COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Articles
25 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 5 (2024)"
:
25 Documents
clear
Pembelajaran daring materi bangun datar pada siswa sekolah dasar kelas II dengan menggunakan model pembelajaran project based learning (PJBL)
Riska Andini;
Siti Ruqoyyah;
Sylvia Rabbani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.7816
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah skenario dan implementasi, respon siswa dan guru, kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan tugas dan kendala yang dihadapi guru pada saat pembelajaran daring. Adanya wabah COVID-19 memberikan dampak pada pendidikan yaitu pembelajaran yang semula secara tatap muka menjadi pembelajaran daring. Semua pembelajaran dilaksanakan secara daring, salah satunya pembelajaran matematika mengenai bangun datar. Melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), siswa dapat membuat konsep bangun datar menjadi sesuatu yang konkret dan dapat digunakan untuk mengurangi kesulitan dalam pembelajaran secara daring sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis, lembar observasi, angket dan wawancara. Pencapaian dari penelitian ini menunjukkan hasil yang diharapkan. Respon siswa dan guru sangat baik serta hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Pemahaman materi bangun datar siswa lebih baik dibandingkan sebelum mendapat pembelajaran dengan perlakuan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
Pengembangan bahan ajar powerpoint interaktif berbantuan model contextual teaching and learning untuk meningkatkan pemahaman pada mata pelajaran PPKn siswa kelas V
Putri Miswanti;
Deden Herdiana Altaftazani;
Hana Sakura Putu Arga
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.11275
Riset ini bertujuanuntuk menghasilkan bahan ajar Powerpoint interaktif mata pelajaran PPKn, peneliti membuat PowerPoint interaktif dengan beberapa tahapan yaitu: analisis, menyusun materi, desain, mengumpulkan bahan, pembuatan bahan ajar dan pemantapan produk. Langkah penelitian dan pengembangan Borg & Gall diikuti dalam pengembangan produk bahan ajar yang dihasilkan. 42 siswa kelas V SDN 03 Rancapanggung yang menjadi populasi padariset ini. Metode pengumpulan dataaberupa tes dan non tes. Analisis kelayakan, analisis data awal, dan analisis data akhir.Hasil validasi materi memperoleh persentase 87%, validasi bahan ajar memperoleh persentase 91% dan hasil penilaian praktisi memperoleh persentase 94% masing-masing penilaian ahli memperoleh kategori “sangat layakâ€. Hasil observasi siswa dan guru rata-rata aspek yang diamati sudah nampak. Angket respon siswa uji terbatas memperoleh skor 194 dengan persentase 97% tercatum kategori “sangat baik†kemudian dalam uji coba lebih luas mendapat skor 217 dengan persentase 98,03% termasuk kategori “sangat baikâ€. Nilai hasil uji-t sig.(2-tailed) 0,000<0,05 alhasil Ho diterima berartinterdapat perbedaan signifikan antarasebelum dan sesudah memakai bahan ajar Powerpoint interaktif. Peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 0,721 termasuk kriteria tinggi. Dengan temuan penelitian ini, guru harus dapat menemukan cara baru untuk memotivasi siswanya untuk belajar.
Penggunaan pendekatan realistic mathematics education untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep bangun datar di kelas IV sekolah dasar
Bela Nurul Fadila;
Sukma Murni;
Febri Restu Widianto
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.19307
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep bangun datar siswa kelas IV SD yang menggunakan pendekatan realistic mathematics education lebih baik daripada yang menggunakan pembelajaran biasa, kesulitan siswa dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep bangun datar serta kesulitan guru dalam memberikan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistic mathematics education dalam penelitian. Metode penelitian menggunakan mix methods dengan desain sequential explanatory design. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri Barukai. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A sebanyak 20 siswa sebagai kelas kontrol dan siswa kelas IV B sebanyak 20 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes (pretest dan posttest), lembar angket, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil perhitungan uji N-Gain pada kelas eksperimen diperoleh score 0,55 sedangkan pada kelas kontrol 0,33. Kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pada beberapa indikator kemampuan pemahaman konsep dan kesulitan guru dalam memberikan pemahaman kepada sebagian siswa yang belum bisa memahami pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan dikehidupan sehari-hari. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan realistic mathematics education dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas IV SD dan tidak terdapat kesulitan siswa dan guru yang signifikan karena dapat teratasi dengan baik.
Peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan model cooperative integreted reading and composition (CIRC) berbantuan media gambar berseri
Dhea Putri Priyandini;
Resa Respati;
Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.19722
Pendidikan dasar mencakup pengajaran bahasa Indonesia sebagai salah satu disiplin ilmu. Bahasa Indonesia diajarkan di tingkat sekolah dasar dan menengah atas. Penguasaan dalam membaca merupakan aspek krusial dalam pendidikan bahasa Indonesia, terutama di tingkat sekolah dasar. Pentingnya pembelajaran membaca pada tahap ini jelas, karena tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa tetapi juga membantu perkembangan mata pelajaran lainnya. Kemampuan memahami bacaan melibatkan pemahaman teks dengan menghubungkannya dengan pengetahuan dan pengalaman seseorang. Namun, kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar saat ini masih kurang memadai, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian di sekolah di Kabupaten Ciamis. Untuk mengatasi masalah ini, pendekatan yang layak dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Model ini menggabungkan pembelajaran membaca dan menulis secara komprehensif di sekolah dasar. Mengingat minat siswa sekolah dasar terhadap stimulus visual, strategi yang efektif adalah menggunakan media seperti gambar berurutan atau rangkaian visual untuk meningkatkan instruksi membaca pemahaman. Kata kunci: Membaca pemahaman, CIRC, Gambar berseri.
Pengaruh penggunaan media gambar terhadap keterampilan menulis deskripsi tema lingkungan pada kelas II sekolah dasar
Luthfiyya Nabilaputri;
Dian Indihadi;
Yusuf Suryana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.19742
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah pembelajaran keterampilan menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar pada peserta didik kelas II sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas II. Hasil penelitian, kemudian diolah dengan menggunakan bantuan IBM SPSS statistics versi 26, dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas kontrol 5,29 dan kelas eksperimen 4,87. Adapun nilai posttest yang diperoleh pada kelas kontrol 10,58 dan kelas eksprimen 11,79. Berdasarkan hasil pengolahan data N-Gain rata-rata nilai kelas kontrol 0,55 atau 55% dan rata-rata nilai kelas eksperimen 0,67 atau 67%. Hasil dari pengujian uji t dengan uji independent sample t-test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai dari keterampilan menulis deskripsi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada uji Paired Sample T Test menunjukkan nilai dari thitung dan ttabel yaitu 3,394 > 2,069 maka H0 ditolak. Jadi, kesimpulannya terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap keterampilan menulis deskripsi pada peserta didik. Kata Kunci : Keterampilan menulis, media gambar, deskripsi
Analisis terhadap lingkungan belajar yang diduga menjadi penyebab kebiasaan berbicara kasar peserta didik di kelas II sekolah
Alya Nabila;
Agus Muharam;
Wina Mustikaati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.19774
Berbicara kasar yaitu suatu tingkah laku seseorang ketika mengungkapkan kata-kata yang tidak lemah lembut dalam artian tidak pantas dan tidak sewajarnya diucapkan mengandung unsur penghinaan yang sangat memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor lingkungan belajar terhadap kebiasaan berbicara kasar dan ntuk mendeskripsikan upaya apa saja yang sudah dilakukan oleh guru agar memperbaiki perilaku siswa yang mempunyai kebiasaan berbicara kasar peserta didik kelas 2 di UPTD SDN 3 Nagritengah. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan bahasanya, dimana kata-kata kasar yang banyak diucapkan dilingkungan di serap kemudian diucapkan kembali oleh anak tersebut tanpa mengetahui artinya yang kemudian diucapkan kembali kepada orang tuanya dan menganggap anak tersebut tidak sopan terhadap orang tua. salah satu bentuk ungkapan kata kasar yang di keluarkan adalah "goblog" dan sudah menjadi kebiasaan mereka sehari-hari Faktor penyebab kebiasaan berbicara kasar pada anak adalah berasal dari faktor teman, keluarga, pengetahuan bahasa yang lemah dan pengaruh media.
Analisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian pada materi gangguan sistem peredaran darah berbasis literasi sains di sekolah dasar dengan berbantu quizwhizzer
Nunik Siti Nuroniah;
Akhmad Nugraha;
Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.19777
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrument penilaian berbasis literasi sains pada materi gangguan sistem peredaran darah. Penelitian ini merupakan bagian dalam R&D dengan menggunakan model ADDIE dalam tahap analisis (Analysis) kebutuhan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Penelitian ini melibatkan satu orang guru dan 19 orang siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kemampuan literasi sains siswa masih rendah, hal ini dibuktikan dengan sebagian besar siswa masih kesulitan memahami materi mengenai materi sistem peredaran darah, dikarenakan cakupan materi cukup kompleks, (2) instrumen yang digunakan masih terbatas dalam mengukur pemahaman siswa guru masih terbatas pada instrumen penilaian hanya terfokus pada hafalan tidak berbasis HOTS yang erat kaitannya dengan tingkat literasi sains siswa, (3) perlu adanya pengembangan instrument penilaian berbasis literasi sains di sekolah dasar yang dapat mengukur kompetensi literasi sains siswa dengan menggunakan alat penilaian (assessment tool) yang menarik dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Upaya meningkatkan hasil belajar materi huruf kapital kelas II menggunakan metode problem based learning berbantuan media gambar dan cap rewards di sekolah dasar
Ardisa Pangestu Nur Waskito;
Sebastianus Widanarto Prijowuntato
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.19845
Penelitian ini adalah penelitian tiindakan kelas di kelas II-B SD Kanisius Kalasan yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa materi huruf kapital pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan metode problem based learning berbantuan media gambar dan cap rewards. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil belajar adalah proses perubahan perilaku yang terjadi pada siswa akibat belajar dalam mencapai suatu bentuk perubahan, penguasaan atas jumlah aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik dalam proses belajar mengajar. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor keluarga, sekolah dan masyarakat. Pada faktor sekolah salah satunya adalah meliputi cara guru dalam mengajar. Media adalah salah satu hal yang penting untuk menunjang guru dalam kegiatan mengajar. Salah satunya adalah media gambar yang sering digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar terutama pada ketrampilan menulis siswa. Gambar merupakan alat visual yang paling banyak digunakan oeh guru karena penggunaannya yang mudah dan sederhana, selain itu untuk siswa media gambar dapat melatih imajinasi berpikir dan memotivasi siswa di dalam pembelajaran. Di kelas rendah, siswa masih sangat bersemangat ketika diberikan hadiah, maka untuk memotivasi dan mengapresiasi siswa di kelas, guru memberikan cap reward bagi siswa yang mampu menuliskan dengan benar mengenai huruf kapital. Problem based learning adalah metode pembelajaran dianggap tepat digunakan untuk melatih peserta didik berpikir secara kritis dengan menggunakan 5 fase. Pada penelitian ini dilaksanakan dengan kegiatan prasiklus, dan 2 siklus yakni siklus 1 dan siklus 2 terdiri dari pertemuan I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan problem based learning materi huruf kapital berbantuan media gambar dan cap rewards mampu meningkatkan hasil belajar siswa yaitu pada prasiklus 31,25%, sebesar 62,5% pada siklus I dan 87,5% pada siklus II. Terjadi peningkatan sebesar 25% untuk siklus 1 ke siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode problem based learning berbantuan media gambar dan cap rewards dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi huruf kapital di kelas II.
Penerapan pendekatan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SD pada pembelajaran IPA
Lala Amelia;
Hafiziani Eka Putri;
Fitri Nuraeni
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.20034
Pendidikan merupakan suatu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari diri manusia, untuk mencapai tujuan pendidikan diperlukan adanya berbagai pengajaran dari berbagai materi. Salah satu perlakuan dalam pengajaran IPA di SD pada materi perubahan benda yaitu dengan cara pemahaman konsep. Tujuan penelitian sejalan dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan menganalisis Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan pendekatan STEM. 2) Peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi perubahan wujud benda setelah menggunakan pendekatan STEM. Desain yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart (dalam Prihantoro & Hidayat, 2019) yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (plan), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflect). Dengan diterapkannya metode tersebut pemahaman konsep siswa meningkat lebih baik, yaitu dengan dibuktikan saat guru memberikan tes yang berjumlah 10 soal. Nilai rata-rata yang dihasilkan yaitu 70,79 dengan presentase dengan presentase 88%. Maka dengan itu, dapat dikatakan pemahaman konsep siswa menjadi lebih baik setelah diterapkannya pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Analisis nilai moral dalam buku cerita tiga sekawan dan possalia sebagai alternatif bahan ajar siswa kelas IV di sekolah dasar
Nova Indah Permatasari;
Erna Suwangsih;
Neneng Sri Wulan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i5.20037
ABSTRAK Pendidikan moral adalah usaha sadar tentang mengajarkan nilai kebaikan meliputi perilaku baik sesuai dengan aturan normatif dan juga tentang sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu yang jujur, dapat dipercaya, adil, tanggungjawab dan lain sebagainya. Pendidikan moral mampu membentuk karakteristik dan sikap anak sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bermoral dan berakhlak, hal ini akan berpengaruh terhadap anak agar mudah diterima oleh masyarakat dalam hal bersosialisasi. Menanamkan moral anak bisa melalui buku cerita rakyat salah satunya "Tiga Sekawan dan Possalia". Maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsika nilai moral pada buku cerita rakyat Tiga Sekawan dan Possalia dan mengetahui pemanfaatan hasil analisis buku cerita rakyat Tiga Sekawan dan Possalia sebagai alternatif bahan ajar kelas IV pada materi cerita rakyat mata pelajaran bahasa Indonesia berbasis pelajar pancasila. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain analisis konten dan objek penelitian ini adalah buku cerita rakyat "Tiga Sekawan dan Possalia"Hasil peneilitian menunjukkan bahwa buku cerita rakyat "Tiga Sekawan dan Possalia" memiliki nilai moral manusia dengan Tuhan, manusia dengn diri sendiri dan juga manusia dengan manusia. Sehingga buku cerita rakyat "Tiga Sekawan dan Possalia" dapat digunakan diimplementasikan sebagai pada materi cerita rakyat mata pelajaran bahasa Indonesia berbasis profil pelajar pancasila pada kelas IV.Jadi buku cerita rakyat "Tiga Sekawan dan Possalia" dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar kelas IV pada materi cerita rakyat mata pelajaran bahasa Indonesia berbasis profil pelajar pancasila. Kata kunci: Nilai Moral dalam buku cerita rakyat Analysis of Moral Values in Three Friends and Possalia Storybooks as Alternative Teaching Materials for Grade IV Students in Elementary Schools Nova Indah Permatasari Primary Teacher Education Program, Purwakarta Regional Campus, Indonesian Education University ABSTRACT Moral education is a conscious effort to teach good values including good behavior in accordance with normative rules and also about human attitudes and behavior in everyday life, both as individuals who are honest, trustworthy, fair, responsible and so on. Moral education is able to shape the characteristics and attitudes of children so that children will grow into moral and moral individuals, this will affect children to be easily accepted by society in terms of socializing. Instilling children's morals can be through folklore books, one of which is "Tiga Sekawan dan Possalia". So the purpose of this study is to describe the moral value in the folklore book Tiga Sekawan and Possalia and find out the utilization of the results of the analysis of the folklore book Tiga Sekawan and Possalia as an alternative teaching material for grade IV on folklore material for Indonesian language subjects based on Pancasila students. This type of research is qualitative with a content analysis design and the object of this research is the folklore book "Tiga Sekawan dan Possalia" The results of the research show that the folklore book "Tiga Sekawan dan Possalia" has moral values of humans with God, humans with themselves and also humans with humans. So that the folklore book "Tiga Sekawan dan Possalia" can be used to be implemented as folklore material for Indonesian language subjects based on the Pancasila student profile in class IV. Keywords: Moral values in folklore books