cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Strategi Kreatif Iklan dan Brand Image Produk Minuman Happy Lemon di Instagram Tanudjaya, Clarissa Karen; Sukendro, Gregorius Genep
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15500

Abstract

Happy Lemon is a large beverage company that is growing and originating from Taiwan. It is essential for each company to introduce their products through an advertisement. In an advertisement besides having to have informative value, the advertisement must also have an interest for every individual who sees it, then a creative strategy will be needed in the formation of an advertisement. The design of creative strategies in the formation of advertisements is the main thing that needs to be achieved. The purpose of this observe is to give an explanation for how creative strategies are carried out in forming an advertisement on Instagram social media that can affect brand image. The researcher uses a qualitative research approach with qualitative descriptive methods. Data from the research results were obtained through commentary, interviews, and literature take a lool at. The consequences confirmed that Happy Lemon used a creative strategy in the formation of its advertisements on Instagram. One of the creative advertising strategies carried out by Happy Lemon is a creative message strategy, Happy Lemon packs messages in advertisements by holding Giveaway activities in their advertisements. Happy Lemon adalah perusahaan minuman besar yang berkembang serta berasal dari Taiwan. Setiap perusahaan penting untuk melakukan pengenalan produknya melalui sebuah iklan. Dalam sebuah iklan selain harus memiliki nilai yang informatif, iklan juga wajib memiliki ketertarikan bagi setiap individu yang melihatnya, maka strategi kreatif akan diperlukan dalam pembentukan sebuah iklan. Perancangan strategi kreatif dalam pembentukan iklan menjadi hal utama yang perlu untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuam mengungkapkan bagaimana strategi kreatif yang perlu untuk dilakukan dalam membentuk sebuah iklan di media sosial Instagram yang dapat berpengaruh terhadap brand image. Peneiliti memakai pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dari hasil penelitian diperoleh melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Happy Lemon menggunakan strategi kreatif dalam pembentukan iklannya di Instagram. Salah satu strategi kreatif iklan yang dilakukan oleh Happy Lemon adalah strategi kreatif pesan, Happy Lemon mengemas pesan dalam iklan  dengan mengadakan kegiatan giveaway dalam iklannya.
Strategi Humas dalam Menyebarkan Informasi Tentang Pelayanan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Oktaviani, Nadila Tasya; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15505

Abstract

Indonesia is still battling the Covid-19 virus until 2021, and even the government has implemented Community Activity Restrictions (PPKM) for this purpose. During the implementation of the Community Activity Restrictions (PPKM), many community activities were restricted and various regulations were set by the government. When the Community Activity Restrictions (PPKM) are enforced, there are additional requirements for those who are active outside the home. In terms of disseminating information about the development of Covid-19, vaccines and so on, social media is one of the effective platforms. Likewise with the Public Relations of the Regional Health Laboratory (Labkesda) which currently focuses on using social media to disseminate service information. The theory used in this research is the theory of public relations strategy by using the concept of P.E.N.C.I.L.S, social media. The results obtained from this study are first, the need for the right strategy in disseminating information to achieve the goal. Second, supporting aspects are needed in implementing a strategy. Third, social media is an effective medium for disseminating information about the services of the Regional Health Laboratory (Labkesda) of the Bangka Belitung Islands Province.   Indonesia masih terus berjuang melawan virus Covid-19 hingga tahun 2021. Dalam menyosialisasikan informasi tentang perkembangan Covid-19, vaksin dan sebagainya, media sosial adalah salah satu platform yang efektif. Begitu juga dengan Humas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang saat ini fokus dalam menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi pelayanan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, yakni metode yang berpijak pada fenomena yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kata dan bahasa dengan konteks khusus. Sedangkan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi public relation P.E.N.C.I.L.S pada media sosial. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pertama, perlunya strategi yang tepat dalam menyebarkan informasi untuk mencapai tujuan. Kedua, dibutuhkan aspek-aspek pendukung dalam melaksanakan sebuah strategi. Ketiga, media sosial merupakan media yang efektif untuk menyebarkan informasi tentang pelayanan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Analisis Pengaruh Influencer Marketing dan Perceived Trust terhadap Impulsive Buying Menantea Lavenia, Gabrielle; Erdiansyah, Rezi
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15523

Abstract

The digital world is very developed, so that business activities are required to adapt to the changes that occur. A unique way that can be done in this era is to use Influencer Marketing to market and promote a product. Jerome Polin as the Owner of Menantea uses Influencer Marketing to gain public trust, namely Perceived Trust. The community’s Perceived Trust arising from Influencer Marketing is carried out to increase spontaneous purchases by customers. The research was conducted to determine whether there is an effect of Influencer Marketing on Perceived Trust, the Perceived Trust on Impulsive Buying, and the effect of Influencer Marketing on Impulsive Buying through Perceived Trust. This research uses a quantitative method in the form of a survey. The research population is Menantea’s Instagram followers and Menantea’s buyer population with total sample of 100 respondents using simple random sampling. The theory used is Influencer marketing, Perceived Trust, and Impulsive Buying. The results of the research is Influencer Marketing has a significant effect on Perceived Trust, Perceived Trust has a significant effect on Impulsive Buying, and Influencer Marketing has a significant effect on Impulsive Buying through Perceived Trust Menantea products. Dunia digital sangatlah berkembang, sehingga kegiatan bisnis dituntut untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Cara unik yang dapat dilakukan di era ini adalah menggunakan Influencer Marketing guna memasarkan dan mempromosikan sebuah produk. Jerome Polin selaku Owner dari Menantea menggunakan influencer marketing untuk mendapat kepercayaan masyarakat atau perceived trust. Perceived trust masyarakat yang timbul akibat influencer marketing dilakukan untuk meningkatkan tindakan pembelian secara spontan oleh customers. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh influencer marketing terhadap perceived trust, lalu perceived trust terhadap impulsive buying, dan pengaruh Influencer marketing terhadap impulsive buying melalui perceived trust. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk survei. Populasi penelitian merupakan pengikut instagram Menantea dan populasi pembeli Menantea, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden secara simple random sampling. Teori yang digunakan adalah influencer marketing, perceived trust dan impulsive buying. Hasil penelitian menyatakan bahwa influencer marketing berpengaruh secara signifikan terhadap perceived trust, perceived trust berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying, dan influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying melalui Perceived Trust dari produk Menantea.
Pengaruh Endorsement Influencer Pada Produk Scarlett Whitening terhadap Minat Pembelian Angelica, Angelica; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15541

Abstract

At this time there are many ways to promote or advertise products to attract consumers. One of the methods used is endorsement and influencer. This was also done by Scarlett whitening who used the influencer Tasya Farasya. This study aims to analyze and identify the relationship between endorsements and influencers on buying interest in Scarlet Whitening products. The theory used in this study is the theory of buying interest which has 4 indicators, namely: transactional interest, referential interest, preferential interest and exploratory. Then the second theory is the influencer theory which has 5 indicators, namely: realability, knowledge, helpfulness, confidence, and articulation. And the last theory used in this study is the endorsement theory which has 4 indicators, namely: visibility, credibility, attraction, and power. This research approach is quantitative with correlational method which aims to see whether two variables are related to other variables. The data collection technique used is a questionnaire distributed to the research population, namely followers or followers of Tasya Farasya social media who use scarlet whitening products. The sample in this research is the influencer, Tasya Farasya. So through this research it can be concluded that people have an interest in buying a product because of the communication made by influencers on products that can be trusted. Di Saat ini banyak cara untuk melakukan promosi atau mengiklankan produk untuk memikat konsumen. Salah satu cara yang digunakan adalah endorsement dan influencer. Ini juga yang dilakuan oleh Scarlett whitening yang menggunakan influencer Tasya Farasya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi relasi antara endorsement maupun influencer terhadap minat beli produk Scarllet Whitening. Teori yang dipergunakan pada penelitian ini yaitu teori minat pembelian yang mempunyai 4 indikator yaitu : minat transaksional, minat refrensial, minat prefensial dan eksploratif. Lalu teori yang kedua ada teori influencer yang memiliki 5 indikator yaitu: realatability, knowledge, helpfulness, confidence, dan articulation. Serta teori terakhir yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu adalah   teori endorsement yang memiliki 4 indikator yaitu: visibility, credibility, attraction, dan power. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasional yang bertujuan untuk melihat apakah dua variable yang berhubungan dengan variable lainnya. Teknik pengumpulan data yang yang dipakai yaitu kuisioner yang disebarkan kepada populasi penelitian yaitu pengikut atau followers dari media sosial Tasya Farasya yang memakai produk scarlet whitening. Sample pada penilitian ini adalah influencer Tasya Farasya.  Maka melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat mempunyai minat beli terhadap suatu produk karena komunikasi yang dilakukan influencer pada produk yang dapat dipercaya.
Pengaruh Kredibilitas Raditya Dika terhadap Citra Merek Bibit Tasya, Tasya; Tamburian, H. H. Daniel
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15548

Abstract

Digital investment trends are increasingly in demand by millennials who are new to financial literacy. Bibit are here to help novice investors who just want to start investing. Bibit, which was built in 2019, has become the most downloaded mutual fund investment application on the Apps Store and Google Play with 1 million downloads in 2020. The formation of the Bibit brand image as the best and most trusted mutual fund investment application is carried out by using a brand ambassador. Bibit chose Raditya Dika to be the brand ambassador for the Bibit application. The credibility of a Raditya Dika is believed to be able to influence the public's perception of the Bibit brand image. This study examines the influence of Raditya Dika's credibility on the brand image of Bibit. The purpose of this quantitative research is to find out the influence of Raditya Dika's credibility on the Brand Image of Bibit through a survey method. The population used is 100 millennial generation respondents who are Instagram followers and Bibit users. The results found by the researchers stated that Raditya Dika's credibility on the brand image of Bibit had a significant influence.   Tren investasi digital semakin diminati oleh generasi milenial yang baru melek finansial. Bibit hadir untuk membantu investor pemula yang baru ingin memulai investasi tersebut. Bibit yang dibangun pada tahun 2019 menjadi aplikasi investasi reksadana paling banyak diunduh di Apps Store dan Google Play sebanyak satu juta pengunduh pada tahun 2020. Pembentukan citra merek Bibit sebagai aplikasi investasi reksadana terbaik dan terpercaya dilakukan dengan pemanfaatan brand ambassador. Bibit memilih Raditya Dika menjadi brand ambassador aplikasi Bibit. Kredibilitas seorang Raditya Dika dipercayai dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap citra merek Bibit. Penelitian ini meneliti pengaruh kredibilitas Raditya Dika terhadap Citra Merek Bibit. Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah mencari pengaruh kredibilitas Raditya Dika terhadap Citra Merek Bibit melalui metode survei. Populasi yang digunakan yaitu 100 responden generasi milenial yang menjadi pengikut Instagram dan pengguna Bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas Raditya Dika memengaruhi citra merek Bibit memiliki pengaruh yang signifikan.  
Pengaruh Komunikasi Pemasaran Disney+ Hotstar Indonesia Melalui Instagram terhadap Minat Pelanggan Oktaviani, Dristacia; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15560

Abstract

Video on Demand (VOD) is an entertainment service that is provided and can be accessed via the internet. Disney+ Hotstar is one of the most famous VOD site known in Indonesia. They market their service through Instagram to get customer interest. This research aimed to prove the correlation between Disney+ Hotstar marketing campaign through Instagram has any effect towards the interest of their customer. The theory that used in this research is New Media Function, AIDA Model, and Purchase Interest Aspect. This research is using a quantitative model research through survey methods. Questionnaire is given to 103 respondent with Likert Scaling that has been determined by Slovin's Formula with Simple Random Sampling. Data received then analyzed with Validity and Reliability Test, Simple Linear Regression Test, and Hypothesis Test. Data processed with IBM SPSS 20 is, known F count = 152,089 with significant level 0.00 <0,05 means the variable X has influence to variable Y. Known regression coefficient X 0.794, means every 1% addition the value of marketing communication, the value of customer interest increased to 0,794. The value of t count was 12,332 > t table 1,986, with this data we can see a positive influence from Disney+ Hotstar Indonesia marketing campaign through Instagram towards Customer Interest.   Video on Demand (VOD) merupakan layanan hiburan yang disediakan dan dapat diakses melalui internet. Salah satu layanan VOD yang cukup terkenal di Indonesia adalah layanan Disney+ Hotstar. Disney+ Hotstar menjalankan komunikasi pemasaran lewat Instagram untuk menarik minat pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi pemasaran Disney+ Hotstar melalui Instagram terhadap minat pelanggan. Penelitian ini dikaji dengan memaparkan fungsi media baru, model AIDA, serta aspek minat beli. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Kuesioner dibagikan kepada sejumlah responden dengan skala likert kepada sampel sejumlah 103 orang menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Setelah itu data dianalisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, uji analisis regresi linier sederhana, dan uji hipotesis. Hasil penelitian yang diolah menggunakan IBM SPSS 20, diketahui F hitung = 152,089 dengan level signifikansi yaitu 0,00 < 0,05 yang artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Selanjutnya, diketahui koefisien regresi X sebesar 0,794 menandakan bahwa setiap bertambahnya 1% nilai komunikasi pemasaran, nilai minat pelanggan naik sebesar 0,794. T hitung yang dihasilkan 12,332 > t tabel 1,986, yang menandakan bahwa terdapat pengaruh positif dari komunikasi pemasaran Disney+ Hotstar Indonesia melalui Instagram terhadap minat pelanggan.
Upaya Public Relations Pusbisindo dalam Mengampanyekan Penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia di Kalangan Masyarakat Mandasari, Rika; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15572

Abstract

The communication between hearing and deaf people often referenced as difficult because of the lack of knowledge in Indonesian Sign Language (Bisindo). The stigma in the society is one of the reasons why hearing people is not easy to communicate with the deaf. In daily basis, deaf in Indonesia use Bisindo to communicate. The society needs to know how to speak the sign language in general so that the deaf could live an accessible language everywhere they needed to. Pusbisindo is the organization to advocate and research that has a role to do the campaign of the sign language. This research aims to find out how the attempt of Pusbisindo’s public relations to campaign the use of Indonesian Sign Language in society. This research uses descriptive study with a study case. Researcher did a interview, documentation, and literature review to gather the datas. The concepts used are communications, public relations, nonprofit organization, nonverbal communication, and Indonesian Sign Language. The result of this research is about the public relations activity on the social media, or collaboration with external parties, so the communication process can be direct. Pusbisindo’s media relations often raises the theme of inclusiveness.   Komunikasi masyarakat dengar dengan teman Tuli seringkali masih terhambat karena keterbatasan pengetahuan mengenai Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Selain itu, stigma yang ada di masyarakat masih menjadi hambatan teman Tuli untuk mengakses komunikasi dengan mudah. Dalam kesehariannya, teman Tuli berkomunikasi dengan menggunakan Bisindo. Masyarakat luas perlu mengetahui penggunaan Bisindo secara umum untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang dapat diakses oleh teman Tuli. Pusbisindo sebagai wadah riset dan advokasi berperan dalam menyuarakan penggunaan Bisindo tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya public relations Pusbisindo dalam mengampanyekan penggunaan Bisindo di kalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui pengumpulan data, seperti wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, public relations, organisasi nirlaba, komunikasi nonverbal, dan Bahasa Isyarat Indonesia. Hasil penelitian ini mengenai kegiatan public relations Pusbisindo dalam mengampanyekan penggunaan Bisindo melalui kelas Bisindo dan kerja sama yang dilakukan Pusbisindo dengan lembaga-lembaga serta universitas dalam pengajarannya. Pusbisindo juga aktif dalam kerja sama untuk menjadi pembicara di seminar-seminar. Selain itu, kerja sama dengan media juga terjalin dengan baik, khususnya dengan media yang aktif dalam menyuarakan inklusifitas. Media sosial Facebook, Twitter, Instagram, chat messenger, dan website menjadi saluran komunikasi yang digunakan Pusbisindo untuk menjalin komunikasi langsung dengan khalayak luas, didukung oleh komunitas-komunitas Tuli dari mulut ke mulut dalam kegiatan publikasinya. Pusbisindo juga mengadakan kegiatan atau acara webinar maupun event besar dalam merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional.
Analisis Kampanye TikTok “BFI Senyum Ramadhan” Sebagai Pembangun Brand Awareness di BFI Finance Francesca, Molly; Utami, Lusia Savitri Setyo
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15576

Abstract

Today, many companies are turning to digital marketing. Promotions are also carried out through social media such as Tik Tok. Tik Tok as a social media is experiencing rapid development. According to statistics, there are 22.2 million active Tik Tok users in Indonesia. This makes Tik Tok a company promotion medium, one of which is the financing company BFI Finance. This company once held a Tik Tok campaign "BFI Smile Ramadhan" in an effort to build brand awareness. This research uses marketing communication theory, campaign concept, social media, and public relations. In this study, the research used a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out by in-depth interviews. Subjects to be interviewed include those from the Integrated Marketing Communication division of BFI Finance, followers of the Tik Tok @bfilir account and participants of the Tik Tok campaign "BFI Smile Ramadhan". The results of interviews with informants are that the campaign is one element of building brand awareness. Then, in building brand awareness, a good marketing strategy is needed. In this case market research is important to ensure a successful company campaign.   Seiring dengan perkembangan zaman, banyak perusahaan yang beralih ke pemasaran digital. Promosi pun dilakukan melalui media sosial seperti Tik Tok. Tik Tok sebagai media sosial mengakami perkembangan yang pesat. Melansir dari statistik ada 22,2 juta pengguna aktif Tik Tok di Indonesia. Hal ini membuat Tik Tok menjadi medium promosi perusahaan, salah satunya adalah perusahaan pembiayaan BFI Finance. Perusahaan ini yang sempat mengadakan kampanye Tik Tok “BFI Senyum Ramadhan” dalam usaha membangun brand awareness. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasaran, konsep kampanye, media sosial, serta public relations. Pada penelitian ini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Subjek yang akan diwawancarai diantaranya dari divisi Integrated Marketing Communication BFI Finance, pengikut akun Tik Tok @bfilancar dan peserta kampanye Tik Tok “BFI Senyum Ramadhan”. Hasil dari wawancara dengan para informan adalah, kampanye adalah salah satu elemen membangu brand awareness. Lalu, dalam membangun brand awareness dibutuhkan strategi pemasaran yang bai. Dalam hal ini riset pasar penting untuk menjamin kampanye perusahaan yang sukses.
Studi Komparasi Konten Tiktok Dokter Tentang Kesehatan (Analisis Konten Tiktok Dokter @tirtacipeng dan @farhanzubedi) Indrawan, Sanrio; Azeharie, Suzy
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15578

Abstract

With the growing use of technology and social media today. Health professionals also take this opportunity to use the TikTok application as a forum for delivering information about health. Of the various doctors who use TikTok as a channel for disseminating information, there are characteristics or differences of each in the way the information is delivered in the form of content. Therefore, this study wants to examine how the differences in the delivery of messages made between @tirtacipeng and @farhanzubedi in the form of content related to health content. The purpose of the study was to find out the difference in content delivered by doctor Tirta and doctor Farhan Zubedi through a TikTok account. This research was conducted with a qualitative descriptive approach using AIDA theory, through content observation, literature study, and documentation as well as interviews with a doctor's justifier to clarify the truth. The results found that doctor Farhan's content attracts more attention and also gets more responses, compared to Tirta's doctor's content. The main difference can be seen from the delivery of information used by Doctor Farhan dominantly using audiovisual or the use of images with the concept of storytelling to illustrate the situation in accordance with the information being conveyed, while Doctor Tirta is more dominant using verbal in explaining the information and presenting journals, articles, or doctor's references as a reference. proof of the validity of the information. Dengan berkembangnya penggunaan teknologi dan media sosial saat ini. Tenaga ahli kesehatan pun menggunakan kesempatan ini untuk menggunakan aplikasi TikTok sebagai wadah penyampaian informasi tentang kesehatan. Dari berbagai dokter yang menggunakan TikTok sebagai saluran penyebaran informasi, terdapat karakteristik atau perbedaan masing-masing pada cara penyampaian informasinya yang dikemas dalam bentuk konten. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengkaji bagaimana perbedaan penyampaian pesan yang dibuat antara @tirtacipeng dan @farhanzubedi dalam bentuk konten terkait konten kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan konten yang disampaikan oleh dokter Tirta dan dokter Farhan Zubedi melalui akun TikTok. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori AIDA, melalui observasi konten, studi pustaka, dan dokumentasi serta wawancara dengan justifikator seorang dokter untuk mengklarifikasi kebenarannya. Hasil yang ditemukan adalah konten dokter Farhan lebih menarik perhatian dan juga lebih mendapatkan banyak respon, dibandingkan dengan konten dokter Tirta. Perbedaan utamanya terlihat dari penyampaian informasi yang digunakan oleh dokter Farhan dominan menggunakan audiovisual atau penggunaan gambar dengan konsep storytelling untuk mengilustrasikan keadaan sesuai dengan informasi yang sedang disampaikan, sedangkan dokter Tirta lebih dominan menggunakan verbal dalam menjelaskan informasinya serta menyajikan jurnal, artikel, atau referensi dokter sebagai bukti kevalidan informasinya.
Pengaruh Citra Merek Hand Sanitizer Antis terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Frissyla, Travela; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15581

Abstract

The limited space for washing hands is one of the main factors why people rely heavily on hand sanitizers. Hand sanitizers are much sought after because they are easy to use, very practical, and can be carried around. The purpose of the study was to see the influence of the brand image of a hand sanitizer company Antis on purchasing decisions made by Tarumanagara University students, precisely at the Faculty of Communication Science. This study uses brand image theory (variable X) and purchase decision theory (variable Y). In this study, a quantitative research methodology was used in which data was collected using questionnaires to 91 respondents. Purposive sampling technique was used for sampling. Respondents of this study were students of the Faculty of Communication, Tarumanagara University. From the research results obtained linear regression with a significance level of 0.001 < 0.05, which states that there is an influence between brand image on purchasing decisions for Antis hand sanitizer products. The conclusion is that there is an impact between brand image on purchasing decisions for Antis hand sanitizers by students of the Faculty of Communication Sciences, Tarumanagara University. Terbatasnya tempat untuk mencuci tangan menjadi salah satu faktor utama mengapa masyarakat sangat mengandalkan adanya hand sanitizer. Hand sanitizer banyak dicari karena karena sifatnya yang mudah digunakan, sangat praktis, dan bisa dibawa-bawa. Tujuan penelitian adalah melihat adanya pengaruh citra merek yang dimiliki sebuah perusahaan hand sanitizer Antis  terhadap keputusan pembelian yang dilakukan mahasiswa Universitas Tarumanagara tepatnya pada Fakultas Ilmu Komunikasi. Penelitian ini menggunakan teori citra merek (variabel X) dan teori keputusan pembelian (variabel Y). Dalam penelitian ini digunakan metodologi penelitian kuantitatif yang pengumpulan datanya menggunakan kuisioner kepada 91 responden. Teknik purposive sampling digunakan untuk penarikan sampel. Responden  penelitian ini merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Dari hasil penelitian diperoleh regresi linear dengan taraf signifikansi 0.001 < 0.05, yang menyatakan adanya pengaruh antara citra merek terhadap keputusan pembelian produk hand sanitizer Antis. Kesimpulan didapatkan bahwa adanya dampak antara citra merek terhadap keputusan pembelian hand sanitizer Antis oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara.