cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Strategi Komunikasi Caster dalam Era Digital di Dunia Esports Tuwendi, William Alexander; Sari, Wulan Purnama; Salman, Doddy
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21519

Abstract

Electronic sports or esports, especially in Indonesia, have been recognized as one of the national sports branches and are included in Law No. 3/2005 concerning the National Sports System. With the increase in esports in Indonesia, more and more people are aiming for jobs in the world of esports, not only as pro players, but one of them is as a shoutcaster. Shoutcaster or better known as caster, has an important role, namely the duty to comment on and describe every situation in the match. Even though many already know what a caster does, there are still many people who don't know about caster's communication strategy. The purpose of this research is to find out caster's communication strategy in the world of esports. Researchers use communication theory, communication strategy, esports, and commentators. This study used qualitative research methods. The result of this research is that caster conveys messages according to the execution and the form of the contents using redundancy methods and informative methods. caster uses the media as an intermediary to communicate with the audience online. Barriers experienced by caster, such as physical barriers, semantic and psycho-social barriers still occur frequently. Electronic sports atau esports khususnya di Indonesia sudah diakui sebagai salah satu cabang olahraga nasional dan masuk dalam Undang- Undang No.3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Dengan Meningkatnya esports di Indonesia semakin banyak orang yang mengincar pekerjaan didalam dunia esports bukan hanya sebagai pro player melainkan salah satunya adalah sebagai shoutcaster. Shoutcaster atau yang lebih dikenal dengan caster, memiliki peranan penting yaitu bertugas untuk mengomentari dan menggambarkan setiap situasi dalam pertandingan. Meskipun sudah banyak yang sudah mengetahui apa saja yang dilakukan oleh seorang caster, namun masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana strategi komunikasi caster. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi caster dalam dunia esports. Peneliti menggunakan teori komunikasi, strategi komunikasi, esports, dan komentator. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah caster menyampaikan pesan menurut pelaksanaan dan bentuk isinya menggunakan metode redundancy dan metode informatif. Caster menggunakan media sebagai perantara untuk berkomunikasi dengan penonton secara online. Adanya hambatan yang dialami oleh caster, seperti hambatan secara fisik, hambatan semantic dan psiko-sosial pun masih sering terjadi.
Komunikasi Antarpribadi Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Anak Berkebutuhan Khusus Mustika, Yolanda Aileen; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21614

Abstract

Communication that occurs between parents and children is the biggest factor that has the potential to have a major influence on the progress of children's learning achievements. Interpersonal communication is a type of communication in which everyone exchanges feelings, thoughts, emotions and other information directly. Communication is an interactive process that is needed by everyone. But in reality, not all communication runs effectively because of various obstacles in conveying messages, especially if the communicant in the communication process is a child with special needs. Establishing a communication process with children with special needs requires skills, especially for parents to communicate. One way to communicate with children with special needs is to apply an interpersonal communication model. This research has a goal focus to find out what kind of interpersonal communication is given by parents who have children with special needs, to instill confidence in achieving an achievement. The method applied in this research is a descriptive and qualitative research method. Parents with children who have special needs (Deaf Friends) with minimum achievements at the district level as research subjects. The results of this study prove that the subject effectively applies interpersonal communication to encourage high achieving children. Efforts have been made by parents to maximize interpersonal communication with children with special needs to develop their abilities, namely by implementing interpersonal communication as much as possible so that it has an effect on attitudes of openness, empathy, supportive, and positive behavior, similarities and methods of self-development such as training methods and increase self-confidence in children. Komunikasi yang terjadi antar orang tua dan anak merupakan faktor terbesar yang berpotensial memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan prestasi belajar anak. Komunikasi interpersonal merupakan jenis komunikasi dimana setiap orang bertukar perasaan, pikiran, emosi, dan informasi lainnya secara langsung. Komunikasi merupakan proses interaktif yang dibutuhkan oleh setiap orang. Namun pada kenyataannya, tidak semua komunikasi berjalan efektif karena berbagai hambatan dalam menyampaikan pesan, terutama jika komunikan dalam proses komunikasi tersebut adalah anak berkebutuhan khusus. Menjalin proses komunikasi dengan anak berkebutuhan khusus memerlukan keterampilan, khususnya bagi orang tua untuk berkomunikasi. Salah satu caranya untuk berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus adalah dengan menerapkan model komunikasi interpersonal. Penelitian ini memiliki fokus tujuan untuk mengetahui komunikasi antarpribadi seperti apa yang diberikan para orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus, untuk menanamkan rasa percaya diri dalam meraih sebuah prestasi. Metode yang diaplikasikan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan kualitatif. Orang tua dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus (Teman Tuli) dengan prestasi minimal tingkat kabupaten selaku subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa subjek efektif menerapkan komunikasi antarpribadi untuk mendorong anak berprestasi. Usaha yang telah dilakukan oleh orang tua demi memaksimalkan komunikasi antarpribadi dengan anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemampuan dirinya, yaitu dengan menerapkan komunikasi antarpribadi semaksimal mungkin sehingga berefek kepada sikap terbukaan, empati, supportive, dan berperilaku positif, kesamaan dan metode pengembangan diri seperti metode pelatihan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam diri anak-anak.
Cover Koneksi Vol 7 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.23095

Abstract

Cover Koneksi Vol 7 No 1
Front Matters Koneksi Vol 7 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.23096

Abstract

Front Matters Koneksi Vol 7 No 1
Back Matters Koneksi Vol 7 No 1 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.23097

Abstract

Back Matters Koneksi Vol 7 No 1
Studi Komunikasi Nonverbal dan Makna Stiker pada Aplikasi Whatsapp bagi Generasi Z: Rahmawati, Dea Indi; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21286

Abstract

Sticker is a symbol that becomes a sign of expression feelings in messages sent via messaging apps. This study aims to explain and describe the function stickers in nonverbal communication and the meaning of stickers in applications Whatsapp among generation Z. The theory underlying the analysis in this study is the theory of interactionism symbolic. The type of research used is descriptive qualitative method phenomenology among generation Z users of the Whatsapp application sticker feature. The results of this study explain the use of stickers as symbols in nonverbal communication to convey the meaning and function of the message the use of stickers in indirect communication. Conclusion in this study, namely the use of the sticker feature on the Whatsapp application is important because it can emphasize the meaning of the verbal message and facilitate the sender or the recipient of the message expresses the message nonverbally without communication direct. Stiker adalah suatu simbol yang menjadi tanda dalam mengekspresikan sebuah perasaan pada suatu pesan yang dikirimkan melalui aplikasi perpesanan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan fungsi dari stiker dalam komunikasi nonverbal dan makna dari stiker pada aplikasi WhatsApp di kalangan Generasi Z. Teori yang melandasi analisis pada penelitian ini yaitu teori interaksionisme simbolik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi pada kalangan generasi Z pengguna fitur stiker aplikasi WhatsApp. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai penggunaan stiker sebagai simbol dalam komunikasi nonverbal untuk menyampaikan makna pesan dan fungsi penggunaan stiker dalam melakukan komunikasi tidak langsung. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu penggunaan fitur stiker dalam aplikasi WhatsApp adalah penting karena dapat menekankan makna pesan verbal dan memudahkan pengirim atau penerima pesan mengekspresikan pesan nonverbal dalam komunikasi tidak langsung.
Implementasi Pola Komunikasi dalam Membentuk Kohesivitas di Organisasi Kemahasiswaan Pradipta, William; Setyanto, Yugih
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21350

Abstract

This study examines the patterns of communication that occur in an organization in order to build solidarity. Researchers took a study at the Student Executive Board of the Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University. The methodology used is a qualitative methodology with data collection techniques through interviews, observation, and documentation collected by researchers. The theories used are organizational communication theory, leadership communication, communication patterns, and solidarity. After conducting the research, the researcher concluded that the communication process at BEM Fikom Unpad took place in three stages, namely primary, which means directly face-to-face. Then secondarily, through media or digital platforms, and lastly, circularly characterized by feedback. the communication model runs in a participatory manner with openness to opinions, criticism, and suggestions and the involvement of every individual in the organization. A star-shaped or overall communication pattern that allows each individual to be a continuous communicator and communicate. The process of good communication, openness, and empathy creates the same emotional experience and close trust in one another and has an impact on building a sense of belonging and high solidarity within the organization. Penelitian ini mengupas pola komunikasi yang terjadi pada suatu organisasi dalam rangka membangun kohesivitas. Peneliti meneliti Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi organisasi, komunikasi kepemimpinan, pola komunikasi, dan kohesivitas. Peneliti menemukan bahwa proses komunikasi pada BEM Fikom Unpad berlangsung dalam tiga tahap, yaitu secara primer, artinya secara langsung; secara sekunder, melalui media atau platform digital; dan yang terakhir, secara sirkular ditandai dengan adanya timbal balik. Model komunikasi berjalan secara partisipatif dengan adanya keterbukaan pendapat, kritik, dan saran serta keterlibatan individu dalam organisasi. Pola komunikasi berbentuk bintang atau menyeluruh yang memungkinkan setiap individu komunikator dan komunikan. Proses komunikasi yang baik, keterbukaan, dan empati menimbulkan pengalaman emosional yang sama dan kepercayaan satu sama lain yang erat dan berimbas terbangunnya rasa memiliki dan kohesivitas organisasi yang tinggi.
Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Pengguna Dating Apps Hasna, Afifah Haura; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21351

