cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SENI ANAK MELALUI ME-DIA LOOSE PARTS DALAM PEMBELAJARAN DARING Eva Laelasari; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.9504

Abstract

This research is motivated by the lack of creativity of early childhood art in imagining, issuing ideas, and exploring through the media. Therefore, it takes a game that can stimulate these abilities. The purpose of the research is to describe loose parts of media in developing children's artistic creativity in online learning, the 2020/2021 school year. This study uses a qualitative descriptive method with the research subjects of children aged 5-6 years who numbered 14 children of group B in KB Al-Jihad. Research data collection techniques are documentation, observation, and interviews. Data analysis in the form of data reduction activities, data display, and conclusion drawing. The results of this study showed that after doing activities using loose parts media, children's artistic creativity skills can develop according to the stage of development, using simple media such as natural materials, plastic materials, metal, wood and bamboo, glass and Kramnik, and packaging containers, which are implemented according to the theme of learning. In addition, it was found that using loose parts can develop the creativity of children's art characterized by children being able to think creatively and innovatively, and can foster new relationships with the environment.Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya kemampuan kreativitas seni anak usia dini dalam berimajinasi, mengeluarkan ide, serta berkesplorasi melalui media. Dengan sebab itu, dibutuhkan sebuah permainan yang dapat menstimulus kemampuan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan media loose partsdalam mengembangkan kreativitas seni anak pada pembelajaran daring, tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 14 anak kelompok B di KB Al-Jihad. Teknik pengumpulan data peneliti yaitu dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis datanya berupa aktivitas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah melakukan kegiatan menggunakan media loose partskemampuan kreativitas seni anak dapat berkembang sesuai tahap perkembangannya, dengan menggunakan media sederhana seperti bahan alam, bahan plastik,logam, kayu dan bambu, kaca dan kramik, dan bekas kemasan, yang di implementasikan sesuai tema pembelajaran. Selain itu, ditemukan bahwa dengan menggunakan loose partsdapat mengembangkan kreativitas seni anak ditandai dengan anak mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta dapat menumbuhkan hubungan baru dengan alam sekitar.
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ORIGAMI PADA ANAK USIA DINI Susi Yuningsih; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Fine motor skills are children's activities by using muscles, nerves, and bones to carry out activities that involve the fingers and toes. From the results of observations and observations, it is known that the children of group A PAUD Al Ubudiyah show less creativity in folding activities. Folding activities are activities that are generally made to produce works of art. Most use paper. With the background of the problem, an appropriate learning method is needed for the purpose of achieving the desired results. This study aims to improve fine motor skills through origami folding activities. This research uses Classroom Action Research (PTK). The subjects of the study were the children of PAUD Al Ubudiyah group A totaling 10 children. The object of research is fine motor skills. The method used in collecting data is observation. The data analysis technique used descriptive quantitative. The research was carried out in 2 cycles. The results of observations showed an increase in children's fine motor skills through origami paper folding activities with the BSB category, the pre-cycle results were 0% (0 children), the first cycle was 30% (3 children), and the second cycle was 80% (8 children). From the data above, it can be concluded that origami paper folding activities can improve fine motor skills in children.Motorik halus yaitu kegiatan anak dengan menggunakan otot, syaraf dan tulang untuk melakukan kegiatan yang melibatkan jari tangan dan kaki. Dari hasil pengamatan dan observasi, diketahui anak kelompok A PAUD Al Ubudiyah kurang menunjukan kreativitasnya dalam kegiatan melipat. Kegiatan melipat adalah kegiatan yang umumnya dibuat untuk menghasilkan karya seni. Kebanyakan menggunakan kertas. Dengan latar belakang masalah diperlukan cara pembelajaran yang sesuai untuk tujuan mencapai hasil yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan melipat origami. “Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)”. Subjek penelitian adalah anak PAUD Al Ubudiyah kelompok A berjumlah 10 anak. Objek penelitian adalah kemampuan motorik halus. Metode yang dipakai dalam mengumpulkan data adalah observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Peneilitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Hasil observasi menunjukan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat kertas origami dengan kategori BSB, hasil pra siklus 0% (0 anak), siklus I 30% (3 anak), dan siklus II 80% (8 anak).  Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan melipat kertas origami dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. 
STIMULASI KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PENDEKATAN STEAM DI KOBER AL BANA Tuti Handayani; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10318

