cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Deskripsi Gaya Komunikasi Ekspresif Penyiaran Modern Berbasis Audio Hudson, Jessica; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21422

Abstract

Audio-based broadcasting is currently favored by the public as a means of information and entertainment. This is coupled with technological advances that make it easier for audio-based broadcasting to be accessed digitally. The development of the broadcasting world makes a broadcaster must adapt to the following technological developments in order to adjust the communication style used in delivering messages to listeners. Expressive communication style and message delivery are important factors for a broadcaster to be able to achieve communication goals, namely delivering messages that can be well received by listeners. The expressive communication style of a broadcaster is needed and becomes a supporting tool in delivering messages, especially for audio-based broadcasting. This research wants to know how the expressive communication style is carried out by a broadcaster. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were conducted through interviews with resource persons who are radio or podcast broadcasters, observation, literature study, documentation, and internet searches. The results showed that the broadcaster's expressive communication style depends on the use of tone of voice, intonation, word choice, and type of broadcasting media supported by the characteristics and personality of the broadcaster who adjusts to the listener segmentation and the ability to control mood. Penyiaran berbasis audio saat ini digemari masyarakat dalam memenuhi informasi dan hiburan. Hal ini ditambah kemajuan teknologi yang memudahkan penyiaran berbasis audio diakses secara digital. Perkembangan dunia penyiaran membuat seorang penyiar harus beradaptasi dalam mengikuti perkembangan teknologi agar mampu menyesuaikan gaya komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan pesan terhadap pendengarnya. Gaya komunikasi dan penyampaian ekspresi pesan yang disampaikan menjadi faktor penting bagi seorang penyiar untuk dapat mencapai tujuan komunikasi yaitu menyampaikan pesan yang diterima dengan baik oleh pendengar. Gaya komunikasi ekspresif dari seorang penyiar dibutuhkan dan menjadi alat pendukung dalam penyampaian pesan terlebih bagi penyiaran berbasis audio. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana gaya komunikasi ekspresif yang dilakukan oleh seorang penyiar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriptif. Teknik pengumpulan data yakni melalui wawancara terhadap narasumber yang merupakan penyiar radio ataupun podcast, observasi, studi kepustakaan, dokumentasi serta penelusuran internet. Penelitian menemukan bahwa gaya komunikasi ekspresif penyiar bergantung pada penggunaan nada bicara, intonasi, pemilihan kata, jenis media penyiaran yang didukung dengan ciri khas dan pembawaan dari penyiar yang menyesuaikan dengan segmentasi pendengar dan kemampuan mengontrol suasana hati.
Pemanfaatan Event oleh Kementerian Pertanian untuk Memperkenalkan Usaha Pertanian pada Masyarakat Simanjuntak, Juniko; Setyanto, Yugih
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21425

Abstract

The study aims to describe and identify efforts by the ministry of agriculture's public affairs affairs to manage the inspirational kekinian talk-show (TIKTalk) to introduce agriculture to the public. The approach used in this study is a qualitative approach with case study methods and with data retrieval techniques through participative observations, interviews, documenting. The research site for the ministry of agriculture's sub section of inter-society relations and sub sections of libraries, exhibits, and demonstrations. The study shows that the pr of the ministry of agriculture in its public communication is using media programs as intermediaries with the aim of educating today's policies for the development of agriculture and encouraging people especially today's youth to pursue a further investment in agriculture and yet to be limited in performing its role asa communication facilitator, which is linked to signals. Sometimes refining social media platforms, weather conditions, and inconsistency in carrying out the event plan. Penelitian ini mendeskripsikan dan mengetahui upaya Biro Humas Kementerian Pertanian dalam mengelola acara Tani Inspiratif Kekinian Talkshow (TIKTalk) guna memperkenalkan usaha di bidang pertanian kepada masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta dengan teknik pengambilan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi. Lokasi penelitian ini pada Biro Humas Kementerian Pertanian Sub Bagian Hubungan Antar Lembaga dan Sub Bagian Perpustakaan, Pameran, dan Peragaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kementerian Pertanian dalam penyampaian komunikasinya kepada publik menggunakan media acara atau event sebagai perantara dengan tujuan mengedukasi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam bidang pertanian dan mengajak masyarakat khususnya anak muda untuk lebih mendalami usaha bidang pertanian.  Namun humas masih terbatas dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator komunikasi. Hal ini disebabkan persoalan sinyal, gangguan pada platform social media, kondisi cuaca, hingga tidak konsisten dalam menjalankan perencanaan acara.
Representasi Persahabatan dalam Anime One Piece Episode of Merry Liu, Hansen; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21432

