cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI TEKNIK USAP ABUR PADA ANAK KELOMPOK A Dewi Nurhasanah; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11020

Abstract

Coloring is one of the activities that children like, one of the coloring activities that can be given to children to increase their creativity is coloring using the blurry stroke technique. Wipe blur is a coloring technique using the power of the child's fingers in applying colors that can be used by teachers as a solution to help increase children's creativity. This study aims to assist children in increasing their creativity through the blurry swab technique. This research was conducted at the PAUD Baros Cimahi institution with a qualitative descriptive research method. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation, with the research subjects being group A children and teachers. Analysis of the data used is the reduction and presentation of data as well as drawing conclusions. The results showed that learning using the blurry swab technique can increase creativity in group A children, the creative abilities of children who are already good are three out of five children after participating in coloring activities with the blurry swab technique to increase their creativity and develop according to expectations.
PEMBELAJARAN DARING MELALUI METODE PERMAINAN KARTU HURUF HIJAIYAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB Yeni Heryanti; Agus Hasbi Noor; Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12014

Abstract

This study aims to determine: 1) scenarios and implementation of online learning through the hijaiyah letter card game method in improving children's Arabic language skills. 2) children's response to the hijaiyah letter card game in improving Arabic language skills through online learning. 3) children's difficulties when participating in online learning through the hijaiyah letter card game method in improving children's Arabic language skills. 4) the obstacles faced by teachers when carrying out online learning through the hijaiyah letter card game method in improving children's Arabic language skills. The method used is descriptive qualitative research. The data sources of this study were 10 children in group B and class teachers. Collecting data using interview instruments, observation sheets, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and verification or concluding. The results showed that the scenario and implementation after the hijaiyah letter card game through online learning could improve Arabic language skills. Children can respond well and enthusiastically. The difficulties faced by children are the internet network and the lack of parental assistance. Some children easily do the task, some are slow. There are also teacher obstacles, namely difficulties in the process of assessing and evaluating children's learning outcomes because the teacher only sees from the video.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) skenario dan implementasi pembelajaran daring melalui metode permainan kartu huruf hijaiyah dalam meningkatkan kemampuan Berbahasa Arab anak. 2) respon anak terhadappermainan kartu huruf hijaiyah dalam meningkatkan kemampuan Berbahasa Arab  melalui pembelajaran daring. 3) kesulitananak saat mengikuti pembelajaran daring melalui metode permainan kartu huruf hijaiyah dalam meningkatkan kemampuan Berbahasa Arab anak. 4) kendala yang dihadapi guru saat mengimplementasikan pembelajaran daring melalui metode permainan kartu huruf hijaiyah dalam meningkatkan kemampuan Berbahasa Arab anak. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah anakkelompok Byang berjumlah 10 orangdan guru kelas. Pengumpulan datamenggunakan instrumen wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Datadianalisis melalui reduksi data, display datadan verifikasi atau penarikan kesimpulan.Hasil penelitian  menunjukkan  skenario dan implementasi setelah adanya permainan kartu huruf hijaiyah melalui pembelajaran daring dapat meningkatkan kemampuan Berbahasa Arab. Anak dapat merespon dengan baik dan antusias. Kesulitan yang dihadapi anak yaitu jaringan internet dan kurangnya pendampingan orangtua. Ada anak yang mudah mempraktekan tugas,ada yang lambat.Adajugakendalaguru yaitu kesulitan dalam penilaian dan proses evalusi hasil belajar anak karena guru hanya melihat dari video.
GREEN HOUSE SEBAGAI SUMBER BELAJAR ANAK USAI DINI DALAM MENGHARGAI MAKANAN Khotimatul Husna; Erni Munastiwi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12701

