sudah baik, namun kejaksaan sendiri dengan kewenangannya untuk memberantas tindak pidana korupsi atas kerugian keuangan negara belum optimal untuk membuat efek jerah terhadap pelaku tindak pidana korupsi, tindak pindana korupsi tidak bisa dilepaskan dari yuridis formal. Implikasi penelitian berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada jaksa, tokoh masyarakat, dan beberapa sumber lainnya untuk melakukan optimalisasi terhadap dampak buruk yang dihasilkan tindak pidana korupsi atas kerugian keuangan negara saat ini yang sangat membahayakan kepentingan bangsa dan negara. Permasalahan korupsi pada hakekatnya perbuatan melawan hukum maka yang tidak bisa di toleransi dan penyelesaiananya harus penegakan hukum.
Implementasi model problem-based learning seting student team achievement division dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar matematika Siti Rahmalia Natsir; Samritin Samritin
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.713

Abstract

The purpose of this study is to describe the results of the application and application of the Problem-Based Learning learning model in the STAD type cooperative settings in improving problem-solving abilities and students' interest in learning mathematics. This research is a type of CAR. The subjects in this class action research of Va SD Negeri 2 Baubau elementary school. Data were collected using tests of problem-solving abilities, questionnaire interest in learning mathematics and observation. Evaluation of first cycle obtained an average grade of 60.71 with the percentage of students' learning ability 40.63% and interest in learning mathematics in the very high category had a percentage of 6.25%, the high category had a percentage of 25% and the medium category had a percentage 38% and low category had a percentage of 31%. In first cycle , the learning performance was 92%. In second cycle, the average class is 85.71 with the percentage of students' learning ability 90.63% and the interest in learning mathematics in the very high category has a percentage of 28.39%, the high category has a percentage of 59% and the medium category as a percentage of 13% and 0 % of the interest in categories is low and very low. Implementation of learning by 97%. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the application of the PBL setting STAD can improve the problem solving skill and students' interest in learning mathematics.Penelitian ini bertujuan untuk mendaskripsikan hasil penerapan Problem-Based Learning (PBL dalam seting kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar matematika. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah kelas Va SD Negeri 2 Baubau sebanyak 32 murid. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah, angket minat belajar matematika dan lembar observasi. Evaluasi siklus pertama diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 60,71 dengan persentase kentutasan belajar murid-murid adalah 40,63% dan minat belajar matematika pada katagori ST memiliki persentase 6,25%, katagori T memiliki persentase 25%, katagori S memiliki persentase 38% dan kategori R memiliki persentase 31%. Pada siklus pertama keterlaksanaan pembelajaran 92%. Siklus kedua rata-rata kelas 85,71 dengan persentase kentutasan belajar murid-murid adalah 90,63% dan minat belajar matematika pada katagori ST memiliki persentase 28,39%, katagori T memiliki persentase 59% dan katagori S memiliki persentase 13% dan 0% minat dalam ketegori R dan sangat SR. Keterlaksanaan pembelajaran sebesar 97%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dalam seting STAD dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar matematika murid-murid.
Dinamika penegakan syariat Islam di Sulawesi Selatan: Studi kasus di Kerajaan Bugis Tellumpoccoe Rahmatunnair Rahmatunnair
EKSPOSE Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v19i2.1147

Abstract

Nilai-nilai pendidikan dalam al-qur’an: Suatu kajian dari surat al-gasyiah ayat 17-20 Amir HM Amir HM
EKSPOSE Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v19i2.1137

Abstract

Konsep riba dalam fiqih dan al-qur’an : Studi komparasi Ipandang Ipandang; Andi Askar
EKSPOSE Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v19i2.1143

Abstract

Pembinaan hukum islam di Indonesia: Modernisme dan reformisme Nahdatul Ulama (NU) Abdul Latif
EKSPOSE Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v19i2.1138

Abstract

Page 11 of 22 | Total Record : 215