cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Pemanfaatan media IT pada mata pelajaran IPA berdasarkan gaya belajar kelas V SDN Gajahmungkur 04 Sikky Rokhayah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17331

Abstract

This study aims to analyze the use of IT media in science lessons in terms of visual, auditory, and kinesthetic learning styles, as well as analyze the factors that influence student learning styles. Researchers use a type of descriptive narrative qualitative research. The source of the data in this study were fifth grade students at SD N Gajahmungkur 04. Data collection techniques included interviews, observation and documentation. While the data analysis techniques in this study are data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of this study are; (a) Students with a visual learning style with image orientation. Students will easily remember material through visual associations. IT media used in the form of PowerPoint and pictures and videos; (b) Students with an auditory learning style are students who are reactive to sound. IT media that can be used are tape recorders and videos; (c) Students with a kinesthetic learning style read material with a pattern of moving their lips. The kinesthetic characters that exist in students with kinesthetic learning styles include liking to learn through manipulation and practice. IT media that can be used is in the form of learning game applications; (d) Factors that influence student learning styles are internal factors and external factors. Keywords: learning styles, media, IT
Analisis fungsi narasi model vladimir propp dalam cerita wayang topeng Kedung Panjang Kabupaten Pati Angga Krisbianto
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17343

Abstract

This research examines the structure of the Wayang Topeng Kedung Panjang folk story based on Propp's Structural Theory. The Wayang Topeng Kedung Panjang folk story is a story about the love story of Wisnu and Dewi Sri presented through a drama performance where the actors use masks and narrated by a puppeteer. This story is interesting to analyze because the Wayang Topeng Kedung Panjang art is intangible cultural heritage and is one of the extracurricular activities taught in several schools in Pati Regency. This research is a qualitative study using descriptive method, discussing the identification of the function or actions of the characters and classifying the types of characters in the Wayang Topeng Kedung Panjang story. The results of this study found that the Wayang Topeng Kedung Panjang folk story has 14 narrative functions and 5 types of actors.Keywords: function analysis, Vladimir Propp, folk story.
Analisis sikap mandiri dalam proses pembelajaran tema 4 hidup bersih dan sehat kelas II SD N Gajahmungkur 04 Putri Kumalasiwi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap mandiri siswa dalam proses pembelajaran tema 4. Lingkungan yang bersih dan sehat menurut indikator kemandirian yaitu inisiatif, percaya diri, motivasi, disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas II SD N Gajahmungkur 04 Semarang. Teknik pengumpulan data meliputi teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam membentuk sikap mandiri dalam proses pembelajaran. Terbukti pada awal pendampingan mengajar siswa cenderung kurang mandiri, ketika menerapkan indikator kemandirian dari setiap siklusnya terdapat perkembangan diantaranya siswa yang percaya diri dalam mengemukakan pendapat dan bercerita di depan kelas. inisiatif membantu teman, bertanggung jawab dalam tugasnya, disiplin dalam menaati peraturan dan dorongan, penghargaan dan motivasi dari guru sangat penting dalam proses pembelajaran untuk membentuk sikap mandiri siswa.Kata kunci: Sikap mandiri, proses pembelajaran
Pengaruh tunjangan profesi guru terhadap kinerja dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) sebagai anticeden pada guru sekolah dasar Wedarijaksa Kabupaten Pati Arry Yudha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tunjangan profesi guru terhadap kinerja guru SD di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati melalui OCB. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Jenis penelitian ini adalah explanatory research atau confirmatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan tentang pengaruh kausal dan menguji keterkaitan antara beberapa variabel melalui beberapa hipotesis atau penelitian penjelasan. Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa tehnik dalam mengumpulkan data penelitian, yaitu observasi, Studi Pustaka, Wawancara/Interview Kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati  sebanyak 151 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa  tunjangan profesi guru berpengaruh signifikan terhadap OCB guru. Semakin tinggi tunjangan profesi guru maka akan meningkatkan OCB guru. Dari penelitian ini disarankan, bahwa: tunjangan sertifikasi guru diberikan oleh pemerintah agar guru dapat meningkatkan motivasi kerja dan kinerjanya sehingga perlu kesadaran diri bagi guru agar program dapat berjalan dengan optimal.Kata Kunci: TPG, Kinerja, OCB
Penanaman nilai empati melalui aplikasi “Teman Disabilitas” di SD islamic leader school Amanda Aulia Rahmatika; Syarip Hidayat; Muhammad Rijal Wahid Muharram
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17419