Abstract

Food is a source of energy for humans, including in early childhood. For early childhood who have not been able to manage their own nutritional needs, parents need to pay attention to the food intake eaten in early childhood. Foods that contain good and healthy nutrition are mostly found in vegetables and fruits. The introduction of vegetables and fruits can be done through learning. Learning about nutritious food can be done in schools, namely by doing lessons in the school garden. A school garden is a place for children's learning media directly. Through the school garden, children get real learning resources, so that children can more easily understand the learning that is being carried out. The purpose of the research is to explain the greenhouse as a learning resource and a means to appreciate mana in early childhood. The method used in this research is the descriptive qualitative method, in which the data is obtained through interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted with one principal, one school gardener, and two school teachers. The data analysis technique in this study uses the Miles and Huberman data analysis, model. The results of the study said that planting the value of appreciating food can be done by involving children directly in the process of plant growth that will become children's foodMakanan merupakan sumber energi bagi manusia, termasuk pada anak usia dini. Bagi anak usia dini yang belum dapat mengelola kebutuhan gizinya sendiri, sehingga orang tua sangat perlu untuk memperhatikan asupan makanan yang dimakan oleh anak usia dini. Makanan yang mengandung gizi yang baik dan sehat lebih banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Pengenalan sayuran dan buah-buahan dapat dilakukan melalui pembelajaran. Pembelajaran mengenai makanan yang bergizi dapat dilakukan di sekolah, yaitu dengan melakukan pembelajaran di kebun sekolah. Kebun sekolah merupakan salah satu tempat untuk media belajar anak secara langsung. Melalui kebun sekolah anak mendapatkan sumber belajar yang nyata, sehingga anak dapat lebih mudah dalam memahami pembelajaran yang dilakukan. Tujuan penelitian menjelaskan green house sebagai sumber belajar dan sarana untuk menghargai manakan pada anak usia dini. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada satu orang kepala sekolah, satu orang pengurus kebun sekolah, dan dua orang guru sekolah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengatakan bahwa penanaman nilai menghargai makanan bisa dilakukan dengan melibatkan anak secara langsung untuk proses pertumbuhan tanaman yang akan menjadi makanan anak.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Anita Roslina Simanjuntak; Jane Koswojo; Sindy Anugerah Wati
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.12104

Abstract

This study aims to create and develop science learning media that can be used to stimulate aspects of cognitive development of children aged 5-6 years to help educators to convey material so that children also more easily understand the material presented by educators. The research was carried out on children aged 5-6 years in the even semester of the 2021/2022 academic year. Learning media is made in the form of Children's Worksheets (LKA), in which there are various science experiment activities for children aged 5-6 years. The type of research used is research and development (R and D), the research model used is the ADDIE research model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) which was adapted from Branch. The data collection techniques used were observation and questionnaires to determine the development of early childhood science learning media. Data analysis used effectiveness data analysis to determine the effectiveness of using science learning worksheets as stimulation of cognitive development aspects. The results of the effectiveness of using the development of science learning worksheets in 12 children obtained an average score of 87%. The score results are included in the "very good" category. Based on the results of the effectiveness of using the LKA for science learning, the provision of LKA for science learning is effective in stimulating the cognitive development of children aged 5-6 years.PPenelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan media pembelajaran sains yang dapat digunakan untuk menstimulasi aspek perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun sehingga membantu pendidik untuk menyampaikan materi agar anak juga lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh pendidik. Penelitian dilaksanakan pada anak usia 5-6 tahun di semester genap tahun ajaran 2021/2022. Media pembelajaran dibuat dalam bentuk Lembar Kerja Anak (LKA), dimana didalamnya terdapat berbagai kegiatan eksperimen sains untuk anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R and D), model penelitian yang digunakan yaitu model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) yang diadaptasi dari Branch. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan (observasi) dan pemberian angket (kuesioner) untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran sains anak usia dini. Analisis data menggunakan analisis data keefektifan  untuk mengetahui efektivitas penggunaan LKA pembelajaran sains sebagai stimulasi aspek perkembangankognitif. Hasil efektivitas penggunaan pengembangan LKA pembelajaran sains pada 12 anak memperoleh rata-rata skor 87%. Hasil skor tersebut termasuk dalam kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil efektivitas penggunaan LKA pembelajaran sains tersebut, maka pemberian LKA pembelajaran sains efektif untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun.
MEDIA KOLASE DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA ANAK KELOMPOK B Eli Rosmawati; Agus Sumitra; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12190

Abstract

This research is backed by the fact in the field that early childhood independence group B Kober Muawanatussibyan is still low because children in doing daily habituation, some children look not independent due to the selection of learning methods applied monotonously so that they have not been able to provide freedom and opportunity in developing children's independence with simple according to the needs of children. The task-giving method is one of the learning methods chosen in this study. Therefore, this study aims to describe the scenario and implementation of the method of assigning tasks to early childhood independence. This study used qualitative descriptive methods with the study subjects of group B Kober Muawanatussibyan children numbering 12 people. Data collection using interview instruments, observation sheets, and documentation. Data is analyzed through data reduction, data display, and verification or withdrawal of conclusions. This study shows the results that children's independence develops very well after the method of assigning tasks during the study is carried out based on the learning planning compiled. The method of assigning tasks is a fun activity for children so that children are able to be confident, responsible, and do tasks until they are completed as a form of child independence.Penelitian ini dilator belakangi oleh fakta di lapangan bahwa kemandirian anak usia dini kelompok B Kober Muawanatussibyan masih rendah dikarenakan anak dalam mengerjakan pembiasaan sehari-hari, sebagian anak terlihat belum mandiri disebabkan pemilihan metode pembelajaran yang diterapkan monoton sehingga belum mampu memberikan kebebasan dan kesempatan dalam mengembangkan kemandirian anak dengan yang sederhana sesuai dengan kebutuhan anak. Metode pemberian tugas merupakan salah satu metode pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasidari metode pemberian tugas terhadap kemandirian anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak kelompok B Kober Muawanatussibyanyang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa kemandirian anak berkembang sangat baik setelah dilakukan metode pemberian tugas selama penelitian dilakukan berdasarkan perencanaan pembelajaran yang disusun. Metode pemberian tugas merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak sehingga anak mampu percaya diri, bertanggung jawab, dan mengerjakan tugas sampai selesai sebagai bentuk kemandirian anak. 
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI PEM-BERIAN BINTANG PRESTASI DI KOBER MUTIARA ILMU Lela Sari; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11022

Abstract

This research was conducted based on finding problems that arise in the school environment, especially in early childhood education, which are related to children's learning motivation. This is evident in schools that show some children who show a lack of enthusiasm and even do not want to take part in the learning process, for example, children are not yet active in participating in activities before and after praying, do not pay attention to the teacher's explanations, and do not do the assignments given. This problem demands the need for an interesting approach, method, and learning media to deal with these problems, one of which is the awarding of Achievement Stars. The method used is a qualitative descriptive method that aims to describe the increase in children's learning motivation. This study involved 10 children aged 5-6 years. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis used is data reduction, data presentation, and conclusions or data verification. Based on the analysis of previous research data, it was found that before the awarding of this achievement star, the children were less enthusiastic about participating in learning activities. The results showed that the awarding of Achievement Stars could motivate children's learning. For example, children are enthusiastic about learning and become accustomed to praying without being asked first, to do the tasks given by the teacher until they are finished. By giving this achievement star, educators are helped so that they can increase children's learning motivation.Penelitian ini dilakukan atas dasar temuan  masalah yang muncul dalam lingkungan sekolah khususnya pada pendidikan anak usia dini, yaitu terkait dengan motivasi belajar anak. Hal ini terbukti di sekolah terlihat beberapa anak yang menunjukkan kurang semangat bahkan tidak mau mengikuti proses pembelajaran, misalnya anak belum aktif dalam mengikuti kegiatan sebelum dan sesudah berdoa, tidak memperhatikan penjelasan guru, dan tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Permasalahan ini menuntut perlunya suatu pendekatan, metode dan media pembelajaran yang menarik untuk menangani masalah tersebut salah satunya dengan pemberian Bintang Prestasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan peningkatan motivasi belajar anak. Penelitian ini melibatkan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan  yaitu  reduksi data, penyajian data dan  kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan analisis data penelitian sebelumnya diperoleh bahwa sebelum adanya pemberian bintang prestasi ini anak kurang semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pemberian Bintang Prestasi, dapat memotivasi belajar anak. Misalnya anak semangat dalam belajar, menjadi terbiasa melakukan kegiatan berdoa tanpa disuruh terlebih dahulu,  mengerjakan tugas yang diberikan guru sampai selesai. Dengan adanya pemberian bintang prestasi ini pendidik terbantu sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar anak.
MEDIA CELEMEK HURUF: MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN PADA ANAK KELOMPOK B Astrian Puput Weryhati; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12625

Abstract

This research is motivated by the lack of ability to recognize literacy such as sorting, and arranging syllables and syllables into a sentence, it can be seen that students feel less confident in reading and writing due to unattractive learning media. One of the learning media for introducing literacy through fun activities is a letter apron. The purpose of this study was to apply the letter apron media, in improving the literacy skills of students. The method used in this research is descriptive qualitative. The research subjects were Group B, which consisted of 10 students. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used was data reduction and presentation and conclusion. The results showed that learning in applying the media aprons letters could improve literacy in group B. The initial literacy abilities of students who were already good were 2 out of 10 students, after participating in the activity increased by 6 students who developed as expected and began to develop 2 students. as well as students and those who have not developed 2 students on the final results of literacy observations.Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan mengenal keaksaraan seperti mengurutkan, menyusun suku kata dan suku kata menjadi sebuah kalimat, hal ini terlihat peserta didik merasa kurang percaya diri dalam membaca dan menulis dikarenakan media pembelajaran yang kurang menarik. Salah satu media pembelajaran dalam mengenalkan keaksaraan melalui kegiatan yang menyenangkan yaitu celemek huruf. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan media celemek huruf, dalam meningkatan kemampuan keaksaraan peserta didik. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Kelompok B yang berjumlah 10 peserta didik. Pengumpulan data di peroleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data dan penyajian serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dalam menerapkan media celemek huruf dapat meningkatkan keaksaraan pada kelompok B. Kemampuan keaksaraan awal peserta didik yang sudah baik sebanyak 2 dari 10 peserta didik, setelah mengikuti kegiatan meningkat sebanyak 6 peserta didik yang berkembang sesuai harapan serta mulai berkembang 2 peserta didik dan yang belum berkembang 2 peserta didik pada hasil akhir observasi kemampuan keaksaraan.
PEMBIASAAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO UNTUK PADA PEMBELAJARAN DARING DI KELOMPOK BERMAIN PONDOK ILMU Imas Mulyati; Ghina Wulansuci
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12395

Abstract

This research is motivated by the fact in the field that the habit of washing hands with soap in the Pondok Ilmu Play Group is one of the programmed habituation activities. The pandemic condition made these activities technically constrained in learning. This study aims to describe the scenario and implementation of the use of video media for the habit of washing hands with soap in courageous learning in the Pondok Ilmu playgroup. This study used a qualitative descriptive method and the research subjects were 7 children in group B class Mandiri-2. For data researchers use interview instruments, observation, and documentation. The data were analyzed by data reduction, data display, and data leveraging, as well as conclusions that were supported by simple calculation results using Microsoft Excel. Depicted in the graph in each aspect assessed. Scenarios are prepared, and systematic, and learning becomes directed, from planning, implementing bold learning, preliminary planning activities, core activities, closing, and evaluation. From the scenarios made by CTPS activities through videos made by the teacher, the implementation at home by children under the guidance of parents can be carried out well. This study shows that many children are still not developing and developing at the beginning of the study, but starting at the end of the study, they show significant developmentPenelitian ini dilatar belakangi oleh fakta di lapangan bahwa pembiasaan cuci tangan pakai sabun di Kelompok Bermain Pondok Ilmu sebagai salah satu kegiatan pembiasaan yang diprogramkan. Kondisi pandemi membuat kegiatan tersebut terkendala secara teknis pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi dari penggunaan media video untuk pembiasaan cuci tangan pakai sabun pada pembelajaran daring di kelompok bermain Pondok Ilmu. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan subjek penelitiannya adalah anak kelompok B kelas Mandiri-2 sebanyak 7 anak. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan reduksi data, lalu display data dan verifikasi data tersebut, serta  kesimpulan didukung dengan hasil perhitungan sederhana menggunakan Microsoft Excel. Tergambarkan dalam grafik pencapaian setiap aspek yang dinilai. Skenario disusun, sistematis, dan pembelajaran menjadi terarah, dari perencanaan, rencana pelaksanaan pembelajaran daring, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup, dan evaluasi. Dari skenario yang dibuat kegiatan CTPS melalui video yang dibuat oleh guru, penerapan di rumah oleh anak dibimbing orang tua dapat terlaksana dengan baik. Penelitian ini menunjukan banyak anak yang masih belum berkembang dan mulai berkembang diawal penelitian, namun pada akhir penelitian menunjukan perkembangan yang signifikan 
MEDIA LOOSE PART: MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA ANAK KELOMPOK B Emil Ratna Emilia; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12268

Abstract

One of the abilities that must be possessed by children in the 21st century is critical thinking skills, where critical thinking skills are a thinking process to be able to make rational decisions in deciding a problem. Efforts have been made in the field to improve children's thinking skills, experiencing several obstacles, and problems found by researchers in research at Al Azhar Islamic Kindergarten 30, there are some children whose critical thinking skills have not appeared, therefore it is necessary to have media that can stimulate one of the ways to improve children's critical thinking skills optimally is by using loose part media. This study aims to improve critical thinking skills by using loose parts media. The method used in this research is qualitative with a descriptive method. The subjects of the study were group B children as many as 5 children. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis carried out in this study is to describe, describe, analyze and summarize the events studied and carried out interactively and continuously until complete so that the data is saturated. So that the results obtained from the five children studied, 4 children developed very well (BSB) in the four indicators used, while one child showed development as expected (BSH) in two indicators, this is enough to prove that the use of loose parts media can improve skills. children's critical thinking.Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh anak di abad 21 ini adalah keterampilan berpikir kritis, dimana keterampilan berpikir kritis adalah sebuah proses berpikir dengan tujuan untuk dapat membuat keputusan secara rasional dalam memutuskan suatu masalah.Upaya yang telah dilakukan di lapangan untuk meningkatkan keterampilan berpikir anak, mengalami beberapa kendala, dan permasalahan yang ditemukan oleh peneliti  dalam penelitian di TK Islam Al Azhar 30, terdapat beberapa anak  dalam keterampilan berpikir kritisnya belum muncul, oleh karena itu diperlukan adanya media yang dapat menstimulasi peningkatan keterampilan berpikir kritis anak secara optimal salah satunya dengan media loose Part. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan media loose parts. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dari penelitian adalah anak kelompok B sebanyak 5 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis data yang digunakan dalam kegiatan reduksi data, visualisasi data, dan pengambilan kesimpulan Berdasarkan temuan dari lima anak peserta penelitian, empat anak menunjukkan perkembangan sangat baik (BSB) pada empat indikator yang digunakan, sedangkan 1 anak menunjukkan perkembangan sesuai harapan (BSH) dalam dua indikator. Ini adalah bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa penggunaan media loose part dapat meningkatkan keterampilan. berpikir kritis pada anak.
MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER KEDISIPLINAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MAKAN BERSAMA Hepi Rohilah; Anita Rakhman
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12357

Abstract

The purpose of this study is to describe the importance of fostering the value of early childhood discipline in eating together activities carried out in three activities, namely praying before and after eating, eating in a sitting position, and being able to dispose of their waste after eating together activities are completed. The research methods used in this research are qualitative descriptive. The research in this study is class B with the number of students  19  children consisting of  11  boys and  8  girls. The study is located at TKQAl-Istiqomah. The data collection is done through observation and documentation. Data is analyzed using data reduction, data display, and data inference. Observations were carried out for approximately 2 months starting from January  2021  to February  2021. The results of this study showed that during observation the longer the more positive changes. The intended positive result is that the child has been able to discipline himself in eating activities along with aspects that are studied through discipline in prayer activities before and after eating, eating in a sitting position and the child can dispose of his garbage after the joint eating activity is completed. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah ingin menjabarkan mengenai menumbuhkan nilai kedisiplinan anak usia dini pada kegiatan makan bersama yang dilakukan dalam tiga kegiatan yakni berdoa sebelum dan sesudah makan, makan dengan posisi duduk dan mampu membuang sampahnya sendiri setelah kegiatan makan bersama selesai. Metode penelitian yang digunakandalam penelitian iniadalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitianyang ada dalam penelitianiniyaitu kelas B dengan jumlah murid 19anak terdiri dari 11anak laki-laki dan delapananak perempuan.Penelitian ini  berlokasi di TKQ Al-Istiqomah.Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Data  dianalisis dengan menggunakan reduksi data, display data dan kesimpulan data. Observasi dilakukan selama kurang lebih duabulan lamanya terhitung dari bulan januari 2021hingga bulan februari 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama observasi berlangsung semakin lama semakin mengalami perubahan kearah yang positif. Hasil positif yang dimaksudkan ialahanak sudah mampumendisiplinkan dirinya pada kegiatan makan bersama dengan aspek yang diteliti melalui kedisiplinan dalam kegiatanberdoa sebelum dan sesudah makan, makan dengan posisi duduk dan anak mampu membuang sampahnya sendiri setelah kegiatan makan bersama selesai. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue