cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2024)" : 25 Documents clear
Pengembangan e-modul IPAS berbasis pendekatan saintifik materi perubahan energi di sekolah dasar Tiara Melinda; Asep Nuryadin; Akhmad Nugraha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18794

Abstract

Salah satu unsur penting dalam pembelajaran adalah bahan ajar. Akibatnya, bahan ajar harus dibuat sesuai dengan kurikulum yang berlaku serta karakteristik siswa. Komponen pengetahuan dan keterampilan dicakup oleh kurikulum saat ini, yang merupakan Kurikulum Merdeka. Aspek keterampilan dapat difasilitasi dengan menerapkan pendekatan saintifik yang bersifat ilmiah. Selain itu, bahan ajar yang dirancang perlu memperhatikan karakteristik siswa saat ini yang tergolong dalam digital native atau penduduk digital. Dengan begitu perlunya bahan ajar yang dapat memfasilitasi aspek keterampilan dengan memperhatikan karakteristik siswa. Dengan mempertimbangkan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-modul IPAS berbasis pendekatan saintifik materi perubahan energi kelas IV sekolah dasar. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, studi dokumentasi, observasi dan angket. Hasil validasi materi, media, dan pedagogik secara berurutan adalah 99,5%, 95,5%, dan 89,4%. Hasil implementasi e-modul IPAS berbasis pendekatan saintifik pada uji coba pertama adalah 93,3% dan 98,8% pada uji coba kedua. Hasil validasi dan angket respon siswa termasuk dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, dapat dikatakan layak untuk menggunakan e-modul IPAS berbasis pendekatan saintifik.
Analisis tingkat pendidikan guru terhadap penceahan kekerasan seksual pada anak Fanny Fadila Noer Rahmawati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19101

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan guru dalam hubungannya dengan pencegahan kekerasan seksual pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan mengumpulkan dan menganalisis penelitian-penelitian terkait yang telah dilakukan sebelumnya.Hasil dari analisis literature review ini menunjukkan bahwa pendidikan guru memiliki peran yang penting dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak. Guru yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih sadar akan tanda-tanda kekerasan seksual pada anak, mampu mengenali dan mengatasi situasi yang berpotensi berbahaya, serta memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai strategi pencegahan yang efektif.Namun demikian, artikel ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi dalam meningkatkan tingkat pendidikan guru terkait pencegahan kekerasan seksual pada anak. Beberapa kendala tersebut termasuk keterbatasan akses terhadap pelatihan dan sumber daya yang relevan, kurangnya waktu dan dukungan dalam mengintegrasikan isu-isu kekerasan seksual dalam kurikulum, serta kurangnya pemahaman dan kesadaran yang memadai di kalangan guru mengenai pentingnya peran mereka dalam pencegahan kekerasan seksual.Dalam rangka meningkatkan pencegahan kekerasan seksual pada anak, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi guru, termasuk pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan isu-isu kekerasan seksual, serta pendekatan yang holistik dalam melibatkan stakeholder terkait, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan meningkatkan tingkat pendidikan guru, diharapkan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak dapat menjadi efektif dan berkelanjutan.
Analisis miskonsepsi materi konsep cahaya dan sifatnya pada siswa kelas IV SDN 1 Nagarawangi Lutfi Sri Wulandari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19107

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas banyaknya permasalah yang muncul pada proses pembelajaran namun masih kurang diperhatikan dan digali lebih dalam lagi oleh guru seperti munculnya miskonsepsi pada siswa ketika pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali miskonsepsi siswa pada materi konsep cahaya dan sifatnya, serta mencari faktor penyebab terjadinya miskonsepsi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan menggunakn teknik tes, wawancara diagnostik dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yakni: 1) Pengumpulan data (data collection), 2) reduksi data (data reduction), 3) penyajian data (data display), dan 4) penarikan kesimpulan. Hasil temuan dalam penelitian ini yaitu miskonsepsi siswa kelas IV pada konsep cahaya mencapai 43%, konsep cahaya merambat lurus mencapai 33%, konsep pemantulan cahaya mencapai 43%, konsep pembiasan cahaya mencapai 11%, konsep cahaya menembus benda bening mencapai 70%, dan miskonsepsi pada konsep cahaya dapat diuraikan mencapai 25%.
Penggunaan model pembelajaran kooperatif think-talk-write (TTW) terhadap keterampilan menulis teks prosedur Revita Salsabila; Dian Indihadi; Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19115

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik yang belum mampu menulis teks prosedur dengan baik dan benar. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya variasi model pembelajaran ketika kegiatan menulis sehingga peserta didik kurang menyukai pembelajaran menulis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design. Teknik pengumpulan data dengan pemberian tugas menulis teks prosedur. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas III SDN Cibanjaran, dengan rincian kelas III-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas III-B sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 20 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0.001 yang berarti < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran TTW dengan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran TTW ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik kelas III sekolah dasar.
Analisis dampak media sosial tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar SDN 1 Rancapaku Kabupaten Tasikmalaya Rendi Rizki Sutisna; Syarip Hidayat; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19131