Abstract

This research is a research on the development of the “Teman Disabilitas” application to instill the value of empathy for people with physical disabilities. The purpose of the research is to find out the need for applications based on the value of empathy for disability in elementary schools, develop and describe the form of application designs based on the value of empathy for disabilities in elementary schools, conduct trials of application products based on empathy values for disabilities in elementary schools, and produce a form of the end of the application product based on the value of empathy for disabilities in elementary schools. The method in this research is Design Based Research according to Reeves. This research was conducted at SD Islamic Leader School. The stages in this research are (1) principles and collaborative problem and practice analysis, (2) prototype development as a solution based on existing design, and technological innovations, (3) iterative testing cycle and solution refinement in practice, and (4) cycle improvement and refinement of solutions in practice. The types of data collection used are interviews, questionnaires, observations, and Values Clarification Test. The final product of this research is the “Teman Disabilitas” application. This research trial was conducted before and before using the “Teman Disabilitas” application using the Values Clarification Test. Based on data analysis, there was an increase in the empathy value of students before and before using the "Teman Disabilitas" application.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan aplikasi “Teman Disabilitas” guna menanamkan nilai empati kepada disabilitas fisik. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui kebutuhan aplikasi berbasis nilai empati terhadap disabilitas di Sekolah Dasar, mengembangkan dan mendeskripsikan bentuk rancanagan aplikasi berbasis nilai empati terhadap disabilitas di Sekolah Dasar, melakukan uji coba produk aplikasi berbasis nilai empati terhadap disabilitas di Sekolah Dasar, dan menghasilkan bentuk akhir produk aplikasi berbasis nilai empati terhadap disabilitas di Sekolah Dasar. Metode pada penelitian ini yaitu Design Based Reseacrh menurut Reeves. Penelitian ini dilakukan di SD Islamic Leader School. Adapun tahapan pada penelitian ini (1) identifikasi dan analisis masalah dan praktisi secara kolaboratif, (2) pengembangan prototype sebagai solusi yang berdasarkan desain, prinsip, dan inovasi teknologi yang ada, (3) siklus berulang pengujian dan penyempurnaan solusi dalam praktik, dan (4) siklus berulang pengujian dan penyempurnaan solusi dalam praktik. Jenis pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, angket, observasi, dan Values Clarification Test. Produk akhir penelitian ini berupa aplikasi “Teman Disabilitas”. Uji coba penelitian ini dilakukan pada saat sesudah dan sebelum menggunakan aplikasi “Teman Disabilitas” menggunakan Values Clarification Test. Berdasarkan analisis data adanya peningkatan nilai empati peserta didik pada saat sesudah dan sebelum menggunakan aplikasi “Teman Disabilitas”.
Efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one-gorup pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sehingga semua populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 32 siswa. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik non tes. Instrument pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar matematika berupa angket skala likert rentang 1 sampai 5. Teknik analisis menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji statistik paired samples test untuk melihat perbedaan rata-rata hasil angket kemandirian belajar awal dengan rata-rata akhir angket kemandirian belajar, dan uji N-gain score untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan model pembelajaran NHT berbasis assessment for learning. Hasil penelitian ini yaitu: 1) hasil uji normalitas memperoleh skor signifikansi angket awal dan akhir secara berturut-turut sebesar 0,90 dan 0,2. Hal ini menunjukkan bahwa skor signifikansi lebih besar dari 0,05 yang artinya bahwa kedua data berdistribusi normal; 2) Kemudian hasil uji statistik paired samples test diperoleh  dan , sehingga   , yang artinya bahwa rata-rata skor kemandirian belajar akhir lebih besar dari rata-rata skor kemandirian belajar awal; 3) dan terakhir dari hasil uji N-Gain diperoleh skor sebesar 0,364 yang artinya bahwa tingkat keefektifan masih tergolong rendah. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa walaupun model pembelajara NHT berbasis assessment for learning memiliki tingkat keefektifan yang rendah namun model ini efektif untuk mengukur kemandirian belajar matematika siswa dikarenakan dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru secara mandiri.
Kompetensi pedagogik Guru dalam pembelajaran luring di SDN 4 Sindue Tombusabora Azizah Thalib; Siska Ananda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17441