Abstract

Early Childhood is a child who has a very high curiosity, in addition to a very high sense of curiosity, children always have the desire to try various ways to help themselves when facing problems in their daily environment. One of the intelligence of children that must be developed is emotional-social intelligence. One method that can be used to develop children's emotional-social intelligence is through the STEAM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach with the STEAM approach. In Kober Al Bana, it can be seen that children's social-emotional intelligence is still low, especially in group A due to lack of stimulus, teachers play more in the room, therefore this study aims to improve children's emotional-social intelligence with the STEAM approach. The technique of this research is observation with qualitative data analysis. Subjects that the researchers took were 10 children, namely 5 girls and 5 boys. To stimulate the emotional-social intelligence of the children, the researchers used the game of taking the ball in groups outside the room. With these play activities, the researchers got the final result of 90% of children's social-emotional increase.Anak Usia Dini sesungguhnya anak yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, disamping rasa kaingin tahuannya yang sangat tinggi anakpun selalu mempunyai keinginan  mencoba berbagai cara untuk menolong dirinya sendiri ketika menghadapi masalah dalam lingkungannya sehari-hari. Salah satu kecerdasan anak yang harus dikembangkan yaitu kecerdasan sosial emosional. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak yaitu melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering and Mathematics)dengan pendekatan STEAM bisa dilakukan dengan cara bermain salah satunya adalah dengan permainan ambil bola secara berkelompok. Di Kober Al Bana terlihat kecerdasan sosial emosional anak masih rendah khususnya kelompok A karena kurangnya stimulus, guru bermain lebih banyak didalam ruangan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak dengan pendekatan STEAM. Teknik penelitian ini adalah observasi dengan analisis data kualitatif Subjeg yang peneliti ambil berjumlah 10 anak yaitu 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki, Untuk menstimulus kecerdasan sosial emosional anak peneliti menggunakan permainan ambil bola secara berkelompok di luar ruangan. Dengan kegiatan bermain tersebut peneliti mendapatkan hasil akhir 90% sosial emosional anak meningkat. 
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Iis Iis; Sri Nurhayati; Rita Nurunnisa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

In simple terms, cognitive abilities are understood as the ability of children to think more complexly and the ability to do reasoning and problem-solving. One of the learning methods in early childhood is the cooperative learning method. This research is based on the lack of cognitive ability of children aged 5-6 years in identifying numbers, counting numbers, and sequencing the process of an activity. Therefore we need cooperative learning to improve the child's cognitive. The research objective was to determine cooperative learning in improving early childhood cognitive. This study used a qualitative descriptive method with 12 children aged 5-6 years of research as the subject and group B educators at PAUD Al-Amin. Data collection techniques are in the form of documentation, observation, and interviews. The techniques used are thematic analysis techniques. Based on the results of thematic data analysis and discussion, it can be concluded that cooperative learning can improve children's cognitive development as expected. With this cooperative learning, educators feel helped so that learning becomes more fun and children are more enthusiastic.Secara sederhana kemampuan kognitif dikaitkan dengan perkembangan anak dalam berpikir untuk  melakukan penalaran dan memecahkan  masalah.Salah satu metode pembelajaran pada anak usia dini adalah metode pembelajaran kooperatifPenelitian ini berdasar pada hambatan indikator dariperkembangan  kognitif anak usia 5-6 tahun dilihat dari   mengidentifikasikan angka, menghitung angka, dan menggabungkan angka dan gambar. Maka dibutuhkan konsep pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kognitif anak tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui  pembelajaran kooperatif dalam  meningkatkan kognitif anak usia dini. Dalam pembahasan ini  menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 12 anak dan pendidik kelompok B PAUD Al- Amin. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan wawancara.Adapun teknik yang digunakan adalah teknik analisis tematik.Berdasarkan hasil analisis data tematik dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kognitif anak dapat berkembang sesuai harapan. Dengan adanya pembelajaran kooperatif ini memberikan pengaruh bagi pendidik dan peserta didiknya sehingga termotivasi untuk melakukan kegiatan tersebut.
PEMANFAATAN VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK DAN BERBICARA PADA ANAK USIA DINI Ibah Habibah; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10258