Abstract

Anime is a form of culture in Japan. By using this anime, Japan can show its cultural values ​​in a unique, creative and modern way. The author's goal is to conduct research on the One Piece Episode of Merry anime to find out how friendship is represented by applying mass communication theory, advertising, representation, friendship. , and the semiotics of Charles Sander Peirce. The approach used is a qualitative approach with a descriptive type along with Charles Sander Peirce's semiotics as an analytical technique. In this study, the meaning and values ​​of friendship were found in the anime One Piece Episode of Merry, namely a sense of self-sacrifice, mutual care, and mutual support shown by the Straw Hat Crew. Anime merupakan salah satu bentuk budaya di negara Jepang. Dengan menggunakan anime ini Jepang bisa memperlihatkan nilai-nilai budaya dengan cara yang unik, kreatif dan modern. Tujuan penulis melakukan penelitian terhadap anime One Piece Episode of Merry untuk mengetahui bagaimana persahabatan itu direpresentasikan yang dengan menerapkan teori komunikasi massa, iklan, representasi, persahabatan, dan semiotika Charles Sander Peirce. Pendekatan yang dipakai adalah  pendekatan  kualitatif  dengan  jenis  deskriptif  beserta  semiotik Charles  Sander Peirce sebagai  teknik  analisis.  Dalam  penelitian  ini,  ditemukan  makna  dan nilai-nilai persahabatan dalam anime One Piece Episode of Merry yaitu rasa rela berkorban, saling peduli, saling mendukung satu sama lain yang ditunjukkan oleh Straw Hat Crew.
Restriksi Perempuan untuk Berpolitik Melalui Drama (Studi Kasus Drama Korea Rookie Historian Goo Hae Ryung) Theonaldy, Kriston; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21433

Abstract

New media is one part of mass media. Netflix is ​​a streaming viewing application and is part of new media. Hallyu wave is Korean culture which is currently popular in many countries. Korean dramas are part of the hallyu wave. On July 17, 2019, Netflix released a Korean drama entitled Rookie Historian Goo Hae Ryung. This drama tells about the struggles of female historians in the Joseon era who experienced restrictions on politics. Historians are part of the Chunchugwan Office in charge of recording activities within the kingdom. This study discusses the forms of restrictions on women's participation in politics during the Joseon dynasty. In this research, the writer uses the silent group theory from Cheris Kramarae. This study uses a qualitative approach with Sara Mills critical discourse analysis Method. The data in this study were obtained through interviews, observations, literature studies, and documentation. The results showed that there were five forms of restrictions on women's participation in politics during the Joseon dynasty era in the Korean drama Rookie Historian Goo Hae Ryung, namely the prohibition of the right to freedom, recognition, exclusion, violence, and verbal abuse. Media baru adalah salah satu bagian media massa. Netflix merupakan aplikasi menonton streaming dan merupakan bagian dari media baru. Hallyu wave adalah budaya Korea yang sedang populer di banyak negara. Drama Korea merupakan bagian dari hallyu wave. Pada 17 Juli 2019, Netflix merilis drama Korea berjudul Rookie Historian Goo Hae Ryung. Drama ini menceritakan tentang perjuangan perempuan sejarawan pada era Joseon yang mengalami pembatasan berpolitik. Sejarawan merupakan bagian dari Kantor Chunchugwan yang bertugas untuk mencatat kegiatan dalam kerajaan. Penelitian ini membahas tentang bentuk pembatasan perempuan untuk berpolitik pada era dinasti Joseon. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori kelompok terbungkam dari Cheris Kramarae. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Sara Mills. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui hasil wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ada lima bentuk pembatasan perempuan untuk berpolitik pada era dinasti Joseon dalam drama Korea Rookie Historian Goo Hae Ryung, yaitu pelarangan hak kebebasan, pengakuan, pengecualian, kekerasan, dan pelecehan verbal.
Representasi Semangat Perjuangan Hidup dalam Iklan “Rayakan Pejuang Indonesia” Griselda, Stephanie; Farid, Farid
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21476

Abstract

Advertising is a form of marketing communication that is used to influence the thoughts, feelings, and actions of consumers. Creative, unique, and interesting advertising design will make people able to remember the meaning of the advertisement. Semiotics is used to find out the meaning contained in a sign. One of the semiotics figures, Roland Barthes, sees the meaning of a sign in denotation, connotation, and myth. The purpose of this research is to find out the representation of the spirit of life struggles in the advertisement of Kopi Kenangan Hanya Untukmu x Karafuru version of Celebrate Indonesian Fighters. The research was analyzed using a qualitative-interpretative approach using the Roland Barthes semiotic method. In conducting the analysis, there are several symbols and signs, both denotation, connotation, and myth, that represent the spirit of life struggle. This research shows that the advertisement successfully represents the struggle and even people's views on the struggle of life through signs and symbols. This is also supported by the storyline of the ad, that is closely related to everyday life, the visual movement of the ad, the use of colors, and the right advertising character. Periklanan merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang dimanfaatkan untuk mempengaruhi pikiran, perasaan dan tindakan konsumen. Perancangan iklan yang kreatif, unik dan menarik akan membuat masyarakat mampu mengingat makna dari iklan. Semiotika digunakan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam suatu tanda. Salah satu tokoh semiotika, Roland Barthes melihat makna suatu tanda secara denotasi, konotasi dan mitos. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi semangat perjuangan hidup dalam iklan Kopi Kenangan Hanya Untukmu x Karafuru versi Rayakan Pejuang Indonesia. Penelitian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif – interpretatif dengan menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Dalam melakukan analisis, terdapat beberapa simbol dan tanda baik denotasi, konotasi dan mitos yang merepresentasikan semangat perjuangan hidup. Penelitian menunjukkan iklan menunjukkan bentuk perjuangan bahkan pandangan masyarakat terhadap perjuangan hidup yang dilakukan melalui tanda dan simbol. Hal ini didukung dengan alur cerita iklan yang erat dengan kehidupan sehari-hari, pergerakan visual iklan, penggunaan warna, dan tokoh iklan yang tepat.
Kelas Sosial dalam Serial Drama Squid Game (Studi Semiotika Roland Barthes dari Perspektif Karl Marx) Phillip, Olivia Yuriko; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21484

Abstract

A film is a complex piece of mass media. Movies consist of audio and video that can affect the audience's emotions. There are various categories in film, one of which is drama series. This study uses Karl Marx's theory to describe and analyze the social class in the drama series 'Squid Game.' The research method used is semiotics, according to Roland Barthes. Karl Marx defines the concept of social class based on the integration of economic relations, occupation, and education. Based on the results of Roland Barthes' semiotic analysis that has been carried out in the drama series 'Squid Game,' it can be seen that there is a description of social class like Karl Marx's theory. Scenes and symbols in the drama series show a picture of social class based on the integration of economic relations where people with lower social status will be treated arbitrarily by those with higher social status. Film terdiri dari audio dan video yang dapat mempengaruhi emosi penonton. Ada berbagai macam kategori dalam film, salah satunya yaitu serial drama. Penelitian ini ingin memberikan gambaran dan menganalisis kelas sosial yang ada dalam serial drama ‘Squid Game’ dengan menggunakan teori milik Karl Marx. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotik menurut Roland Barthes. Karl Marx mengartikan konsep kelas sosial didasarkan pada integrasi hubungan ekonomi, pekerjaan, dan pendidikan. Berdasarkan hasil analisis semiotika Roland Barthes yang telah dilakukan dalam serial drama ‘Squid Game’, dapat diketahui bahwa terdapat gambaran mengenai kelas sosial seperti teori Karl Marx. Adegan dan symbol dalam serial drama menunjukkan gambaran kelas sosial yang didasarkan pada integrasi hubungan ekonomi di mana orang-orang yang memiliki status sosial yang lebih rendah akan diperlakukan secara semena-mena oleh mereka yang memiliki status sosial lebih tinggi.
Gambaran Budaya Patriarki dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Felix, Felix; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21512

Abstract

Watching movies is one of the most popular forms of entertainment for the public. The film, as a mass media, is often used to comment, criticize, give messages, to instill values ​​in society. The patriarchal cultural system is a system that is still widely embraced by several cultures in Indonesia and even the whole world. Therefore, patriarchy is often used as an issue raised in a film. The Missing Home film, which received a nomination for the best international feature film category at the 2023 Academy Awards, is one of the films that raise the issue of Patriarchy. This film tells about a conflict that arises between a father with his wife and their four children due to the patriarchal culture they live in. This study aims to determine the depiction of patriarchal culture in the Missing Home film. This study uses a descriptive qualitative approach, with John Fiske's semiotic analysis. Semiotic analysis is done on the Missing Home film. Data collection was carried out by documenting several scenes in the film and conducting interviews with a film producer as a research triangulator. This study found that there is a depiction of patriarchal culture which is symbolized by the elements in the Missing Home film. This depiction shows that the male characters in the film are more dominant, superior and powerful, while the female characters tend to be submissive and yielding. The ideology and conflict in the film NNS are also a picture of the social life of the Indonesian people. Conflict resolution in this film can become a new value ​​for society. Menonton film merupakan salah satu hiburan yang paling digemari oleh masyarakat. Film sebagai media massa sering digunakan untuk mengomentari, mengkritik, memberi pesan, hingga menanamkan nilai-nilai pada masyarakat. Sistem budaya patriarki merupakan sistem yang masih banyak dianut oleh beberapa budaya di Indonesia bahkan seluruh dunia. Oleh karena itu, patriarki sering menjadi isu yang diangkat dalam sebuah film. Film Ngeri-Ngeri Sedap yang mendapat nominasi di kategori film fitur internasional terbaik di Academy Awards 2023 adalah salah satu film yang mengangkat isu patriarki. Film ini menceritakan tentang sebuah konflik yang timbul antara sosok ayah dengan ibu serta keempat anaknya akibat budaya patriarki yang dijalaninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggambaran budaya patriarki yang ada dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis semiotika John Fiske. Analisis semiotika dilakukan pada film Ngeri-Ngeri Sedap. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi beberapa scene dalam film serta dilakukan wawancara dengan seorang produser film sebagai triangulator penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa ada sebuah penggambaran budaya patriarki yang tersimbol lewat elemen-elemen pada film NNS. Penggambaran tersebut menunjukan tokoh laki-laki dalam film yang lebih dominan, superior, dan berkuasa, sedangkan tokoh perempuan yang cenderung tunduk dan mengalah. Ideologi dan konflik yang ada pada film NNS juga merupakan gambaran kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Penyelesaian konflik dalam film ini dapat menjadi nilai-nilai baru bagi masyarakat.
Rating dan Share pada Program Super Deal Indonesia 2022 di GTV Arumsari, Mila; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21518

Abstract

Television is one of the mass media sources of information. Producers have an important role in making a television programme so that it can produce the targeted rating and share. There are three important parts in the production of a programme: pre-production, production, and post-production. In these three stages, the producer plays a role in organising all his responsibilities. This research was conducted to find out how the process a producer goes through in handling a television programme so that it can increase ratings and shares. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques through interviews with producers and executive producers of the "Super Deal Indonesia 2022" programme aired on GTV station, observation and documentation. The results obtained from this study show that the role of the producer affects the performance of a programme in producing a show that has a concept with creativity so that it can increase ratings and shares. Televisi merupakan salah satu media massa sumber informasi. Produser memiliki peran penting pada pembuatan suatu program acara televisi sehingga dapat menghasilkan rating dan share yang ditargetkan. Terdapat tiga bagian penting dalam produksi suatu program yaitu tahapan pra-produksi, produksi, pasca produksi. Dalam tiga tahapan tersebut, produser memegang peranan dalam mengatur segala tanggung jawabnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses yang dilalui seorang produser dalam menangani program acara televisi sehingga dapat meningkatkan rating dan share. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan produser dan eksekutif produser program “Super Deal Indonesia 2022” yang ditayangkan di stasiun GTV, observasi dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran produser mempengaruhi kinerja suatu program dalam menghasilkan sebuah tayangan yang memiliki konsep dengan kreativitas sehingga dapat meningkatkan rating dan share.
Detox Behavior pada Mahasiswa yang Kecanduan Aplikasi TikTok Tan, Stephanie; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21521

Abstract

TikTok is an application platform that provides a variety of exciting video content. TikTok can be addictive to its users. However, there is a phenomenon of TikTok detox among teenagers where users decide to stop accessing this application. This study aims to determine the detox behaviour of students addicted to the TikTok application. This research used a descriptive qualitative approach with a case study method on college students on the island of Batam who stopped playing the TikTok application. Data collection was carried out using interviews and documentation. The results of this study show that using TikTok applications with excessive frequency and duration can lead to addiction which has a negative impact. However, detox behaviour can bring changes. After stopping accessing this application, students become more appreciative of each other, have adequate sleep time, are more energetic, and become more self-focused. TikTok merupakan sebuah platform aplikasi yang menyediakan berbagai konten video menarik. TikTok mampu membuat kecanduan penggunanya. Namun demikian, muncul fenomena detox TikTok ini di kalangan remaja di mana para pengguna memutuskan untuk berhenti mengakses aplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku detox pada mahasiswa yang kecanduan aplikasi TikTok. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada mahasiswa di Pulau Batam, yang berhenti bermain aplikasi TikTok. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penggunaan aplikasi TikTok dalam frekuensi dan durasi yang berlebihan bisa mengakibatkan kecanduan hingga membawa dampak negatif. Namun, perilaku detox mampu membawa perubahan. Setelah berhenti mengakses aplikasi ini, mahasiswa menjadi pribadi yang lebih bisa menghargai satu sama lain, memiliki waktu tidur yang cukup, lebih bersemangat hingga menjadi lebih fokus pada diri sendiri.
Bahasa Isyarat dan Antusiasme Bekerja Karyawan Disabilitas di Sunyi Coffee Natania, Fiona; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21536

Abstract

The lack of job opportunities due to the wrong stigma in the world of disabilities is a problem that needs to be resolved. Therefore, socially-oriented businesses that are open as a forum for employees with disabilities have emerged. Good business communication has great power over a socially oriented business and the enthusiasm of employees working in it. Sunyi Coffee is a coffee shop where all employees are persons with disabilities with different impairments, the majority are deaf and mute. The purpose of this study is to describe how socially oriented business communication builds enthusiasm for the work of employees with disabilities and what the obstacles experienced in efforts to develop an enthusiasm for the work of employees with disabilities in socially oriented business communication and what the solutions are. This study uses the theories and concepts of business communication, non-verbal communication, socially oriented business, employees with disabilities, and employee enthusiasm for work. Using a qualitative approach and case study research method with data acquisition through interviews with Sunyi Group founders, Sunyi Coffee disabled employees, observation, documentation, and literature study. This study also uses coding as a data collection and analysis technique and source triangulation as a data validation technique. The results obtained from this study reveal that Sunyi Coffee's socially oriented business communication process needs to adapt and innovate, provide accessibility, and special tools, modify the environment, and achieve the desired changes in employees through a family and professional approach that is carried out using non-verbal communication. Sign language is the main language for business communication processes in Sunyi Coffee, so enthusiasm for working with employees with disabilities is built. Minimnya lapangan pekerjaan karena adanya stigma yang salah dalam dunia disabilitas merupakan masalah yang perlu diselesaikan. Maka dari itu, bisnis berorientasi sosial yang terbuka sebagai wadah bagi para karyawan disabilitas bermunculan. Komunikasi bisnis yang baik memiliki kekuatan yang besar terhadap suatu bisnis berorientasi sosial dan antusiasme bekerja karyawan di dalamnya. Sunyi Coffee merupakan sebuah kedai kopi yang seluruh karyawannya merupakan penyandang disabilitas dengan gangguan yang berbeda-beda, mayoritas tunarungu dan tunawicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana komunikasi bisnis berorientasi sosial dalam membangun antusiasme bekerja karyawan disabilitas dan apa hambatan yang dialami dalam upaya pembangunan antusiasme bekerja karyawan disabilitas dalam komunikasi bisnis berorientasi sosial serta bagaimana solusinya. Dalam penelitian ini menggunakan teori dan konsep komunikasi bisnis, komunikasi non-verbal, bisnis berorientasi sosial, karyawan penyandang disabilitas, dan antusiasme bekerja karyawan. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian studi kasus dengan perolehan data melalui wawancara dengan founder Sunyi Group, karyawan disabilitas Sunyi Coffee, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian ini juga menggunakan coding sebagai teknik pengumpulan dan analisis data serta triangulasi sumber sebagai teknik keabsahan data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengungkapkan bahwa proses komunikasi bisnis berorientasi sosial Sunyi Coffee perlu beradaptasi dan berinovasi, menyediakan aksesibilitas, alat bantu khusus, modifikasi lingkungan, dan mencapai perubahan yang diinginkan pada karyawan melalui pendekatan secara kekeluargaan dan professional yang dilakukan menggunakan komunikasi non-verbal bahasa isyarat sebagai bahasa utama proses komunikasi bisnis dalam Sunyi Coffee sehingga terbangun antusiasme bekerja pada karyawan penyandang disabilitas.