Abstract

The formulation of the problem in this research is how is the teacher's pedagogic competency in offline learning and what are the obstacles faced by the teacher in the pedagogical domain during the offline learning period at SDN 4 Sindue Tombusabora. The teacher's pedagogic competence in offline learning is 1) to find out the teacher's pedagogic competence during the offline learning period and 2) to find out what are the obstacles faced by the teacher in the pedagogic domain during the offline learning. The type of research used is descriptive qualitative. The collection of data used is observation, interviews, documentation and questionnaires. The results of this study are 1) Ability to manage offline learning, 2) Teacher's understanding of students 3) Curriculum/syllabus development is adapted to the conditions and situation of the Covid-19 period. 4) Learning design is adapted to the psychological needs of students when participating in offline learning. 5) The implementation of educational learning is carried out in order to build communication between teachers and students. 6) Utilization of learning technology or educational facilities in the form of books or sober learning media and others. 7) Evaluation of learning to find out changes in behavior and character formation of students through material that has been previously studied. 8) The teacher gives the opportunity to develop the potential of students such as singing, drawing and students who are active in asking questions. Obstacles in carrying out offline learning during the Covid-19 period include the lack of motivation and concentration of students so that students get bored due to the lack of time the teacher has in the learning process.
Implementasi computational thinking melalui model pembelajaran problem-based learning pada mata pelajaran IPA di SD Anisa Usmathul Jannah; Cintya Hasthiolivia; Moh Nur Azis; Christiyanti Aprinastuti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil implementasi computational thinking melalui model pembelajaran problem-based learning pada mata pelajaran IPA kelas VB di SD Kanisius Kalasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Kalasan yang beralamat Jl. Solo KM.13, Kringinan, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di kelas VB dengan jumlah 25 peserta didik dengan 12 laki-laki dan 13 perempuan. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi kegiatan pembelajaran dan angket peserta didik. Hasil penelitian ini peserta didik senang dengan pembelajaran yang mengimplementasikan computational thinking dan dapat membuat alat penjernih air sederhana.
Integrasi computational thinking pada pembelajaran dengan model problem based learning di sekolah dasar Cahya Ulfa Kamila; Ardisa Pangestu Nur Waskito; Christiyanti Aprinastuti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap keterampilan berpikir dan menyelesaikan masalah serta meningkatkan keaktifan peserta didik dengan menggunakan integrasi computational thinking pada pembelajaran melalui model problem based learning di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis, angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Computational thinking merupakan proses pemecahan masalah menggunakan logika secara bertahap dan sistematis yang tidak hanya penting dalam proses pemrograman komputer tetapi juga dibutuhkan dalam berbagai bidang. Saat ini computational thinking penting dilaksanakan pada kurikulum pembelajaran khususnya pada sekolah dasar. Dari computational thinking peserta didik dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan sistematis melalui fondasi computational thinking. Salah satu model pembelajaran yang dapat terintegrasi computational thinking adalah problem based learning. Problem based learning adalah model pembelajaran dianggap tepat digunakan untuk melatih peserta didik berpikir secara komputasional karena dapat mengasah kemampuan analisis dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Computational thinking dengan model problem based learning dapat diintegrasikan melalui pembelajaran IPA di kelas VA SD Kanisisus Kalasan materi perubahan wujud benda. Pada penelitian ini peserta didik diawali dengan pemberian masalah kemudian peserta didik menyelesaikan masalah tersebut dengan proses fondasi computational thinking yaitu abstraksi dan algoritma. Proses penelitian ini diawali dengan pertanyaan pemantik, analisis masalah, memeriksa pilihannya, melakukan tindakan dalam sebuah rencana dan melihat konsekuensi atas pilihannya. Dalam prosesnya, peserta didik selain melakukan percobaan secara langsung juga melaksanakan pengerjaan soal evaluasi di akhir dan pengisian angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran problem based learning integrasi CT telah berhasil dilaksanakan di SD Kanisius Kalasan Kelas VA mata pelajaran IPA pada praktik pembuatan es krim perubahan wujud benda  dengan kategori sangat baik. Computational thinking dengan model problem based learning dapat membuat peserta didik kelas VA untuk berpikir secara komputasional dan menyelesaikan masalah sesuai cara berpikir peserta didik.
Pengembangan media smart board hybride learning version 2.0 berbasis primary education level interactive class untuk meningkatkan kemampuan communication and collaboration menghadapi era merdeka belajar Feri Tirtoni
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17533

Abstract

AbstrakLatar belakang dan Urgensi dalam penelitian ini adalah tingkat Communication And Collaboration  siswa SD di perkotaan khususnya di Kabupaten Sidoarjo  masih terbilang minim, yaitu hanya sebesar 18-22 % dari rata-rata siswa di dalam kelas yang mampu berfikir kritis saat PBM berlangsung hasil responden guru yang dilakukan oleh peneliti via google form angket 2021, hal ini terjadi karena rendahnya keterampilan siswa dalam hal bertanya, menanggapi, mempresentasikan serta berdialog sesama siswa pada saat proses pembelajaran serta masih sulit nya dalam menyampaikan pendapat atau opsi jawaban kepada guru pada saat pembelajaran maupun saat diskusi dan belum mampu memahami konsep abstrak pada pembelajaran Tematik (data hasil penelitian Pandu Hermawan Tahun 2018). Sedangkan kedepan tantangan di Era Merdeka Belajar mewajibkan setiap individu memiliki keterampilan berfikir kritis dalam berbagai bidang yang multidisipliner.  Dilapangan ditemukan kembali sebuah data dari permasalahan pada sisi rendahnya ketrampilan proses Communication And Collaboration  siswa kelas IV  SDN Wonosari yaitu sebesar 68% siswa di kelas IV mengalami kesulitan dalam proses berfikir kritis saat PBM dari total 26 siswa didalam kelas, data ini berdasarkan hasil observasi peneliti yang dilakukan pada tanggal 6 Desember 2021 . Kesimpulan dari  penelitian ini adalah adanya pengembangan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom dapat untuk meningkatkan ketrampilan Communication And Collaboration  siswa SD .Â