Abstract

AbstractResponding to technological developments in the midst of the development of the globalization era, especially the social media Tiktok, based on research which states that stating that technology is a tool where to help and facilitate human communication with other humans, technology pushes humans to be more advanced than previous civilizations, with advances in technology, several social media have emerged which helps to facilitate one's communication with others easily. Of course, Tuktok technology and social media and other media have positive and negative impacts. Analysis of the impact of Tiktok social media on the polite character of elementary school students. This study aims to describe how the impact of Tiktok social media has on the polite character of elementary school students in one of the elementary schools in Tasikmalaya Regency. While the approach taken is descriptive qualitative using data collection techniques through interviews, observation and documentation. The objects of this study were the parents of students and Class VI students at SDN 1 Rancapaku, and the data collection procedures used were structured interviews and documentation. From the research conducted, the following results were obtained: The impact of Tiktok social media on the polite behavior of students, there were more negative impacts such as students lacking in caring for the environment, playing more cellphones than socializing with the environment. Students also don't care about other people, get together to discuss viral things on social media Tik tok and make videos together and dance together. Elementary school students are of course very prone to being influenced by the environment, not to mention elementary school students are not able to distinguish between good and bad, students who use Tiktok for the reason that they are only looking for entertainment, to fill their free time. This is of course a worrying thing for the character of children's manners and children's behavior. Therefore, it is necessary to supervise parents, teachers towards students in using Tiktok social media, so that the child's polite character is maintained with morality, ethics and noble character. Keywords: Tiktok social media, students, elementary school. AbstrakMerespon perkembangan teknologi ditengah perkembagan zaman globalisasi terkkhusus media sosial Tiktok berdasarkan riset yang menyebutkan bahwa Menyatakan bahwa Teknologi merupakan satu alat dimana untuk membantu serta mempermudah komunikasi manusia dengan manusia lainya, teknologi mendorong manusia lebih maju dari perdaban sebelumnya, dengan kemajuan tektologi maka muncul beberapa media sosial yang memmabantu untuk mempermudah komunikasi seseorang dengan orang lain dengan mudah. Tentunya Teknologi maupun media sosial Tuktok serta media lainya mempunyai dampak positif dan negatif . Analisis dampak mendia sosial Tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana dampak media sosial Tiktok terhadap karakter sopan sanun peserta didik  sekolah dasar di salah satu sekolah dasar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan pendekatan yang dilakukan yaitu kualitaif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek dari penelitian ini adalah orang tua siswa dan siswa  Kelas VI SDN 1 Rancapaku, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan dokumentasii. Dari penelitian yang dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut: Dampak media sosial Tiktok terhadap perilaku sopan santun peserta didik, lebih banyak terlihat dampak negatif seperti siswa kurang dalam kurang peduli terhadap lingkungan, lebih banyak memainkan HP daripada bersosialisasi dengan lingkungan. Siswa juga kurang peduli terhadap orang lain, berkumpul membahas hal-hal viral yang ada di media sosial tik tok dan membuat video bersama dan berjoget bersama. Peserta didik sekolah dasar tentunya sangat tentan terpanguruh oleh lingkungan, belum lagi peserta didik sekolah dasar belum mampu membedakan yang mana yang baik dan buruk, peserta didik yang menggunakan Tiktok dengan alasan hanya mencari hiburan, mengisi waktu luang saja. Hal ini tentunya menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi karakter sopan santun anak dan perilaku anak. Oleh karena itu diperlukannya pengawasan bagi orang tua, guru terhadap peserta didik dalam menggunakan media sosial Tiktok, agar karakter sopan santun anak terjaga bermoral, beretika dan berahlak mulia.  Kata Kunci: Medis sosial Tiktok, Peserta didik, Sekolah dasar. 
Pengaruh model pembelajaran learning cycle 7e terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V sekolah dasar: Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas V Sekolah Dasar Hudzaifan Zulfikar Fakhri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.21546

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental yang dilaksanakan di kelas V SDN Darmawangi dengan 21 siswa, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains siswa sekolah dasar setelah, sebelum, dan saat pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran learning cycle, melalui pembelajaran learning cycle yang telah dilakukan oleh peneliti lain, menunjukan bahwa siswa mengalami kenaikan dan berpengaruh positif bagi keterampilan proses sains(KPS) siswa ,pada penelitian ini dilaksanakan pretest, posttest, dan observasi keterampilan proses sains siswa selama proses pelaksanaan pembelajaran. Adapun pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran learning cycle siswa mendapatkan peningkatan n gain pada rata-rata keterampilan proses sains sebesar 47,83,yang berarti dalam kategori sedang berdasarkan uji t didapatkan bahwa nilai signifikansi siswa yakni 0,00 , lebih kecil signifikansi yakni 0,05 , adapun lainya hasil dari observasi siswa selama kegiatan pembelajaran mendapatkan skor 69,70 . Hal ini membuktikan bahwa melalui pelaksanaan pembelajaran learning cycle berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa, adapun siswa mengalami pembelajaran learning cycle yang bermakna dan siswa secara langsung mengalami pengalaman percobaan, pengamatan, dan eksplorasi, serta siswa dapat aktif dalam kegiatan penyampaian hasil eksplorasi.
Pengembangan media powerpoint interaktif (pointter) pada konsep dasar pembagian di kelas II sekolah dasar Putri Nurul Kamila; Karlimah; Ika Fitri Apriani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.21594

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih belum tersedianya media pembelajaran di sekolah khususnya media powerpoint interaktif di kelas II sekolah dasar pada materi konsep dasar pembagian. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketersediaan media pembelajaran di kelas II sekolah dasar sebelum dilakukan penelitian, mendeskripsikan desain pengembangan media powerpoint interaktif pada konsep pembagian di kelas II sekolah dasar, menunjukkan kelayakan desain pengembangan media powerpoint interaktif pada konsep pembagian di kelas II sekolah dasar, menggambarkan implementasi pengembangan media powerpoint interaktif pada konsep pembagian di kelas II sekolah dasar. Pada penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran yakni powerpoint interaktif untuk materi konsep dasar pembagian di kelas II sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan Design Based Research (DBR). Penelitian ini menghasilkan empat simpulan yakni media pembelajaran yang tersedia di sekolah masih merupakan media sederhana, media pembelajaran powerpoint interaktif terdapat beberapa elemen seperti gambar, suara dan video yang dikemas menjadi sebuah CD dilengkapi dengan buku panduan penggunaan media, produk yang telah dibuat oleh peneliti dinyatakan layak untuk diimplementasikan di sekolah, uji coba produk tersebut mendapatkan respon yang baik dari guru dan siswa dengan presentase mencapai 100%. Pengembangan media tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Literasi teknologi calon guru sekolah dasar Nailah Tresnawati; Niniss Margareth; Mei Nur Indah; Sari Puput Melinda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.21611

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji secara mendalam tentang bagaimana kemampuan calon guru sekolah dasar dalam menggunakan teknologi serta bagaimana cara memanfaatkan teknologi pada pembelajaran di sekolah dasar. Era revolusi 4.0 saat ini guru dan calon guru diharuskan bisa merespon dengan cepat tentang perkembangan zaman agar tidak tertinggal serta calon guru harus paham dan menguasai literasi teknologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif yang menjaring perspektif calon guru terhadap kemampuan literasi teknologi dalam pembelajaran, serta penelitian ini melibatkan mahasiswa PGSD di kota Cirebon sebagai responden penelitian. Penelitian ini ditujukkan kepada peran keterampilan literasi teknologi mahasiswa atau calon guru untuk menggunakan teknologi yang penting dalam pengembangan pendidikan. Instrumen pengumpul data menggunakan angket kemampuan literasi teknologi calon guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan sebagian mahasiswa calon guru sekolah dasar memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi. Mereka mengetahui kebutuhan dan tujuan memanfaatkan teknologi, kondisi sebenarnya dan kondisi ideal, cara memanfaatkan teknologi, kemampuan dasar menggunakan internet, kemampuan menemukan dan memperoleh informasi, kemampuan menggunakan informasi secara efektif. Teknologi dapat memudahkan dalam proses pembelajaran dan juga siswa/mahasiswa dapat menambah ilmu mereka menggali lebih banyak lagi dan tidak hanya berfokus terhadap satu sumber saja. Apabila seorang pengajar mampu menggunakan teknologi, maka kualitas dalam pendidikan di Indonesia akan menjadi lebih baik Kata Kunci: Calon guru, Literasi, Teknologi
Pengaruh penggunaan model pembelajaran PjBL terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada pembelajaran IPA di kelas VI SD Inpres 1 Tanamodindi Sinta Satria Dewi Pendit; Zulnuraini; Azizah; Ni Putu Devi Handayani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.21915

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran Project Based Learning terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada pembelajaran IPA di kelas VI SD Inpres 1 Tanamodindi. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VI SD Inpres 1 Tanamodindi yang berjumlah 52 orang. Siswa kelas eksperimen berjumlah 26 orang dan siswa kelas kontrol berjumlah 26 orang. Pengambilan data yang dilakukan menggunakan angket kolaborasi siswa. Analisis data yang dilakukan terdiri atas uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan berbantuan program IBM SPSS Statistics 23. Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample T test pada taraf nyata 5% (0,05) diperoleh nilai signifikan 0,000 maka hasil penelitian ini menunjukkan hasil nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho (hipotesis nol) ditolak dan Ha (hipotesis alternatif) diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Project Based Learning terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada pembelajaran IPA di kelas VI SD Inpres 1 Tanamodindi.
Pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap motivasi belajar IPA Azizah Thalib; Ega Trisnawati; Rosnadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.21968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas V SDN 5 Labuan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 5 Labuan. Pengambilan data menggunakan instrumen angket. Analisis data menggunakat uji t. Hasil penelitian diperoleh skor rata-rata pretest 75,45 dan posttest sebesar 93,18. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikasi (0,000) ≥ 0,05 maka Ho ditolak, artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata motivasi belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran atau tidak ada pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap motivasi belajar IPA siswa.

Page 2 of 3 | Total Record : 25