Abstract

Language skills in children should be stimulated and developed from an early age. Part of the language skills that must be possessed by children is the ability of children to listen and speak. The ability to listen to children serves to understand and develop knowledge in the future while the ability to speak serves to express what is in the mind and to communicate. There are so many ways to stimulate children's language skills to develop, including by utilizing animated videos as learning media that are tailored to the ongoing learning theme. Thus, children will feel more interested and can learn in a fun way without feeling bored with learning techniques that only use textbooks and assignments. This research was conducted at RA NURUL IKHWAN BANDUNG, on 12 children in group B using the results of observations and interviews as data collection techniques and made qualitative descriptive as a research method. The results of this study are an increase in language skills after using animated videos as learning media.Kemampuan bahasa pada anak sejatinya harus dirangsang dan dikembangkan sejak anak usia dini. Bagian dari kemampuan bahasa yang harus dimiliki oleh anak adalah kemampuan anak dalam menyimak dan berbicara. Kemampuan menyimak anak berfungsi untuk memahami dan mengembangkan pengetahuan dimasa yang akan datang sedangkan kemampuan berbicara berfungsi untuk mengungkapkan yang ada dalam pikiran dan untuk berkomunikasi. Begitu banyak cara yang dilakukan agar merangsang kemampuan bahasa anak berkembang, diantaranya dengan memanfaatkan video animasi sebagai media pembelajaran yang disesuaikan dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan demikian anak akan merasa lebih tertarik dan dapat belajar dengan cara yang menyenangkan tanpa merasa bosan dengan teknik pembelajaran yang hanya menggunakan buku paket dan pemberian tugas. Penelitian ini di lakukan di RA NURUL IKHWAN  BANDUNG, pada 12 orang anak pada kelompok B dengan menggunakan hasil observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data serta menjadikan deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya peningkatan kemampuan bahasa setelah menggunakan video animasi sebagai media pembelajaran.
IMPLEMENTASI METODE STORYTELLING BERBASIS LIT-ERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI Yani Maryani; Arifah A Riyanto; Andrisyah Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Storytelling is one of the teachers' efforts to provide a fun learning for children in developing children's interests and talents according to their respective abilities. Especially in terms of reading, educators try to be as optimal as possible to find ways to be able to introduce reading activities that are fun for them, because learning while playing or playing while learning has become a principle that should not be lost in any Early Childhood Education (PAUD). , especially in language learning or reading activities, where the factor that causes children to not respond to reading is less varied learning methods that cause children to feel bored easily. By telling stories, children will be able to understand the content of the material, be able to gain knowledge, and be able to implement their daily activities. This study aims to determine the implementation of literacy-based storytelling learning methods that can improve early reading skills in early childhood. The research method used is literature study and uses content analysis to analyze the data. The literature study was obtained based on the results that through the implementation of literacy-based storytelling methods, it was able to improve early reading skills in early childhood. With this literacy-based storytelling method, it is hoped that the teacher can provide a good experience of the culture of reading so that the children will love reading from an early age.Storytellingmerupakan salah satu upaya guru untuk menyajikan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak didalam mengembangkan minat sertabakat anak sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Terutama dalam hal membaca pendidik berusaha seoptimal mungkin mencari cara untuk bisa mengenalkan kegiatan membaca yang menyenangkan bagi mereka, karenabelajar seraya bermain ataupun bermain seraya belajaryang telah menjadi sebuah prinsip yang tidak boleh lenyap dalam setiap pendidikanAnak Usia Dini (PAUD), terutama didalam kegiatan belajarbahasa atau membaca, dimana faktor penyebab kurang meresponnya anak terhadap membaca adalah kurang variatifnya metode pembelajaran  yang menyebabkan anak merasa mudah bosan. Dengan bercerita anak akan mampu memahami isi materi, dapat menggali pengetahuan dan dapat mengimplementasikan dikeseharaian kegiatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiimplementasi pembelajaran  metode storytellingberbasis literasi yang dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur danmenggunakan analisis isi untuk menganalisis datanya.Studi literatur diperolehberdasarkanhasil bahwa lewatimplementasi metode storytellingberbasis literasi mampumeningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini. Dengan cara storytellingberbasis literasi ini diharapkan guru dapat memberikan pengalaman yang baik terhadap budaya membaca, agar tertanam dalam diri anak akan cinta baca sejak usia dini.
PENERAPAN PERMAINAN KOLABORATIF DALAM MENINGKATKAN ASPEK SOSIAL PADA ANAK USIA DINI Petty Suniarti; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10135

