cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Gambaran Gaya Hidup Remaja Yang Mengonsumsi Konten Budaya Pop Korea di Youtube Yang, Angelina Elni; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21310

Abstract

Korean pop culture or Hallyu is growing rapidly, including in Indonesia. The majority of Korean pop culture fans in Indonesia come from teenagers aged 12-20 years. It is also during adolescence that an individual forms and seeks their identity, one of which is by imitating what they see. Increasingly sophisticated technology facilitates more and more new media content for teenagers to use as a reference in building a lifestyle, one of which is on YouTube. The purpose of this study is to find and describe how the lifestyles of mid-teens aged 14-17 years are exposed to Korean pop culture content on YouTube. In the Uses and Gratification Theory, youth as audiences are seen as active audiences who can choose for themselves what content they want to consume and how exposure to this content has implications for their lifestyle. This study uses a qualitative research approach with phenomenological methods. The research data were obtained through interviews and observations of six informants, documentation and literature studies. The results of this study state that with their motivation and needs, teenagers use selective attention to choose the content they want to watch. The response given by teenagers to the same content also depends on the perspective of each individual. That response is reflected in the activities, interests and opinions of adolescents and shapes their lifestyle. Budaya pop Korea atau Hallyu berkembang sangat pesat secara global, termasuk di Indonesia. Mayoritas penggemar budaya pop Korea di Indonesia datang dari remaja berusia 12-20 tahun. Pada masa remaja jugalah seorang individu membentuk dan mencari jati diri mereka, salah satunya dengan meniru apa yang mereka lihat. Teknologi yang kian canggih memfasilitasi semakin banyak konten new media untuk remaja jadikan sebagai referensi dalam membangun gaya hidup, salah satunya di YouTube. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana gaya hidup remaja pertengahan usia 14-17 tahun yang diterpa konten-konten budaya pop Korea di YouTube. Dalam Teori Uses and Gratification, remaja sebagai audiens dilihat sebagai khalayak aktif yang dapat memilih sendiri konten apa yang ingin mereka konsumsi dan bagaimana terpaan konten tersebut berimplikasi pada gaya hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan wawancara dan observasi pada enam informan, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dengan dorongan motivasi dan kebutuhannya, para remaja menggunakan selective attention untuk memilih konten yang ingin mereka tonton. Respon yang diberikan remaja pada konten yang sama juga bergantung pada perspektif masing-masing individu. Respon itu tercermin dalam aktivitas, minat dan opini remaja dan membentuk gaya hidup mereka.
Strategi Komunikasi Cakra Abhipraya Responsif di Instagram dalam Mengajak Gen Z pada Program Kemanusiaan Tesalonika, Marcela; Junaidi, Ahmad
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21312

Abstract

It is undeniable that the natural disasters that occurred in Indonesia caused so many negative impacts on the lives of the people who were affected. After a natural disaster, many people took part in helping the authorities on duty. One of the non-profit organizations engaged in the field of humanitarian volunteers is Responsive Abhipraya Cakra. The purpose of this study was to find out how the communication strategy used by Cakra Abhipraya was Responsive in inviting Gen Z to humanitarian programs. This research was carried out because there has been no research that discusses the concept of a non-profit social organization communication strategy that works for humanitarian programs on social media. Theories or concepts applied to this research are communication strategy, social media, Instagram and organizational communication. The research uses a descriptive qualitative approach as well as a case study research method. Data from the results of this study were obtained based on participant observation, documentation and the results of unstructured interviews with four sources. The results of the study stated that the communication strategy was carried out by packaging content that contained good and informative messages, and knowing which media channels were more frequently used by the audience. Bencana alam yang terjadi di Indonesia menimbulkan begitu banyak dampak negatif bagi kehidupan masyarakat yang terdampak. Pasca bencana alam, banyak pihat turut serta membantu pihak berwenang yang bertugas, salah satu organisasi non-profit yang bergerak di bidang relawan kemanusiaan adalah Cakra Abhipraya Responsif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan Cakra Abhipraya Responsif dalam mengajak Gen Z pada program kemanusiaan. Penelitian ini dilaksanakan karena belum terdapat penelitian yang membahas konsep strategi komunikasi organisasi sosial bersifat non- profit yang bergerak untuk program kemanusiaan di media sosial. Teori atau konsep yang dikenakan pada penelitian adalah strategi komunikasi, media sosial, Instagram serta komunikasi organisasi. Penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif juga metode penelitian studi kasus. Data dari hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan observasi partisipan, dokumentasi dan hasil wawancara tidak ter-struktur dengan empat narasumber. Hasil penelitian menyatakan bahwa strategi komunikasi dilakukan dengan cara mengemas konten yang berisikan pesan secara baik dan informatif, serta mengetahui saluran media yang lebih sering digunakan oleh para khalayak.
Representasi Standar Kecantikan Wanita di Media Sosial Instagram @springsummerstyle Garcia, Giorgiana; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21313

