cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENERAPAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN TEKNOLOGI (TIK) DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN DARING Wida Ningsih; Agus Sumitra; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.13773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi dari penerapan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mengembangkan kecerdasan logika matematika melalui pembelajaran daring pada anak usia dini. Pengembangan kecerdasan logika matematika anak penting untuk dikembangkan karena kecerdasan ini berkenaan dengan kemampuan anak dalam mengenal dan memahami simbol-simbol dan angka-angka. Salah satu media yang dapat diterapkan dalam mengembangkan kecerdasan logika matematika adalah dengan media TIK. Media TIK dirasa sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran daring saat ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak Kelompok B Kober Asy-syifa yang berjumlah 12 orang anak. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan wawancara. Analisis data berupa aktivi- tas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data hasil penelitian ini menunjukan kecerdasan logika matematika anak berkembang dengan baik setelah diterapkannya media TIK melalui pembelajaran daring. Hasil tersebut memberikan implikasi bahwa penerapan media TIK dapat mengembangkan kecerdasan logika matematika anak.This study aims to describe the scenario and implementation of the application of Informatio- nand Communication Technology (ICT) media in developing mathematical logic intelligence through online learning in early childhood. The development of children's mathematical logic intelligence is important to develop because this intelligence is related to the child's ability to recognize and understand symbols and numbers. One of the media that can be applied in devel- oping mathematical logic intelligence is ICT media. ICT media is considered very important in supporting the current online learning process. The research method used in this study is a qual- itative descriptive method with 12 children as the subject of Group B Kober Asy-Syifa. Data were collected through observation sheets, interview instruments and documentation. Data analysis is in the form of data reduction activities, data display and drawing conclusions. Based on the data from this study, it shows that children's mathematical logic intelligence develops well after the implementation of ICT media through online learning. These results imply that the application of ICT media can develop children's mathematical logical intelligence.
KEGIATAN MENGGUNTING SEBAGAI KEGIATAN PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Didoh Raudhatul Jannah; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12626

Abstract

This study aims to describe and analyze scenarios and implementations, teacher and child responses as well as obstacles faced by teachers and children in improving fine motor skills in early childhood through the cutting method in group A at TKQ Hidayatul Mubtadiin. Descriptive research with a qualitative approach was chosen for this research method. The subjects of this study were 6 children in group A, namely 3 girls and 3 boys. Principals and teachers of group A as informants. Interviews, observations, and documentation studies were used as data collection tools. The results of the implementation of the opening, core, and closing stages in learning cutting activities for children in group A, the core activities for 6 meetings have been effective and children can master the material well. The results of the assessment and evaluation of children showed that the results of the achievement of fine motor development of the child developed and improved in these activities, of the 6 children studied 5 children developed according to expectations (BSH) in the three indicators studied while 1 child in the second indicator showed that they were starting to develop (MB) ), this has proven a positive response from teachers and children in cutting activities. The obstacle faced during learning through cutting activities is the lack of interest of children in the material being taught because some children are afraid of getting their hands hit by scissors.Penelitian ini bertujuanmendeskripsikan dan menganalisis skenario dan implementasi, respon guru dan anak serta kendala yang dihadapiguru dan anak dalam meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui metode mengguntingpada kelompok A diTKQ Hidayatul Mubtadiin. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatifyang dipilih dalam metode penelitian ini. Subjek penelitian ini anak usia 4-5 tahunsebanyak 6 anak yaitu 3 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Kepala Sekolah serta guru kelompok A sebagai informan. Wawancara, observasi dan studi dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Hasil implementasi tahap pembukaan, inti dan penutup dalam pembelajaran kegiatan menggunting pada anak usia 4-5 tahun, pada kegiatan inti selama 6 pertemuan sudah berjalan efektif dan anak mampu menguasai materi dengan baik. Hasilpenilaian dan evaluasi terhadap anak diperoleh hasil pencapaian perkembangan motorik halus anak tersebut berkembang dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari 6 anak yang diteliti 5 anak berkembang sesuai harapan (BSH) dalam tiga indikator yang diteliti sedangkan 1 anak dalam indikator kedua menunjukkan mulai berkembang (MB),hal ini sudah membuktikan adanya respon positif dari guru dan anak dalam kegiatan menggunting.Kendala yang dihadapi pada saat pembelajaran melalui kegiatan menggunting adalah kurangnya minat anak terhadap materi yang diajarkan, karena sebagian anak ada yang takut tangannya terkena gunting. 
PAPAN ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI PADA PEMBELAJARAN DARING Elis Sumiati; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.13924

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu semenjak pembelajaran daring kemampuan berhitung anak di Kober Al-Furqon masih kurang berkembang. Hal tersebut disebabkan oleh guru yang masih memberikan materi pembelajaran secara monoton lewat whatsapp hanya disuruh menulis dengan melihat lembar kerja anak dan buku-buku tanpa adanya media yang digunakan. Oleh karena itu peneliti mencari solusi dengan menggunakan media papan ular tangga dalam pembe- lajaran daring untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skenario dan implementasi pembelajaran daring, kesulitan anak dan kendala guru pada pembelajaran daring dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui media pa- pan ular tangga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dalam delapan kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, penyajian, dan verifikasi data. Subjek penelitian berjumlah 10 orang, 5 laki-laki dan 5 perempuan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media papan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui pembelajaran daring, respon anak dan gu- rupun menunjukan respon yang positif, namun dalam pembelajaran daring ini terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi anak dan kendala yang dihadapi guru namun dapat teratasi sehingga pembelajaran dapat terlaksana dan menunjukan hasil yang signifikan dalam kemampuan berhitung.The background of this research is that since online learning children's numeracy skills in Kober Al-Furqon are still underdeveloped. This is because teachers who still provide learning materi- als monotonously via WhatsApp are only told to write by looking at children's worksheets and books without any media used. Therefore, researchers are looking for a solution by using the snake and ladder board media in online learning to improve children's numeracy skills. This study aims to determine the scenario and implementation of online learning, the difficulties of children and the teacher's obstacles in online learning in improving children's numeracy skills through the snake and ladder board media. This study used a qualitative descriptive research method which was conducted in eight meetings. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation. Data were analyzed using qualitative analysis, namely data reduction, presentation, and data verification. The research subjects were 10 people, 5 men and 5 women. The results of this study indicate that the use of snake and lad- der board media can improve children's numeracy skills through online learning, the responses of children and teachers also show a positive response, but in this online learning there are some difficulties faced by children and obstacles faced by teachers but can be overcome so that learn- ing can be carried out and show significant results in numeracy skills.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PRAKTEK SHALAT Siti Salamah; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.13771

Abstract

Anak dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci, anak berpotensi untuk menjadi manusia be- ragama dan bermoral. Perkembangan keberagamaan dan moralitas anak usia dini dipandang sangat penting untuk dibahas, maka dengan demikian peneliti ingin melakukan suatu penelitian tentang hal yang berkaitan dengan aspek tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan nilai agama dan moral anak usia dini melalui praktek shalat. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek berjumlah 10 anak yaitu 5 anak perem- puan dan 5 anak laki-laki. Instrumen pengumpulan data menggunakan deskrptif kualitatif. Ada- pun teknik penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang rele- van. Hasil penelitian pada kegiatan pertama pada aspek agama 30% dan aspek moral 70% sete- lah dilakukan implementasi kegiatan praktek shalat berubah menjadi pada aspek agama 60% dan aspek moral 80% terlihat perubahan hasil setelah dilakukannya kegiatan praktek shalat. Maka kegiatan praktek shalat ini merupakan salah satu alternatif bagi pendidik dalam kegiatan disekolah untuk menanamkan Nilai Agama Dan Moral bagi anak usia dini serta bermanfaat dan mampu mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu kewajiban.Children are born in a state of nature or holy, children have the potential to become religious and moral human beings. The development of early childhood religiosity and morality is seen as very important to discuss, therefore the researcher wants to conduct a study on matters relating to these aspects. The purpose of this research is to increase the religious and moral values of early childhood through the practice of prayer. The method in this research uses descriptive qualitative. Subjects consisted of 10 children, namely 5 girls and 5 boys. The data collection instrument used a qualitative descriptive. The research technique uses observation, interviews and relevant documentation. The results of the research on the first activity on the religious as- pect of 30% and the moral aspect of 70% after the implementation of prayer practice activities changed to 60% religious aspects and 80% moral aspects seen changes in results after the prac- tice of prayer activities. So this prayer practice activity is an alternative for educators in school activities to instill Religious and Moral Values for early childhood and is useful and able to practice it in everyday life as an obligation.
MENSTIMULASI KEMANDIRIAN ANAK MELALUI TOILET TRAINING PADA PEMBELAJARAN DARING KELOMPOK B Farida Maengkom; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12640

Abstract

Child independence is a developmental process that occurs in reaching the age of maturity. The meaning of independence is the ability to think, feel, and do things on their impulse by their obligations in everyday life. One of the important factors in child development is independence. The child is then active independently in visible learning activities, has persistence and initiative in doing assignments, masters learning, and has responsibility. The purpose of this study was to stimulate children's independence through toilet training in group B learning at PAUD Arum Sari Bandung. The method in this study is descriptive qualitative, namely describing the results of the stimulus for children's independence through the toilet training method. Data collection techniques using observation and interviews. The researcher uses participant observation, where the researcher is involved in the activities carried out by the research object. The results showed that toilet training activities through bold learning can be used as activities to stimulate children's independence so that it can help them have a sense of responsibility and make them more creative. This study concludes that toilet training activities through bold learning can stimulate children's independence because toilet training is an activity that is always carried out in everyday life.Kemandirian anak adalah proses perkembangan yang terjadi dalam mencapai kematangan usia. Maksudnya kemandirian adalah suatu kemampuan berpikir, merasakan, dan melakukan hal atas dorongannya sendiri sesuai dengan kewajibannya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor penting perkembangan anak adalah kemandirian. Anak, kemudian memiliki kemandirian dalam kegiatan belajar terlihat aktif, memiliki kegigihan dan inisiatif dalam mengerjakan tugas, menguasai pembelajaran, memiliki tanggung jawab. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menstimulasi kemandirian anak melalui toilet trainingpada pembelajaran daring kelompok B di PAUD Arum Sari Bandung. Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif yaitu mendeskrifsikan hasil stimulus kemandirian anak melalui metode toilet training. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan observasi partisipan, dimana peneliti terlibat didalam kegiatan yang dilakukan oleh objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan toilet training melalui pembelajaran daring dapat dijadikan kegiatan untuk menstimulus kemandirian anak sehingga dapat membantu mereka memiliki rasa tanggung jawab dan membuat mereka lebih kreatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan toilet training melalui pembelajaran daring dapat menstimulus kemandirian anak karena toilet trainingmerupakan kegiatan yang selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI PADA KURIKULUM SEKOLAH ALAM Ita Loka; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.14603

Abstract

Education in Indonesia has not yet been able to form a strong character, so that various schools have emerged, one of which is a natural school that can shape character in early childhood. Character emerges from the curriculum implemented in natural schools. This study aims to de- termine what character formation occurs in children in various natural schools. The method used is systematic review with thematic data analysis techniques. The database used to search for several sources is Google Scholar. The initial search that the author did obtained 20 journals and was selected based on exclusive criteria by looking at research objectives, research meth- ods, language, characters that appeared and related to natural schools so that the identified jour- nals were found to be quite closely related to natural schools and character building based on the curriculum used. The results of this study indicate that many characters are formed, namely leadership, religious, business spirit (entrepreneurship), love of nature and independence. The formation of this character is inseparable from the curriculum used and habituation in daily ac- tivities. The formation of character in children can also be seen from the culture that exists in natural schools. There are four main curricula used in character building, namely the Moral cur- riculum, the Science curriculum, the Leadership curriculum and the Entrepreneurship curricu- lum. In addition to the four curricula, there are also schools that use a combination of curricula from the National Education Office and natural schools.Pendidikan di Indonesia masih belum dapat membentuk karakter yang kuat, sehingga bermunculan sekolah-sekolah yang beraneka ragam salah satunya sekolah alam yang dapat membentuk karakter pada anak usia dini. Karakter muncul dari kurikulum yang diterapkan di sekolah alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter apa yang terjadi pada anak di berbagai sekolah alam. Metode yang digunakan sistematik review dengan teknik analisis data tematik. Database yang digunakan untuk mencari beberapa sumber adalah Google Scholar. Pencarian awal yang penulis lakukan didapatkan 20 jurnal dan diselesksi berdasarkan kriteria ekslusif dengan melihat tujuan penelitian, metode penelitian, bahasa, karakter yang muncul dan terkait sekolah alam sehingga didapatkan jurnal yang diidentifikasi berkaitan cukup erat dengan sekolah alam dan pembentukan karakter berdasarkan kurikulum yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak karakter yang terbentuk yaitu leadership, reli- gious, jiwa bisnis (wirausaha), cinta alam dan mandiri. Pembentukan karakter tersebut tidak terlepas dari kurikulum yang digunakan dan pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari. Pemben- tukan karakter pada anak juga dapat terlihat dari budaya yang ada di sekolah alam. Terdapat empat kurikulum utama yang digunakan dalam pembentukan karakter yaitu kurikulum Akhlak, kurikulum Sains, kurikulum Leadership dan kurikulum Entrepreneurship. Selain empat kuriku- lum itu ada juga yang sekolahnya menggunakan gabungan kurikulum dari Diknas dan sekolah alam.
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DAN DAMPAK PADA KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Nurhayatul Kamaliyah; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.14753

Abstract

This article’s background by Mr. Nadiem Makarim's statement that welfare must be prioritized so that teacher competence also increases. This statement is in stark contrast to the competency improvement policy contained in the 2003 National Education System Law. Therefore, this arti- cle aims to analyze teacher competency improvement policies. The method used in this study is a systematic review. This method uses a qualitative approach where the researcher summarizes several articles to present more comprehensive and balanced facts. The author took 51 articles which were then reduced to 20 articles to obtain the 10 most relevant and eligible articles. The results of the analysis found that of the 10 selected articles, 5 of them stated that teachers who were already prosperous automatically had their competence increase. While 5 other articles stated the opposite. So the authors conclude that there is no influence of government policies on the competence of PAUD teachers. This is possible if you look at the factors that influence the increase in teacher competence not only based on welfare. Even so, it does not mean that the government can put aside the welfare of teachers. It would be nice if policies to improve compe- tence and welfare go hand in hand.Artikel ini dilatarbelakangi oleh pernyataan Bapak Nadiem Makarim bahwa kesejahteraan harus diutamakan agar kompetensi guru turut mengalami peningkatan. Pernyataan tersebut sangat kontras dengan kebijakan peningkatan kompetensi yang tertuang dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk untuk menganalisis kebijakan peningkatan kompetensi guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahsystematic review. Metode ini menggunakan peendekatan kualitatif dimana peneliti merangkum beberapa artikel untuk menyajikan fakta yang lebih komprehensif dan berimbang. Penulis mengambil 51 artikel yang kemudian direduksi menjadi 20 artikel hingga didapatkan 10 artikel paling relevan dan memenuhi syarat. Hasil analisis menemukan bahwa dari 10 artikel terpilih, 5 diantaranya menyatakan bahwa guru yang sudah sejahtera secara otomatis kompetensinya ikut meningkat. Sedangkan 5 artikel lainnya menyatakan hal yang sebaliknya. Sehingga penulis menyimpulkan tidak ada pengaruh kebijakan pemerintah terhadap kompetensi guru PAUD. Hal ini memungkinkan apabila melihat faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kompetensi guru tidak hanya berdasarkan pada kesejahteraan saja. Meskipun demikian, bukan berarti pe- merintah dapat mengesampingkan kesejahteraan guru. Alangkah baiknya apabila kebijakan pen- ingkatan kompetensi dan kesejahteraan berjalan beriringan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA MELALUI METODE BERNYANYI PADA KELOMPOK B Intan Fuji Anisa; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12684

Abstract

The background of this study is the lack of ability for young people to speak Sundanese, one reason being that there is not yet an education for Sundanese. Of the many learning methods, one is the singing method. Singing is a particularly enthusiastic activity for children. Therefore the study aims to find out about the implementation of Sundanese learning using singing methods. The research method used is a qualitative approach. The research subject is nine preschoolers in group B. The data-gathering technique in this study is observation and documentation and data analysis techniques by data collection, data reduction, data presentation, and deduction. Studies show that the implementation of Sundanese learning through singing methods is as follows: (1). Through Sundanese learning, the method can be improved. (2) singing methods also promote enthusiasm and attract young children to the learning of Sundanese. (3). Singing methods can also enhance a child's ability in Sundanese for example when reciting words in the song. (4) educators' ability and consistency play an important role in their use of Sundanese as an example for young children. (5) family participation is equally important for the child to be consistent in using the Sundanese language when it is around.Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kecakapan bahasa ibu(bahasa sunda) pada anak prasekolah, salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya pembelajaran bahasa sunda yang dilaksanakan di sekolah. Dari sekian banyak metode pembelajaran salah satunya adalah metode bernyanyi. Bernyanyi adalah suatu kegiatan yang sangat di gemari oleh anak-anak. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang implementasi pembelajaran bahasa sunda melalui metode bernyanyi. Sebagi metode yang dipakai adalah Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian  ini mengamati 9 orang anak usia dini kelompok B, untuk teknik pengumpulan data digunakan observasi juga dokumentasi sedangkan analisis pada data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pembelajaran bahasa sunda melalui metode bernyanyi adalah sebagai berikut : (1). Melalui metode bernyanyi pembelajaran bahasa sunda dapat ditingkatkan. (2). Metode bernyanyi juga menambah antusias dan menarik minat anak usia dini dalam pembelajaran bahasa sunda. (3). Metode bernyanyi juga dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bahasa sunda contohnya saat melafalkan kata (4). Kemampuan dan konsistensi pendidik sangat memiliki peran penting dalam penggunaan bahasa sunda sebagai teladan anak usia dini. (5). Peran serta keluarga juga tak kalah penting agar anak tetap konsisten dalam menggunakan bahasa sunda ketika dilingkunggannya
STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE BERBASIS BAHAN ALAM DALAM PEMBELAJARAN DARING Mayasari Mayasari; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12700

Abstract

Salah satu aspek perkembangan yang dikembangkan pada pendidikan anak usia dini adalah perkembangan fisik motorik, salah satunya adalah motorik halus. Perkembangan motorik halus dikembangkan agar anak mampu menggerakan jarinya dengan luwes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan motorik halus pada anak, respons anak, kesulitan yang di- hadapi oleh anak, dan kendala yang dihadapi guru di KB Al-Basyariyyah pada kegiatan pember- ian stimulasi perkembangan motorik halus pada anak melalui kegiatan kolase berbasis bahan alam. Deskriptif adalah metode yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kuali- tatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi pada penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah anak kelompok B di KB Al-Basyariyyah. dengan jumlah 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki Teknik analisis data yang digunakan adalah naratif. Dalam perencanaan pembelajaran daring pada penelitian ini berjalan dengan baik dan mendapat respons yang baik dari anak maupun pendidik. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring tentunya terdapat kendala dan kesulitan yang dihadapi anak, diantaranya yaitu anak masih telihat kesulitan dan kaku dalam menggerakan otot-otot halusnya. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru ialah saat pembelajaran daring adalah sinyal yang kurang mendukung dan kuota yang kurang memadai. Maka dapat disimpulkan peneliti bahwa kolase berbasis bahan alam dapat menstimulasi motorik halus anak.One aspect of development that is developed in early childhood education is physical motor de- velopment, one of which is fine motor skills. Fine motor development is developed so that chil- dren can move their fingers flexibly. This study was conducted to determine the development of fine motor skills in children, children's responses, difficulties faced by children, and obstacles faced by teachers at Al-Basyariyyah Family Planning in providing stimulation for fine motor development in children through college activities based on natural materials. The method used in this study is descriptive and the approach used is qualitative with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were group B chil- dren in KB Al-Basyariyyah with a total of 3 girls and 2 boys. The data analysis technique used was narrative. The online learning planning in this study went well and received good responses from both children and educators. Learning activities carried out online, of course, have obsta- cles and difficulties faced by children, including children who still have difficulty and are stiff in moving their smooth muscles. The obstacles faced by teachers are when online learning is a less supportive signal and an inadequate quota. So it can be concluded that the researchers that college based on natural materials can stimulate children's fine motor skills.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 – 5 TAHUN MELALUI PERMAINAN MoBIS Habibah Siti Khodijah; Ema Aprianti; Mariyati Mariyati
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12674

Abstract

This research is motivated by the low fine motor skills of children at RA AS SALAM, learning in schools that requires children to be able to write, draw and fold, but not all children cannot write, draw and fold. This study uses a classroom action research method with Kurt Levin's model consisting of planning, acting, observing, reflecting. Sources of data from this study amounted to 18 children consisting of 5 girls and 5 boys. The results showed that the MoBIS game can improve children's fine motor skills, this can be seen from the initial condition increasing to cycle I, in the initial condition the children who have reached BSB (Very Good Development) are only 0% and then in the first cycle muscle strength the child's hands are starting to get strong but there are still some people who are not strong, children who have reached BSB (very well developed) increased to 40% or an average value of 71.8, continued in the second cycle of children's fine motordevelopment to increase with a percentage increase of 80 % or with a value of 76.9.Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak di RA AS SALAM, pembelajaran disekolah yang menuntut anak agar supaya bisa menulis, menggambar dan melipat, namun tidak semua anak tidak dapat menulis, menggambar dan melipat.Namun kemampuan motorik halus anak tidak akan meningkat dengan tidak adanya stimulus antara dirumah dan disekolah, sehingga sekolah meneyediakan permainan MoBIS sebagai solusiTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui permainan MoBIS yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Kelompok A RA As Salam. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif, data yang yang telah diperoleh diolah dengan Teknik persentase. Wawacara, observasi dan dokumentasi digunakan untuk Teknik pengumpulan data. Subjek penelitian ini adalah10anak yang terdiri dari 5anakperempuan dan 5anak laki – laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan MoBIS dapat meningkatkan kemampuan Motorik halus anakpada siklus II perkembangan motorik halus anak menjadi meningkatdengan persentase peningkatan sebanyak 80% atau dengan nilai 78,9.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue