cover
Contact Name
Vincent Wenno
Contact Email
vincentkalvin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kenosis@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi
ISSN : 24606901     EISSN : 26564483     DOI : -
Jurnal Kenosis bertujuan untuk memajukan aktifitas dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analitis di bidang kajian Teologi serta ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Teologi yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Institut Agama Kristen Negeri Ambon.
Arjuna Subject : -
Articles 130 Documents
Mengelola Perbedaan, Membangun Kembali Nilai Persaudaraan: Kajian Studi Perdamaian terhadap Memori Kolektif dalam Film Cahaya dari Timur Beta Maluku Mofun, Costantinus Ponsius Yogie
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 9, No 2 (2023): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v9i2.649

Abstract

This concept of diversity is one of the parts that can be found in social life. This concept is also often found in various regions of Indonesia and one of them is in Maluku. With the existence of various diversity in Maluku, it is not used as a difference but it becomes a very strong kinship system. The system that was built was based on genealogical relationships as well as based on traditional and cultural values which later became a philosophy for the Moluccans. The life of the basudara people became very close. But when conflicts occur, the relationship begins to erode and form various differences based on religious identity. Thus the purpose of this paper will discuss the collective memory built on the customs and cultural values of the basudara people using the analysis of the film "light from the east beta Maluku". The research method used is descriptive qualitative with a research question, namely how the influence of collective memory can be built into a reconciliation in the light film from the east beta Maluku. In this paper, the author will also explain that the existence of a collective memory built on traditional and cultural values in Maluku will make a great contribution in building a reconciliation as brothers and establishing a wall of difference
Spiritualitas Sunder Warumbe Dalam Puisi “Nyanyian Angsa” Karya W.S Rendra Kristiawan, Purnomo
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 9, No 2 (2023): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v9i1.636

Abstract

Prostitution or prostitution is one type of work that has existed for the rest of human history. Joshua 2:1, 6:17-25 tells us that a prostitute named Rahab was used by God to hide Israel's scouts from the Canaanites. In Luke 7:36-50 it is said that the Lord Jesus forgave a sinful woman (prostitute) who oiled His feet. This article seeks to examine the issue of prostitution is actually a structural problem related to economic, educational, justice, political and other issues. In the poem, The Song of the Swan, the responses of the Pimps, Doctors, and Priests to the Olive Mary are countered by the response of the "Bride" to Mary Olive. This paper uses a qualitative research method that utilizes a literature study of the main literature on the poem Goose Song by W.S. Rendra to find the pattern of the spirituality of Sunder Warumbe. In this paper it is found that the journey of Mary the Olives is a spiritual journey of mystical encounter with the Lord Jesus, going through stages: Slumped and rejected in the hustle and bustle of the world, pulling over from fanfare, cleansing oneself, self-examination, and the mystical experience of encounter with the Lord Jesus lived through copulation.
Ritual Sebagai Ruang Interreligious Engagement Di Tana Toraja: Tinjauan Sosiologis Terhadap Ritual Rambu solo’ Sebagai Ruang Dialog Antaragama Ambakaraeng, Eliazer; Lattu, Izak Y. M.; Adi, Suwarto
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 10, No 1 (2024): KENOSIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v10i1.1073

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat Religious Engagement dan Dialog agama dalam ritual kematian orang Toraja, yaitu Rambu Solo. Tulisan merupakan kritik terhadap dialog agama yang dilakukan oleh para elit dan sifatnya struktural. Oleh karena itu sebagai kritik, tulisan ini menempatkan tradisi oral (oral-based) dan ritual sebagai upaya untuk melihat bagaimana ritual kematian orang Toraja menjadi ruang bagi dialog antar agama. Pendekatan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan penulis lakukan melalui wawancara dan review literatur terhadap teks yang bersinggungan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori solidaritas Durkheim dan Ritual dalam beberapa tokoh sosiolog sebagai perspektif untuk melihat bagaimana keterkaitan antara ritual dan nilai-nilai dalam ritual menjadi jembatan untuk dialog antar agama. Melalui tulisan ini, penulis menemukan bahwa dialog antara agama dalam ritual rambu solo’ menempatkan identitas primordial sebagai yang utama bukan identitas keagamaan. Oleh karena itu, ritual berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang di dalamnya orang menemukan dan menciptakan makna (meaning making) dengan individu dan kelompok sebagai suatu komunitas. 
Mitigasi Gereja Terhadap Politik Identitas di Indonesia Rano Baki, Janter Efrata
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 10, No 1 (2024): KENOSIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v10i1.804

Abstract

Abstrak Ancaman Politik Identitas telah menimbulkan perpecahan dan perseteruan selama ini di antara masyarakat Indonesia yang kaya dengan suku, agama, dan ras, termasuk konflik itu dibawa masuk ke dalam konteks bergereja. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan alternatif melalui Teologi Mitigasi Gereja bagi anggota jemaat merespons tantangan Politik Identitas dalam konteks pra dan pasca Pemilu 2024 dan berlaku dalam keberlanjutan Pemilu di Indonesia. Artikel ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Temuan dalam artikel ini adalah pemerintahan Allah (teokrasi) yang terinternalisasi dalam kehidupan anggota jemaat memberdayakan mereka meminimalisir dan mengantisipasi tantangan Politik Identitas dengan berani menyatakan kebenaran, tidak berkompromi dengan segala bentuk kejahatan dan kekerasan dalam Politik Identitas, dan berani membangun relasi dengan setiap kelompok yang memiliki kepentingan tertentu sekaligus mempertahankan integritas sebagai anak Allah terhindar dalam politik atas nama agama, eksploitasi SARA, politik uang, dan berita hoaks.Kata Kunci: Indonesia; Politik Identitas; Teologi Mitigasi Gereja; Kerajaan Allah; Model Relasi YesusAbstract The threat of Identity Politics has created divisions and feuds among Indonesian society, which is rich in ethnicity, religion and race, including this conflict being brought into the context of the church. This article aims to offer an alternative through Church Mitigation Theology for congregation members to respond to the challenges of Identity Politics in the pre- and post-2024 Election context and applies to the continuation of the Election in Indonesia. This article is qualitative in nature with a literature study approach. The findings in this article are that God's government (theocracy) which is internalized in the lives of congregation members empowers them to minimize and anticipate the challenges of Identity Politics by having the courage to state the truth, not compromising with all forms of crime and violence in Identity Politics, and having the courage to build relationships with every group that has certain interests while maintaining integrity as a child of God to avoid politics in the name of religion, exploitation of SARA, money politics and hoax news.Keywords: Indonesia; Identity Politics; Church Mitigation Theology; Kingdom of God; Model Jesus Relationship
Doa Ibu Kami; Kajian Kristologi Feminis Patty, Brayen Aliong
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 9, No 2 (2023): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v9i2.717

Abstract

Humans live and develop in accordance with the development of civilization in their lives. Integrated Christianity as an integral part of human life also undergoes changes according to its civilization. This change that does not change the immanent basic substance is a form of Christian growth that follows the opportunities and challenges of the times. One of the integral elements of Christianity is Christology. Christology is a means for humans to know and consider the nature of God. This is born from struggles and experiences, one of which is the subordination of women. The embodiment of this doctrinal concept is expected to be able to become a church system that pays attention to universally, the existence of the people in an equal position.
Ketika Semua yang Hidup adalah Saudara: Gagasan Spiritualitas Ekologi Transformatif pada Masyarakat Adat Samin-Sedulur Sikep dalam menghadapi Krisis Lingkungan di Pegunungan Kendeng Filipus, Johan Kristian; Ludji, Irene; Supratikno, Agus
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 10, No 1 (2024): KENOSIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v10i1.909

Abstract

Alam adalah rumah bersama bagi seluruh makhluk hidup, karena itu maka kelestariannya harus dijaga agar memberikan kualitas  hidup yang baik bagi seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Untuk mewujudkan keharmonisan antar makhluk hidup sebagai penghuni alam, maka gagasan etika lingkungan dapat menjadi alat untuk mempromosikan kelestarian ekosistem lingkungan hidup di planet Bumi. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi gagasan spiritualitas ekologi transformatif pada masyarakat adat samin-sedulur sikep, dan menganalisa keterhubungan masyarakat adat samin-sedulur sikep sebagai human dengan alam yang menempatkan entitas diluar manusia sebagai sedulur (saudara). Dalam mendiskusikan spiritualitas ekologi yang transformatif, artikel ini menggunakan pendekatan ekofeminis dan paradigma masyarakat adat. Telaah ini menunjukan bahwa masyarakat adat samin-sedulur sikep menempatkan alam dalam relasi inter-subjektif, sehingga memiliki peluang untuk dikonstruksi dalam sebuah diskursus etika lingkungan yang transformatif agar dapat menciptakan perdamaian ekologis demi keutuhan ciptaan. Dengan demikian, gagasan paradigmatik pada epistemologis modern yang menempatkan manusia sebagai antroposentris dan alam sebagai objek, dapat digeser dengan paradigma epistemologi pengetahuan lokal masyarakat adat.
Kajian Etika Anti-Kekerasan terhadap Peran Tradisi Mandome Garanggaran Masyarakat Talaud dalam Mendorong Perdamaian Sosial Elo, Elma Friska; Ludji, Irene
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 9, No 2 (2023): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v9i2.643

Abstract

Tulisan ini mempresentasikan kajian etika anti-kekerasan oleh Benhard Hairing dan Malcolm Brownlee terhadap tradisi Mandome Garanggaran masyarakat Talaud di Sulawesi Utara. Mandome Garanggaran adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Talaud dalam menyelesaikan permasalahan sosial tanpa kekerasan. Ada dua simbol yang digunakan dalam tradisi Mandome Garanggaran yaitu api yang diartikan sebagai hati yang panas dan air yang menyejukkan hati yang panas. Air dipakai untuk memadamkan api sebagai simbol selesainya perselisihan dalam masyarakat. Tradisi Mandome Garanggaran dilaksanakan setiap tahun pada bulan November. Dalam praktiknya, tradisi Mandome Garanggaran menunjukkan nilai penghargaan terhadap sesama manusia yang memiliki harkat dan martabat setara serta penerimaan terhadap perbedaan. Masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam tradisi Mandome Garanggaran melakukannya atas dasar kesadaran akan tanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan bersama yang harmonis. Teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara semi terstruktur, observasi non-partisipatoris dan studi pustaka. Hasil analisa menunjukkan bahwa tradisi Mandome Garanggaran adalah media perdamaian sosial yang efektif bagi masyarakat Talaud karena di dalamnya dapat ditemukan nilai-nilai etika anti-kekerasan yang berakar dalam pemahaman individu, komunitas, serta dewat adat dalam menciptakan kehidupan yang harmonis di Talaud.
Konsep Dialog Agama Menurut Paul F. Kniter dan Implikasinya bagi Hubungan Antar Umat Beragama di Kabupaten Fak-Fak Ngabalin, Marthinus; Lattu, Izak Y. M.; Listyani, Listyani
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 10, No 1 (2024): KENOSIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v10i1.1045

Abstract

This study aims to describe the application of the concept of religious dialogue according to Paul F Knitter and explain the implications of the application of the concept of religious dialogue for interfaith relations in Fakfak Regency. The participants of this study were 10 respondents. data were collected using qualitative design and data collection methods were interview and literature study. The findings of this study showed that the emergence of dialogues in Fakfak society contributed to the social diversity based on the history of Fakfak society. On the other hand, however, this writing gives emphasis to the perspective on religion. Therefore, the important point is how the society encourages interfaith dialogue and how each religious community places other communities equally in dialogue spaces. 
Konsep Perpecahan Gereja Barat dan Gereja Timur Serta Implementasinya dalam Pertumbuhan Gereja Saat Ini Zebua, Eka Kurniawan
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 9, No 2 (2023): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v9i2.799

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana perpecahan itu dapat terjadi sehingga dengan mengetahui apa yang menjadi penyebabnya maka penulis akan membuat suatu pemahaman dan penjelasan yang baru untuk dipaparkan. Perpecahan merupakan pokok permasalahan yang sangat penting dalam artikel ini untuk diketahui secara jelas. Perpecahan ialah keterpisahan yang terjadi antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Akan tetapi, perpecahan timbul karena memiliki aspek yang mempengaruhi setiap kelompok tersebut, diantaranya aspek politik, budaya, dan ekonomi. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode study literatur yang mengkaji buku, jurnal-jurnal yang dapat membantu penulis untuk dapat menguraikan isi yang akan dibahas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa perpecahan gereja adalah suatu keterpisahan yang timbul karena ulah manusia itu sendiri sehingga mengalami konflik. Perpecahan gereja memberikan dua dampak bagi jemaat, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak yang timbul tersebut memberikan pengaruh yang besar bagi gereja untuk terus mencari apa penyebab terjadinya perpecahan tersebut. Oleh karena itu, perpecahan gereja memberikan dorongan bagi gereja saat ini untuk dapat bersatu dalam satu komunitas.
Iman yang Bertumbuh dalam Tindakan: Implikasi Konsep Tabula Rasa dan Pendidikan Ekologi bagi Anak Sekolah Minggu Huria Kristen Batak Protestan Manalu, Musdodi
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 10, No 1 (2024): KENOSIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v10i1.1031

Abstract

This article explores the integration between John Locke's concept of tabula rasa and ecological education for Sunday School children in the Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Church. The research aims to investigate how Locke's philosophical concept of the mind as an empty "tabula rasa," which is filled through experience and learning, can be applied in the context of children's faith growth. The main focus is on ecological education, where the article explains how a holistic approach to faith growth involves children's understanding of their relationship with nature and the surrounding community. This concept is explicitly applied in HKBP Sunday School, highlighting the church's efforts in delivering religious teachings and facilitating hands-on experiences that can shape children's faith. Combining Locke's and Susan Power Bratton's thoughts on ecological education, this article offers insights into how faith can develop through action and tangible experiences, creating a solid foundation for children's spiritual growth in an ecologically conscious ecclesial environment and active learning. The research method used was a literature review that included books, journal articles, and news related to ecological education. The research used thematic analysis to identify and report patterns or themes in the data obtained from literature sources. The main contribution of this research is the integration of ecological principles in the context of children's worship as embodied in the HKBP Sunday School Handbook, updated annually.

Page 13 of 13 | Total Record : 130