Abstract

Some people have difficulties communicating when they are with other people. Difficulties in communicating can be caused by anxiety and fear of receiving responses from communicants or people who receive messages. A medium that can be used in exchanging messages and information is the online dating app Bumble. The Bumble app specializes in women opening the chat first. This research aims to find out and describe the use of interpersonal communication by female users of the Bumble application to increase self-confidence. Interpersonal communication is communication between two or more people that allows participants to capture other people's reactions directly, both verbally and non-verbally. The author uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was obtained through observation, documentation, and in-depth interviews with five informants and expert sources. The results showed that Bumble app users feel confident when communicating if they have something in common. Self-confidence also arises if Bumble app users are used to doing interpersonal communication with a positive self-concept. Beberapa orang kesulitan berkomunikasi saat sedang bersama dengan orang lain. Kesulitan dalam berkomunikasi dapat disebabkan rasa cemas dan takut dalam menerima tanggapan dari komunikan atau orang yang menerima pesan. Media yang dapat digunakan dalam bertukar pesan dan informasi adalah aplikasi kencan online Bumble. Aplikasi Bumble mengkhususkan perempuan untuk membuka obrolan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan komunikasi interpersonal oleh perempuan pengguna aplikasi Bumble dalam meningkatkan kepercayaan diri. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antar dua orang atau lebih yang memungkinkan pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non-verbal. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, wawancara mendalam dengan lima informan dan narasumber ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna aplikasi Bumble merasa percaya diri saat berkomunikasi jika memiliki kesamaan dalam beberapa hal. Kepercayaan diri juga muncul, jika pengguna aplikasi Bumble sudah terbiasa melakukan komunikasi interpersonal dengan konsep diri yang positif.
Pembentukan Personal Branding Content Creator Melalui Media Sosial Sinurat, Theresia Geraldin; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21361

Abstract

TikTok is one of the social media platforms preferred by the public. Social media has given rise to a new profession called content creator. They can unintentionally or intentionally form personal branding and create public perceptions. Researchers chose one of TikTok's content creators, Junita Eka Pertiwi, with the account name @jntexs. In her content, Junita discusses horror films, cases, tips and tricks about everyday life. Researchers analysed the personal branding carried out by Junita on social media platforms. he results showed that content creators have applied eleven personal branding criteria based on Hubert K. Rampersad's concept, namely authenticity, integrity, consistency, specialisation, authority, privilege, relevance, visibility, persistence, good deeds, and performance. Junita also brings out her character through a slogan. Media sosial TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang disukai oleh masyarakat. Media sosial telah memunculkan adanya profesi baru yang disebut content creator atau pembuat konten. Mereka dapat secara tidak sengaja maupun sengaja membentuk personal branding dan menimbulkan persepsi masyarakat. Peneliti memilih salah satu content creator TikTok, Junita Eka Pertiwi dengan nama akun @jntexs. Dalam kontennya, Junita membahas tentang film horor, kasus, tips dan trik seputar kehidupan sehari-hari. Peneliti menganalisa personal branding yang dilakukan oleh Junita dalam platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content creator telah menerapkan sebelas kriteria personal branding berdasarkan konsep Hubert K. Rampersad yaitu keotentikan, integritas, konsistensi, spesialisasi, otoritas, keistimewaan, relevan, visibilitas, kegigihan, perbuatan baik, dan kinerja. Junita juga memunculkan karakter melalui slogan.
Interaksi Simbolik Kegiatan Reses di Wilayah Dapil 1 Tangerang Kota Martin, Helice; Pribadi, Muhammad Adi
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21367

Abstract

Recess activities are two-way verbal communication between legislators and citizens to absorb the aspirations of the community directly to council members without intermediaries. Researchers examined symbolic interaction in recess activities held by the regional people's representative council (DPRD) members and attended by community members. This theory discusses how individuals think in an interaction in a social environment. There are mind, self, and society in symbolic interaction that plays an important role in ongoing social interaction. The methodology used in this research is qualitative with a phenomenological strategy. Data were collected through in-depth interviews with members of the DPRD in Tangerang City and the people of Tangerang City Electoral District I (Dapil I). The research shows that symbolic interaction occurs when giving directions and explanations related to recess activities to residents so that the community can understand the meaning of recess activities and can follow the directions given by the representative of residents and members of the council. In the end, symbolic interaction plays an important role in establishing a good relationship between Tangerang City DPRD members and their constituents. Kegiatan reses merupakan komunikasi verbal secara dua arah antara anggota legislatif dengan warga untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung kepada anggota dewan tanpa perantara. Peneliti mengkaji interaksi simbolik dalam kegiatan reses yang diadakan oleh Anggota DPRD dan dihadiri oleh warga masyarakat. Teori ini membahas bagaimana pemikiran individu dalam suatu interaksi di lingkungan sosial. Terdapat mind, self, dan society dalam interaksi simbolik yang berperan penting dalam berlangsungnya interaksi sosial. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan strategi fenomenologi. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan anggota DPRD Kota Tangerang dan masyarakat Dapil I Tangerang Kota. Penelitian menunjukkan interaksi simbolik terjadi saat pemberian arahan dan penjelasan terkait kegiatan Reses kepada warga sehingga masyarakat dapat memahami arti dari kegiatan Reses dan dapat mengikuti arahan yang diberikan oleh pihak warga dan anggota dewan. Pada akhirnya, interaksi simbolik berperan penting dalam menjalin hubungan yang baik antara Anggota DPRD Kota Tangerang dengan konstituennya.