Abstract

Efforts to improve social aspects in early childhood by implementing collaborative games, to be able to improve social skills in children in group A, the role of teachers and parents are very much needed. To be able to provide a stimulus for social skills in children, it can be done through several collaborative games through games, including the traditional sondah game. This study uses a qualitative descriptive research method that aims to determine efforts to improve social aspects through the application of collaborative games. Data collection techniques using observation, interviews. Data analysis is based on the results of observations of initial activities or before being given stimulation, during and after getting stimulation. Researchers research the field through a reduction in presenting data. The results showed that the application of collaborative games through traditional sondah games could improve the social aspects of early childhood. This study concludes that traditional sondah games as part of collaborative games, can improve aspects of early childhood social development.Upaya meningkatkan aspek sosial pada anak usia dini dengan melakukan penerapan permainan kolaboratif,untuk dapat meningkatkan kemampuan sosial pada anak di kelompok A sangat diperlukan peran guru dan orang tua. Untuk dapat memberikan stimuluskemampuan sosialnya pada anak dapat melalui beberapa permainan kolaboratif melalui permainan, diantaranya permainan tradisional sondah.metode penelitian deskriftif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan aspek social melalui penerapan permainan kolaboratif dijadikan pada metode penelitian ini. Subjek penelitian ini terdapat 8 peserta didik yang terdiri dari 3 orang anak laki laki dan 5 orang anak perempuan di PAUD Al Ikhlas. Teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara. Hasil dari tekhnik  pengumpulan data dianalisis dengan analisis data kualitatif. Setelah penelitian ini dilakukan maka diperoleh hasil penelitian menunjukkan penerapan permainan kolaboratif melalui permainan tradisional sondah dapat meningkatkan aspek social anak usia dini. Kesimpulan penelitian ini adalah melalui permainan tradisional sondah bagian dari permainan kolaboratif mampu meningkatkan aspek perkembangan sosial anak usia dini.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Rimawati, Rimawati; Nafiqoh, Heni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

Character in early childhood should be instilled from an early age. So the process of cultivating character in children is carried out by the collaboration between the school and parents through the application of appropriate and good parenting styles for children. Parenting is an action or method taken in caring for, looking after, and educating children. Understanding and recognizing child development is very important in order to maintain the development and growth of children so that they can grow and develop properly. The importance of cultivating independent character is carried out from an early age because of the tendency among parents today to provide excessive protection for their children. The purpose of this study was to determine the types of parenting styles that can be used in the formation of children's independence and to determine the appropriate types of parenting styles to increase children's independence. The method used is the method of literature study which is based on papers and research results that have been published. The data analysis technique used is the content analysis method. Based on the results of the analysis of research data on parenting styles in the formation of children's independent character, it is stated that children who get appropriate parenting tend to be easy in shaping the character of independence.Karakter pada anak usia dini memang sudah seharusnya ditanamkan sejak dini. Maka untuk proses penanaman karakter pada anak dilakukan dengan adanya kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua melalui penerapan pola asuh yang tepat dan baik bagi anak. Pola asuh merupakan suatu tindakan atau cara yang dilakukan dalam merawat, menjaga dan mendidik anak. Memahami dan mengenal tumbuh kembang anak sangat penting dilakukan demi menjaga perkembangan dan pertumbuhan anak agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Pentingnya penanaman karakter mandiri dilakukan sejak dini karena adanya kecenderungan dikalangan orang tua zaman sekarang untuk memberikan proteksi secara berlebih terhadap anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis pola asuh yang dapat digunakan dalam pembentukan kemandirian anak dan mengetahui jenis pola asuh yang tepat dalam meningkatkan kemandirian anak. Metode yang digunakan adalah metode studi literatur yang berdasarkan pada karya tulis dan hasil penelitian yang telah dipublikasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah metode analisis isi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian tentang pola asuh orang tua dalam pembentukan karakter kemandirian anak menyatakan bahwa anak yang mendapat pola asuh yang sesuai akan cenderung mudah dalam pembentukan karakter kemandirian.
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN MENGGAMBAR DI KOBER KELOMPOK ORANG TUA ASUH AL HIDAYAH SUMBER SARI INDAH-BANDUNG Yusnia Afrilia; M Kosim Sirodjuddin; Anita Rakhman
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Children's creativity should be nurtured from an early age because creativity is very important for children both now and in the future. Because there are still many children whose creativity has not been seen, the researchers researched to increase creativity through learning to draw. One way to increase creativity is through drawing. This research method is a descriptive qualitative method that aims to describe learning to draw in Kober Al Hidayah SSI-Bandung Foster Parents Group to improve children's creativity. The data collection techniques used were observation and interviews. Observations were made on three children as the research sample by looking directly at the learning process from beginning to end. Meanwhile, interviews were conducted with school principals, teachers, and parents online because they coincided with school holidays. Data analysis was carried out by reducing data when the research was taking place so that the rough data in the field could be centered and data displays were made and then compiled to conclude so that the researcher could explain the important data at the end study. The results of the study indicate that learning to draw can improve the creativity of early childhood in Kober Foster Parents Group Al Hidayah Sumber Sari Indah-Bandung.Kreativitas anak sebaiknya dipupuk sejak dini, karena kreativitas sangat penting untuk anak baik pada masa sekarang maupun pada masa mendatang. Dikarenakan masih banyaknya anak yang masih belum terlihat kreativitasnya, maka peneliti melakukan penelitian untuk meningkatkan kreativitas melalui pembelajaran menggambar. Salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas yaitu melalui menggambar. Metode  penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran  menggambar di Kober Kelompok Orang Tua Asuh Al Hidayah SSI-Bandung untuk meningkatkan kreativitas anak . Teknik pengumpulan data yang digunakan  adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan pada tiga orang anak sebagai sampel penelitian dengan cara melihat langsung  saat  proses pembelajaran dari awal sampai akhir. Sedangkan wawancara dilakukan pada kepala sekolah, guru dan orang tua murid melalui online karena bertepatan dengan libur sekolah. Analisis data dilakukan  dengan  mereduksi data ketika penelitian berlangsung agar data-data kasar dilapangan dapat terpusat dan dibuat display data lalu disusun untuk ditarik kesimpulan sehingga peneliti bisa menjelaskan data-data terebut yang pentingnya sebagai akhir penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggambar dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini di Kober Kelompok Orang Tua Asuh Al Hidayah Sumber Sari Indah-Bandung.
PEMBELAJARAN DARING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA DINI Saidah Saidah; Agus Sumitra; Ghina Wulansuci
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10281

Abstract

This research is motivated by the fact in the field that the speaking ability of early childhood group B Kober Nurussalam is still low due to the selection of learning methods that are less interesting and less varied. The singing method is one of the learning methods chosen in this study. Therefore, this study aims to describe the scenario and implementation of the singing method on the speaking ability of early childhood in online learning. This study uses a qualitative descriptive method with the research subjects of group B children Kober Nurussalam totaling 11 people. Collecting data using interview instruments, observation sheets, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and verification or concluding. This study showed that the children's speaking ability developed very well after the singing method was carried out in eight meetings. Singing is a fun activity for children that gives satisfaction to children so that children can express their thoughts by saying words or sounds. These results imply that children's speaking skills can be developed through the singing method.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan bahwa kemampuan berbicara anak usia dini kelompok B Kober Nurussalam masih rendah dikarenakan pemilihan metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang bervariasi. Metode bernyanyi merupakan salah satu metode pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasidari metode bernyanyi terhadap kemampuan berbicara anak usia dini dalam pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak kelompok B Kober Nurussalam yang berjumlah 11 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa kemampuan berbicara anak berkembang sangat baik setelah dilakukan metode bernyanyi dalam delapan kali pertemuan. Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak yang memberi kepuasan kepada anak sehingga anak mampu mengekspresikan pikiran dengan mengucapkan kata-kata atau suara. Hasil tersebut memberikan implikasi bahwa kemampuan berbicara anak dapat dikembangkan melalui metode bernyanyi.   

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue