cover
Contact Name
Vincent Wenno
Contact Email
vincentkalvin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kenosis@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi
ISSN : 24606901     EISSN : 26564483     DOI : -
Jurnal Kenosis bertujuan untuk memajukan aktifitas dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analitis di bidang kajian Teologi serta ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Teologi yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Institut Agama Kristen Negeri Ambon.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
UPAYA PENGHAPUSAN DISKRIMINASI TERHADAP KELOMPOK RENTAN: KAJIAN HERMENEUTIK FEMINIS PADA ULANGAN 23: 1-8 ZEGA, DARI HATI
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 2 (2025): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/qh01s084

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap individu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dalam konteks gereja melalui refleksi hermeneutik feminis pada teks Ulangan 23:1-8. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks dengan pendekatan hermeneutik feminis untuk memahami teks Ulangan 23:1-8 dari perspektif gender dan keadilan sosial. Artikel ini mengemukakan tiga hasil penelitian yakni (1) jika menggunakan pendekatan hermeneutik kecurigaan dari Elizabeth Fiorensa, teks ini tidak secara langsung membahas isu diskriminasi terhadap beberapa kelompok yang berpotesi menyudutkan kelompok rentan dalam masyarakat masa kini. (2) Dampak negatif dari stigma dan diskriminasi terhadap kelompok rentan, termasuk LGBT akan membuat tindakan diskriminasi semakin tinggi. (3) Respons gereja terhadap kehadiran LGBT dibedakan dalam dua bentuk yakni eksklusif dan inklusif. Sehingga, pada dasarnya artikel ini menyoroti pentingnya memperjuangkan penghapusan stigma dan diskriminasi untuk membangun gereja yang inklusif bagi kelompok rentan, seperti LGBT dan kelompok yang lain-yang bukan merupakan bagian dari konteks.
REINTERPRETASI FILSAFAT MATERIALISME DALAM 1TIMOTIUS 6: 10 PADA GENERASI Z DI ERA DIGITAL Tiana, Titi; Wee Christian, Jonathan; Cintia, Sulistiwati; Yual, Asor; Elsi, Rupina
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 1 (2025): KENOSIS: JOURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/n7qp7n48

Abstract

Materi dan harta menunjukan penghargaan terhadap diri sendiri bagi sebagian manusia. Karena itulah, manusia yang hidup pada masa kini memilih untuk mencari banyak harta agar siap mempertahankan keberlanjutan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginterpretasi kembali filsafat materialisme yang seringkali dianggap buruk oleh orang Kristen, yang secara harafiah dianggap sebagai berhala. Fenomena ini ditegaskan dalam anggapan terhadap upaya untuk memenuhi materi dalam 1 Timotius 6:10- yang dianggap sebagai dosa karena merupakan akar kejahatan. Dengan menggunakan pendekatan interpretasi teks, dan analisa konten terhadap tujuh sumber berita, yang mengacu pada teori materialisme historis dari Karl Marx, maka tulisan ini menghasilkan tiga pembahasan utama yakni (1) materialisme dalam Alkitab, secara khusus 1 Timotius 6: 10 dianggap sebagai dosa. (2) Kenyataannya, komunitas Kristen (gereja) masa kini membutuhkan materi untuk dinamika komunitasnya. (3) Teori materialisme historis yang digaungkan oleh Karl Marx membuka mata bahwa upaya memenuhi materialisme dapat diwujudkan dengan mengacu pada prinsip-prinsip yang sesuai, khususnya pada generasi Z di tengah kemajuan zaman digital. Dengan demikian, tulisan ini akan berpotensi sebagai refleksi bagi generasi Z di era digitalisasi ini.
PENGARUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SPIRITUALITAS KRISTEN PADA REMAJA DI ERA DIGITALISASI Gulo, Melvin Monica; Siahaan, Widya Angreati
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 2 (2025): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/eexbn414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran orang tua terhadap perkembangan spiritualitas Kristen pada remaja di zaman digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Sampel penelitian ini berjumlah 102 orang yang terdiri dari 5 orang tua dan 97 remaja usia 12 s.d. 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan agama Kristen pada remaja. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien regresi linier sederhana sebesar 0,458 yang menunjukkan bahwa pengaruh peran orang tua terhadap perkembangan spiritualitas Kristen pada anak adalah sebesar 45,8%. Nilai determinasi total sebesar 0,202 menunjukkan bahwa 20,2% perkembangan spiritulitas Kristen pada anak hingga remaja dipengaruhi oleh orang tua, sedangkan sisanya sebesar 79,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak sesuai dengan model. Faktor-faktor lain tersebut yakni h lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan, dan faktor internal gaya hidup yang dipengaruhi oleh digitalisasi yang dihadapi oleh mereka dalam era ini.
PEWARISAN NAMA: PEMBACAAN LINTAS TEKSTUAL TERHADAP PEMBERIAN NAMA YESUS DAN TRADISI PEWARISAN NAMA DI DESA WAEMULANG Hukunala, Sali Chelsya; Tiwery, Weldemina Yudit; Warella, Sipora Blandina; Patty, Brayen Al.
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 2 (2025): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/s2zvq154

Abstract

Fakta sosial merupakan bagian dari fakta teologis, karena keberadaan manusia yang berada pada dua fakta ini. Berabad-abad, penafsiran Alkitab masih mengikuti ajaran kebarat-baratan. Penyebaran Kekristenan yang dilakukan selama masa kolonialisme, nampaknya masih menyisakan dampak neokolonialisme, karena manusia Asia dan Indonesia, dituntut untuk membaca dan menafsirkan Alkitab, berdasarkan rasionalitas Eropa, sebagai kelompok dunia pertama. Karenanya, budaya dipandang sebagai sinkretisme. Faktanya, budaya mampu menjadi sarana manusia memaknai Allah. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teori realitas subyektif, melalui pembacaan lintas tekstual, tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan dan membandingkan dua tradisi pewarisan nama yang disandingkan, yakni tradisi pewarisan nama dalam teks Matius 1:20-25 dan tradisi pewarisan nama di desa Waemulang. Tulisan ini berupaya mengangkat pemaknanaan pewarisan nama, dalam konteksAlkitab dan konteks lokal masyarakat. Temuan dalam tulisan ini menyatakan. Namun, tradisi pewarisan nama di Desa Walmualng bukan merupakan tradisi adatis, tetapi dimaknai dan dihidupi oleh kehidupan masyarakat. Dalam kedua tradisi ini, baik dalam tradisi Yahudi maupun kebiasaan masyarakat Wamulang, nama merupakan bagian integral dari kehidupan manusia pada umumnya. Nama dianggap sebagai identitas esensial dalam hidup manusia.
KONFIDENSIALITAS DALAM PENDAMPINGAN PASTORAL: MENJAGA KEPERCAYAAN DAN PRIVASI DALAM PELAYANAN ROHANI Panggola, Fransiskus
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 2 (2025): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/6bfk9z09

Abstract

Pendampingan pastoral merupakan bagian integral dari pelayanan gerejawi yang bertujuan untuk memberikan dukungan, arahan dan penghiburan spritual terhadap kebutuhan, pergumulan dan harapan jemaat. Namun, ditengah pemberian bantuan ini, masalah konfidensialitas menjadi sangat penting dalam menjaga kepercayaan dan privasi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya konfidensialitas dalam pendampingan pastoral, serta menjelaskan landasan legalitas tentang konfidensialitas di hadapan hukum Gereja, hukum sipil dan etika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Temuan dari penelitian ini menegaskan dua hal yakni (1) Konfidensialitas merupakan hal penting dalam pendampingan pastoral yang mestinya dipahami sebagai pespektif utama dalam proses pelayanan dikuatkan dengan dasar-dasar etis. (2) Batas-batas dalam konfidensialitas dibagi menjadi dua yakni batas legal dan batas etis. Artikel ini menyoroti pentingnya para pemimpin agama memahami konfidensialitas dalam melakukan pelayanan pastoral bagi umat yang mereka layani. Sehingga tulisan ini berkontribusi bagi perkembangan teologi pastoral.
KEPRIBADIAN SAUL DALAM 1 SAMUEL 15: 1-35: SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI DAN IMPLIKASINYA Hiskia, Dietrick; Winda Yesayas, Marlin; Yulina Beljeur, Yune; Hully, Rahel; Nancy Patty, Febby
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 1 (2025): KENOSIS: JOURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/p8rbw210

Abstract

Saul merupakan raja Israel yang diurapi oleh Samuel. 1 Samuel 15: 1–35 menjelaskan kisah Saul yang ditolak sebagai raja setelah mengalahkan Agag, raja orang Amalek. Kisah inilah yang membuat Samuel menyesal telah mengurapi Saul menjadi Raja Israel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kepribadian Saul serta mengungkapkan implikasinya bagi kehidupan umat masa kini. Sumber data utama tulisan ini adalah teks Alkitab yang diproduksi oleh Lembaga Alkitab Indonesia(LAI)― rujukan utama pada teks 1 Samuel 15 : 1-35. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi behavioristik untuk menganalisis kepribadian atau perilaku Saul setelah menjadi raja Israel. Hasil dari penelitian ini menunjukan empat poin utama yakni― pertama, Saul memiliki tiga bentuk sifat yang mebanggambarkan kepribadiannya, yakni koleris sebagai seorang raja Israel, karena mampu mengambil resiko dalam keputusan besar termasuk berperang melawan orang Amalek, oportunistik karena mengahalalkan segala cara untuk meraih keuntungan bagi dirinya, dan narsistik, karena sifat percaya diri yang tinggi, sulit menerima kritik, dan sulit meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukannya. Kedua, cognitive dissonance dan kegagalan self-regulation dalam diri Saul. Ketiga, Sintesis dari tulisan ini menegaskan bahwa dinamika dan disintegrasi kepribadian Saul nampak jelas dalam teks. Keempat, teks ini akan menjadi alat ukur bagi kepemimpinan Kristen masa kini. Dengan demikian analisis kepribadian Saul akan memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu teologi yang merujuk padakepemimpinan Kristen masa kini.
IMPLEMENTASI TEOLOGI MAKANAN DALAM ALKITAB DAN TRADISI MANTILA DI TORAJA SEBAGAI UPAYA MENGATASI STUNTING Sumule, Linus
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 2 (2025): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/t9ahqk75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persoalan stunting di Toraja dengan menggambarkan sudut pandang teologi makanan―dalam Alkitab, dan tradisi makan tradisional orang Toraja ―Mantila sebagai upaya reparasi makna dari aktivitas makan di Toraja. Metode kualitatif dengan pendekatan litertur review digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Analisisdata dalam tulisan ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal penting bahwa pertama, Alkitab ―Matius 23: 35-49 dan Kisah Para Rasul 2: 46 memiliki pandangan yang sama dengan tradisi Mantila di Toraja tentang teologi makan, yakni makan bukan hanya rutinitas tetapi sarana untuk membangun nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Kedua, . Penerapan implementasi nilai-nilai ini merupakan tawaraan untuk mengatasi stunting di Toraja. Namun, semua upaya ini harus disertai dengan rasa cukup dan rasa syukur terhadap makanan sebagai sarana pemenuhan rohani. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi bagi masalah stunting di Toraja.
SIGNIFIKANSI TEOLOGIS PESTA PANEN DALAM KOMUNITAS RURAL DI MALIMBONG Nole, Otniel Aurelius
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 2 (2025): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/xsqva774

Abstract

Pesta panen merupakan perayaan atas hasil kerja masyarakat rural, termasuk komunitas di Malimbong, yang dirayakan melalui rangkaian ibadah gerejawi. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan praktik budaya, tetapi juga pengalaman iman yang memiliki makna teologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis signifikansi pesta panen menurut komunitas rural di Malimbong serta implikasinya bagi konstruksi teologi indigenos. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara semi-terstruktur dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja masyarakat memengaruhi praktik pesta panen, disertai kesadaran teologis bahwa berkat berasal dari Tuhan. Pesta panen dimaknai sebagai ungkapan syukur atas anugerah ilahi, sarana memperkuat kebersamaan sosial, serta bentuk dukungan terhadap pelayanan gereja.
PERAN AYAH DALAM MANAJEMEN KELUARGA KRISTEN DIERA DIGITALISASI Syukur Siahaan, Abdi; Ton, Degunias; Rosalia Sianturi, Lia
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 1 (2025): KENOSIS: JOURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/cmdesf67

Abstract

Keluarga Kristen masa kini menghadapi tantangan yang cukup berat yakni harus menyesuaikan dinamika keluarag dengan kemajuan peradaban―di era digitalisasi. Di era digital yang serba cepat, tantangan dalam menjaga prinsip-prinsip spiritual dan etika alkitabiah semakin meningkat bagi keluarga Kristen. Karaena itu, peran ayah dalam manajemen keluarga Kristen sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran ayah yang strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, sesuai ajaran dalam Alkitab kepada keluarga Kristen. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelusuri dokumen atau literatur seperti Alkitab sebagai fondasi utama, buku-buku, jurnal/artikel yang relevan berdasarkan topik. Hasil pembahasan dalam artikel ini menunjukkan tiga hal penting yakni, (1) manajemen keluarga Kristen berkaitan dengan pengaturan agar keluarga Kristen hidup tertata sesuai dengan ajaran Kristen. (2) Seorang ayah berperan sebagai pemimpin dan penggerak dalam keluarga. (3) dalam keluarga Kristen, tugas pokok ayah adalah menyemai nilai-nilai Kristiani. Kesimpulnya bahwa seorang ayah memiliki tugas yang sangat siginifikan kepada keluarga Kristen dalam menghadapi budaya modern.
IMPLEMENTASI TEOLOGI INTERKULTURAL DALAM FALSAFAH SALLOMBENGANG DI SEKO, SULAWESI SELATAN Sait, Sait
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol. 11 No. 1 (2025): KENOSIS: JOURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/2xxnr492

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk yang kaya akan keberagaman budaya dan agama. Penelitian ini bertujuan meninjau budaya Sallombengang sebagai kearifan lokal dalam masyarakat Seko, Sulawesi Selatan, untuk membangun teologi interkultural. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan secara spesifik menggunakan pendekatan fenomenologi. Tulisan ini menegaskan tiga temuan yakni (1) Falsafah Sallombengang di Seko, Sulawessi Selatan merupakan bentuk dari praktik teologi interkultural yang terbingkai sebagai ajaran atau pesan profetik Roka bagi masyarakat Seko dalam membangun kehidupan yang bebas dari konflik. (2) Teologi interkultural yang dimaknai dalam tradisi Sallombengang menunjukan perbedaan agama dan budaya bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai sumber kekayaan yang dapat dikelola dalam menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis. (3) Melalui prinsip-prinsip dialog, saling menghargai antarumat beragama, dan gotong-royong, Sallombengang di Seko menjadi sarana dalam menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan inklusif. Dengan demikian, tradisi ini memberikan kontribusi bagi perkembangan teologi interkultural di Indonesia.