Abstract

In this modern age, Instagram is used as a platform to convey messages about female beauty ideals.These messages are conveyed through visual imagery. The Instagram account @Springsummerstyle visualizes the ideal representation of female beauty. This survey questions the depiction of beauty on the @Springsummerstyle Instagram account. In the midst of this phenomenon, the media is offering beauty standards with a physical beauty orientation. This work uses a text analysis approach with Roland Barthes' semiotic concepts, including signifiers, meanings and mythological meanings, to define signs in @Springsummerstyle download. The data collection techniques used by the authors are interviews and documentation. Using a qualitative approach, this study shows how @Springsummerstyle presents standards of beauty. That is, a woman should have an ideal height and figure: slim, flat stomach, not fat, etc. Di zaman modern ini, Instagram digunakan sebagai platform untuk menyampaikan pesan tentang standar kecantikan wanita. Pesan-pesan ini disampaikan melalui gambar visual. Representasi kecantikan ideal perempuan divisualisasikan oleh akun Instagram @Springsummerstyle. Penelitian ini menyoal representasi kecantikan pada akun Instagram @Springsummerstyle. Di tengah fenomena tersebut, media menawarkan standar kecantikan dengan orientasi kecantikan fisik. Karya ini menggunakan pendekatan analitik tekstual dengan konsep semiotik Roland Barthes yang mencakup penanda, makna, dan makna mitos untuk mendefinisikan karakter dalam unggahan @Springsummerstyle. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah wawancara dan juga dokumentasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menampilkan bagaimana @Springsummerstyle menampilkan standar kecantikan yaitu bahwa wanita harus memiliki tinggi dan bentuk tubuh yang ideal, yaitu ramping, perut rata, tidak berlemak, dan lainnya.
Perilaku Solidaritas Penggemar ARMY (Studi Kasus BTS Meal) Agatha, Theofillia; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21316

Abstract

The emergence of Korean Pop culture is getting easier for us to access, especially because of technological advances around us. The emergence of boy/girl band groups is the result of K- Pop culture itself. Not a few teenagers who idolize several boy/girl band groups from Korea. This study discusses the solidarity behavior of fans of the South Korean boyband, Bangtan Boys or "BTS". The purpose of this research is to be able to describe the process of fandom activity related to fan solidarity behavior in the Brand Collaboration McDonald's X BTS: BTS Meal. This study uses several theories and concepts such as Marketing Communication, Collaboration Branding (Co-Branding), and Fandom Activity. This study uses a qualitative research approach with a case study method. Research data were obtained through interviews and observations, with three informants, documentation and literature studies. The results of this study state that ARMY in Indonesia has very high enthusiasm in welcoming the BTS Meal collaboration product. The solidarity activity that emerged in the BTS Meal phenomenon was motivated by ARMY's gratitude and respect for online drivers who helped enliven the BTS Meal event by willingly standing in line for hours. The existence of a solidarity movement through raising donations by ARMY in Indonesia has become a fandom culture for them. Budaya Korean Pop semakin mudah diakses terlebih karena kemajuan teknologi. Kemunculan boy/girl grup band merupakan hasil dari kebudayaan K-Pop sendiri. Tidak sedikit remaja yang mengidolakan beberapa boy/girl grup band asal Korea tersebut. Penelitian ini membahas mengenai perilaku solidaritas penggemar boyband asal Korea Selatan, Bangtan Boys atau “BTS”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses fandom activity terkait perilaku solidaritas penggemar dalam Brand Collaboration McDonald’s X BTS: BTS Meal. Penelitian ini menggunakan beberapa teori dan konsep seperti komunikasi pemasaran, collaboration branding (Co- Branding), serta fandom activity. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan wawancara dan observasi dengan tiga informan, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ARMY di Indonesia memiliki antusias yang sangat tinggi dalam menyambut produk kolaborasi BTS Meal. Kegiatan solidaritas yang muncul dalam fenomena BTS Meal dilatarbelakangi oleh rasa terima kasih dan respect ARMY terhadap sopir aplikasi online (driver ojek online) yang turut meramaikan event BTS Meal dengan rela mengantre selama berjam-jam. Adanya gerakan solidaritas melalui penggalangan donasi oleh ARMY di Indonesia sudah menjadi suatu budaya fandom.
Pengungkapan Diri Transgender dalam Drama Korea (Analisis Naratif Itaewon Class) Christa, Vanessa; Azeharie, Suzy S.
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21317

Abstract

Transgender is a subculture that exists in society. The presence of transgender people in society is something that cannot be denied and is still a controversial issue because of the notion that transgender is behavior that violates the rules of sex classification. This makes transgender people vulnerable to discrimination and violence, making it difficult for transgender groups to express themselves. Currently, transgender issues are often used in the storyline of a television show. One of the television shows that raises the issue of LGBT, especially transgender in its storyline, is a Korean drama entitled Itaewon Class which carries transgender issues. This Korean drama was released in early 2020 and aired through a streaming media service, namely Netflix. This study aims to determine the self-disclosure process of the character Ma Hyeon Yi in the Korean drama Itaewon Class. The theory used in this study is the self-disclosure theory and the silent group theory. The author collects data by making observations, conducting in-depth interviews with sources, documentation and literature studies. The author conducted research using a qualitative approach method and a narrative analysis method according to Tzvetan Torodov which divides the narrative into three parts, beginning, middle and end plot. In the Korean drama Itaewon Class, Ma Hyeon Yi experiences four levels that measure the depth of self-disclosure, namely clichés, facts, opinions, and feelings. In the process of self-disclosure, Ma Hyeon Yi experienced two obstacles and transgender as a silent group was found in one scene.   Transgender merupakan salah satu subkultur yang ada di tengah masyarakat. Kehadiran transgender dalam masyarakat merupakan hal yang tidak dapat ditolak dan masih menjadi isu kontroversial karena anggapan bahwa transgender merupakan perilaku yang melanggar aturan klasifikasi jenis kelamin. Hal tersebut menyebabkan transgender rentan menghadapi diskriminasi dan kekerasan, sehingga kelompok transgender sulit melakukan pengungkapan diri. Saat ini, isu transgender sering digunakan dalam alur cerita sebuah tayangan televisi. Salah satu tayangan televisi yang mengangkat isu LGBT khususnya transgender dalam alur ceritanya adalah drama Korea berjudul Itaewon Class yang membawa isu transgender. Drama Korea ini rilis pada awal tahun 2020 dan ditayangkan melalui layanan media streaming yaitu Netflix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengungkapan diri tokoh Ma Hyeon Yi dalam drama Korea Itaewon Class. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori pengungkapan diri dan teori kelompok bungkam. Penulis mengumpulkan data dengan melakukan observasi, melakukan wawancara mendalam dengan narasumber, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penulis melakukan penelitian dengan metode pendekatan kualitatif dan metode analisis naratif menurut Tzvetan Torodov yang membagi narasi ke dalam tiga bagian alur awal, tengah dan akhir. Dalam drama Korea Itaewon Class, Ma Hyeon Yi mengalami empat tingkatan yang mengukut kedalaman pengungkapan diri yaitu klise, fakta, opini, dan perasaan. Dalam proses pengungkapan diri, Ma Hyeon Yi mengalami dua kendala dan transgendersebagai kelompok bungkam ditemukan pada satu adegan.
Digital Personal Branding dalam Membentuk Kredibilitas Content Creator Yovelin, Very; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21330

Abstract

This research will explore digital personal branding through the social media Instagram @verencialaw. Verencia Law is a fashion, beauty, lifestyle content creator from Tangerang, Indonesia and has more than 70,000 followers. The author wants to explore Verencia Law's digital personal branding and credibility on Instagram. The theory used is Peter Montoya's theory regarding the 8 laws of personal branding and the theory of source credibility. Qualitative research approach, netnographic research method, the research subject is content creator Verencia Law and the research object is digital personal branding on the Instagram account @verencialaw. Methods of data collection using observation, documentation, online data review, and literature studies. Data analysis techniques are data reduction, presentation, and conclusion drawing, and the validity of the data is done by triangulation. The results of this study suggest that Verencia Law fulfills the eight personal branding concepts and fulfills the three components of source credibility. In addition, these two theories are still relevant to use in building digital personal branding and credibility. Penelitian ini akan mengeksplorasi digital personal branding akun media sosial Instagram @verencialaw. Verencia Law merupakan content creator fashion, beauty, lifestyle asal Tangerang, Indonesia, dan memiliki pengikut melebihi 70.000 orang. Penulis ingin mengulik digital personal branding dan kredibilitas Verencia Law di Instagram. Teori yang digunakan adalah teori Peter Montoya mengenai delapan hukum personal branding dan teori kredibilitas sumber. Pendekatan penelitian kualitatif,metode penelitian etnografi, subjek penelitian yaitu content creator Verencia Law dan objek penelitian adalah digital personal branding pada akun Instagram @verencialaw. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, tinjauan data online, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data adalah reduksi, penyajian, dan penarik kesimpulan data, serta keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Verencia Law memenuhi delapan konsep personal branding dan memenuhi tiga komponen kredibilitas sumber. Selain itu, kedua teori tersebut masih relevan digunakan dalam membentuk digital personal branding dan kredibilitas.
Framing Pada Media Daring Kompas.com dan Tempo.co Terhadap Pemberitaan Isu Konsorsium 303 Kasus Ferdy Sambo Adinda, Sheren; Azeharie, Suzy S.
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21344

Abstract

Online media is a part of online journalistic products in the form of reporting facts or events that are spread via the internet. This research is to find out the framing carried out by Kompas.com and Tempo.co to see the implementation of the journalistic code of ethics in making news and also to find solutions to restore the public's trust to the police. Reporting on the issue of the 303 consortium in the Ferdy Sambo case. Qualitative research methodology was conducted to collect data obtained through interviews, observations and other information obtained using literature. The analytical method used is the framing analysis method from Robert N. Entman. Several matters related to the two online media support the Indonesian National Police in thoroughly investigating the 303 consortium issue and presenting experts and the police as sources to balance the news. A journalist can serve the right of reply and the right of correction proportionally in accordance with the journalistic code of ethics and high police officer must be brave, committed and firm in taking risks against police officers that broken the rules. Media daring merupakan bagian dari produk jurnalistik daring yang berbentuk pelaporan  fakta atau peristiwa yang disebarkan melalui internet. Penelitian ini untuk mengetahui framing yang dilakukan oleh Kompas.com dan Tempo.co untuk melihat implementasi kode etik jurnalistik dalam membuat berita dan juga mencari tahu solusi dalam mengembalikan kepercayaan publik kepada pihak kepolisian. Pemberitaan mengenai isu konsorsium 303 dalam kasus Ferdy Sambo. Metodologi penelitian kualitatif dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang didapat melalui wawancara, observasi serta informasi lain yang didapat dengan menggunakan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis framing dari model Robert N. Entman. Beberapa hal terkait kedua media daring mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mengusut tuntas isu konsorsium 303 dan menampilkan pakar maupun pihak kepolisian sebagai narasumber untuk membuat berita menjadi seimbang. Seorang wartawan dapat melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional sesuai dengan kode etik jurnalistik dan para pejabat tinggi kepolisian harus berani, berkomitmen dan tegas dalam mengambil resiko terhadap oknum polisi.
Gaya Komunikasi Pimpinan dalam Memotivasi Karyawan di Perusahaan Consumer Goods Ni, Chien; Oktavianti, Roswita
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21365

