cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
UPAYA PENCEGAHAN TINDAKAN BULLYING ANAK MENGGUNAKAN KARTU KEGIATANKU Nopi Nurul Hasanah; Ghina Wulansuci
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

This study aims to describe the efforts to prevent bullying in children in the school environment using the "my activity card". The method used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. The research subjects were school administrators and teachers at BAMBIM Az-Zahro Ciwidey school with data collection techniques such as interviews, observation, and documentation, and the analysis technique was narrative. The cause of bullying in children is due to bad associations in their home environment. The school's efforts to prevent bullying are by making “My Activity” cards, where the cards are given to parents to work together with children to carry out activities that have been scheduled for one day from waking up to going back to sleep. As a result, this card is very helpful in preventing bullying for children, it is proven after being implemented for approximately 1 semester and makes parents and children feel happy and their interactions are monitored at home. In the card, of course, there are many fun activities for children that contain factors that can prevent bullying, including strengthening religion, forming positive characters, choosing friends, strengthening relationships with parents, children's free time being well supervised, and limiting interactions outside the home.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya mencegah tindakan bullyingpada anak di lingkungan sekolah menggunakan “kartu kegiatanku”. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitiannya ialah pengelola sekolah dan guru di sekolah BAMBIM Az-Zahro Ciwidey dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi dan untuk teknik analisisnya adalah naratif.  Penyebab timbulnya sifat bullyingpada diri anak dikarenakan pergaulan yang kurang baik di lingkungan rumahnya. Upaya sekolah dalam mencegah tindakan bullyingtersebut dengan membuat kartu “Kegiatanku”, dimana kartu tersebut diberikan kepada orangtua untuk bekerja sama dengan anak melakukan kegiatan yang sudah terjadwalkan setiap harinya. Hasilnya, kartu ini membantu dalam pencegahan tindakanbullyingbagi anak-anak, itu terbukti setelah diimplementasikan selama kurang lebih 1 semester dan membuat orang tua dan anak-anak merasa senang dan pergaulannya terawasi selama dirumah. Dalam kartu tersebut tentu dapat mencegah terjadinya bullying, antara lain : memperkuat agama, membentuk karakter positif, memilih teman, memperkuat hubungan dengan orangtua, waktu luang anak terawasi dengan baik, dan membatasi pergaulan diluar rumah.
PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA BAHAN ALAM PADA ANAK KELOMPOK USIA 4-5 TAHUN Yani Rohyaningsih; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Fine motor learning is the process of providing guidance or assistance to students by performing actions related to smooth/small muscles that are coordinated with the senses, namely the eyes and hands, such as moving the fingers. The media in this study used materials directly from nature in the surrounding environment, with the aim of analyzing the impact of fine motor skills on children aged 4-5 years with natural media. In this study, the researcher used a descriptive qualitative approach which was carried out by collecting data from the results of the work, observation, and documentation. With a research sample of 13 children. As for data analysis using data reduction, data display, and conclusions. The results obtained from this study are that there is an increase in the ability of children's fine motor development in learning through the media of very good natural materials. BSB). So it can be concluded that with fine motor learning through the media of natural materials children become more developed.Pembelajaran  motorik halus adalah  proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik denganmelakukan tindakan yang berhubungan dengan otot halus/kecil yang terkoordinasi dengan alat pengindraanyaitu  mata dan tangan seperti menggerakan jari jemari.Media dalam penelitian ini menggunakan bahan langsung dari alam dilingkungan sekitar,  dengan tujuan untuk menganalisis dampak motorik halus pada anak kelompok usia 4-5 tahun dengan media bahan alam. Pada penelitian ini, peneliti  menggunakan metodependekatan kualitatif  deskriptifyang dilakukan dengan  teknik pengumpulan data hasil karya, observasi dan dokumentasi. Dengan sampel penelitian berjumlah13  anak . Adapun untuk analisis data  menggunakan reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil yangdiperolehdari penelitian ini  yaitu adanya peningkatan kemampuan perkembangan motorik  halus anak dalam pembelajaran melalui media bahan alam sangat baik  berdasarkan hasil akhir penelitian menunjukan terjadi peningkatan nilai perkembangan ,  dari hasil penilaian awal Mulai Berkembang (MB) sampai akhir nilai perkembangannya mencapai Berkembang Sangat Baik (BSB). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan pembelajaran motorik halus melalui media bahan alam anak menjadi lebih berkembang. 
PEMANFAATAN APLIKASI YOUTUBE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI PADA PEMBELAJARAN DARING Raeni Raeni; Agus Sumitra; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p722-728

Abstract

This research is motivated by the facts that occurred during online learning at Kober Nurul Iman, Bandung City, namely that not a few parents complained because their children did not want to do the assignments given by the school. Children feel bored and find it unpleasant to study at home. This shows a decrease in children's learning motivation. The YouTube application is one of the social media that is widely accessed by the public. Almost all people can learn by using YouTube. This study aims to describe the use of YouTube on early childhood learning motivation in online learning. This research method uses a qualitative descriptive method with the research subject of 8 students and 1 educator Kober Nurul Iman. Qualitative data analysis is carried out by collecting data through observation, interviews and documentation, data reduction, data display, and concluding. The results showed that the application of YouTube in developing early childhood learning motivation from meeting one to meeting eight with good planning according to the learning scenario, the results showed that children showed interest in learning, enjoyed learning independently, diligently, and tenaciously in completing tasks, increasing with the use of YouTube. In addition, the children feel very happy, enthusiastic, and proud of their teachers and even themselves on YouTube.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta yang terjadi selama pembelajaran daring di Kober Nurul Iman Kota Bandung, yaitu tidak sedikit  orang tua yang mengeluh dikarenakan anaknya tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan sekolah. Anak merasa bosan dan merasa tidak menyenangkan belajar di rumah. Hal ini menunjukkan penurunan motivasi belajar anak. Aplikasi YouTube merupakan salah satu media sosial yang banyak diaksesoleh masyarakat. Hampir semua kalangan dapat belajar dengan menggunakan YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan YouTube terhadap motivasi belajar anak usia dini pada pembelajaran daring. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 8 anak peserta didik dan 1 pendidik Kober Nurul Iman. Analisisi data kualitatif ditempuh dengan langkah pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan YouTube dalam mengembangkan motivasi belajar anak usia dini dari pertemuan satu sampai pertemuan delapan dengan perencanaan yang baik sesuai skenario pembelajaran didapat hasil anak menunjukkan ketertarikan terhadap pembelajaran, senang belajar mandiri, tekun dan ulet dalam menyelesaikan tugas semakin meningkat dengan penggunaan YouTube, selain itu anak merasa sangat senang, antusias dan bangga gurunya bahkan dirinya sendiri tayang di YouTube.
PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA MELALUI KEGIATAN BERMAIN DADU HURUF PADA KELOMPOK B DI TK IKHSAN MUSLIMIN BANDUNG Mira Lusiana; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

This research is motivated by the lack of language development in early childhood, especially in the ability to recognize and distinguish letters, read and write letters, as well as children's ability to answer more complex questions. In developing language skills, practical learning media are needed to introduce letters to children, therefore research uses letter dice media where letter recognition is carried out with fun playing activities, especially during online learning. The study was conducted to determine the implementation of improving language development in children through the activity of playing dice letters in online learning at Ikhsan Muslimin Kindergarten in Bandung. The method used in this research is descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation, analysis of research data using data reduction, displaying data and drawing conclusions. The research was conducted in 8 meetings, with the research subjects being 8 children in group B of Ikhsan Muslimin Kindergarten in Bandung. From the results of the meetings that have been carried out during online learning, the researchers concluded that online learning to improve language development through the activity of playing dice letters in group B at Ikhsan Muslimin Kindergarten Bandung has increased, seen by children being able to recognize and distinguish letters, able to read and write letters. and able to answer more complex questions.Penelitian dilatar belakangi oleh kurangnya perkembanganbahasa anak usia dini, terutama dalam kemampuan mengenal dan membedakan huruf, membaca dan menuliskan huruf, serta kemampuan anak dalam menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.Dalam mengembangkan kemampuan bahasa diperlukan media pembelajaran yang praktis untuk mengenalkan huruf kepada anak oleh karena itu penelitian menggunakan media dadu huruf dimana pengenalan huruf dilakukan dengan kegiatan bermain yang menyenangkan terutama saat pembelajaran  daring. Penelitian dilakukan untuk mengetahui implementasi peningkatan perkembangan bahasa pada anak melalui kegiatan bermain dadu huruf dalam pembelajaran daring di TK Ikhsan Muslimin Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan databerupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, analisis data penelitian menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Penelitian dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan, dengan subjek penelitian  8 anak dikelompok B TK Ikhsan Muslimin Bandung. Dari hasil pertemuan yang telah dilaksanakanselama pembelajaran daring, penelitimengambil kesimpulan bahwa pembelajaran daring untuk meningkatkan perkembangan bahasa melalui kegiatan bermain dadu huruf  pada kelompok Bdi TK Ikhsan Muslimin Bandung mengalami peningkatan, terlihat dengan anak mampu mengenal dan membedakan huruf, mampu membaca dan menuliskan hurufserta mampu menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.
PENERAPAN METODE SUBATU DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DISLEKSIA Suhemi Suhemi; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p115-121

Abstract

In general, dyslexia is a condition of a person's learning disability caused by a child's difficulty in reading and writing activities. Dyslexic children who are not handled properly will make children frustrated when learning. Children with dyslexia can be detected from pre-school age. In Kober Cendikia institution almost every year there are dyslexic children, and the number continues to increase, especially in boys. This is the reason for researchers to research dyslexic children. This research is descriptive research with a qualitative approach. Researchers will use the Subatu method (composing, reading, writing) as a solution that will be given during this research. The subjects of this study were 4 dyslexic children aged 6-7 years consisting of 2 boys and 2 girls. Data collection techniques used are observation sheets, interviews, and documentation. narrative data analysis is used to process all data until important information is obtained at the end of the study. From the results of the study, it was found that by using the subatu method (composing, reading, writing) there was an increase in the ability of dyslexic children when learning to read.  it can be concluded that the subatu method is quite effective to be applied to dyslexic children when learning to read.Secara umum disleksia merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan belajar seseorang yang disebabkan oleh kesulitan anak dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Anak disleksia yang tidak tertangani dengan baik akan membuat anak frustasi saat belajar. Anak dengan penyandang disleksia sudah dapat terdeteksi sejak usia pra sekolah.  Di lembaga Kober Cendikia hampir setiap tahun pembelajaran terdapat anak disleksia, dan jumlahnya terus meningkat terutama pada anak laki laki. Hal ini yang menjadikan alasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian terhadap anak disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti akan menggunakan metode Subatu (susun, baca, tulis) sebagai solusi yang akan diberikan selama melakukan penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah 4 orang anak disleksia yang berusia 6-7 tahun terdiri dari 2 orang anak laki laki dan 2 orang anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data Naratif digunakan untuk mengolah seluruh data sampai diperoleh informasi penting diakhir penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dengan menggunakan metode subatu (susun, baca, tulis) terdapat peningkatan terhadap kemampuan anak disleksia ketika belajar membaca. Maka dapat disimpulkan bahwa metode subatu cukup efektif diterapkan terhadap anak disleksia saat belajar membaca.
STIMULASI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS ANAK KELOMPOK A MELALUI MEDIA BAHAN ALAM SELAMA PEMBELAJARAN DARING Elisa Asri Arianti; Asih Nur Ismiatun
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10418

Abstract

Children are able to think logically is one part of the goals of early childhood education. Aspects of logical thinking include differences in shapes, classification of objects, being able to plan ideas and knowing the cause and effect of an event. Stimulating logical thinking skills during a pandemic requires interesting media for children, one of which is the use of natural media. This article aims to analyze the implementation of the application of natural media on children's logical thinking skills during online learning, the responses of teachers and children as well as the difficulties experienced by teachers and children in stimulating logical thinking skills through natural media media during learning. online. The research method used is a qualitative descriptive research method with research subjects aged 4-5 years, totaling 17 children in group A family planning. Miftahussalam. Data collection methods in this study include observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. Based on this research, it was found that during online learning the use of natural media media can stimulate children's logical thinking skills to develop well. Teachers and children showed good and enthusiastic responses. Difficulties experienced include signal and quota constraints, children are less independent and teachers have difficulty assessing children's development.Anak mampu berpikir secara logis merupakan salah satu bagian dari tujuan pendidikan anak usia dini. Aspek berpikir logis meliputi perbedaan bentuk, klasifikasi benda, mampu merencanakan ide dan mengetahui sebab akibat suatu kejadian. Menstimulasi kemampuan berpikir logis pada masa pendemi membutuhkan media yang menarik bagi anak, salah satunya yaitu penggunaan media bahan alam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tentang implementasi penerapan media bahan alam pada kemampuan berpikir logis pada anak selama pembelajaran daring, respon guru dan anak serta kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru dan anak dalam menstimulasi kemampuan berpikir logis melalui media bahan alam selama pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 17 anak kelompok A KB. Miftahussalam. Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokume ntasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa selama pembelajaran daring pemanfaatan media bahan alam dapat menstimulasi kemampuan berpikir logis anak berkembang dengan baik. Guru dan anak menunjukan respon baik dan antusias. Kesulitan yang dialami diantaranya kendala sinyal dan kuota, anak kurang mandiri dan guru kesulitan menilai perkembangan anak. 
PENERAPAN PERMAINAN LOOSE PARTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA KELOMPOK A Marlina Ferida Sribentang; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

One of the abilities that must be possessed by children is cognitive ability, where cognitive ability is the ability of an individual related to mental. In the problems in this study at PAUD Siwi Asri, there are several children whose cognitive abilities have not yet emerged, therefore the researcher aims to improve cognitive abilities by playing loose parts. The research method used in this research is descriptive qualitative with qualitative data analysis. Data collection techniques in this study by observation, documentation, and interviews. This study used the subject of children aged 4-5 years, 6 children, and 2 teachers, principals, and parents as informants where the assessment was carried out by observation, documentation, interviews. The results of the assessment and then evaluation of children through loose parts games in the first semester of 2020/2021 the teacher guides and teaches repeatedly with different themes and activities. From these activities, five of the six children studied were developing very well (BSB) in the three indicators studied while one child in the last indicator showed developing as expected (BSH), this has proven that loose parts games can improve children's cognitive abilities.Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh anak adalah kemampuan kognitif, dimana kemampuan kognitif adalah kemampuan seorang individu yang berkaitan dengan mental. Pada permasalahan dalam penelitian ini di PAUD Siwi Asri terdapat beberapa anak yang dalam kemampuan kognitifnya masih belum muncul maka dari itu peneliti bertujuan meningkatkan kemampuan kognitif dengan permainan loose parts. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data kualitataif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan subjek anak usia 4-5 tahun, 6 anak dan 2 orang guru, Kepala Sekolah serta orang tua sebagai informan dimana penilaian dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara. Hasil penilaian kemudian evaluasi terhadap anak melalui permainan loose partspada semester satu tahun 2020/2021 guru membimbing dan mengajarkan secara berulang-ulang dengan tema dan kegiatan yang berbeda diperoleh hasil tingkat pencapaian perkembangan kemampuan kognitif anak melalui permainan loose partstersebut berkembang sangat baik dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari enam anak yang diteliti lima anak berkembang sangat baik (BSB) dalam tiga indikator yang diteliti sedangkan satu anak dalam indikator terakhir menunjukkan berkembang sesuai harapan (BSH), hal ini sudah membuktikan bahwa dengan permainan loose parts dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI TARIAN TRADISIONAL PADA KELOMPOK B Aan Susanti; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10254

Abstract

The intelligence that is important and must be possessed in early childhood is kinesthetic intelligence or it can also be called gross motor skills, there are many ways to stimulate children's kinesthetic intelligence, namely playing soccer, playing basketball, running, catching the ball, climbing in the area. play and dance. Stimulation of the kinesthetic intelligence of early childhood can be done by dancing is very important to support children's intelligence which is not only academic intelligence needed by early childhood students. However, at RA AL-IKHLAS II Cisarua there are some children whose kinesthetic intelligence abilities are still below the average because at the school they are still very monotonous in their stimulus activities. The teacher only prioritizes academic intelligence compared to other intelligences that might make the child smarter in the future with the skills possessed such as being a professional dancer. The teacher only gave writing and reading assignments to the children at RA AL-IKHLAS II, so the research was carried out with traditional dance activities using the classroom action research method. The research subjects were children aged 4-5 years at RA Al-Ikhlas II Cisarua. This research technique is observation with qualitative data analysis. Based on the results of the study, it was found that 92% of children's intelligence abilities increased after the stimulus for dancing traditional dances was done.Kecerdasan yang penting dan harus dimiliki dalam diri anak usia dini salah satunya yaitu kecerdasan kinestetik atau bisa disebut juga dengan motorik kasar, banyak cara untuk menstimulus kecerdasan kinestetik anak yaitu bisa dengan bermain sepak bola, bermain bola basket, berlari, menangkap bola, memanjat di area bermain dan menari. Stimulasi kecerdasan kinestteik anak usia dini bisa dilakukan dengan menari sangatlah penting untuk mendukung kecerdasan anak yang memang bukan hanya kecerdasan akademik saja yang dibutuhkan oleh anak uisi dini. Tetapi, di RA AL-IKHLAS II Cisarua terdapat beberapa anak yang memang kemampuan kecerdasan kinestetiknya masih dibawah rata-rata itu dikarenakan di sekolah tersebut masih sangat monoton dalam kegiatan stimulusnya. Guru hanya mengedepankan kecerdasan akademik disbanding kecerdasan yang lain yang mungkin saja bisa menjadikan anak tersebut menjadi lebih cerdas dimasa depan dengan keahlian yang dimiliki seperti menjadi penari professional.Guru hanya memberikan tugas menulis dan membaca saja pada anak-anak di RA AL-IKHLAS II, sehingga penelitian dilakukan dengan kegiatan menari tarian tradisional dengan yang digunakan adalah metode penelitian Tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di RA Al-Ikhlas II Cisarua. Teknik penelitian ini adalah observasi dengan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil 92% bahwa kemampuan kecerdasan anak meningkat setelah dilakukannya stimulus menari tarian tradisional.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK ANAK MELALUI MEDIA BAHAN ALAM DALAM PEMBELAJARAN DARING Idoh Kurniawati; Ifat Fatimah Zahro
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Early childhood is a group of children aged 0-8 years who are experiencing a process of growth and development. One aspect that needs to be developed is the cognitive aspect. The ability to think symbolically is one part of the cognitive aspect. The ability to think logically in children aged 5-6 years is to mention the symbols of numbers and count, recognize various letters and represent various kinds of pictures and writings. We need fun media to support children's online learning, one of which is natural material media. This article aims to determine the implementation of symbolic thinking skills in children in online learning. This research method is a qualitative descriptive method with the subject of children aged 5-6 years totaling 20 children in group B in SPS Assyifa. Methods of data collection in this study using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses data reduction activities, data display, and verification or concluding. Based on this research, it was found that natural materials were able to improve children's symbolic thinking skills. The use of natural ingredients in online learning using the WhatsApp Group internet application. Indicators of the ability to think symbolically developed in this study are children who can count, match numbers with number symbols and recognize various vowels and consonants.Anak usia dini merupakan sekelompok anak berumur 0-8 tahun yang sedang mengalami proses tumbuh kembang. Salah satu aspek yang perlu berkembang adalah aspek kognitif. Kemampuan berpikir simbolik merupakan salah satu bagian dari aspek kognitif. Kemampuan berpikir logis pada anak usia 5-6 tahun adalah menyebutkan lambang bilangan dan berhitung, mengenal berbagai huruf dan merepresentasikan berbagai macam gambar dan tulisan. Perlu media yang menyenangkan guna menunjang pembelajaran daring anak salah satunya yaitu media bahan alam. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kemampuan berpikir simbolik pada anak dalam pembelajaran daring. Metode penelitian ini ialah metode dekriptif kualitatif dengan subjek anak usia 5-6 tahun berjumlah 20 anak kelompok B di SPS Assyifa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan aktivitas reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa melalui bahan alam mampu meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak. Penggunaan bahan alam dalam pembelajaran daring menggunakan aplikasi internet WhatsApp Grup. Indikator kemampuan berpikir simbolik yang berkembang pada penelitian ini adalah anak mampu berhitung, mencocokan bilangan dengan lambang bilangan dan mengenal berbagai huruf vokal dan konsonan. 
STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MEDIA ANYAMAN DAUN PISANG PADA ANAK KELOMPOK B RA QURROTA A’YUN CISARUA MELALUI PEMBELAJARAN DARING Tarliah Tarliah; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10317

Abstract

This research was motivated by the low fine motor skills at RA Qurrota A'yun Cisarua due to the impact of the Covid-19 outbreak. So that learning is carried out online and the stimulation of children's fine motor development is not paid attention to. This research was conducted to stimulate the fine motor skills of children in group B using banana leaf woven media through online learning, can it improve children's fine motor skills? The research method used is descriptive and the approach used is qualitative, data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The analysis technique used is narrative. The subjects of this study were 5 children of group B RA Qurrota A'yun Cisarua consisting of 2 girls and 3 boys. The purpose of this study 1. Planning for stimulation of fine motor skills 2. Children's responses 3. Difficulties experienced by children 4. Obstacles faced by teachers when implementing stimulation activities. The results of this study were that the planning of fine motor stimulation went well, the child responded well, the child had no difficulty nor did he ask his parents for help to do his work, and there were 8 obstacles experienced by the teacher, one of which was a bad internet connection. So the researchers can conclude that the use of banana leaf media to stimulate children's fine motor skills through weaving activities worked well.Latar belakang penelitian adalah rendahnya kemampuan motorik halus di RA Qurrota A’yun Cisarua akibat dampak adanya wabah Covid-19. Sehingga pembelajaran dilaksanakan secara daring dan stimulasi perkembangan motorik halus anak kurang diperhatikan. Penelitian ini untuk stimulasi  kemampuan motorik halus anak kelompok B menggunakan media anyaman daun pisang melalui pembelajaran daring, apakah  dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak?. Metode penelitian  yang digunakan adalah Deskriptif dan pendekatan yang digunakan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah naratif. Subjek penelitian ini anak kelompok B RA Qurrota A’yun Cisarua berjumlah 5 orang  terdiri dari 2 orang anak perempuan dan 3 orang anak laki-laki. Tujuan  penelitian ini  1. Perencanaan stimulasi kemampuan motorik halus  2. Respon anak 3. Kesulitan-kesulitan yang dialami anak  4. Kendala-kendala yang dihadapi guru saat mengimplementasikan kegiatan stimulasi. Hasil penelitian ini adalah perencanaan stimulasi motorik halus berjalan baik, anak merespon dengan baik, anak sudah tidak mengalami kesulitan juga tidak meminta bantuan orang tuanya untuk mengerjakan tugasnya, dan ada 8 kendala yang dialami guru salah satunya koneksi internet yang buruk. Maka dapat peneliti simpulkan bahwa  pemanfaatan media daun pisang untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menganyam berhasil baik. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue