cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM MENSTIMULUS KEMAMPUAN BERBAHASA SUNDA MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER Aisah Aisah; Arifah A Riyanto; Ifat Fatimah Zahro
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.10938

Abstract

Attention deficit hyperactivity disorder or ADHD is a disorder in a child who has difficulty paying attention or is known as hyperactivity. Children with ADHD in this study were motivated by the daily role of parents in accompanying children with the initials KPW. Condition of this child has obstacles to paying attention, high anxiety, and lack of concentration in various activities. While Sundanese is the mother tongue used by the West Java region. One of the methods used is singing in order to focus attention on ADHD children. This study aims to determine how the role of parents in stimulating Sundanese language skills with the singing method. This research method uses descriptive qualitative. Data collection techniques in this study used interviews, observations, and documentation. This study also uses qualitative data analysis, namely the process of systematically searching for compilers. The results of this study are successful because the role of great parents is to provide support in the form of emotional support and material support to children. When the researcher observed the parents accompanying the children in learning, patiently directing the children to follow the lesson, giving examples of Sundanese language by using the tone of the song that was exemplified by the teacher so that the child was able to do what was exemplified by the parents. The results of this study indicate that parents are able to stimulate the Sundanese language through the singing method.Attention deficit hyperactivity disorder atauADHDyaitu gangguan pada seorang anak yang sulit memusatkan perhatian atau dikenal dengan hiperaktif. Anak yang memiliki ADHD dalam penelitian ini dilatar belakangi oleh bagaimana keseharian peran orang tua dalam mendampingi anak yang berinisial KPW. Kondisi anak ini memiliki hambatan dalam memusatkan perhatian, kecemasan yang tinggi, konsentrasi yang kurang dalam berbagai aktivitas. Sedangkan Berbahasa sunda yaitu bahasa ibu yang digunakan oleh daerah Jawa Barat. Salah satu metode yang digunakan yaitu bernyanyi agar dapat memusatkan perhatian pada anak ADHD. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam menstimulus kemampuan berbahasa sunda dengan metode bernyanyi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, obervasi dan dokumentasi. Penelitian ini pun menggunakan analisis data kualititatif  yaitu proses mencari penyusun secara sistematis. Hasil penelitian ini yaitu berhasil karena peran orang tua hebat memberikan dukungan berupa dukungan emosional dan dukungan material kepada anak. Pada saat peneliti melakukan observasi orangtua mendampingi anak dalam pembelajaran, sabar mengarahkan anak untuk mengikuti pembelajaran, memberikan contoh berbahasa sunda dengan menggunakan nada lagu yang dicontohkan ibu guru sehingga anak mampu melakukan apa yang dicontohkan orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua mampu menstimulus berbahasa sunda melalui metode bernyanyi. 
UPAYA MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER KEDISIPLINAN DALAM PEMBELAJARAN HOLISTIK INTEGRATIF PADA ANAK USIA DINI Adelia Haryanto; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12030

Abstract

The right moment to instill values and education in humans occurs at an early age, including the status and rights of children which are one of the most important aspects in supporting the growth and development of the formation of disciplined characters. One of the educational methods that educators must teach students is holistic integrative. Integrative holistic education that requires continuity and suitability of services for children. This study aims to formulate efforts to develop disciplinary character education in integrative holistic learning in early childhood. This research was carried out at TKQ Al Huda Antapani. The subjects in this study were children aged 5-6 years, totaling 10 students. This type of research is descriptive qualitative research. The process of collecting data in this study is observation and interviews to analyze the data in a narrative manner. The results of this study have met the elements of disciplinary character education in integrative holistic learning. This results in the conclusion that efforts to develop disciplinary character education have been carried out according to the integrated holistic and holistic learning methods in PAUD.Momen yang tepat untuk menanamkan nilai dan pendidikan pada manusia terjadi pada masa usia dini, termasuk status dan hak anak yang menjadi salah satu aspek terpenting dalam mendukung tumbuh kembang pembentukan karakter kedisiplinan. Salah satu metode pendidikan yang wajib pendidik ajarkan pada peserta didik adalah holistik integratif. Holistik integratif merupakan Pendidikan yang memerlukan kelanjutan dan kesesuaian layanan bagi anak. Penelitian ini mempunyai tujuanmerumuskan upaya mengembangkan pendidikan karakter kedisiplinan dalam pembelajaran holistik integratif pada anak usia dini. Penelitian ini di laksanakan di TKQ Al Huda Antapani. Subjek pada penelitian ini yaitu anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian deskriftif kualitatif. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara dalam menganalisis data secara naratif.Hasil pada penelitian ini sudah memenuhi unsur pendidikan karakter kedisiplinan dalam pembelajaran holistik integratif. Dengan demikian menghasilkan kesimpulan bahwa upaya mengembangkan pendidikan karakter kedisiplinan sudah terlaksana sesuai metode dan pembelajaran holistik integratif yang ada di PAUD.
PENANAMAN SIKAP TELADAN NABI MELALUI VIDEO CERITA KISAH NABI DENGAN MEDIA ANYBOARD Nida Nabilah; Anita Rakhman
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11047

Abstract

The use of learning media must keep up with the times to make time and space-efficient, conveying information more quickly, attracting and developing children's imaginations. The purpose of this research is to identify and describe the use of modern learning media using anyboard media to instill the prophet's exemplary attitude toward children. The method used in this research is descriptive qualitative with data analysis that refers to the table of indicators of exemplary attitude assessment that children can follow. The data collection technique in this research was carried out using documentation, observation, and in-depth interviews with the research subjects, namely 8 children consisting of 5 girls and 3 boys located in TKQ AL-KARIM. The data processing technique used by the researcher is data reduction, data display, and data conclusion. From the results of interviews and observations, it was found that video stories of the prophet's story with anyboard media, could instill the prophet's exemplary attitude in children. The exemplary attitude that has been instilled is forgiving, humble, and maintaining good manners.Penggunaan media pembelajaran harus mengikuti zaman yang dapatmemberikan kemudahan waktu dan tempat yang ada, menyampaikan informasi secara lebih cepat, menarik sertamengembangkan imajinasi anak. Karena itu, tujuandari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan penggunaan media pembelajaran anyboard dalam penanaman sikap teladan nabi melalui video cerita nabi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskriptifkualitatif dengan analisis data yang mengacupada tabel indikator penilaian sikap teladan yang dapat anak ikuti. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, Observasidan wawancara mendalam dengan subjek penelitian yaitu 8oranganakterdiri dari 5anak Perempuandan 3anak laki-lakiyang berlokasi di TKQ AL-KARIM.Teknik pengolahan data yang digunakan penelitiadalah denganReduksi data, display data dan kesimpulan data. Dari hasilwawancara, observasi dan dokumentasi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa melalui video cerita kisah nabi dengan media anyboard dapat menanamkan sikap teladannabipada anak. Sikap teladan yang telah ditanamkan yaitu suka memaafkan, rendah hati, dan menjaga sopan santun.
MENINGKATKAN SIKAP KEMANDIRIAN MELALUI PERMAINAN PUZZLE GAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Rini Dwi Santika; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12785

Abstract

Independence in children must be applied or trained from as early as possible so that children become accustomed to being independent, one of the activities that can foster an attitude of independence in children is playing puzzles. Playing puzzles is a fun activity that is done voluntarily at the child's wish, this game is in the form of dismantling and reassembling the scattered pieces so that they come back into a complete form. The purpose of this study was to determine the increase in the attitude of independence in children 4-5 years old through a picture puzzle game. This research is a descriptive method with a qualitative approach, while the data collection techniques are interviews, observation, and documentation to clarify in obtaining the results of research and data analysis using data reduction, data display and concluding, then using research subjects 12 children aged 4-5 years at RA Atthohiriyah Cililin, West Bandung. Before the research was carried out on the attitude of independence in children aged 4-5 years, 12 children were not independent, then based on the results of research that had been carried out 8 times through picture puzzle games for children aged 4-5 years, at the first meeting the children's achievements were still not developed ( BB), while at the last meeting as many as 12 children achieved success, namely with very good criteria or children developing very well (BSB).Kemandirian pada anak harus diterapkan atau dilatih dari sedini mungkin agar anak menjadi terbiasa untuk mandiri, salah satu kegiatan yang bisa menumbuhkan sikap kemandirian pada anak adalah bermain puzzle. Bermain puzzleadalah kegiatan yang menyenangkan dilakukan dengan sukarela atas keinginan anak sendiri, permainan ini berupa kegiatan bongkar pasang dengan menyusun kembali kepingan-kepingan yang berserakan agar kembali menjadi bentuk yang utuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap kemandirian pada anak 4-5 tahun dengan melalui permainan puzzlegambar. Dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan untuk teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperjelas dalam mendapatkan hasil dari penelitian dan analisis data menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan, selanjutnya dengan menggunakan subjek penelitian 12 anak usia 4-5 tahun di RA Atthohiriyah Cililin, Bandung Barat. Sebelum dilaksanakan penelitian sikap kemandirian pada anak usia 4-5 tahun sebanyak 12 anak yang belum mandiri, kemudian berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan sebanyak 8 kali melalui permainan puzzlegambar pada anak usia 4-5 tahun, pada pertemuan pertama capaian anak masih belum berkembang (BB), sedangkang pada  pertemuan terakhir sebanyak 12 anak mencapai keberhasilan yaitu dengan kriteria  sangat baik atau anak berkembang sangat baik (BSB).
SENAM FANTASI SEBAGAI AKTIVITAS PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B Nikriz Romdonis; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12450