Abstract

A company or organization needs a leader who is responsible for work motivation and employee performance. The right communication style will motivate someone to be able to excel, whether the employee is successful or not at work. PT XYZ is a consumer goods company that pays great attention to maintaining the motivation of its employees. This study uses several theories, namely communication theory, organizational communication, leadership communication style and motivation. This research uses a descriptive method. To complete this research, conducted in-depth interviews with three informants, namely the CEO of the learning & development division, the head of managerial leadership development and the head of functional development. And also the researcher conducted cross-interviews with triangulation of sources who were subordinates to the informants. This research concludes that the communication style applied in the Learning & Development Division of PT XYZ is a decentralized and democratic style. This communication style leads to The Equalitarian Style. Leaders in this division provide opportunities for every employee to express ideas and opinions in a relaxed manner. Suatu perusahaan atau organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang bertanggung jawab dalam memberikan motivasi kerja dan menilai kinerja karyawan. Gaya komunikasi yang tepat akan memotivasi seseorang untuk dapat berprestasi, dan menentukan keberhasilan karyawan dalam bekerja. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan consumer goods yang memiliki atensi tinggi dalam menjaga motivasi kayawannya. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi, komunikasi organisasi, gaya komunikasi pimpinan dan motivasi. Penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif. Peneliti melakukan wawancara mandalam kepada tiga narasumber yaitu CEO divisi learning & development, head of managerial leadership development, dan head of functional development. Peneliti melakukan wawancara silang dengan triangulasi sumber yang merupakan bawahan dari narasumber tersebut. Penelitian ini disimpulkan bahwa gaya komunikasi yang diterapkan di Divisi Learning & development PT XYZ adalah gaya desentralisasi dan demokrasi. Gaya komunikasi ini mengarah pada The Equalitarian Style. Pimpinan dalam divisi ini memberikan kesempatan kepada setiap karyawan dapat mengungkapkan ide dan pendapat secara rileks.
Konstruksi Stasiun Televisi TV One terhadap Kasus Pembunuhan Brigadir J Gunarso, Kyla Malicckha Putri; Yoedtadi, Muhammad Gafar
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21481

Abstract

Television news is the fastest report on the latest facts, events, phenomena, or ideas that are trusted and can attract the public's attention to dig up important information through the media. One of the controversial cases that are currently being discussed by people from various groups in Indonesia is the case of the premeditated murder of Brigadier J by Ferdy Sambo. TvOne is the first television station in Indonesia that has the opportunity to be inaugurated from the Presidential Palace of the Republic of Indonesia on February 14, 2008. This research has a goal, namely to find out the construction of objectivity on the news of the murder of Brigadier J on TvOne. Objectivity according to McQuail is the action or special treatment of a journalist in the media to process and present news. Construction of reality is the scope of dissemination of information that is carried out very quickly and on a large or wide scale and can be accepted by the community simultaneously. The framing analysis model according to William A. Gamson is a scheme or procedure that originates from media discourse on an event that is being hotly discussed or is becoming an issue in society that is packaged in a structured and fact-based manner. In reporting on the murder of Brigadier J, TvOne tries to be a neutral party and does not take sides with anyone, it is evident from all the reports that present various sources who are given the freedom to express opinions or convey statements explaining what happened in this case. Berita televisi merupakan laporan tercepat mengenai fakta, kejadian, fenomena, atau ide terbaru yang terpercaya dan bisa menarik perhatian masyarakat untuk menggali informasi penting melalui media tersebut. Salah satu kasus kontroversial yang saat ini tengah menjadi perbincangan masyarakat dari berbagai jenis kalangan di Indonesia adalah kasus pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo. TvOne merupakan stasiun televisi pertama di Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk diresmikan dari Istana Presiden Republik Indonesia pada tanggal 14 Februari 2008. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui konstruksi objektivitas berita pembunuhan Brigadir J di TvOne. Objektivitas menurut McQuail merupakan tindakan atau perlakuan khusus dari seorang wartawan dalam media untuk memproses dan menyajikan berita. Konstruksi realitas adalah lingkup penyebaran informasi yang dilakukan dengan sangat cepat dan secara besar atau luas serta dapat diterima oleh masyarakat secara serempak. Model Analisis framing menurut William A. Gamson adalah sebuah skema atau prosedur yang berasal dari wacana media terhadap suatu peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan atau sedang menjadi isu ditengah masyarakat yang dikemas secara terstruktur dan berdasarkan dari fakta. Pada pemberitaan kasus pembunuhan Brigadir J TvOne mencoba untuk menjadi pihak yang netral dan tidak memihak siapapun, terbukti dari semua pemberitaannya menghadirgan berbagai narasumber yang diberi kebebasan dalam berpendapat atau menyampaikan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan kejadian pada kasus ini.
Konten Review Film, Kualitas Informasi dan Minat Menonton Film Sutandi, Felicitas Velin; Erdiansyah, Rezi
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21509

Abstract

The current growth of the film industry continues to increase, which means that film production houses must be able to attract the attention of consumers so that it is commensurate with the costs incurred and the hard work done. Review content on social media, especially TikTok, is one of the determining factors in the high interest in watching the community. Against this background, this study aims to determine the effect of exposure to film review content and the quality of information on the TikTok @kepinhelmy account on interest in watching films. This research is quantitative using a survey method. Samples were taken from 100 respondents using the Slovin formula, and based on nonprobability sampling techniques. Primary data was collected with a Likert scale questionnaire 1-5. Data processing used is multiple linear regression technique and hypothesis testing using SPSS 25 for windows. From the test obtained valid and reliable results. Multiple regression tests and hypothesis testing show that the results of Ha1 and Ha2 are acceptable, so it can be concluded that there is an influence between exposure to film review content and the quality of information on the TikTok @kepinhelmy account on interest in watching a film. Pertumbuhan industri film saat ini terus meningkat yang membuat rumah produksi film harus bisa menarik perhatian konsumen agar sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dan kerja keras yang dilakukan. Konten review pada media sosial terkhususnya TikTok menjadi salah faktor penentu dalam tingginya minat menonton masyarakat. Dengan latar belakang hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten review film dan kualitas informasi di akun TikTok @kepinhelmy terhadap minat menonton film. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode survei. Sampel diambil dari 100 responden dengan menggunakan rumus Slovin, dan berdasarkan teknik nonprobability sampling. Data primer dikumpulkan dengan kuesioner skala likert. Pengolahan data yang digunakan adalah teknik regresi linier berganda serta pengujian hipotesis memakai SPSS 25 for windows. Dari pengujian didapatkan hasil valid dan reliabel. Uji regresi berganda dan pengujian hipotesis memperlihatkan hasil Ha1 dan Ha2 dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara terpaan konten review film dan kualitas informasi di akun TikTok @kepinhelmy terhadap minat menonton sebuah film.