cover
Contact Name
EKSPOSE
Contact Email
jurnalekspose@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekspose@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan
ISSN : 14122715     EISSN : 26154412     DOI : -
EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, a scientific journal for disseminating results of conceptual research or studies on law and education, is published two times (June and December) a year. The EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
HUBUNGAN KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 TAKKALALLA KABUPATEN WAJO Aisyah Nursyam
EKSPOSE Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v17i2.119

Abstract

This study is a correlational study that aims to see the relationship of teacher competency to student achievement in SMP Negeri 3 Takkalalla in the second semester of the 2017/2018 school year in Wajo district. The hypothesis of this study is if H0: There is a significant relationship between teacher competency on student achievement and if H1: There is no significant relationship between teacher competency and student achievement. The data collection technique carried out in this study is a questionnaire that is a list of statements given to other people who are willing to respond according to user requests and documentation to obtain existing data, namely documentation of student grades in the even semester of the 2017/2018 school year and relevant data others. Based on the results of the product moment correlation analysis, the relationship of teacher competence to the learning achievement of students of SMP Negeri 3 Takkalalla in Wajo district obtained a calculated value of -2.59. While the table is 1.66462 at a significant level of 5% and N = 80. From the results of the analysis, it can be seen that the calculated value table (-2.59 1,99085). Based on the analysis, it can be concluded that there is no relationship between teacher competency and student achievement in SMP Negeri 3 Takkalalla district Wajo 2017/2018 Academic Year
Menghilangkan Alat Bukti oleh Penyidik Tindak Pidana Korupsi Sebagai Upaya Obstruction Of Justice Mansyah, Muh Sutri; Ali, La Ode Bunga
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.487

Abstract

Abstract: This article aims to find out and analyze the elimination of evidence by corruption investigators as an attempt to obstruction of justice, here the author uses normative juridical research with a legal approach and a case approach, this is motivated by every case of corruption from the process of investigation, investigation, prosecution, examination in the court, to the verdict and implementation of the verdict. as it is a process in the criminal justice system, a case can be followed up based on at least 2 (two) evidence, but problems arise if it turns out that the evidence is allegedly removed by the investigator, the question will arise whether by removing the evidence by the investigator as an obstruction effort of justice, the results of the study that removing evidence could include efforts to obstruction of justice which are acts of crime and investigators must be criminally responsible according to Article 21 of Act No. 20 of 2001 amendment to Law No. 31 of 1999 concerning Eradication of Criminal Acts Corruption.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai menghilangkan alat bukti oleh penyidik tindak pidana korupsi sebagai upaya obstruction of justice, disini penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, hal ini dilatar belakangi setiap kasus tindak pidana korupsi tentunya akan dimulai dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di pengadilan, sampai penjatuhan vonis dan pelaksanaan putusan. sebagaimana hal tersebut merupakan proses dalam sistem peradilan pidana, suatu kasus dapat ditindak lanjuti berdasarkan minimal 2 (dua) alat bukti, namun muncul permasalahan jika ternyata alat bukti diduga dihilangkan oleh penyidik, maka akan timbul pertanyaan apakah dengan menghilangkan alat bukti oleh penyidik sebagai upaya obstruction of justice, maka hasil penelitian bahwa menghilangkan  alat bukti dapat termasuk upaya obstruction of justice yang merupakan perbuatan tindak pidana dan penyidik harus bertangungjawab secara pidana menurut pasal 21 Undang-Undang No 20 Tahun 2001 perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Konsep Pendidikan Ibnu Sina tentang Tujuan Pendidikan, Kurikulum, Metode Pembelajaran, dan Guru Idris Rasyid
EKSPOSE Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i1.368

Abstract

AbstrakIbnu Sina atau Evicienna adalah merupakan salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam khazanah keilmuan dalam Islam khususnya yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Disamping itu, pemikiran Ibnu Sina mengenai pendidikan secara terstruktur dari tujuan, kurikulum, metode pembelajaran dan guru atau pendidik ialah faktron daripada unsur-usur determinan dalam pendidikan. Oleh karena itu, pemikiran Ibnu Sina dapat dijadikan acuan penting dalam memajukan dunia pendidikan. Dalam pandangan lain, bahwa hasil pemikiran Ibnu Sina tidak lain merupakan pengalaman hidupnya dalam menemukan ilmu pengetahuan yang sangat luas kemudian dituangkan kedalam media tulis dan menjadi sumber primer ilmu pengetahuan pada masanya. Dalam kaitan ini, kajian yang telah dipaparkan adalah salah satu asumsi menggali sumber primer tersebut dari khazanah keilmuan Ibnu Sina.AbstractIbnu Sina or Evicienna is one of the figures who has a major contribution in the treasures of science in Islam, especially those related to Islamic education. Besides that, Ibn Sina's thinking about education in a structured manner from goals, curriculum, learning methods and teachers or educators is factron rather than determinant elements in education. Therefore, the thought of Ibn Sina can be used as an important reference in advancing the world of education. In another view, that the results of Ibn Sina's thoughts were nothing but his life experience in discovering vast knowledge and then poured into written media and became the primary source of knowledge in his time. In this connection, the study that has been presented is one of the assumptions of exploring these primary sources from Ibn Sina's scientific treasures.
Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian Novianty, Rina
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.483

Abstract

This study aims to determine: The Effect of Learning Discipline on Student Learning Outcomes of IAIN Bone on research methodology courses. This research is a field research using a quantitative approach. The population in this study was 212 students. Samples taken as many as 43 people using random sampling techniques. Data collection instruments in the form of questionnaires and documentation. The data analysis technique used in this study is simple linear regression. The results showed that there was a positive and significant effect between learning disciplines on the learning outcomes of IAIN Bone Students in the Research Methodology Course.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Mahasiswa IAIN Bone pada mata kuliah metodologi penelitian. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 212 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 43 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak. Instrumen pengmpulan data berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin belajar terhadap hasil belajar Mahasiswa IAIN Bone pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian.
Problematika Pengoptimalan Potensi Wakaf Produktif di Kabupaten Bone Hamzah Hamzah
EKSPOSE Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i1.362

Abstract

AbstrakSubjek penelitian ini adalah bagaimana permasalahan manajemen produktif wakaf di Kabupaten Bone. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah: yuridis normatif, teologis, sosiologis, teoretis utilitarianisme atau utilitisme. Sumber data dalam penelitian ini meliputi; data primer berupa hasil kerja lapangan yang dilakukan di wilayah Kementerian Agama Kabupaten Bone dan data sekunder berupa dokumen yang dianggap relevan dengan penelitian dan mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk potensi bermasalah dari pekerjaan produktif di wilayah Departemen Wakaf urusan agama Kabupaten Bone memiliki potensi untuk menjadi produktif, tetapi Nazhir dan kurangnya optimisme pemerintah termasuk Kementerian Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai hambatan dalam memproduksi wakaf di Kabupaten Bone. Aset wakaf di Kabupaten Bone sebagian besar ditujukan untuk kepentingan ibadah, dibandingkan dengan manfaat ekonomi dan kesejahteraan umum. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Potensi optimalisasi wakaf produktif di Kabupaten Bone perlu mendapat perhatian khusus untuk memaksimalkan fungsi Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia dalam melakukan pembinaan dan pengawasan wakaf properti; (2) Rekonstruksi paradigma masyarakat tentang wakaf perlu diprioritaskan dalam pemahaman modern tentang persalinan dalam mengelola wakaf secara produktif (3) Alokasi wakaf harus sesuai dan sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Komunitas karena itu harus berkontribusi dalam pengelolaan wakaf dengan mempertimbangkan fungsi wakaf dengan skala prioritas.AbstractSubject matter of the research is how the problematic of productive management of endowments in Bone Regency. This type of research is qualitative research approach belongs to use are: normative juridical, theological, sociological, theoretical utilitarianism or utilitisme. The source of the data in this study include; primary data in the form of the results of the fieldwork conducted in the region Ministry of religious affairs Bone Regency and secondary data in the form of the documents considered to be relevant to the study and supports research. The results showed that the form of problematic potential of productive work in the territory of the Waqf Ministry of religious affairs Bone Regency have the potential to be productive, but Nazhir's and the government's lack of optimism include the Indonesian Waqf Ministry and Agency (BWI) as an obstacle in producing waqf in Bone Regency.Waqf assets in Bone Regency are mostly intended for the benefit of worship, compared to economic benefits and general welfare. The implications of this study are: (1) the Optimisation potential of productive endowments in the Regency of Bone need to attention specially to maximize the functions of Ministry of religious affairs and Indonesian Waqf Agency in doing coaching and supervision of property endowments; (2) The reconstruction of the paradigm of society about endowments need to be prioritized in the modern understanding of the childbirth on managing endowments productively (3) Allocation of endowments must be appropriate and in accordance with the needs of the Community Government must therefore contribute in the management of endowments by considering the function of endowments with a scale of priorities.
Rekonstruksi Paradigma Filsafat Ilmu: Studi Kritis terhadap Ilmu Hukum sebagai Ilmu salam, safrin
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.511

Abstract

The philosophy of science presents a fundamental reason why knowledge is necessary for regularity in human life. In its relationship with the philosophy of science and legal sciences is very closely related. The purpose of this research is a) to analyze, explain and understand the philosophy of the scientific paradigm to the existence of legal sciences and b) to analyze, explain and understand the nature of the purpose of the establishment of legal sciences as a science. This type of research used in research is normative legal research using the source of legal material in the form of primary legal material and secondary law. The results showed that on the ontology aspect of the study object in the legal sciences are the norms, such as the norms of behavior and norms of authority, including the norms that have lived hereditary in society, the epistemological aspect is the science The law of collecting, interpreting, exposing and systematizing the legal material consisting of the principles, rules and ruling decisions of the law to present it as a system and from the axiology of the legal sciences in Its development has benefits in the form of solutions to all the problems of concrete law (problem solving) that occur in the society while the nature of the purpose of forming the law as science can be studied from the essence of the birth of the science Own His presence to seek truth. Truth in the science of law is attributed to the theories of truth in the law of science seeking pragmatic truths which are the science to bring benefits (peace) in the midst of community life.Filsafat ilmu mengemukakan alasan yang mendasar mengapa pengetahuan diperlukan bagi keteraturan dalam hidup manusia. Dalam hubungannnya dengan antara filsafat ilmu dan ilmu hukum sangat berhubungan erat. Tujuan penelitian ini adalah a) untuk menganalisis, menjelaskan dan memahami paradigma filsafat ilmu terhadap eksistensi ilmu hukum dan b) untuk menganalisis, menjelaskan dan memahami hakekat tujuan dari pembentukan ilmu hukum sebagai ilmu. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan sumber bahan hukum berupa bahan hukum primer dan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada Aspek Ontologi obyek kajian dalam ilmu hukum adalah norma-norma, seperti, norma perilaku dan norma kewenangan, termasuk norma-norma yang telah hidup secara turun temurun dalam masyarakat, aspek epistemologi adalah ilmu hukum menghimpun, menginterpretasi, memaparkan dan mensistematisasi bahan hukum yang terdiri aas asas-asas, aturan-aturan dan putusan-putusan hukum suatu tatatanan hukum untuk menghadirkannya sebagai suatu sistem dan dari aspek Aksiologi ilmu hukum dalam pengembangannya memiliki manfaat berupa penyelesaian terhadap semua masalah hukum konkret (problem solving) yang terjadi dalam masyarakat sedangkan hakekat dari Tujuan Pembentukan Ilmu Hukum Sebagai Ilmu dapat ditelaah dari hakekat dari lahirnya ilmu itu sendiri yakni kehadirannya untuk mencari kebenaran. Kebenaran dalam Ilmu hukum dihubungkan dengan Teori-Teori Kebenaran sejatinya ilmu hukum mencari kebenaran pragmatis yang mana keberadaannya sebagai ilmu untuk membawa manfaat (kedamaian) di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Redesain pendidikan islam: perkembangan pendidikan pasca penerapan syari’at islam di aceh Abidin Nurdin; Sri Astuti A. Samad; Munawwarah Munawwarah
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.886

Abstract

This study aims to discuss the redesign of Islamic education which is focused on the development of Islamic education after the Islamic shari'ah was formally applied in Aceh. As it is understood that the application of Islamic sharia is a part of the historical mandate, and has become a characteristic of the social and cultural order of the Acehnese people which is thick with religious values, the latter is then strengthened by law regulations from the central government. The method used is qualitative research with data collection techniques namely literature review, interviews and observations while the analysis technique uses tryangulation. The result is that since the implementation of Islamic sharia in Aceh there has been a redesign of Islamic education, which is to strengthen the three centers of education which are also based and synergized with Islamic sharia. The three education centers are: first, the (formal) school from elementary school but up to tertiary institutions; secondly, the community (non-formal), at the level of the village where there is a meunasah and the study center as a place of study of tauhid, fiqih and tasawuf; and third, family (informal) through family strengthening. Thus the tri education center is enriched with Islamic sharia values that shape human character and noble character.Kajian ini bertujuan untuk membahas tentang redesain pendidikan Islam yang difokuskan pada perkembangan pendidikan Islam setelah syari’at Islam diterapkan secara formal di Aceh.  Sebagaimana dipahami bahwa penerapan syari’at Islam merupakan bagian dari amanah sejarah, dan telah menjadi karaktersitik tatanan sosial dan budaya masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai agama, terakhir kemudian diperkuat dengan peraturan udang-undang dari pemerintah pusat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu kajian literatur, wawancara dan observasi sedangkan teknik analisis memakai tryangulasi. Hasilnya adalah bahwa sejak penerapan syari’at Islam di Aceh terjadi  redesain pendidikan Islam yaitu menguatkan tiga pusat pendidikan juga berbasis dan bersinergis dengan syar’at Islam. Tri pusat pendidikan tersebut yaitu: pertama, sekolah  (formal) dari Sekolah Dasar tetapi sampai pada Perguruan Tinggi; kedua, masyarakat (non formal), pada level gampong yang terdapat meunasah dan balai pengajian sebagai tempat pengkajian ilmu tauhid, fiqih dan tasawuf; dan ketiga, keluarga (informal) melalui penguatan keluarga. Dengan demikian tri pusat pendidikan tersebut diperkaya dengan nilai-nilai syari’at Islam yang membentuk manusia berkarakter dan berakhlak mulia.
Analisis kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan kemampuan matematika siswa A. Sri Mardiyanti Syam
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.883

Abstract

The study is descriptive qualitative, which aimed at describing critical thinking ability and creative thinking in solving problems based on Mathematics ability of students. The research subjects were the entire students of grade XII at SMAN 10 Bone of the first semester academic year 2019/2020 which consisted of 2 students who have high Mathematics ability and 2 students who have low Mathematics ability. Data were collected by using test of Mathematics ability, test of critical thinking to measure critical thinking ability, test of creative thinking to measure students’ creative thinking and interview. The results of the study reveal that students who have high Mathematics ability can meet four indicators of critical thinking ability in solving problems, namely able to formulate main issues and reveal facts, able to detect bias and determine the concept to solve the questions, able to work on the questions based on the plan, able to recheck the answers, able to utilize other methods, and draw conclusion. Students who have low Mathematics ability can meet three indicators of critical thinking ability in solving problems, namely able to formulate main issues and reveal facts, able to detect bias and determine the concept to solve the questions, and able to work on questions based on the plan. Students who have high Mathematics ability can meet three indicators of creative thinking ability in solving problems, namely fluency, flexibility, and originality. Students who have low Mathematics ability cannot meet flexibility criteria, namely giving more than one answers (various) in counting process and the results are correct; similar to the originality criteria, namely the students’ ability to answer the problems using their own mind in a unique way.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan kemampuan matematika siswa. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XII SMAN 10 Bone tahun pelajaran 2019/2020 terdiri dari 2 orang siswa berkemampuan matematika tinggi dan 2 orang siswa berkemampuan matematika rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan matematika, tes berpikir kritis untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, tes berpikir kreatif untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa berkemampuan matematika tinggi dapat memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah, yaitu mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan dan mengungkapkan fakta yang ada, mampu mendeteksi bias dan menentukan konsep untuk menyelesaikan soal, mampu mengerjakan soal sesuai rencana, mampu memeriksa kembali jawaban, menggunakan cara lain, dan menarik kesimpulan. Siswa berkemampuan matematika rendah dapat memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah, yaitu mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan dan mengungkapkan fakta yang ada, mampu mendeteksi bias dan menentukan konsep untuk menyelesaikan soal dan mampu mengerjakan soal sesuai rencana Siswa berkemampuan matematika tinggi dapat memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah yaitu kelancaran, keluwesan dan originalitas.Siswa berkemampuan matematika rendah tidak dapat memenuhi kriteria Keluwesan yaitu memberikan jawaban lebih dari satu cara (beragam) proses perhitungan dan hasilnya benar. Begitupun pada kriteria originalitas yaitu kemampuan siswa menjawab masalah dengan pemikiran sendiri dan menunjukkan sesuatu yang unik.
Pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode ijtahid fi al-qira’ah Tukijo Tukijo; Muhammad Azhar; Marsudi Iman; Donny Khoirul Azis
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.705

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hasil, evaluasi, faktor yang mendukung dan faktor yang menghambat pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode Ijtahid Fi al-Qira’ah di Pondok Pesantren Ar-Ruhamaa’ Playen Gunungkidul. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Informan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang ditentukan dengan Purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dan dianalisis dengan mengorganisasikan data, pengelompokan data, menguji asumsi, mencari alternatif jawaban dan menulis hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode Ijtahid Fi al-Qira’ah telah ditetapkan dalam kurikulum, membuat jurnal (buku catatan perkembagan santri), menulis capaian atau perkembangan santri, menetapkan target sasaran, merumuskan tujuan dan mengatur jadwal pertmuan, pelaksanaan 3 kali dalam seminggu dengan komposisi 5 santri 1 guru/ustad. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kitab Ijtahid Fi al-Qira’ah selama 3-4 bulan. Hasil analisis diperoleh 65% santri memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dalam kategori baik, evaluasi  dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode Ijtahid Fi al-Qira’ah dilaksanakan setiap jam pelajaran yaitu 3 kali dalam satu minggu, evaluasi dilakukan dalam bentuk tes kemampuan membaca Al-Qur’an, catatan evaluasi juga di lakukan dengan cara tertulis dengan faktor pendukung SDM pengajar yang profesional dengan penghambat adalah keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran. AbstractThe purpose of this research is to find out the planning, implementation, result, evaluation, supporting and inhibiting factors of Al-Qur’an recitation learning with the method of Ijtihad Fi al-Qira’ah in Ar-Ruhamaa’ Islamic Boarding School Playen Gunung Kidul. The research method was qualitative descriptive with case study approach. There were 5 informants in this research, selected through purposive sampling. The data collection method was using observation, interview and documentation, and then it was analyzed through data organization, data grouping, assumption testing, alternative-answer seeking, and research result writing. The research result shows that the planning of the Al-Qur’an recitation learning with the method of Ijtihad Fi al-Qira’ah has been embedded within the curriculum, students’ development journal, students’ development report, target establishment, goal formulation, and meeting schedule arrangement. It has been implemented three times per week with the composition of 5 students and 1 teacher. The time allocation needed for the Ijtihad Fi Al-Qira’ah is 3 – 4 months. The analysis result shows that 65 % of the students have good Al-Qur’an recitation skill. The evaluation of the Al-Qur’an recitation learning using Ijtihad Fi Al-Qira’ah has been conducted every learning hour, which is three times per week, the evaluation has been done in the form of Al-Qur’an recitation skill test. Written evaluation record has also been carried out along with the supporting factor: professional human resources, whereas the inhibiting factor: limited learning facility and infrastructur
Ada apa dengan mutu pelayanan fakultas di perguruan tinggi ? : Implementasi manajemen sumber daya manusia Muhammad Azhar Burhanuddin; H. Azhar Arsyad; H. Arifuddin Siraj; Hj. St. Syamsudduha
EKSPOSE Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.633

Abstract

This study discusses the Implementation of Human Resource Management in Improving the Quality of Service of the Tarbiyah and Teaching Faculty of UIN Alauddin Makassar, which aims to determine the process of implementing human resource management in improving the quality of services carried out by the Tarbiyah and Teaching Faculty of UIN Alauddin Makassar; describe the supporting factors and inhibiting factors in the implementation of human resource management in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training at UIN Alauddin Makassar; and found the results of the implementation of human resource management in improving service quality at the Tarbiyah and Teacher Training Faculty of UIN Alauddin Makassar. This research is a qualitative research using theological, managerial and sociological approaches. The data source of this study consisted of the Dean, Deputy Dean, Kabag. TU, Kasubag, several staff, and students. Data collection techniques used were in-depth interviews, observation and documentation study. Data Analysis Techniques use the technique of reducing, presenting, and verifying data or drawing conclusions. Data validity testing uses data triangulation techniques. The results showed that: 1) The process of implementing human resource management in improving the quality of service at the Tarbiyah and Teaching Faculty of UIN Alauddin Makassar, showed that it was in accordance with standards or regulations. 2) While the supporting factors, namely the Stakeholders fully support the policies and programs of the faculties with a collective system of cologists, training soft skills and hard skills, giving the widest possible space for self-development, the availability of arts stage facilities and sports week and good collaboration with the management of the institution student affairs. The inhibiting factors are budget constraints, regulations, communication affordability, senior employees who need special jobs, and if the central server is down. 3) The quality of service management at the Tarbiyah and Teaching Faculty of UIN Alauddin Makassar turns out to show better development, but it still requires optimal coaching efforts so that the quality of service management exceeds customer expectations.Kajian ini membahas Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Perbaikan Mutu Pelayanan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, yang bertujuan untuk mengetahui proses implementasi manajemen sumber daya manusia dalam perbaikan mutu pelayanan yang dilaksanakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar;  mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi manajemen sumber daya manusia di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar; dan menemukan hasil implementasi manajemen sumber daya manusia dalam perbaikan mutu pelayanan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan teologis, manajerial dan sosiologis. Sumber data penelitian ini terdiri dari Dekan, Wakil Dekan, Kabag. TU, Kasubag, beberapa orang Staf, dan Mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Teknik Analisa Data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi  data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  1) Proses implementasi manajemen sumber daya manusia dalam perbaikan mutu pelayanan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, menunjukkan telah sesuai dengan standar atau aturan. 2) Sementara faktor pendukungnya yakni  Stakeholder mendukung sepenuhnya mengenai kebijakan dan program-program fakultas dengan sistem kolektif kologial, pelatihan soft skill dan hard skill, memberi ruang seluas luasnya untuk pengembangan diri, ketersediaan fasilitas panggung seni dan pekan olah raga dan kerjasama baik dengan pengurus lembaga kemahasiswaan. Faktor penghambatnya yakni keterbatasan anggaran, regulasi, keterjangkauan  komunikasi, pegawai yang sudah senior membutuhkan pekerjaan yang spesial, dan  jika server pusat mengalami gangguan. 3) Adapun mutu manajemen layanan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar ternyata menunjukkan perkembangan yang lebih baik, namun tetap masih diperlukan upaya pembinaan secara optimal agar mutu manajemen layanan melebihi harapan pelanggan.

Page 10 of 22 | Total Record : 215