Abstract

Gross motor skills in group B children of TKQ Hidayatul Mubtadiin have not increased optimally, especially in moving their bodies, for this reason, research is carried out to improve children's gross motor skills through fantasy exercise. Descriptive research with a qualitative approach was chosen for this research method. The subjects in this study were 6 children in group B, namely 3 girls and 3 boys. Interviews, observations, and documentation studies were used as data collection tools. The analysis technique in this study uses qualitative analysis, namely data reduction, data display, conclusion, and verification. Scenarios and implementation of core activities during the first semester of the 2020/2021 academic year have been running effectively and children can master the material well. The results of the assessment of the child showed that the achievement level of gross motor development of the child developed maximally and increased in these activities, from 6 children studied 5 children developed as expected (BSH) in the three indicators studied while 1 child in one new indicator showed starting to develop (MB), but this has proven a positive response from teachers and children in fantasy gymnastics activities. The obstacle faced when learning fantasy gymnastics is the lack of interest of children in the material taught, some children are shy and afraid of falling or getting dizzy because they move a lot.Kemampuan motorik kasar pada anak kelompok B TKQHidayatul Mubtadiinbelum meningkat secara optimal terutama dalam menggerakkan tubuhnya, untuk itulah dilakukan penelitian untuk meningkatkan motorik kasar anak melalui senam fantasi. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatifyang dipilih dalam metode penelitian kali ini. Subjek dalam penelitian ini anak kelompok Bsebanyak 6 anak yaitu 3 perempuan dan 3 laki-laki.Wawancara, observasi dan studi dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Skenario dan implementasi pada kegiatan inti selama semester satu tahun ajaran 2020/2021 sudah berjalan efektif dan anak mampu menguasai materi dengan baik. Hasilpenilaian terhadap anak diperoleh hasil tingkat pencapaian perkembangan motorik kasar anak tersebut berkembang secara maksimal dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari 6 anak yang diteliti 5 anak berkembang sesuai harapan (BSH) dalam tiga indikator yang diteliti sedangkan 1 anak dalam satu indikator baru menunjukkan mulai berkembang (MB), tetapi hal ini sudah membuktikan adanya respon positif dari guru dan anak dalam kegiatan senam fantasi. Kendala yang dihadapi pada saat pembelajaran senam fantasi adalah kurangnya minat anak terhadap materi yang diajarkan sebagian anak ada rasa malu dan takut terjatuh atau pusing karena banyak bergerak. 
MEDIA AUDIO VISUAL: PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HAFALAN AL QUR’AN JUZ 30 PADA ANAK USIA DINI Novi Oktaviani; Fifet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12739

Abstract

This study intends to describe how to maintain the memorization of the Qur'an juz 30 with audio-visual media in one of the children at RA Uswatun Hasanah. The research method used in this study is descriptive qualitative with the research subject of one child in group B at RA Uswatun Hasanah, with various procedures for information, meetings, and documentation. The information checking strategy uses information reduction, information presentation, and ending. Maintaining the memorization of Al-Qur'an Juz 30 is the way children are listened to the suras in Al Qur'an Juz 30 when children are studying, playing, and watching animated cartoons, this activity is carried out at school and home. As a result, audio-visual media can help improve the ability to memorize Al Qur'an Juz 30 in children after being implemented for approximately 4 months with parents at home and with teachers at school. The child became the 1st Winner of the Hafidz Quran at the level of the Persis West Java region in the context of children's creativity creation competitions in June 2021.Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan bagaimana caramempertahankan hafalanAl-Qur'an juz 30dengan media audio visual pada salah satu anak di RA Uswatun Hasanah. Metodepenelitianyang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian satu orang anak kelompok B di RA Uswatun Hasanah, dengan berbagai prosedur informasi, pertemuan dan dokumentasi. Strategi pemeriksaan informasi menggunakan pengurangan informasi, penyajian informasi, dan akhir. Dalam  mempertahankan hafalanAl-Qur'an juz 30  ialah dengan cara anak di perdengarkan surah-surah dalam Al Qur’an Juz 30ketika anak sedang belajar, bermain dan menonton animasi kartun, kegiatan  ini dilakukan di sekolah maupun di rumah. Hasilnya, media audio visual dapat membantu meningkatkan kemampuan hafalan Al Qur’an Juz 30 pada anak setelah diimplementasikan  selama kurang lebih 4 bulan bersama orang tua di rumah dan bersama guru ketika di sekolah.  Anak tersebut menjadi Juara 1 hafidz Quran tingkat pimpinan wilayah Persis Jawa Barat dalam rangka kegiatan lomba kreasi kreatifitas anak pada bulan Juni 2021. 
KEGIATAN PERMAINAN KONSTRUKTIF SEBAGAI RANGSANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI PADA PEMBELAJARAN DARING Muthia Hertanti; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12417

Abstract

With the Covid-19 outbreak, learning is carried out through online learning. One of the activities that need to be stimulated when learning is carried out online is creativity, the development of which can be carried out with constructive game activities. Constructive play is a game of a form of media to build and shape something that involves itself in creation, one of which is plasticine media. With constructive play activities, children learn to solve problems in everyday life to build something new with their imagination. The subjects in this study were children of group B which was carried out at KOBER Al-Fadillah. In collecting data used are interviews, observation, and documentation. The method used is descriptive qualitative with qualitative data analysis. The purpose of this study was to determine the implementation of online learning through constructive game activities in stimulating creativity. Based on observations in constructive games using plasticine media, the need for basic techniques regarding plasticine media and giving freedom to students in expressing ideas that are in themselves during online learning takes place. By stimulating constructive games using plasticine media, they can participate in learning with enthusiasm and enthusiasm in sharpening their imagination. Thus, constructive games can be used to the stimulate of creativity for early childhood group B when learning online.Dengan adanya wabah covid-19 pembelajaran dilaksanakan dengan pembelajaran daring. Salah satu kegiatan yang perlu distimulasi ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring yaitu kreativitas, yang mana pengembangannya dapat dilaksanakan dengan kegiatan permainan konstruktif. Permainan konstruktif adalah permainan suatu bentuk media untuk membangun dan membentuk sesuatu yang melibatkan dirinya dalam sebuah kreasi hasil karya salah satunya media plastisin. Dengan kegiatan permainan konstruktif anak belajar memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun sesuatu bentuk yang baru dengan imajinasinya. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B yang dilaksanakan di KOBER Al-Fadillah. Dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualtatif dengan analisis data kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring melalui kegiatan permainan konstruktif dalam menstimulus kreativitas. Berdasarkan observasi dalam permainan konstruktif menggunakan media plastisin perlunya tehnik dasar mengenai media plastisin serta memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam mengekspresikan ide yang ada dalam dirinya sendiri selama pembelajaran daring berlangsung. Dengan stimulasi permainan konstruktif menggunakan media plastisin dapat mengikuti pembelajaran dengan semangat dan antusias dalam mengasah imajinasinya. Dengan demikian permainan konstruktif dapat dijadikan sebagai stimulasi kreativitas anak usia dini kelompok B ketika pembelajaran daring.  
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING MELALUI PROGRAM TELEVISI JALAN SESAMA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI Nani Astiani; Rohmalina Rohmlina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12441

Abstract

During the pandemic, teachers are required to innovate in delivering interesting learning materials. Interest is one of the main factors. To increase interest in learning, researchers package learning activities as attractive as possible. The street television program is one of the events that is used as a learning medium. Therefore, television programs were chosen as a medium for delivering online learning. The purpose of this study is to design scenarios and the effectiveness of online learning through a television program on the way of others in increasing interest in early childhood learning. The method used is descriptive qualitative research with eight students in group A. The data collection technique used is through interviews and observations. The analysis technique used is field data, reduced, described, and analyzed. The research results obtained from this study are the implementation of online learning through the television program on the way fellow plays a very important role in increasing children's interest in learning. Interest in learning can be increased through fellow street television programs. There is a change compared to the previous one with results marked by very significant development, it can be seen that there is a sense of interest and curiosity about something.Di masa pandemi guru dituntut untuk berinovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran secara   menarik. Minat merupakan salah satu faktor utamanya. Untuk meningkatkan minat belajar, peneliti mengemas kegiatan pembelajaran semenarik mungkin. program televisi jalan sesama merupakan salah satu acara yang dijadikan media pembelajaran. Oleh karena itu program televisi dipilih sebagai media dalam penyampaian pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring melalui program televisi jalan sesama dalam meningkatkan minat belajar anak usia dini. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian delapan peserta didik di kelompok A. Teknik pengumpulan data  yang  gunakan yaitu melalui  wawancara dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah data lapangan, direduksi, dideskripsikan dan dianalisis. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini yaitu  pelaksanaan pembelajaran daring melalui program televisi jalan sesama berperan sangat penting untuk meningkatkan minat belajar anak. Minat belajar dapat meningkat melalui program televisi jalan sesama. Adanya perubahan dibandingkan dengan sebelumnya dengan hasil yang ditandai adanya perkembangan yang sangat signifikan terlihat adanya rasa ketertarikan dan rasa ingin tahu terhadap sesuatu. 
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA Siti Dewi Tresnawati; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.14755

Abstract

This study is set in the background by the importance of providing an understanding of Islamic religious values to children from an early age. These values are related to moral values that af- fect behavior as the basis of religious practice. The study aims to know the implementation of religious values, especially Islam in early childhood learning by using storytelling methods. This study uses a systematic literature review method that focuses on searching various refer- ences using keywords in electronic databases with a thematic data analysis technique. The data- base used in the search process is Google Scholar. The reference search process found 20 se- lected journal articles which were then filtered again based on exclusive criteria. So 10 journals were obtained through a thematic search process. The results of this study found that the use of the storytelling method was mostly carried out by teachers on students aged 4-6 years. Usually, the use of storytelling methods is done either by telling stories directly or using props such as dolls and pictures to dramatize stories. In addition, the religious values that appear in the story are adapted to values that are easily understood by children. The use of the storytelling method shows significant results in instilling religious values in early childhood.Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pemberian pemahaman akan nilai-nilai agama Islam terhadap anak sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut berkaitan dengan nilai moral yang berpengaruh pada perilaku sebagai dasar dari pengamalan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai keagamaan, khususnya agama islam dalam pembelajaran pada anak usia dini dengan menggunakan metode bercerita. Penelitian ini menggunakan metodesystematic literature review yang menitikberatkan pada pencarian berbagai referensi menggu- nakan kata kunci dalam database elektronik dengan teknik analisis data tematik. Database yang digunakan dalam proses pencarian ialah google scholar. Proses pencarian referensi menemukan 20 artikel jurnal terpilih yang kemudian disaring kembali berdasarkan kriteria yang ekslusif. Se- hingga didapatkan 10 jurnal yang didapat melalui proses identifikasi berdasarkan tematik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan metode bercerita banyak dilakukan oleh guru kepa- da siswa berusia 4-6 tahun. Biasanya penggunaan metode bercerita dilakukan baik dengan bercerita secara langsung, menggunakan alat peraga seperti boneka dan gambar hingga melakukan dramatisasi cerita. Selain itu, nilai-nilai keagamaan yang dimunculkan dalam cerita disesuaikan dengan nilai-nilai yang mudah dipahami oleh anak. Penggunaan metode bercerita menunjukkan hasil yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini secara signifikan.
PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Bagas Okta Ris Novia; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.14594

Abstract

Ki Hajar Dewantara has brilliant thoughts regarding the concept of education. His thoughts continue to be used to this day and also become a reference in the formulation of learning objectives in the independent curriculum. However, this thinking has not been implemented properly by most educational institutions in Indonesia, especially early childhood education institutions. This study aimed to investigate the implication of Ki Hajar Dewantara’s thoughts in early childhood education. The research method used was a systematic review. The electronic database used was google scholar. The initial search found 20 Journals which were then selected based on exclusive criteria there were 10 journals identified using thematic data analysis techniques. The result of this study showed that Ki Hajar Dewantara’s thoughts regarding the among system, the concepts of ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani, and three education centers can be alternatives to be applied to early childhood education because they were by the characteristics and culture of the Indonesian Nation and were considered appropriate with the concept of learning in early childhood education.  Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran yang cemerlang mengenai konsep pendidikan. Pemikirannya pun hingga hari ini terus digunakan dan juga menjadi acuan dalam perumusan tujuan pembelajaran pada kurikulum merdeka. Namun, pemikiran tersebut belum bisa dijalankan dengan baik oleh sebagian besar lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya lembaga pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi dari pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah sistematik review. Database elektronik yang digunakan adalah google scholar. Pencarian awal didapatkan 20 Jurnal, kemudian dipilih berdasarkan kriteria eksklusif sehingga didapatkan 10 jurnal yang diidentifikasi menggunakan teknik analisa data tematik. Hasil dari penelitian ini adalah pemikiran Ki Hajar Dewantara terkait sistem among, konsep ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani, dan tri pusat pendidikan dapat menjadi alternatif untuk diterapkan pada pendidikan anak usia dini, karena sesuai dengan karakteristik dan budaya bangsa indonesia serta dianggap tepat dan sesuai dengan konsep belajar pada pendidikan anak usia dini.  

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue